Anda di halaman 1dari 4

1.

Pentingnya Keterbukaan dan Jaminan Keadilan

Negara wajib untuk menciptakan kondisi masyarakat agar mampu berprestasi serta
bertanggung jawab terhadap kemajuan dari berbagai aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.

Keterbukaan dan jaminan keadilan merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan satu
sama lainnya. Keterbukaan( transparan) bertolak dari kejujuran dalam melaksanakan hak
dan kewajiban baik sebagai warga negara ataupun sebagai pejabat Negara.

Dengan keterbukaan dan jaminan keadilan, masyarakat akan lebih mudah dalam
menyampaikan aspirasi dan pendapat yang membangun. Aspirasi dan pendapat itu
ditampung dan diseleksi, kemudian dijadikan suatu keputusan bersama yang bermanfaat.
Berbagai aspirasi yang telah menjadi keputusan bersama dapat menjadikan bangsa ini
mudah mencapai suatu keadilan. Jika masyarakat suatu bangsa telah ikut berperan dan
munyumbangkan aspirasi dan pendapatnya, persatuan akan lebih mudah terwujud. Hal itu
dikarenakan mereka merasa mempunyai cita-cita, tujuan, dan peranan yang sama
ketebukaan yang mensyaratkan kesediaan semua pihak untuk menerima kenyataan
merupakan pluralitas. Selain itu, di dalamnya juga muncul perbedaan pendapat.

Pada dasarnya kebijakan publik dan peraturan pelaksanaan yang mengikutinya memuat
arahan umum serta ketentuan yang mengatur masyarakat. Sehubungan dengan itu, semua
kebijaksanaan publik dan dan peraturannya membutuhkan dukungan masyarakat untuk
bisa efektif. Penentangan oleh masyarakat tehadap sejumlah kebijaksanaan dan peraturan
yang ada secara empirik lebih banyak dikarenakan oleh kurangnya keterlibatan publik
dalam tahap kebijaksanaan. Jika hal itu dibiarkan begitu saja maka makin besar keinginan
rakyat untuk selalu mengadakan pembaharuan, tetapi rakyat tidak tau arahnya sehingga
mereka akan mudah kehilangan kendali dan emosianal. Rakyat cenderung ingin
membentuk suatu wadah dengan kebijakan sendiri. Akibatnya, timbul konflik yang
mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sebaliknya, jika keterbukaan dan jaminan
keadilan selalu dipupuk dan diperhatikan akan menghasilkan suatu kebijakan publik dan
peratruran umum yang mengatur masyarakat dengan baik.

Kemudian bahwa nilai-nilai persatuan yang dirintis oleh pemuda dan para pahlawan
pejuang bangsa yang terkandung dalam sumpah pemuda, kurang dikaji dan dipahami
dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh bangsa dan oleh setiap warga Negara. Nilai-
nilai persatuan yang telah dirintis oleh pemuda dan pejuang bangsa semakin memudar.
Sebagai akibatnya yang lebih jauh, timbul berbagai benih pemecahan dan sikap serta
tindakan yang mengarah keinginan beberapa daerah Negara kesatuan Indonesia untuk
melepaskan diri dari NKRI.

Keberhasilan hati dan kejernihan pikiran dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam
kehidupan sehari hari, terutama pemimpin bangsa ini, bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat yang dicita-citakan, yaitu masyarakat madani.
Misalnya, korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat merusak kesejahteraan kehidupan bangsa
yang menjadi tujuan didirikannya Negara kesatuan Republik Indonesia yang terkandung
dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Menghapuskan keadilan sosial akan
melahirkan ketimpangan.

Kurang transparannya pelaksanaan hak dan kewajiban para pemimpin masyarakat,


bangsa, dan Negara adalah penyebab utama hancurnya Negara.

2. Sikap Yang Dilakukan Untuk Mencapai Keterbukaan dan Jaminan Keadilan

Masyarakat adalah salah satu komponen yang dapat menunjang terciptanya kondisi atau
iklim yang kondusif dalam rangka penegakan hukum. Tampaknya hal itu memang harus
digiring dan tentunya diperhatikan contoh oleh pemimpin. Pemimpin memang harus
memberi contoh dari suri tauladan yang baik, karena Negara kita ini tidak memerlukan
pemimpin yang hanya bisa berteriak dan memerintah tanpa pernah sekalipun mau
diperintah. Hubungan pemerintah dan rakyat harus benar-benar sasling terkait dan
menyatu hendaknya jangan sampai terjadi penegakan hukum.

Di satu sisi, masyarakat menginginkan terlaksananya penegakan hukum (supremacy of


law) bukan sebaliknya. Sering tejadi antara keduanya terjadi tarik menarik yang samgat
kuat sekali. Artinya,dimensi hukum di politik saling pengaruh mempengaruhi dan tidak
dapat dihindari. Untuk membenahi situasi yang cenderung tidak sehat itu.maka
diperlukan sosok para pemimpin yang bertanggungjawab.Memang sangatlah sulit
mencari sosok yang demikian itu. Jika kita serius melakukan penyeleksian maka hasil
yang baik itu akan diperoleh. Salah atu cara yang efektif adalah membenahi dan
memperbaiki sistem yang sudah ada, tetapi yang dalam proses rekrutmen calon
pemimpinnya.Diantara sistem juri yang sudah banyak diterapkan adalah uji kelayakan (fit
and proper test) memperhatikan pendidikan formal.

Untuk memperbaiki sistem hukum dan peradilan, masih diperlukan waktu dan
perjuangan extra, karena kondisi saat ini masih memprihatinkan, dimana pengadilan
sebagai tempat untuk menemukan keadilan belum mencapai tujuannya, yaitu memberi
rasa keadilan kepada rakyat. Untuk memangku amanah teguhnya supremasi hukum yang
didambakan diperlukan pemimpin yang mampu serta mengerti seluk beluk dunia hukum
dan pengadilan. Untuk itu ,wakil rakyat mengingatkan semua kandidat ketua mahkamah
agung harus lulus fit and proper test agar dikemudian hari tidak muncul istilah” membeli
kucing dalam karung.” Selain itu, kandidat haruslah seseorang yang intelektual, bisa
bermasyarakat dan berakhlak yang baik.

Selain keterbukaan dalam hidup berbangsa dan bernegara, tidak kalah pentingnya adalah
menciptakan keadilan. Persatuan bangsa dan keutuhan negara hanya akan terwujud jika
tedapat keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keadilan merupakan unsur yang
sangat esential dalam kehidupan manusia. Semua orang berharap mendapatkan jaminan
dan rasa keadilan.
Dalam kehidupan sekarang, musuh terbesar bangsa adalah ketidakadilan. Ketidakadilan
dapat menciptakan kecemburuan, kesenjangan, pertentangan dan disintegerasi bangsa.
Jika kita amati lebih jauh keadaan negara kita ini, pertentangan antar suku bangsa dalam
perpecahan wilayah bersumber dari ketidakadilan. Karena diperlakukan tidak adil, antara
anak bangsa dapat bertikai dan antar golongan saling berseteru. Dengan demikian,
keadilan adalah prasyarat bagi terwujudnya persatuan bangsa dan keutuhan negara.

3.Upaya Peningkatan Jaminan Keadilan

Ketebukaan atau sikap terbuka merupakan pertanda adanya hidayah dari Tuhan bahwa
manusia itu harus senantiasa bersedia mendengarkan dan menerima pendapat ornaglain
dan kemudian memeriksa, menganalisis pendapat orang lain itu, mana yang baik sudah
selayaknya dapat kita ambil dan diikuti, dan tidak baik atau tidak sesuai dengan norma
kehidupan dalam masyarakat kita tinggalkan. Tentunya kita berpedoman pada ajaran
dasar / pokok manusia sebagai makhluk Tuhan. Orang yang beriman harus mempunyai
wawasan yang mendalam sesuai dengan hati nurani manusia sebagai makhluk ciptaan
tuhan.Pemimpin masyarakat harus mau dan mampu untuk menerima dan melaksanakan
pendapat orang lain yang baik dan bermanfaat. Kita menyadari bahwa manusia banyak
kelemahan dan kekurangan., apalagi sebagai pemimpin yang baik yang diharapkan oleh
orang banyak dalam masyarakat.

Sikap dan sifat ketertutupan adalah pertanda kelemahan dan kesesatan yang menganggap
diri sempurna serta tidak dapat menerima pendapat orang lain , betapapun benar dan
berbahaya pendapat itu, hal itu merupakan satu cara untuk mrnutupi kelemahan yang
terdapat dalam diri kita sendiri.

Jika sifat dan sikap keterbukaan ini kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat
,berbangsa dan bernegara, maka kita tidak perlu khawatir untuk menyampaikan
kebenaran karena adanya jaminan hukum bahwa yang benar itu adalah benar walaupun
pahit untuk diterima pemimpin / pemuka masyarakat harus mau dan mampu untuk
memberikan contoh tauladan walaupun yang berbuat tidak baik dan tidak benar itu adalah
diri sendiri atau anggota keluarga sendiri.

Hal ini mencerminkan adanya jaminan hukum dan jaminan keadilan dalam kehidupan
bermasyarakat dan berbangsa. Apabila hal ini dapat kita tumbuhkembangkan, terhadap
tumbuhnya masyarakat yang madani. Jadi, jelas bagi kita, apabila kita mampu menyadari
bahwa makhluk ciptaan Tuhan maka masing-masing mempunyai kelemahan dan
kelebihan. Kita bersedia untuk memberi dan menerima pikiran dan perasaan serta
pendapat orang lain.Hal ini hendaknya tampil dalam kehidupan sehari-hari, dalam
kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Tentunya tidak lepas dari adanya jaminan hukum dan keadilan. Terutama dari aparat
penegak hukum itu sendiri., bukan jaminan hukum dan keadilan orang/golongan
kelompok tertentu saja. Kita semua sebagai makhluk ciptaannya dapat dan mampu
berpartisipasi dalam upaya peningkatan jaminan hukum dan keadilan dalam kehidupan
sehari-hari, baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai warga Negara kesatuan
Republik Indonesia.