Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum

Penjumlah Biner
Half Adder & Full Adder
Menggunakan IC 74LS86, 74LS08 dan 74LS32

Laporan ini digunakan untuk memenuhi tugas


di Semester III Mata Kuliah Rangkaian Digital II
By : Narantaka Aris Tantra / Teknik Komputer /
2009302005
10/22/2010
 Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat menyusun rangkaian penjumlah biner
2. Mahasiswa dapat memahami cara kerja rangkaian penjumlah biner
3. Mahasiswa dapat mendisain rangkaian penjumlah biner
4. Mahasiswa dapat menguji rangkaian penjumlah biner

 Alat – alat
1. 1 buah project board
2. 1 buah IC 74LS86
3. 1 buah IC 74LS08
4. 1 buah IC 74LS32
5. 3 buah Switch
6. 1 buah adaptor 5 Volt
7. 2 buah resistor 220
8. 2 buah LED beda warna
9. Kabel tunggal 2 meter
10. Tang potong

Page 2
 Teori
Penjumlah atau Adder adalah komponen elektronika digital yang dipakai untuk
menjumlahkan dua buah angka dalam sistem bilangan biner. Dalam komputer dan mikroprosesor,
Adder biasanya berada di bagian ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang dipakai dalam
proses penjumlahan, selain bilangan biner, juga 2's complement untuk bilangan negatif, bilangan
BCD (binary-coded decimal), dan excess-3. Jika sistem bilangan yang dipakai adalah 2's complement,
maka proses operasi penjumlahan dan operasi pengurangan akan sangat mudah dilakukan.
Berikut ini Diagram sirkuit Half-Adder :

Gambar 1.0

Pembicaraan mengenai Adder biasanya dimulai dari Half-Adder, kemudian Full-Adder, dan
yang ketiga adalah Ripple-Carry-Adder. Pada Half-Adder, berdasarkan dua input A dan B, maka
output Sum, S dari Adder ini akan dihitung berdasarkan operasi XOR dari A dan B. Selain output S,
ada satu output yang lain yang dikenal sebagai C atau Carry, dan C ini dihitung berdasarkan operasi
AND dari A dan B. Pada prinsipnya output S menyatakan penjumlahan bilangan pada input A dan B,
sedangkan output C menyatakan MSB (most significant bit atau carry bit) dari hasil jumlah itu.

Tabel logika/kebenaran dari Half-Adder akan mengikuti seperti berikut :

Input Output

A B C S

0 0 0 0

0 1 0 1

1 0 0 1

1 1 1 0

Sedangkan rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half-Adder, tetapi mampu
menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan
Ci, sementara bagian output ada 2: S dan Co. Ci ini dipakai untuk menampung bit Carry dari
penjumlahan sebelumnya.

Page 3
Berikut ini adalah diagram blok Full Adder : Dan berikut ini rangkaian logikanya :

Gambar 2.0 Gambar 2.1


Rangkaian dari n buah Full-Adder bisa dipakai untuk menjumlahkan n bit bilangan biner.
Maka dalam hal ini, kita akan memperoleh rangkaian yang disebut Ripple-Carry-Adder.

Berikut ini adalah Diagram sirkuit untuk ripple carry adder 4-bit :

Gambar 2.1

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penjumlah_biner

Page 4
 Data
a. Half Adder

LED  LED Co

Gambar 3.0 : Rangkaian Half Adder


Tabel Hasil Praktikum Half Adder : Keterangan Gambar 7486 : Keterangan Gambar 7408 :
Input A Input B LED Co LED  1A = Input A X-OR Gate 1 1A = Input A AND Gate 1
0 0 0 0 1B = Input B X-OR Gate 1 1B = Input B AND Gate 1
0 1 0 1 1Y = Output Y X-OR Gate 1 1Y = Output Y AND Gate 1
1 0 0 1 2A = Input A X-OR Gate 2 2A = Input A AND Gate 2
1 1 1 0 2B = Input B X-OR Gate2 2B = Input B AND Gate2
Keterangan Tabel : 2Y = Output Y X-OR Gate 2 2Y = Output Y AND Gate 2
Input  0 = Gnd 3A = Input A X-OR Gate 3 3A = Input A AND Gate 3
Input  1 = +5V 3B = Input B X-OR Gate3 3B = Input B AND Gate3
LED  0 = mati 3Y = Output Y X-OR Gate 3 3Y = Output Y AND Gate 3
LED  1 = menyala 4A = Input A X-OR Gate 4 4A = Input A AND Gate 4
LED merah = mewakili Co 4B = Input B X-OR Gate 4 4B = Input B AND Gate 4
LED hijau = mewakili  4Y = Output Y X-OR Gate 4 4Y = Output Y AND Gate 4

Page 5
b. Full Adder

Cin

LED  LED Co

Gambar 4.0 : Rangkaian Full Adder


Keterangan Gambar 7486 : Keterangan Gambar 7408 : Keterangan Gambar 7432 :
1A = Input A X-OR Gate 1 1A = Input A AND Gate 1 1A = Input A OR Gate 1
1B = Input B X-OR Gate 1 1B = Input B AND Gate 1 1B = Input B OR Gate 1
1Y = Output Y X-OR Gate 1 1Y = Output Y AND Gate 1 1Y = Output Y OR Gate 1
2A = Input A X-OR Gate 2 2A = Input A AND Gate 2 2A = Input A OR Gate 2
2B = Input B X-OR Gate2 2B = Input B AND Gate2 2B = Input B OR Gate2
2Y = Output Y X-OR Gate 2 2Y = Output Y AND Gate 2 2Y = Output Y OR Gate 2
3A = Input A X-OR Gate 3 3A = Input A AND Gate 3 3A = Input A OR Gate 3
3B = Input B X-OR Gate3 3B = Input B AND Gate3 3B = Input B OR Gate3
3Y = Output Y X-OR Gate 3 3Y = Output Y AND Gate 3 3Y = Output Y OR Gate 3
4A = Input A X-OR Gate 4 4A = Input A AND Gate 4 4A = Input A OR Gate 4
4B = Input B X-OR Gate 4 4B = Input B AND Gate 4 4B = Input B OR Gate 4
4Y = Output Y X-OR Gate 4 4Y = Output Y AND Gate 4 4Y = Output Y OR Gate 4

Tabel Hasil Praktikum Full Adder :


Cin Input A Input B LED Co LED  Keterangan Tabel :
0 0 0 0 0 Input  0 = Gnd
0 0 1 0 1 Input  1 = +5V
0 1 0 0 1 Cin  0 = Gnd
0 1 1 1 0 Cin  1 = +5V
1 0 0 0 1 LED  0 = mati
1 0 1 1 0 LED  1 = menyala
1 1 0 1 0 LED merah = mewakili Co
1 1 1 1 1
LED hijau = mewakili 

Page 6
 Analisis Data
a. Half Adder
Percobaan Half Adder kali ini menggunakan 2 IC TTL yaitu IC 74LS86 dan IC 74LS08. Seperti
yang terdapat pada teori Half Adder diatas menerangkan bahwa rangkaian Half Adder menggunakan
X – Or gate dan And gate (lihat Gambar 1.0).
Pada gambar 3.0 diatas menggunakan salah satu gate yang terdapat pada masing – masing IC
yaitu pada IC 74LS86 mewakili X – Or gate, kaki nomor 1 mewakili input A kaki nomor 2 mewakili
input B kemudian masing – masing input dihubungkan secara paralel dengan input pada And gate
yang pada rangkaian tersebut menggunakan IC 74LS08. Kaki nomor 1 pada IC 74LS86 dihubungkan ke
kaki nomor 1 pada IC 74LS08 begitu pula kaki nomor 2 pada IC 74LS86 dihubungkan ke kaki nomor 2
pada IC 74LS08.
Selanjutnya output pada gate logika yang terdapat pada kaki nomor 3 di masing – masing IC
dipasang hambatan sebesar 220yang dihubungkan ke indikator berupa LED. Untuk kaki nomor 3
pada IC 74LS86 mewakili  (Sigma atau Sum). Sedangkan kaki nomor 3 pada IC 74LS08 mewakili Co
(Carry out).
Prinsip kerja pada percobaan ini dengan mengubah – ubah inputan. Logika 0 berarti tanpa
tegangan atau ground dan logika 1 berarti ada tegangan +5 Volt. Langkah selanjutnya adalah dengan
memperhatikan indikator LED sebagai output. Apabila salah satu inputannya berlogika 1 maka LED
hijau () saja yang menyala dan apabila kedua inputnya berlogika 1 maka LED merah (Co) saja yang
menyala.

b. Full Adder
Percobaan Full Adder disini menggunakan 3 buah IC TTL yaitu 74LS86, 74LS08 dan 74LS32.
Berdasarkan teori Full Adder diatas menerangkan bahwa rangkaian ini terdiri dari 2 buah rangkaian
Half Adder yang output Co-nya diinputkan ke Or gate dan output Half Adder yang pertama
diinputkan ke Half Adder yang kedua, sisanya dijadikan sebagai inputannya (lihat Gambar 2.1).
Pada Gambar 4.0 diatas menggunakan masing – masing 2 gate pada IC 74LS86 yang mewakili
X – Or gate dan 74LS08 yang mewakili And gate serta menggunakan 1 gate pada IC 74LS32 yang
mewakili Or gate. Masing – masing input gate pada IC 74LS86 dan 74LS08 saling dihubungkan yaitu
kaki nomor 1 IC 74LS86 dengan kaki nomor 1 IC74LS08, begitu pula dengan kaki nomor 2 dengan kaki
nomor 2, kaki nomor 4 dengan nomor 4, nomor 5 dengan nomor 5.
Output gate 1 di IC74LS86 yaitu kaki nomor 3 dipasang hambatan sebesar 220yang
dihubungkan ke indikator berupa LED yang mewakili  sedangkan output gate 2 yaitu kaki nomor 6
dihubungkan ke salah satu input gate 1 yakni kaki nomor 2.
Dalam gambar 4.0 kaki nomor 1 pada IC 74LS86 mewakili Cin, kaki nomor 4 mewakili input A,
dan kaki nomor 5 mewakili input B. Sedangkan pada IC 74LS08 masing – masing output gatenya yaitu
kaki nomor 3 dan nomor 6 dihubungkan ke input gate IC 74LS32 pada kaki nomor 1 dan 2.
Selanjutnya output gate pada IC 74LS32 tersebut yaitu kaki nomor 3 dipasang hambatan sebesar
220yang dihubungkan ke indikator berupa LED yang mewakili Co.
Prinsip kerja pada percobaan ini dengan mengubah – ubah inputan. Logika 0 berarti tanpa
tegangan atau ground dan logika 1 berarti ada tegangan +5 Volt. Langkah selanjutnya adalah dengan
memperhatikan indikator LED sebagai output. Apabila salah satu inputannya berlogika 1 maka LED
hijau () saja yang menyala, apabila kedua inputnya berlogika 1 maka LED merah (Co) saja yang
menyala, dan jika ketiga inputan berlogika 1 maka kedua LED menyala.

Page 7
 Kesimpulan
Dari data – data diatas maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a. Half Adder
1. Pada rangkaian Half Adder terdapat 2 output (2 – bit) yaitu  dan Co.  berperan
sebagai LSB (Least Significant Bit) dan Co berperan sebagai MSB (Most Significant Bit).
2. Apabila salah satu input berlogika 1 pasti hanya output  berlogika 1. Sedangkan jika
output Co saja berlogika 1 hanya terjadi jika kedua inputannya berlogika 1.
3. Jika hanya satu input berlogika 1 dan hanya output berlogika 1 berarti 0+1 = 1 atau
1+0 = 1, angka 1 dalam bentuk biner 2-bit adalah 01.
4. Jika kedua input berlogika 1 dan hanya output Co berlogika 1 berarti 1+1 = 2, angka 2
dalam bentuk biner 2-bit adalah 10.
5. Ini menunjukkan bukti dari hasil penjumlahan bilangan biner antara 1 sampai 2.
b. Full Adder
1. Pada rangkaian Half Adder terdapat 2 output (2 – bit) yaitu dan Co. berperan
sebagai LSB (Least Significant Bit) dan Co berperan sebagai MSB (Most Significant Bit).
2. Apabila hanya satu input berlogika 1 pasti hanya output yang berlogika 1, jika 2
input berlogika 1 pasti hanya output Co yang berlogika 1, dan kedua output ( dan
Co) berlogika 1 hanya terjadi jika ketiga inputannya berlogika 1.
3. Jika hanya satu input berlogika 1 maka hanya output berlogika 1, ini berarti 0+0+1
= 1 atau 0+1+0 = 1 atau 1+0+0 = 1, angka 1 dalam bentuk biner 2-bit adalah 01.
4. Jika dua input berlogika 1 maka hanya Co berlogika 1, ini berarti 1+1+0 = 2, atau
1+0+1 = 2 atau 0+1+1 = 2, angka 2 dalam bentuk biner 2-bit adalah 10.
5. Jika ketiga input berlogika 1 maka kedua output ( dan Co) berlogika 1, ini berarti
1+1+1 = 3, angka 3 dalam bentuk biner 2-bit adalah 11.

Page 8