Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

CARA PELAYANAN PADA BAYI


YANG BARU LAHIR
MENURUT AGAMA ISLAM

Disusun oleh :
SARIFAH
SUPIYANTI

AKADEMI KEPERAWATAN
TAHUN PEMBELAJARAN
2009
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis Panjatkan atas kehadirat Tuhan yang Maha


Esa, karena-Nyalah hingga pada akhirnya penulisan makalah ini dapat
terselesaikan.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mengambil tema yaitu “Cara
Pelayanan Pada Bayi Baru Lahir Menurut Agama Islam” yang erat relevasinya
dengan kondisi saat ini. Pada kesempatan ini penulis mencoba memaparkan
memberikan gambaran yang nyata hubungan yang erat kehidupan sehari-hari
dengan agama.
Makalah ini juga disusun sebagai rasa tanggung jawab memenuhi tugas
kuliah. Namun seandainya ada kekeliruan dan penyusunan makalah ini, kiranya
pada kesempatan ini penulis menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya, dengan
mengharapkan kritik saran yang membangun masih dibutuhkan agar penulis
makalah ini dapat sempurna.
Amien
Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i
Kata Pengantar.................................................................................................. ii
Daftar isi............................................................................................................ iii
Bab I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A...................................................................................................Latar
Belakang Masalah........................................................................ 1
B...................................................................................................Tuju
an.................................................................................................. 1
Bab II PEMBAHASAN................................................................................ 2
A...................................................................................................Cara
Pelayanan Pada Bayi yang Baru Lahir......................................... 2
B...................................................................................................Dari
Segi Agama Islam........................................................................ 8
Bab III PENUTUP.......................................................................................... 10
A...................................................................................................Kesi
mpulan.......................................................................................... 10
B...................................................................................................Saran
...................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN

C. Latar Belakang Masalah


Pada era globalisasi yang semakin maju diharapkan bangsa Indonesia
dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satunya
dalam bidang kesehatan bayi dan anak. Pemberian asuhan kesehatan pada
anak yang tidak terpecahkan dari keluarga dan masyarakat. Berbagai peran
yang terdapat dalam keluarga adalah peranan ayah, peranan ibu, peranan anak,
dimana fungsi pokok keluarga adalah terhadap anggota keluarganya adalah
asah,asih, asuh. Sehingga dibutuhkan peranan ibu dalam pengasuhan dan
perawatan yang baik untuk bayinya ( Effendi, 1998: 34-36 ). Kebanyakan
perwatan neonatal yang dialami masyarakat adalah kurangnya pengetahuan
dalam perwatan BBL. Terutama didaerah desa pelosok banyak dijumpai ibu
yang baru melahirkan dengan perawatan bayi yang tradisional serta
pendidikan dan tingkat sosial ekonominya yang masih rendah. Selain itu juga
dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan wanita, suami dan keluarga tentang
pentingnya pelayanan neonatal (Depkes RI, 2001).
Peride BBL merupakan suatu periode penyesuaian kearah bentuk
kehidupan tidak tergantung sebagain besar dari proses penyesuaian ini
diselesaikan dalam sekitarminggu pertama. Sekalipun demi tujuan bulan
pertama kehidupan dilukiskan sebagai periode neonatal. Menurut nelson,
mengatakan bahwa mortalitas neoratus telah menurun secara progresif, angka
kematian mortalitas tertinggi terjadi selama 24 jam bersama setelah lahir yang
disebabkan oleh kurangnya perawatan neoratotal. Disamping hal tersebut juga
ibu belum banyak mengetahui tentang perawatan bayinya yang baik dan jika
melakukan perawatan yang salah akan mempercepat kematian bayi (Nelson,
2000:140)
Salah satu upaya atau cara untuk mengatasi masalah perawatan bayi
BL, mala pusat pelayanan kesehatan dan perawatan maupun Puskesmas
mengadakan program bagi ibu yaitu dengan menjelaskan pemberian asuhan
keperawatan yang aman dan berkwalitas, juga mengenai perfokus dan
beradaptasi dengan keluarga dan bayi baru lahir. Selain itu peningkatan
pengetahuan ibu dan keluarga dalam rangka pemberdayaan wanita dan
keluarga ini sudah menjadi salah satu kebijkan pemerintah dengan mendorong
pemberdayaan wanita dan keluarga melalui peningkatan pengetahuan untuk
menjamin perilaku sehat dan peningkatan pelayanan kesehatan ( Barbara
2002).

D. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Sebagai bahan bacaan bagi pembaca pada umunya dan penulis pada
khususnya.
2. Untuk tugas Kuliah Akademi Keperawatan.
BAB II
ISI

A. Cara Pelayanan Pada Bayi yang Baru Lahir


Kesehatan bayi atau anak kita ada di tangan sang ibu, oleh karena itu
menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan adalah hal atau tindakan
yang wajib kita lakukan baik sebelum melakukan tindakan ataupun setelah
melakukan tindakan.
Kita harus mencuci tangan ketika sebelum :
• Menghidangkan makanan
• Memegang botol minum yang sudah steril
• Memandikan bayi
• Memberi makan bayi
• Menyusui bayi
Dan kita harus mencuci tangan setelah melakukan:
• Selesai buang air besar
• Mengganti popok
• Memegang makanan mentah
• Bersin atau menyeka hidung
• Memegang binatang
• Membersihkan sesuatu
• Memegang benda kotor
• Setiap kali tangan terlihat kotor
Karena mencuci tangan adalah suatu tindakan untuk melindungi bayi
dari kuman. Bayi berisiko terserang kuman karena kekebalan tuibuh alaminya
belum berkembang sempurna.
Macam-Macam Pelayanan Bayi :
1. Menggendong Bayi
Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan
bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan
tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk
menggantikan semua itu.
Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga
merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang
sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu
disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya?
Agar menggendong bayi menjadi sesuatu yang menyenangkan,
baik untuk ibu maupun ayah, perlu mengetahui dulu tahap motorik
bayi sesuai usianya. Umumnya bayi usia 0-3 bulan tubuhnya masih
ringkih, lemah. Terutama bagian kepala. Bayi usia satu bulan, belum
bisa mengangkat tubuhnya. Paling hanya menggerakkan kepala saja.
Karenanya orangtua harus men-support posisi kepala bayi saat
menggendong.
• Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu
telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan
bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke
belakang leher dan kepalanya.
• Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga
dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah
disangga oleh tangan kanan Anda.
• Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau
bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa
nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga
dengan baik.
• Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga
leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak
menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi
menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara
meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya
yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.
Gendong ala Cradding Hold
Mudah saja, melakukannya. Ikuti langkah-langkah berikut:
• Letakkan tangan kanan di kepala dan leher bayi. Ingat, pastikan
kepala bayi mendapat dukungan penuh dari tangan ibu atau ayah.
• Tangan kiri letakkan pada punggung dan bokong bayi untuk
menopang tubuhnya. Ingat posisi kepala harus lebih tinggi dari
bokong bayi.
• Peganglah seluruh tubuh bayi dengan erat, lalu angkat dan
dekaplah tubuh si kecil ke arah dada. Tapi jangan sampai
menghambat pernafasan si bayi.
• Letakkan kepala bayi pada lipatan siku. Tangan kiri tetap menahan
bokong bayi yang tengah dalam posisi terlentang.
Gaya American Football
Gaya lain yang juga umum dilakukan ibu adalah dengan gaya football.
Kepala bayi dan sebagian punggung serta lehernya ditopang oleh salah
satu lengan. Posisi bayi sejajar dengan bagian pinggang ataupun di sisi
tubuh ibu. Namun, memang model seperti ini jarang dilakukan ibu-ibu
kita di Indonesia.
Gendong ala Shoulder Hold
Sesuai pertumbuhannya, pada usia dua bulan, bayi sudah bisa
mengangkat lehernya jika diletakkan dengan posisi menelungkup.
Bahkan, bayi mulai senang digendong dengan posisi tegak. Usahakan
posisi 45 derajat. Gaya ini disebut dengan shoulder hold.
Gaya menggendong ini ternyata menguntungkan si bayi. Ada perasaan
nyaman, sebab perut bayi bersentuhan dengan dada ibu. Ada kontak
batin yang dalam, di mana si bayi mendengar detak jantung ibu.
2. Memandikan Bayi
Merawat kulit bayi perlu dilakukan setiap hari yaitu mandi, keramas, dan
perawatan tali pusat
a. Perlengkapan
Kuman yang membahayakan kesehatan bisa berkembang biak dengan
cepat di permukaan benda dan barang yang lembab seperti handuk dan
lap mandi. Untuk melindungi bayi dari infeksi dapat dilakukan :
• sediakan perlengkapan mandi khusus untuk bayi
• setelah digunakan, bilas lap mandi dibawah kucuran air dan
keringkan sesegera mungkin
• gantung handuk begitu selesai di gunakan agar cepat kering
• bilas bak mandi dan wadah air lainnya begitu selesai
digunakan dan simpan dengan posisi dibalik
• cuci lap mandi dan handuk secara teratur, sebaiknya dengan
air yang suhunya paling sedikit 60 derajat celcius agar kuman mati
• jika mencuci dengan air dingin, gunakan disinfektan untuk
membantu membunuh kuman
b. Tata cara memandikan
Bayi baru lahir :
• mandikan bayi yang baru lahir dikamar yang hangat, dan ditempat
yang permukaanya bersih, kering dan aman bagi bayi
• cuci tangan dengan air dan sabun,kemudian keringkan dengan baik
• lepaskan pakaian dan letakkan bayi di atas handuk yang bersih dan
kering
• celupkan kapas kedalam mangkuk berisi air bersih dan hangat
(tanpa sabun) dan gunakan untuk membersihkan daerah sekitar
mata bayi. Gunakan kapas baru untuk membersihkan mata yang
satunya
• sabuni kedua tangan dan gosokan pada tangan bayi
• celupkan kain bersih kedalam mangkuk berisi air bersih dan
hangat. Beri sedikit sabun yang lembut dan gunakan untuk
membrtsihkan wajah bayi serta leher dan badannya
• jika perlu sabuni rambutnya dengan air hangat dengan air hangat
dan sedikit sampo lembut dengan lap
• bilas sampo dengan hati-hati
• dengan lap kain bersihkan pantat bayi dari depan kebelakang
• bilas lap denganair hangat bersih dan gunakan untuk menyeka busa
sabun
• dengan lembut keringkan seluruh badan bayi kemudian kenakan
pakaian dan jaga agar tubuh nya tetap hangat
Jika pusar bayi sudah sembuh, bayi boleh dimandikan dan sudah tidak
diseka lagi.
• memandikan bayi di tempat yang hangat atau kamar
• mencuci tangan dan persiapan alat
• masukkan sedikit air hangat dan tidak terlalu panas
• lepaskan pakaian bayi
• sambil menahan kepala dan lehar bayi dengan satu tangan
dan pantatnya dengan tanganyang satu, dudukan bayi nperlahan-
lahan di bak
• tahan kepala dan pundaknya lalu bersihkan seluruh
tubuhnya dengan kain yang bersih dan sedikit sabun yang lembut
• bersihkan rambutnya dengan shampoo khusus untuk bayi
• bersihkan pantatnya dari depan kebelakang
• bilas busa sabun dan shampo dengan air sedikit demi
sedikit
• angkat bayi perlahan - lahan dari bak dan letakkan diatas
handuk yang kering dan bersih, kemudian dengan handuk usap
seluruh badanya sampai benar-benar kering
Membersihkan Telinga.
Membersihkan telinga bayi tidak serumit yang anda duga. Yang
penting, anda tetap tenang meski si kecil selalu menggerak-gerakkan
kepalanya. Anda tidak perlu memasukkan bola kapas atau kapas
berantai ke dalam lubang telinganya. Cukup bersihkan bagian luar
serta daun telinga si kecil.
Telinga bayi sebaiknya di bersihkan dengan cara:
• Lakukan bersamaan waktu ia mandi.
• Basahi waslap dengan air hangat dan beri sabun bayi
sedikit. Angkat sedikit kepala si kecil, lalu usap daun telinga serta
bagian belakang telinganya. Bilas sampai bersih.
• Gunakan kapas bulat atau kapas berantai yang dicelup air
hangat, lalu bersihkan bagian luar hingga lubang telinga si kecil,
termasuk ceruk-ceruk ( lekukan) pada daun telinganya.
• Keringkan dengan handuk kecil lembut.
Cairan lilin di telinga si kecil sebenarnya normal, bahkan berguna
sebagai penghalang masuknya kotoran dari luar. Jadi, tak perlu terlalu
dirisaukan, kecuali kotoran itu sampai mengeras dan menutupi lubang
telinga si kecil.
Membersihkan Mata.
Adakalanya, mata si kecil terlihat redup dan terdapat kotoran
menempel di kelopaknya. Jangan khawatir, mudah kok
membersihkannya.
• Bersihkan mata si kecil bersamaan dengan waktu
mandinya, atau setiap pagi dan sore hari.
Sebelum membersihkan, bersihkan dulu tangan anda agar kalau
ada kuman di sana tidak berpindah ke mata si kecil.
• Gunakan kapas bulat yang sudah dicelup air hangat.
• Usapkan perlahan mata si kecil (lakukan dari arah tengah
ke luar). Jangan bolak-balik.
• Ganti kapas setiap kali usap. Selain agar kotoran mata yang
menempel di kapas tak mengenai matanya lagi, juga agar mata si
kecil tidak terkontaminasi kuman dari satu ke mat yan lain.
Terkadang air mata si kecil terus menerus keluar. Hal ini karena ada
sumbatan di saluran air mata. Atasi dengan memijat secara halus
bagian pangkal hidung si kecil.
Penting diingat! Kalau kotoran mata si kecil tak juga hilang meski
selalu dibersihkan, segera bawa ke dokter, karena bisa jadi matanya
terinfeksi kuman.

3. Memberi Asi/ menyusui


Memberinya air susu ibu (ASI) mengandung bahan yang dapat membunuh
kuman.
ASI adalah makanan yang terbaik dan paling alami untuk bayi. Bayi harus
diberi ASI eksklusif tanpa makanan atau minuman lain sejak kahir sampai
berusia 4 sampai 6 bulan. Bayi harus tetap diberi ASI sampai berusia
sedikitnya 2 tahun.
Fakta tentang ASI
• ASI mengandung semua gizi yang dibutuhkan bayi untuk dapat
tumbuh kembang.
• ASI selalu siap diberikan karena tidak pernah terlalu panas atau
terlalu dingin, dan tidak pernah basi.
Cara paling aman memberi makan bayi adalah memberinya ASI.
Kebersihan ibu saat menyusui
Bayi lebih rentan terhadap kuman yang berbahaya ( misalnya kuman
penyebab diare).
Untuk mengurangi risiko bayi terkena kuman saat disusui;
• cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air, bilas dengan air
bersih dan lap dengan handuk kering dan bersih
• sabuni tangan kemudian gosokan ke tangan bayi
• jaga puting tetap bersih dan kering agar tidak luka dan terkena
infeksi
• bilas payudara dengan air bersih saat mandi
• ganti bra yang kotor dan jangan gunakan bra yang berlapis plastik
• biarka puting terkena udara sesering mungkin
• sebelum atau setelah menyusui sebaiknya dikompres atau
dibersihkan lebih dulu

4. Menganti Popok
Kebersihan Popok. Ember khusus popok
• Setelah kotoran dalam ember dibuang, jangan lupa untuk mencuci
ember dengan sabun deterjen dan air hangat, dan setelah itu lap dengan
disinfektan
• jangan lupa untuk mencuci tutup dan pegangan ember dengan
disinfektan. Kuman yang bersarang disini bisa dengan mudah
berpindah tangan
Kuman pada tangan yang kotor sering menjadi penyebab diare. Kuman
bisa menyebar ketempat yang tersentuh tangan. Jangan lupac untuk selalu
mencuci tangan setelah:
• mengganti popok
• memegang popok kotor
• membersihkan ember popok dan tempat anda mengganti popok
Apabila ingin mengambil popok yang kotor boleh jika tidak mencuci
tangan dulu tapi setelah memegang popok kotor diwajibkan untuk
mencuci tangan.
Mencuci popok kain
• Siapkan disinfektan dalam ember khusus popok kotor yang
dilengkapi penutup; dan ganti disinfektan setiap hari
• Sehabis mengganti popok, buang kotoran dari popok kedalam
kloset
• Masukkan popok kotor kedalam ember popok lalu tutup kembali
• Begitu akan dicuci, keluarkan popok dari ember,dan buang sisa
kotoran dalam ember kedalam kloset
• Popok dan pakaian kotor lainnya harus dicuci terpisah
• Segera keringkan popok
Mengganti popok
• Letakkan bayi anda di atas alas atau handuk terlipat, jika ditempat
yang tinggi jaga agar bayi anda tidak jatuh
• Lepaskan pakaian dan celana dan gulung bagian atas agar tidak
terkena kotoran
• Bersihkan kotoran yang menempel di bagian tubuh bayi
• Angkat pantatnya dengan cara memegang pergelangan kaki lalu
angkat
• Bersihkan pantat bayi dengan kapas hangat dan sabun yang lembut
• Bersihkan pantat bayi dari depan kebelakan agar kuman tidak
masuk ke arah saluran kencing
• Keringkan lalu pakaikan popok yang sudah bersih
• Lalu cuci bersih tangan anda
5. Menidurkan bayi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bayi tertidur, di antaranya:
1. Beri makanan/ minuman yang cukup
Banyak bayi sulit tidur atau sering terbangun dari tidurnya karena
merasa belum kenyang. Karena itu, penuhi kebutuhan makan dan
minum bayi sebelum tidur. Jika kebutuhan fisiknya dipenuhi, si kecil
tidak lagi sering terbangun di tengah malam. Yang perlu diperhatikan,
ditinjau dari kesehatan gigi, kebiasaan memberikan susu di malam hari
sebaiknya dihentikan setelah gigi bayi muncul (sekitar usia 6 bulan
setelah masa ASI eksklusif). Sebagai gantinya, berikan air putih jika ia
memang haus atau tenangkan bayi agar tidur kembali.
2. Pemilihan baju yang tepat
Pilihlah baju untuk tidur yang nyaman. Sesuaikan ukurannya dengan
tubuh bayi. Jangan terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil yang dapat
membuatnya sesak. Pilih yang bahannya lembut. Baju tidur yang
nyaman membantu bayi terlelap semalaman.
3. Bersihkan badan
Tubuh lengket karena keringat dan kotor sehabis makan dan bermain
gampang membuat kulit bayi gatal-gatal yang mengganggu tidurnya.
Sebaiknya, seka tubuh bayi dengan waslap basah sebelum tidur. Kalau
perlu sapukan bedak ke lipatan kulitnya dan oleskan minyak telon di
perut dan punggungnya. Cara itu bisa membuat bayi nyaman dan cepat
tertidur.
4. Atur kamar dan ruangan
Atur suasana kamar sehingga nyaman untuk tidur. Ini meliputi tata
cahaya, ventilasi, tata warna, suhu, dan juga keadaan boksnya. Anda
bisa meletakkan boks di dalam kamar tidur, di samping ranjang
orangtua atau di kamar tersendiri. Masing-masing pilihan ini memiliki
kekurangan dan kelebihan. Jika bayi sering gelisah dan terbangun dari
tidur, ganjal sisi tubuhnya dengan bantal kecil atau buntalan selimut
(bisa juga handuk lembut) sehingga bayi merasa ada yang menjaganya.
Hindarkan juga suara bising yang membuatnya mudah terjaga.
Jangan gunakan pewangi ruangan dan obat pengusir nyamuk yang bisa
membuatnya sesak. Nyamuk memang sering membuat bayi tidak
nyenyak tidur. Pakailah kelambu yang bisa melindungi bayi dari
serangan nyamuk.
5. Buang air sebelum tidur
Celana basah dan kotor bisa mengganggu tidur bayi. Karena itu,
usahakan agar bayi buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK)
sebelum tidur. Memang, ini tidak menjamin bayi tidak BAB dan BAK
di waktu malam, karena sering tidaknya bayi buang air dipengaruhi
asupan minuman dan makanan, juga beragam faktor lain. Tapi
setidaknya, bayi terbiasa mengatur jam biologisnya, termasuk untuk
BAB dan BAK. Nah, agar bayi bisa tetap "kering" jangan biasakan
memberinya susu jika ia bangun malam atau gunakan pospak.
Kebutuhan nutrisi bayi 6 bulan ke atas sebaiknya dipenuhi pada pagi
hingga 1-2 jam sebelum tidur malam saja.

B. Dari Segi Agama Islam


Agama Islam yang suci ini adalah agama yang menjaga fithrah yang
Allah telah perintahkan kepada nabi-nabi dan rasul sebelum diutusnya Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- . Fithrah ini melambangkan kesucian dan
kebersihan para anbiya’ dan pengikutnya. Allah berfirman,
"Sesungguhnya kami Telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana
kami Telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya,
dan kami Telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak,
Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan kami
berikan Zabur kepada Daud". (QS. An-Nisaa’: 163).
Jika orang tua menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati, maka
hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah nutrisinya. Nutrisi
yang mempengaruhi semua perkembangan yang terjadi pada bayi berasal
dari makanan. Namun yang perlu diingat, bayi tidak hanya membutuhkan
makanan yang cukup, tetapi juga memerlukan jenis makanan yang tepat.
Jika nutrisi yang diberikan sudah tepat, maka perkembangan bayi pun
akan berlangsung dengan baik, begitupun sebaliknya.
Kebutuhan akan nutrisi yang cukup dan tepat bagi bayi ternyata sangat
diperhatikan Islam. Surat Al-Baqarah ayat 233 di atas dengan jelas
menunjukkan, betapa sejak 1400 tahun yang silam, Islam sudah
mengajarkan kepada setiap ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya
dengan memberikan ASI (air susu ibu) kepada mereka. Sebegitu
pentingnya ASI bagi anak, sehingga Rasulullah Muhammad saat masih bayi
harus disusukan kepada orang lain mengingat keadaan sang ibu kandung
yang tidak memungkinkan memberikan ASI kepada beliau.
Selain memberikan manfaat pada perkembangan fisiologis, ternyata ASI
juga dinilai para ulama klasik mempunyai pengaruh pada perkembangan
psikologis sang anak. Hal ini tampak dari sebuah kisah yang
diceritakan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar juz II. Dikisahkan, Abu
Muhammad Al-Juwaini sangat memperhatikan perkembangan anaknya, Imam
Al-Haramain (Guru Imam Al-Ghazali), terutama dalam penyusuannya. Suatu
ketika ibunda Imam Al-Haramain sakit, ketika Al-Haramain menangis
karena lapar dan haus, padahal air susu ibunya tidak keluar, maka
tetangga yang menjenguknya merasa terpanggil untuk menyusuinya.
Belum selesai menyusu, tiba-tiba Al-Juwaini datang. Ketika melihat
anaknya disusui orang lain, kontan Al-Juwaini langsung mengambil anak
itu dan berusaha untuk memuntahkan kembali susu yang diminum anaknya.
Kenapa? Ternyata Al-Juwaini merasa tetangga yang menyusui itu
diragukan kesalihahannya. Al-Juwaini menilai, sifat-sifat yang ada
pada ibu akan terbawa ke anaknya (salah satunya) melalui ASI.
Apa yang diajarkan Surat Al-Baqarah ayat 233 dan penilaian Al-Juwaini
tentang pengaruh ASI terhadap kejiwaan anak ternyata bukan omong
kosong belaka. Dalam buku child development oleh Laura E Berk (2003)
menjelaskan beberapa alasan mengapa ibu harus menyusui anaknya, yaitu:
1. ASI menyediakan keseimbangan lemak dan protein yang tepat.
2. ASI menjamin nutrisi yang lengkap.
3. ASI membantu menjamin pertumbuhan fisik yang sehat.
4. ASI melawan banyak penyakit.
5. ASI menjamin sistem pencernaan.
6. ASI melindungi dari kegagalan perkembangan rahang dan kerusakan gigi.
7. Bayi yang diberi ASI lebih mudah berpindah ke makanan yang
padat daripada bayi yang diberi susu botol.
8. Secara psikologis, ASI juga meningkatkan perkembangan
attachment (kasih sayang) antara ibu dan anak.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam penulisan makalah ini penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kebersihan
Kebersihan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan bagi ibu dan
bayi, agama islampun dalam QS. An-Nisaa’: 163 menerangkan perintah
untuk menjaga kebersihan.
2. Asi
Surat Al-Baqarah ayat 233 dan penilaian Al-Juwaini
tentang pengaruh ASI terhadap kejiwaan anak ternyata bukan omong
kosong belaka. Dalam buku child development oleh Laura E Berk (2003)
menjelaskan beberapa alasan mengapa ibu harus menyusui anaknya, yaitu:
1. ASI menyediakan keseimbangan lemak dan protein yang tepat.
2. ASI menjamin nutrisi yang lengkap.
3. ASI membantu menjamin pertumbuhan fisik yang sehat.
4. ASI melawan banyak penyakit.
5. ASI menjamin sistem pencernaan.
6. ASI melindungi dari kegagalan perkembangan rahang dan kerusakan
gigi.
7. Bayi yang diberi ASI lebih mudah berpindah ke makanan yang
padat daripada bayi yang diberi susu botol.
8. Secara psikologis, ASI juga meningkatkan perkembangan
attachment (kasih sayang) antara ibu dan anak.

B. Saran
Penulis menyarankan untuk ibu-ibu dalam perawatan pada bayi yang
baru melahirkan untuk selalu menjaga kebersihan dan juga memberikan ASI
pada bayinya.
DAFTAR PUSTAKA

Tim Ayahbunda, 2008, 20 Problema Makan Bayi & Balita, PT. Aspirasi
Pemuda, Jakarta.

JHPIEGO.2003. Panduan pengajar asuhan kebidanan fisiologi bagi dosen


diploma III kebidanan , Buku 5 asuhan bayibaru lahir, Pusdiknakes.
Jakarta

Johnson dan Taylor. 2005. Buku ajar praktik kebidanan.cetaka I. EGC.Jakarta


Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan
maternal neonatal.YBP_SP.Jakarta

dr. Frances Williams, BABYCARE Pedoman Merawat Bayi, Erlangga

Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc, Sunnah-sunnah Para Nabi, Buletin
Jum’at Al-Atsariyyah edisi 58, Pustaka Ibnu Abbas, Gowa-Sulsel

Dr. Muhammad Faiz Almath, 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad),
Gema Insani Press on.