P. 1
NEMATODA USUS OKT 2007

NEMATODA USUS OKT 2007

3.0

|Views: 3,279|Likes:
Dipublikasikan oleh Humairah Fatimi

More info:

Published by: Humairah Fatimi on Oct 29, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • Epidemiology
  • Significance
  • Life Cycle
  • Clinical manifestations
  • Diagnosis
  • Prevention

HELMINTHOLOGI

Suatu organisme: multiseluler, bilateral simetris, tiga lapisan

germinal.

A. Phylum Nemathelminthes atau Nematoda (cacing bulat)

B. Phylum Platyhelminthes:

1.Trematoda (cacing daun)

2.Cestoda (cacing pita)

PERBEDAAN UMUM

Nematoda

Trematoda

Cestoda

Bentuk

Kelamin

Kepala

Saluran

pencernaan

Rongga badan

Silindris, tidak

bersegmen

Terpisah

(diecious)

Tanpa batil

isap atau kait.

Mempunyai

buccal capsule

pada beberapa

spesies

Ada, lengkap,

anus ada

ada

Pipih seperti

daun, tidak

bersegmen

Hermafrodit,

kecuali

Schistosoma

Batil isap,

tanpa kait

Ada, tidak

lengkap, anus

buntu

Tidak ada

Pipih seperti

pita,

bersegmen

Hermafrodit

Batil-isap+

kait-kait

Tidak ada

Tidak ada

KLASIFIKASI HELMINTHOLOGI

I. Menurut Habitat (tempat tinggal cacing dewasa)

A. NEMATODA

1.Nematoda Usus:

1.1 Ascaris lumbricoides*

1.2Cacing Tambang: Necator americanus*,

Ancylostoma duodenale*

1.3 Trichuris trichiura*

1.4 Strongyloides stercoralis*

1.5 Oxyuris vermicularis

1.6 Trichinella spiralis

1.7 Trychostrongylus species*

* Tergolong cacing ³Soil Transmitted Helminths´(STH)

2.Nematoda darah dan Jaringan

2.1Filaria:

Wuchereria bancrofti

Brugia malayi

Loa loa

Onchocerca volvulus

Acanthocheilonema perstans

Mansonella ozzardi

2.2 Dracunculus medinensis

2.3 Visceral larva migrans: Toxocara cati dan T. cani

2.4 Cutaneus larva migrans:

Ancylostoma braziliense

Ancylostoma caninum

Strongyloides stercoralis

Gnathostoma spinegerum

2.5.Lain-lain:

Capillaria hepatica

Capillaria philippinensis

Angiostrongylus cantonensis

Anisakis

B. CESTODA

1.Cestoda Usus

1.1.Taenia saginata

1.2.Taenia solium

1.3.Hymenolepis nana

1.4.Hymenolepis diminuta

1.5.Dipyllidium caninum

1.6.Raillietina species

1.7.Diphyllobothrium latum

2. Larva Cestoda diluar usus ( extra intestinal ) :

2.1.Kista hidatid Echinococcus granulosus.

2.2.Kista Alveolar Echinococcus

multilocularis

2.3.Cysticercus cellulose.

2.4.Cysticercoid H. nana.

2.5.Coenurus.

2.6.Sparganum : -Non branching sparganum.,

-Sparganum-proliferasi.

C.TREMATODA :

1.TREMATODA USUS :

1. Fasciola- hepatica

2. Heterophyes-heterophyes

3. Metagonimus- yokogawai.

4. Echinostoma species.

5. Gastrodiscoides- hominis.

6. Troglotrema- salmincola

2. TREMATODA HATI :

1. Clonorchis- sinensis.

2. Opistorchis- felineus.

3.

³ viverrini.

4. Fasciola hepatica.

5. Fasciola- gigantica.

6. Dicrocoelium- dendriticum.

3. TREMATODA PARU-PARU :

Paragonimus - westermani.

4. TREMATODA DARAH :

1. Schistosoma haematobium.

2.

³ mansoni.

3.

³ japonicum.

4.

³ mekongi.

5. Schistosomal dermatitis.

II. KLASIFIKASI SISTEMATIKA (Linnaeus, 1758)

Kingdom ANIMALIA

I.Phylum NEMATHELMINTHES

Class

NEMATODA

A.Subclass APHASMIDIA (tidak mempunyai caudal

chemoreceptor)

Superfamili TRICHUROIDEA

Famili TRICHINELLIDAE: - Trichinella spiralis

- Capillaria hepatica

- Capillaria philippinensis

- Trichuris trichiura

B. Subclass PHASMIDIA (mempunyai caudal chemoreceptor)

1.Ordo

RHABTIDIA

Superfamili RHANDITOIDEA

Famili STRONGYLOIDIDAE : - Strongyloides stercoralis

Superfamili STRONGYLOIDEA

Famili STRONGYLIDAE: - Ternidens deminutus

: - Oesophagostomum apiostomum

Famili SYNGAMIDAE: - Syngamus laryngeus

Famili ANCYLOSTOMATIDAE

: - Ancylostoma duodenale

- Ancylostoma caninum

- Ancylostoma ceylanicum

- Ancylostoma braziliense

- Necator americanus

SuperfamiliTRICHOSTRONGYLOIDEA

Famili

TRICHOSTRONGYLIDEA

- Trichostrongylus orientalis

- Trichostrongylus colubriformis

SuperfamiliMETASTRONGYLOIDEA

Famili

METASTRONGYLIDAE

- Angiostrongylus cantonensis

- Metasrongylus elongatus

SuperfamiliOXYUROIDEA

Famili

OXYURIDAE

-Enterobius vermicularis

SuperfamiliASCARIDOIDEA

Famili

ASCARIDIDAE

- Ascaris lumbricoides

- Toxocara canis

- Toxocara cati

2.Ordo

SPIRURIDA

SuperfamiliSPIRUROIDEA

FamiliGNATHOSTOMATIDAE: - Gnathostoma spinigerum

FamiliSPIRURIDAE

:- Gongylonema pulchrum

FamiliTHELAZIIDAE

:- Thelazia callipaeda

- Thelazia californiensis

FamiliPHYSALOPTERIDAE

:- Physaloptera caucasica

SuperfamiliFILARIOIDEA

Famili

DIPETALONEMATIDAE:

-Wuchereria bancrofti

- Brugia malayi

-Dipetalonema perstans

- Onchocerca volvulus

- Loa loa

- Mansonella ozzardi

Superfamili

DRACUNCULOIDEA

Famili

DRACUNCULIDAE:- Dracunculus medinensis

II.Phylum

PLATYHELMINTHES

ClassCESTOIDEA

Subclass

CESTODA

Ordo

PSEUDOPHYLLIDEA

Famili

DIPHYLLOBOTHRIIDAE:

-Diphyllobothrium latum

-

- Spirometra mansoni

OrdoCYCLOPHYLLIDEA

Famili

TAENIIDAE:- Taenia saginata

- Taenia solium

- Echinococcus granulosus

- Multiceps multiceps

Famili

HYMENOLEPIDIDAE:- Hymenolepis nana

- Hymenolepis diminuta

Famili

DILEPIDIDAE

:- Dipylidium caninum

Famili

DAVAINEIDAE

:- Raillietinaspecies

Famili

ANOPLOCEPHALIDAE

:- Bertiellaspp.

Class

TREMATODA

Famili

FASCIOLIDAE

:- Fasciola hepatica

- Fasciola gigantica

- Fasciolopsis buski

Famili

ECHINOSTOMATIDAE:- Echinostoma malayanum

- Echinostoma revolotum

- Echinostoma lindoense

- Echinostoma ilocanum

Famili

SCHISTOSOMATIDAE:- Schistosoma japonicum

- Schistosoma hematobium

- Schistosoma mansoni

Famili

OPISTHORCHIIDAE

:- Opisthorchis felineus

- Opisthorchis viverrini

- Clonorchis sinensi

Famili

HETEROPHYIDAE

:

- Heterophyes heterophyes

- Metagonimus yokogawai

Famili

TROGLOTREMATIDAE:

-Paragonimus westermani

-Paragonimus heterotremus

Famili

PLAGIORCHIIDAE

:-Plagiorchisjavensis

Famili

PARAMPHISTOMATIDAE:

- Gastrodiscoides hominis

-Watsonius watsoni

Famili

DICROCOELIIDAE

:- Dicrocoelium dendriticum

III.PhylumACANTHOCEPHALA

:

- Macracanthorhynchus hirudinaceus

- Moniliformis moniliformis

IV.PhylumNEMATOMORPHA

PENGERTIAN BEBERAPA ISTILAH ZOOPARASIT ;

DAPAT BERSIFAT :

1. Ektoparasit

: yaitu parasit yang hidup pada permukaan badan

hospes (infestasi)

2. Endoparasit

:

parasit yang hidup di dalam badan hospes.

3. Obligat : parasit yang berdiam secara permanen di

dalam badan hospes dan seluruh hidupnya

bergantung kepada hospes tersebut.

4. Fakultatif: parasit yang dapat hidup bebas dan

dapat hidup sebagai parasit.

5. Permanen : parasit yang tinggal pada permukaan

atau didalam badan hospes sejak

permulaan sampai dewasa, kadang

selama hayatnya.

6. Temporer : parasit yang hidup bebas

sebagian dari masa hidupnya dan

sewaktu waktu mencari hospes untuk

mencari makan.

7. Monoxen :

parasit yang hanya dapat hidup

pada satu jenis hospes tertentu.

8. Polixen :

parasit yang dapat hidup pada

berbagai jenis hospes.

HOSPES DEFINITIF : Yaitu hospes tempat hidup parasit

dewasa atau yang berkelamin

dewasa dan yang melangsungkan

reproduksi seksualnya.

HOSPES PERANTARA : hospes tempat hidup stadium larva parasit

bertumbuh, untuk kemudian dipindahkanke hospes

lain atau manusia.

Atau dimana parasit melangsungkan reproduksi

aseksual.

HOSPES RESERVOIR : hewan ±hewan yang mengandung species parasit

yang sama dengan speciers terdapat pada manusia

dan merupakan sumber infeksi bagi manusia.

HOSPES PARATENIK : hospes tempat stadium larva parasit sebagian atau

seluruhnya dan tidak dapat diteruskan kepada

hewan lain atau manusia.

Filum

: Nemathelminthes

Kelas

: Nematoda

Subkelas

: Phasmidia

Ordo

: Rhabditidia

Superfamili: Ascaridoidea

Famili

: Ascarididae

Genus

: Ascaris

Spesies

: Ascaris lumbricoides

Ascaris lumbricoides

Morfologi: cacing bulat panjang seperti benang, putih-

abu/ agak kecoklatan muda atau merah muda (segar)

Jantan: 15-31 X 0,3-0,8

CM

Ekor berlekuk ke arah

ventral

(curved tail)

Kloaka dengan 2 spikula

Betina: 20-35 X 0,4-0,6

cm

1/3 anterior badan ada

cincin

komissuura (ring

comissura)

Terletak vulva.

Ekor lurus

Telur: 200.000/hari

26 juta seumur hidupnya.

Ring komissura

Bibir: 3 bibir; 1 dibagian median dorsal, sepasang di

bagian ventro-lateral dengan dentikel. Setiap bibir

mempunyai sepasang papillae yang kecil

BibirAscaris lumbricoides

Telur:

1. Dibuahi (fertile) Corticated fertile (3 lapis dinding)

Decorticated fertile ( 2 lapis dinding)

2. Tidak dibuahi (unfertile)

3. Matang (Mature= bentuk infektif) dan

Tidak matang (immature)

Telur: bentuk: oval, kuning kecoklatan

Telur ; fertil(dibuahi): 45-70 X 35-50 (60) mikron

Dinding: 3 lapis, albuminoid, hyalin, lipoid.

Isi: sel-ovum.(Corticated fertile)

Telur decorticated fertile(hilang lapisan albuminoid)

Decorticated fertile

Telur corticated fertile

Telur unfertile: 88-94 X 39-44 mikron

Lap. Albumin tidak rata, tipis

Isi: sel berbentuk granula-granula

Siklus Hidup Ascaris lumbricoides

Telur fertil matang di tanah

1-3 minggu

Embryonated

telur

Siklus melalui paru-paru

Lama siklus: 2 bulan

Life span: 8-12 bulan

Siklus Hidup: telur keluar bersama tinja, ditanah liat

berpasir (sandy clay). Dan keadaan yang cuaca

rindang (shadow), telur berkembang menjadi infektif

dalam 1-3 minggu. Telur infektif ( berembryo)

termakan oleh manusia melalui makanan, jari tangan

yang terkontaminasi oleh telur atau melalui vektor

serangga (lalat), dalam usus halus telur dirusak oleh

enzim keluar larva rhabdityform L1 menembus

dinding usus ikut aliran darah atau limfe ke sirkulasi

besar (porta) ke jantung kanan ke-paru-paru

menembus alveoli (L2->L3) ke bronciole bronchus

ke trachea ( dalam paru-paru lebih kurang 10 hari

tertelan melalui esofagus L4 menjadi dewasa di

usus halus kemudian kopulasi.Lama siklus; 2 bulan.

Umur cacing dewasa (life span) : 8-12 bulan

Gejala Klinis:

Akibat larva di paru-paru: Loeffler syndrome

Sesak nafas, batuk dan hypereosinofilia( minggu 1-3)

epilepsi, meningitis.

Akibat cacing dewasa: jumlah sedikit asimptomatis

1/6 kasus ditandai: perut diskomfort, abdominal

pain/kembung, mual, muntah , diare, appendicitis,

pancreatitis, peritonitis.

Diagnose: menemukan cacing dewasa di tinja atau

muntah

Laboratorium: hipereosinofilia

menemukan telur di tinja-prep langsung

atau Metode Kato-Katz.

Pengobatan: Piperazine, Pirantel-pamoate

(Combantrin), Mebendazole.

Epidemiologi: higiene lingkungan dan personal

hygiene, bab di jamban, cuci tangan sebelum makan.

Pada manusia: Necator americanus dan Ancylostoma

duodenale

Mungkin Ancylostoma ceylanicum

P

ada kucing: Ancylostoma braziliense

Pada anjing:Ancylostoma caninum

HOOK WORMS

Morfologi: hidup di usus halus, melekat dengan gigi

menghisap darah dan menimbulkan a

pendarahan usus, warna: merah muda/pink

atau abu-abu.

Necator americanus

J: 5-9 x 0,30 mm

Bursa copulatrix

B: 9-11 x 0,35 mm

Buccal-caps: sepasang

gigi chitine-plate

Ancylostoma duodenale

J: 8-11X 0,45 mm

Bursa. copulatrix

B: 10-13 x 0,60 mm

Buc-caps.: dua pasang

Gigi

Necator

americanus. B,

Posterior

end

jantan,

menunjukkanray-raybursa

danspikula;dikanan,

tampakperbesaranlateral

terminasifusiduaspikula;

yangberakhirsebagaikait;d,

raydorsal;ed,raydorsal

luar; f,terminasifusispikula;

lv,raylateroventral;ml,ray

mediolateral;

pb,

ray

prebursa;

pl,

ray

posterolateral;

vv,

ray

ventroventral(SetelahFaust)

Appearance: huruf S

Necatoramericanusdewasa,tampak

lateral.A,jantan;B,betina.a,analpore;

bc,kapsulbuccal;cgl,sepasangcephalic

gland;csp,spikulakopulatrix;e,

esophagus;exgl,kelenjarekskresi;exp,

excretorypore;m,midgut;ov,ovarium;

ovj,ovejector;pr,kelenjarprostat;sv,

vesikulaseminalis;t,testis;vu,vulva

(DiadaptasiolehFaustdariLane)

Telur: jernih (tinja segar)

Bentuk ovoid lonjong

Ukuran:56-76x 36-40 (60) mikron

Dinding telur: tipis, transparant, 1

lapis

Isi: 4 sel ( tinja segar)

Telur: 70.000/hari

Blood meals:

0,03 ml/ hr/cacing

Life spans: 6-8 tahun

20.000/hr/cacing

0,15 ml/hr/cacing

2-5 tahun

Siklus Hidup Cacing tambang

Gejala klinis:

Ringan: 50 ekor cacing, tidak ada tanda anemia

Sedang: kehilangan darah ringan. Ada gejala, mual

lesu, nyeri perut/ cramp, anemia muncul 10-20

minggu dari infeksi larva

51-150 cacing

Berat: Banyak kehilangan darah: cardiac failure,

malaise

Warna kulit seperti rumput di bawah tong kuning

pucat, moon-face

sampai 500 ekor atau lebih cacing.

Diagnose: gejala klinis kaki: ground itch

gejala anemia (hipokrom-mikrositer)

Lab: menemukan telur dan kultur larva: Modikikasi

Harada-Mori.

Epidemiologi: kebiasaan defekasi, bersandal,

environment and personel hygiene.

Pengobatan: Mebendazole, Alcopar, vitamin Fe dan

support

Trichuris trichiura

Habitat mukosa usus: cecum dan colon

Cacing mirip cambuk:

3/5 anterior bulat,halus berisi esofagus mirip

merjan atau tasbeh dan organ reproduktif

Jantan: 3-4,5 cm

Ekor 2/5 badan

curved 1,5 kali

Ada kloaka dengan

1 spikula

Betina: 3,5-4,5 cm

2/5 ekor lurus ada

ovarium.

Vulva di pertengah

an badan

Bertelur:5000-

7000/hr

Telur: bentuk tong =barrel-shaped

Ke 2 ujung tutup mucoid-plug

menonjol

(bipolar prominence)

Warna: kuning kecoklatan

Ukuran: 50-54x 22-23 mikron (50)

Dinding 2 lapis: luar kuning dalam

transparant

Embryonated telur

Siklus Hidup

Tertelan telur matang:2-4

minggu

Menetas di usus halus

Dewasa²Ke colon cecum

Lama siklus: 3 bulan

Life span: 9-30 tahun

Diagnose: gejala klinis , prolaps rectum, anemia.

Lab: menemukan telur di tinja

Terapi: mebendazole (vermox): 2x 100mg/hr sealam 3 hari

pirantel pamoate: 10mg/kgBB dosis tunggal (combantrin),

thiabendazole 50 mg/hr/ kg. BB selama 2 hari

Preventif: sanitasi, cuci tangan sebelum makan, terapi

kalau ada penderita.

Pinworm=Oxyuris vermicularis

Habitat:cecum, appendix, kolon, ileum bagian bawah

Ujung badan runcing (Oxy)

Morfologi: mulut dgn 3 bibir, esofagus ada bulbus

Kepala ada pelebaran kulit (cephalic alae).Ekor

warna transparat.

E.vermicularis

Jantan: 2,5 x 0,1-

0,2 mm

Bentuk ekor koma

Ada 1 spikula dan

kloaka

Betina: lurus 8-13x0,3-

0,5mm

Vulva 1/3 anterior

Vulva vagina posterior, 1

pasang uterus

Bentuk: seperti padi atau planokonveks

Ukuran 50-60X 20-30 mikron

Dinding: dua lapis dan bening

(translucent)

‡dinding luar: albuminoid (mechanical

Protection)

‡dinding dalam membran lemak

(chemical protection)

Isi: larva

KepalaEnterobius vermicularis

Kumpulan E. vermicularis

betina

Siklus hidup Enterobius vermicularis

Cacing Hidup: didaerah cecum, life span 3 bulan

Cacing betina malam hari didaerah anus

mengeluarkan sekret

Dan kotoran gatal di daearah anus pruritus ani

Pada malam hari anak cengeng kurang tidur sekitar

ke dua kelopak mata berwarna gelap dan cekung

disebut

Dark shadow super eye lids

Diagnose: menemukan telur, dengan cara

Anal swab

NIH= National Institute Health

Metode Scotch Cellulose Tape

Pestel Metode

Penularan

Hand to mouth

Toilet seat

Debu (inhalasi)

Dari pakaian, handuk ,dll.

Morfologi cacing betina type parasitik

Tak berwarna, tembus sinar, dan mememiliki kutikel bergaris halus

Panjang: 2,2 mm X 0,4 mm, vivipar

Rongga mulut pendek, esofagus panjang dan silendrik: 1/3²2/5 panjang

tubuh

Sepasang uterus mirip tanduk berisi telur (bifurcatio uterus)

Cacing jantan: ukuran: 0,7 mm x 40-50 mikron

bentuk fusiform tanpa caudal alae

type esofagus rhabditoid (bulbus)

ada 2 spikula dan satu gubernakulum

Ujung ekor runcing dan berlekuk ke arah ventral.

Strongyloides stercoralis=Thread worm

Gmb: Cacing betina Strongyloides stercoralis

Larvafilariform:

panjang700mikron,langsing,tanpa

sarung/bungkus

ruangmuluttertutup

oesophagus½panjangbadan

ekorberujungtumpulbercabang-cabang

(forked tail)

Telur: ukuran 50 x 32 mikron

bentuk ovoid

dinding tipis 1 lapis, jernih

isinya larva matang

Habitat: cacing betina hidup di dalam lipatan mukosa usus

halus

Siklus Hidup : Larva infektif melalui sirkulasi limfe/darah

paru-paru dan dewasa di usus halus terutama di

duodenum

1. Langsung

2. Tak langsung

3. Auto infeksi

Siklus hidup Strongyloides stercoralis

Gejala klinis:

Akut:Berlangsung cepat: batuk, oleh karena iritasi trakea

kesan mirip bronchitis

Gejala perut: diare, anorexia nyeri perut/crampt muncul pada

minggu : ke dua.

Kronis

Sering tanpa gejala walupun terjadi hiperinfeksi

Mual, muntah, diare, konstipasi dan ada gejala perut

kembung (borborygmus)

Kulit: urtikaria oleh karena larvanya

Ada gejala asthma atau nephrotic syndrome

Komplikasi: Obstruksi ileus, perdarahan usus.

Otak: oleh karena larva meningitis aseptik, epilepsi Jackson

Diagnose:

Diagnose klinis: akut/kronik

Laboratorium : menemukan larva di tinja, sputum,

aspirasi cairan duodenum

Tehnik pemeriksaan larva di tinja: Baermann funnel tehnique.

Pengobatan: Albendazole: dewasa: 400 mg 3-10 hari

Thiabendazole: 25mg/KgBB selama 2-3 hari

tidak melebihi 3 gr per hari

Epidemiologi

Dapat terjadi infeksi nosokomial dari tanah

Pencegahan

Penderita diobati

Biasakan defekasi di jamban

Penyuluhan bahaya penyakit terutama bentuk

hiperinfeksi: personal dan sanatasi hygiene

Trichinella spiralis

Penyebaran: kosmopolit di Asia Pasifik Selatan dan Australia.

Hospes def. Dan Perantara: Manusia, Babi dan Tikus

Habitat: Usus halus cacing derwasa

Larva: di otot bergaris dan di organ-organ

Morfologi:

J; 1,4-1,5x

0,04mm

Bag. Ant.

langsing

Pada ekor: ada 2

conspicous

conical papillae

3-4x0,06 mm

1/5 anterior vulva

Ovarium diujung

Posterior

Viviparous

24

Larva: dalam kiste:800-1300X35-40 mikron

Mempunyai pencernakan sama dengan cacing dewasa

Larviposisi: selama 4-16 minggu sebanyak 1500 larva

Cacing betina: partenogenesis: sekali dibuahi dapat

berkembang biak terus.

Siklus Hidup:

Manusia terinfeksi dengan makan daging babi

yang tidak dimasak dengan baik yang mengandung kiste

Trichinella spiralis. Larva yang bebas sampai di

duodenum menembus dan berdiam di mukosa usus

Setelah 22 jam cacing betina dan jantan kopulasi dan

cacing jantan mati. Cacing betina akan masuk ke dalam

mukosa lagi mencapai aliran darah/limfe submukosa

melahirkan larva Larva ikut sirkulasi darah/limfe

sampai ke otot seran lintang dan membentuk kiste.

Larviposisi selama: 8-14 hari dengan jumlah larva 1500

ekor perbetina. Larva dapat: ke jantung, otot-otot gerak:

biceps, triceps, diafragma dll.

Terjadi kiste selama 21 hari dan selesai sampai 3

bulan. Larva dapat hidup (viable) sampai bertahun-tahun.

Infeksi berat apabila terdapat 5 larva/kg BB pada

manusia

25

Siklus Huidup Trichinella spiralis

Gejala Klinik

Demam, sakit perut, diare, muntah dll.

Kiste larva pada otot menimbulkan myositis

Diagnose:

Cacing dewasa jarang diketemukan di feces

Biopsi jaringan otot dan ditaruh diantara 2 objek

gelas yang ditekan rapat kemudian lihat dibawah

mikroskop.

Sentrifuse 15 cc darah+ 3% asam aceton lihat

larva

26

Yang lain: Skintest, Prcipitin test, CFT.

Pengobatan:

Thiabendazole: 25-50 mg/kg BB selama 5-10 hari

Mebendazole: 2X100 mgr/hari selama 10 hari

Pencegahan:

Hindari makan daging setengah matang

Pemeliharaan babi harus bebas penyakit

Tikus merupakan habitat yang sama dengan manusia

(pemusnahan rodent).

Kiste T. spiralis: pada otot bergaris,

bentuk elongated (ellips): 0,3-0,6X0,2-0,4

Kiste T. spiralis: terdiri dari

jar. fibrous, infiltrasi sel-eosino

fil, larva berbtk.coiled (koil)

27

Picture 1

Picture 2

Picture 3

TSLarvwandSK-ic

Migrated larvae

TSLarvcapsSK-ic

Encapsulated larvae

TSLarvcaps1SK-ic

Calcified larvae

Trichostrongylus species

Hospes pada: usus jejenum dan ileum hewan atau

manusia

Morf: Cacing dewasa; kecil ukuran: 4-7 mm. Tidak

mempunyai buccal capsul. Betina saluran

kelamin dan vulva terbuka di belakang pertengah

an tubuh. Jantan mempunyai bursa copulatrix-

dengan spikula coklat dan keras.

Telur

Oval elongated ( memanjang)

Ukuran: 90-100x 35-40 mikron

Dinding 1 lapis hyalin, transparant

Isi: morula

Telur dapat menetas di lingkungan dalam 24

jam

Larva rhabdityform: pseudorhabditoid

esofagus bulbus, ada premordium genital

Tumbuh di lingkungan tanah menjadi larva pseu

dofilariform dalam 3-4 hari

Terinfeksi pada manusia tertelan secara tak senga

ja berupa telur berembryo (infektif) atau

larva pseudofilariform menembus kulit

(kaki)

Menjadi dewasa di usus halus dalam 21 hari atau

3-4 minggu.

Gejala klinis

Pada infeksi berat lebih dari 100 ca

cing menimbulkan perdarahan kecil

timbul anemia sekunder atau terjadi

cholecystitis

Diagnose:

menemukan telur di tinja atau cairan

aspirasi empedu

Terapi: Alcopar (befenium)

Species-species:

T. brevis

T. skrjabini

T. orientalis

T. axei

T. Instabilis

T. vitrinus

T. probolurus

T. colubriformis

Trichostrongylus
spp

Classification of Nematodes

Subclass

Order

(suborder)

SuperfamilyGenus and

Species

Probable

Prevalence

in man

Secernentea StrongylidaTrichostrongy

loidea

Trichostrongylus

spp

8 million

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->