Anda di halaman 1dari 2

Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa

Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam miskin keperakan,
dapat ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat,
ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk
mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk
sebagai oksida

Jumlah kecil timah dalam makanan kaleng tidak berbahaya bagi manusia. Senyawa timah
trialkil dan triaril berbahaya bagi makhluk hidup dan harus ditangani secara hati-hati.
timah juga digunakan dalam pembuatan grenjeng rokok (timah putih), pada longsongan
peluru (timah hitam).

Keadaan benda Padat .


Titik lebur 505.08 K (449.47 °F)
Titik didih 2875 K (4716 °F)
Volume molar 16.29 ×10-6 m3/mol
Kalor penguapan 295.8 kJ/mol
Kalor peleburan 7.029 kJ/mol
Tekanan uap 5.78 E-21 Pa at 505 K
Kecepatan suara 2500 m/s pada 293.15 K

Timbal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pb dan
nomor atom 82. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.Unsur ini beracun dan
efek dari racun ini antara lain:menurunkan daya ingat otak.

Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 11.34 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 10.66 g/cm³
600.61 K
Titik lebur
(327.46 °C, 621.43 °F)
2022 K
Titik didih
(1749 °C, 3180 °F)
Kalor peleburan 4.77 kJ/mol
Kalor penguapan 179.5 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 26.650 J/(mol·K)
Pada sebagian besar benda, titik lebur dan titikbeku biasanya sama. Contoh, titik lebur
dan titik beku dari"raksa" adalah 234,32 kelvin(-38,83 ??C atau -37,89 ??F) Namun,
beberapa subtansi lainnya memilikitemperatur beku

Beberapa benda lainnya, seperti kaca, dapatmengeras tanpa mengkristal terlebihdulu; ini
disebut amorphous solid

Titik lebur dari sebuah benda padat adalah suhu di mana benda tersebut akan berubah wujud
menjadi benda cair. Ketika dipandang dari sisi yang berlawanan (dari cair menjadi padat)
disebut titik beku.

Pada sebagian besar benda, titik lebur dan titik beku biasanya sama. Contoh, titik lebur dan titik
beku dari "raksa" adalah 234,32 kelvin (-38,83°C atau -37,89 °F) Namun, beberapa subtansi
lainnya memiliki temperatur beku <--> cair yang berbeda. contohnya "agar-agar", mencair pada
suhu 85 °C (185 °F) dan membeku dari suhu 32-40°C (89,6 - 104 °F); fenomena ini dikenal
sebagai hysteresis.

Beberapa benda lainnya, seperti kaca, dapat mengeras tanpa mengkristal terlebih dulu; ini
disebut amorphous solid

Tidak seperti titik didih, titik lebur tidak begitu terpengaruh oleh tekanan.

Kategori: Kimia