Anda di halaman 1dari 3

Sindrom Asperger, apakah itu?

- Alat kesehatan, Herbal, Diet dan Nutrisi

Oleh Dr. Setyo Handryastuti


Sabtu, 07 Agustus 2010 09:22 - Terakhir Diupdate Jumat, 13 Agustus 2010 22:39

Andra (5 tahun), tampak sehat dan cerdas masuk ke ruang praktek dokter. Menjawab
pertanyaan dengan santun, ”Kabar saya baik, bagaimana dengan kabar Anda?” Ketika dokter
bertanya tentang sekolah, tiba-tiba Andra bercerita tentang Anak Gunung Krakatau yang
dikabarkan akan meletus, lengkap dengan cerita bagaimana terjadinya proses letusan gunung
berapi disertai banjir lahar dan lava serta mengajak sang dokter berdiskusi tentang Gunung
Kelud yang memperlihatkan gejala sama. Topik pembicaraan tidak juga beralih meskipun
dokter berusaha mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan ringan seputar teman
sekolahnya. Orang tua Andra bercerita bahwa putera mereka mengenal huruf sejak usia 18
bulan dan dapat membaca dengan belajar sendiri sebelum berusia 3 tahun. Sejak bisa
membaca Andi lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca sains ketimbang bermain
bola atau sepeda. Jeniuskah Andi? Pastinya ya, lalu apa yang salah dengan Andi?

Di sekolah ternyata teman-teman Andi tidak suka bermain dengannya karena menganggap
Andi aneh. Alih-alih membicarakan film Spongebob dengan teman-temannya, Andi lebih suka
bercerita bagaimana pesawat ruang angkasa bisa mendarat di bulan. Andi pun sering diejek
karena tutur katanya sangat sopan seperti di buku bahasa dengan intonasi yang datar dengan
gaya bahasa seperti orang dewasa. Andi juga kerap balik menirukan pertanyaan yang ditujukan
kepadanya. Di mata guru, Andi anak yang sangat cerdas, ”berbeda” dengan anak lain, lebih
senang menyendiri dan sibuk dengan buku dan kadang tidak perduli dengan orang lain atau
jika diajak bicara. Apa masalah yang terjadi pada Andi? Autis ? anak super jenius?…… ternyata
bukan, Andi menunjukkan gejala sindrom Asperger.
Apa itu sindrom Asperger ? apakah termasuk bagian dari autis?

Sindrom Asperger (SA) termasuk gangguan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan


seorang anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi. Anak laki-laki 3-4 kali lebih banyak
terkena dibandingkan anak wanita.

Tanda dan gejala anak SA antara lain :

Problem sosialisasi :

* Anak SA sebenarnya ingin berteman tetapi sering ditolak atau diejek oleh teman-temannya.
* Kurang atau tidak mengerti bagaimana perasaan orang lain.

1/3
Sindrom Asperger, apakah itu? - Alat kesehatan, Herbal, Diet dan Nutrisi

Oleh Dr. Setyo Handryastuti


Sabtu, 07 Agustus 2010 09:22 - Terakhir Diupdate Jumat, 13 Agustus 2010 22:39

* Tidak mengerti humor dan norma-norma sosial yang berlaku


* Menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku.
* Kurang fleksibel karena lebih suka pada rutinitas  sehingga sulit beradaptasi.

Problem komunikasi :

* Dalam percakapan, anak SA akan lebih banyak bicara tentang hal yang diminatinya tanpa
memperdulikan apakah lawan bicaranya tertarik atau mengerti apa yang dibicarakan.
* Tidak memahami komunikasi non verbal seperti ekspresi dan bahasa tubuh orang lain serta
kurangnya kontak mata.
* Terobsesi pada hal-hal yang sangat spesifik seperti statistik, jadwal kereta, cuaca dll.
* Berbicara dengan suara yang monoton, datar, formal dengan kecepatan yang lambat atau
cepat.
* Kurang mampu berkomunikasi dua arah.
* Kerap menginterupsi pembicaraan.

Problem  motorik dan sensorik:

* Koordinasi motorik halus yang kurang atau clumsy (canggung)


* Kurang dapat menjaga keseimbangan dan meniru gerakan yang bersifat cepat, halus dan
ritmik serta tulisan tangan yang tidak rapi,
* Sensitif terdahadap suara, raba, rasa, cahaya, bau, nyeri dan suhu serta tekstur makanan.

Penyebab SA belum banyak diketahui, diduga karena faktor genetik dan kelainan struktural
daerah tertentu di otak.
Bagaimana membedakan SA dengan autis terutama jenis high functioning autis (autis dengan
kemampuan verbal dan kognitif yang baik) ?

Autis juga bermasalah dalam hal komunikasi dan sosialisasi serta minat yang terbatas.
Beberapa ahli memasukkan SA dalam ASD (Autistic Spectrum Disorder). Ahli lain menyatakan
bahwa SA berbeda dengan autis maupun ASD. Akan tetapi hampir semua sepakat bahwa
perbedaan utama antara SA dengan autis maupun ASD adalah anak SA memperlihatkan
perkembangan bahasa/bicara serta kecerdasan yang normal sesuai usianya, bahkan
kemampuan ini kadang melebihi usia. Sehingga anak SA tidak datang dengan keluhan
terlambat bicara tetapi dengan keluhan masalah di sekolah karena kurangnya sosialisasi atau
dianggap aneh.
Apakah anak kita menunjukkan gejala SA ?

Kadang sulit untuk dijawab karena sebagian anak masih bersifat egosentris dalam
bersosialisasi serta membicarakan hal-hal yang itu-itu saja seperti mainan atau tokoh kartun
favoritnya.Tetapi jika hal-hal tersebut sampai mengganggu sosialisasi dengan teman-temannya
, menganggu proses belajar serta anak kita dianggap eksentrik maka sebaiknya berkonsultasi
dengan para ahli.
Referensi

* http://www.emedicinehealth.com

2/3
Sindrom Asperger, apakah itu? - Alat kesehatan, Herbal, Diet dan Nutrisi

Oleh Dr. Setyo Handryastuti


Sabtu, 07 Agustus 2010 09:22 - Terakhir Diupdate Jumat, 13 Agustus 2010 22:39

* A parents guide to Asperger Syndrome & High functioning autism, by Sally Ozanoff PhD,
Geraldine Dawson PhD, James Mc Portland, PhD

Soure : anakku.net

Joomla SEF URLs by Artio

3/3