Anda di halaman 1dari 25

DENTAL KERAMIK

DAN PERKEMBANGANNYA
DALAM BIDANG
KEDOKTERAN GIGI

Disusun oleh:
ARLAN AKBARI
2006-11-010
DENTAL MATERIAL
 Berbagai material kedokteran gigi mengalami
penyempurnaan → ‘dental ceramic’

 Terbentuk dari non-metalik material

 Britle

 Perkembangan dental ceramic


 Elemen gigi tiruan → jaket porselen(rapuh) → logam porselen
 porselen leucite → inti alumina
 CAD-CAM
DENTAL KERAMIK
 Alasan keramik dipakai sebagai bahan
restorasi gigi
 Meningkatnya kebutuhan restorasi
keramik
Dental keramik
 Definisi :terbuat dari material non logam
yang dibakar pada temperatur tinggi.

 Disebut juga ‘dental porselen’


 Adaptasi yang baik
 biokompatible
KLASIFIKASI
 Temperatur pembuatan
 ultra-low, low, medium, dan high fusing

 Menurut aplikasinya
 logam-keramik, GTS cekat, crown, onlay, bridge

 Menurut tehnik pembuatannya


 sintered, slip-casting, heat-pressing, machining

 Fase kristal
 alumina, zircon, feldspar, leucite, spinel, dsb
Aplikasi Pembuatan Fase kristal
KERAMIK Mesin Zirconia, Alumina, Feldspar,
PENUH
Mika, Leucite.

Slip-cast Alumina, spinel, zirconia.

Heat- Leucite, lithium disilikat, litium


pressed fosfat.

Sintered
Leucite, alumina, fluorapatite.
LOGAM- Sintered Leucite
KERAMIK
GIGI TIRUAN Manufaktur Feldspar
Komposisi dan struktur

3 komposisi utama

Feldspar
Quartz Kaolin
(K2O.Al2O3.6SiO2)
Komposisi dan Struktur
 Kaolin  aluminium silikat terhidrasi
 Bereaksi sebagai pengikat
 Membentuk porselen
 Bersifat opaque

 Quartz  sebagai agen penguat

 Feldspar  campuran potasium dan sodium


aluminosilikat

 Laju pyroplastik berlebih berbahaya  jumlah


potasium tepat
Komposisi dan Struktur
 FLUKS
 Untuk menurunkan suhu leleh
 Contoh : sodium carbonat

 GLASS MODIFIER
 Mengacaukan kekuatan ikatan kovalen tetrahedral
 Dapat menurunkan daya tahan kimia porselen

 PIGMEN DAN OPACIFIER


 Untuk menghasilkan variasi warna dan translusensi yang
baik
SIFAT-SIFAT KERAMIK GIGI
 SIFAT FISIK
 Warna, translusensi, bentuk

 SIFAT KIMIA
 Tidak mengandung elemen kimia berbahaya
 Biokompatible

 SIFAT MEKANIK
 Nilai hardness
 Flexural strenght
 Britle

 SIFAT THERMAL
 Isolator yang baik
 Adaptasi dengan temperatur rongga mulut
 CTE
INDIKASI KERAMIK
 Pada gigi anterior yang patah
 Diskolorisasi
 Menutup stain
 Menutup lesi kecil pada gigi posterior
 Tekanan kunyah normal
KONTRA INDIKASI KERAMIK
 Preparasi yang conical (mengerucut)
 Tidak mempunyai pegangan dan retensi

 Mahkota klinis yang terlalu pendek


 Retensi kurang

 Pasien dengan maloklusi


 Dapat pecah karena benturan
PERKEMBANGAN KERAMIK
GIGI
 Awal digunakan pada akhir tahun 1700-an
 Jaket porselen dikembangkan awal tahun
1900-an
 Pada akhir abad ke 20 lahirlah berbagai
sistem dan inovasi untuk pembuatan
keramik
PEMBUATAN RESTORASI ALL-
CERAMIC
 HEAT-PRESSED Keramik penuh
 Berdasarkan tekanan eksternal sintered
 Untuk membuat inlay,veneer, dan all-ceramic

 SLIP-CAST keramik penuh


 Untuk mengurangi porositas
 Dibakar pada refractory die

 Machinable keramik penuh


 Disebut CAD-CAM
 Akurat dan efisien
Pembuatan Restorasi Logam Keramik
 Aplikasi porselen dan kondensasi
 getaran, spatula, dan sikat
 Pengeringan
 5-8 menit agar air berdifusi kepermukaan dan menguap hingga
suhu 480C
 Firing
 Berperan untuk menyatukan partikel porselen
 Kontrol suhu dan waktu
 Glazing
 Cooling
APLIKASI KERAMIK DI BIDANG
KEDOKTERAN GIGI
 Mahkota logam keramik
 Gigi tiruan sebagian cekat
 Mahkota keramik penuh
 Inlay dan onlay
 veneer
RINGKASAN
 Keramik terbentuk dari non-metalik material,
yang terdiri atas feldspar, quartz dan kaolin
 Keramik dapat beradaptasi dengan baik dan
biokompatible
 Digunakan pada gigi yang patah, serta
diskolorisasi dengan tekanan kunyah yang
normal
 Aplikasi keramik di bidang kedokteran gigi yaitu
inlay, onlay, jaket crown, gts, bridge dan
sebagainya.