Anda di halaman 1dari 1
Berita Sinema

Berita Sinema

Menu

Headlines

Jokes

Bandung News

Sex Education

Bali Diving

Artikel Sex

Tentang Sex

Lawakan

Berita Umum

Berita Sinema

Resensi Film

Artikel IT

Berita IT

About Us

Sponsorships

Diving Bali

Children Books Online Web Store

Web and database programming, marketing

SCUBA Diving Club

Diving Equipment Catalog

Dobermann Pinscher Breeder

Alumni Trisakti Jakarta

Dive Indonesia

Technical Diving Bali

Alumni SMP SMA Aloysius

Wastewater Management Expert

Contractor Indonesia

Riri Riza Dan Eliana Seharga 800 Juta Rupiah

Dalam daftar filmmaker muda Indonesia, nama Riri Riza saat ini berada di urutan atas. Karya layar lebar pertamanya, Petualangan Sherina, sukses besar. A2DC yang diproduserinya bersama Mira Lesmana, juga sukses. Gimana dengan Eliana, Eliana?

Riri mengakui bahwa sukses dua film terdahulu cukup membebaninya dalam membuat karya-karya berikutnya. Membuat doi deg-degan. "Tapi pada dasarnya setiap film memberikan beban tersendiri pada saya karena setiap film tidak sama," katanya.

Other articles

Spider-Man Diputar Perdana Di Jakarta 18 Mei

Pagi Ini Di Plaza Senayan Film “Telegram” Diputar

SCTV Minta Prima Entertainment Bersikap Jujur!

Dolores 'Cranberries', Tina Arena Siap-sia

Al Pacino Menyesali The Godfather III

"Eliana, Eliana lebih eksploratif dibandingkan dua film sebelumnya. Pendekatan penokohannya sangat berbeda. Mediumnya juga berbeda."

Eliana, Eliana boleh dikatakan sebuah proyek "idealis" di mana Riri berusaha menampilkan idenya secara bebas. Karena itulah doi memilih menggunakan video digital dalam menggarap karyanya ini.

"Kamera digital otomatis lebih explorable, kru yang dibutuhkan juga sedikit," tuturnya.

Bukan karena film 35 mili lebih mahal?

"Ribet banget kalau harus menggunakan film 35 mili. Banyak banget orang yang harus terlibat. Saya pengen bebas, dan saya nggak mau mengambil resiko dengan biaya besar," kata Riri yang juga menggarap sebuah komposisi bersama Djaduk Ferianto untuk film ini.

Untuk melahirkan karya "bebas" ini, Riri mengaku menghabiskan duit 800 juta rupiah, jauh lebih murah dibandingkan A2DC yang mendekati 4 milyar. Budget itu konon ditanggung oleh Prima Entertainment, production house yang belakangan ini bikin heboh lewat Siapa Takut Jatuh Cinta. Benarkah?

"Nggak. Prima hanya megang hak siarnya untuk televisi," jelas Riri.

Meskipun baru akan beredar bulan Juni mendatang, proyek "murah meriah" ini tampaknya cukup menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih dua penghargaan dalam Festival Film Internasional Singapura ke-15 belum lama ini. Riri dianugerahi Young Cinema Award, sebuah penghargaan untuk sutradara yang baru menghasilkan kurang dari 3 film, sementara Eliana, Eliana meraih anugerah kritik dari Netpac/FIPRESCI, sebuah asosiasi internasional yang juga menyelenggarakan Golden Globe Awards.

"Saya terkejut juga. Sebenarnya saya dan Rudi (Rudi Soedjarwo) sudah mau pulang ke Indonesia, tetapi panitia minta tinggal dulu. Eh, ternyata saya dapat penghargaan," cerita Riri yang sejak kemarin (2/5) bersama Mira Lesmana, Rudi Soedjarwo, Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra berada di Melbourne, Australia dalam rangka pemutaran Ada apa dengan Cinta?.

· Sumber: Kafegaul.com

· 03 May 2002

Next: Film “Telegram”Menggambar Hidup Yang Absurd Previous: Pasir Berbisik Terus Berkelana

Copyright 1999-2005 © SP18.com. Site developed and maintained by Terong Internet Engineering