Anda di halaman 1dari 14

AR 2211 PERANCANGAN

ARSITEKTUR
ILMAN BASTHIAN S.
15205025

ANTROPOMETRI & ERGONOMI

Anthro = manusia
Metri = ukuran
Antropometri = studi mengenai dimensi dan proporsi tubuh manusia yang
dikaitkan dengan karakter fisik dan kemampuan personal yang
berbeda-beda dalam melakukan tugasnya.

Studi antropometri:
• Diam
• Bergerak
• Aktivitas tertentu
• Orang cacat (contoh: toilet ukuran 2x2m, akses ramp)

Antropometri dipengaruhi:
• Umur (dewasa, anak-anak)
• Jenis kelamin (pria, wanita)
• Ras (bule, arab)
• Sosial ekonomi (kaya, miskin)
Manfaat antropometri : Dapat diperoleh dimensi rata-rata benda (produk) untuk
dimanfaatkan manusia.

Ergo = kerja (efisiensi)


Nomi = pengetahuan
Ergonomi = ∙ Pengetahuan yang terutama berhubungan dengan alat, bagaimana
menggunakan alat secara aman.
∙ Salah satu pengetahuan dalam merancang produk, mesin, dan sistem
untuk memaksimalkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi orang
yang menggunakannya.
∙ Ilmu terapan yang dikembangkan untuk mempelajari hubungan timbal
balik antara manusia dan alat untuk mencapai hasil optimal.

Awalnya pada Perang Dunia II banyak senjata yang meledak sendiri, dsb.

Contoh : Bentuk sepeda motor balap yang dirancang khusus agar saat dikendarai
bentuknya satu (seperti peluru) agar bisa melaju cepat dan aman.

Perkembangan antropometri

Bangunan Bangunan & Fungsi Alat


- Estetika - Estetika - Ergonomic
- Proporsi bangunan - Fungsi dan ruang - Alat/mesin
Proporsi manusia - Furniture manusia><mesin
manusia⇔bangunan Proporsi manusia
manusia><proporsi bangunan
><fungsi bangunan
Mesir, Romawi 3000 SM. Renaissance, Revolusi Industri. 1857 dikembangkan
1870 Quertet (ahli di Polandia.
matematika) memperkenalkan 1935-45 PD II,
istilah antropometri. intensif
dikembangkan.
- Undagi = arsitek
tradisional Bali (Hasta - Ada ukuran ”metric” sebagai
standar (universal metric).
Kosala Kosali).
- Antropocentricism. - Ukuran berkaitan dengan
fungsi.
- Tuhan ∾ bangunan
manusia.

Manfaat antropometri :

1
1. Mempermudah manusia melakukan aktifitasnya (kenyamanan/comfort).
2. Membantu menentukan ukuran elemen pembentuk ruang yang sesuai dengan
aktifitasnya (standar).
3. Sebagai patokan untuk menentukan ukuran dalam merancang sesuatu agar
aman dan nyaman digunakan oleh pemakainya (safety).
4. Mengetahui ukuran minimal dimensi-dimensi yang dipakai manusia, untuk
mendapatkan ukuran termurah (optimasi). Contoh kasus: Perumnas.
5. Skala karena dihubungkan dengan manusia (skala).
6. Living standard (subjektif).

Proxemics/bubble space : Ruang personal disekeliling individu.


Berkaitan dengan privasi jarak antar individu, dsb.

Antropometri membantu dalam merancang ruang dengan minimum space


requirement untuk mencapai satu desain yang efisien.

Kemungkinan pemanfaatan yang tak terduga atas elemen bangunan perlu juga
diperhatikan. Contoh : Tangga untuk duduk-duduk
Ambang jendela untuk meletakkan barang.
Kemungkinan tak terduga itu lebih ditunjang lagi jika ukuran elemen bangunan
tersebut antropometris, ukuran yang tepat/nyaman.

ORGANISASI & POLA RUANG

Teknik analisa hubungan ruang : Matriks, Bubble Diagram, dll.

Pola organisasi:
• Tidak terukur (Intangible)
- Cara pandang hidup makrokosmos
- Adat/kepercayaan, sumber hukum
- Kesepakatan masyarakat
• Terukur (Tangible)
- Aktifitas
- Fungsi

Contoh : ∙ Rumah Gadang punya dua jenis pola ruangan


1. Bodi Caniago ⇒ Ketinggian ruang sama, selevel.
2. Koto Piliang ⇒ Ada hirarki ketinggian ruang.
∙ Joglo ⇒ Ada hirarki, makin tengah makin dihormati/sakral.
Psikologi : behaviour (pengaruh warna, dll).

Kegiatan organisasi dalam arsitektur bertujuan:


1. Mengatur, mengelompokkan, menstrukturkan.
2. Meletakkan semua unsur dalam posisi yang jelas ⇒ memudahkan pemakai
beradaptasi.
3. Memberi bentuk/wadah atas pola-pola kegiatan ⇒ efisiensi, optimalisasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencari pola-pola/aturan dalam arsitektur:

2
1. Faktor manusia
• Aktifitas
• Behaviour
• Organisasi masyarakat
• Interaksi
2. Faktor fisik
• Lokasi
• Site ⇒ mix use ⇒ tapak, sirkulasi → orang
→ kendaraan (mobil/motor)
→ barang
• Fungsi
• Sirkulasi
3. Faktor eksternal
• Peraturan
• Iklim
• Kontur
• Ekonomi

Hal-hal tersebut perlu dipahami dan ditampilkan/disajikan dengan baik pada desain.
Contoh : Kalau kita ingin merancang rumah sakit anak-anak, kita harus bisa
membuat desain rumah sakit kita mampu merefleksikan karakter anak-
anak, orang bisa mengerti dari bentuknya bahwa bangunan kita adalah
rumah sakit anak-anak.

TIPOLOGI BANGUNAN

Berkembang sangat dipengaruhi oleh gerakan arsitektur modern.


Avant Garde (Arsitektur Modern):
1. Le Corbusier
2. Frank L. Wright
3. Mies Van de Rohe
4. Louis Sullivan
5. Marrel Broir
6. Alvar Aalto
7. Walter Gropius
8. Louis Khan

”Form Follow Function” ⇒ Mies Van de Rohe

Semangat pada zaman itu (Renaissance):


• Rasional
• Kemajuan ilmu dan teknologi
• Berpusat pada kemampuan manusia
• ”Modern” ⇒ melepaskan diri dari zaman lama (dark age)
Bangunan arsitektur
Simbol-simbol, power, dll. ⇒ simbol ekspresi fungsi
Perwujudan bangunan yang didasarkan terutama
kepada berjalannya fungsi dengan efisien.

Bangunan hendaknya jujur mengekspresikan fungsi tersebut.

Yang paling utama adalah fungsi, bukan detail ornamen, dsb.

Mulailah bangunan memiliki tipologi/didirikan dengan memikirkan tipologi: istana,


pengadilan, dsb.

Pola-pola kegiatan yang tetap, tidak berubah lalu dikumpulkan menjadi tipologi
bangunan.

3
Tipologi bangunan:
1. Komersial
2. Perumahan/asrama
3. Bangunan pemerintahan
4. Keagamaan
5. Pendidikan (TK-Perguruan Tinggi)
6. Leisure/rekreasi
7. Rumah sakit
8. Restoran
9. Transportasi
10. Penjara
11. Fasilitas Olah Raga
12. Perpustakaan

ARSITEKTUR KONTEKSTUAL

Arsitektur yang baru harus melihat sejarah/lingkungan lamanya.

Kontekstual ≠ Sama
⇒ Transformasi
Berbeda, tapi ada kesamaanya

Space (ruang) ⇒ jika disekitar site adalah bangunan kecil-kecil, maka massa
bangunan di site kita tidak boleh besar; solusi: kecil-kecil tapi
banyak.

Rancangan kontekstual : Merancang bangunan baru yang berkaitan dengan


konteks lingkungan/bangunan lama.
Rancangan tidak selalu harus sama, tetapi
bangunan/lingkungan yang lama menjadi sumber
inspirasi/ide.

Rancangan kontekstual ⇒ mulai dari perombakan bangunan lama hingga membuat


yang baru.

Lingkup rancangan kontekstual beragam:


1. Interior ⇒ perbaikan, perombakan pada ruang dalam.
2. Alteration ⇒ perubahan karena fungsi baru.
3. Addition ⇒ penambahan baru pada bangunan lama.
4. Infill ⇒ penambahan bangunan baru di antara bangunan lama.
5. Bangunan baru di lingkungan bangunan lama.
Arsitektur kontekstual : merespon lingkungan lama dalam merancang untuk
menonjolkan kembali/memperkuat identitasnya.

∙ Konservasi
Semua kegiatan pemeliharaan suatu tempat dengan tetap mempertahankan nilai-
nilai budaya.
↳ fisik
↳ non-fisik (life style)
Obyek :
1. Lingkungan alam
2. Kota/desa
3. Kawasan ⇒ Malioboro : suasana ruangnya mempertahankan nilai-nilai lama,
lengkap dengan penjual kaki lima lesehan dengan
pakaian kebayanya.
4. Koridor, view, skyline ⇒ view koridor Tangkuban Perahu ITB.
5. Wajah jalan
6. Bangunan
7. Benda-benda peninggalan, puing-puing, dll ⇒ sel penjara bekas Bung
Karno di Banceuy.
Moth: “Let’s the community adjust change at its own with minimum intervention”.

∙ Preservasi
Upaya melindungi bangunan/monumen dan lingkungan dari kerusakan dan
mencegah proses perusakan.

∙ Restorasi
Mengembalikan kualitas bangunan seperti keadaan semula.

4
∙ Rekonstruksi
Mengembalikan bangunan/bagian bangunan yang hancur/rusak seperti semula.

ARSITEKTUR PERKOTAAN

Ciri-ciri perkotaan:
1. Demografi
• Penduduk padat
• Heterogen
• Pendidikan rata-rata tinggi
• Kesenjangan sosial ⇒ pemukiman miskin di kantong-kantong kota
(Contoh:
belakang Jalan Sudirman, Jarkarta)
• Keahlian beragam
2. Fisik
• Wilayah terbangun lebih luas
• Kepadatan bangunan tinggi
• Prasarana lebih lengkap (sebelum membangun bangunan/kota harus
ada prasarana terlebih dulu: telepon, air, listrik, jalan)
• Sarana/fasilitas lengkap, beragam:
- pendidikan
- pemerintahan
- hiburan
- kesehatan
- perakantoran
3. Fungsi
• Dominasi kegiatan : Jasa/service ⇒ Komersial
⇒ Administratif
⇒ Pendidikan
• Jumlah penduduk berbanding lurus (paling mepengaruhi) arsitektur
kota.
∑ Penduduk ∾ Arsitektur
∾ Wilayah kota

Yang harus diperhatiakan dalam merancang dengan setting kota:


∙ Status tanah
↳ Sertifikat (batas-batas lahan)
↳ Peruntukan lahan
Bagaiamana konsep peruntukan lahan menurut dinas tata kota.
∙ Matahari harus tetap bisa menajangkau sudut-sudut di seluruh bagian kota.
∙ Garis Sepadan Bangunan (GSB)
½ x Lebar jalan (yang bersinggungan dengan site).
∙ Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
Luas daerah yang boleh dibangun dengan struktur. Diluar itu tidak boleh ada lagi
bangunan, kecuali yang dibangun tanpa struktur.
... % x Luas Lahan
Building Coverage (BC) ⇒ footprint: luas yang menempel pada tanah.
Fungsi: mengatur resapan air.
∙ Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
Fungsi: - Mengatur ketinggian maksimal bangunan, agar cukup matahari, tidak
ada bangunan yang tertutupi.
- Mengatur jumlah pengguna bangunan, agar seimbang dengan
lebar/kapasitas jalan. Kalau pengguna terlalu banyak, lalu lintas jalan
bisa macet, dsb.
Contoh: KLB = 2 ⇒ Luas Bangunan = 2 x Luas Lahan
↳ Basement tidak boleh lewat dari GSB, tapi boleh lebih dari KDB.
∙ Konservasi
Pada konteks lingkungan bangunan bersejarah, facade dan bagian bangunan asli
harus dipertahankan agar konteksnya tidak berubah dari sudut pandang orang
yang melewati jalan. Kalau ingin membangun lagi/menambah bangunan boleh
didirikan di belakang (mundur sekian meter).
∙ Site Entrance
Besar bukaan jalur masuk ke site dari jalan harus diperhatikan izinnya dari
pemerintah setempat. Karena bukaan yang makin lebar berarti diperuntukkan
untuk memasukkan kendaraan dalam jumlah yang makin besar. Dikhawatirkan
mengganggu lalu lintas jalan setempat.
∙ Landmark
Bangunan sudut harus diolah dengan baik agar bisa menjadi patokan orang
berorientasi.

5
Kevin Linch ⇒ Kota sebaiknya memiliki karakter sebagai berikut:
1. Landmark
2. Node (ruang terbuka)
3. Path (koridor)
4. Edge (tepi)
5. District (kawasan; yang memiliki karakter sama, contoh:
pecinan, dsb)

ARSITEKTUR NON PERKOTAAN

Ciri-ciri non perkotaan:


1. Demografi
• Penduduk jarang
• Kepadatan bangunan rendah
• Penduduk homogen dan lebih guyub
• Keahlian dan pendidikan lebih rendah
2. Fisik
• Kepadatan rendah, umumnya satu lantai
• Material bangunan bahan lokal
• Dominasi alam
• Mengelompok di area yang luas
3. Fungsi
• Produksi agriculture (agraris)
• Fasilitas infrastruktur dan fungsional terbatas
4. Flora & Fauna
Arsitek yang berkecimpung dalam perancangan non perkotaan:
1. Prof. Hasan Poerbo ⇒mengusahakan perumahan bagi masyarakat kecil
(pemulung
sampah, pedagang kecil, dsb).

6
2. Romo Mangunwijaya ⇒ perancang pemukiman Kali Code Yogyakarta.
3. Hasan Fathi ⇒ architecture for the poor (Mesir).
Aliran/style arsitektur terkait lingkungan non perkotaan:
• Organic architecture: F.L. Wright (broad core city)
• Traditional architecture
• Green architecture: Ken Young (sustainable architecture)
• Vernacular architecture

Ragam arsitektur non perkotaan:


• Menghargai alam
• Merespon kontur
• Memahat gunung
• Menggali bukit
• Innercourt
• Rumah di atas sungai/pantai ⇒ sistem panggung
• Bangunan solitaire ⇒ menyendiri di tengah alam

ARSITEKTUR TROPIS

Tropis ⇒ common denominator

Contoh : Gedung-gedung di ITB


Tropis ⇒ Aula Barat & Timur
Against Tropis ⇒ PAU, Sabuga, Labtek Biru,
Perpustakaan Pusat, Campus Center.
⇓ ⇓
Atap Atap
Material Kaca (bukaan)
Cahaya Suara
Penagap Silau
Panas

Jangan menahan air, buanglah secepatnya. Bisa langsung turun ke tanah lebih bagus
daripada harus diputar-putar dahulu.

Dua bahan yang berbeda tidak akan pernah bisa nyambung/menajdi satu.

Kita tidak boleh melawan kecenderungan alamiah, tapi menyalurkannya.

Perhatikan detail!

Iklim:
• Temperatur sedang – panas, sepanjang tahun
• Cahaya sepanjang tahun
• Curah hujan tinggi
• Angin sedang

7
• Kelembaban tinggi

Material:
• Ketahanan
• Resource (SDA)
- Kayu
- Bambu
- Ijuk
- Bata

Olmstead ⇒ bapaknya landscape, pertama kali yang mengusulkan dibangunnya


taman kota.
Hutan kota ⇒ Daerah yang dijaga khusus untuk cadangan hidrologis kota sepanjang
tahun.
Kaya akan tanah subur (humus).

UTILITAS ARSITEKTUR

Penunjang dalam arsitektur: saluran komunikasi, plumbing, mekanikal elektrikal.

Bangunan yang cocok menonjolkan utilitasnya: museum teknologi, pembangkit


listrik.

Pompidou Center ⇒ arsitektur untuk utilitas


”kejujuran”

salah satu konsep arsitektur modern

Pipa-pipa/utilitas diekspos:
• Merah → panas
• Biru → dingin
• Elevator

Bisa berdirinya/adanya bangunan tinggi, bertingkat banyak salah satunya karena


telah ditemukan elevator. Kalau tidak ada elevator maka tidak ada bangunan tinggi
karena tidak mungkin manusia berpindah secara vertikal multilantai tanpa
menggunakan alat.

Sistem Pengairan

8
Listrik
• Tegangan tinggi ⇒ SUTET
• Tegangan menengah ⇒ Tiang listrik bertrafo yang lalu disalurkan pada tiang-
tiang kecil lain.
• Tegangan rendah

Jumlah sakelar lampu untuk satu ruangan biasanya berjumlah banyak (apalagi kalau
ruangannya besar).
Alasannya ⇒ Efisiensi; untuk skenario pencahayaan → Matahari full
→ Berawan
→ Gelap

Sistem Kelistrikan

Hal yang tidak diinginkan dari genset: suara berisik & asapnya.
Solusi ⇒ melapisi dinding dengan glasswool.
Pengaliran Air:
• Air hujan
• Air kotor
• Air bersih

Yang membantu arsitek dalam menangani ini:


• Teknik Lingkungan
• Teknik Sipil
• Mekanikal

9
Elektronikal
• Power listrik (supply)
• Sistem komunikasi ⇒ jaringan telepon, internet, wi-fi
• Sistem elektronika ⇒ CCTV, sound system

Sistem Utilitas

10
TEKNOLOGI & ARSITEKTUR

Teknologi Struktur Manajemen Arsitektur


Konstruksi
Rekayasa untuk Sistem untuk Cara: Perwujudan
membantu/memperbesa merangkai mengangkut, arsitektur dengan
r kemampuan manusia. elemen memasang, karakter
arsitektur elemen pengaruh
menjadi ruang. arsitektur teknologi,
menjadi ruang. struktur, dan
manajemen
konstruksi.
Bahan:
• Kayu
• Beton
• Baja
• Bata
Elemen dasar arsitektur:
1. Bidang
Bekerja dengan gaya
tekan:
Kecil ⇒ bata
Sedang ⇒ panel
Besar ⇒ shell (dari
bahan beton
bertulang).
2. Batang
Bekerja dengan gaya
tarik dan tekan:
balok & kolom.
3. Kabel
Fabricated, bekerja
dengan gaya tarik.
Batu Bata Post & lintel Diangkat, Stone Henge
(elemen bahan menjauhkan dari
bangunan yang sudah gangguan
cukup tua binatang.
penggunaannya) Pengaruh Candi Borobudur
gravitasi pada
konstruksi batu
↳ makin
mendekati
pusat bumi
volume makin
besar.

Dinding Arsitektur abad


pendukung pertengahan,
↳ volume besar, klasik.
space kecil.
Flying Buttress Katedral Notre
(1200) Dame
Panel batu bata Prefabrikasi, Housing Mass
(diperkuat tulangan prestressed, Production
baja) masal, crane. Moshe Safdie
(Habitat 67)
Shell (membrane, Cast insitu
concrete)
Batang (kolom, balok) Laminated wood
Kayu (dengan
lem/clamp)
Komposit Prefabrication, Menara Eifel
Baja I profil dibungkus komponen. (menara space
beton frame tertinggi)
Baja ⇒ space frame Crystal Palace
Geodesic Dome
(Buckminsterfulle
r)

11
Kabel baja (sling) Cable stayed Denver
Teflon bridge International
(Arsitektur Modern: Airport, Jeddah
kejujuran struktur, form International
follow function, struktur Airport.
sebagai elemen estetis,
struktur sebagai
ekspresi tersendiri yang
ingin ditampilkan)

STYLE, GAYA, LANGGAM

Karakter bangunan yang dipengaruhi oleh bentuk.

• Langgam
- Waktu tertentu.
- Lebih kaku (tidak bisa ditawar).
- Lebih sulit berubah/berkembang.
- Lebih terikat dengan budaya pendukungnya.
- Arsitektur tradisional/klasik, melalui kesepakatan yang panjang.

• Style
- Lebih mudah berubah/berkembang.
- Kurang terikat oleh pendukungnya.
- Masyarakat lebih modern, dasarnya rasional dan sifatnya
pilihan.

Bentuk
• Ruang
• Permukaan (material) Contoh : Sunda →kayu
Italia → marmer

12
Yogyakarta (Borobudur) → batu

Klasik Modern Post Modern


Manusia didominasi oleh Manusia mendominasi Kritik terhadap sikap
alam. alam. modernism.
Dominasi gereja terhadap Pemberontakan terhadap Pilihan bebas untuk
pengikutnya. dominasi gereja (sekuler). ekspresi arsitektur
dengan memanfaatkan
vocabulary arsitektur
dunia.
Patuh pada norma-norma Menolak norma-norma Pluralisme
kepercayaan dan agama. klasik, menciptakan norma
⇓ sendiri disebut ”modernity”.
bangunan Science + technology.

kapitalisme

Post Modern : Michael Graves (gabungan antara mahkota fir’aun, lingkaran natal, dll)
Jacques Derrida (Portland, Oregon, USA)

Dekonstruksi : Frank Gehry ⇒ karya arsitektur yang eksperimental.



kembali ke aspek spiritual

Style, Langgam ⇒ Bahasa ⇒ Mencipta

Modernitas, kemajuan teknologi menciptakan ”alienasi” pada manusia. Manusia


menjadi asosial dan kesepian.

Arsitektur ∾ cultural production ⇒ masyarakat


∾ pragmatic production

”Think globally act locally”


EKONOMI & ARSITEKTUR

Ekonomi ⇒Housing program, apartemen, menggerakkan ekonomi masyarakat.


Asset: pendanaan pemerintah, kebijakan, lapangan kerja.
⇒Industri konstruksi, elemen dan bahan bangunan yang bisa
dibuat/diproduksi sendiri oleh masyarakat → lapangan kerja.
Asset: komponen bangunan (arsitektur), masyarakat.
⇒Industri pariwisata (tourism), program fasilitas dibangun oleh pemerintah
(public), swasta (private), masyarakat.
Asset: budaya, building type (hospitality building).

Sumber pendanaan
1. Pemerintah (APBD)
Dinas → DIP (Daftar Isian Proyek)
berlaku 1 tahun atau multiyears anggaran
Anggaran pastinya sudah ditetapkan.
Mempertimbangkan masalah pentahapan (multiyears).
Standar bangunan pemerintah (Kelas I, II, III, ..., dst).
2. Asing
Persyaratan-persyaratan pihak pendana sangat mengikat.
“Standar” pemberi dana. Contoh: Australia meminjamkan dana pada
Indonesia untuk membangun gedung, tapi
diberikan berupa komponen-komponen bangunan
merk Australia (menjual secara paksa).
Tidak boleh memakai bahan asbes (USA).
Multinational Corporation (MNC); shopping mall di seluruh dunia adalah etalase
MNC, contoh: Apple™, Microsoft™, dll.
3. Bank
Time sensitive
Perancangan bangunan yang dananya dari bank harus benar-benar cermat dan
ketat schedule pembangunannya, harus baik construction management-nya.
Setiap garis yang ditarik oleh arsitek adalah uang.
Perancangan yang objective/targetnya adalah mengembalikan uang pada bank ⇒
melahirkan fungsi/tipologi bangunan komersial, yang harus mencapai ”break
event point” di mana dana yang dipinjam dari bank sudah bisa dilunasi.
4. Masyarakat
Arsitektur vernacular

Karakteristik pendanaan

13
1. Dana tidak terbatas → masalah: mengolah site plan.
2. Dana sangat terbatas → masalah: menyiasati penempatan ruang.
3. Dana ada tapi bertahap → masalah: manajemen konstruksi.
Building economics
↳ harga bangunan
↳ value engineering → ahli yang menghitung harga sistem.

MATERIAL & ARSITEKTUR

Material ⇒ selalu ada update terbarunya sesuai teknologi yang berkembang.

Contoh: material lantai kayu ⇒ parquete → jati


→ laminated flooring (HDF, MDF)

1. Logam/stainless steel
Fisik : mengkilat, halus/licin, bisa panas bisa dingin (reaksi tinggi sesuai suhu
lingkungan), kuat.
Non fisik : dingin, tidak ramah.
2. Kayu
Fisik : kasar, tekstur, warna alami, reaksi panas dan dingin rendah.
Non fisik : hangat, familiar/dekat sehari-hari, lunak.
3. Batu

Yang penting terkait dengan material adalah cahaya. Material tidak dapat terlihat
tanpa cahaya ⇒ light & surface.

Permainan material dalam bangunan ⇒ kontras, membandingkan yang satu dengan


yang lain.

Contoh : Granit adalah material yang mahal, tapi tidak akan terasa mahal kalau
semua materialnya granit.
Akan terasa mahalnya jika disandingkan dengan batu kali.
Tapi perlu diperhatikan agar batu kali tidak terlalu dominan sehingga malah
memberi kesan murah.

Eksploitasi material ⇒ mengolah material (misal: kayu) sehingga bisa muncul


keindahannya, tidak sekedar kayu.
Menonjolkan, mengekspos kekuatan/potensi yang dimiliki kayu.
Ada nilai ”plus”-nya.

****

14