Anda di halaman 1dari 6

c  Ýô 


 alias {   adalah nama umum bagi sekelompok ikan air tawar yang
tergolong ke dalam marga ô  (suku Bagridae, bangsa Siluriformes).
Banyak nama lokal yang disematkan ke ikan-ikan ini, beberapa di antaranya
adalah 
 
  
 
  
 
  dan
lain-lain bergantung kepada spesies dan daerahnya.

Kelompok ikan dalam marga ô  sangat beragam, terdiri dari jenis-jenis
ikan yang berukuran kecil sampai sedang. Sistematika kelompok ini masih
belum mantap dan memerlukan kajian lebih lanjut. Kekerabatan filogenik di
dalam marga ini belum diketahui dengan jelas, meski diduga ada dua garis
kekerabatan utama. Akan tetapi diyakini sejak tahun 2005 bahwa marga ini
bersifat parafiletik. marga Mystus (ikan-ikan keting atau lundu), atauyang
sebelum nya dikenal sebagai Macrones. Marga ini dipisahkan, salah satunya
ialah karena anggotanya yang dewasa umumnya memiliki tubuh yang
berukuran besar. Sejenis baung dari Indocina bagian tengah, H. wyckioides,
diketahui sebagai jenis baung terbesar yang dapat mencapai bobot tubuh
80Kg. Bertubuh agak mirip dengan Lele, ikan-ikan baung memiliki kepala
yang memipih agak mendatar, dengan bagian tulang tengkorak yang kasar di
atas kepala tak tertutupi oleh kulit, dan sirip lemak yang berukuran sedang
berada di belakang sirip punggung.

Marga ô  diyakini memiliki asal-usul dari wilayah Asia Selatan dan
Tenggara. Sebelumnya, marga ini juga dikenal dengan nama lain ô  ,
nama yang kini tidak dipakai lagi karena telah digunakan lebih dulu sebagai
nama marga sejenis kumbang (Coleoptera).

Ikan lundu berasal dari, dari Bayung Lencir,


Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

  {   

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Actinopterygii

Ordo: Siluriformes

Famili: Bagridae

Genus: ô 
Scopoli, 1777


 
Jenis-jenisnya, di antaranya:

       

ô 
Ng & Hadiaty, Endemik di lembah Sungai
  2005. Alas, Sumatera Utara.

Lembah sungai Mekong,


ô
  Roberts, 1994
Bangpakong dan Chao Phraya

Malabar, Kerala dan Manipur,


ô
  (Day, 1865) India, dan Distrik Mergui,
Burma

ô
 Ng, 2004 Sungai Kelantan, Malaysia

Lembah sungai Mekong,


ô
    Fowler, 1937
Meklong dan Chao Phraya

ô
   (Volz, 1904) Sumatra

ô
  (Day, 1877) Lembah sungai Gangga, Indus
dan Mahanadi

(Bleeker, Lembah sungai Mekong dan


ô
 
1864) Chao Phraya

Sumatra tengah, Semenanjung


ô
   Ng, 2002 Keting
Malaya dan Kalimantan

Lembah sungai Gangga,


(Hamilton, Brahmaputra, Mahanadi,
ô
  
1822) Subarnarekhar dan Godavari,
India, Bangladesh danNepal

ô

Li & Wang,
  Guangdong, Cina
1979
‚

Chakrabarty & Aliran sungai Irawadi, Salween


ô
  
Ng, 2005 dan wilayah pesisir Burma

(Hamilton, Lundu, keting, India, Bangladesh, Burma, dan


ô

1822)   (Jw.) Jawa

ô
  Jayaram, 1954 Terbatas di Sungai Indus, India

Endemik di Sungai Mahakam,


ô
  Ng, 2003
Kalimantan Timur

Sungai Irawadi dan Sittang,


ô
  (Blyth, 1860)
Burma.

Pantai Malabar, pegunungan


ô
    (Jerdon, 1849)
Wayanad dan Travancore, India.

Anak benua India, terutama di


ô
  (Jerdon, 1849)
Ghats barat.

ô
Lembah sungai Mekong dan
Roberts, 1992
   Chao Phraya.

Lembah sungai Mekong dan


ô
  Roberts, 1992
Chao Phraya.
(Valenciennes, Jawa dan Sumatra bagian
ô
  Keting
1840) selatan.

Nilgiris, Ghats barat dan


(Valenciennes,
ô
  pegunungan Karnataka, Kerala
1840)
dan Tamil Nadu, India

(Solander, Lembah sungai Eufrat dan


ô

1794) Tigris.

(Chaudhuri, Sungai Irawadi dan Sittang,


ô

1911) Burma.

Ng,
Wirjoatmodjo Endemik di lembah Sungai
ô

and Hadiaty, Alas, Sumatera Utara.
2001

Lembah sungai Mekong,


ô
 Fowler, 1935
Meklong dan Chao Phraya.

(Vinciguerra, Sungai Irawadi, Sittang dan


ô

1890) Salween hilir, Burma.

Lembah sungai Krishna dan


ô
 (Sykes, 1839)
Cauvery, India.

Lembah sungai Mekong dan


(Bleeker,
ô
   Chao Phraya, serta pulau-pulau
1846)
Sunda Besar.

ô
Li & Wang,
Daratan Cina
  ‚ 1979

(Hamilton, India utara, Bangladesh dan


ô

1822) Pakistan.

Sungai-sungai di Pakistan,
ô
  (Bloch, 1794) Nepal, India, Srilanka, dan
Bangladesh.

ô
 (Bleeker, Sungai-sungai besar dari
1851) Thailand hingga ke Indonesia,
pada wilayah-wilayah yang
dipengaruhi pasang surut dan
berair payau.


ô

Ikan Lundu di daerah Cirebon, Jawa Barat pada jaman dahulu masih

melimpah dan mudah didapatkan di sungai-sungai serta banyak masyarakat yang

yang memanfaatkan ikan lundu untuk di konsumsi atau dijual. Sayangnya pada

saat ini ikan lundu susah di temukan di sungai-sungai akibat dari masyarakat yang

menangkap ikan berlebihan sehingga ikan tersbut lambat laun semakin sedikit dan

akhirnya sekarang ini ikan lundu sulit ditemukan di sungai-sungai Cirebon,

kalaupun ada ikan yang ditemukan tidak semelimpah dahulu.

Di kota Cirebon masih belum ada petani ikan yang membudidayakan ikan

ini, karena nilai ekonomis yang masih sangat rendah sekali sehingga petani ikan

tidak tertarik untuk membudidayakan ikan lundu ini. Padahal di negara lain yaitu

Thailand ikan ini telah di budidayakan dan menjadi ikan komoditas penting

karena ternyata ikan lundu ini mempunyai kandungan gizi yang cukup baik dan

cukup tinggi. Di Indonesia ikan lundu belum terkenal seperti halnya ikan-ikan air

tawar lain yang telah banyak di konsumsi masyarakat Indonesia dan masih sangat

sedikit penelitian terhadap ikan lundu ini.

Menurut saya sebagai putri daerah Cirebon, Jawa Barat yang seharusnya di

lakukan lebih banyak mengadakan penelitian terhadap ikan lundu ini dan

melakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia agar ikan ini dapat di

budidayakan dan di lestarikan sehingga tidak punah dan memberikan pengetahuan


bagaimana ikan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan sangat mudah

dibudidayakan. Sebagai ikan konsumsi alternatif yang mudah di budidayakan

serta mudah di temui dan harga yang murah serta semua kalangan masyarakat

dapat mengkonsumsinya tanpa harus membayar mahal dan mempunyai

kandungan gizi yang baik bagi anak bangsa.

Referensi

http://richocean.wordpress.com/