HELMINTHOLOGI Suatu organisme: multiseluler, bilateral simetris, tiga lapisan germinal.

A. Phylum Nemathelminthes atau Nematoda (cacing bulat)

B. Phylum Platyhelminthes: 1. 2. Trematoda (cacing daun) Cestoda (cacing pita)

PERBEDAAN UMUM
Nematoda Trematoda Cestoda

Bentuk

Silindris, tidak bersegmen Terpisah (diecious)

Kelamin

Pipih seperti daun, tidak bersegmen Hermafrodit, kecuali Schistosoma Batil isap, tanpa kait

Pipih seperti pita, bersegmen Hermafrodit

Kepala

Saluran pencernaan Rongga badan

Tanpa batil isap atau kait. Mempunyai buccal capsule pada beberapa spesies Ada, lengkap, anus ada ada

Batil-isap+ kait-kait

Ada, tidak lengkap, anus buntu Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

KLASIFIKASI HELMINTHOLOGI

I. Menurut Habitat (tempat tinggal cacing dewasa)

A. NEMATODA
1. Nematoda Usus: 1.1 Ascaris lumbricoides* 1.2 Cacing Tambang: Necator americanus*, Ancylostoma duodenale* 1.3 Trichuris trichiura* 1.4 Strongyloides stercoralis* 1.5 Oxyuris vermicularis 1.6 Trichinella spiralis 1.7 Trychostrongylus species* * Tergolong cacing ³Soil Transmitted Helminths´ (STH)

2. Nematoda darah dan Jaringan 2.1 Filaria: Wuchereria bancrofti Brugia malayi Loa loa Onchocerca volvulus Acanthocheilonema perstans Mansonella ozzardi

2.2 Dracunculus medinensis 2.3 Visceral larva migrans: Toxocara cati dan T. cani 2.4 Cutaneus larva migrans: Ancylostoma braziliense Ancylostoma caninum Strongyloides stercoralis Gnathostoma spinegerum 2.5.Lain-lain: Capillaria hepatica Capillaria philippinensis Angiostrongylus cantonensis Anisakis

B. CESTODA 1. Cestoda Usus 1.1.Taenia saginata 1.2.Taenia solium 1.3.Hymenolepis nana 1.4.Hymenolepis diminuta 1.5.Dipyllidium caninum 1.6.Raillietina species 1.7.Diphyllobothrium latum

Sparganum : . nana. .Non branching sparganum. ..4.Sparganum-proliferasi.2.6. 2. 2. 2.3.Kista Alveolar Echinococcus multilocularis 2.Cysticercus cellulose.Kista hidatid Echinococcus granulosus. Larva Cestoda diluar usus ( extra intestinal ) : 2.1. 2.Coenurus.2.5.Cysticercoid H.

C.hepatica Heterophyes-heterophyes Metagonimus. 2.hominis. Troglotrema. Echinostoma species.yokogawai.salmincola . 5.TREMATODA USUS : 1. 4. Fasciola. Gastrodiscoides. 6. 3.TREMATODA : 1.

Fasciola hepatica. 6. Fasciola. Clonorchis. 5. 3. ³ viverrini.dendriticum.2. Opistorchis. 4.sinensis.felineus. Dicrocoelium. TREMATODA HATI : 1. .gigantica. 2.

4. 5. 4.3. TREMATODA DARAH : 1.westermani. ³ ³ ³ mansoni. Schistosoma haematobium. . 2.PARU : Paragonimus . Schistosomal dermatitis. mekongi. japonicum. TREMATODA PARU. 3.

Phylum Class NEMATHELMINTHES NEMATODA A. Subclass APHASMIDIA (tidak mempunyai caudal chemoreceptor) Superfamili TRICHUROIDEA Famili TRICHINELLIDAE: . 1758) Kingdom ANIMALIA I. KLASIFIKASI SISTEMATIKA (Linnaeus.Trichuris trichiura .Trichinella spiralis .Capillaria hepatica .II.Capillaria philippinensis .

Subclass PHASMIDIA (mempunyai caudal chemoreceptor) 1.Ancylostoma caninum .Ancylostoma ceylanicum .Oesophagostomum apiostomum Famili Famili SYNGAMIDAE : .Strongyloides stercoralis STRONGYLOIDEA STRONGYLIDAE : .Ancylostoma braziliense .Ternidens deminutus : .Syngamus laryngeus : .Necator americanus ANCYLOSTOMATIDAE . Ordo Superfamili Famili Superfamili Famili RHABTIDIA RHANDITOIDEA STRONGYLOIDIDAE : .Ancylostoma duodenale .B.

Toxocara canis .Ascaris lumbricoides .Superfamili TRICHOSTRONGYLOIDEA Famili TRICHOSTRONGYLIDEA .Trichostrongylus orientalis .Toxocara cati .Metasrongylus elongatus Superfamili OXYUROIDEA Famili OXYURIDAE .Enterobius vermicularis Superfamili ASCARIDOIDEA Famili ASCARIDIDAE .Trichostrongylus colubriformis Superfamili METASTRONGYLOIDEA Famili METASTRONGYLIDAE .Angiostrongylus cantonensis .

Thelazia callipaeda .Gongylonema pulchrum Famili THELAZIIDAE : .2.Physaloptera caucasica .Gnathostoma spinigerum Famili SPIRURIDAE : . Ordo SPIRURIDA Superfamili SPIRUROIDEA Famili GNATHOSTOMATIDAE : .Thelazia californiensis Famili PHYSALOPTERIDAE : .

Brugia malayi .Mansonella ozzardi Superfamili Famili DRACUNCULOIDEA DRACUNCULIDAE : .Onchocerca volvulus .Loa loa .Wuchereria bancrofti .Dracunculus medinensis .Superfamili FILARIOIDEA Famili DIPETALONEMATIDAE: .Dipetalonema perstans .

II.Taenia saginata .Hymenolepis nana .Hymenolepis diminuta Famili DILEPIDIDAE : .Raillietina species Famili ANOPLOCEPHALIDAE : .Dipylidium caninum Famili DAVAINEIDAE : .Bertiella spp.Taenia solium .Spirometra mansoni Ordo CYCLOPHYLLIDEA Famili TAENIIDAE : .Echinococcus granulosus . Phylum PLATYHELMINTHES Class CESTOIDEA Subclass CESTODA Ordo PSEUDOPHYLLIDEA Famili DIPHYLLOBOTHRIIDAE: .Multiceps multiceps Famili HYMENOLEPIDIDAE : .Diphyllobothrium latum . .

Fasciola gigantica .Schistosoma japonicum .Echinostoma malayanum .Clonorchis sinensi .Class Famili TREMATODA FASCIOLIDAE Famili Famili Famili : .Echinostoma revolotum .Schistosoma hematobium .Opisthorchis viverrini .Schistosoma mansoni OPISTHORCHIIDAE : .Opisthorchis felineus .Fasciolopsis buski ECHINOSTOMATIDAE : .Fasciola hepatica .Echinostoma ilocanum SCHISTOSOMATIDAE : .Echinostoma lindoense .

Phylum NEMATOMORPHA . Phylum ACANTHOCEPHALA : .Moniliformis moniliformis IV.Gastrodiscoides hominis .Heterophyes heterophyes .Macracanthorhynchus hirudinaceus .Metagonimus yokogawai TROGLOTREMATIDAE: .Watsonius watsoni DICROCOELIIDAE : .Dicrocoelium dendriticum III.Famili Famili Famili Famili Famili HETEROPHYIDAE : .Plagiorchis javensis PARAMPHISTOMATIDAE : .Paragonimus westermani -Paragonimus heterotremus PLAGIORCHIIDAE : .

: parasit yang berdiam secara permanen di dalam badan hospes dan seluruh hidupnya bergantung kepada hospes tersebut. .PENGERTIAN BEBERAPA ISTILAH ZOOPARASIT . Ektoparasit 2. Endoparasit 3. Obligat : yaitu parasit yang hidup pada permukaan badan hospes (infestasi) : parasit yang hidup di dalam badan hospes. DAPAT BERSIFAT : 1.

parasit yang tinggal pada permukaan atau didalam badan hospes sejak permulaan sampai dewasa. kadang selama hayatnya. parasit yang hidup bebas sebagian dari masa hidupnya dan sewaktu waktu mencari hospes untuk mencari makan. Temporer : . 6.4. Fakultatif 5. Permanen : : parasit yang dapat hidup bebas dan dapat hidup sebagai parasit.

8. Polixen : parasit yang dapat hidup pada berbagai jenis hospes.7. . HOSPES DEFINITIF : Yaitu hospes tempat hidup parasit dewasa atau yang berkelamin dewasa dan yang melangsungkan reproduksi seksualnya. Monoxen : parasit yang hanya dapat hidup pada satu jenis hospes tertentu.

HOSPES RESERVOIR : hewan ±hewan yang mengandung species parasit yang sama dengan speciers terdapat pada manusia dan merupakan sumber infeksi bagi manusia. HOSPES PARATENIK .HOSPES PERANTARA : hospes tempat hidup stadium larva parasit bertumbuh. untuk kemudian dipindahkan ke hospes lain atau manusia. Atau dimana parasit melangsungkan reproduksi aseksual. : hospes tempat stadium larva parasit sebagian atau seluruhnya dan tidak dapat diteruskan kepada hewan lain atau manusia.

Ascaris lumbricoides Filum Kelas Subkelas Ordo Superfamili Famili Genus Spesies : Nemathelminthes : Nematoda : Phasmidia : Rhabditidia : Ascaridoidea : Ascarididae : Ascaris : Ascaris lumbricoides .

3-0.8 CM Ekor berlekuk ke arah ventral (curved tail) Kloaka dengan 2 spikula Betina: 20-35 X 0.Morfologi: cacing bulat panjang seperti benang. Ekor lurus Telur: 200.4-0. . putihabu/ agak kecoklatan muda atau merah muda (segar) Jantan: 15-31 X 0.6 cm 1/3 anterior badan ada cincin komissuura (ring comissura) Terletak vulva.000/hari 26 juta seumur hidupnya.

Ring komissura .

1 dibagian median dorsal. Setiap bibir mempunyai sepasang papillae yang kecil . sepasang di bagian ventro-lateral dengan dentikel.Bibir Ascaris lumbricoides Bibir: 3 bibir.

lipoid.(Corticated fertile) Telur decorticated fertile (hilang lapisan albuminoid) . fertil(dibuahi): 45-70 X 35-50 (60) mikron Dinding: 3 lapis.Telur: 1. Dibuahi (fertile) Corticated fertile (3 lapis dinding) Decorticated fertile ( 2 lapis dinding) 2. kuning kecoklatan Telur . albuminoid. Tidak dibuahi (unfertile) 3. Matang (Mature= bentuk infektif) dan Tidak matang (immature) Telur: bentuk: oval. hyalin. Isi: sel-ovum.

Telur corticated fertile Decorticated fertile .

Albumin tidak rata.Telur unfertile: 88-94 X 39-44 mikron Lap. tipis Isi: sel berbentuk granula-granula .

Siklus Hidup Ascaris lumbricoides Siklus melalui paru-paru Embryonated telur Lama siklus: 2 bulan Life span: 8-12 bulan Telur fertil matang di tanah 1-3 minggu .

telur berkembang menjadi infektif dalam 1-3 minggu. jari tangan yang terkontaminasi oleh telur atau melalui vektor serangga (lalat). Dan keadaan yang cuaca rindang (shadow).Siklus Hidup: telur keluar bersama tinja. Telur infektif ( berembryo) termakan oleh manusia melalui makanan. Lama siklus. dalam usus halus telur dirusak oleh enzim keluar larva rhabdityform L1 menembus dinding usus ikut aliran darah atau limfe ke sirkulasi besar (porta) ke jantung kanan ke-paru-paru menembus alveoli (L2->L3) ke bronciole bronchus ke trachea ( dalam paru-paru lebih kurang 10 hari tertelan melalui esofagus L4 menjadi dewasa di usus halus kemudian kopulasi. 2 bulan. ditanah liat berpasir (sandy clay). Umur cacing dewasa (life span) : 8-12 bulan .

Gejala Klinis: Akibat larva di paru-paru: Loeffler syndrome Sesak nafas. mual. meningitis. pancreatitis. muntah . Akibat cacing dewasa: jumlah sedikit asimptomatis 1/6 kasus ditandai: perut diskomfort. peritonitis. abdominal pain/kembung. diare. appendicitis. . batuk dan hypereosinofilia( minggu 1-3) epilepsi.

. Mebendazole. bab di jamban. Epidemiologi: higiene lingkungan dan personal hygiene.prep langsung atau Metode Kato-Katz.Diagnose: menemukan cacing dewasa di tinja atau muntah Laboratorium: hipereosinofilia menemukan telur di tinja. Pirantel-pamoate (Combantrin). cuci tangan sebelum makan. Pengobatan: Piperazine.

HOOK WORMS Pada manusia: Necator americanus dan Ancylostoma duodenale Mungkin Ancylostoma ceylanicum Pada kucing: Ancylostoma braziliense Pada anjing: Ancylostoma caninum .

35 mm Buccal-caps: sepasang gigi chitine-plate Ancylostoma duodenale J: 8-11X 0.Morfologi: hidup di usus halus. warna: merah muda/pink atau abu-abu. copulatrix B: 10-13 x 0. Necator americanus J: 5-9 x 0.60 mm Buc-caps.45 mm Bursa. melekat dengan gigi menghisap darah dan menimbulkan a pendarahan usus.: dua pasang Gigi .30 mm Bursa copulatrix B: 9-11 x 0.

lv. ray lateroventral. ml. ray posterolateral. pl.Necator americanus. f. tampak perbesaran lateral terminasi fusi dua spikula. Posterior end jantan. ray dorsal luar. yang berakhir sebagai kait. vv. ray dorsal. ed. ray mediolateral. pb. menunjukkan ray-ray bursa dan spikula. d. B. ray prebursa. terminasi fusi spikula. di kanan. ray ventroventral (Setelah Faust) .

e. ovj. cgl. excretory pore. midgut. tampak lateral. csp. bc. vesikula seminalis. spikula kopulatrix.Appearance: huruf S Necator americanus dewasa. kelenjar prostat. sv. m. testis. kapsul buccal. pr. ov. A. kelenjar ekskresi. vu. jantan. ovejector. betina. vulva (Diadaptasi oleh Faust dari Lane) . B. esophagus. a. t. anal pore. exgl. sepasang cephalic gland. exp. ovarium.

1 lapis Isi: 4 sel ( tinja segar) . transparant.Telur: jernih (tinja segar) Bentuk ovoid lonjong Ukuran:56-76x 36-40 (60) mikron Dinding telur: tipis.

15 ml/hr/cacing 0.000/hari Blood meals: 0.20.000/hr/cacing Telur: 70.03 ml/ hr/cacing Life spans: 6-8 tahun 2-5 tahun .

.

Siklus Hidup Cacing tambang .

Ada gejala. malaise Warna kulit seperti rumput di bawah tong kuning pucat. tidak ada tanda anemia Sedang: kehilangan darah ringan. . anemia muncul 10-20 minggu dari infeksi larva 51-150 cacing Berat: Banyak kehilangan darah: cardiac failure.Gejala klinis: Ringan: 50 ekor cacing. mual lesu. nyeri perut/ cramp. moon-face sampai 500 ekor atau lebih cacing.

bersandal. Alcopar. vitamin Fe dan support . Pengobatan: Mebendazole. Epidemiologi: kebiasaan defekasi. environment and personel hygiene.Diagnose: gejala klinis kaki: ground itch gejala anemia (hipokrom-mikrositer) Lab: menemukan telur dan kultur larva: Modikikasi Harada-Mori.

.

.

.

.

5 kali Ada kloaka dengan 1 spikula Betina: 3.5 cm 2/5 ekor lurus ada ovarium.5 cm Ekor 2/5 badan curved 1.5-4.Trichuris trichiura Habitat mukosa usus: cecum dan colon Cacing mirip cambuk: 3/5 anterior bulat. Vulva di pertengah an badan Bertelur:50007000/hr .halus berisi esofagus mirip merjan atau tasbeh dan organ reproduktif Jantan: 3-4.

.

Telur: bentuk tong =barrel-shaped Ke 2 ujung tutup mucoid-plug menonjol (bipolar prominence) Warna: kuning kecoklatan Ukuran: 50-54x 22-23 mikron (50) Dinding 2 lapis: luar kuning dalam transparant .

Embryonated telur .

Siklus Hidup Tertelan telur matang:2-4 minggu Menetas di usus halus Dewasa²Ke colon cecum Lama siklus: 3 bulan Life span: 9-30 tahun .

BB selama 2 hari Preventif: sanitasi.Diagnose: gejala klinis . thiabendazole 50 mg/hr/ kg. Lab: menemukan telur di tinja Terapi: mebendazole (vermox): 2x 100mg/hr sealam 3 hari pirantel pamoate: 10mg/kgBB dosis tunggal (combantrin). terapi kalau ada penderita. anemia. prolaps rectum. cuci tangan sebelum makan. .

Pinworm= Oxyuris vermicularis E. kolon. esofagus ada bulbus Kepala ada pelebaran kulit (cephalic alae). . appendix. ileum bagian bawah Ujung badan runcing (Oxy) Morfologi: mulut dgn 3 bibir. Ekor warna transparat.vermicularis Habitat:cecum.

10.2 mm Bentuk ekor koma Ada 1 spikula dan kloaka Betina: lurus 8-13x0.30.Jantan: 2.5 x 0.5mm Vulva 1/3 anterior Vulva vagina posterior. 1 pasang uterus .

Bentuk: seperti padi atau planokonveks Ukuran 50-60X 20-30 mikron Dinding: dua lapis dan bening (translucent) ‡ dinding luar: albuminoid (mechanical Protection) ‡ dinding dalam membran lemak (chemical protection) Isi: larva .

Kepala Enterobius vermicularis .

vermicularis betina .Kumpulan E.

Siklus hidup Enterobius vermicularis .

Cacing Hidup: didaerah cecum. life span 3 bulan Cacing betina malam hari didaerah anus mengeluarkan sekret Dan kotoran gatal di daearah anus pruritus ani Pada malam hari anak cengeng kurang tidur sekitar ke dua kelopak mata berwarna gelap dan cekung disebut Dark shadow super eye lids .

handuk . dengan cara Anal swab NIH= National Institute Health Metode Scotch Cellulose Tape Pestel Metode Penularan Hand to mouth Toilet seat Debu (inhalasi) Dari pakaian.dll. .Diagnose: menemukan telur.

vivipar Rongga mulut pendek. .2 mm X 0.Strongyloides stercoralis=Thread worm Morfologi cacing betina type parasitik Tak berwarna. esofagus panjang dan silendrik: 1/3²2/5 panjang tubuh Sepasang uterus mirip tanduk berisi telur (bifurcatio uterus) Cacing jantan: ukuran: 0. tembus sinar. dan mememiliki kutikel bergaris halus Panjang: 2.7 mm x 40-50 mikron bentuk fusiform tanpa caudal alae type esofagus rhabditoid (bulbus) ada 2 spikula dan satu gubernakulum Ujung ekor runcing dan berlekuk ke arah ventral.4 mm.

Gmb: Cacing betina Strongyloides stercoralis .

Telur: ukuran 50 x 32 mikron bentuk ovoid dinding tipis 1 lapis. jernih isinya larva matang      Larva filariform: panjang 700 mikron. langsing. tanpa sarung/bungkus ruang mulut tertutup oesophagus ½ panjang badan ekor berujung tumpul bercabang-cabang (forked tail) .

Habitat: cacing betina hidup di dalam lipatan mukosa usus halus Siklus Hidup : Larva infektif melalui sirkulasi limfe/darah paru-paru dan dewasa di usus halus terutama di duodenum 1. Tak langsung 3. Auto infeksi . Langsung 2.

Siklus hidup Strongyloides stercoralis .

oleh karena iritasi trakea kesan mirip bronchitis Gejala perut: diare. konstipasi dan ada gejala perut kembung (borborygmus) Kulit: urtikaria oleh karena larvanya Ada gejala asthma atau nephrotic syndrome . muntah. diare. anorexia nyeri perut/crampt muncul pada minggu : ke dua.Gejala klinis: Akut: Berlangsung cepat: batuk. Kronis Sering tanpa gejala walupun terjadi hiperinfeksi Mual.

perdarahan usus. Pengobatan: Albendazole: dewasa: 400 mg 3-10 hari Thiabendazole: 25mg/KgBB selama 2-3 hari tidak melebihi 3 gr per hari .Komplikasi: Obstruksi ileus. sputum. epilepsi Jackson Diagnose: Diagnose klinis: akut/kronik Laboratorium : menemukan larva di tinja. aspirasi cairan duodenum Tehnik pemeriksaan larva di tinja: Baermann funnel tehnique. Otak: oleh karena larva meningitis aseptik.

Epidemiologi Dapat terjadi infeksi nosokomial dari tanah Pencegahan Penderita diobati Biasakan defekasi di jamban Penyuluhan bahaya penyakit terutama bentuk hiperinfeksi: personal dan sanatasi hygiene .

Trichinella spiralis Penyebaran: kosmopolit di Asia Pasifik Selatan dan Australia.06 mm 1/5 anterior vulva Ovarium diujung Posterior Viviparous .5x 0. 1. Ant.4-1. Dan Perantara: Manusia. Babi dan Tikus Habitat: Usus halus cacing derwasa Larva: di otot bergaris dan di organ-organ Morfologi: 24 J.04mm Bag. Hospes def. langsing Pada ekor: ada 2 conspicous conical papillae 3-4x0.

Larva: dalam kiste:800-1300X35-40 mikron Mempunyai pencernakan sama dengan cacing dewasa Larviposisi: selama 4-16 minggu sebanyak 1500 larva Cacing betina: partenogenesis: sekali dibuahi dapat berkembang biak terus. Larva yang bebas sampai di duodenum menembus dan berdiam di mukosa usus . Siklus Hidup: Manusia terinfeksi dengan makan daging babi yang tidak dimasak dengan baik yang mengandung kiste Trichinella spiralis.

triceps. Larviposisi selama: 8-14 hari dengan jumlah larva 1500 ekor perbetina. Infeksi berat apabila terdapat 5 larva/kg BB pada manusia 25 . Terjadi kiste selama 21 hari dan selesai sampai 3 bulan.Setelah 22 jam cacing betina dan jantan kopulasi dan cacing jantan mati. otot-otot gerak: biceps. Cacing betina akan masuk ke dalam mukosa lagi mencapai aliran darah/limfe submukosa melahirkan larva Larva ikut sirkulasi darah/limfe sampai ke otot seran lintang dan membentuk kiste. Larva dapat: ke jantung. Larva dapat hidup (viable) sampai bertahun-tahun. diafragma dll.

Siklus Huidup Trichinella spiralis .

sakit perut. diare. Kiste larva pada otot menimbulkan myositis Diagnose: Cacing dewasa jarang diketemukan di feces Biopsi jaringan otot dan ditaruh diantara 2 objek gelas yang ditekan rapat kemudian lihat dibawah mikroskop. muntah dll.Gejala Klinik Demam. Sentrifuse 15 cc darah+ 3% asam aceton lihat larva 26 .

Prcipitin test. CFT. .Yang lain: Skintest. Pengobatan: Thiabendazole: 25-50 mg/kg BB selama 5-10 hari Mebendazole: 2X100 mgr/hari selama 10 hari Pencegahan: Hindari makan daging setengah matang Pemeliharaan babi harus bebas penyakit Tikus merupakan habitat yang sama dengan manusia (pemusnahan rodent).

fibrous.coiled (koil) 27 . larva berbtk.2-0.3-0. infiltrasi sel-eosino fil. spiralis: terdiri dari jar. spiralis: pada otot bergaris.Kiste T.4 Kiste T.6X0. bentuk elongated (ellips): 0.

Picture 1 Picture 2 Picture 3 TSLarvwandSK-ic Migrated larvae TSLarvcapsSK-ic Encapsulated larvae TSLarvcaps1SK-ic Calcified larvae .

Trichostrongylus species Hospes pada: usus jejenum dan ileum hewan atau manusia Morf: Cacing dewasa. Betina saluran kelamin dan vulva terbuka di belakang pertengah an tubuh. . Tidak mempunyai buccal capsul. kecil ukuran: 4-7 mm. Jantan mempunyai bursa copulatrixdengan spikula coklat dan keras.

Telur Oval elongated ( memanjang) Ukuran: 90-100x 35-40 mikron Dinding 1 lapis hyalin. transparant Isi: morula Telur dapat menetas di lingkungan dalam 24 jam .

ada premordium genital Tumbuh di lingkungan tanah menjadi larva pseu dofilariform dalam 3-4 hari Terinfeksi pada manusia tertelan secara tak senga ja berupa telur berembryo (infektif) atau larva pseudofilariform menembus kulit (kaki) Menjadi dewasa di usus halus dalam 21 hari atau 3-4 minggu. .Larva rhabdityform: pseudorhabditoid esofagus bulbus.

Gejala klinis Pada infeksi berat lebih dari 100 ca cing menimbulkan perdarahan kecil timbul anemia sekunder atau terjadi cholecystitis Diagnose: menemukan telur di tinja atau cairan aspirasi empedu Terapi: Alcopar (befenium) .

brevis T. skrjabini T. colubriformis . probolurus T. orientalis T.Species-species: T. vitrinus T. Instabilis T. axei T.

.

Trichostrongylus spp .

Classification of Nematodes Subclass Order Superfamily (suborder) Genus and Species Probable Prevalence in man Secernentea Strongylida Trichostrongy loidea Trichostrongylus spp 8 million .

Epidemiology  The information on the epidemiology of this parasite is limited.  The prevalence of infection differs in various species and geographical distribution of the infection.  Trichostrongylus species are mostly parasite of cattle and sheep but also human .

Geographic distribution Central Africa Asia India Egypt Assam Indonesia Japan .

skrjabini T.lerouxi T.orientalis T.vitrinus T.probolurus T.axei / Stomach hair worm. retortaeformis / Worm-free rabbits .capricola T.instabilis T. bankrupt worm T.The kind of species Trichostrongylus spp            T.brevis T.colubriformis/ Hair worm T.

Morphology The adult Trichostrongylus spp:  black scours worm     Small and slender with very small head. The buccal capsule does not exist and excretory pore opens in the cervical region. Female worm is 5 to 9 mm long and have two ovaries with genital pore located at the posterior part of the body Female has a vulva about 1 mm or slightly less from the tip from tail .

configuration of which is used for identification of various species. Trichostrongylus spp can live for up to 8 years .Morphology The adult Trichostrongylus spp cont`      Male`s size 5 mm Male worms are smaller and the copulatory bursa has up to 13 rays. The shape of gubernaculum is used for identification of species. and spoon shape. Spicules are thick brownish.

 Trichostrogylus axei -. axei anterior end .adult male T.

To help protect your privacy. PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. colubriformitis -posterior end-male . click Options in the Message Bar.To help protect your privacy. Trichostrongylus spp T. and then click Enable external content. click Options in the Message Bar. To download and display this picture. To download and display this picture. and then click Enable external content.

.

L4.Larvae       Rhabdiform larvae have a knob on the end of the tail and longer buccal space vs hookworm The L1 and L2 stages of larvae are microbivorous L3 stage reached after 16-18 days is non-feeding and infective by ingestion L3. L5. are immature adults that development into mature form in the digestive tract They don¶t have intermediate host Larvae of Trichostrongylus spp are resistant to cold but can not tolerate high temperature .

 Measure between 80 and 90 m  The eggs are usually already segmented when laid and develoved into infektive larvae within 6 days .Eggs of Trichostrongylus spp  oval-elongated with hyaline shell.

Eggs of Trichostrongylus spp cont .

Eggs of Trichostrongylus spp cont  The eggs are similar to the eggs of hookworms with the following differences: a. when excreted . its length is twice of its width. and c. They are more developed and are in morula stage. It is narrower in one pole. Egg of Trichostrongylus is longer b.

Difference the eggs of hookworms eggs with of Trichostrongylus spp .

so its effect is additive .Significance  Losses from Trichostrongylus species infections are not easy to measure. Trichostrongylus is commonly present in mixed-species infections.

which connect to the esophagus. The adult parasite sheds eggs into the intestine of the host which are passed into the environment through the feces. after two molts. . The posterior end of the larva ends with a minute knob. Eggs in favorable conditions.Life Cycle       Worms are embedded in the mucosa of the small intestine. develop to the infective stage in 2 to 3 days. The larvae. will hatch in 24 hours and rhabditiform larvae will emerge. The larvae have a long cavity on the anterior end. The esophagus is long and ovid in the anterior part that become narrower before forming a posterior bulbous swelling.

The eggs are strongyle type and they hatch releasing a free-living larval stage of the parasite. Infection may occur by penetration of larvae through the skin but mostly from the ingestion of contaminated food and vegetables. larvae penetrate into mucosa of the intestine. molt once more. return to the intestine and become adult worms within 25 to 30 days The trichostrongyle larvae develop through a second larval stage to the third larval stage which is the infective stage . Once ingested. From this stage they develop through another stage to an adult stage.Life Cycle cont`      Trichostrongylus spp are infective as a third larval stage and are ingested along with plant material on infected pastures.

Life Cycle cont` eggs soil 24 hours Adult worm L1 larva 3-4 weeks 60 hours small intestine oral ingestion L2 larva .

Life Cycle cont`

Clinical manifestations 
 

Most infections are asymptomatic. In a few cases, with high number of the parasite, abdominal pain, diarrhea and high eosinophilia are the main symptoms. The infection may also cause anemia. In some patients other symptoms such as headache, nausea and anorexia has been reported (Fitzsimons, 1969).

Diagnosis Diagnosis of the infection is easily made by finding the eggs in the stool. .

Treatment Drug Pyrantel pamoate (Drug of choice) Mebendazole Adult dose 11 mg / kg base once (max 1 gm) Pediatric dose 11 mg / kg base once (max 1 gm) 100 mg bid X 3 days 400 mg once 100 mg bid X 3 days 400 mg once Albendazole .

fever Albendazole Occasional: diarrhea. rash. serum transaminase levels Occasional: diarrhea. hypospermia Mebendazole . abdominal pain Rare: leukopenia alopecia. abdominal pain Rare: leukopenia. dizziness. increased . agranulocytosis.Adverse Reactions Pyrantel pamoate Occasional: GI distrubances. headache.

Mass de-worming of school aged children avoiding ingestion of contaminated food personal hygiene avoiding the use of human and animal excreta ad fertilizer in vegetable garden.Prevention        Sanitary disposal of feces Treatment of all known infected people Screening of high risk groups (agricultural workers and children) may help. .