Anda di halaman 1dari 6

Rabu, 25 November 2009

BATU GANTUNG

Subhanallah ...
itulah yang pertama kali terucap ketika melihat kuasa Allah SWT diatas ...foto ini bisa
lolos karena tidak diketahui oleh pihak israel yg menjaga tempatnya dengan sangat ketat.

Bukti kebesaran Allah SWT batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW Isra Mi'raj
sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau Mi'raj batu
tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb
tak usah ikut.

Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb yang berada dalam
masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Yarusalem.

sampai sekarang mesjid dome of rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid
lain Al Sakhra tak jauh disebelahnya dengan kubah "emas" (yg sering terlihat di poster2
yg disebarkan ke seluruh dunia dimana2) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui
ummat islam dimana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW
pernah sebutkan Al Aqsa sebagai "mesjid kubah biru".

Saat ini mesjid Al Aqsa yg sebenarnya sudah diambil alih oleh israel , dan rencananya
mau dihancurkan untuk diganti sebagai temapat ibadah mereka karena bersebelahan
dengan tembok ratapan.
Diposkan oleh Anung Sudiarso di 13:35
Subhannallah. ..

Bukti kebesaran Allah SWT ….


Batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj sampai kini masih tetap
melayang di udara.
Pada saat Nabi Muhammad mau Mi’raj batu tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan
kakinya pada batu tsb, maksudnya agar batu tsb tak usah ikut.
Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb yang berada dalam
masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA di Yarusalem

Ini foto dari teman saya sewaktu melawat Al Aqsa (yg sebenarnya) di Jerusalem,
Subhanallah …
Foto ini bisa lolos karena tidak diketahui oleh pihak israel yg menjaga tempatnya dengan
sangat ketat.

Sampai sekarang mesjid dome of rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat mesjid
lain Al Sakhra tak jauh disebelahnya dengan kubah “emas” (yg sering terlihat di poster2
yg disebarkan ke seluruh dunia dimana2) dan disebut sebagai Al Aqsa,
untuk mengelabui ummat islam dimana mesjid Al Aqsa yang sebenarnya, yang Nabi
Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai “mesjid kubah biru”.
Saat ini mesjid Al Aqsa yg sebenarnya sudah diambil alih oleh israel dan rencananya mau
dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka karena bersebelahan dengan
tembok ratapan

Pemalsuan Fota Nabi Muhammad. SAW (tulisan ini


menjelaskan bahwasanya foto tersebut bukan foto
nabi muhammad tetapi foto remaja tunisia,,,
pahamilah saudaraku semua)
42 Votes

Asal usul lukisan Nabi Muhammad saw

SAUDARAKU SEIMAN DAN SEAGAMA>> SEBELUMNYA ISTIGHFARLAH


DULU ASTAGHFIRLLAH HAL ADZIM 3X……….(tulisan ini menjelaskan
bahwasanya foto tersebut bukan foto nabi muhammad tetapi foto remaja tunisia,,,
pahamilah saudaraku semua….)

Bertahun-tahun diterbitkan gambar yang disebut sebagai gambar masa mudanya Nabi
Muhammad saw di Iran. Masyarakat Iran di samping menunjukkan rasa suka terhadap
gambar itu, mereka juga mempertanyakan keabsahannya. Sebagian menyebutkan bahwa
gambar itu dilukis oleh pendeta Buhaira yang sempat mengiringi Nabi Muhammad saw
bersama pamannya ke Syam. Pada kenyataannya, banyak yang meragukan jawaban ini.
Tulisan berikut ini adalah usaha untuk mencari sumber asli gambar masa muda Nabi
Muhammad saw. Para penulis berusaha mengargumentasikan dari mana asal gambar itu.
Namun, kelihatannya, masalah ini senantiasa terbuka untuk dijadikan kajian.

Tulisan ini adalah hasil terjemahan yang dilakukan oleh Rasul Ja’fariyah dari makalah
yang judul aslinya The Story of Picture Shiite Depictions of Muhammad, Pierree
Centlivre & Micheline Centlivres-Demont dalam majalah ISIM Review 17, Spring 2006,
hal 18-19.

Syiah Iran punya pengalaman yang cukup panjang dalam menggambarkan keluarga Nabi
Muhammad saw dan Nabi sendiri. Pada akhir-akhir dekade 90 –an poster yang
menggambarkan wajah Nabi Muhammad saw di cetak di Iran dan menjadi salah satu
poster terlaris. Dalam poster itu menggambarkan wajah masa muda dari Nabi
Muhammad saw.

Saat ini, poster ini dicetak dengan mempergunakan teknologi modern dengan alat dan
teknik yang beragam. Sekalipun demikian, struktur gambar masih mempertahankan gaya
tradisionalnya. Warna yang dipakai masih mempertahankan kesederhanaan. Namun,
tetap saja memiliki kelebihan yang membedakannya secara mudah dari gambar yang lain
seperti pedang Ali as yang memiliki dua mata.

Penggambaran yang akan kami bawakan berbeda dengan penggambaran sebelumnya.


Gambar seorang pemuda tampan, mata sendu dan wajah yang menenangkan hati
mengingatkan orang akan gambar-gambar di zaman Renaisan. Terutama gambar-gambar
tentang pemuda yang dilukis oleh Caravagio seperti lukisan Boy Carrying a Fruit Basket
yang berada di galeri Borghese, Roma dan lukisan Saint John The Baptist di museum
Capitole. Kelembutan bak beludru, mulut yang setengah terbuka dan tatapan sendu.

Sekalipun ada beberapa naskah dari gambar ini, namun semuanya menunjukkan kesan
muda dan di bawahnya tertulis “Muhammad Rasulullah”, bahkan sebagian memberikan
informasi lebih detil tentang periode kehidupan Nabi ketika lukisan ini dilukis serta
sumber lukisan sekaligus.

Penemuan menarik

Pada tahun 2004, ketika menyaksikan pameran foto dua orang seni rupa Lehnert dan
Landrock, secara tidak disengaja akhirnya tersingkap juga sumber poster Iran itu. Itu
dapat dilihat di foto Lehnert sepanjang tahun 1904-1906 yang diambilnya di Tunisia.
Foto ini kemudian pada dekade 20 –an dicetak dalam kartu ucapan selamat.

Radolf Franz Lehnert (1878-1948) adalah warga negara Chekoslowakia sekarang. Pada
tahun 1904 bersama Ernst Heinrich Landorck (1878-1966) berkebangsaan Jerman,
bersama-sama menuju Tunisia. Lehnert sebagai fotografer dan Landrock sebagai penerbit
dan direktur. Tahun sebelumnya, Lehnert pernah tinggal sebentar di Tunisia. Saat itulah
ia jatuh cinta dengan alam di sana dan penduduknya. Keduanya membangun perusahaan
L & L yang beroperasi di bidang penerbitan foto-foto dari pemandangan indah Tunisia
dan Mesir. Hasilnya adalah ribuan foto dan kartu dengan gambar daerah ini yang dicetak.

Lehnert pernah mengenyam pendidikan di Yayasan Seni Grafis di Vienna. Ia punya


hubungan dengan anggota Pictorialist yang menganggap foto sebagai karya seni. Foto-
foto Lehnert tidak saja berbicara mengenai gurun pasir, bukit-bukit pasir, pasar dan
kawasan penduduk Tunisia, tapi juga foto-foto dari remaja putra dan putri yang umurnya
antara anak dan remaja dan masih memiliki wajah antara laki dan wanita. Foto-foto ini
biasanya diambil sesuai dengan pesanan pembeli Eropanya. Foto tentang dunia Timur
yang memberikan nuansa lain.

Lehnert sangat memanfaatkan kesempatan ini, namun ia juga mengolah kejeniusannya


dalam menyiapkan karyanya. Foto-fotonya dicetak dalam bentuk perak, dalam bentuk
gambar timbul dan dibuat dalam empat warna. Kebanyakan dari kartu ucapan selamatnya
ini dicetak di Jerman sejak tahun 1920 dan disebarkan di Mesir.

Cetakan-cetakan dan teks yang sesuai

Tidak diragukan bahwa kartu yang ditunjukkan dalam bentuk 1, berdasarkan penomoran
L & L, nomornya adalah 106 dikenal dengan poster Iran. Yang lebih menarik nama kartu
nomor 106 adalah Muhammad. Ini dengan sendirinya dapat menunjukkan mengapa
pelukis Iran menjadikannya sebagai model untuk lukisan Nabi Muhammad saw. Tidak
ragu lagi, semua naskah yang ada dari foto ini menjadikan foto nomor 106 sebagai
contoh dengan perbedaan bahwa naskah pertama lebih sesuai dengan foto yang asli.
Dengan demikian, Lehnert tanpa disengaja ditempatkan dalam hati sebuah legenda.

Pertanyaan mengenai hubungan antara wajah Nabi Muhammad saw dan wajah remaja
Tunisia belum mendapatkan jawabannya. Lukisan seorang remaja tertawa dengan mulut
setengah terbuka, memakai sorban dan bunga melati di telinga. Wajah yang sama dalam
kartu yang lain dengan judul Ahmad, seorang remaja Arab dan lain-lainnya.

Kami belum mampu menyingkap perjalanan foto yang dicetak di dekade 20 –an yang
sampai di tangan penerbit Teheran dan Qom di dekade 90 –an. Namun, masih ada
pertanyaan apa yang menyebabkan penerbit Iran menemukan adanya kesamaan antara
wajah Nabi Muhammad semasa remajanya dengan seorang remaja Tunisia?

Sebelum perang dunia pertama, gambar Muhammad di majalah National Geographic


pada bulan Januari tahun 1914 dalam sebuah artikel dengan judul “Inja va Anja Dar
Shumal Afriqa” (Di sana dan di sini di Utara Afrika), di bawahnya tertulis “Arabi ba Yek
Gol” (Seorang Arab dengan sebuah bunga). Pada dekade dua puluhan, kartu seri Tunisia
L & L sangat disukai oleh tentara Prancis di Utara Afrika. Pada dekade 80 dan 90 –an
banyak buku yang dicetak yang memuat foto-foto ini, namun judulnya bukan
Muhammad.
Naskah Iran yang sekarang sudah ada perubahan. Wajah yang menipu itu masih terjaga,
namun keindahan wajahnya agak berkurang. Pundak sebelah kirinya agak lebih tertutup
dengan kain, mulut dan matanya sudah mengalami perbaikan. Secara umum dapat
dikatakan bahwa seniman Iran berusaha untuk mengurangi sisi keindahan foto Lehnert,
sehingga foto itu tidak lagi terlalu menarik dan diberikan tambahan agar terlihat sebagai
orang suci.

Akar Kristen?

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sebagian tulisan menganggap bahwa hasil


karya ini punya hubungan dengan Kristen dan bukan Islam. Masalah ini memberi
justifikasi tidak berdosanya seorang muslim melihat wajah Nabi atau melukiskannya.
Lebih dari pada itu, orang-orang Kristen menganggap Nabi Muhammad saw sejak
mudanya sebagai pribadi yang suci. Kisah pendeta Kristen Katolik atau Ortodoks
bernama Buhaira menyimpulkan itu. Berdasarkan kisah itu, pada abad 9 atau 10 Buhaira
berusaha mencari Nabi Muhammad saw berdasarkan tanda-tanda yang dimiliki Nabi di
antara pundaknya. Nabi akan datang semestinya berkata: “Ketika saya menengok ke
langit dan bintang-bintang, saya merasa di atas bintang-bintang”. Ini juga sebuah alasan
disebagian gambar Nabi Muhammad saw ada latar belakang bintang-bintang.

Sekalipun sampai saat ini tidak ada penggambaran tentang wajah Nabi Muhammad saw
di masa mudanya, namun penggambaran itu ada dalam bentuk dewasanya. Disebutkan
bahwa Nabi Muhammad saw memiliki kulit putih, mata hitam, alis yang tebal,gGigi
teratur dan rambut bergelombang. Bentuk yang digambarkan itu dapat ditemukan dalam
poster Iran. Pada hakikatnya ini adalah sebuah gambar dari sebuah gambar lain. Dengan
kata lain, pelukis Iran mengambil model Nabi Muhammad saw yang mencerminkan
keindahan, keremajaan dan keserasian.[infosyiah]