P. 1
edisi 243

edisi 243

|Views: 750|Likes:
Dipublikasikan oleh aryhdy

More info:

Published by: aryhdy on Nov 01, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

1

Tabloid Berita Mingguan 1 - 7 November 2010 EDISI 243 TAHUN VI,

EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

http://www.tabloidsensor.blogspot.com

Rp 4.000 (Luar Kota Rp5.000)

Skandal Barbuk Kejari Jaksel 10 Saksi untuk Rekayasa Rentut

Miranda Bantah, Nunun Absen
Setelah Jampidsus Curi Star

BERANDA
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

2

TUTUP KEPALA
Kekuatan Pemuda
SEGALA permasalahan yang terjadi dewasa ini di Indonesia, seperti korupsi yang kian merajalela, penyalahgunaan wewenang, lemahnya penegakan hukum, inefisiensi birokrasi, harga bahan-bahan pokok yang naik, dan ancaman perpecahan bangsa, sebagian besar disebabkan lemahnya integritas para pemimpin. Kemajuan atau kemunduran suatu bangsa banyak ditentukan oleh seberapa besar integritas yang dimiliki oleh para pemimpinnya. Jika suatu negara dipimpin oleh pemimpin dengan integritas yang rendah, dengan mudahnya akan melakukan penyelewengan kekuasaan demi kepentingan pribadinya. Tepat 82 tahun yang lalu, 28 Oktober 1928, para pemuda bangsa ini menunjukkan integritas dan semangat persatuannya dengan melepas semua simbol kesukuannya. Mereka pun mengucap janji bertumpah darah satu (tanah air Indonesia), berbangsa satu (bangsa Indonesia), dan menjunjung tinggi bahasa persatuan (bahasa Indonesia). Sumpah pemuda memunyai kekuatan yang sangat mendalam karena terjadinya persatuan di antara para tunas bangsa. Banyak yang menghubungkan Sumpah Pemuda dengan persatuan yang harus dimiliki oleh bangsa ini. Hal tersebut tidaklah salah. Namun jika melihat lebih dalam, sebenarnya kunci dari Sumpah Pemuda adalah integritas yang dimiliki oleh para pemuda saat itu. Integritas yang mereka miliki menggerakkan hati dan semangat juang mereka untuk bersatu dan meninggalkan segala atribut kesukuan. Indonesia Kini Lebih dari sepuluh tahun bangsa ini telah mengalami reformasi. Pasang-surut pembangunan juga terjadi dalam perjalanannya. Ada keberhasilan, namun tidak dimungkiri, dalam beberapa hal kita semakin terpuruk, seperti dalam bidang diplomasi internasional, penegakan supremasi hukum, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan ekonomi mikro. Tujuan berbangsa untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat pun belum tercapai. @

Bukan Sekadar Bencana
Pembaca budiman, ini bukan kebetulan dan juga bukan karangan semata. Sedihlah kita dibuatnya. Tercenganglah seluruh dunia. Tapi apa mau dikata, korban sudah berjatuhan dan nyawa pun melayang begitu saja. Setidaknya kita menyaksikan dan mengalami terjadinya sekaligus beberapa bencana alam skala besar. Diantaranya banjir bandang di Wasior, Papua Barat, gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat,banjir di DKI Jakarta dan yang terakhir, meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Anehnya, peristiwa getir itu selalu melekatkan diri dengan angka 26. Tersebutlah Tsunami di Aceh tanggal 26 Desember 2004, Gempa Jogja 26 Mei 2006, gempa Tasik 26 Juni 2010, Tsunami Mentawai 26 Oktober 2010 dan Merapi Meletus 26 Oktober 2010. Pembaca, pantaslah jika kita luangkan rasa simpati juga dituangkan dengan penggalangan dana yang dilakukan masyarakat, pelajar,mahasiswa hingga ibu-ibu rumah tangga. Ini menunjukkan nilai-nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan masih dipegang teguh oleh masyarakat untuk menolong saudara-saudara kita yang terkena musibah. Kepedulian berbagai elemen

RAGAM

INDEKS

bangsa yang begitu tinggi ini harus diikuti oleh kesigapan pemerintah dalam penanganan bencana. Artinya, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk dengan alam. Ini juga berhubungan erat dengan moral. Alam telah memberikan manfaat lebih bagi manusia, maka kewajibannya adalah melestarikan dan tidak menjadi frointer. Lebih dari itu, kita berharap penyembuhan trauma merupakan suatu kebutuhan yang serius bagi

para korban bencana. Bencana alam memerlukan sosialisasi pengetahuan mengenai berbagai karakter alam dan perlunya mengontrol keserakahan dan kelalaian manusia merusak alam. Pembaca, melalui bencana tersedia sebuah ruang perjumpaan untuk berdialog dan bekerja sama, baik antarumat atau lembaga agama maupun pemerintah, penguasa, dan lembaga- lembaga aktivis kemanusiaan. Salam!

“DEPONEERING” JUMAT KLIWON

Hal 04
Keputusan deponeering itu menjadi bersejarah, karena kali pertama dilakukan oleh seorang Plt Jaksa Agung benama Darmono.

Pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Iwan Taryono, tertangkap tangan saat akan menjual sabu seberat 1,7 gram.

Skandal Barbuk Kejari Jaksel

Hal 06

Tertibkan Reklame Liar di Senayan Pengadaan CPNS Dijualbelikan
Kasus Hukum Olah Raga Pendidikan Nasional

Hal 16

Hal 23 06 10 13 15 16

Air Mata Bupati Boven Digoel di Kursi Pesakitan 175 PDAM Menunggak Utang

Hal 10

Hal 14

PENERBIT : CV. TABLOID SENSOR Akta Notaris ISWANDONO POERWODINOTO, SH Nomor 31 Tanggal 12 Januari 2009 SIUP : Nomor 3.201/1.824.51 Komisaris Utama : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH Pimpinan Umum : Johny Sulu Pimpinan Redaksi : Mas Yoyok BP Redaktur Pelaksana : Ary Hidayat Redaktur : Mumu Najmudin, Simon Leo Siahaan, Sofyan Hadi, Naba Silitonga Lawyer : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH, Syahrir Siregar SH, Christian P. Tambunan SH, Jimmy Pangau SH Staf Redaksi : Elfaber Hutapea, Mahadir Ramadhon, Jemmy Holderman, John Effendi, Freddy Tuela, Marulitua Manurung, Heri Susanto, Jhony Marlen Siahaan, Soebardjo S. Muljono, Indra Sukma, Delwandra Gani, Rahmat, Ahmad Hariri, Sanjaya H. Siahaan, Armenius Barus, Vanlif Tompinit, Murtirina, SH, Jerry Pati, Effendi Siahaan, Johny Siregar, Kusmana Eka, Tommy Albertus Manajer Keuangan : Edward Pangau Administrasi: Michael Sirkulasi Jimmy Maukar, Agus Ma’mur, Asep Awaludin PERWAKILAN/BIRO: JAWA BARAT : Borman Timbert Tobing, Sonny Partomuan N., Endang Rukmana, Ida Farida Bekasi: Deddy Suryadi, H. Hambali, Donny Pakpahan, M. Nur Bogor : H. Lazuardi A Depok : Joko Warihnyo, Juni Amir Sukabumi : Jaya T, Bobie PN, Irwan D Indramayu: Duliman, Sony S, Imam Santo, Nurohman, Jhoys Arcan Majalengka : Yessy Pande Iroot Cirebon : Tri Van Royen BA, Sutawijaya Karawang : Asgan Abdulgani Tasikmalaya : H.Madjid. RW, Sabihin BANTEN : Amal Jamaludin, Bumi Sunyoto Tangerang : H. Samlani, Agus Solihin, Noro Tangsel : Nell Ade S., Muhadi LH Serang : Nuraeni Semarang: Tulus Supangkat, Hardjanto MS Kedu/Banyumas : Tri Winarto, Miftahulalim, Ridwan Abdul Wahab Wonosobo: Dwi Kusmanahadi RW Temanggung : Teguh Lima Sudarlin Sidoarjo : Wachid Yulianto Pekalongan : Hadi Sulistiyono Tegal: R. Arnest ST, Ernawati, Dyah Setyawati Pontianak: Syafri Murni, Budi Gautama Pekanbaru : A Z Akbar Luis (Koordinator),Tedy Makmur, Didi Rinaldo, Elfiadi ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA: Jalan Pegangsaan Barat No 32 Menteng Jakarta Pusat 10310 Telepon. 021 31931366, 3154587, 70642551 Fax. 021 3154586 Email : redaksi_sensor@yahoo.co.id No. Rekening Bank Mandiri KCP Cik Ditiro I No. 1220005252534 a/n CV. Tabloid Sensor Harga Iklan : Display: Hitam Putih/BW:Rp 5.000,-mmk, Warna/FC:Rp.7.000,-mmk,Duka Cita/keluarga:Rp.4.000,-/mmk, iklan Baris : Rp.10.000,-/baris (min 5 baris maks 10 baris). Wartawan Tabloid SENSOR dibekali Surat Tugas atau Kartu Pers serta namanya tertera dalam box redaksi. Diluar nama yang tertera diatas bukan menjadi tanggungjawab redaksi.

3

FORUM
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

NAMA

INFO POLISI

TELEPON
021-721-8000 021-492 -600 021-523-4000 021-570-9261 021-570-3037 021-570-8011 021-570-8035 021-384-9020 021-344-6674 021-872 -7167 021-570-8013 021-8370-4162 021-739 -8025 021-570 -9250 021-570-8007 021-570-9252

Mabes Polri Yanmas KPPP Pelabuhan Polda Metro Jaya Ka Polda Metro Jaya Ka Dit Serse Metro Jaya Ka Dit Sabhara Metro Jaya Ka Sat Sabhara Dan Sat Brimobda Wadansat Brimobda Gegana Kadit Lantas Kasat Patroli Jalan Raya Kadispen Mabes Polri Kadispen Polda Metro Jaya Kadit Intel PAMPOL Kasat INTELKRIM

SBY Tinjau KorBan TSunami menTawai - Presiden SBY meninjau kondisi Mentawai yang diterjang tsunami pada Senin (25/10) lalu. Selain itu, Presiden SBY juga menyambangi posko pengungsian. Presiden SBY meninjau korban gempa dan tsunami di posko pengungsian di Pagai Selatan, kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. n

Polres Jakarta Pusat Polres Jakarta Selatan Polres Jakarta Timur Polres Jakarta Barat Polres Jakarta Utara Polres Metro Bekasi Polres Bekasi Poires Metro Depok Polres Tangerang Polres Metro Tangerang Polres Bandara Soekarno-Hatta KP3 Tanjung Priok KP3 Kepulauan Seribu Direktorat I Bareskrim Mabes Polri Kepala Bareskrim Mabes Polri

PENGADUAN

0811902355 08121118686 08122212212 081311197777 0811844321 08170868686 08121238989 08123039065 021-93778789 815111187781 0811857170 0811891213 0818617171 021-7218041 08159771977

Relawan Bencana ESDM
Kementerian ESDM melepas delapan tim Emergency Response Group (ERG) ESDM Siaga Bencana ke lokasi bencana gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, serta ke lokasi bencana Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim ini dilepas oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/10). n

INFO JAKSA
Kejaksaan Agung RI/Jaksa Agung, Jl Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 720 8557 Wakil Jaksa Agung (021) 739 3889 JAM Pembinaan (021) 725 1403 JAM Intelijen (021) 722 1401, 724 8116 JAM Tindak Pidum (021) 726 2667 JAM Tindak Pidsus (021) 725 0176 JAM Datun (021) 724 3201 JAM Pengawasan (021) 720 8748, 725 0346 Ses JAM BIN (021) 726 1828 Ses JAM Intel (021) 724 5216 Ses JAM Pidum (021) 724 3201 Ses JAM Pidsus (021) 725 0166 Ses JAM Datun (021) 724 3201 Ses JAM Was (021) 724 5026 Kepala Pusat Penerangan Hukum (021) 723 6510 Pusdiklat Kejagung RI (021) 780 6861 Nanggroe Aceh D. Jl Tgk Moh Daud Beureueh No 18, Telp 0651-21270 Banda Aceh Fax 0651-280 94 Sumatera Utara Jl A.H. Nasution No 3, Telp 061-4514290 Medan Fax 061-4514871 Sumatera Barat Jl Raden Saleh No 4, Telp 0751-55530 Padang Fax 0751-40908 Riau Jl Sudirman No 375, Telp 0761-29677 Riau Fax 0761-32103 Jambi Jl A Yani No 12 Telanaipura, Telp 0741-63034 Jambi Fax 0741-63004 Sumatera Selatan Jl Ade Irma Nasution 14, Telp 0711-311555 Palembang Fax 0711-310936 Lampung Jl W Monginsidi 236, Telp 0721-482409 Bandar Lampung Fax 0721-482209 Bengkulu Jl S Parman No 2, Telp 0736-21631 Bengkulu Fax 0736 -21622 Banten Jl Raya Pandeglang KM 4, Telp 0254- 251053 Serang, Banten Fax 0254- 251053 DKI Jakarta Jl HR Rasuna Said No 2, Telp 021-5254128 Jakarta Selatan Fax 021-5265722 Jawa Barat Jl Madura No 1, Telp 022-4239375 Bandung Fax 022-4239375 Jawa Tengah Jl Pahlawan No 14, Telp 024-8311850 Semarang Fax 024-8311451 DI Yogyakarta Jl Sokanandi No 4, Telp 0274-562928 Yogyakarta Fax 0274-554070 Jawa Timur Jl A Yani 54-56, Telp 031-8290577 Surabaya Fax 031-8290577 Bali Jl Kapten Tantular 5 Renon, Telp 0361-261438 Denpasar Fax 0361-261438

LAPORAN UTAMA
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

4

DEPONEERING DI JUMAT KLIWON
Keputusan deponeering itu menjadi bersejarah, karena kali pertama dilakukan oleh seorang Plt Jaksa Agung benama Darmono.

J

umat (29/10) sore itu Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Darmono tampil seperti apa adanya, kalem, tenang dan tampak berhati-hati. Namun, sore itu menjadi saksi sejarah hidup yang mungkin tak terlupakan, sebab dia dengan gagah berani mengumumkan sikap resmi Kejaksaan Agung atas perkara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra. “Atas berbagai pertimbangan, tim menyarankan supaya perkara Bibit-Chandra dilakukan pengesampingan perkara untuk kepentingan umum,” kata Darmono kepada wartawan yang sudah sejak lama menunggu terjadinya peristiwa penting itu. Itu artinya, Kejaksaan Agung memilih mengesampingkan perkara Bibit-Chandra demi kepentingan umum atau deponeering. Selain itu, polemik seputar sikap yang akan diambil Kejaksaan Agung terkait penolakan Mahkamah Agung atas peninjauan kembali Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) dalam kasus Bibit-Chandra bisa dikatakan berakhir. Tapi, yang jelas keputusan itu menjadi bersejarah, karena kali pertama dilakukan oleh seorang Plt Jaksa Agung. Lebih dari itu, keputusan itu diumumkan bertepatan dengan Jumuwah Kliwon, 21 Dulkaidah 1943 Dal atau Jumat Kliwon. Menurut Darmono, salah satu pertimbangan Kejagung memilih deponeering daripada melimpahkan ke pengadilan adalah agenda pemberantasan korupsi yang harus dilindungi. “Kami tidak melindungi orang, atau lembaga, atau apapun. Tapi upaya pemberantasan korupsi yang harus dilindungi karena ini agenda bangsa,” ucap Darmono. Darmono mengaku kejaksaan tidak memilih opsi untuk melimpahkan kasus BibitChandra ke meja hijau karena akan membawa akibat hukum dan non-hukum. Akibat hukum yang dimaksud adalah status Bibit-Chandra akan naik menjadi terdakwa yang akan membuatnya non-aktif dari

pimpinan KPK. Sedangkan dampak non-hukumnya, dengan tidak adanya Bibit-Chandra di jajaran pemimpin KPK, tentu kinerja KPK akan terganggu secara teknis dan manajerial dalam upaya memberantas hukum. “Kami mengaku bahwa akibat putusan ini ada pihakpihak yang tidak terakomodir kepentingannya. Oleh karena itu, kami mohon maaf karena ini untuk kepentingan yang lebih luas,” tandas Darmono. Ditambahkan, Kejaksaan Agung tidak lagi ingin memasalahkan keterlibatan Bibit-Chandra dalam tuduhan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Bagi Kejaksaan Agung, keputusan kejaksaan yang dituangkan dalam surat P-21 sudah memenuhi syarat formal dan material. “Masalah pembuktian kami berpegang pada keputusan kejaksaan yang dituangkan dalam surat P-21, artinya dengan berpegangan pada P-21, jaksa sudah sependapat bahwa perkara tersebut secara formal dan material telah memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Darmono. Sayangnya, di saat Darmono tampak mumpuni sebagai Plt Jaksa Agung, pada kesempatan selanjutnya justru melontarkan pernyaataan yang membuat keputusan Kejaksaan Agung menjadi tidak hebat lagi. Pasalnya, Darmono mengaku perlu pertimbangan dari lembaga negara lain seperti Mahkamah Agung (MA), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Presiden. Padahal, dia sendiri mengaku bahwa pertimbangan tersebut tidak mengikat karena penerbitan deponeering tetap di tangan Jaksa Agung. Semoga tak menjadi kekhawatiran baru, sekalipun anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Gayus Lumbuun menilai putusan deponeering Kejaksaan Agung itu bertentangan dengan putusan Mahkamah Agung. “Deponeering ini bertentangan dengan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang isinya melanjutkan perkara ini ke pengadilan,” kata Gayus.

Selain bertentangan dengan putusan Mahkamah Agung, menurut Gayus, deponir ini juga telah mengabaikan ketentuan dalam Pasal 35 UndangUndang Kejaksaan. Pasal ini mengatur bahwa untuk mengenyampingkan perkara hanya dapat dilakukan oleh Jaksa Agung setelah memperhatikan saran dan pendapat dari badanbadan kekuasaan negara yang mempunyai hubungan dengan masalah tersebut. Wakil Ketua Komisi III, Azis Syamsuddin serupa dengan Gayus. Dia menilai, deponeering akan mengacaukan sistem hukum di Indonesia. “Kami tidak sependapat jika deponeering diambil sebagai sikap Kejagung,” ujar Azis. Anggota Komisi III, Nasir Djamil juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, Bibit sendiri pernah mempertanyakan deponeering jika memang kasus yang dijeratkan padanya kuat aroma rekayasa. Ia mencurigai Kejaksaan Agung tengah membuka peluang masalah baru. “Saya curiga langkah deponeering hanya untuk mengulur waktu dan malah menimbulkan masalah baru,” katanya.

Lagipula, langkah ini dinilainya terlambat dan akan merusak hukum. “Nanti orang lain juga ada yang minta diperlakukan sama,” ujar anggota Fraksi PKS ini. Ia masih berharap, keputusan Kejaksaan Agung masih bisa diubah dan dapat membuka dugaan rekayasa di balik kasus tersebut. “Saya minta keputusan ini dikaji ulang,” kata Nasir. Reaksi KPK Pelaksana harian (Plh) Ketua KPK M Jasin mengatakan, empat pimpinan dan jajaran KPK akan lebih fokus dan lebih baik dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi pasca-kejaksaan mengeluarkan deponeering ini. “Kami menyambut dengan baiklah. Sehingga pimpinan KPK sebagai penanggung jawab tertinggi. Dengan empat pimpinan akan lebih bagus dibanding kurang dari empat pimpinan,” kata Jasin. Jasin sependapat dengan alasan kejaksaan mengerluarkan deponeering, yakni demi agenda pemberantasan korupsi nasional. Bagi Jasin, alasan ini sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat bahwa masyarakat

berpihak dan mendukung dalam agenda pemberantasan korupsi. “Ma sy a ra k a t s a d a r b a h wa korupsilah yang menyebabkan kemiskinan, mengganggu agenda politik nasional,” ujarnya. Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana, mengatakan, deponeering ibarat air Zam-Zam yang menguatkan untuk terus berjuang bagi Indonesia yang lebih baik. “Tetap Doa and Do the best. Keep fighting for the better Indonesia,” katanya, yang mengaku mendapatkan kabar deponeering ini saat tengah mendengarkan kumandang adzan di Masjidil Haram, Mekkah Al Mukoramah. Sedari awal, dia meyakini kalau Kejagung akan mengambil keputusan terbaik, yaitu keputusan yang sejalan dengan agenda pemberantasan korupsi. “Deponeering bukan hanya penting untuk tuntasnya kasus Chabit, tapi juga pesan kuat untuk berkata “Tidak” pada setiap upaya pelemahan gerakan antikorupsi. Berkata “Tidak” untuk setiap upaya pelemahan KPK,” tuturnya. n sofyan hadi

5

LAPORAN UTAMA
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Setelah Jampidsus Curi Star
K
Bukan sekadar membantah, Plt Jaksa Agung telah menegur Jampidsus M. Amari karena buru-buru menyampaikan opsi deponeering yang belum diputuskan Kejaksaan Agung.
Bibit-Chandra. Rencana boleh matang, karena ternyata dalam tempo sejam kemudian, keterangan Jampidsus itu serta merta dibantah oleh Plt Jaksa Agung Darmono. Malah, lebih jauh dari sekadar membantah, Darmono mengemukakan bahwa dia telah menegur Amari karena buru-buru menyampaikan opsi deponeering yang belum diputuskan Kejaksaan Agung. Tidak berhenti sampai memberikan teguran, Darmono menambahkan bahwa pilihan deponeering harus menunggu Jaksa Agung definitif. Seperti mau menutup opsi deponeering, Darmono menambahkan, sekiranya pilihan tetap melimpahkan ke pengadilan, Kejaksaan akan menuntut bebas dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. “Jadi, sampai dengan hari ini, kita belum mengambil keputusan seperti itu (deponeering),” jelasnya. Dia mengatakan, Kejaksaan Agung baru mengambil sikap jika tim evaluasiyang dipimpin Amari tersebut sudah bekerja setelah satu pekan. Malah, tentang keterangan Amari bahwa sikap yang diambil adalah deponeering, Darmono menilai bahwa sikap koleganya itu terburu-buru. “Seharusnya, tim evaluasi yang dipimpin Amari mengevaluasi dan mendengar saran terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan sikap. Darmono mengaku telah menegur Amari terkait dengan pernyataan tersebut,” katanya. abar Kejaksaan Agung akan mengambil m e n g e l u a r k a n deponeering atas kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah tidak bisa lepas dari peran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) M. Amari. Hanya saja, entah apa yang terjadi sebenarnya, tahu-tahu keterangan resmi petinggi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung itu dibantah oleh atasannya, yang tak lain Plt Jaksa Agung Darmono. Runyamnya, aksi pembantahan itu berlangsung hanya dalam tempo tak kurang dari satu jam. Bermula pada Senin (25/10), ketika Jampidsus M sAmari mengungkapkan hasil rapat pimpinan Kejaksaan Agung tentang kasus Bibit-Chandra. “Dari h asil rapat pimpinan (Kejakgung), diputuskan untuk mengambil sikap deponeering,” katanya. Amari menambahkan, ketetapan soal deponeering akan dikeluarkan sepekan lagi. “Dalam satu pekan ini, ki t a a k a n m e n e r b i t k a n suratdeponeering.” Bak menemukan air di tengah gurun, kabar dari Jampidsus itu langsung mendapat reaksi positif dari kalangan pegiat anti korupsi, wakil rakyat dan tentu saja orang-orang di KPK. Malah, ada yang sudah mempersiapkan untuk melakukan semacam pesta penghormatan, karena Kejaksaan Agung butuh waktu hampir setahun menyampingkan kasus

Darmono: Itu Keahlian Amari

P

elaksana tugas (Plt) Jaksa Agung Darmono menganggap pernyataan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Amari yang mendahului keputusan Kejaksaan Agung, terkait dikeluarkan deponeering terhadap kasus Bibit dan Chandra dinilai sebagai keahlian membaca pikiran orang. “Apa yang disampaikan Pak Amari barangkali membaca suara batin saya,” kata Darmono, Jumat (29/10).

Darmono menilai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus tersebut memiliki ilmu kebatinan yang kuat, sehingga Amari sudah mengetahui keputusan apa yang akan dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung pada hari ini. Namun demikian lanjut Darmono, hal tersebut sudah selesai dan tidak perlu diperdebatkan kembali. “Tapi tidak masalah, karena ternyata keputusanya sama dengan yang saya sampaikan sekarang ini,’’ ungkapnya. n sofyan

Lucunya lagi, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Babul Khoir Harahap pasang nada tinggi saat ditanya kesalahan Jampidsus M. Amari. “Kalau keceplosan itu adalah kesalahan dalam mengeluarkan kata-kata, bukan tendensinya benar. Kalau itu juga hasil yang akan diambil oleh pimpinan, sabar kenapa sih? Kan kami sudah minta waktu satu minggu untuk menentukan sikap,” katanya, Selasa pekan lalu. Seolah benar, Babul bahkan menilai kesalahan ucapan M. Amari adalah hal yang wajar. “Mungkin Pak Amari saat itu hanya lupa. Manusia juga memiliki sifat pelupa. Tidak ada manusia yang sempurna,” tuturnya. dPR Gaduh Sedihnya lagi, anggota Komisi Hukum DPR Ruhut Sitompul menilai sikap Amari itu karena ambisi menjadi Jaksa Agung. “Ini sliding politik Amari, mungkin dia mau jadi Jaksa Agung,” kata Ruhut. Seolah hebat, Ruhut juga

meminta Plt Jaksa Agung memberi sanksi kepada Amari. “Kita tidak ingin menimbulkan kegaduhan lagi,” sambung Ruhut. Namun, anggota Komisi III DPR Nasir Jamil mengatakan, perbedaan pendapat di Kejaksaan Agung menunjukkan mekanisme yang berjalan kacau. “Ini mekanisme yang kacau, sehingga dimanfaatkan oleh oknum di Kejaksaan Agung untuk cari muka terkait bursa Jaksa Agung,” katanya. Dia pun mendesak Amari menjelaskan motif di balik pernyataan bahwa Kejagung sudah mengambil sikap deponeering. “Apalagi kasus Bibit dan Chandra bukan kasus kecil, jadi kelihatan main-main terhadap kasus ini,” imbuhnya. Nasir menilai, kalau dibiarkan lama-lama akan menimbulkan masalah baru. Apalagi Kejagung merupakan lembaga vital dan kalau dibiarkan terlalu lama akan banyak orang yang bermain di air keruh. Anggota Komisi Hukum DPR, Trimedya Pandjaitan, menilai

perbedaan itu sebagai bentuk adanya rivalitas di tubuh kejaksaan. “Ini kondisi yang tidak baik, internal (kejaksaan) tidak solid seperti ada rivalitas,” kata Trimedya. Selain itu, Trimedya melihat ada indikasi lemahnya kepemimpinan Darmono sebagai pelaksana tugas Jaksa Agung. “Masak Jaksa Agung Muda bisa menyelonong begitu,” ujarnya. Kekisruhan ini, lanjut Trimedya, juga banyak disebabkan karena kosongnya posisi Jaksa Agung. “Inilah makanya kalau Jaksa Agung tidak definitif, tidak akan ada sikap resmi lembaga. Ini kondisi yang tidak baik,” ujarnya. Menurut Trimedya, ada kalangan di internal kejaksaan sudah mencium keinginan dari Presiden yang ingin kasus Bibit-Chandra dideponir. Dan dia berharap dapat dipilih oleh Presiden untuk menjadi pengganti Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung. “Berharap mencuri perhatian dari Presiden dan berharap ditunjuk Presiden nanti sepulangnya dari Vietnam,” ujarnya. n sofyan hadi

KASUS
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

6

Skandal Barbuk Kejari Jaksel

Pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Iwan Taryono, tertangkap tangan saat akan menjual sabu seberat 1,7 gram.

A

ib itu kembali tertoreh di lembaga hukum bernama Kejaksaan Agung. Sebuah institusi yang mencetak ribuan pendekar yustisi andal. Namun tak jarang jabatan prestitus acap kali disalahgunakan oknum koprs Adhyaksa. Demi sebuah kepentingan duniawi. Kasus paling anyar yakni kasus surat rencana tuntutan (rentut) asli tapi palsu. Jaksa Cirus cs disebut-sebut sebagai pelaku dan mempunyai peran sentral atas terbitnya rentut aspal. Padahal dalam rentut tersebut menyangkut nasib serta masa depan seorang terdakwa. Tapi dengan mudahnya oknum jaksa mempermainkan angkaangka tuntutan. Selain ‘dagang’ rentut, para abdi Negara juga tidak segan menjual barang bukti (BB) hasil kejahatan. Seperti pil ekstasi ataupun sabu-sabu kepada pengedar narkoba. Tentu masih segar dalam ingatan tentang tabiak Ester Tanak dan Dara Veranita, jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara. Mereka membarter BB tiga ratus butir ineks dengan sebuah telepon

selular merek Blackberry. Akibat perangainya Ester pun langsung didepak dari Kejagung tanpa hormat sebagai pegawai negeri sipil. Kali ini pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Iwan Taryono tertangkap tangan saat akan menjual sabu 1,7 gram. Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Yusuf, tentu saja merasa prihatin dan akan menindak tegas sesuai ketentuan dan prosedur p e n g awasan internal yang berlaku. “Kami akan menindak tegas jika indikasi tersebut dapat dibuktikan secara hukum,” kata Yusuf Jumat pekan lalu kepada Tabloid Sensor. Yusuf menambahkan bahwa di Kejari Jaksel pengawasan melekat telah difungsikan sebagai mana mestinya dan telah dilakukan pembinaan sikap mental dan spiritual secara rutin, untuk menindaklanjuti arahan pimpinan dalam rangka peningkatan integritas kepribadian. “Yang bersangkutan kinerja dan masuk kantornya cukup baik, mungkin yang bersangkutan telah terpengaruh pergaulan di luar kantor

dan di lingkungan kostnya,” tutupnya. Iwan Taryono ditangkap di Jl Gandaria II/RT 007/06 Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan, Rabu (27/10) malam. Dari tersangka Iwan, disita barang bukti berupa sabu seberat 1,7 gram seharga Rp2 juta. Masih belum jelas apakah Iwan menjual sabu barang bukti kasus pidana atau dia membeli dari bandar narkoba. Polisi masih mendalami penyidikan. Kepala Unit II Direktorat Narkoba Mabes Polri Kombes Siswandi saat dimintai konfirmasi, kemarin, membenarkan adanya penangkapan seorang jaksa. “Inisialnya jaksa IT. Tersangka masih dalam penyidikan,” ujar Siswandi. Tertangkapnya Iwan berdasarkan atas laporan masyarakat. Iwan yang ditengarai sudah lama menjual sabu, menawarkan sabu 20 gram kepada Alan. Harganya Rpl,2 juta per gram. Alan melapor-kan adanya tawaran itu kepada polisi. Oleh polisi Alan diminta memancing Iwan. Alan kemudian mengontak Iwan untuk berpura-pura membeli sabu sebanyak 2 gram. Iwan meminta uangnya ditransfer ke rekeningnya. Setelah uang ditransfer, Iwan hanya memberi 1,7 gram kepada Alan. Saat memberi barang itulah, Iwan disergap. Kasus jaksa nakal ternyata tidak hanya di Jakarta saja. Di Surabaya, Azwin Ardi seorang jaksa di lingkungan Kejaksaan

Negeri (Kejari) Tanjung Perak ditangkap anggota Satuan I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur karena kedapatan membawa narkoba. Dari tangan jaksa yang tinggal di Rungkut Harapan Blok L/46 Surabaya ini, petugas menyita barang bukti satu paket sabu seberat 0,5 gram. Kanit I Sat I Ditreskoba Polda Jatim Kompol Totok Sumariyanto mengungkapkan tersangka Azwin ditangkap anggota Ditreskoba Polda Jatim, sekitar pukul 16.00 WIB. Azwin ditangkap saat melintas di pertigaan Jl Margorejo-Jl A Yani. “Ketika itu dia sedang mengendarai motor dan masih memakai pakaian dinas Kejari Perak,” ujar Totok. Seusai dihentikan, polisi menggeledah tubuh Azin. Hasilnya polisi menemukan 1 poket sabu-sabu seberat 0,5 gram. Azwin tidak bisa mengelak lagi dan langsung dibawa ke Polda Jatim. Totok mengungkapkan bahwa Azwin ini merupakan target operasi polisi. Pasalnya Azwin diduga mengulangi perbuatannya dengan mengkonsumsi sabusabu. Sekedar diketahui tahun 2005, Azwin ditangkap Polwiltabes Surabaya kemudian dijatuhi hukuman hanya selama 1 tahun penjara. “Diduga kuat sabu-sabu tersebut akan dipakai untuk pesta. Waktu kita tangkap, dia baru pulang dari kantor. Karena sebelumnya ada peringatan ulang tahun Kejaksaan,” papar Totok. Ditambahkan mantan

Kapolsek Tegalsari itu, sabusabu yang dibawa oleh Azwin berasal dari seseorang yang bernama Dion. Azwin kenal dengan Dion ketika saat samasama ditahan di Rutan Medaeng beberapa tahun yang lalu. empat Jaksa dipecat Sementara itu Kejaksaan Agung telah memberhentikan empat jaksa sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Mereka terbukti berbuat pidana.Menurut keterangan Kepala pusat penerangan hukum, Babul Khoir. Mereka adalah Ester Tanak (jaksa fungsional pada Kejari Jakarta Utara), Poedji Rahardjo (fungsional pada Pusdiklat Kejagung), Bordju Rony (fungsional pada Jakarta Selatan) dan Cecep Sunarto (fungsional Kejari Jaksel). Babul juga menyebutkan tiga jaksa yang terbukti korupsi dan telah dilimpahkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, telah diberhentikan dengan tidak hormat. Mereka diduga terkait menjual barang bukti. “Selain itu juga 15 orang jaksa yang diusulkan diberhentikan dari jabatan fungsional,” tukas Babul. Dia menjelaskan selama setahun kinerja Kejaksaan sejak Oktober 2009 sampai Oktober 2010, telah ditindak 248 orang jaksa dan tata usaha. “Jumlah ini merupakan penyelesaian 355 laporan pengaduan. Dan masih ada sisa pengaduan sebanyak 508 kasus,” katanya. n elfabert hutapea, delwandra

7

KASUS
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

10 Saksi untuk Rekayasa Rentut
Kejaksaan Agung menyerahkan sepuluh saksi untuk membidik Haposan Hutagalung dan Cirus Sinaga dalam perkara rekayasa rencana tuntutan.

S

Haposan mengaku tidak takut menghadapi laporan pihak Kejaksaan Agung ke Mabes Polri terkait pemalsuan lembaran rencana penuntutan untuk terdakwa Gayus Tambunan. “Gayus suruh laporkan sendiri, Kejakgung suruh laporkan

sendiri, tidak takut,” katanya. Haposan mengaku tidak tahu menahu soal rencana penuntutan jaksa tersebut. “Saya tidak tahu soal Rentut begituan,” katanya sambil mengatakan dia melihat janggal dan kental rekayasa kenapa baru sekarang

ebagai seorang advokat atau pengacara, nama Haposan Hutagalung, jarang meramaikan masalah keadilan di media massa. Namun, ketika terseret dalam kasus penggelapan uang pajak Gayus Tambunan, kentara jelas betapa dia begitu andal dan licik, sampai-sampai bisa mengatur rencana tuntutan (rentut). Memang, untuk urusan sulap menyulap rentut itu, Haposan tidak bersolo karir. Diduga, dia mendapat bantuan jaksa Cirus Sinaga, Fadil Regan dan Benu El Amrusya. “Kebenarannya nanti saja, tapi yang jelas Kejaksaan Agung telah menyerahkan sepuluh orang saksi guna mendukung tuduhan terhadap kompoltan Cirus itu,” Kepala Biro Pelayanan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana kepada Tabloid Sensor. Kesepuluh saksi itu adalah Widyo Pranowo, Sucipto, Untung Wijaya, T Banjar Mahor, Lubis, Rosalina Sibariba, Fadil Regan, Emo Sudarmo, Benu El Amrusya, dan Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Selain itu, polisi juga sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap Cirus Sinaga. Ini setelah polisi menerima laporan bernomer LP/694/X/2010/ Bareskrim yang dilaporkan Kejagung atas dugaan pemalsuan rencana tuntutan (rentut) Gayus Tambunan. Sayangnya pihak pelapor adalah Jaksa Wahyudi bukan Gayus Tambunan, yang pertama kali membongkar skandal tersebut di persidangan denganm terdakwa Haposan. Jamwas Marwan Effendi mengamini telah melaporkan Cirus Sinaga, Fadil Regan, dan Haposan Hutagalung ke Bareskrim Polri. Pelaporan terkait bocornya rencana tuntutan Gayus Tambunan, saat dahulu Gayus disidang atas kasus pajak. Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy membenarkan jaksa Cirus Sinaga dan mantan pengacara Gayus, Haposan Hutagalung telah dilaporkan ke polisi oleh anggota tim evaluasi pembocoran dan pemalsuan juktut, jaksa Wahyudi.. “Nomor laporannya NO.POL. 2 TBL/421/X/2010/ Bareskrim tanggal 28 oktober 2010, atas nama pelapor Wahyudi

SH. Pasal yang disangkakan Pasal 263 ayat 1 dan atau ayat 2 KUHP dan Terlapor H dan C,” ujar Marwan. Anggota DPR dari Komisi III Nasir Jamil mengatakan ada kompensasi dibalik pembuatan rentut palsu. “Pemalsuan dokumen rentut itu pasti ada kompensasi-kompensasinya. Nggak ada yang gratis menurut saya. Makanya kasus ini bisa jadi pintu masuk Polri untuk bongkar kabar suap selama ini,” kata Nasir Jamil Nasir Ia berharap polisi bisa menemukan keterkaitan pemalsuan rentut dengan aliran uang yang diserahkan Gayus kepada Haposan. “Kita minta agar polisi melakukan penyidikan yang dilakukan secara profesional. Dugaan suap itu harus telusuri melalui kasus ini,” jelasnya. Nasir juga mengimbau kepada KPK untuk ikut melihat dan mengamati kasus ini. Menurutnya, penegakan hukum dalam kasus Cirus juga menjadi tanggung jawab semua penegak hukum. “KPK kan punya kewajiban menanyakan dan koordinasi. Kalau ada yang kurang dari polisi bisa dibantu oleh KPK. Jangan pura-pura nggak tahu atau nggak mau t a h u , k a r e n a k e we n a n g a n supervisi KPK punya,” imbuh politisi PKS ini. memojokan Haposan Sementara itu, Haposan yang bakal menjadi tersangka dua kasus berbeda, membantah apa yang menjadi tuduhan Kejagung. Menurutnya keterangan gayus di persidangan yang menjadi dasar laporan kejaksaan itu tak beralasan. Menurut Haposan keterangan Gayus itu tidak berdasarkan fakta-fakta. Karena itulah ia menduga ada skenario yang sengaja dibuat dengan mempidanakan dirinya itu. ”Kok malah didengar media keterangannya (Gayus) yang notabene diragukan kebenarannya karena tanpa didukung bukti-bukti. Ada skenario apa dibalik ini yang cenderung memojokkan klien kami Haposan Hutagalung,’’ ujar Haposan melalui penasehat hukumnya Jhon SE Panggabean. Sekalipun membantah,

T

C Membocorkan, H Memalsukan
(jumlah tuntutan) untuk Gayus,” ujarnya. Sementara itu mengenai waktu pengiriman rentut R-431 dan R-455 adalah sama dan penulisan nomor surat dan tanggal surat R-431 menggunakan spidol. “Itu tak lazim digunakan,” imbuh anggota tim pemeriksa Sucipto. Di surat rentut bernomor R-431, isi tuntutan yang harus dibacakan dipalsukan dengan cara menghapus kalimat “percobaan satu tahun penjara” sehingga menjadi “hukuman satu tahun penjara”. Selain itu, surat rentut R-431 ternyata sudah dipakai dalam kasus lain. “Surat R-431 adalah surat untuk kasus narkoba atas nama Tio Beng Tjai. Sehingga sangat jelas bahwa rentut yang diberikan ke Haposan kepada Gayus bernomer R-431 adalah palsu,” ungkapnya. n sofyan hadi

im pemeriksa dari Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung memastikan bahwa rencana tuntutan (rentut) Gayus Tambunan dipalsukan setelah sebelumnya dibocorkan. Kejahatan terencana ini diduga dilakukan oleh pengacara Haposan Hutagalung. “Diduga keras dibuat oknum H setelah menerima juktut asli dari oknum C,” kata Ketua Tim Widyo Pramono. Widyo. Diungkapkan, munculnya juktut palsu bernomor R-431 yang sempat dilihat Gayus, tidak berasal dari Direktur Penuntutan Jampidum Pohan Lasphy. Petunjuk tuntutan palsu dimodifikasi dari juktut asli dengan menggunakan mesin fotokopi. “Kode faksimili pada juktut palsu, termasuk tanda tangan dan stempel dinas, merupakan hasil fotokopi dari juktut asli. Yang diubah hanyalah straafmat

dimunculkan Gayus. Gayus menerima dua Rentut pertama No. 431 menyebut tuntutan hukuman satu tahun penjara. Sedangkan Rentut No. 455 dengan tuntutan lebih ringan penjara setahun dengan masa percobaan setahun. Rencana tuntutan itu ada ditangan Gayus diperoleh dari Haposan.Diduga perubahan pemalsuan tersebut dilakukan oleh Haposan untuk maksud tertentu. Haposan menerima copy rencana tuntutan asli difasilitasi oleh Cirus. Dari perbuatan itu polisi mengenakan pidana pemalsuan atau menggunakan surat palsu berdasar pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP. Nazran Azis, salah satu jaksa penuntut umum yang menangani Gayus mengaku tidak tahu soal penyusunan dakwaan Gayus sebelum proses persidangan di PN Tangerang. Menurut dia seluruh dakwaan disusun oleh jaksa Cirus Sinaga. Keterangan itu disampaikan dalam sidang lanjutan kasus mafia pajak melibatkan Haposan Hutagalung di PN Jaksel, Jumat pekan lalu. Menurut dia, dirinya tidak pernah ikut proses penyidikan di Bareskrim Polri. Jaksa peneliti yang ditunjuk untuk mengikuti proses penyidikan yakni Cirus, Fadil Regan, Ika K dan Eka S. “Saya hanya menyalin rencana dakwaan yang disusun Cirus saat menerima pelimpahan berkas perkara tahap dua. n simon leosi, elfaber hutapea

KASUS
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

8

Miranda Bantah, Nunun Absen
Ada kesepakatan antara Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo dengan Miranda Gultom perihal jumlah uang sebelum pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.

S

etelah sempat merasa aman, kini Miranda Swaray Goeltom kembali berurusan dengan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini agak melelahkan, karena tiga hari berturut-turut, Senin, Selasa dan Rabu pekan lalu, memberikan keterangan sebagai saksi dugaan penerimaan suap anggota DPR periode 19992004 usai pemilihannya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Itu juga belum cukup, karena KPK masih akan memintainya keterangan. Maklum, untuk gelombang kedua kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini, KPK telah menetapkan 26 orang sebagai tersangka. “Kemarin saya diperiksa untuk empat tersangka dan hari ini saya diperiksa untuk

lima tersangka, Pak Paskah (Suzetta) dan yang lainnya saya lupa,” aku Miranda. Sempat beredar KPK akan mengubah status Miranda dari saksi menjadi tersangka. Rumor terjadi, karena setiap pemeriksaan Miranda nyaris lebih dari tujuh jam lamanya. Nah, kebiasaan KPK, jika sampai berjam-jam dan berulang hari memberikan keterangan kepada penyidik, status yang bersangkutan bisa berubah dengan cepat, termasuk harus dengan terpaksa menjadi tahanan KPK. Sejauh ini, posisi Miranda agak aman. Dia juga pernah membantah telah mengeluarkan 480 lembar cek perjalanan paska dirinya terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2004-2009. “Saya kaget ada hal itu,” kata Miranda saat

bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi seraya mengaku baru mengetahui setelah ada pengakuan dari Agus Chondro Prayitno. Dengan kata lain, aparat hukum tidak mampu membuktikan peran atau keterlibatan Miranda dalam kasus para mantan anggota DPR itu. Tapi yang pasti, KPK telah menjerat 26 tersangka baru, termasuk mantan menteri Paskah Suzeta, melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. misteri nunun Soalnya kemudian, KPK belum berhasil pula menghadirkan atau setidaknya memastikan wanita lain yang disebut-sebut sebagai pemberi suap, yakni Nunun Nurbaetie Daradjatun. Berulang kali hakim meminta KPK menghadirkannya, namun sampai palu vonis diketuk, tak juga bisa dan beralasan sakit ingatan alias pelupa.

Peran Nunun sangat jelas. Malah, saksi Arie Malangjudo menyebutnya sebagai orang yang memberikan uang untuk memuluskan Miranda menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Pembuktian semakin kuat, karena dalam dakwaan jaksa terhadap politisi PDIP Dudhie Makmun Murod maupun mantan anggota Fraksi TNI/ Polri Udju Djuheari, Nunun memerintahkan Arie Malangjudo untuk menyerahkan travel cheque ke Dudhie di Restoran Bebek Bali di kawasan Senayan. Demikian pula dalam dakwaan atas Udju, lagi-lagi disebutkan bahwa Nunun usai terpilihnya Miranda Gultom juga menghubungi Udju. Dalam pembicaraan per telpon itu Nuinun meminta Udju untuk menemui Arie Malanjudo di kantor PT Wahana Esa Sejati. Udju bersama dengan Sulistyadi, Darsup Yusuf, dan Suyitno menemui Arie Malangjudo dan masing-masing menerima 10 lembar travel cheque senilai Rp500 juta. Sampai saat ini KPK belum bisa memeriksa Nunun Nurbaeti. Maklum, saat dijadwalkan diperiksa, suami Nunun,

mantan Wakapolri Adang Daradjatun yang mewakili keluarga mengirimkan surat tidak bisa hadir karena sakit. Surat itu juga melampirkan keterangan dari dokter yang menegaskan kondisi Nunun saat ini. Namun, Adang memastikan Nunun akan dapat hadir jika kondisinya sudah sehat. Kepastian status Nunun sangat memengaruhi status mereka yang telah menjadi terpidana dan 26 tersangka yang akan menjalani persidangan selanjutnya. Pembuktian KPK atas peran Nunun dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004 akan menjadi pintu masuk menyeret Miranda Gultom. “Mereka dipersalahkan karena menerima suap, tapi yang memberi suap malah bebas? Anehnya lagi, orang yang mempunyai kepentingan malah merasa bersih,” kata Panda Nababan, seorang dari 26 tersangka kasus suap. Sedangkan Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, membenarkan dalam persidangan terungkap peran Nunun sebagai pihak pemberi uang sehingga Miranda mulus menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Karenanya Haryono tak menampik jika Nunun akan menjadi pintu untuk menjerat Miranda. “Bisa-bisa aja,” ucapnya. KPK, lanjut Haryono, tetap mencari kepastian tentang sakitnya Nunun sekaligus mencari tahu keberadaannya. “Cuma sakitnya di mana, masih kita telusuri. Mudah-mudahan tahu tempatnya. Nanti kita cari,” tandas Haryono. Seandainya KPK mau lebih berani lagi, kesaksian batu pelapor sekaligus tersangka, Agus Condro, merupakan alat bukti untuk mengungkap peran dua wanita dalam kasus suap ini. Soalnya, Agus menyatakan ada kesepakatan antara Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo dengan Miranda Gultom perihal jumlah uang sebelum pemilihan Deputi Gubernur Senior BI digelar. Ini artinya, Miranda dan FPDIP yang mengatur semua itu. “Saya tidak pernah menjanjikan memberi uang atau menjanjikan apapun kepada siapapun sebelum atau setelah pemilihan. Karena saya punya kepercayaan diri yang besar, saya patut menjadi Dewan Gubernur Senior, tanpa harus berbuat seperti demikian,” aku Miranda, yang mengaku kenal Nunun sebagai teman keseharian. “Saya kenal Bu Nunun sebagai teman sosialita.” n sofyan hadi

9

KASUS
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Berjuang untuk Mengadili Gubernur Bengkulu
Target utama dari praperadilan ini adalah memohon kepada majelis hakim Pengadilam Negeri Jakarta Pusat untuk segera memanggil tersangka Agusrin M Najamuddin, Gubernur Bengkulu.

H

abis sudah kesabaran Muspani, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bengkulu, terhadap sikap aparat Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, sekalipun tahu bakal gagal, namun dia dengan semangat mengajukan permohonan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait belum belum adanya pelimpahan ke pengadilan kasus Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin yang tersangkut korupsi bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2006-2007. “Adapun yang melatarbelakan g i p e n g a j u a n p e r mohonan pra peradilan ini bukan mengenai sah atau tidak sahnya suatu penangkapan atau penahanan. Ini adalah dugaan dilakukan secara diamdiam dihentikannya penyidikan dan penghentian penuntutan kasus korupsi

di Bengkulu, “ ujar Muspani, Senin pekan lalu. Oleh sebab itu, kata dia, seharusnya sesuai dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 057/KMA/SK/ IV/2009 tanggal 2 8 April

2009 tentang penunjukkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk memeriksa dan memutus perkara Gubernur Bengkulu, Agusrin Najamudin. Akan tetapi hal tersebut tidak kunjung dilimpahkan atau disidangkan. Permohonan untuk audiensi terhadap KPL dan Kejagung sudah diajukan, tetapi tak kunjung digubris. “Karena itu kita ajukan gugatan pra peradilan, “ jelasnya. Selain itu, target utama dari praperadilan ini supaya PN Jakpus segera memanggil tersangka (Agusrin M Najamuddin,red) untuk disidangkan. “Karena statusnya sudah tersangka, sesuai aturanyang berlaku, pasti sudah ada jadwal persidangan. Kami berharap tiga hari untuk proses pemanggilan terdakwa sudah ditindaklanjuti PN Jakpus. Apalagi PN Jakpus sudah menunjuk majelis hakimnya,” ungkap Muspani. Muspani menilai KPK telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mengawal penanganan kasus tersebut hingga memakan waktu hingga kurang lebih 3 tahun. Begitu pula

dengan Kejaksaan Agung, harus bertanggung jawab atas penuntutan yang dilaksanakan secara independen. Pengalihan rekening Berawal dari temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap adanya dugaan penyimpangan dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) tahun 2006 senilai Rp21 miliar lebih. Penyimpangan terjadi, karena dana tersebut se harusnya dikelola dalam rekening Kas Umum Daerah Provinsi Bengkulu di Bank Bengkulu namun malah dialihkan ke rekening di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Bengkulu. Pengalihan rekening tersebut merupakan temuan BPK. Pengalihan rekening oleh Gubernur Bengkulu tertanggal 22 Maret 2006 yang ditujukan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) berperihal penambahan nomor rekening daerah untuk memasukkan dana bagi hasil PBB dan BPHTB Provinsi Bengkulu ke rekening BRI cabang Bengkulu. Surat Kepala Kantor Pelayanan PBB (KPPBB) Provinsi Bengkulu tertanggal 15 Juni 2006 telah menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menambah nomor rekening daerah mengingat tanggapan Menkeu atas surat Gubernur Bengkulu belum diterima. Bagi hasil PBB dan BPHTB Provinsi B e n g k u l u terindikasi dialirkan sebagai bentuk tindak pidana

penyuapan, antara lain, kepada pejabat atau pegawai Departemen Keuangan (Depkeu). Dana bagi hasil dialirkan dengan alasan untuk meningkatkan dana alokasi umum (DAU)

tetapi diduga mengurus pengalihan rekening dari rekening Kas Umum Daerah Provinsi Bengkulu ke rekening Dispenda Provinsi Bengkulu. Dana bagi hasil diberikan atau ditransfer ke rekening atas nama Slamet Sugandi (pejabat eselon III Depkeu) Rp 405 juta, Putut Drajat Santoso (pegawai Depkeu) Rp 495 juta, dan Zakaria (pegawai Depkeu) Rp 20 juta. Totalnya Rp 920 juta. Disebutkan juga Kepala Dispenda Provinsi DKI Jakarta, Agusman Badarudin yang juga Ketua Asosiasi Dispenda seluruh Indonesia mendapat transfer Rp 100 juta dengan alasan untuk melobi pihak-pihak tertentu dalam meningkatkan DAU yang didaerahkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu. Abdulrab A Attamimi, sebagai pelobi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ditransfer Rp 300 juta; dan HM Wasik Salik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu sebagai pelobi di DPR, juga ditransfer Rp 100 juta. Dana bagi hasil juga dialirkan berbentuk travel cheque BRI sebanyak 200 lembar bernominal Rp 10 juta per lembar, yang atas penjelasan tersangka Chaerudin (Kepala Dispenda Provinsi Bengkulu) diberikan kepada Gubernur Bengkulu. Pejabat atau pegawai, dana bagi hasil juga dialirkan kepada para pengusaha. Mereka adalah Heri Santoso (Direktur Utama PT Sawit Bengkulu Mandiri) Rp 9,1 miliar untuk pengembangan pabrik crude palm oil (CPO) yang ternyata fiktif; Kusumawati Rp 2 miliar untuk membeli kapal ikan dan perangkatnya; dan Andry Ahmad Kosasih (suplayer handtractor) Rp 1,6 miliar untuk membeli 10 unit handtractor. Dana bagi hasil juga dialirkan kepada Kepala Dispenda Provinsi Bengkulu sebesar Rp 3,8 miliar untuk membiayai kegiatan Dispenda Provinsi Bengkulu, yang digunakan untuk pembayaran pajak, administrasi bank, tunai, serta realisasi pengeluaran Dispenda Provinsi Bengkulu hingga tanggal 11 Mei 2007 sebanyak Rp 20 miliar. n sofyan hadi

HUKUM
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

10

VARIA
Kakak Beradik Dipenjara
JAKARTA – Terdakwa M. Viska alias Ceking (27) dan terdakwa Viktor Arie Alin bin M. Miki Wijaya, adalah kakak beradik. Akibat perbuatan mengeroyok saksi korban Slamet Riswanto, kini keduanya meringkuk dipenjara. Para terdakwa diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (26/10). Menurut Jaksa Penuntut Umum ( J P U ) Te g u h S u h e n d r o , t e r d a k w a menendan g d a n m e m u k u l k o r b a n Slamet Riswanto hingga mengalami luka robek serta bengkak dibagian kepala dan dahi. Sedangkan, keterangan saksi korban Slamet Riswanto mengatakan, kedua terdakwa memukul dirinya saat menawarkan jam tangan. “Benar pak. Hakim, kedua terdakwa tukang parkir ini yang memukul saya. Tetapi, perbuatan mereka sudah saya maafkan,” kata Slamet Riswanto saat memberikan kesaksian dihadapan Majelis Hakim yang diketuai, Martin Ponto Bidara dengan Hakim Anggota, Julman dan Nirwana. Peristiwa pengeroyokan didepan Puskesmas Kemayoran, Jl. Kalibaru Timur Dalam IV No. 135 A, RT 007/009 Kelurahan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3 Juli 2010) sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 170 ayat (2) ke–1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Untuk agenda Tuntutan, sidang ditunda sepekan. n simon leosi

Dakwaan Jaksa Dinilai Kabur
PACITAN - Tabir gelap yang menyelimuti Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Handaya Aji alias Yoyo bin Pamudji sepertinya mulai terkuak sedikit demi sedikit. Dugaan penggelapan yang berujung pada kasus pidana sengaja diciptakan dan dicari-cari oleh orang-orang yang tak suka dengan Yoyo semakin mencuat kebenarannya bahwa itu merupakan kasus rekayasa. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pacitan-lah yang membuka seluruh hal ihwal proses kriminalisasi terhadap sang pembela rakyat tertindas itu. Hakim diyakini dapat menarik seluruh orang-orang yang merekayasa kasus ini ke muka persidangan. Sidang yang digelar PN Pacitan pada Rabu (27/10) lalu mengambarkan dengan jelas bahwa dakwaan jaksa penuntut umum (PJU) sama sekali tidak memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam KUHAP serta ketentuan peraturan perundangundangan. “Tak salah kalau kemudian penasihat hukum Yoyo, Setyo Eko Cahyo menolak seluruh dakwaan jaksa karena banyak sekali uraiannya bertentangan dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) maupun peraturan perundang-undangan lainnya. “Kami menolak seluruh sangkaan jaksa,” kata Setya. Setya mencontohkan, dalam dakwaanya penuntut umum menyebutkan terdakwa Handaya Aji selaku Ketua Kelompok Tani Damai (KTM), Desa Losari, Kecamatan Tu l a k a n , K a b u p a t e n P a c i t a n . Sementara pada bagian lainnya disebutkan, bahwa sesuai kesepakatan dalam musyawarah di rumah (Alm) Pamudji dana yang diterima KTM digunakan untuk usaha produktif jual beli kedelai dan kopi sebesar serta untuk simpan pinjam. Selanjutnya, kata dia, surat dakwaan menguraikan kegiatan yang dilakukan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri (LEPMM) KTM: usaha simpan pinjam, usaha kedelai dan usaha jual beli kopi yang kesimpulan akhirnya adalah tidak bisa dipertanggungjawabkannya dana tersebut oleh terdakwa selaku Ketua Kelompok Tani Damai. Berdasarkan kutipan itu, kata Setya, jelas bahwa kegiatan-kegiatan KTM yang diketuai Yoyo, masih dalam rangka pelaksanaan Program LEPMM yang pada tahun 1999. Menurut versi jaksa yang pertanggungjawabannya adalah dalam rapat anggota KTM secara internal kelembagaan. “Kalau begitu pengadilan tidak berwenang mengadili perkara ini atau paling tidak pengadilan harus menyatakan belum berwenang mengadili perkara ini, karena masih harus menunggu terlebih dahulu dilaksanakannya rapat anggota KTM untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran dan atau tindak pidana dalam kegiatan usaha KTM,” katanya. Setya menuturkan, perbuatan yang dilakukan Yoyo dalam kapasitas sebagai Ketua Kelompok Tani Damai dalam menjalankan Program LEPMM adalah perbuatan hukum perdata yang harus dipertanggungjawabkan secara perdata pula. Bahwa Kelompok Tani Damai adalah badan hukum perdata yang menjalankan kegiatan yang termasuk dalam kategori ruang lingkup hukum perdata materiil, Handaya Aji seperti adanya kesepakatan anggota, perbuatan hukum jual beli, adanya laba-rugi usaha, dan lain-lain. Apabila terjadi perselisihan dan atau persengketaan perdata, maka pertanggungjawabannya masuk dalam lingkup hukum perdata dan penyelesaiannya harus dengan melakukan gugatan perdata dan atau membuat perjanjian-perjanjian, dan atau perdamaian-perdamaian, yang kesemuanya diatur dalam hukum acara perdata dan hukum perdata materiil. “Perbuatan Yoyo tidak termasuk dalam lingkup perbuatan pidana, maka Yoyo tidak dapat dimintai pertanggung-jawaban pidana atas perbuatannya itu,” ujarnya. n joko warihnyo

Mertua dan Adik Ipar Noordin M Top Bersalah
JAKARTA - Pengadilan akhirnya menyatakan Bahrudin Latif alias Baridin alias Muhtar alias Usmani bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Mertua Noordin M Top ini dinilai terbukti menyembunyikan pelaku terorisme. Majelis hakim dipimpin Didik Seytohandono pun menjatuhkan hukuman lima tahun atas kesalahan itu. Anak Baridin, Atta Sabiq Salim, juga dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terorisme. Bedanya, Atta ‘hanya’ dijatuhi hukuman 4,5 tahun. Lebih ringan enam bulan dibanding vonis sang ayah. Vonis Atta dijatuhkan pada sidang terpisah, meski kedua sidang berlangsung di PN Jakarta Selatan, Selasa (26/10). Vonis pengadilan terhadap ayah dan anak itu tak lepas dari peran mereka menyembunyikan Noordin. Pada saat itu, aparat keamanan Indonesia sedang giat mencari Noordin. Warga negara Malaysia ini dituduh berada di balik serangkaian aksi terorisme di Tanah Air, mulai dari bom depan Kedubes Australia, hingga tragedi bom Bali I dan II. Jaksa Firmansyah mengangap Baridin dan Atta melanggar pasal 13 hurub b atau huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sependapat dengan jaksa, majelis hakim menyatakan unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan sudah terbukti. Kedua terdakwa adalah orang yang cakap bertindak dan dapat dibebani tanggung jawab hukum. Anasir bantuan dan kemudahan kepada pelaku terorisme juga terbukti sebagaimana tergambar dalam surat dakwaan. Dikisahkan jaksa, pada 2005 Baridin berangkat ke Pemalang, Jawa Tengah, bersama Saefudin Zuhri. Di sana mereka berniat menemui seseorang bernama Ade Abdul Halim. Ade diboyong ke kediaman Baridin. Malah, Baridin menikahkan pria berlogat Melayu itu dengan anaknya, Arina Rahmah. Belakangan diketahui, sang menantu tak lain adalah Noordin M. Top, orang yang tengah dicari aparat keamanan Indonesia. Menurut majelis, Baridin dengan sengaja berusaha menyembunyikan keberadaan Noordin. Indikasinya, pada waktu mengumumkan pernikahan anaknya di masjid, nama sang menantu tidak disebut. Ia juga mengantarkan sang menantu ke beberapa tempat, selain memberikan sejumlah uang. Inilah yang dinilai majelis sebagai bentuk memberikan bantuan dan kemudahan kepada pelaku terorisme. n elfaber hutapea, simon

Kosmetik BOOSTOX Digugat
JAKARTA - Pengadilan Niaga Jakarta kembali menyidangkan perkara gugatan pembatalan merek. Perusahaan kosmetik asal California, Allergan Inc menggugat pemilik merek BOOSTOX asal Jakarta, bernama Titin. Kuasa hukum Allergan, Gunawan Sury o m u r c i t o m e n y a t a k a n , m e r e k BOTOX milik kliennya sudah didaftarkan di 23 negara, untuk kelas barang 03 yang melindungi produkproduk kosmetik. Sementara, untuk kelas barang 05 yang melindungi obat-obatan (pharmacy) BOTOX telah terdaftar di 33 negara. Di Indonesia, merek BOTOX juga terdaftar untuk kelas barang 03 dan 05. Untuk kelas 03, Allergan merupakan pemilik merek BOTOX dengan nomor pendaftaran IDM000201494 tertanggal 21 April 2009, untuk melindungi jenis barang kosmetik-kosmetik, krim-krim dan lotion untuk wajah, serta krim dan lotion untuk kulit. Menurut Gunawan, sebenarnya sebagian besar produk milik Titin tidak identik dengan produk milik kliennya. Namun, dia tetap merasa adanya merek BOOSTOX merupakan pemboncengan terhadap ketenaran merek BOTOX. Karenanya, Allergan sebagai pemilik merek BOTOX memutuskan untuk menggugat pembatalan merek BOOSTOX milik Titin. n simon leosi

Air Mata Bupati Boven Digoel di Kursi Pesakitan
JAKARTA - Memasuki babak akhir proses persidangan, terdakwa Bupati Boven Digoel Yusak Waluyo berurai air mata. Sambil duduk di kursi pesakitan, Yusak yang membacakan nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan jaksa berharap majelis hakim, memberikan keputusan yang bijaksana terhadapnya. “ Ya n g s a y a c e r i t a k a n mengenai keadaan di Boven Digoel saat saya menjadi bupati, hanya sebagai pertimbangan bagi majelis hakim dalam memberikan pertimbangannya dalam putusan nanti. Karena selama ini tingkat pertumbuhan ekonomi masih memprihatinkan,” tutur Yusak di Pengadilan Tipikor Kabupaten Boven Digoel sebelum pemekaran. Menurutnya, saat dirinya menjadi bupati untuk pertama kali, wilayah dan masyarakat Boven Digoel sangat memprihatinkan. Dengan luas wilayah lebih dari 27 ribu kilometer persegi, urai Yusak, tingkat kesejahteraan di Boven Digoel sangat rendah. Bahkan angka kematian baik sakit atau gagal melahirkan lebih tinggi ketimbang yang selamat. Selain itu, sarana dan prasarana yang menghubungkan antara desa yang satu ke desa lain masih jauh dari memadai. Ti d a k s e d i k i t j a l a n y a n g ditempuh untuk menuju wilayah tertentu dilalui dengan jalan kaki, karena kendaraan tak bisa lewat. Maka itu, saat dirinya menjadi bupati, Yusak memperbaiki jalan dengan tujuan antar masyarakat bisa berhubungan satu sama lain. “Setelah terpilih jadi bupati saya mulai menata sarana prasarana seperti jalan di Boven Digoel”. Sepanjang membacakan pledoi, terdakwa bersama kuasa hukumnya memutar video rekaman kegiatan terdakwa selama menjadi bupati di Boven Digoel. Ia menampik jika telah menggunakan dana yang dituding jaksa untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, uang yang didapatnya diberikan seluruhnya untuk kepentingan masyarakat Boven Digoel. n kusmana eka, simon

Yusak Waluyo Jakarta, Selasa (26/10). Bupati yang terpilih kembali pada Pilkada 2010 ini menjelaskan keadaan sosial masyarakat

11
VARIA
Rebutan Merek Forisa
JAKARTA - PT Forisa Nusapersada, sebuah perusahaan produsen makanan dan minuman, tengah mengajukan gugatan pembatalan merek melalui Pengadilan Niaga Jakarta. Berdasarkan gugatan, merek yang dipermasalahkan adalah Forisa yang terdaftar di kelas 32 dengan pendaftaran No IDM00077444. Merek Forisa ditemukan oleh penggugat terdaftar atas nama PT Goodfood Indonesia yang merupakan pengambilalihan hak atas merek dari Yunilia Setiawati selaku pemegang hak dan pendaftar pertama merek tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Merek, pengalihan dari Yunilia kepada PT Goodfood ini dilakukan pada 2007. PT Forisa jelas merasa keberatan akan adanya pendaftaran tersebut. Pasalnya, Forisa sudah menjadi baian dari nama badan hukum penggugat sejak tahun 1995. Forisa milik penggugat, baru didaftarkan 26 April 2010. Sementara Forisa milik PTGoodfood sudah didaftarkan Yunilia sejak 28 April 2004. Sehingga, PT Goodfood merupakan pihak yang secara sah menurut peraturan perundangundangan dan hukum, serta kepatutan di dalam masyarakat. Lebih lanjut, tergugat beranggapan, PT Forisa menjadi terkenal bukan karena dalam nama Forisa sebagai badan hukum. Penggugat menjadi terkenal, karena produk-produknya mempergunakan merek yang mirip dengan merek lain, seperti Finto mirip dengan Fanta, Sisri mirip Sosro, Sparta mirip Sprite, dan Kola-Kola mirip Coca Cola. Dengan dalil-dalil tersebut, tergugat meminta Majelis Hakim untuk menolak gugatan yang dilayangkan PT Forisa. Sidang perkara ini telah memasuki tahap kesimpulan Rabu lalu (27/10). Majelis hakim yang diketuai Sugeng Riyono kemudian menunda sidang hingga Rabu mendatang (3/11). n simon leosi

HUKUM
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Nenek Pencuri Coklat Akhirnya Bebas
Nenek Waliyah PEKALONGAN – Sungguh miris mendengar kisah nenek Waliyah (57). Kulitnya yang kriput kusam tak mampu bertutur, ketika rasa lapar dan dahaga harus ditebus di kamar penjara selama tiga bulan, dan diadili di Pengadilan Negeri Pekalongan, sementara di pengadilan yang sama, terdakwa korupsi dan pemalsu tanda tangan masih bisa tertawa segar di luar sana. Ironis sebuah kepedihan seorang nenek yang terhempas dalam jerat hukum hingga mengundang para aktivis LSM Laskar Merah Putih menggelar orasi untuk keadilan hukum, menuntut agar hukum tidak asal pilih tebang. Proses hukum yang sempat mengundang simpatisan dan perburuan para kuli warta, menjadikan momen berita aktual simbol dari ranah hukum untuk orang-orang kecil lebih tak berdaya. Sebaliknya para pencuri harta negeri dengan jas dasi mengalir tenang dan nyaris pudar. Waliyahm nenek tuna wisma mencuri coklat Silver Queen dan kwaci di pusat swalayan kota Pekalongan beberapa waktu lalu, tak sempat menikmati karena keburu ditangkap dan dipenjarakan oleh pengelola swalayan. Dalam persidangan Senin (25/10) perempuan tua itu oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah, telah mencuri 5 bungkus coklat dan sebungkus kwaci. Majelis hakim yang diketuai, Wiwin Arubawati,SH.MH membacakan vonis kepada terdakwa juga menjelaskan bahwa putusan tersebut berdasarkan rapat musyawarah majelis hakim Pengadilan Negeri Pekalongan, memutuskan terdakwa dihukym penjara selama 3 bulan. Artinya hukuman tersebut impas dapat langsung bebas, dimana terdakwa telah menjalani hukuman penjara selama 3 bulan sejak 30 Juli 2010 lalu di Rutan Pekalongan. Tangis keharuan pun tak dapat dibendung, perempuan tua itu. Janji pun terucap untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi. Dengan tersegukseguk sambil bersujud di halaman PN pekalongan, dihadapan para wartawan dan simpatisan serta pengunjung tak henti, nenek Waliyah mengucapkan syukur atas kebebasannya. n hadi sulistiyono

Terdakwa Kasus Teroris Diancam Hukuman Mati
JAKARTA - Luthfi Haidaroh alias Ubaid dijerat Jaksa Penuntut Umum dengan enam dakwaan dengan ancaman maksimal hukuman mati. Terdakwa kasus teroris ini didakwa telah membantu sejumlah aksi terorisme di Indonesia. “Terdakwa melakukan pemufakatan jahat percobaan dan pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Feritas dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (28/10). Dalam dakwaannya, jaksa mengatakan, Ubaid diduga telah membantu aksi terorisme Dulmatin pada 2009. Ubaid dianggap telah membantu menyembunyikan salah satu gembong teroris ini di pondok pesantren Al Muslimun, Magetan, milik Orang tuanya. Di Al Muslimun keduanya berkenalan karena Dulmatin sering berkunjung kesana untuk menjenguk istrinya. Istri Dulmatin sendiri adalah salah satu pengajar di pesantren itu. Ubaid juga diduga menjadi penghubung Dulmatin dengan Pemimpin Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Ustad Abu Bakar Baasyir. Ubaid diketahui dekat dengan Baasyir karena pernah bersama di Penjara Cipinang. “Pada Februari 2009, terdakwa mengantarkan Dulmatin ke Solo untuk bertemu dengan Abu Bakar Baasyir,” ujar jaksa. Dalam pertemuan itu Jaksa mengatakan bahwa Dulmatin dan Baasyir membicarakan soal pembentukan pelatihan Asykari di Aceh. “Terdakwa ditemui Abu Bakar Baasyir sambil berpesan agar membicarakan usulan pelatihan dengan Muzayin alias Mustaqim,” ujar jaksa. Mustaqim adalah Ketua Hisbah JAT Pusat. Ubaid juga diduga telah membantu mencari dana untuk pelatihan tersebut. Dalam dakwaannya, Ubaid dikatakan telah menerima dana sekitar Rp 700 juta dari berbagai sumber. Diantaranya adalah dari Abu Bakar Baasyir yang berjumlah sekitar Rp 125 juta ditambah 5 ribu dolar AS, dari Toyib Rp 170 juta. Uang itu diantaranya digunakan untuk membeli sejumlah senjata api untuk pelatihan militer di Aceh. Ubaid dikatakan pernah memberikan uang sebesar Rp 115 juta kepada Abdullah Sonata untuk membeli senjata. Atas tindakannya ini, Ubaid dijerat karena diduga telah membantu aksi terorisme. Ia dijerat dengan Pasal 15 junto pasal 7, pasal 15 junto pasal 9, pasal 11 junto pasal 7, pasal 11 junto pasal 9, dan pasal 13 huruf c Undang-Undang Anti Terorisme No. 15 tahun 2003. Selain itu, Ubaid juga dijerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951. Atas dakwaan ini, penasihat hukum Ubaid, Darwis akan mengajukan eksespsi pada Kamis minggu depan. “Sidang ditunda Kamis minggu depan untuk mendengarkan eksepsi terdakwa,” ujar hakim ketua Mutarto. n sofyan hadi

Pungli di Panitia DHK
KAJEN - Sejumlah wartawan media lokal dan nasional juga beberapa aktifis LSM Kamis (28/10) seharian penuh berkumpul di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. Melakukan pantauan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Panitia pelaksanaan DAK 2010 bidang pendidikan terhadap para rekanan. yang mendaftar proyek tersebut. Namun sepertinya para wartawan kecewa, pasalnya panitia yang diduga melakukan pungli tidak bisa dikonfirmasi, karena sedang rapat sehingga tidak bisa ditemui. Seperti diberitakan harian lokal Rabu (27/10) lalu, menggugah aktifis LSM untuk mengawalnya hingga tuntas pelaksanaan lelang DAK 2010. Ketua LSM Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa pihaknya akan menyikapi persoalan tersebut. “Apabila benar telah terjadi adanya pungutan liar (pungli) didalam mekanisme pendaftaran proyek, dan jika persoalan tersebut tidak segera di akomodir kebenarannya, maka FMPB akan menggelar aksi orasi di lingkungan Dinas Pendidikan,” tegas Mustafa. n hadi sulistiyono

Misbakhun Yakin Dirinya Korban Rekayasa
JAKARTA - Sidang Perkara dengan terdakwa Mukhammad Misbakhun dan Franky Ongkowardoyo kembali digelar, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (25/10), dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari para terdakwa. Misbakhun, selain mengajukan pledoi sendiri, juga mengajukan pledoi lewat kuasa hukumnya. Dalam pledoinya, kedua terdakwa menyatakan perkara yang menimpa mereka merupakan perkara politik. Tuduhan penuntut umum dinilai tidak terlepas dari status Misbakhun yang pada tahun 2009 menjadi anggota DPR. Pada saat itu, Misbakhun menjadi inisiator Panitia Khusus Bank Century. Pihak kuasa hukum menduga memang ada perlakuan khusus untuk mengkriminalkan Misbakhun yang juga menyeret Franky sebagai Direktur Utama PT Selalang Prima Internasional. Lebih lanjut, Kuasa Hukum Misbakhun, Parluhutan Simanjuntak mempertanyakan sikap penuntut umum yang masih memaksakan untuk melanjutkan kasus ini. “Padahal hubungan hukumnya perdata (PT SPI dengan Bank Century-red),” ujar Parluhutan. Sebagaimana dipaparkan ahli hukum perjanjian Ridwan Khairandi dalam persidangan, Parluhutan menegaskan hubungan hukum yang timbul dari kesepakatan antara PT SPI dan Bank Century adalah suatu perjanjian pinjam meminjam uang yang didasarkan Pasal 1320 KUH Perdata. Jika mengacu pada pasal itu, sepanjang tidak ada klaim dari masing-masing pihak yang membuat perjanjian, perjanjian itu tetap berlaku dan sah menurut hukum. Hal ini sesuai dengan asas hukum pacta sunt servanda, yang artinya perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi masing-masing pihak yang membuat perjanjian tersebut. Terkait tanggal deposito, Ridwan menerangkan, gadai dapat diadakan untuk barang yang akan datang, dan hal ini lazim terjadi. Akta gadai yang dibuat sebelumnya akan batal apabila yang didakwakan kepada kedua terdakwa. Pasal 49 UU Perbankan mengatur secara spesifik tindak pidana yang dilakukan oleh internal bank yaitu komisaris, direktur, dan karyawan bank itu sendiri serta pihak terafiliasi. Hanya dua tindak pidana yang dikenakan kepada orang di luar internal perbankan yaitu orang yang melakukan bank gelap, dan orang yang memaksa membuka kerahasiaan bank. Sementara terkait prinsip prudensial, prinsip ini juga hanya mengikat internal perbankan. Meskipun terjadi kredit macet yang diperkarakan bukanlah debitur, justru perbankanlah yang akan dijerat dengan UU Perbankan. Menurut Parluhutan, jelaslah bahwa Pasal 49 UU Perbankan yang dijadikan dasar menuntut dan mendakwa para terdakwa adalah keliru. Pasal ini hanya dikenakan kepada internal perbankan, sementara para terdakwa sebagai nasabah Bank Century jelas tidak termasuk dalam kategori itu. n simon leosi

Misbakhun barang yang digadaikan tidak ada pada tanggal yang diperjanjikan. Keterangan tersebut menunjukkan penerapan mekanisme gadai yang dilaksanakan oleh Bank Century kepada SPI adalah hal yang lazim terjadi di dunia perbankan. Mengenai barang dagang yang diadakan setelah perjanjian gadai dilaksanakan, PT SPI tetap mematuhi perjanjian, dengan mengadakan barang gadainya dalam bentuk deposito senilai 4,5 juta dolar AS. Masih berdasarkan keterangan Ridwan, Parluhutan menyoroti masalah Pasal 49 UU Perbankan

FIGUR
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

12
Oki Setiana Dewi

Kesetiaan Menjaga Merapi
Maridjan. Sosok Mbah Maridjan adalah seorang juru kunci Gunung Merapi, sebagai utusan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pria ini adalah salah satu tokoh berpengaruh bagi masyarakat Gunung Merapi, sehingga semua warga Gunung Merapi tunduk pada perintahnya, termasuk keputusan untuk mengungsi. Sebelum menjadi juru kunci pada 1982, Mbah Maridjan sempat menjabat sebagai wakil juru kunci sejak 1970. Mbah Maridjan memiliki beberapa anak, yaitu Mbah Anjungan, Raden Ayu Surjuna, dan Raden Ayu Murjana. Mbah Anjungan sendiri pernah menjadi penasihat bagi Presiden Soekarno sejak 1968-1969, dan pada 1974-1987 menjadi wali Mangkunagara VIII. Sejak bencana Gunung Merapi tahun 2006, Mbah Maridjan mulai dikenal publik Indonesia, dari keberaniannya untuk tidak mengungsi juga semangatnya. Oleh karena ini Mbah Maridjan menjadi bintang iklan salah satu minuman energi yang terkenal dengan jargon ‘Rosa’. n ary

Mbah Maridjan

Tak Bisa Memotong Teknologi
wajar. Makanya hal itu sangat berbahaya, karena dengan nyasar sekali, bisa membuat kecanduan beberapa kali. Apalagi kalau dia nggak punya pondasi yang kuat pada dirinya. Makanya senang banget ketika diajak untuk ikut sosialisasi program ini,” ungkap bintang ‘Ketika Cinta Bertasbih’ itu. Oki Setiana Dewi yang masih menyelesaikan belajarnya di Universitas Indonesia, terlibat dalam Sosialisasi Program Internet Sehat dan Aman, di Gedung MPR/ DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/10) lalu. Bersama dengan rapper Igor Saykoji, keduanya mendukung program yang diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Keduanya menjadi duta internet sehat dan aman Indonesia. n ary

binTanG akting Oki Setiana Dewi me ne gaskan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pondasi pada anak-anak saat berinternet. Karena dunia maya, bak pisau bermata dua, yang juga bisa digunakan untuk tindakan yang kurang bermanfaat dan merugikan. “Sejauh ini interaksi aku masih biasa saja,

mbaH Maridjan adalah salah satu tokoh yang sangat identik dengan bencana alam Gunung Merapi yang terjadi tahun 2006 dan 2010. Bernama asli Mas Penewu Suraksohargo dan lahir pada tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, meninggal pada 26 Oktober

2010, saat terjadi letusan Gunung Merapi. Awan panas setinggi 1,5 kilometer meluncur turun ke kawasan pemukiman, termasuk tempat tinggalnya. Mbah Maridjan sendiri ditemukan oleh Tim SAR di rumahnya bersama 16 orang lain yang juga telah meninggal dunia.

Pria ini ditemukan dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon. Jenazah Mbah Maridjan sulit dikenali karena wajah dan tubuhnya sudah rusak, namun baju batik dan kain sarung khas dirinya-lah yang membawa kesimpulan bahwa jenazah tersebut adalah Mbah

Siap Nikah Muda

Asha Shara

Tak Mau Dinikahi Zainuddin MZ
PedanGduT Aida Saskia kembali menegaskan bahwa dirinya menggugat Zainuddin MZ bukan karena minta dinikahi, karena sejak awal mengenal dirinya tidak memiliki rasa suka pada dai sejuta umat itu. “Enggak (minta dinikahi, red), sejak awal saya tidak suka sama dia, saya terpaksa saja karena saya diperkosa,” ungkap Aida Saskia, Rabu (27/10). Aida Saskia mengaku didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai orang dekat Zainuddin MZ, yang menawarkan jalan perdamaian. Namun hingga kini tawaran yang masih dirahasiakan itu belum dikonsultasikan pada pengacaranya. Aida pun mengaku menahan sementara laporannya ke polisi. Aida pun kembali menegaskan bahwa pihaknya berharap penyelesaian secara kekeluargaan. Dirinya hanya berharap ada permintaan maaf atas tindakan yang pernah diakuinya sebagai kekhilafan itu. “Sejak awal seperti yang saya bilang, saya berharap ada permintaan maaf dan penyesalan itu saja. Tapi sisanya nanti biar kami yang menyelesaikan masalahnya,” terangnya. n ary memaSuKi usia 23 tahun ternyata bakal menjadi sebuah awalan bagi artis cantik Asha Shara. Bintang film ‘Rumah Pondok Indah’ itu pun mengaku siap jika nantinya harus menikah muda. Namun, semuanya belum bisa dilakukannya karena dirinya mengaku belum memiliki pasangan. “Mau sih nikah muda, cuma nggak ada calonnya, sambil berjalan saja lah, kalau Allah mengijinkan, pasti pangeran itu akan datang. Aku nggak mau neko-neko yang penting, orangnya tanggung jawab,” ujar Asha saat ditemui di Takigawa restoran, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). Wanita yang dikabarkan pernah berseteru dengan Yuni Shara itu memang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke 23. Baginya, di usia yang baru ini, dirinya harus lebih mendewasakan diri. “Usia 23 itu, jadi tua. Pingin lebih baik lagi dan bisa lebih dewasa. Aku harus jadi the new Asha, dewasa semuanya harus di pikirin lagi lebih mateng,” paparnya. n ary

Aida Saskia

13
PREDIKSI
LIGA CHAMPION 03/11 - Kazan vs Panathinaikos 0 : 1 03/11 - Benfica vs Lyon 0 : 1/4 03/11 - Bursaspor vs MU 3/4 : 0 03/11 - Copenhagen vs Barca 1 : 0 03/11 - Tottenham vs Inter 0:0 03/11 - Valencia vs G.Rangers 0 : 1 1/4 04/11 - Milan vs Real Madrid 0 : 0 04/11 - Auxerre vs Ajax 0:0 04/11 - Shaktar vs Arsenal 1/4 : 0

OLAH RAGA
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Peduli Merapi

Krasic Dihukum Karena Diving
P e m a i n sayap Juventus asal Serbia, Milos Krasic, dijatuhi hukuman larangan bermain di dua pertandingan Serie A lantaran melakukan diving yang berbuah hadiah penalti bagi Juventus. Insiden itu terjadi saat Juventus melawan Bologna di ajang Serie A, Minggu (24/10) kemarin. Krasic terlihat terjatuh di dalam kotak penalti Bologna pada menit ke 36. Wasit langsung memberikan hadiah, walau dalam tayangan ulang televisi terlihat Krasic melakukan diving. Tetapi penalti yang dieksekusi sendiri oleh Krasic itu gagal berbuah gol, sehingga pertandingan pun berakhir imbang 0-0. Federasi Sepakbola Italia yang mempelajari insiden itu kemudian menyimpulkan Krasic telah melakukan diving. Dan, mengacu pada hukuman untuk Alberto Gilardino yang diketahui mencetak gol dengan tangannya musim lalu, FA Italia pun akhirnya menghukum Krasic dengan hukuman larangan bermain di dua pertandingan ke depan. n ary meLeTuSnYa gunung Merapi menarik perhatian jiwa sosial seluruh peserta Tour d’Indonesia 2010. Karena itu seluruh pebalap menggalang bantuan dana untuk membantu korban gunung Merapi. Selain menggalang dana bantuan, seluruh pebalap dan ofisial juga menggunakan pita hitam di lengan sebagai tanda bela sungkawa terhadap korban gunung berapi teraktif di dunia itu. Untuk balapan sendiri pada etape ke-5 ini hanya menempuh jarak 10 km keluar Kota Semarang. Selanjutnya pebalap diangkut dengan bus hingga menjelang finis di Kota

Yogyakarta. Sebelum dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih seluruh pebalap yang berjumlah 90 orang beserta seluruh ofisial, panitia hingga penonton juga mengheningkan cipta sejenak untuk korban Merapi. Selain hasil pengumpulan dana sebelum pemberangkatan, hadiah yang seharusnya diperebutkan pada etape kelima sebesar 6.510 dollar AS juga akan disumbangkan kepada korban bencana alam itu. Setelah dilepas oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah rombongan pebalap langsung bergerak keluar Kota Semarang. Setelah sampai di Mako Brimob Semarang seluruh pebalap berhenti dan diangkut dengan kendaraan untuk menuju Yogyakarta. “Etape ini saya gunakan untuk recovery.

Apalagi akan menghadapi etape yang cukup panjang. Saya kira etape ini cukup untuk pemanasan,” kata Fatahilah Abdullah pebalap Pengrov ISSI Yogyakarta, Kamis (28/10). Manajer United Bike Kencana Malang, Sugeng Trihartono juga menilai Etape ke-5 Peduli Merapi ini sangat menguntungkan anak asuhnya yang saat ini membutuhkan pemulihan cukup panjang. Saat ini dua pebalapnya yaitu Usman Ali dan Budi Santoso pemegang kaos kuning sebagai pebalap tercepat mengalami cedera setelah terjatuh di etape ke-3 dan ke-4 Setelah beristirahat sehari, Tour d`Indonesia 2010 kembali dilanjutkan menuju etape ke-6 dari Yogyakarta menuju Madiun Jawa Timur, Sabtu (30/10) dengan menempuh jarak 179,4 km. n tulus supangkat

Legenda MU Jual Medali
nObbY Stiles yang merupakan salah satu legenda Manchester United dan anggota timnasional Inggris yang memenangkan Piala Dunia pada tahun 1966 menjual dua medali pentingnya. Medali simbol juara Liga Champions dan Piala Dunia 1966 dijual pada semua rumah lelang di Edinburg Inggris, kedua medali tersebut akhirnya dibeli oleh Manchester United seharga 237 ribu Pounds atau sekitar Rp 3.3 miliar. Sejak sebulan lalu Stiles memang telah berniat menjual koleksi medali dan beberapa atribut lainnya seperti kostum MU dan Inggris yang dia kenakan semasa aktif sebagai pemain, pria berusia 68 ini merupakan salah satu dari dua orang pesepakbola yang berhasil meraih kedua medali bersejarah tersebut salah satunya lagi adalah legenda MU lainnya Sir Bobby Charlton. Hal ini dilakukan Stiles karena yang bersangkutan ingin agar anak-anaknya bisa merasakan hasil penjualan tersebut. Saat ini Stiles dalam keadaan sakit karena menderita kanker sejak bulan Juni lalu. Medali Piala Dunia 1966 awalnya ditawa sebesar 150 ribu pounds namun MU berhasil mendapatkan medali bersejarah itu dengan penawaran sebesar 188 ribu pounds sedangkan medali Liga Champions musim 1967/68 dihargai dengan nilai 49 ribu pounds. Pihak MU mengatakan bahwa barangbarang berharga ini akan dipajang pada museum sejarah perjalanan Manchester United di Old Trafford. n ary

Tak Semua Pemain Mata Duitan
iminG-iming gaji selangit biasanya menjadi alasan seorang pemain bertahan atau pindah klub. Benarkah pesepakbola bermain untuk siapa yang berani membayar lebih mahal? Tidak semua, katanya. Ketika ribut-ribut mengenai kontrak baru Wayne Rooney meyeruak pekan lalu, ada dugaan bahwa ini adalah akalakalan agen si pemain, Paul Stretford, untuk menaikkan gaji kliennya. Sir Alex Ferguson sendiri sempat mengeluhkan hal ini. Manchester United memang tak melansir berapa akhirnya Rooney dibayar. Yang mereka umumkan hanya bomber internasional Inggris itu diperpanjang kontraknya sampai tahun 2015. Namun demikian, banyak media Inggris mengabarkan, Rooney digaji dengan nilai yang sangat “wah”. Eks pemain Everton itu dikabarkan menerima upah sebesar 200 ribu poundsterling sepekan, angka yang nilainya sama dengan Rp 2,8 miliar. Bandingkan dengan Frank Lampard yang “cuma” digaji 151 ribu pounds (Rp 2,12 miliar) per pekan. Rooney pun menjadi pemain dengan gaji termahal di Premier League, kalau bukan di dunia. Entah naiknya gaji Rooney ini berefek langsung untuk MU atau tidak. Yang jelas, setelah dirinya, ada beberapa pemain ‘Setan Merah’ yang juga disodori kontrak baru. Tentunya dengan kenaikan gaji yang signifikan pula. Bek kiri Patrice Evra dikabarkan bakal mendapatkan gaji sebesar 100 ribu pounds (Rp1,49 miliar) per pekan. Padahal sebelumnya, pemain asal Prancis itu hanya dibayar sebesar 70 ribu pounds (Rp986 juta). Adalah wajar misalkan Evra meminta kenaikan gaji ketika mengetahui rekannya dibayar lebih mahal. Toh mereka sama-sama pemain utama, sama-sama berkontribusi besar

Messi Ingin Selamanya di Barca

di tengah maraknya isu dirinya diminati Inter Milan, Lionel Messi mengatakan kalau ia sudah merasa nyaman di Barcelona dan berharap memperkuat klub raksasa Spanyol itu hingga akhir karirnya. Sebelumnya presiden Inter, Massimo Moratti, kepada sejumlah media di Italia mengatakan kalau rencananya untuk memboyong bintang Argentina itu ke San Siro bukan ide basa-basi. “Saya tidak bergurau mengatakan ingin mendatangkan Leo (Messi),” ungkap Moratti beberapa waktu lalu. Pernyataan Moratti itu ditanggapi Messi dengan mengatakan kalau saat ini, ia sama sekali tak ingin meninggalkan Barcelona. Pemain berusia 23 tahun ini sudah merasa bahagia di Barca. “Inter? Untuk saat ini, saya merasa sangat bahagia di Barca. Saya belum berniat untuk pergi,” kata Messi. n ary

untuk klub. MU bukanlah satu-satunya klub yang diruwetkan oleh masalah gaji pemain. Ingat bagaimana Emmanuel Adebayor terus merengek gaji besar kepada Arsenal

sampai akhirnya dia pindah ke Manchester City? The Citizens yang dilimpahi fulus oleh Sheikh Mansour jelas lebih bisa memenuhi permintaan Adebayor ketimbang The Gunners. n ary

EKONOMI
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

14

SINGKAT
Jamsostek Siap Menjadi BPJS
JaKaRTa - PT Jamsostek (Persero) menyatakan siap menjadi leading company sebagai salah satu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, baru-baru ini mengatakan, BUMN yang dipimpinnya berpengalaman menyelenggarakan dan mengadministrasikan sistem jaminan sosial lebih dari 32 tahun. Saat ini BUMN itu selama 33 tahun mampu mengelola Rp 98,4 triliun dana pekerja. Hotbonar memaparkan, manajemen kini mempermudah kriteria pembukaan kantor pelayanan di daerah guna meningkatkan manfaat bagi peserta program perlindungan dasar. ”Strategi ini bertujuan mendekatkan pelayanan dengan masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menjalankan fungsi BPJS,” ujarnya. Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Jamsostek Djoko Sungkono menambahkan, pihaknya optimistis dapat menjalankan jaminan sosial secara menyeluruh berkat jaringan 141 kantor didukung sistem informasi yang terintegrasi. n soebardjo

175 PDAM Menunggak Utang
JaKaRTa - Sebanyak 175 dari 205 PDAM di seluruh Indonesia yang mendapat pinjaman dari pemerintah, diketahui menunggak pembayaran utang hingga Rp 4,6 triliun, yang terdiri dari Rp 1,5 triliun utang pokok dan Rp 3,1 triliun utang nonpokok. Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dalam acara penandatanganan amendemen perjanjian pinjaman dan forum dialog dengan PDAM, Pemda dan DPRD di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/10). “Berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan No. PMK 120/PMK.05/2008, pemerintah berinisiatif melakukan penjadwalan ulang tunggakan-tunggakan utang PDAM tersebut,” kata Agus. Saat ini menurut Agus, sudah ada 68 PDAM dengan total pinjaman pokok Rp 770 miliar yang sudah dijadwalkan ulang pembayarannya dan utang nonpokok Rp 1.954 miliar yang akan dihapus. “Untuk 15 PDAM yang direstrukturisasi pada tahap pertama, sebanyak 6 PDAM telah disetuji menteri keuangan untuk dihapuskan utang-utang dengan syarat, dan 9 PDAM disetujui oleh presiden,” kata Agus. Dalam waktu dua tahun mendatang, proses penghapusan utang bersyarat itu juga akan diikuti oleh 53 PDAM yang lain. “Kita lakukan secara bersyarat karena menyelesaikan masalah keuangan memang paling gampang dengan injeksi modal. Merestrukturisasi bisa, tapi kalau manajemen tidak benar pasti akan jatuh lagi,” kata Agus. Pejadwalan ulang itu menurut Agus dilakukan untuk menyehatkan PDAM agar target cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat Indonesia yang saat ini baru mencapai 40 persen, bisa meningkat menjadi 70 persen pada 2015. Budi Yuwono, Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum mengakui, saat ini memang banyak PDAM yang kondisi keuangannya tidak sehat sehingga berakibat kepada tunggakan utang. Menurutnya, dari 392 PDAM di seluruh Indonesia , hanya ada 132 yang sehat. Sisanya sakit. “Yang menjadi penyebabnya adalah biaya produksi dengan tarif yang dikenakan kepada pelanggan tidak sebanding. Ada juga karena masalah kebocoran air yang tinggi dan mismanagement,” kata Bayu. n soebardjo

Kontrak Empat WK Diperpanjang
JaKaRTa – Pemerintah memperpanjang empat kontrak kerja sama wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas), yakni WK Blok South Sumatera, WK Blok Aceh, WK Blok Bawean dan WK Blok Madura Strait. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh berharap perpanjangan kontrak kerja sama empat WK migas ini mampu menjamin pasokan pemenuhan gas domestik. “Dua WK yang diperpanjang, yakni South Sumatera dan Bawean telah menghasilkan produksi minyak dan gas bumi. Adapun blok lainnya, Blok A Aceh dan Blok Madura Strait sedang dalam tahap pengembangan lapangan gas bumi,” ungkap Darwin dalam acara penandatanganan perpanjangan kontrak kerja sama WK South Sumatera, Blok A Aceh, Bawean dan Madura Strait di Gedung ESDM, Jakarta, Kamis (28/10). Kontrak existing Blok South Sumatera yang dioperasikan PT Medco E & P Indonesia akan berakhir pada 27 November 2013, kemudian kontrak existing Blok A Aceh yang dioperasikan PT Medco E & P Malaka akan berakhir pada 31 Agustus 2011. Sementara kontrak eksisting Blok Bawean yang dioperasikan KKKS Camar Resource Canada Inc akan berakhir pada 6 Februari 2011 dan kontrak eksisting Blok Madura yang dioperasikan Husky Oil Madura akan berakhir pada 19 Oktober 2012. Darwin menjelaskan, sebanyak 128 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi dari WK South Sumatera telah digunakan untuk memasok kebutuhan gas PT Pupuk Sriwijaya dan pembangkit listrik di Sumatera Selatan. Sementara gas bumi dari Blok A Aceh sebesar 110 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) akan digunakan untuk memenuhi pasokan gas bumi PT Pupuk Iskandar Muda dan PLN Aceh Timur. n soebardjo

Asuransi Bencana Masih Dikaji
JaKaRTa – Pemerintah secara prinsip setuju dengan wacana asuransi bencana,berhubung Indonesia sering dilanda bencana alam.Kendati demikian, pemerintah masih mengkaji wacana tersebut. Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, di negara maju asuransi bencana sudah sangat lazim.Namun, di Indonesia belum begitu dikenal sehingga pemerintah sangat hatihati membelanjakan dana untuk asuransi bencana alam. ”Secara prinsip, kami setuju soal pendirian asuransi bencana. Namun, bagaimana bentuknya, masih dipikirkan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/10). Menurut Agus, wacana asuransi bencana ini masih dipelajari dan dikaji oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK). Hasil kajian akan segera dipaparkan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan prinsip asuransi tersebut. Walau belum diketahui apakah masalah asuransi bencana bisa masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011,namun pemerintah tidak akan keberatan, jika preminya dibayar dari APBN. Menurut Agus, hal yang juga perlu diperhatikan dari asuransi bencana tersebut adalah pengelolaannya, perhitungan risiko dan reasuransinya.n soebardjo

Jateng Ekspor Karet ke Ukraina
SemaRanG - Guna meningkatkan pendapatan dan devisa Negara, perkebunan Tlogo di Tuntang, Kabupaten Semarang, yang merupakan perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, telah melakukan ekspor karet ke Ukraina. Pelaksanaan ekspor diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo belum lama ini. Perkebunan Tlogo memperoleh kontrak dari importir Oksana Pavlona untuk ekspor ke Ukraina sebanyak 334 ball karet atau 38.872 ton senilai Rp1.043 miliar. Pada tahap pertama dikirim sebanyak 19.888 kg karet atau satu kontainer, selanjutnya dalam jumlah sama akan dikirim setiap bulan. Diterimanya karet oleh importir dikarenakan berdasarkan analisis dan pengujian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, karet produk perkebunan Tlogo memiliki (TM) 140,112 Ha atau 56,7% dan Tanaman Tua Menghasilkan seluas 25,060 Ha (10,2%) dengan jumlah pohon keseluruhan 135.725 batang. Pada tahun 2011 luas tanaman akan ditambah sebanyak 30 Ha. Dari tahun ke tahun produksi lateks perkebunan Tlogo terus meningkat, yaitu tahun 2008 sebanyak 677.538 liter, tahun 2009:689.296 liter, dan tahun 2010 sampai dengan bulan Juli mencapai 405.926 liter. Sedang jumlah sheet atau karet yang dihasilkan tahun 2008 sebanyak 159.330 ton, tahun 2009:170.517 ton dan tahun 2010 sampai dengan bulan September sebanyak 133.001 ton. Dengan pemeliharaan yang baik diharapkan produktivitas dapat ditingkatkan secara bertahap, sehingga pada tahun 2017 produksi sheet mencapai 291.055 ton atau meningkat rata-rata sebesar 10.08% pertahun. n tulus supangkat

kategori mutu RSS I, dengan parameter elastisitasnya mencapai 83,7%, jauh di atas standar mutu 1 yaitu 70%. Harga yang diperoleh dari ekspor sebesar Rp27.150/kg juga lebih tinggi dibandingkan dengan harga dalam negeri sebesar Rp26.000/kg. Sedang untuk meningkatkan karet perkebunan Tlogo terus mengembangkan tanaman karet disamping tanaman kopi, cengkeh dan kapok

randu. Pengembangan dilakukan dengan cara intensifikasi pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, perbaikan teras talud, dan penambahan luas lahan serta jumlah tanaman. Pada tahun 2010 luas tanaman karet di perkebunan Tlogo sebesar 247.137Ha, terdiri atas luas Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) 81,964 Ha atau 33,1%, Tanaman Menghasilkan

15
SINGKAT
SDN Kampung Bulak Ingin Tambah Lokal
PamuLanG - Sekolah Dasar Negri (SDN) Kampung Bulak II yang berlokasi di Kelurahan Kedaung Pamulang, berbatasan dengan Komplek Brimob, terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelajaran kendati dengan segala keterbatasannya, berkat kerja keras Kepala Sekolah Jamhari Spd. Diakui Jamhari, sarana ruang belajar untuk siswa hanya ada 4 lokal, 1 ruang dipergunakan untuk ruang laboratorium komputer, dan satu ruangan dipergunakan untuk kantor bersama. Jumlah muridnya tahun ini mencapai 560 siswa, sehingga pengaturan waktu mengajar pun harus disesuaikan menjadi dua ship, yaitu pagi dan siagng. “Terpaksa kami mengatur waktu dengan dua ship, untuk kelas 1 diparalel hanya 2 jam saja, sedangkan kelas 2, kelas 5, dan kelas 6 masuk pagi, siang hari untuk kelas 3 dan kelas 4,“ ujarnya. Jamhari berharap perhatian Pemerintah, agar nantinya bangunan untuk sarana belajar ditambah walaupun dengan lahan terbatas. “Kami menyadari selama ini jumlah murid dan sarana tidak sesuai. Saya berharap kepada Pemerintah untuk lebih memperhatikanm agar mutu pendidikan benar-benar tercapai seperti yang diharapkan,“ katanya. n bumi sunyoto

PENDIDIKAN
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Rp18 M untuk Pendidikan di Jateng
SOLO - Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono memberikan bantuan senilai Rp 18 miliar untuk dunia pendidikan di Jateng. Diharapkan bantuan ini dapat meningkatkan dunia pendidikan di provinsi vokasi tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh pada acara Silaturahmi Wapres dengan perwakilan pelajar SMKN 2 Surakarta dan pelajar SMK, SMA, MA se-Surakarta di Aula SMKN 2, Kamis (28/10). Di depan Wapres yang didampingi Ny Herawati Boediono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, yakni Mendiknas, Menteri Agama Suryadarma Ali dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Linda Agum Gumelar, serta Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jateng Kunto Nugroho memaparkan sejumlah indikator keberhasilan Jateng sebagai provinsi vokasi bidang pendidikan. Indikator itu di antaranya adanya kenaikan tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/ MA dari tahun 2009 sebesar 94,36% menjadi 99,25% pada 2010, kemudian banyaknya inovasi produk manufaktur khususnya bidang pertanian, serta penyerapan kelulusan di dunia kerja. “Jateng itu provinsi besar dengan populasi besar serta kompleksitas permasalahan yang ada. Jika banyak bantuan masuk ke Jateng, maka bisa membantu menyumbangkan pembangunan pendidikan berkarakter untuk nasional,” papar Kadispora. Cinta Bangsa Pada acara silaturahmi itu, Budiono beraudiensi dengan sejumlah perwakilan siswa dan guru. Salah satu yang cukup menggelitik adalah pertanyaan yang dilontarkan Farid. Siswa MAN 1 Surakarta ini bertanya tentang cara membangkitkan rasa cinta kepada bangsa yang sudah telanjur dikenal sebagai salah satu negara terkorupsi. “Caranya jangan dibebankan ke satu pihak saja. Memberantas korupsi itu menjadi beban dan kewajiban semua pihak. Dengan ini maka rasa cinta kepada bangsa akan muncul,” jawab Boediono. n hardjanto ms

Jateng Butuh 14.389 Guru
S e ma Ra nG - Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo mengemukakan, kebutuhan guru kelas di Jateng tahun 2010 mencapai 14.389 orang, sedangkan tahun 2011 sebanyak 2.885 orang. Hal itu disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Drs Supangat dari Biro Pembinaan Mental (Bintal) Provinsi Jateng, pada Wisuda Ke-43 IKIP Veteran Semarang, pekan lalu. Wisuda diikuti 937 wisudawan dan berlangsung dua hari, Senin dan Selasa. Bibit mengatakan, IKIP Veteran Semarang sebagai perguruan tinggi yang mencetak lulusan menjadi tenaga pengajar/guru diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam memenuhi kebutuhan guru di Jateng. Pada wisuda hari kedua, Selasa kemarin, hadir dan memberikan sambutan Sekretaris Kopertis Wilayah VI Jateng Drs H Chamdi Rahmat MM dan Ketua Yayasan IKIP Veteran Semarang H Ali Rosyad SKom MBA MM. Wisuda dibuka Rektor Drs Sukoco MPd. Wisudawan dengan indeks prestasi tertinggi terdiri atas Ina Setyowati dari Program Studi Pendidikan Sejarah, Suryo Subektu dari Program Studi Teknik Mesin, Heni Supriyati dari Program Studi Bimbingan Konseling, Rohayati dari Program Studi PPKn, Kusuma Indriani dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Desi Wulandari dari Program Studi Pendidikan Geografi dan Khabibah dari Program Studi PG-PAUD. n hardjanto ms

777 Guru Bantu DKI Bakal Jadi CPNS
tegasnya Walikota Jakarta Barat H. Burhanuddin mengatakan bangga dan bahagia karena dengan bantuan untuk satu tahun sesuai dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 20072012 sehingga siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan sekolahnya. ”Kami benar-benar bersyukur,” tutur walikota. Kepala Sudin Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Barat, H.Abdul Hamid, mengatakan bantuan yang diberikan tidak berupa uang melainkan Kartu Bebas Pembiayaan PendidikanMenengah sebesar Rp240.000 per bulan atau Rp2.880.000 setahun.. ”Untuk tahun 2010 ini sebanyak 500 siswa,” jelasnya Sedang tahun 2009 sebanyak 480 siswa. Jumlah siswa tidak mampu (miskin) di Jakarta Barat sampai tahun 2008/2009 tercatat 13.788 siswa. Acara penyerahan beasiswa ini dihadiri para orang tua, para kepala sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta dan para siswa penerima beasiswa. n johny siregar

Lembaga Pendidikan Harus Punya Konsep
TanGeRanG - Permasalahan dunia pendidikan bernuansa kekerasan dan kecurangan di tanah air, hal ini sebenarnya tidak akan pernah terjadi apabila semua unsur yang terlibat didalamnya dapat memaknai konsep dan filosofi pendidikan yang sebenarnya. Drs. Sinulingga, pemerhati pendidikan dan Kepala Sekolah SMP YADIKA 3 Ciledug kepada Tabloid Sensor mengatakan, penyelenggara pendidikan harus dapat memberikan solusi dengan memadukan berbagai konsep pendidikan didalam materi proses pembelajaran, untuk mewujudkan pendidikan yang dapat memberikan efek logika, etika, estetika sebagai cipta rasa dan karsa serta pendidik (guru). “Sebagai penguji berusaha dapat mencetak kader bangsa yang berilmu, berahklak, berprestasi, berkarakter dan dapat menjadi generasi yang lemah yang hannya jadi pengikut dari korban perubahan zaman,” jelasnya. Terkait dengan aturan Walikota Tangerang Wahidin Halim dalam merazia pelajar yang nongkrong di mal-mal saat jam pelajaran, Sinulingga mendukung apa yang sudah menjadi kebijakan Pemkot dan Dinas Pendidikan. n bumi sunyoto

JaKaRTa – Sedikitnya 777 dari 6.814 guru bantu di DKI Jakarta akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS, diharapkan tahun 2011 sudah bisa teralisir.”Saya bersumpah akan membantu nasib guru-guru termasuk guru honor,” kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, H.Achmad Nawawi, dihadapan siswa maupun walimurid, ketika penyerahan bantuan beasiswa rawan putus sekolah (RPS), di ruang serbaguna Kantor Walikota Jakarta Barat,Kamis (28/10) Guru bantu ini rata-rata mereka sudah mengajar

sekitar 7 tahun bahkan ada yang sampai 15 tahun . Sementara ini para guru bantu memperoleh bantuan dari 2 sumber, APBN sebesar Rp740 ribu dan dari APBD Rp490 ribu atau total Rp1.230.000/guru. Sedangkan untuk guru honor yang mengajar di SD,SMP,SMA,SMK sebanyak 11.351 guru tidak memperoleh bantuan apapun. Kalau ada juga melalui dana Biaya Operosional Sekolah (BOS). ”Masalah ini memang dihalalkan karena ada juklak dan juknisnya. Kami akan perjuang ke Pemprov untuk mendapatkan uang transport dan tahun 2011 bisa

terealisasi.”ujarnya. Menyinggung guru agama status Departemen Agama dengan status dibawah naungan Pemprov DKI Jakarta, diakui masih menyedihkan karena yang dibawah naungan deperatemen hanya memperoleh gaji, sedang guru agama dibawah Pemprov DKI Jakarta mendapat Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan sekitar Rp2 juta sampai puluhan juta rupiah/bulannya. ”Ini terjadi kesenjangan penghasilan. Ini gara-gara otonomi daerah sehingga guru agama dari agama dari departemen dikorbankan,”

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

16

INFO
DBD di Jaksel Menurun
JaKaRTa - Meski hujan terus mengguyur wilayah ibu kota dalam beberapa bulan terakhir, namun angka pasien demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan justru menurun. Angka tertinggi hanya terjadi pada April yang menembus 768 kasus, sedangkan pada bulan-bulan berikutnya menunjukan penurunan. Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menyebutkan, sejak Januari hingga 26 Oktober 2010 tercatat sebanyak 5.097 kasus DBD terjadi, dengan rincian Januari 688 kasus, Februari 670 kasus, Maret 755 kasus, April 768 kasus, Mei 452 kasus, Juni 417 kasus, Juli 407 kasus, Agustus 548 kasus, September 372 kasus, dan Oktober 20 kasus. “Musim hujan tidak memengaruhi meningkatnya jumlah kasus DBD di Jakarta Selatan,” kata Hakim Siregar, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Selatan, Kamis (28/10). Dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan, Hakim menyebutkan, Kecamatan Pasarminggu berada di posisi pertama dengan 829 kasus, disusul Kebayoranlama 679 kasus, Tebet 671 kasus, Jagakarsa 584 kasus, Cilandak 571 kasus, Pancoran 539 kasus, Kebayoranbaru 347 kasus, Mampangprapatan 312 kasus, Pesanggrahan 307 kasus, dan Setiabudi 258 kasus. “Kecamatan Pasarminggu, Kebayoranlama, dan Tebet berada di peringkat paling tinggi,” ujarnya. n delwandra

Tertibkan Reklame Liar di Senayan
JaKaRTa - Keberadan tiga titik reklame di kawasan padang golf Senayan, Jakarta Selatan, harus segera dibongkar, karena tidak memiliki izin dan menyalahi aturan pembangunan reklame di DKI Jakarta . Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi C DPRD DKI, Endah S. Pardjoko, menanggapi masih berdirinya Bilboard yang menyalahi Perda. “Di dalam Perda jelas disebut tidak boleh di sarana prasarana milik pemerintah dan sepanjang trotoar,“ terang Endah. PT Sinar Kemala Intermetro Golf (PTSKIG) selaku pengelola dari lokasi Klub Golf Senayan, telah mendapat rekomendasi dari Badan Pegelola Gelora Bung Karno (BPGBK ), dengan kompensasi bersih 20 persen disetor ke BPGBK. Jadi, kata Endah, pihak Pengelola GBK juga telah membiarkan pelanggaran yang dilakukan oleh PTSKIG, karena tidak mengindahkan peraturan dalam pembuatan titik reklame. Ketiga bilboard yang berada di garis kelola PTSKIG tersebut berukuran besar yakni 9 x 18 meter atau luasnya 162 meter, karena tidak memiliki izin. Akibatnya, kebocoran pendapatan daerah dari ketiga reklame itu bisa ditaksir mencapai Rp25 miliar per dua tahun. Sedangkan Robert, Direktur Utama salah satu biro iklan mengatakan, akibat lemahnya Perda dan Pergub membuat banyak orang yang memanfaatkan kelemahan Perda tersebut, karena isinya yang kurang menggigit atau banci. Dia mengatakan, dari 31 jumlah titik reklame di kawasan Senayan, semuanya berada di titik halaman, tetapi saat ini kebanyakan malahan ada di trotoar dan di atas drainase. “Plaza Senayan pernah komplain terhadap titik iklan yang berdiri pas disaluran pembuangan air yang menyebabkan kebanjiran,“ tutur Robert. Padahal, peta titik reklam e k awasan Senaya n d i tan datangani oleh Asisten Pembangunan Pemprov DKI, yang masa itu dijabat oleh Sarwo Handayani. n armenius barus

Dinas Kebersihan Tekan Volume Sampah Anorganik
JaKaRTa - Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan menggalakkan kembali sosialisasi pengurangan pemakaian kantong plastik untuk rumah tangga untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah an organik. Menurut Kasubag TU UPT TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Dinas Kebersihan DKI Jakarta, S. Marnaek, jumlah sampah anorganik saat ini mencapai 45 persen berbanding 55 persen dengan sampah organik dari jumlah sampah yang ada di enam wilayah di DKI Jakarta. “Untuk tahun-tahun mendatang diperkirakan volume sampah organik bisa melampaui jumlah dari sampah organik,“ tutur Marnaek. Perkiraan tersebut menurut Marnaek, diakibatkan pemakaian plastik yang berlebihan khususnya untuk keperluan rumah tangga. Ditambah lagi, tingkat kesadaran masyarakat juga masih sangat rendah. Ditambahkan oleh Marnaek, dari 500 ton dari 6.500 ton total sampah harian baik organik maupun anorganik, dan sampah tersebut kebanyakan sulit terurai (biodegradable) Untuk itu, sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik perlu digalakkan lagi, sehingga dapat menekan peningkatan volume sampak an organik. Agar dapat tercapai Dinas Kebersihan berharap adanya peran serta masyarakat, dan para pecinta lingkungan turut mensukseskan program tersebut. Menanggapi hal ini, anggota komisi D DPRD DKI, Muchd Sanusi mengatakan, perlu suatu payung hukum untuk mendukung program pengalihan pemakaian sampah dari sulit terurai ke mudah terurai. Menurut Sanusi yang juga ketua Fraksi Partai Gerinda, jumlah sampah anorganik tidak akan bertambah pesat seperti perkiraan jika program benarbenar dilaksanakan. ”Kata siapa akan bertambah sampah anorganic, kalau perencanaan nya di laksanakan dengan benar ,malah bisa menekan volume sampah anorganik,“ terang Sanusi. n armenius barus

Sejumlah Trayek Angkutan Umum di DKI Mati
JaKaRTa – Trayek angkutan umum di Jakarta sebagian besar sudah mati. Karena itu, dibutuhkan revitalisasi trayek agar efektif sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, sebagian besar trayek angkutan umum sudah mati. Saat ini angkutan umum yang beroperasi hanya sekitar 25–40%. Salah satu penyebab matinya trayek angkutan umum tersebut, yakni penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Menurut dia, penggunaan sepeda motor di Jakarta sudah melebihi batas normal. Salah satu penyebabnya adalah kemudahan warga dalam mendapatkan kredit sepeda motor. ”Trayek angkutan umum banyak yang mati karena sepi penumpang.Dari 20 unit metromini, yang beroperasi hanya lima unit dalam sehari. Kondisi yang sama dialami operator lainnya,” kata Azas, baru-baru ini. Pihaknya mengaku sudah menyampaikan masalah ini kepada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Bahkan, DTKJ juga meminta Dishub untuk segera merevitalisasi seluruh trayek di Ibu Kota. n armenius barus

Kasus KDRT di Jakut Masih Memprihatinkan
JaKaRTa - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Jakarta Utara setiap tahun terus meningkat. Korban aksi KDRT dialami para perempuan dan anakanak. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. “Kita sangat miris lantaran masih tingginya angka KDRT di Jakarta Utara. Pemberitaan soal KDRT terus saja terjadi. Ini yang perlu dicegah dengan cara rutin menggelar sosialisasi dan pemahaman soal KDRT kepada warga,” ujar Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Utara, M Yuliadi saat membuka Seminar Pencegahan KDRT, di Ruang Pola, Kamis (21/10). Berdasarkan rasa keprihatinan itu pula, kata Yuliadi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara bertugas menyampaikan saran bagaimana cara terbaik yang perlu dilakukan agar tidak terjadinya KDRT. “Belakangan ini sering terjadi KDRT. Idealnya jika suami dan istri sudah membacakan

ijab kabul dan memiliki anak maka semua berjalan baik, tapi ini malah terjadi kererasan,” tukas Yuliadi. Setelah berumah tangga, lanjut Yuliadi, ternyata lingkungan dan juga mungkin masalah ekonomi ikut mengubah karakter dan perilaku. Di Jakarta Utara saja cukup banyak warga yang perekonomiannya masih rendah. Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi masalah tersebut. Sedianya bagi kaum pria akan diberi

keterampilan agar bisa berusaha sendiri. Sedang bagi kaum perempuan bisa dilibatkan dalam kegiatan PKK. Sehingga ada kegiatan yang membuka wawasan mereka. “Semoga lewat seminar ini, para peserta dapat menerima informasi penting yang bisa disosialisaikan ke lingkungan mereka agar KDRT dapat dicegah dalam rumah tangga,” ujar Yuliadi dihadapan 124 peserta seminar yang merupakanm

tokoh masyarakat. Sementara itu Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Supri Astuti mengatakan, sejauh ini para korban KDRT memang umumnya kaum perempuan dan anak-anak. Supri mengimbau kepada siapa saja yang sudah merasakan KDRT agar tidak pernah takut untuk melapor. Jika sudah terjadi kekerasan secara fisik maka segera saja laporkan ke polisi. n jerry patty

17
SEPUTAR
Tiga Karyawan Terbaik Samsat Ciledug

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Panggil Instansi Penjual Fasum-Fasos
beKaSi – Pengkavlingan tanah yang semula diakui sebagai Fasos/Fasum milik Pemkot Bekasi di Perumahan Taman Narogong Indah, Kelurahan Bojong, Kecamatan Rawalumbu, segera dibahas DPRD Bekasi. Instansi terkait segera dipanggil untuk menjelaskan masalah tersebut. Pasalnya, lahan fasos fasum merupakan asset Pemkot dan bila ada peralihan atau penjualan, harus melalui proses yang benar. “Penjualan ataupun peralihan aset milik Pemkot Bekasi harus melalui prosedur karena menyangkut keuangan negara. Bila tidak dilakukan dengan prosedur yang benar berarti ada indikasi korupsi atau penggelapan asset negara,” terang Ketua Komisi B

TanGeRanG - Dalam memberikan pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor, Samsat Ciledug dibawah komando H. Soempono selalu mengutamakan pelayanan maksimal sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Tidak itu saja bagi karyawan dan petugas di-Samsat Ciledug Kota Tangerang pada tiap tahunnya selalu mengadakan pemilihan karyawan terbaik yang pada tahun 2010 ini terpilih tiga karyawan terbaik yaitu, Aiptu. Parno dengan Nrp. 58020499, Aiptu. H. Sumarto dengan Nrp. 60040393, dan karyawan Pekerja Harian Lepas (PHL) Eko Hendriyanto. Menurut Mangunis, salah seorang petugas, hasil penilaian tiga karyawan terbaik ini adalah dari penilaian semua karyawan yang ada di Samsat Ciledug. n bumi sunyoto, amal jamaludin

DPRD Bekasi Rony Hermawan, Rabu (27/10). Terkait adanya laporan masyarakat soal peralihan atau dugaan penjualan lahan fasos fasum seluas 2.500 m2

di Perumahan Taman Narogong Indah, Rony mengatakan segera membahas dengan anggota dewan lainnya. “Akan kita bahas dan panggil instansi terkait seperti Dinas Tata

Ruang, Dinas P2B, camat, lurah, untuk menjelaskan masalah ini,” tegasnya. Ia juga menjelaskan akan mengecek apa sebenarnya peruntukan lahan tersebut melalui Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). “Peruntukkan lahan yang sudah dimiliki pengembang – tidak bisa diubah begitu saja tetap harus ada prosedur. Apalagi ini tanah fasos fasum yang menurut laporan masyarakat beralih ke pihak swasta,” lanjut Rony. Di lokasi tersebut sudah ada plang papan nama tanah milik PT Kentanix Supra Internasional (KSI). Sudah ada pengkavlingan tanah menjadi 11 bagian dengan luas antara 100 m2 hingga 360 m2 yang diberi nama Blok A2-A12. n deddy suryadi

Camat Terjun Langsung Pantau Banjir
TanGeRanG - Banjir ternyata bukan saja langganan bagi penduduk DKI Jakarta saja, tapi di Kota Tangerang banjir juga merupakan masalah yang sampai sekarang tidak bisa terselesaikan. Kerap kali datang hujan sudah pasti banjir melanda sebagian wilayah Kota Tangerang. Apalagi dipemukiman komplek seperti di Perumahan Purikartika, Ciledug Indah yang tiap tahunnya menjadi langganan banjir. Untuk penanggulangannya terhadap banjir perlunya kesadaran semua pihak, baik dari Pememerintahan Kota maupun masyarakat agar tidak lagi membuang sampah disembarang tempat, dan yang terpenting adalah dari aparat itu sendiri yang harus dapat memberi contoh dan mesosialisasikannya kepada masyarakat perihal program K-3 (Kebersihan, ketertiban, dan keindahan). Banjir yang mengenangi dibeberapa wilayah Kecamatan Ciledug pada Selasa (26/10) malam lalu, Camat Ciledug H. Fuad bersama jajarannya langsung menuju ke lokasi yang dimaksud dan langsung mengintruksikan jajarannya termasuk lurah agar siap siaga membantu warga yang harus diprioritaskan lebih dulu. Instruksi Camat Fuad serta arahannya ternyata direspon langsung oleh Lurah Peninggilan Selatan, Muslih. S.sos. Bukan korban banjir saja yang disikapi, tapi juga turun langsung dengan membawa warga RT. 01/04 Kelurahan Peninggilan Selatan yang tidak mampu itu ke rumah sakit Sari Asih Ciledug dengan Kartu Multi Guna, tanpa dipungut biaya sepeserpun. “Alhamdulillah pasien sekarang sudah membaik,” ujar Muslih.n bumi sunyoto, amal jamaludin

Jabatan Adalah Amanah

PamuLanG – Masyarakat di Kelurahan Lengkong Wetan dibawah kepemimpinan Lurah Supriyadi SE merasa puas atas kinerja aparat kelurahan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga yang ingin mengurus dokumen– dokumen Kependudukan. “Terus terang kami merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, ramah, sigap dan tidak bertele-tele,” tutur salah seorang warga pendatang yang tidak mau disebutkan namanya itu. Bagi Supriyadi, hal pokok utama dalam melaksanakan tugas sebagai Lurah adalah mengedepankan kepentingan masyarakat guna memberikan pelayanan yang maksimal baik dibidang pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Karena jabatan yang saya emban ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh warga dan jabatan ini pun harus saya pertanggung jawabkan nantinya kepada Allah SWT,” ujarnya. Untuk itu dia berharap kepada Walikota Tangerang Selatan terpilih dari hasil demokrasi pada tanggal 13 November 2010, bisa membawa masyarakat Kota Tangerang Selatan lebih maju lagi dan sejahterah, baik pendidikan, kesehatan dan yang lainnya. “Siapapun yang menjadi walikota nanti harus dapat mensejahterakan rakyat disemua sektor kehidupan,” ujar Supriyadi yang juga beristrikan anggota Dewan di Kota Tangerang Selatan ini. n amal jamaludin

Izin Proyek PT Asia Mandiri Palsu
dePOK – Pemerataan tanah untuk perumahan di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Rabu (27/10), dihentikan anggota Satpol PP dipimpin Kepala Satpol PP Drs H. Sariyo Sabani MM. Pemerataan tanah seluas 3,3 hektar di lingkungan RT 01, RT 02 RW 01 Kelurahan Sawangan Baru dengan buldozer itu dihentikan karena surat izin yang dimiliki pengembang PT Asia Mandiri palsu. Sariyo Sabani kepada wartawan di lokasi urugan tanah mengatakan surat izin yang diterbitkan tanggal 29 Juli tahun 2005 oleh Agus Yusliman Hasanudin, Kabid Perizinan dan Perekonomian saat itu, tidak ada tanda tangan Walikota Depok. Kepala Perkonomian Kota Depok, Drs H. Zul Finus, yang dikonfirmasi membenarkan surat yang dikeluarkan Agus

palsu, dan sekarang yang bersangkutan sudah pensiun. Sendak dan bersama Lubis selaku pelaksana pemarataan tanah di lahan persawangan itu mengatakan mereka hanya sebagai karyawan dan tidak mengetahui kalau surat izin pemarataan tanah tersebut

palsu. Warga setempat juga khawatir kebanjiran bila lahan persawahan itu dibangun perumahan. “Jika terjadi hujan air diserap ke mana karena sawah bakal jadi rumah, belum lagi air dari Kali Caringin,” kata Aslim,

warga. Selain sawah, puluhan empang milik petani ikan juga bakal kena gusur untuk perumahan. “Perubahan fungsi dari lahan persawahan menjadi lahan perumahan ini nantinya akan menyusakan,” tambahnya.n joko warihnyo

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

18

INFO
Neneng Suparti, Tokoh Pendidikan Tangerang
TanGeRanG - Sebagai seorang guru yang banyak mengeyam dunia pendidikan sejak 1969, sangat pantas baginya disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam mencerdaskan anak bangsa. Menjabat Kepala Sekolah SDN 03 Peninggalan 03 pagi, Parung Serab, Ciledug Kota Tangerang adalah hasil kerja kerasnya selama 41 tahun menjadi guru. Menurut Neneng, dalam pengabdiannya selama ini, dirinya mengaku sangat senang dapat mencerdaskan bangsa, karena pada mulanya dia menjadi guru mengalami banyak rintangan, terlebih menyangkut penghasilannya tidak mencukupi. “Tapi sekarang Alhamdulillah, sebagai guru sekarang ini dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya. Adapun dalam pengabdiannya mencerdaskan bangsa, Neneng berupaya menjadikan siswa berfikir secara jelas, santun dalam bertindak, terampil dalam berkreasi dan menumbuh kembangkan berfikir logis, sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan dan membiasakan sopan santun didalam kehidupan sehari-hari, serta membudayakan hidup disiplin tertib dan bersih. n bumi sunyoto

Kadisdik Jabar Tutup Mata
bandunG – Beberapa permasalahan kinerja di Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, terkait kegiatan proyek lembaga. Walau banyak berurusan dengan aparat penegak hukum, namun tak membuat kapok atau jera oknum pelaku, bahkan semakin berani dengan melakukan penyimpangan baik dalam teknis, prosedur dan pelaksanaan kegiatan lembaga bersumber dana anggaran pemerintah. Bahkan, kegiatan yang dilakukan mengarah pada keuntungan diri sendiri, orang lain, serta pihak terkait. Penyimpangan dan kenakalan PNS di Disdik Jabar memang rawan dalam pengadaan barang dan jasa. Walaupun panitia pengadaan barang dan jasa ada di ULP (Unit Layanan Pengadaan), namun keterkaitan PNS lembaga yang bersertifikat pengadaan lelang diikutsertakan dalam kepanitiaan. Sehingga bila terjadi penyimpangan, saling melempar tangan, dan makin erat kaitan KKN dengan pengusaha, seolah kegiatan lembaga jadi lahan usaha PNS dan pengusaha dalam berkongkalikong. Seperti diberitakan Tabloid Sensor pada edisi minggu lalu, dalam kegiatan pengadaan Akom di Subdin PLB (Pendidikan Luar Biasa) Disdik Jabar senilai Rp 425 juta, berdasarkan hasil pelelangan yang dilaksanakan di ULP dalam pelaksanaannya, tidak sesuai dengan dokumen. Terkait pengadaan hotel yang terindikasi tanpa memasukan surat dukungan untuk melaksanakan kegiatan pada saat lelang. Pelaksanaan kegiatan lelang dilaksanakan ibarat kegiatan penunjukkan. Tentunya, hal ini harus dipertanyakan kepada panitia pemeriksa dalam kegiatan, tepatnya pada PNS yang ditunjuk dari pihak lembaga terkait sebagai panitia kegiatan. Berdasarkan sumber informasi dari pengusaha mengenai pengadaan barang yang diproses oleh panitia di ULP Propvinsi Jabar, sepertinya rawan penyimpangan dalam menentukan pemenang, seolah erat kaitannya antara panitia ULP dengan pengusaha. Hal ini perlu dipertanyakan kepada ketua panitia bernama Ahmad. Pemenang lelang CV Karya Muda Mandiri melaksanakan kegiatan diluar peraturan lelang, yang terindikasi KKN dengan salah satu hotel berbintang Takashimaya. Tentunya kegiatan yang terpantau publik ini perlu dipertanyakan kepada lembaga terkait, yaitu Disdik Jabar, mengingat bukan sekedar kerugian Negara saja yang terkait KKN, namun unsur penyimpangan dan memperkaya diri sendiri ataupun orang lain juga termasuk dalam persepsi KKN, yang bisa merugikan hak-hak keadilan dalam sosial, ekonomi sesame pengusaha dari kalangan masyarakat. Permasalahan ini selayaknya diperhatikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dr. H. Moch. Wahyudin Jakarsyi, yang seolah tutup mata atas perbuatan staf yang terindikasi penyimpangan kinerja. n farida

Tiga Paket Proyek Bina Marga Alami Keterlambatan
bandunG - Permasalahan kinerja Kepala Balai atau PJPK (Pejabat Pembuat Komitmen), jelas akan berdampak buruk kepada lembaga Dinasnya, terkait tiga proyek di Bina Marga yang mengalami keterlabatan. Untuk itu, perlu keberadaanya perlu dievaluasi termasuk usulan yang diajukan oleh Kadis Bina Marga Provinsi Jabar kepada Yongga Bhakti ST, MT untuk perpanjangan jabatannya sebagai kepala balai pada tahun anggaran 2011. Untuk tahun anggaran 2010 ini, Balai Pengeloaan Jalan Wilayah Pelayanan I Cianjur Dinas Bina Marga Provinsi Jabar, memiliki tiga paket proyek ruas jalan provinsi. Namun, pelaksanaan pengerjaannya mengalami keterlambatan. Ketiga paket tersebut, yaitu rehabilitasi ruas jalan Cileungsi–Cibeet, rehabilitasi ruas jalan Cidaun– Naringgul–bts Cianjur, dan peningkatan ruas jalan Parungpanjang–Bunar. Dari ketiga paket proyek ini semuanya mengalami keterlambatan pelaksanaan pekerjaannya. Berbagai keterangan yang berhasil dihimpun, keterlambatan ini disebabkan oleh cura hujan akhir-akhir ini cukup tinggi. Nampaknya kepala balai terjadi keberpihakan terhadap pelaksana proyek (kontraktor), kendati Negara dirugikan karena tidak diadendum. Hal itu tebukti. PJPK malah mengamandemen (perpanjangan kontrak) dari ketiga kontraktor itu, yakni PT. Tunas Santosa Abadi sebagai pelaksana rehabilitasi ruas jalan Cileungsi–Cibeet (8,200 km). Begitu juga dengan kedua kontraktor yang lainnya, juga diperlakukan sama oleh PJPK, diperpanjang kontraknya. n farida

Jangkar Siap Menangkan Amin

PamuLanG - Dukungan terhadap Airin dan Benyamin (Amin) terus bergulir dari berbagai elemen. Satu di antaranya adalah jaringan kerja Airin Rachmi Diany (Jangkar), siap membantu dalam menata Kota Tangerang Selatan bersama Airin yang sudah berjalan satu tahun lamanya, untuk mensukses Pemilukada Walikota Tangsel dan memenangkan Airin dan Benyamin (Amin). Ketua umum Jangkar, Hasan Asyari mengungkapkan, dalam waktu dekat ini pihaknya berharap semua anggota dapat terus bersosialisasi kepada masyarakat di wilayah Tangerang Selatan,dengan menempatkan anggotanya di setiap Kelurahan dan di tingkat Kecamatan dengan melalui Korkel (Koordinator Kelurahan) dan Korcam (Koodinator Kecamatan). Konsekuen terhadap misi dan visi jaringan kerja Airin Rachmi Diany dalam siap membangun dan menata Kota Tangsel, sangat relevan. Jika Airin terpilih, tentunya kedepannya masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat dapat terwujud. n bumi sunyoto

Warga Pacitan Minta Kasus Yoyo Dihentikan
PaciTan - Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat untuk perbedaan pendapat (Ampat) mengepung kantor Pengadilan Negeri (PN) Pacitan. Mereka meminta pengadilan menghentikan seluruh proses pengadilan terhadap diri Wakil Ketua DPRD Pacitan Handaya Aji alias Yoyo. Pasalnya, kasus yang dikenakan ke Yoyo merupakan kasus yang dicari-cari dan dagelan semata. “Kalau pengadilan mengadili Yoyo, pengadilan harus memeriksa seluruh lembaga penerima hibah. Kabarnya malah lebih mengecewakan dan diduga banyak yang fiktif,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampuh, Heri Bahtiar. Heri bangga melihat Yoyo kembali beraktifitas seperti biasa di gedung DPRD Pacitan. Hal itu mencerminkan bahwa ia merupakan wakil rakyat pilihan rakyat. Sekalipun saat ia tengah menjalankan aktifitasnya tersebut, Yoyo ditahan anggota Polres Pacitan. “Saya sepakat dengan apa yang dilakukan Yoyo, menyerahkan diri ke polres berarti membenarkan prilaku yang salah aparat penegak hukum,” katanya. Heri menuturkan, mendengar kabar Yoyo akan ditangkap di gedung DPRD, ratusan warga dari Desa Njetak yang selama ini didampingi Handaya Aji dalam mengusahakan kenaikan ganti rugi tanah dari proyek Jalur lintas Selatan (JLS), dan warga Desa Losari yang sebagaian adalah anggota kelompok tani Damai langsung mendatangi Mapolres Pacitan. Warga meminta agar Yoyo dibebaskan. Bahkan, ada sebagian massa yang berkumpul di depan kantor DPD PKS Pacitan dan langsung melakukan longmarch menuju Mapolres Pacitan. Ratusan massa

tersebut mengumandangkan takbir. Ratusan massa tersebut meyakini bahwa tuduhan terhadap Yoyo merupakan sebuah upaya untuk menghentikan sikap vokal Yoyo sebagai anggota DPRD. Dan berusaha menghentikan aksi Yoyo melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang dilakukannya selama empat. Ketua Paguyuban warga Njetak, Wandi mengatakan Handaya Aji adalah pendamping

setia warga Njetak dalam memperjuangkan hak. Wandi meminta seluruh penerima program hibah LEPMM juga diperiksa. Ia meyakini diantara sepuluh kelompok tani penerima dana hibah tersebut, kondisinya jauh mengenaskan bahkan sebagaian diduga malah fiktif. “Jangah hanya mencari-cari kesalahan pembela rakyat kecil, coba cari mereka yang telah melakukan korupsi,” kata dia. n joko wahrihnyo

19
GEMA
Warga Pertanyakan Uang Kadeudeuh

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Benahi Manajemen Kanmenag
ciRebOn – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kab. Cirebon, H Rifai semestinya cepat tanggap menyikapi sejumlah persoalan dilingkup instansinya. Fungli misalnya, Lebe Askur mematok biaya nikah Yeng Ming Hui dan Yuna Rp1,5 juta, padahal PMA No.71/2009 menetapkan biaya resmi nikah hanya Rp30 ribu. Ironisnya, Kepala KUA Suranenggala Drs Safrudin Is, justru mengutip biaya perbaikan Akta Nikah Rp300 ribu tanpa bukti pembayaran yang sah alias masuk kantong dewek. Biaya nikah kelihatannya selalu bermasalah baik di lapangan maupun pembukuan. Tengok saja APBN Depag TA 2008, dalam Laporan Keuangan (SAKPA) Kab. Cirebon Rp688.140.000, tapi Laporan Seksi Urais Rp709.440.000 atau selisih Rp21,3 juta. Begitu juga proyek Model Ka’bah Mini berjumlah total 985 buah bernilai Rp1,6 miliar sesuai SPM/SP2D No.719991K MAK 5321 tanggal 15 Desember 2008. PT Arkodiya Muda Sakti (AMS) melanggar Keppres No.42/2002 juncto Keppres No.72/2004, termasuk keterlambatan pembayaran denda Rp13,9 juta dan molornya pengiriman selama 36 hari ke 37 KUA seKab. Cirebon. Belum lagi hilangnya kontribusi pendapatan negara atas pengelolaan kios diatas aset tetap Depag seluas 800 m2, hasil tukar guling hak pakai tanah Pemdes Weru Lor Kec. Weru. Anehnya, Kakandepag Kab. Cirebon malah menerbitkan Surat Mandat No.Kd.10.09/I/ KS.01.1/216/2004 tanggal 27 Februari 2004. Eksesnya, Ketua KPRI Al Ikhlas dan Kepala KUA Weru melakukan klausal kerjasama yang tidak sesuai aturan bahkan berpotensi merugikan negara, karena tidak memberikan kontribusi pendapatan negara selama 10 tahun terhitung sejak 1 Juni 2004 hingga 31 Mei 2014. n sutawijaya

maJaLenGKa – Warga yang tinggal di sekitar Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Kabupaten Majalengka mempertanyakan uang kadeudeuh. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji memberikan uang tersebut kepada warga. Sejauh ini, sejumlah warga belum menerima uang kadeudeuh yang dibagikan oleh panitia berinisial J asal Desa Cipinang, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Iwik Ardawi, warga Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, mengungkapkan, beberapa warga di enam kecamatan yakni Panyingkiran, Majalengka, Cigasong, Sukahaji, Rajagaluh, dan Sindangwangi, sudah menerima uang kadeudeuh pada H-7 Lebaran 2010. Dia menyebutkan besaran uang kadeudeuh dari Ditjen LPE berkisar Rp2.500.000-5.000.000 per rumah. “Sampai sekarang, kami dari Desa Jatiserang belum menerima uang kadeudeuhitu.Karena itu, kami minta panitia terbuka perihal pemberian uang kadeudeuh,” ujar Iwik. Mantan anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PDIP ini menjelaskan, terdapat 22 desa di tujuh kecamatan, satunya adalah Kecamatan Jatiwangi. n yessy pande iroot

Utang Luar Negeri Rawan Penyimpangan
ciRebOn – Mendagri Gamawan Fauzi dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, layak menegur Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM beserta jajarannya agar blak-blakan soal utang luar negeri ADB No.1964-INO (SF) SCBDP tanggal 31 Juli 2003. Surat pun diajukan ke sejumlah pejabat teras di Jakarta, agar pejabat Kab. Cirebon tidak seenaknya sendiri berdalih sibuk melulu hingga mengesampingkan mutu pelayanan publik. Ulah Kadis Bina Marga Ir H Hendra Tardjono MM, juga perlu ditindak oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan. Pasalnya, Sekda Drs H Nur Riyaman Novianto MM dan Inspektur Drs H Mansyah Rizal MSi kurang greget, termasuk Kepala Bappeda Drs H I Cholisin MA. Informasi berikut data tentang penggunaan utang luar negeri ADB di daerah lain, ternyata lebih gamblang dan terperinci ketimbang Pemkab Cirebon yang doyan umpet-umpetan. Mulai dari pelaksanaan kegiatan hingga rincian alokasi utang luar negeri (ADB), anggaran DIPA, Dana Pendamping dan Dana Penunjang. “Pejabat Pemkab Cirebon patut merespon hal-ikhwal utang luar negeri tersebut. Sehingga, wajib diwaspadai jika dibalik itu semua kemungkinan tersimpan segudang masalah,” selidik seorang jaksa. Konyolnya, Kabag Keuangan H Wawan Setiawan SSos justru menodai etika profesi dengan mengembangbiakan “salam tempel”, dan bukan menjawab surat resmi tertanggal 13 Oktober 2010. “Saya akan menghadap Bupati Cirebon untuk memohon petunjuk, terkait berbagai hal yang ditanyakan Tabloid Sensor. Mohon sabar dan tunggu informasinya,” kata Kabag Humas Drs H Harry Safary MM. n sutawijaya

OKP Galang Dana Bencana Merapi dan Mentawai
maJaLenGKa - Memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda, sejumlah Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Majalengka melakukan aksi peduli korban bencana alam meletusnya Gunung Merapi dan Gelombang pasang tsunami Mentawai. Mereka mengumpulkan sumbangan usai mengikuti upacara bendera yang berlangsung di Alunalun Kabupaten Majalengka, Kamis (28/10). Dari peserta upacara berhasil dikumpulkan uang sebesar Rp2,5 juta. Selain dari peserta upacara, mereka juga masih terus menggalang dana dari para pejabat yang hadir dalam upacara tersebut termasuk Bupati dan Wakil Bupati Majalengka. “Setelah semuanya terkumpul, selanjutnya disalurkan kepada korban. Saat ini kami masih bergerak mengumpulkan dana,” kata pengurus Karangtaruna Kabupaten Majalengka, Ade Barzhi Zaenudin. Menurutnya aksi pengumpulan dana tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas pemuda di Kabupaten Majalengka untuk para korban bencana. “Apa yang kami laksanakan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial untuk korban bencana. Kami juga ikut merasa prihatin dengan kejadian tersebut,” tutur Ade. n yessy pande iroot

Bulog Andalan Ketahanan Pangan
gudang beras juga 126 mitra kerja,” ujar Kadivre Rusdianto diamini Wakadivre Muklis, Selasa (26/10) lalu. Alokasi pagu raskin Kab. Cirebon sebanyak 31.268.952 kg/tahun, 2.605.746 kg/bulan dan 200.442 RTS, Kota Cirebon 2.193.984 kg/tahun, 182.832 kg/bulan dan 14.064 RTS, Majalengka 16.913.832 kg/ tahun, 1.409.486 kg/bulan dan 108.422 TTS serta Kuningan 13.060.944 kg/tahun, 1.088.442 kg/bulan dan 83.724 RTS. “Jare uwong sing ngarti beras kuh (menurut orang yang mengerti bahwa beras itu) bernafas, bahkan mampu menghisap air dari udara yang lewat berdampak adanya perubahan. Sehingga, kita berupaya menjaga kualitas beras demi kepentingan masyarakat,” ujar Rusdianto berlogat Cerbonan. Subdivre Bulog Cirebon memiliki kebutuhan raskin selama Januari–Juni 2010 sebanyak 5.200 ton/bulan dan Juli–Desember 2010 adalah 6.100 ton/bulan. “Untuk move regional 40.000 ton dan move nasional termasuk move ke Sibolga 5.000 ton serta Jakarta 100.000 ton,” jelasnya. n tri van royen

Kasubdivre Bulog Cirebon, Rusdianto dan Wakadivre Muklis ciRebOn – Badan Urusan Logistik (Bulog) ternyata memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Lembaga pangan tersebut masa kolonial Belanda terhitung 25 April 1939 bernama Voeding Middelen Fonds (VMF). Pemerintah Indonesia pada 6 November 1978 menetapkan Bulog sebagai Lembaga Pemerintahan Non Departemen (LPND) dan melebur menjadi Perum Bulog berdasarkan PP No.61/2003 merevisi PP No.7/2003. Kasubdivre Bulog Wilayah III Cirebon, Rusdianto mengungkapkan, Perum Bulog memperoleh anggaran operasional tidak semuanya berasal dari APBN, melainkan juga kredit perbankan. “Cirebon merupakan penghasil beras terbaik se-Jabar, bahkan kinerja kami cukup baik dalam hal pembelian/ penyimpanan beras, pendistribusian raskin dan pembayaran tunggakannya serta koordinasi dengan 10

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

20

TERAS
Lanud Wiriadinata Gelar Bhakti Sosial

Keabsahan Persyaratan Jangan Terjadi
TaSiKmaLaYa - Keabsahan persyaratan administrasi bagi calon Bupati dan Wakil Bupati, dalam Pemilukada di Kabupaten Tasikmalaya jangan sampai teradi, karena akan menjadi masalah besar. Kasus tersebut, menurut mantan Panwaslu, H. Madjid. RW sering terjadi diberbagai daerah di Indonesia dalam pelaksanaan Pemilukada. Meski di Kabupaten Tasikmalaya belaum pernah terjadi. Namun, harus diwaspadai oleh penyelenggaran Pemilukada, yaitu KPUD. Begitu juga Pengawas Pemilukada (Panwaslu) harus mencermati persyaratan administrasi calon dengan menyerap laporan dari masyarakat. Seadainya kasus tersebut terjadi, maka KPUD dan Panwaslu akan menjadi sasaran aksi demo masyarakat. Terlebih pendukung calon yang tidak lolos varifikasi. Yang sangat dominan pemicu aksi adalah keabsahan tentang ijazah calon dari mulai, ijazah SD, SLP, SLA dan perguruan tinggi. Keempat diploma tersebut merupakan syarat administrasi bagi calon yang tak bisa dikelabui, berbeda dengan persyaratan lainnya. Karena itu, KPUD dan Panwaslu harus bergandengan tangan dalam mencermati ijazah calon. Bila perlu KPUD sebagai penyelenggara Pemilukada dan Panwaslu berangkat ke Instansi Dinas yang bersangkutan melakukan penelitian, terhadap kebenaran ijazah calon yang mereka miliki. Di beberapa daerah menurut H. Madjid, KPUD dan Panwas sering menjadi sasaran pelampiasan masyarakat dengan melakukan aksi demo. Gara garanya ya seperti itu. Apalagi calon yang tidak lolos verifikasi, maka para pendukungnya akan bergerak. Kasus tersebut biasanya muncul pada saat KPUD mengumumkan calon Bupati dan Wakil Bupati yang dinyatakan lolos mengikuti Pemilukada. ”Biasanya kasus tersebut muncul dari para pendukung calon bupati yang tidak lolos,” kata H.Madjid. Berbicara masalah kekayaan, seorang kandidat calon Bupati harus melaporkan jumlah kekayaan termasuk pembayaran pajak. Sekaligus memantau harta yang mereka miliki, sebelum mereka terpilih jadi Bupati. Ketua Pokja Pemilukada KPUD Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Bardan kepada Tabloid Sensor menyatakan, untuk sementara hasil verifikasi ijazah tidak ada yang palsu. “Kendati demikian kami terus melakukan pengecekan ke instansi dinas dan perguruan tinggi, dimana ijazah tersebut dikeluarkan. Dari ke delapan calon yang telah mendaftarkan diri memang ada calon yang menyandang dua predikat sarjana. Karenanya kami terus menelusuri mengunjungi perguruan tinggi dan faklutas dikeluarkannya ijazah tersebut,” jelasnya. Dadan mengaku telah mendatangi empat perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung sambil membawa ijazah yang dilampirkan masing masing calon. Dari ke empat perguruan tinggi tersebut, setelah diperiksa oleh masing masing kampus sesuai dengan registrasi tidak ditemukan ijazah palsu dan benar keberadaanya. n sabihin

TaSiKmaLaYa - Dalam rangka Hari Ulang tahun (HUT) ke 54 Arditya Argarini, Lanud Wiriadinata Tasikmalaya melaksanakan Bhakti Sosial Medis Operasi Pria (MOP) dan Medis Operasi Wanita (MOW) di Balai Kesehatan Auri Jl. Manonjaya, Tasikmalaya. Bhakti sosial Keluarga Berencana (KB) tersebut bertemakan, “Dengan dijiwai semangat kebersamaan, Argarini siap meningkatkan kesejahteraan Angkatan Udara dan kepedulian terhadap masyarakat”. Operasi MOP dan MOW ditangani 15 Tim Medis dari AURI Bandung diketuai oleh Dr. Arif. “Sementara anggarannya diambil dari APBD Provinsi Jawa Barat,” kata Drs. Undang Suhermsn dari BPMKB Tasikmalaya. Pria yang dioperasi sebanyak 10 orang utusan dari 3 Kecamatan, sedangkan operasi wanita diikuti oleh 15 orang utusan dari 30 Kecamatan. Tujuan dilaksanakan KB MOP dan MOW dalam rangka peningkatan pemakaian kontrasepsi mantap yang sudah dilaksanakan 3 kali pelayanan untuk tahun 2010, tanpa dipungut bayaran alias gratis. n sabihin

bandunG - Seringnya terjadi praktek ilegal di dalam penjara salah satu faktornya disebabkan karena kelebihan kapasitas penghuni lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Hal ini juga tidak terlepas dari peran oknum petugas memanfaatkan lapas sebagai ladang mencari uang tambahan. Demikian hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fahri Hamzah disela-sela melakukan kunjungan kerja ke Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Rabu (27/10) lalu. Rombongan komisi III DPR RI yang datang menggunakan kendaraan bus dan beberapa kendaraan roda empat ini, dari Jakarta tiba di Bandung langsung mengunjungi Lapas Sukamiskin. Kedatangan para anggota dewan ini pun rupanya sudah dipersiapan dengan matang oleh pihak LP untuk menyambutnya. Mereka berkunjung dalam rangka reses persidangan I. Fahri Hamzah mengungkapkan keadaan di lapas seperti itu, seperti hukum ekonomi, siapa yang punya uang dan bisa membayar lebih kepada oknum tertentu, dengan sendirinya akan mendapatkan barang dan jasa yang melebihi standar. Sebaliknya, bila tidak punya uang, akan menikmati sarana prasarana seadanya, bahkan cenderung kurang manusiawi. Ia menjelaskan, situasi demikian tidak akan terjadi seandainya jumlah napi sesuai daya tampung. n farida

Komisi III DPR ke Lapas Sukamiskin

TaSiKmaLaYa - Meski pihak KPUD belum menentukan nama calon bupati (Cabup) yang lolos untuk mengikuti Pemilukada m e n d atang, namun para kandidat sudah mengunggulkan kemenangan dalam Pemilukada mendatang. Delapan Cabup masing masing sudah mengumbar keyakinan akan menang dalam Pemilukada mendatang dengan peroleh suara lebih dari 50 persen dari jumlah hak pilih.Bahkan ada Cabup yang menyatakan siap bertarung dengan lawan kandidat lainnya

Kandidat Cabub Umbar Keyakinan
untuk meraih suara sebanyak banyaknya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan,pasangan HE Hidayat-H.Asep A..Djaelani (Haji) yang diusung PKB dan PKS serta partai pendukung lainnya, diprediksi akan memperoleh suara 40 persen. “Suara PKB dan PKS tidak akan terbawa arus dan tetap solid dari mulai pusat hingga daerah,” kata H.Sobari pendukung pasangan Haji. “Bahkan tokoh masyarakat Tasik Utara yang mengatasnamakan Forum

Tasik Utara Bangkit (FTUB) menyatakan kesiapannya untuk mendukung pasangan Haji,” ungkap H. Endang penduduk Rajapolah yang tergabung dalam FTUB yang membawahi 9 Kecamatan. Sementara pasangan H. Uu Ruzhanul Ulum–H. Ade Sugianto yang diusung Golkar dan PDIP menyatakan, akan meraih suara dalam Pemilukada lebih dari 40 persen. Kenapa cuma 40 persen? Karena di partai berlambang Ka’bah ini ada dua cabup yakni H. Subarna yang diusung partai Golkar.

Bahkan menurut para tokoh PPP, pasangan H. Uu dan H. Ade Sugianto akan menang dalam satu putaran, karena mendapat dukungan dari H. Tatang FH yang Bupati Tasikmalaya. Pernyataan kemenangan dalam Pemilukada, diungkapkan oleh pasangan H. Saeleh-H. Usep Deny yang diusung partai Demokrat. Demokrat pasti memang dalam Plikada mendatang. Masalahnya Demokrat punya sejarah dalam Pemilu, dipastikan akan memperoleh suara 50 persen. n h madjid rw

Kuota CPNS Tasikmalaya Hanya 200 Orang
TaSiKmaLaYa - Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 sebanyak 300 ribu orang se Indonesia. Dari jumlah tersebut, diperuntukkan 60 persen untuk pelamar umum, dan 40 persen untuk honorer dan tidak mungkin lagi ada pembengkakan, karena sudah sesuai dengan verifikasi dan falidasi data. “Peraturan pemerintah pusat itu, banyak mengudang reaksi pemerintah daerah. Seperti halnya Pemda Kabupaten Tasikmlaya, masih jauh kekurangan bila dibanding dengan pegawai negeri yang pensiun,” kata Sekda Tasikmalaya, H. Abdul Kodir. Kuota Kabupaten Tasikmalaya untuk CPNS tahun ini hanya diberi jatah 200 orang. Jatah tersebut di

antaranya 100 orang untuk tenaga pengajar, 50 orang untuk tenaga kesehatan, dan untuk tenaga teknis 50 orang. Idealnya tahun ini untuk Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan 500 orang

sehingga kebutuhan pegawai negeri setidaknya terpenuhi ,kendati dari jumlah tersebut masih dianggap kurang. “Kami sedang mengusahakan ke pusat, agar kuota untuk Tasikmalaya ditambah. Pengajuan tambahan kuota

untuk Tasikmalaya sangat diharapkan, barangkali di tingkat nasional tidak ada daerah yang membuka CPNS.Mudah mudahan jatah daerah lain diberikan ke Tasikmalaya,”kata Kodir. Dijelaskan Sekda, Pemerintah Daerah sudah menyediakan anggaran untuk melayani para peserta tes CPNS sebesar Rp1,9 miliar. Anggarannya sudah masuk dalam APBD dan tinggal penunggu pengesahan anggota dewan. Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Barat, Achadiat Supratman mengatakan, Provinsi Jawa Barat mendapat formasi CPNS sebanyak 4.715 orang. Dari jumlah tersebut diperuntukkan jatah tenaga guru 2.102 orang, kesehatan 1.424 orang, tenaga teknis 1.189 orang. n h madjid rw

21
KILAS
Kuwu Kebulen Layak Jadi Ketua AKSI
i n d R a m a Y u - Bursa Ketua Asosiasi Kuwu Se Indramayu (AKSI) mulai marak di bicarakan, bahkan muncul nama H.Tarkani AZ, Kuwu Kebulen, Kecamatan Jatibarang yang dipandang layak menggantikan H. Somadi yang sudah habis masa jabatannya . Wacana ini muncul dari rekan kuwu Bulak Kecamatan Jatibarang, Junedi SH MSI saat ditemui Tabloid Sensor. Dengan masa habisnya jabatan yang di pimpin H. Somadi, maka perlu adanya pengganti yang layak untuk periode mendatang. Menurut Junaedi, sebagai pengganti yang layak adalah Kuwu Kebulen H.Tarkani AZ. Dia adalah figur yang cocok untuk menggantikan karena mereka sangat bijak dalam mengambil keputusan dan pandai bergaul. Bukan berarti tidak mengecilkan ketua yang lama. “Ketua AKSI yang lama juga menurut kami sangat arif dalam mengambil kebijakan, justru dengan habisnya masa jabatan tadi kita harus memilih figur yang tepat agar visi dan misi AKSI tetap berjalan sesuai AD/ART. Untuk itu, sangatlah layak H. Tarkani sebagai pengganti dan mengemban tugas dimasa yang akan datang sebagai ketua AKSI,” jelasnya. n soni s

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

indRamaYu - Sidang kasus dugaan penyalahgunaan wewenang di Pengadilan Negeri Indramayu yang melibatkan mantan Kadisdik Drs. H. Suhaeli Msi atas dana operasional bagi Sekolah Unggulan, mendapat dukungan moril dari Ketua PGRI Jabar saat menghadiri persidangan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat (Jabar), Edi Permadi didampingi Sekretaris PGRI Kabupaten Indramayu Drs.H.Haryono, Kamis (28/10) usai menghadiri sidang kepada Tabloid Sensor mengatakan, semestinya kebijakan yang diambil oleh mantan kadisdik Indramayu itu mendapatkan penghargaan (reward), karena telah melaksanakan kinerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan disekolah yang dibangun berdasarkan

Suhaeli Dapat Dukungan PGRI
klasifikasi unggulan dari mulai SD, SMP dan SMA. Rasanya sangat aneh jika masalah ini sampai ke ranah hukum, pada kontek seperti ini Kami bukan bermaksud intervensi pada persoalan hukum, akan tetapi sangat disayangkan niat baik dari mantan Kadisdik Kabupaten Indramayu justru malah di jadikan korban politik. Oleh karenanya, tak heran dukungan dari para guru terhadap Drs. H.Suhaeli terus mengalir. Bahkan, PGRI se Indonesia pun ikut prihatin atas kejadian ini yang menimpa mantan kadisdik Indramayu. Seharusnya, niat baik mantan Kadisik ini mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati, termasuk kalangan publik yang merasa ada peningkatan mutu pendidikan setelah adanya dana operasional bagi sekolah unggulan, termasuk kepada pengusaha atau stakeholder lainnya yang telah berjasa untuk meningkatkan mutu pendidikan, dan bukan untuk diperkarakan. Edi Permadi berharap Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dalam mengambil putusan akhir nanti dapat memberikan putusan yang adil dan bijak jangan mengambil putusan akibat tekanan masa. Kuasa hukum dari terdakwa Mahpudin, SH saat ditemui Tabloid Sensor menjelaskan, keterangan para saksi di persidangan berkesimpulan belum ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa. Bahkan, menurut kuasa hukum terdakwa, ada salah satu saksi yang ingin meralat

keterangan saat dilakukan BAP. Dengan alasan seperti yang dipaparkan Mahpudin bahwa para saksi tersebut sewaktu diperiksa oleh pihak kejaksaan tidak mengerti permasalahan persisnya .Namun ternyata setelah para saksi masuk dalam persidangan dan memahami duduk permasalahannnya. Maka para saksi meralat saat dilakukan BAP. Misalnya dalam keterangan saksi yang mengatakan bahwa tidak perlu ada SK Bupati dalam proses pencairan anggaran. “Jadi mekanismenya dalam proses pencairan anggaran yang dimaksud tidak ada satu syarat dokumen pencairan, yang berarti tidak mengharuskan SK Bupati dalam proses pencairan dalam anggaran belanja langsung,” jelasnya. n duliman

Perda Pajak Penghasilan Minyak Dicabut
indRamaYu - Pemerintah daerah dan pihak legislatif dinilai gagal menjalankan perda sejak tahun 2002. Ada beberapa perda yang lepas dari pengawasan DPRD, bahkan Peraturan Daerah (perda) No.25 tahun 2002 tentang Pajak Penghasil Minyak (PPM) akan dicabut, karena dianggap bertentangan dengan UndangUndang No. 28 tahun 2009. Dicabutnya Perda No.25 tahun 2002 oleh pihak DPRD melalui sidang paripurna karena dianggap bertentangan dengtan UU No. 28 tahun 2009. Kalangan publik menilai, dengan munculnya UU tadi jelas sejak diterbitkannya Perda PPM sejak tahun 2002 semestinya harus membuahkan hasil jika pemkab Indramayu mampu melaksanakan perda tersebut. Namun, apa boleh buat, uang rakyat telah dibuang untuk pembuatan perda PPM yang sekarang menjadi sia-sia. Disamping bertentangan dengan Undang-Undang, Perda PPM juga telah ada pembatalan dari Permendagri No.13 tahun 2010. Kondisi seperti ini menunjukan kinerja Pemkab Indramayu tidak mampu mengaplikasikan Perda PPM, bahkan terkesan hanya memaksakan kehendak. Artinya, tidak melihat latarbelakang dari pembuatan Perda PPM. Harusnya, ada pengkajian ulang saat merealisasikan perda yang selalu buntu. Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, A. Rozak Muslim kepada Tabloid Sensor sebelum sidang paripurna menjelaskan, DPRD tetap melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan perda, disamping itu sering kali memanggil dinas terkait dalam hal menyikapi persoalan rerutama pelaksanaan Perda yang kurang efektif, maka tidak benar kalau DPRD tidak melakukan fungsi kontrol. n imam santoso

Hari Sumpah Pemuda Diwarnai Aksi Demo
indRamaYu - Aksi demo saat pelaksaan Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10) yang dimotori oleh Forum Reformasi Total (Fortal) Kabupaten Indramayu. Beragam tudingan miring terhadap pemerintahan Yance (panggilan akrab Bupati Indramayu) pun terlontar. Mereka menganggap pemerintahan otoriter, dan jajaran penegak hukum terkesan mandul karena masih menganggap sebuah kerajaan di Kota Mangga. Ratusan demonstran yang tergabung dalam Fortal terus merangsek diluar pagar kantor Bupati. Mereka menginginkan bertemu dengan Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin. Hinga aksi selesai, bupati tidak menemui pendemo, bahkan aksi saling dorong dengan petugas keamanan dari jajaran Polres Indramayu tidak terelakan. Luapan emosi dari pendemo terus meningkat, karena pendemo sangat berharap Bupati Indramayu bisa menemui mereka. Aksi demo ini ikuti beberapa elemen seperrti. Laskar Garuda (Gerakan rakyat Untuk Demokrasi dan Anti Korupsi. Pemuda Demokrat Indonesia, Pospedik (Pos Pendidikan dan Kesehatan Masarakat Komite Petani dan nelayan Indramayu (Koptani). Forum Komunikasi Sliyeg bersatu (Forkasi), Masyarakat peduli Tinumpuk (MTP), Gagak Dermayu, dan Gerakan Syarikat Islam (Gertasi). n jhoys arcan

Warga Pemilik Tanah Merasa Tertipu
indRamaYu - Pemilik tanah di lokasi wisata Water Park Bojong Sari merasa tertipu oleh oknum pemda. Pasalnya, tanah di lokasi tersebut konon akan dijadikan hutan kota, namun kenyataanya dijadikan tempat wisata. Menurut sumber yang layak dipercaya, dan tidak mau disebutkan jati dirinya kepada Tabloid Sensor mengatakan, dirinya memiliki 4 kavling tanah di lokasi wisata Water Park Bojong Sari. Tanah tersebut di dapat dari salah satu karyawan PDAM seluas 440 meter persegi. Semula tanah tersebut oleh pemiliknya akan di bangun rumah, namun tiba-tiba datang oknum dari Pemkab Indramayu yang memberi tahu kalau tanah di lokasi tersebut akan di jadikan Hutan Kota, dan jika dijadikan Hutan Kota maka

Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak ada. Maka pemilik tanah merasa khawatir kalau nanti di bangun rumah tidak keluar IMB. Perencanaan untuk dijadikan Hutan Kota tadi sering kali di

rapatkan di Kantor PDAM, bahkan harga tanah tersebut telah dipatok oleh pemda, maka pemilik tanah dibuat tidak berdaya. Tanah seluas 440 m2 dibayar tidak sesuai keinginan si pemilik. Namun walau

demikian pada saat itu tidak ada pilihan. “Walaupun harga telah dipatok oleh pihak pemda, kami sebagai pemilik tanah mengikuti apa yang dinginkan,” kata pemilik tanah. Pemilik tanah menambahkan, yang sangat disayangkan cara oknum pemda tersebut untuk memperoleh tanah milik warga dengan cara berbohong. “Alasan untuk kawasan Hutan Kota ternyata dijadikan tempat wisata. Cara seperti ini sangat mengecewakan rakyat terutama para pemilik tanah. Seharusnya oknum tersebut jangan berbohong, oleh karenanya hingga sekarang perasaan sakit akibat di bohongi atau di tipu masih mengganjal .Kalau saja lokasi tanah kami untuk di jadikan tempat wisata, maka tidak akan kami jual,” kata warga. n duliman

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

22

TERAS
Ketua RT Keluhkan Pembuatan KTP
PeKaLOnGan - Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Noyontaan Pekalongan Timur, Abdul Ghofur mengeluhkan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) warganya yang bisa jadi tanpa surat pengantar dari RT. Sebelumnya warga pindahan dari Pemalang atas nama Yuan Ade K tersebut, mengajukan pembuatan KTP kepada RT, namun karena surat pengantar dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Pemalang belum distempel, maka pengajuannya ditolak oleh kelurahan juga oleh dukcapil. “Besoknya ketika saya cek ternyata KTP itu sudah jadi. Padahal waktu saya uruskan pembuatan KTP itu kata kelurahan dan capil persyaratannya kurang karena tidak ada cap dari capil setempat, sehingga tidak bisa diproses. Lha ini kok bisa jadi,” keluhnya. Dia menjelaskan, bahkan pengajuannya ke Dukcapil Kota Pekalongan ditolak sampai dua kali. Kasi Pemerintahan Kelurahan Noyontaan, Sunaryo saat dikonfirmasi mengatakan hal senada. Menurutnya, surat pindah dari Pemalang tidak ada stempel capil, sehingga persyaratannya dinyatakan belum lengkap. Kasi Informasi dan Dokumentasi Dukcapil Kota Pekalongan Bambang Soedarmadi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada Dukcapil asal (Pemalang-red), ternyata memang benar ada kelalaian yakni tidak membubuhkan cap (stempel) pada surat pengantar pindah pemohon KTP yang bersangkutan. n hadi sulistiyono

Proyek Disperindag Banyak Masalah
KaJen - Satu belum tuntas, kembali muncul masalah yang sama terkait bantuan pengadaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) proyek tahun 2009 sejumlah 35 unit yang hingga tahun 2010 belum belum terselesaikan. Seperti diberitakan Tabloid Sensor, adanya indikasi penyimpangan bantuan ATBM proyek Disperindag tahun 2010 menyangkut rekanan CV Laras beralamat Wiradesa Kabupaten Pekalongan, sepertinya jalan pembuka tabir kenakalan para rekanan. Sejalan dengan investigasi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) kembali menemukan adanya kenakalan rekanan berbendera CV Bhakti Makmur yang beralamat Kajen. Tahun 2009, CV tersebut menerima tender bantuan pengadaan ATBM sejumlah 35 unit, dengan kualitas ekspor merk Jaguar dan Dobby. Untuk merk Jaguar sejumlah 20 unit dan merk Dobby sejumlah 15 unit. Menurut pengakuan H. Impron, pengrajin kain ATBM Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran kepada Tabloid Sensor mengatakan bahwa dia baru menerima bantuan ATBM pada bulan Juli 2009 sejumlah 12 unit merk Jaguar. Sepuluh bulan kemudian pada bulan April 2010 diserahkan lagi 2 unit merk Jaguar dan 15 unit merk Dobby (dalam kondisi 50%) yang menurut alasan rekanan belum dirakit. Adapun 6 unit merk Jaguar untuk melengkapi jumlah 20 tersebut oleh rekanan dijanjikan akan diserahkan pada bulan Juni 2010 mendatang. Yang menjadi ganjalan, sepertinya proses penyerahan ATBM sengaja diulur-ulur oleh rekanan, yang seharusnya proses penyerahan selesai tahun 2009. Anehnya rekanan tersebut hingga kini belum ada kepastian untuk menyelesaikan kekurangan 6 unit, meskipun sudah ada surat perjajian dan surat perjanjian tersebut kini ada pada pimpro yakni Endang staf Disperindag. Lebih lan ju t H.Impron mengatakan bahwa dirinya pernah diancam oleh rekanan. ”Saya dilarang untuk tidak mengatakan atau berkomentar pada siapapun, termasuk wartawan dan LSM. Apabila saya berkomentar, maka akan diberi ATBM kualitas lokal, dan yang lebih anehnya lagi setelah masalah ini muncul saya medapat sms berbunyi ‘semoga panjang umur’. Maksudnya apa? Saya tidak tahu. Tapi saya mengartikannya bahasa dalam sms tersebut sebuah indikasi ancaman bagi saya,” paparnya. Terkait bantuan ATBM kepada H. Impron, sumber yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa rekanan tidak menyalahi aturan, semua yang sudah diserahkan sesuai spek. Bahkan menurutnya, melewati batas spek, dimana di dalam spek adalah kualitas lokal, bukan kualitas ekspor. Namun oleh rekanan justru diberikan dengan kialitas ekspor. n hadi sulistiyono

Tingkat Persaingan Makin Intensif
KaJen - Funia induri pada dewasa ini sangatlah meningkat dalam persaingan, baik di pasar domestik maupun pasar internasional, dan tingkat persaingan yang makin intensif. Sehingga, terjadinya proses globalisasi dalam sistim produksi guna memenuhi tuntutan konsumen yang semakin canggih mengenal mutu dan kualitas. Juga kondisi pasaran yang makin tersegmentasi dengan meningkatnya peluang pasar internasional memasuki peroses inovasi yang lebih canggih dan makin cepat, pada sisi lain yakni proses singkatnya daur hidup dari produk. Adanya revolusi informasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan makin melonggarnya barier perdagangan melalui proses deregulasi, menyangkut perjanjian dan lembaga perdagangan baik regional (AFTA) maupun internasional (WTO). Untuk itu, Disperindag Kabupaten Pekalongan melalui bidang industri barubaru ini menyelenggarakan diskusi ‘Kluster Industri, Bermitra Untuk Bersaing’ yang dipandu oleh pemateri, Hanafi Wirabrata. Konsultan perindustrian Kabupaten Pekalongan, Nugroho pada kesempatan kepada Tabloid Sensor mengatakan, tujuan penyelenggaraan diskusi tersebut adalah untuk mensosialisasikan Kluster Industri kepada para pengusaha dan instansi pemerintah terkait. Dengan tujuan utamanya yakni Diaknosa Bordir dan Sulam guna meningkatkan imej masyarakat terutama kelompok usaha pengrajin bordir dan sulam di Kabupaten Pekalongan. “Lebij membuka inovasi untuk peningkatan desain dan corak untuk bisa bersaing dipasaran internasional,” papar nugroho. n hadi sulistiyono

Atasi Rob Butuh Rp 200 M

PeKaLOnGan - Di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan, khususnya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan pantai, selalu dihantui datangnya rob. Pemerintah kota sendiri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi fenomena alam tersebut. Namun kenyataannya, sampai sekarang air pasang naik masih menggenangi sejumlah kota. Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad mengakui, penanganan masalah rob di wilayah kerjanya tidak begitu mudah. Butuh lahan dan biaya besar agar air rob tidak sampai masuk ke pemukiman warga. “Kalau memang ingin total tidak terjadi rob, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 200 miliar,” ujar Walikota. Dana tersebut dipakai untuk membangun semacam tanggul atau pembatas air berupa tembok dan batu-batuan yang dipasang di pinggir pantai. Dengan demikian, seandainya air laut meluap maka genangannya tidak sampai ke daratan, terutama ke pemukiman penduduk. Setelah direalisasikan pembangunan tanggul, masih diperlukan campur tangan masyarakat untuk mengantisipasi supaya daerahnya tidak kemasukan air rob. “Pemeliharaan juga perlu diperhatikan dan dalam hal ini masyarakat yang melakukannya,” tegasnya. n hadi sulistiyono

Dishub Gandeng Pengemudi Becak
PeKaLOnGan - Kota Pekalongan masih banyak menumpuk permasalahan didalam pengaturan lalu lintas. Di beberapa titik kepadatan arus lalu lintas sering terjadi kemacetan, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran para pengguna jalan dan para pengemudi becak yang tidak tertip memarkir becaknya. Upaya mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas, belum lama ini Dishub Kom Info Parbud Kota Pekalongan, melakukan penyuluhan atau sosialisasi PERWAL Nomor 14 tahun 2009 kepada sejumlah 500 pengemudi becak yang beraktivitas di wilayah Kota Pekalongan. Kepala Dishub Kom Info Parbud, melalui Kabid Angkutan, IL. Hariyadi mengatakakan bahwa jalanjalan utama di Kota Pekalongan sekarang ini arus lalu lintas Kota Pekalongan semuanya harus terdaftar sebagai anggota pengemudi becak di Pemkot (Kantor Dishub). Pengemudi diberikan kartu pengenal ijin mengemudi dan becak dipasang plat nomor kendaraan tidak bermotor dengan nomor urut jumlah becak yang beroprasi di wilayah kota pekalongan yang di keluarkan oleh Dishub. Di Kota Pekalongan, jumlah pengemudi/becak kurang lebih berjumlah 4.542 becak, untuk sementara ini dishub baru baru mengumpulkan sejumlah 500 pengemudi yang mengikuti penyuluhan, yang dilaksanakan bertahap selama 10 hari dan dilaksanakan di kantor Dishub Kota Pekalongan. Sebagai ganti pengemudi diberikan sekedar transport sebesar Rp25.000 di potong pph 15% dan masing-masing menerima Rp21.000. n hadi sulistiyono

semakin padat bahkan pada titik utama menjadi rawan kemacetan, yang banyak disebabkan oleh pengendara becak. Untuk itu, perlunya dilakukan pembinaan kepada para pengemudi becak agar lebih mengerti rambu-rambu dan pahan disiplin lalu lintas, sekaligus melakukan pendataan jumlah pengemudi becak di Kota Pekalongan. Sebagai langkah awal,

Dishub telah mengumpulkan dan mendata sejumlah 500 pengemudi becak. Dari biaya APBD sejumlah Rp78 Juta Dishub menganggarkan untuk penyeragaman pengecetan bacak kota pekalongan berwarna biru dan pemasangan stiker bermotif batik. “Hal ini dilakukan sebagai identik kota Pekalongan sebagai kota batik,” katanya. Lebih lanjut dikatakan para pengemudi becak di

23
SINGKAT
Kunjungan Kerja Delegasi Jateng ke Queensland
SemaRanG - Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo yang di dampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah selama dua hari, mengadakan kunjungan kerja di Quessnsland Australia. Kunjungan ini atas undangan pemerintah Australia dan lokasi yang dikunjungi Gubernur yaitu Queensland University of Technology, Park Ridge City, Region Center Greater Brisbane, Artifiacial Insemination Center, dan Great Hall Brisbane Concetion Center. Kunjungan kerja delegasi Jawa Tengah ke Queensland Australia dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah merupakan wujud komitmen untuk memperkokoh hubungan kerjasama yang telah terjalin selama ini antara provinsi Jawa Tengah dengan Negara bagian Queensland Australia dalam bentuk Sister Province, yang meliputi bidang Pendidikan, kesehatan dan peternakan. Di bidang pendidikan program sister province ini telah mengalami kemajuan yang cukup baik, bahkan saat ini telah dilaksanakan aktivitas kemitraan sekolah (School Program), program pengembangan studi dan pertukaran budaya dan seni, serta program English Intensive Course sebanyak 13 sekolah di Queensland.n tulus supangkat

NASIONAL
EDISI 243 TAHUN VI, 1 - 7 November 2010

Pengadaan CPNS Dijualbelikan
SemaRanG - Menjelang pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Jateng tahun 2010, beredar informasi tentang harga yang dipatok pihak-pihak tertentu agar pendaftar bisa diterima menjadi pegawai pemerintah. Bahkan di wilayah eks Karesidenan Surakarta, yakni di Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Boyolali, beredar foto kopi tarif tersebut. Temuan itu diungkap Presidium Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Menurutnya, berdasar foto kopi yang dia terima, oknum tersebut mematok harga cukup tinggi kepada pendaftar CPNS. Mereka yang berijazah S1 dipatok Rp 150 juta, sedangkan lulusan D-III Rp 130 juta. “Dalam foto kopi surat itu dinyatakan, bila bersedia membayar, peserta bisa memilih di mana mau ditempatkan. Syaratnya cukup menyerahkan foto kopi ijazah, KTP, kartu peserta atau formulir pendaftaran, dan uang muka,” jelasnya di DPRD Jateng, barubaru ini. Menurut Boyamin, berdasarkan data yang dia miliki, oknum tersebut ditengarai memiliki jaringan kuat dan sudah mengetahui formasi apa saja yang dibutuhkan di daerah-daerah itu. Formasi yang dimaksud adalah tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Berdasarkan kajian MAKI, selama ini banyak terjadi kecurangan dan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam seleksi CPNS yang diadakan secara mandiri oleh kabupaten/kota. Menurut dia, kecurangan terjadi karena bupati atau wali kota diduga turut ‘bermain’ dalam pengadaan CPNS. Hal itu karena mereka ingin mengembalikan modal yang telah digunakan selama kampanye pilbup/pilwakot. “Bahkan ada kepala daerah yang menjual formasi CPNS sebelum pengumumam pengadaan atau memakai sistem ijon. Tak heran ada sejumlah bupati atau wali kota yang dikomplain CPNS, karena sudah membayar tapi tidak jadi,” paparnya. Atas dasar itulah, tak sedikit daerah yang berniat menggelar kembali seleksi CPNS tahun ini secara mandiri. Dalam hal ini Boyamin mendukung kebijakan Gubernur Bibit Waluyo yang ingin mengoordinasi seleksi CPNS di tingkat provinsi guna meminimalkan penyimpangan. Menurutnya, seleksi di tingkat provinsi bisa menekan potensi KKN oleh kepala daerah. Meski begitu, Boyamin meminta kasus percaloan yang terjadi sebelumnya yang diduga melibatkan staf khusus gubernur, Umar Dhanu, tetap diusut tuntas. “Dengan demikian, masyarakat benarbenar percaya pemprov bisa mengadakan seleksi CPNS dengan bersih,” tandasnya. n tulus supangkat

Potensi Wisata di Kabupaten Jepara
SemaRanG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah selaku SKPD teknis yang membidangi k e p a r i wis a t a a n d i J a wa Tengah bekerjasama dengan Stake Holder terkait, saat ini sedang mempersiapan dengan sebaik-baiknya potensi SDM maupun fasilitas sarana dan prasarana kepariwisataan di Jawa Tengah. Hal ini ditempuh agar dalam pelaksanaan Visit Jateng Year 2013 sebagaimana yang diharapkan Gubernur Jawa Tengah akan terealisasi dengan baik. Semula program Visit Jawa Tengah Year akan diluncurkan pada 2011, namun karena masih buruknya infrastruktur pendukung dan belum teridentifikasinya seluruh potensi wisata yang ada di Jawa Tengah, program ini akhirnya diundur pada 2013. dalam hal kunjungan wisawatan melalui program Visit Jateng Year 2013 yang akan datang, Provinsi Jawa Tengah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 35 juta orang, dengan 500 ribu diantaranya adalah turis asing. Upaya yang ditempuh oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah untuk menggairahkan dunia kepariwisataan di Jawa Tengah antara lain ditempuh upaya, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menerbitkan imbauan ke sekolah-sekolah agar para siswa di Jawa Tengah tidak perlu berwisata keluar provinsi Jawa Tengah, karena potensi wisata di Jawa Tengah sangat banyak dan bervariasi. Kemudian, mengharapkan kepada pemerintah Kabu paten/Kota dapat bekerjasama dalam mengembangkan sektor wisata dan mengesampingkan ego sektoral yang selama ini masih kerap terjadi. Ketiga, mendorong biro perjalanan wisata untuk lebih meningkatkan jumlah pemandu wisata di Jawa Tengah yang saat ini jumlah pemandu wisata di Jawa Tengah baru sekitar 130 orang. n tulus supangkat

Lima Tokoh Dapat Penghargaan dari KNPI

SemaRanG - Lima tokoh akan mendapat penghargaan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng dalam peringatan Sumpah Pemuda di Solo, Kamis (28/10). Mereka adalah Gubernur Bibit Waluyo, Ketua DPRD Jateng Murdoko, Sekdaprov Jateng Hadi Prabowo, CEO Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono, dan mantan Ketua KNPI Jateng Budiyanto. Ketua DPD KNPI Jateng Hendrar Prihadi menjelaskan, Bibit Waluyo dinilai peduli terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program Bali Ndesa Mbangun Desa, Murdoko tokoh muda yang berpengaruh di bidang politik, dan Hadi Prabowo pada bidang olahraga dan otomotif. Adapun Kukrit dinilai sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh dan peduli kepada bidang ekonomi kewirausahaan. Sementara Budiyanto aktif bergiat di bidang kepemudaan. Menurut Hendrar Prihadi, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi terhadap tokoh-tokoh Jateng, termasuk mereka yang berusia muda. Mereka telah memberikan kontribusi pemikiran, tenaga, dan finansial kepada masyarakat sesuai bidang masing-masing. n tulus supangkat

Awas, Puting Beliung Ancam Semarang
SemaRanG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperingatkan masyarakat yang bermukim di Kota Semarang untuk mewaspadai angin puting beliung (lesus). Kepala Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah Evi Lutviaty menyatakan, kewaspadaan terhadap angin puting beliung tersebut ditingkatkan selama musim penghujan. Terjadinya angin puting beliung sulit diprediksi. Meski begitu, umumnya ditandai dengan awan gelap hitam yang membumbung tinggi diikuti dengan semilir angin. ”Puting beliung itu terjadi karena adanya perbedaan suhu antara awan cumulonimbusdengan permukaan tanah yang cukup tinggi. Jadi, puting beliung tidak beliung, yaitu Kecamatan Banyumanik, Tembalang, Gayamsari, dan Pedurungan. ”Umumnya alurnya mulai dari Banyumanik, Tembalang ke Gayamsari dan berakhir di Pedurungan,” kata Ridho. Masa pancaroba sangat potensial terjadinya angin puting beliung. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada, utamanya saat hujan turun. Dia mengimbau jika terjadi lesus,masyarakat diminta mencari tanah yang lapang untuk menghindari tertimpa reruntuhan bangunan. Sebelumnya lima rumah di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Polaman, Purwosari dan tiga rumah di Karangmalang Kecamatan Mijen Semarang rusak parah terkena angin puting beliung pada Rabu (27/10). n tulus supangkat

hanya bisa terjadi di dataran tinggi,tetapi semua daerah berpotensi,” paparnya. Angin puting beliung justru kerap terjadi saat hujan rintik-rintik dan bukan saat hujan turun lebat. ”Bedanya, jika saat hujan lebat ada empasan angin kencang, itu bukan angin puting beliung karena

tidak terjadi pusaran angin,” papar Evi Lutviaty. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Mustohar melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Ahdiyat Ridho, sedikitnya ada empat kecamatan di Kota Semarang rawan dilewati angin puting

24
EDISI 243 TAHUN VI, EDISI 2437TAHUN VI, 1 - 7 November 2010 1 - November 2010

24

Duka Bangsa Ini

benaRKaH hidup ini hanyalah kepedihan yang tertunda akibat kematian? Jawabannya muncul dalam wajah garang meletusnya Gunung Merapi. Air mata duka dan derita, kehilangan, kepedihan, kehancuran dan penderitaan datang berulang-ulang seperti dalam mimpi buruk. Kehidupan berakhir seperti daun-daun yang berguguran. Semua yang lenyap akibat bencana patut dicatat pada tugu berkabung. n

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->