Anda di halaman 1dari 7

A Red, Red Rose

(Robert Burns, 1759-1796)

O my luve is like a red, red rose,

That’s newly sprung in June.

O my luve is like the melodie

That’s sweetly played in tune

As fair art thou, my bonnie lass,

So deep in luve am I,

And I luve thee still, my dear,

Till a’ the seas gang dry

Till a’ the seas gang dry, my dear,

And the rock melt wi’ the sun!

And I will luve thee still, my dear,

While the sands o’ life shall run.

And fare thee wel, my luve,

And fare thee wel awhile!

And I will come again, my luve,

Though it were ten thousand mile!


A. Versifikasi

Terdiri dari 4 bait dan masing-masing bait ada 4 baris (Quatrain) yang mempunyai
rima abcb defe ghgh ijij.

Rhyme:

Pada setiap bait, baris kedua dan keempat diakhiri dengan masculine rhyme (june dan
tune, I dan dry, sun dan run, awhile dan mile).

Meter:

Baris pertama dan ketiga pada setiap bait adalah iambic tetrameter. Yang berarti pada
baris pertama dan ketiga pada masing-masing bait mempunyai 4 penekanan suku
kata. Seperti contoh pada bait pertama:

O my/luve is like/a red,/red rose,

Baris kedua dan keempat pada setiap bait adalah iambic trimester. Yang berarti pada
baris kedua dan keempat pada masing-masing bait mempunyai 3 penekanan suku
kata, cara penulisan ini disebut ballad stanza.

That’s new./ly sprung./in June


B. Makna

 Bait pertama: Burns membandingkan cintanya dengan bunga mawar saat musin semi dan
dengan melodi yang indah. Cinta akan selalu ada tidak masalah jauh atau dekatnya orang
itu berasal. Dia juga mengingatkan kita pada alur waktu dan perubahan yang dihasilkan
yang terdapat di bait pertama dan gambaran dari Red Rose, “newly sprung in June”.

 Bait kedua dan ketiga: Burns menggambarkan kisah cinta abadinya sampai “laut-laut
menjadi kering” dan “batu-batu mencair bersama matahari” merupakan syair-syair yang
indah.

 Bait terakhir: Menjelaskan tentang perpisahan dan janji untuk kembali.

Makna Denotasi dan Konotasi

 Makna Denotasi:

a. “red rose” pada bait pertama baris pertama mengandung makna bunga
mawar merah.

b. “gang” pada bait kedua baris keempat mengandung makna literal


kelompok atau regu.

 Makna Konotasi:

a. “red rose” pada bait pertama baris pertama bermakna wanita cantik

b. “gang” pada bait kedua baris keempat mengandung makna konotatif


pergi atau menjadi.
C. Gaya Bahasa

1. Simile: perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap
sama. Majas ini biasanya ditandai oleh penggunaan kata, “like”, “as”.

O my luve is like a red, red rose,


That’s newly sprung in June.

O my luve is like the melodie


That’s sweetly played in tune

 Bait 1, baris 1 dan 2


Dia mengungkapkan bahwa cintanya diumpamakan seperti bunga mawar yang mekar,
warna merah berarti romantis dan bergejolak.
 Bait 1, baris 3 dan 4
Dia menggambarkan bahwa cintanya diumpamakan seperti melodi yang mengalun
indah di dalam nada.

As fair art thou, my bonnie lass,


 Bait 2, baris 1
Burns membandingkan betapa dia mencintainya dan betapa cantiknya (“fair”) dia

2. Simbol: gaya bahasa yang membandingkan sesuatu hal, ciri-ciri.


O my luve is like a red, red rose,
 Bait 1, baris 1
Cinta digambarkan atau dilambangkan dengan bunga mawar merah.

3. Hiperbola: gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebihan dengan


maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan daya pengaruh.

Till a’ the seas gang dry


“a’“ berarti semua dan “gang“ berarti pergi. Jadi makna keseluruhan pada “Till a’
the seas gang dry” adalah hingga lautan menjadi kering. Pada baris ini tergolong
hiperbola karena dia / penulis melebih-lebihkan dari keadaan sebenarnya. Pada
kenyataannya, laut tidak akan kering.

4. Repetisi (pengulangan): Majas perulangan kata-kata sebagai penegasan dalam kalimat


yang berbeda.
 Bait 2, baris 4
Till a’ the seas gang dry
 Bait 3, baris 1
Till a’ the seas gang dry, my dear
 Bait 2, baris 3
And I luve thee still, my dear,
 Bait 3, baris 3
Penulis menghubungkan baris pertama pada bait ketiga dengan baris terakhir pada
bait kedua.
 Bait 4, baris 1 dan 2
And fare thee wel…
And fare thee wel…

5. Metafora: Majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat. Gaya
bahasa pembanding tanpa media (kata penghubung).

While the sands o’life shall run.

Secara implisit, Burns menggambarkan hourglass/sand-clock (jam gelas/jam pasir),


dimana setiap momen atau peristiwa dihitung dalam setiap jatuhan pasir. Dalam hal
ini, dia mengungkapkan bahwa dia akan selalu mencintainya hingga semua mahluk
hidup mati.
6. Hiperbola: gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebihan.

And the rock melt wi’ the sun!

Penulis melebih-lebihkan dari keadaan yang sebenarnya karena batu itu tidak
mungkin mencair bersama matahari seperti layaknya es yang mencair terkena sinar
matahari.

7. Parallelism : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, hanya disusun dalam


baris yang berbeda.

O my luve is like a red, red rose,

That’s newly sprung in June.

O my luve is like the melodie


That’s sweetly played in tune

Pada bait pertama, 2 baris pertama dan 2 baris kedua adalah paralel.

D. Imegery (Citraan), Kata-kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan


pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.

 Auditory (pendengaran)

O my luve is like the melodie


ANALYSIS OF ROBERT BURNS’S A RED RED ROSE

Submitted by :

AGUS APRIYANTO

G1A006105

DEPARTEMENT OF NATIONAL EDUCATTION

FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE

ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE STUDY PROGRAM

JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

PURWOKERTO

2010