Anda di halaman 1dari 27

BAB I

KONSEP DASAR ILMU BUDAYA DASAR

1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar dan Ruang Lingkup Kajian

Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam
berfikir dan bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun
rohani.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :

a.Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam


b. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
c.Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan
sosiologi
d. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa,
adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional.

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah
kemanusian dan budaya. Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang berbagai budaya,
melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-
konsep budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah kemanusian dan
budaya.

Ruang lingkup kajian Ilmu Budaya Dasar adalah :

a. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah


kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan
pengetahuan budaya (The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian
(disiplin ilmu) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan
(antara bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
b. Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam
perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat. Dalam
melihat dan menghdapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak
hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi ketidak seragaman yang
diungkapkan secara tidak seragam, sebagai yang terlihat ekspresinya dalam
berbagai bentuk dan corak ungkapan pikiran dan persamaan, tingkah laku, dan
kelakuan mereka.
2. Latar belakang Ilmu Budaya Dasar

latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat
Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

a. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala
keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek

1
kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial)
kesukuan dan kedaerahan.
b. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya
perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya
mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan
nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
c. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan
kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai
budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah
diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang
disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat
dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
3. Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar

Pokok bahasan Ilmu Budaya Dasar terbagi atas :


a. Manusia dan cinta kasih :
- Cinta antara pria dan wanita
- Kekeluargaan
- Persaudaraan
b. Manusia dan keindahan
- Kontemplasi
- Ekstasi
c. Manusia dan penderitaan
- Nasib buruk
- Penyesalan
- Kehilangan yang dicintai
d. Manusia dan keadilan
- Rasa keadilan
- Perlakuan adil
e. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Kesadaran
- Kewajiban
- Pengorbanan
f. Manusia dan pandangan hidup
- Cita-cita
- Kebajikan
g. Manusia dan kegelisahan
- Keterasingan
- Kesepian
- Ketidakpastian
h. Manusia dan harapan
- Kepercayaan diri
- Gairah mengatasi kesulitan

4. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

2
Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah :

a. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya
lebih dikenal luarnya saja
b. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
c. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
d. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan
perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
e. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga
lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku
manusia dan ketentuan yang diciptakannya
f. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta
mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan
budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang
luhur nilainya
g. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh
kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
h. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu
berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan
pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang
sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi
khususnya Dharma pendidikan

BAB II

3
MANUSIA DAN CINTA KASIH

1. Pengertian Cinta Kasih

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sangat
sayang kepada seseorang atau rasa sangat kasih atau tertarik hatinya kepada
seseorang. Kasih artinya perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan
kepada seseorang.

2. Perbedaan Cinta dengan Nafsu

Perbedaan cinta dengan nafsu adalah :


a. Cinta bersifat manusiawi, sedangkan nafsu tidak manusiawi.
b. Cinta bersifat rohaniah, sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
c. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung
menuntut.

3. Pengertian Cinta Menurut Beberapa Ilmuan

Pengertian cinta menurut beberapa ilmuwan adalah :


a. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
- Knowledge (pengenalan)
- Responsibilty (tanggung jawab)
- Care (perhatian)
- Respect (saling menghormati)

Cinta terbagi atas :


- Cinta kepada Tuhan (Agape)
- Cinta persaudaraan (philea)
- Cinta keibuan
- Cinta antara pria dan wanita (eros)
- Cinta diri sendiri (narsisme)

b. Dr. Frank S. Caprio menyatakan cinta bersifat timbal balik.


c. Dr. Sarlito W. Sarwono menyatakan cinta yang ideal memiliki tiga unsur yaitu:
- Keterikatan
- Keintiman

4
- Kemesraan

Cinta antar pribadi manusia menunjuk kepada cinta antara manusia


mempunyai beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi tersebut
yaitu
• Afeksi: menghargai orang lain
• Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
• Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
• Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
• Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
• Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa
• Kinship: ikatan keluarga
• Passion: nafsu seksual
• Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
• Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi
• Service: keinginan untuk membantu

4. Pengertian Sayang

Sayang menurut Kamus Bahasa Indonesia diartikan kasihan. Kasih sayang diartikan
cinta, kasih, atau amat suka kepada seseorang.

5. Pengertian Kemesraan

Kemesraan (mesra) menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah sangat erat
dan karib bersumber pada cinta kasih. Wujud dari kemesraan adalah: kontak mata,
berbicara dan bersentuhan.

Kemesraan terbagi atas :


a. Kemesraan dalam tingkat remaja
b. Kemesraan dalam romah tangga
c. Kemesraan manusia usia lanjut.

6. Pengertian Pemujaan

5
Pemujaan (puja) menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti penghormatan
atau tempat pemujaan kepada dewa-dewa. Pujaan dapat ditunjukkan kepada orang
yang dicintai, pahlawan yang diagungkan, dan Tuhan YME sebagai pemujaan
tertinggi.

SOAL TUGAS

Bacalah dengan seksama kasus di bawah ini :

Yth Ibu Win,

Saya seorang remaja berusia 18 tahun. Sudah 1 tahun saya menjalin kasih dengan
salah seorang teman kuliah saya. Akhir-akhir ini dia berubah. Semua tugas kuliah
yang biasanya kami kerjakan bersama, sekarang dia meminta saya untuk
mengerjakannya. Dia juga memaksa saya untuk mengikuti gaya hidupnya suka
nongkrong di café dan clubbing setiap pulang kuliah. Kendati demikian saya
menurutinya karna cinta. Lama kelamaan saya merasa tersiksa atas perubahannya
tersebut. Ibu Win apa yang harus saya lakukan agar dia dapat merubah kebiasaannya
tersebut? Apakah hubungan ini harus saya akhiri atau harus saya pertahankan?

Terima kasih,
X – Jakarta (Sumber: Cosmopolitan Girl 2009)

Pertanyaan : Setelah membaca permasalahan di atas, menurut Saudara apakah


tindakan berdasarkan cinta atau nafsu? Jelaskan! (dihubungkan dengan materi
perkuliahan). Apa tanggapan dan solusi dari permasalahan tersebut yang
saudara berikan kepada X? Jelaskan!

BAB III

6
MANUSIA DAN KEINDAHAN

. Keindahan

Keindahan berasal dari bahasa Inggris “beauty” (keindahan) dan “the beautiful”
(benda atau hal yang indah). Keindahan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
berasal dari kata “indah” yang berarti bagus, permai, cantik, molek dsb. Keindahan
identik dengan kebenaran.

Keindahan dibedakan dalam 3 (tiga) hal yaitu :


a. Keindahan dalam arti luas terbagi atas :
- Menurut The Liang Gie, keindahan dalam arti luas adalah
mengandung gagasan tentang kebaikan.
- Menurut Plato, keindahan adalah watak yang indah dan hukum
yang indah.
- Menurut Aristoteles, keindahan adalah sesuatu yang baik dan
menyenangkan.

Dapat disimpulkan keindahan dalam arti luas, keindahan adalah keindahan seni,
alam, moral dan intelektuan.

b. Keindahan dalam arti estetik murni adalah pengalaman estetik seseorang dalam
hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c. Keindahan dalam arti yang terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Ini
berhubungan dengan bentuk dan warna.

Keindahan memiliki 5 (lima) nilai sebagai berikut :


a. Nilai estetik dalam bidang filsafat adalah nilai keindahan dari sesuatu dilihat
dari keberhargaan dan kebaikannya.
b. Nilai subjektif adalah nilai keindahan yang diberikan dari perseorangan.
c. Nilai objektif adalah nilai keindahan yang terkandung dari suatu objek tertentu.
d. Nilai ekstrinsik adalah nilai keindahan yang bersifat sebagai alat atau
membantu.
e. Nilai intrinsik adalah nilai keindahan yang sifat baik dari benda yang
bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu
sendiri.

Ciri-ciri keindahan diantaranya mengandung: keselarasan dan pertentangan garis,


warna, bentuk, nada dan kata-kata.

. Renungan

Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian secara


mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam
hati kita tentang segala sesuatu.

7
Renungan keindahan didasarkan atas 3 (tiga) macam teori, yaitu :
a. Teori pengungkapan oleh Benedetto Croce yang menyatakan bahwa seni adalah
pengungkapan kesan-kesan.
b. Teori metafisika oleh Plato yang menyatakan bahawa karya seni hasil ciptaan
manusia adalah tiruan dari realiti dunia. Pencipta sebenarnya adalah Tuhan.
c. Teori psikologik menyatakan bahwa karya seni yang dihasilkan oleh seorang
seniman adalah bentuk yang berselubung atau diperhalus dari keinginan
seniman itu sendiri.

. Keserasian

Keserasian dari kata serasi (rasi) yang artinya cocok, sesuai, atau kena benar.
Keserasian adalah perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran., Atau keserasian
merupakan pertentangan antara nada-nada tinggi-rendah. Keras-lembut, dan
panjang-pendek.

. Kehalusan

Kehalusan dari kata halus artinya tidak kasar, sopan, baik, beradap. Kehalusan
terbagi atas :
a.Bahasa melahirkan sikap halus
- Perkataan : pemilihan kata yang baik serta sopan, dan
penyusunan kalimat yang teratur.
- Berbentuk irama, nada dan alunan suara.

b. Bagian-bagian rohaniah
- Kemauan : unsur kemauan itu penting karena kemauanlah yang
menentukan pilihan.
- Perasaan : Perasaan dating dari jiwa yang wujud luarnya adalah tingkah laku.
- Pikiran : adalah bagian rohani manusia yang dapat menciptakan
pengetahuan, gagasan, pendapat, ide, kesadaran, kebijaksanaan dsb.
- Kelembutan dalam pergaulan : berdasarkan prinsip cinta kasih,
kejujuran, keadilan, kesetiaan, dan keloyalan.

SOAL TUGAS

Baca dengan seksama pusi di bawah ini :

BUAH RINDU

Karya : Amir Hamzah

Tuan aduhai mega berarak


Yang meliputi dermaga raya
Berhentilah tuan di atas terrak
Anak lekat musyafir lata

8
Sesaat sejenak mata beta berpesan
Padamu tuan aduhai awan
Arah menata tuan berjalan
Di negeri manakan tuan bertahan?

Sampaikan rinduku pada adinda


Bisikkan rayuanku pada juwita
Liputi lututnya muda kencana
Serupa beta memeluk dia

Ibu, konon jauh tanah selindung


Tempat gadis duduk berjuntai
Bunda, hajat hati memeluk gunung
Apakah daya tangan tak sampai

Pertanyaan : Setelah Saudara membaca dan menganalisa puisi di atas, sebutkan dan
jelaskan nilai estetik, nilai subjektif, nilai objektif, nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik
dari puisi tersebut?

9
BAB IV
MANUSIA DAN PENDERITAAN

1. Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang
berarti menahan atau menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa
indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak
menyenangkan. Dengan demikian merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun
kegembiraan.

Yang jelas, setiap kesedihan membawa tantangan tersendiri untuk dihadapi. Di


bawah ini beberapa contoh musibah atau kesedihan yang dapat melahirkan reaksi
berbeda-beda dan bagaimana seharusnya Anda bertindak.

Contohnya kehilangan orang tua. Hubungan kita dengan orang tua merupakan
suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami
makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi
mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi
pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.

2. Siksaan

Penderitaan biasanya disebabkan oleh siksaan, Siksaan biasa dirasakan pada badah
atau jasmani, dan juga dapat berupa siksaan jiwa atau rohani. Masalah siksaan jiwa
atau rohani (psikis) yang akan diuraikan dalam Ilmu Budaya Dasar, antara lain :

a. Kebimbangan
Kebimbangan pasti akan dialami ketika seseorang dihadapkan oleh dua pilihan
yang penting yang ia tidak dapat menentukan pilihan yang mana yang akan
diambil.

b. Kesepian
Kesepian dialami seseorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, hal ini
akan terus ia rasakan walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.Ini yang perlu
dianalisa pertama kali. Perbedaan antara kesepian dengan kesendirian. Kesepian
itu perasaan sepi. Sendirian itu ketika seseorang dalam keadaan sendiri.
Kesepian bisa berarti seperti “tikus kelaparan di lumbung padi”. Banyak orang
di sekitarnya tetapi tetap merasa sepi. Sedangkan sendirian dalam keadaan
sendiri, tetapi tidak merasa sepi.

c. Ketakutan (phobia) adalah kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak
realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu. Phobia terbagi atas
yaitu :

10
- Claustrophobia : ketakutan ketinggian
- Agoraphobia : ketakutan ruang terbuka
- Actophobia : ketakutan akan ruang tertutup
- Caucasophobia : ketakutan akan orang dari ras lain.
- Hydrophobia : ketakutan akan air.
- Photophobia : ketakutan akan cahaya.
- Antlophobia : takut akan banjir.
- Cenophobia : takut akan ruangan yang kosong
- Phobia kegelapan : ketakutan di tempat gelap
- Phobia kesakitan : ketakutan akan rasa sakit
- Phobia sosial : ketakutan berhubungan sosial

Penyebab siksaan terbagi atas 2 (dua) yaitu :


a. Intern : dari dalam pikirin atau diri kita sendiri.
b. Ekstern : dari luar diri kita contohnya lingkungan.

3. Frustasi

Menurut Dr. kartini Kartono, frustasi merupakan suatu keadaan dimana satu
kebutuhan tidak dapat terpenuhi dan tujuannya tidak tercapai karena satu atau
beberapa hal yang menghalanginya.

Menurut Dr. A. H. Watts, gejala-gejala awal frustasi meliputi antara lain :


a. Persaan lesu
b. Cemas
c. Perasaan hati tidak menentu
d. Perubahan ritme tidur
e. Perubahan kebiasaan atau cara hidup.

Akibat dari frustasi :


a. Gangguan kesehatan
b. Gangguan kejiwaan
c. Narkoba, miras, atau sampai tingkat kriminal
d. Kehilangan arti hidup.

4. Cara Mengatasi Rasa Kebimbangan, Kesepian, Ketakutan dan Frustasi

Cara mengatasi rasa kebimbangan, kesepian, ketakutan dan frustasi, adalah sebagai
berikut :
a. Berdoa kepada Tuhan YME
b. Berpikir positif dan optimis
c. Kembangkan kelebihan, lupakan kekeliruan
d. Sikap kita terhadap kegagalan
e. Mencari cara baru yang efisien
f. Ke psikiater atau ke guru spiritual.

11
SOAL TUGAS

Bacalah dengan seksama artikel di bawah ini :

30 Persen Masyarakat Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

Jakarta, Kasus gangguan kesehatan jiwa di Indonesia terus menunjukkan peningkatan.


Jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa seperti stres, depresi,
cemas berlebihan, ketakutan, hingga kasus parah shizoprenia mencapai angka 20-30
persen.

Dari jumlah di atas, 2-3 persen mengalami gangguan jiwa kronis kegilaan dan
schizofrenia. Meningkatnya pasien gangguan kesehatan jiwa ini karena dipicu oleh
masalah ekonomi, stres sosial, stres kerja, trauma bencana, korban kejahatan.
Sayangnya masalah gangguan kesehatan jiwa belum menjadi prioritas kesehatan yang
dibuat pemerintah.

Demikian dikatakan oleh pakar kesehatan jiwa, Dr. Suryo Dharmono, SpKJ(K) dalam
acara media gathering: Kesehatan Jiwa Sebagai Tanggung Jawab Siapa?, di Hotel
Manhattan, Jakarta, Senin (26/10/2009).

"Diperkirakan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan ringan hingga berat


jumlahnya 30 persen, lebih besar daripada sekedar angka 2 persen hingga 3 persen
dalam data statistik," ujar Dr. Suryo.

Padahal bila salah satu anggota keluarga ada yang mengalami gangguan kesehatan jiwa
berat maka praktis seluruh sistem kehidupan keluarga terganggu. Seperti dicontohkan
Dr Suryo terhadap kasus yang dialami seorang ibu yang sebut saja bernama Nyonya A
berusia 65 tahun.

Ny A divonis menderita dementia (pikun) disertai gangguan perilaku dan sudah


beberapa kali tinggal di rumah sakit. Ny A tinggal bersama putra sulung, menantu, dan
tiga orang cucu dengan status sosial ekonmi yang cukup baik.

Beban yang dialami Ny A ternyata juga menjadi beban berat bagi keluarganya. Sampai-
sampai putranya mengungkapkan keinginannya untuk memindahkan sang ibu ke panti
jompo. "Daripada kami sekeluarga ambruk bersama," tutur sang anak seperti
diceritakan Dr Suryo.

Tidak mudah memang untuk bisa mendeteksi gangguan kesehatan jiwa, karena banyak
masyarakat yang belum terlalu peduli dengan masalah ini. Bahkan di beberapa negara
di Eropa, sebagian besar orang harus melewati waktu 5 sampai 10 tahun hingga
akhirnya gangguan kesehatan jiwa tersebut terdiagnosa dengan tepat.

Dr Suryo mengatakan untuk bisa membantu proses penyembuhan penderita gangguan


kesehatan jiwa dibutuhkan kombinasi dari terapi medis, toleransi serta dukungan yang

12
besar dari keluarga dan orang sekitarnya terhadap pasien. Namun, seringkali stigma
buruk dari masyarakat terhadap orang dengan gangguan kesehatan jiwa membuat
pengobatan tersebut terhambat.

"Sampai saat ini kesehatan jiwa masih menjadi prioritas bawah dan tidak termasuk
dalam bagian utama praktik, kebijakan dan agenda kesehatan, sehingga banyak orang
yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan untuk jiwa," ungkap dokter dari
departemen Psikiatri FKUI/RSCM.

Dr Suryo menambahkan karena kurangnya pelayanan kesehatan jiwa, membuat orang


yang memiliki gangguan kesehatan jiwa tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.
Sehingga banyak terjadi kasus pemasungan, penelantaran, gelandangan psikotik,
perilaku kekerasan, penyalahgunaan obat-obatan dan kriminalitas.

Untuk dapat memperbaiki masalah ini, Dr Suro menyarankan agar rumah sakit jiwa
diganti menjadi fasilitas rehabilitasi psikososial. Dia juga menilai perlunya penyediaan
konsultasi di tiap puskesmas seperti yang sudah dilakukan puskesmas Tebet Jakarta
dimana terdapat poli konsultasi, sehingga orang tidak merasa sungkan untuk berobat.

Di puskesmas tersebut rutin diadakan perkumpulan antara pasien dengan keluarga


untuk menjelaskan masalah dan apa saja yang dubutuhkan oleh pasien. Sehingga pasien
lebih merasa dihargai dan tidak mendapatkan perbedaan yang berarti dengan
masyarakat lainnya. Serta dilakukan pula kunjungan ke rumah sebagai pendekatan
langsung untuk mengontrol pengobatan dan kondisi dari pasien itu sendiri.

Masalah gangguan kesehatan jiwa bisa dideteksi oleh diri sendiri. Misalnya, jika
mengalami sedih yang berlebihan yang membuat sulit untuk konsentrasi dan
menurunkan kualitas hidup, sebaiknya segera dikonsultasikan agar tak keterusan
menjadi gangguan kesehatan jiwa. (Sumber : detikHealth)

Pertanyaan : Setelah Saudara membaca dan menganalisa artikel tersebut di atas,


sebutkan dan jelaskan penderitaan apa yang dialami oleh 30% masyarakat
Indonesia? Sebutkan dan jelaskan apa penyebab intern dan ekstern sehingga
timbulnya penderitaan tersebut? Bagaimana cara mengatasi penderitaan tersebut
di atas?

13
BAB V
MANUSIA DAN KEADILAN

1. Adil dan Rasa Keadilan

Adil artinya tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, patut, layak dan wajar.
Adil bersifat kodrati yang merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak berat
sebelah menunjuk kepada suatu keadaan seimbang atau keadaan yang sama.

Rasa keadilan ini mendorong manusia untuk bersikap jujur dan benar. Jujur arinya
tidak curang, tidak menyimpang, tidak menganiya, memegang kata atau menepati
janji.

Rasa keadilan bersumber pada unsur rasa dalam diri manusia. Dengan unsur rasa
manusia menilai apakan yang dialami itu adail atau tidak adil. Benar bersumber
pada unsur cipta (akal). Dengan unsur ini manusia menilai apakah yang dialami itu
benar atau tidak benar. Jujr bersumber pada unsur karsa (kehendak). Dengan unsur
ini manusia dapat menentukan sikapnya jujur atau tidak jujur.

2. Perlakuan yang Adil

Dalam masyarakat itu manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan. Kebutuhan


itu pada dasarnya ada 3 (tiga) macam :
a. Kebutuhan ekonomis : sandang, pangan, papan.
b. Kebutuhan biologis : mengembangkan keturunan
c. Kebutuhan pshikis :pendidikan, kebebasan, harga diri dll

Perlakuan adil ini ada apabila dihubungkan dengan kodrat manusia sebagai mahluk
sosial yang harus hidup bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Karena
manusia itu mahluk berbudaya, perlakuan terhadap sesama manusia atau terhadap
Tuhan juga berbudaya dan beradab. Perlakuan beradap adalah perlakuan yang adil
antara hak dan kewajiban.

3. Pengakuan Terhadap Perlakuan yang Adil

Pengakuan perlakuan yang adil sesama manusia mendapat pengakuan secara


universal dalam :Declaration of Independence America” tahun 1776. Di indonesia
pengakuan ini dapat dibaca dalam pembukaan dan UUD 1945, serta keteapan MPR
No. II/MPR/1978.

Rumusan dalam Pembukaan UUD 1945 :


a. Perikemanusiaan dan perikeadilan (alinea I)
b. Negara Indonesia yang adil dan makmur (alinea II)
c. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan keadilan sosial (alinea IV)
d. Kemanusian yang adil dan beradab (alinea IV)

14
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (alinea IV)

Rumusan dalam UUD 45 antara lain :


a. Sama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan (pasal 27)
b. Berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2)
c. Kemerdekaan beragama (pasal 29 ayat 2)
d. Berhak mendapatkan pengajaran (pasal 30)
e. Perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan (pasal 33 ayat 1)
f. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara (pasal 34).

4. Keadilan Manusia dan Keadilan Tuhan

Keadilan dalam hubungan antar sesama manusia dapat dibedakan menjadi 3 (tiga)
bagian, yaitu :
a. Keadilan dalam hubungan koordinasi
Keadilan ini terdapat dalam hubungan antara sesama anggota masyarakat
(kelompok).
b. Keadilan dalam hubungan superordinasi
Keadilan ini terdapat dalam hubungan antara penguasa dan rakyat, atau antara
pemimpin dan anggota yang dipimpin, atau antara pemerintah dan warga
negara.
c. Keadilan dalam hubungan subordinasi
Keadilan ini terdapat dalam hubungan antara rakyat dan penguasa, atau antara
warganegara dan pemerintah atau antara anggota kelompok dan pimpinan.

Keadilan Tuhan terdapat dalam hubungan antara manusia dan Tuhan. Tuhan adalah
puncak segala-galanya. Manusia adalah mahluk ciptaan, Mengabdi kepada Tuhan
adalah keadilan. Keadilan Tuhan adalah mutlak (kekal).

5. Usaha Menciptakan Keadilan

Beberapa usaha yang dapat ditempuh untuk menciptakan keadilan, sehingga dapat
dihilangkan atau setidak-tidaknya dapat dikurangi sifat-sifat manusia yang tidak
adil. Usaha-usaha tersebut adalah :

a. Takwa kepada Tuhan YME. Dengan ketakwaan ini manusia akan sadar,
sehingga ia akan berbuat sesuai dengan perintah Tuhan dan akan
menjauhkan diri dari larangannya.
b. Meningkatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Pendidikan dan ilmu
pengetahuan yang memadai dapat membina sikap mental dan dapat
memberi pertimbangan baik-buruk, bermamfaat atau tidak bermamfaat,
adil atau tidak adil.
c. Mengenal seni dan karya seni. Keindahan itu adalah kebaikan dan
kebaikan itu adalah keadilan.
d. Menganut pola hidup sederhana. Dapat menciptakan rasa kebersamaan
dan menghindarkan sikap ekstrim.

15
e. Banyak memperoleh informasi mengenai kehidupan manusia yang
memperjuangkan keadilan untuk menumbuhkan sikap dan usaha
memperjuangkan keadilan.
f. Pemulihan bagi yang terkena ketidak adilan baik berupa balasan maupun
pembebasan.

SOAL TUGAS

Baca dengan seksama artikel di bawah ini :

Sehari Hidup dengan Rp 4.000

Nyeruput teh dulu di sini, Neng. Panas banget,” ajak Kusnan (47) sambil menuju lapak
warung minuman di sudut Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (20/10). Setumpuk
celana pendek dagangannya disampirkan di sandaran kursi plastik. Tas pinggang
dibukanya, hanya tampak empat lembar uang ribuan dan buku catatan kecil kumal.

Kusnan mencomot sepotong tempe goreng dan meneguk teh hangat, makan siangnya hari
itu. ”Beginilah, sudah dari jam delapan keliling pasar, baru empat orang yang bayar
kredit celana. Kalau lagi untung, setengah hari begini sudah dapat Rp 15.000, bisa makan
nasi saya,” katanya.

Kusnan salah satu dari banyak penjual pakaian secara kredit dengan daerah operasi di
pasar-pasar dan perkampungan di Jakarta. Selain celana pendek, dagangan mereka antara
lain daster, pakaian anak-anak, celana jin, busana muslim, hingga pakaian dalam
perempuan.

Konsumen mereka mulai dari pekerja di pasar, pemilik lapak-lapak kecil, hingga ibu-ibu
rumah tangga. Harga dagangan mulai dari Rp 10.000 untuk tiga pakaian dalam anak-anak
sampai Rp 200.000 untuk satu setel busana muslim plus kerudung atau jilbab. Waktu dan
besar cicilan disesuaikan dengan kemampuan konsumen.

Harga celana pendek dagangan Kusnan, misalnya, rata–rata Rp 10.000-Rp 20.000. Yang
berminat cukup membayar Rp 1.000 per hari. ”Setiap hari, paling tidak ada satu sampai
20 celana bisa saya jual. Cicilan pertama dibayar saat itu juga. Pemasukan lain dari nagih
ke pembeli sebelumnya. Sayangnya, selalu saja ada yang menunggak, bahkan tidak bayar
karena pindah atau benar-benar tidak punya uang. Mau ditarik barangnya tidak mungkin,
sudah telanjur dipakai,” katanya.

Kusnan menambahkan, ia mengambil celana itu dari perajin konveksi yang juga tetangga
sebelah rumah petak kontrakannya, tak jauh dari Pasar Cipulir. Bergantung model, bahan,
dan ukuran, celana jualannya dipatok Rp 6.000-Rp 12.000 per potong. Kalau lancar,
Kusnan sebenarnya bisa untung Rp 4.000-Rp 8.000 setiap satu celana yang lunas
terbayar.

16
Sekitar enam tahun lalu, Kusnan mengaku memiliki lapak kecil tempat ia dan istrinya
berdagang pakaian di dekat Pasar Kebayoran Lama. Namun, nasib membawanya menjadi
korban gusuran. Lusinan pakaian dan lapak disita petugas, tak pernah kembali. Tanpa
modal, Kusnan kesulitan memulai lagi membuka usahanya.

”Saya sudah dari umur 15 tahun merantau dari Tegal, Jawa Tengah, ke sini. Pernah jadi
tukang batu sebelum akhirnya bisa buka lapak. Setelah digusur, istri dan tiga anak saya
masih butuh makan. Ya sudah, jadi tukang kredit celana. Pendapatan turun, tetapi
antigusuran,” katanya tergelak.

Bagi Kusnan, tidak ada alasan untuk tidak tertawa di sela-sela keletihan akibat berkeliling
Pasar Cipulir dan kampung-kampung di sekitarnya. Selasa kemarin, jika nasib baik
belum menghinggapinya, dipastikan hanya kurang dari Rp 4.000 yang bisa diberikannya
kepada sang istri. Yang penting usaha, tegasnya.

”Mau tidak mau, harus mau. Tidak ada yang menolong. Kucuran kredit dari pemerintah
kata Neng? Tidak pernah ditawarkan ke kami. Tempat untuk pedagang kecil saja susah,
apalagi bantuan modal. Mungkin karena kami enggak punya, jadi enggak pernah
ditanyain maunya apa?” tambah Kusnan.

Pekerja nonformal seperti Kusnan hanyalah segelintir orang yang terselip di antara jutaan
warga miskin. Di jalanan Ibu Kota, sudut-sudut perempatan, hingga kolong jembatan,
tampak kehidupan orang-orangyang tidak punya jalan keluar menggantungkan hidup dari
mengemis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2009, tingkat kemiskinan sekarang mencapai 15,4
persen dari sekitar 220 juta penduduk Indonesia. Bagaimana mengentaskan mereka dari
kemiskinan?

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden
baru, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Apalagi dalam pidato kenegaraan saat
dilantik di Gedung MPR/DPR, Selasa kemarin, SBY menekankan bahwa target utama
kinerja pemerintahan dalam lima tahun ke depan adalah meningkatkan kesejahteraan
rakyat.

Masyarakat masih menunggu bisakah target periode pemerintahan terdahulu mereduksi


angka kemiskinan menjadi 8,2 persen terpenuhi dalam lima tahun ke depan? Lihat saja
nanti. (NELI TRIANA)
Sumber: (Kompas.com 21/10/09)

Pertanyaan : Setelah Saudara membaca dan menganalisa artikel di atas, sebutkan dan
jelaskan jenis keadilan apa yang terdapat di berita tersebut? Menurut Saudara apa
solusi dari masalah tersebut di atas dengan dihubungkan dengan usaha
menciptakan keadilan? Jelaskan!

17
BAB VI
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
SERTA PENGABDIAN

1. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.
Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.

2. Kesadaran Bertanggung Jawab

Kesadaran berasal dari kata sadar yang berarti tahu dan ingat atau tahu dan mengerti
ataupun insaf. Dengan pengertian tersebut, kesadaran tidak mungkin dilepaskan dari
kesadaran moral yang berdasarkan atas nilai-nilai moral perilaku susila sesuai
dengan norma yang berlaku.

Dr. Franz Magnis Suseno menyebutkan adanya 3 (tiga) unsur kesadaran moral
yaitu:
a. Perasaan wajib : suara bathin harus ditaati, seseorang harus mempunyai beban
atau kewajiban mutlak untuk melaksanakan sesuatu.
b. Rasional : didasarkan pikiran yang benar
c. Kebebasan : tidak ada tekanan atau paksaan, tidak memihak dan tidak
didasarkan perhitungfan mencari keuntungan.

3. Jenis-jenis Tanggung Jawab

Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak
lain. Untuk itu ia manghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi
lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menuadari bahwa ada kekuatan
lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan.

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi..

b. Tanggung jawab terhadap keluarga


Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-
ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga.
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung
jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga

18
merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat


Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai
dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.

d. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara


Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara
suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia
terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan


Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab
langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui
berbagai macam agama.

4. Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan
pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

a. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun
tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu
ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

b. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,
sehinggaa pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan
demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur
keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan
atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas.


Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit
dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah
tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada
sesama teman.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta


benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan
diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi,
kapan saja diperlukan.

19
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan
lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran,
perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan,
tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

SOAL TUGAS

Baca dengan seksama buku Riwayat Hidup Prof. Dr. Moestopo dan jawablah pertanyaan
di bawah ini :
Sebutkan dan jelaskan tanggung jawab dan pengabdian serta pengorbanan yang
telah dilakukan dan diberikan oleh Bapak Prof. Dr. Moestopo semasa hidup beliau?

20
BAB VII
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1. Pengertian Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau


bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan.

Berdasarkan nilai hidupnya, Edward Spranger membagi manusia atas 6 (enam)


tipe :
a. Manusia ekonomi : orang yang suka bekerja, suka mengumpulkan harta,
bersifat agak kikir dan perhitungan (homo ecomicus).
b. Manusia politik : orang yang suka berpolitik
c. Manusia sosial : orang yang mementingkan sosial
d. Manusia pengetahuan : orang yang suka akan pengetahuan
e. Manusia seni : orang yang suka seni
f. Manusia agama : orang yang berlandaskan kepercayaannya

Ada 2 (dua) aliran besar dalam pemikiran atau pandangan ekonomi :


a. Aliran kapitalisme : seorang individu akan berusaha sendiri mempergunakan
modal yang dimilikinya untuk mengembangkan dirinya.
b. Aliran sosial : manusia dinilai baik adalah yang dapat memberikan banyak
kegunaan bagi masyarakat.

2. Cita – cita

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah


keinginan, harapan, dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran

Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi cita-cita :


a. Manusia : yaitu yang memiliki cita-cita. Faktor ini adalah yang menentukan
karena tergantung dari kualitas manusia itu sendiri.
b. Kondisi : yaitu kondisi yang dihadapi selama mencapai cita-citanya. Ada dua
konsisi yaitu kondisi yang menguntungkan dan yang merugikan.
c. Tingginya cita-cita : yaitu seseorang menempatkan cita-cita sepadan atau
sesuai dengan kemampuannya.

3. Kebajikan

Kebajikan mengandung arti perbuatan baik, sesuatu yang mendatangkan kebaikan


atau yang baik, bertujuan luhur, sehingga erat juga dengan hati nurani.

Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku seseorang terdiri atas 3 (tiga) hal,
yaitu :
a. Pembawaan : tingkah laku seseorang ditentukan oleh gen sejak lahir.

21
b. Lingkungan : tingkah laku seseorang dibentuk oleh lingkungan tempat dia
dibesarkan.
c. Pengalaman : tingkah laku seseorang dibentuk oleh pengalaman yang
dialaminya.

4. Etika

Etika berasal dari kata Yunani, ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat dan
berhubungan dengan moral.

Drs Achmad Charis Zubair ada 3 (tiga) norma yang berlaku :


a. Norma sopan santun : berdasarkan kebiasaan
b. Norma hukum : praktiknya hukum itu sendiri
c. Norma moral : nilai-nilai dalam masyarakat yang berhubungan dengan moral
atau kesusilaan.

SOAL TUGAS

Baca dengan seksama buku Riwayat Hidup Prof. Dr. Moestopo dan jawablah pertanyaan
di bawah ini :
Sebutkan dan jelaskan pandangan hidup dan cita-cita serta kebajikan Bapak Prof.
Dr. Moestopo semasa hidup beliau?

22
BAB VIII
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1. Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya tidak tentram di hati atau
merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang, tidak sabar, cemas dsbnya.
Kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut.

Perasaan cemas menurut Sigmud Freud ada 3 (tiga) macam yaitu :


a. Kecemasan obyektif : hal ini disebabkan oleh kegelisahan terapan.
b. Kecemasan neurotic (saraf) : Hal ini timbul dari pengamatan tentang bahaya
dari nurani.
c. Kecemasan moral : kecemasan dari emosi diri sendiri.

Sebab-sebaqb kegelisahan di antaranya adalah :


a. Takut akan kehilangan
b. Hak nama baik
c. Ancaman, dll.

2. Keterasingan

Keterasingan berasal dari kata terasing yang dasar katanya asing. Asing berarti
sendiri, tidak dikenal. Terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dan
terpencil.

Sebab-sebab keterasingan adalah :


a. Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
b. Sikap rendah diri yang disebabkan oleh :
- Keterasingan karena cacat fisik
- Keterasingan karena sosial ekonomi
- Keterasingan karena rendah pendidikan
- Keterasingan karena perbuatannya

3. Kesepian

Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lenggang, tidak ramai, tidak ada
apa-apa dsbnya.

Sebab-sebab terjadinya kesepian :


a. Orang yang suka hidup sendiri
b. Keterasingan
c. Frustasi
d. Takut kehilangan hak nama baik.

23
4. Ketidakpastian

Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu pikirannya atau
mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas.

Sebab-sebab terjadinya ketidakpastian diantaranya sebagai berikut :


a. Obsesi : adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya
tidak menyenangkan, atau sebab-sebab tidak diketahui oleh penderita.
b. Phobia : ketakutan yang berlebihan.
c. Kompulsi : adanya keragu-raguan yang sangat mengenai apa yang telah
dikerjakan, sehingga ada dorongan yag tak disadari untuk selalumelakukan
perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali.
d. Histeria : tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan,
tidak mampu menguasi diri, sugesti dari sikap orang lain.
e. Delusi : pikiran berdasrkan keyakinan palsu, tidak memakaiakal sehat, tidak
sesuai kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi terbagi atas 3
(tiga) yaitu :
- Delusi persekusi : menganggap adanya yang jelek di sekitarnya.
- Delusi keagungan : menganggap dirinya orang pentin dan besar.
- Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, berdosa dan hina.
f. Halusinasi : khayalan yang terjadi tampa rangsangan pancaindra.
g. Keadaan emosi : keadaan yang dipengaruhi oleh emosinya sendiri.

5. Tindakan-tindakan yang Dianjurkan untuk Mengatasi Kegelisahan

Tindakan-tindakan yang dianjurkan untuk mengatasi kegelisahan yaitu meliputi :


a. Bersikap tenang
b. Berdoa kepada Tuhan YME
c. Hadapi dan rencanakan segala kemungkinan problema yang timbul dan
sikap yang dibayangkan akan terjadi, sampai pada yang sejelek mungkin.
d. Susunlah persiapan cara-cara menghadapinya beserta pemecahannya.
e. Medeteksi sebanyak mungkin tentan hal-hal yang menyebabkan gelisah,
sebab-sebab dan problemanya.
f. Hadapilah dengan tabah kegelisahan beserta sebab-sebab dan
problemanya dan bersiap sedia.
g. Jika mampu meskipun tidak dapat secara spontan hilangkan sebab-sebab
kegelisahan yang ada.
h. Ajaklah orang lain bekerja sama dalam mengatasi kegelisahan ini paling
tidak untuk ikut memikirkan atau memberi perhatian atau memahami
keadaan si penderita.

SOAL TUGAS

Baca dengan seksama kasus di bawah ini :

24
Yth Ibu Win,

Namaku Mira, umurku 25 tahun. Waktu aku remaja, orang tuaku bercerai. Aku dan
adikku tinggal bersama ibu. Hubungan dengan ayah ala kadarnya saja. Secara fisik aku
memang sering kontak dengannya. Namun, sebenarnya kami tidak ada lagi ikatan bathin.
Jujur saja hal ini ternyata menimbulkan trauma di hatiku.
Sebagai produk keluarga broken home, aku merasa takut untuk menjalin hubungan cinta
dengan lelaki manapun. Bayangan ayah, sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung
jawab, tidak bisa akuhilangkan dari pikiranku. Aku takut jika lelaki pilihanku nanti akan
meninggalkanku, seperti ayah yang tega meninggalkan dan mengabaikan kami
sekeluarga.
Yang ingin aku tanyakan, bagaimana caranya agar aku bisa membuang trauma ini? Aku
sadar, aku membutuhkan cinta dalam hidupku. Namun trauma ini terus membayangiku.
Tolong aku. Terima kasih. (Sumber : CHIC, Edisi Desember 2009)

Pertanyaan : Setelah Saudara membaca kasus tersebut di atas, menurut analisa


Saudara apakah dalam kasus tersebut Mira mersakan ke 7 (tujuh) ketidakpastian
tersebut? Jelaskan! Apa solusi yang dapat Saudara berikan kepada Mira untuk
mengatasi kegelisahnya tersebut?

25
BAB IX
MANUSIA DAN HARAPAN

1. Harapan

Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang
mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Harapan berarti sesuatu yang
diinginkan dapata terjadi, yang menyangkut masa depan.

Menurut kodratnya dalam diri manusia ada 2 dorongan yaitu :


a. Dorongan kodrat : menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, memp[unyai
keturunan dan lain-lain.
b. Dorongan kebutuhan hidup terbagi atas :
- Kebutuhan jasmani : pangan, sandang, papan.
- Kebutuhan rohani : kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan dan
sebagainya.

Abraham Maslow mengatagorikan kebutuhan manusia menjadi 5 (lima) macam


yang merupakan harapan manusia juga, yaitu :
a. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
b. Harapan memperoleh keamanan (safety)
c. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai (belonging and
love)
d. Harapan untuk memperoleh status atau untuk diterima atau diakui lingkungan.
e. Harapan memperoleh perjuangan dan cita-cita (self actualization).

2. Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau menyakini akan
kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan
atau keyakinan akan kebenaran.

Dasar kepercayaan adalah kebenaran  sumber kebenaran adalah manusia

Kepercayaan dibedakan atas 3 (tiga) macam yaitu :


a. Kepercayaan kepada Tuhan YME: kepercayaan kepada Tuhan berarti
keyakinan dan pengakuan akan kebenaran Tuhan.
b. Kepercayaan kepada diri sendiri : percaya pada diri sendiri menganggap
dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang
diserahkan atau yang dipercayakan kepadanya.
c. Kepercayaan kepada orang lain atau masyarakat : kepercayaan kepada orang
lain berupa percaya kepada orang tua, saudara, sahabat atau kepada
masyarakat di mana dia tinggal.

26
SOAL TUGAS

Baca dengan seksama buku Riwayat Hidup Prof. Dr. Moestopo dan jawablah
pertanyaan di bawah ini :
Sebutkan dan jelaskan harapan dan kepercayaan Bapak Prof. Dr. Moestopo
semasa hidup beliau?

27