Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MANDIRI

PENGANTAR PSIKODIAGNOSTIK

TUGAS PENGANTAR PSIKODIAGNOSTIK

RESUME PENDAHULU TES MODERN

Elvita Oktaviani
10961007101

Lokal : B
Semester : III

Fakultas Psikologi
Universitas Islam Negeri-Suska-Riau
2010

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
MINAT AWAL PADA PENGKLASIFIKASIAN dan
PELATIHAN ORANG-ORANG yang TERBELAKANG MENTAL

Awal abad ke -19 menjadi masa kebangkitan orang-orang akan kebangkitan


minat pada pengobatan yang lebih manusiawi terhadap orang-orang gila dan mereka
yang terbelakang mental. Dengan munculnya minat kepedulian terhadap orang-orang
terbelakang mental, semakin disadari perlunya kriteria untuk mengidentifikasi dan
mengklasifikasi kasus-kasus ini. Oleh karena lembaga-lembaga sosial baik di Eropa
maupun AS menimbulkan kebutuhan untuk menetapkan standar-standar penermaan
dan sistem klasifikasi yang objektif.

Dalam usaha mengembangkan sistem untuk mengklasifikasikan tingkat dan


jenis keterbelakangan yang berbeda-beda. Equirol, seorang dokter asal Prancis
mencoba berbagai prosedur dan menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa seseorang
merupakan kriteria yang paling dapat diandalkan tentang tingkat intelektualnya.

Sumbangan yang sangat penting juga diberikan oleh dokter Prancis, Seguin,
yang merintis pelatihan orang-orang keterbelakangan mental. Setelah menolak
pandangan umum bahwa keterbelakangan mental tidak dapat disembuhkan. Seguin
melakukan eksperimen bertahun-tahun dengan apa yang disebutnya metode pelatihan
fisiologis, banyak teknik pelatihan pancaindera dan pelantihan otot yang selanjutnya
diterapkan. Dengan metode-metode ini, anak-anak yang memiliki keterbelakangan
mental diberikan latihan intensif dalam pembedaan inderawi dan dalam
pengembangan kendali motorik. Dan metode ini pada akhirnya dimasukakn ke dalam
tes-tes intelegensi non-verbal (tentang kinerja seseorang). Sebagi contoh individu
diminta memasukkan balok-balok yang berbeda bentuknya ke dalam lubang-lubang
yang sesuai secepat mungkin.

Psikolog Perancis Alfred Binet, mendesak agar anak-anak yang gagal


memberikan respon pada sekolah yang normal diperiksa sebelum pulang sekolah, dan
jika dianggap bisa dididik, anak-anak itu ditempatkan pada kelas-kelas khusus.
Bersama rekanya Binet mendorong Ministry of Public Intruction untuk mengambil
langkah memperbaiki kondisi anak-anak terbelakang. Hasilnya adalah tebentuknya

2
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
komisi pada tingkat kementrian untuk studi atas anak-anak terbelakang. Tempat Binet
ditugaskan.

PSIKOLOG-PSIKOLOG EKSPERIMENTAL PERTAMA.

Para peneliti psikolog eksperimental mencerminkan pengaruh latar belakang


perbedaan-perbedaan individu kedalam bidang fisiologi dan fisika. Masalah-masalah
yagn ditelaah dalam laboratorium mereka pada umumnya menyangkut kepekaan pada
stimuli visual, pendengaran dan indera-indera lainnya, dan menyangkut waktu reaksi.

Cara lain yang ditempuh psikologi eksperimental abad ke-19 untuk


memengaruhi jalannya gerakan pengetesan. Eksperimen-eksperimen psikologis awal
menunjukkan kebutuhan akan kendali yang ketat atas kondisi obervasi. Contoh
pemakaian kata-kata dalam petunjuk yang diberikan kepada peserta dalam eksperimen
waktu-reaksi bisa cukup meningkatkan atau menurunkan kecepat-tanggapan peserta.
Selain itu, kecerahan atau warna lingkungan sekeliling bisa benar-benar mengubah
tampilan stimulus visual. Dengan begitu, pentingnya membuat observasi terhadap
semua peserta eksperimental senantiasa di bawah kondisi-kondisi standar tampak
dengan jelas. Standarisasi prosedur seperti ini pada akhirnya menjadi salah satu ciri
khusus tes psikologi.

SUMBANGAN FRANCIS GALTON

Pakar biologi, Francis Galton, adalah orang yang bertanggung jawab atas
peluncuran gerakan tes. Ia mendirikan laboratorium anthropometris pada Internasional
Exposition 1884 karena minatnya terhadap hereditas manusia. Dengan membayar tiga
penny, para pengunjung bisa diukur ciri-ciri fisik tertentunya dan bisa menjalani tes
ketazaman penglihatan dan pendengaran, kekuatan otot, waktu reaksi, dan fungsi-
fungsi motor indriawi sedehana lainya. Dengan metode-metode ini, data sistematis
dan luas pertama tentang perbedaan-perbedaan individu dalam proses-proses
psikologis sederhana secara bertahap dikumpulkan.

Galton kemudian merancang sebagian besar tes-tes sederhana yang


diselenggarakan pada laboratorium anthropometris. Dan ia menganggap bahwa
kemampuan pembedaan inderawi merupakan komponen penting dalam konteks
intelektualitas.

3
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Galton juga merintis penerapan metode skala-pemeringkatan dan kuisioner,
dan juga penggunaan teknik asosiasi bebas dan pengembangan metode statistik untuk
menganalisis data tentang perbedaan-perbedaan individu.

CATTELL DAN “ TES-TES MENTAL” AWAL

James McKeen Cattell, seorang psikologi Amerika yang menduduki tempat


penting dalam perkembangan tes psikologis. Karya Cattell mempertemukan ilmu
psikoloi eksperimental yan baru didirikan dan gerakan tes yang lebih baru.

Dalam artikel yang ditulis Cattel pada tahun 1890, istilah tes mental digunakan
untuk pertama kalinya dalam literatur psikologi. Artikel ini memaparkan rangkaian tes
yang diselenggarakan tiap tahun bagi para mahasiswa dalam upaya menentukan
tingkat intelektual. Cattel punya pandangan sama dengan Galton bahwa ukuran
fungsi-fungsi intelektual bisa diperoleh melalui tes-tes pembedaan indrawi dan waktu
reaksi.

BINET dan MUNCULNYA TES-TES KECERDASAN

Binet dan rekan-rekannya mencurahkan waktu bertahun-tahun untuk


penelitian aktif dan sederhana tentang cara-cara pengukuran kecerdasan atau
intelegensi akan tetapi, hasil-hasilnya menimbulakan keyakinan makin besar bahwa
pengukuran yang langsung, meskipun kasar, asas fungsi-fungsi intelektual yang
kompleks membawa harapan yang sangat besar.

Pada tahun 1904, Menteri pengajaran umum menugaskan Binet guna


memelajari prosedur-prosedur untuk pendidikan anak-anak yang terbelakang. Dalam
kaitan dengan sasaran-sasaran komisi inilah, Binet dalam kerja sama dengan Simon,
menyiapkan skala Binet-Simon yang pertama.

Skala pertama yang dikenal sebagai skala 1905 ini terdiri dari 30 masalah tes
yang diatur dalam urutan tingkat kesulitan yang makin tinggi. Tingkat kesulitan
ditentukan secara empiris dengan menyelenggarakan tes pada 50 anak normal berusia
3 sampai 11 tahun, dan sejumlah anak terbelakang mental dan orang dewasa.

4
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Berikutnya pada skala kedua, atau skala 1908, jumlah tes ditingkatkan, semua
tes dikelompokkan ke dalam tingkat umur atas dasar kinerja dari 300 anak normal
berusia antara 3 sampai 13 tahun.

Kemudian H.H Goddard melakukan terjemahan dan adaptasi dan tes Binet-
Simon. Revisi Goddard amat berpengaruh dalam penerimaan tes inteligensi oleh
kalangan profesi medis.

TES KELOMPOK

Tes-tes Binet, beserta semua revisinya, adalah skala individu. Artinya, tes-tes
itu bisa diadakan hanya untuk satu orang.

Tes kelompok seperti skala Binet, awalnya dikembangkan untuk memenuhi


kebutuhan praktis. Robert M. Yerkes dari American Psychological Association,
mengakui perlunya klasifikasi kilat atas satu setengah juta orang yang direkrut
klasifikasi itu dilakukan berdasar tingkat intelektual umum mereka dalam konteks
inilah tes intelegensi kelompok pertama kali dibuat. Dalam tugas ini, Psikolog
angkatan darat mengambil semua materi tes yang tersedia

Tes-tes yang pada akhirnya dikembangkan oleh psikolog angkatan darat ini
dikenal dengan nama Army Alpha dan Army Beta. Army Alpha dirancang untuk tes
rutin umum, sedangkan Army Beta adalah skala nonbahasa yang diterapkan pada
orang-orang buta huruf dan pada orang-orang asing yang direkrut, yang tidak bisa
menjalani tes dalam bahasa Inggris. Kedua tes ini sesuai untuk penyelenggaraan tes
bagi kelompok besar.

TES BAKAT ( APTITUDE TESTING )

Tes intelegensi pada dasarnya merupakan ukuran kemampuan verbal, dan


dalam arti yang lebih sempit, adalah kemampuan menangani hubungan-hubungan
numerik dan hubungan-hubungan abstrak dan simbolis perlahan-lahan, para psikolog
akhirnya menaydari bahwa istilah “Tes Intelegensi” adalah nama yang salah, karena
hanya aspek tertentu dari intelegensi yang diukur oleh tes-tes tersebut.

Sejumlah tes yang mungkin akan disebut tes-tes intelegensi selama tahun
1920-an. Selanjutnya akan dikenal sebagai tes bakat sekolah pergeseran penggunaan

5
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
istilah ini terjadi ketika orang mengalami kenyataan bahwa banyak tes yang disebut
tes intelegensi sebenarnya mengukur kombinasi berkemampuan yang dituntut dan
didorong oleh penelitian akademik.

Ada tes-tes bakat khusu untuk melengkapi tes-tes intelegensi global diantara
tes-tes yang digunakan paling luas adalah tes-tes bakat mekanikal, klerikal, musikal,
dan artisik.

TES-TES PRESTASI ( ACHIEVEMENT TESTS) YANG DIBAKUKAN

Tes standar pertama untuk mengukur hsil pengajaran mulai muncul.


Dipelopori oleh karya E.L. Thorndike, tes-tes ini memakai prinsip-prinsip pengukuran
yang dikembangkan dalam laboratorium psikologis, contoh-contohnya mencakup
skala untuk penentuan peringkat kualitas tulisan tangan dan karangan tertulis, dan
juga tes pengejaan, perhitungan aritmetik, dan penalaran aritmetik. Baru kemudian
datanglah kumpulan tes prestasi, yang diprakasai oleh publikasi edisi pertama
Stanford Achievment Tes pada tahun 1923. para penyusunnya adalah tiga pelopor
awal perkembangan tes. Truman L. Kelley, Giles M. Ruch, dan Lewis M. Terman.
Sebagai syarat atas munculnya banyak karakteristi tes modern, kumpulan tes ini
memberikan ukuran-ukuran kinerja yang dapat dibandingkan dalam berbagi mata
pelajaran sekolah, yang dievaluasi berdasar kelompok normatif tunggal.

Tes-tes prestasi itu tidak hanya digunakan untuk maksud pendidikan, tapi juga
untuk menyeleksi para pelamar pekerjaan industri pemerintahan.

PENILAIAN KEPRIBADIAN

Tes kepribadian paling sering mengacu pada ukuran-ukuran karakteristik-


karakteristik seperti keadaan-keadaan emosi, hubungan-hubungan antar pribadi,
motivasi, minat dan sikap.

Perintis awal tes kperibadian diilustrasikan oleh penggunaan kraepelin atas tes
asosiasi bebes terhadap pasien-pasien psikiatris. Dalam tes ini, peserta ujian diberi
kata-kata stimulus yang dipilih secar khusus dan mereka diminta memberi tanggapan
atas setiap kata itu dengan kata pertama yang muncul dalam benak mereka.

6
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
Pendekatan lain terhadap pengukuran kepribadian adalah melalui aplikasi tes
kinerja atau tes situasi. Dalam tes seperti ini, peserta tes bertugas menunjukkan
kinerja yang maksudnya kerap disembunyikan. Kebanyakan tes ini meniru situasi
kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, tes kepribadian telah ketinggalan dibandingkan tes


kemampuan dalam pencapaian praktisnya. Tetapi kurangnya kemajuan seperti ini
tidak dapat dikaitkan dengan keluarganya upaya dalam bidang ini. Riset bidang
pengukuran kepribadian telah mendapat proporsi yang mengesankan sejak 1950, dan
banyak kemajuan dibidang piranti dan teknis cerdas sedang diteliti tampaknya yang
menjadi sebab lambannya kemajuan tersebut adalah kesulitan-kesulitan khusus yagn
ditemui dalam pengukuran kepribadian.

7
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer

Beri Nilai