Anda di halaman 1dari 57

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL KEPRAWATAN

By. Ns. Afiyah Hidayati, S.Kep

A. PENGERTIAN

Teori keperawatan menurut sevens (1984) adl. Sebagai usaha


menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan
(dikutip dari Taylor c, dkk/1989). Teori keperawatan berperan dalam
membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan
untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan, dan mengontrol
hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk
memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di
dalamnya. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk
bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka
peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi
pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan.

B. GAMBARAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN

Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik


keperawatan professional menggambarkan empat jenis konsep yang
sama, yaitu :
1. Orang yang menerima asuhan keperawatan
2. Lingkungan (masyarakat)
3. Kesehatan (sehat/sakit, kesehatan dan penyakit)
4. Keperawatan dan peran perawat (tujuan/sasaran, peran dan fungsi)
Model keperawatan dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan praktik,
penelitian dan pengajaran, oleh karena itu model harus diperkenalkan
kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi
keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah
tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu
dokter,, oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat
atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya
dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan
seperti : perawat sebagai pembantu dokter.

C. MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN MENURUT FLORENCE


NIGHTINGALE

1. Biografi Florence Nightingale


Dua bayi perempuan dilahirkan di tengah keluarga William (W.E.N)
dan Fanny Nightingale dalam suatu perjalanan panjang keliling Eropa.
Parthenope, anak pertama, lahir di Napoli, Yunani. Putri kedua diberi
nama sesuai dengan nama sebuah kota di Italia, tempat dia dilahirkan
pada tanggal 12-Met 1820: Florence.
Florence Nightingale dibesarkan dalam sebuah keluarga kaya yang
tinggal di luar kota London, dikelilingi pesta-pesta yang terus
berlangsung, sebuah rumah musim panas bernama Lea Hurst, dan
tamasya ke Eropa. Tetapi pada tahun 1837, pada usia tujuh belas tahun,
dia menulis di buku hariannya, “Pada tanggal 7 Februari, Tuhan
berbicara kepadaku dan memanggilku untuk melayani-Nya.” Tetapi
pelayanan apa?
Dia menyadari bahwa dirinya merasa bersemangat dan sangat
bersukacita — bukan karena status sosial keluarga kaya — saat dia
merawat keluarga-keluarga miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar
Embley, rumah keluarganya.
Pada saat Florence berusia dua puluh empat tahun, dia merasa yakin
bahwa panggilannya adalah merawat orang sakit. Tetapi pada tahun
1840-an, para gadis Inggris terhormat tidak akan bersedia menjadi
perawat. Pada masa itu, perawat tidak melebihi fungsi sebagai
pembantu yang melakukan semua pekerjaan di rumah sakit — rumah
sakit umum (para orang kaya dirawat di rumah sendiri) — dan
dianggap sebagai peminum atau pelacur.
Tetapi Florence, yang belum menikah dan masih tinggal bersama
orang tuanya, merasa hampir gila karena ketidakproduktifan dan rasa
frustrasi. Dia bertanya kepada seorang dokter tamu dari Amerika, dr.
Samuel Howe, “Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris
mencurahkan hidupnya untuk menjadi seorang perawat?” Dia
menjawab, “Di Inggris, semua yang tidak biasa dianggap tidak layak.
Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau tidak wajar
bagi seorang wanita terhormat bila melakukan suatu pekerjaan yang
membawa kebaikan bagi orang lain.”
Florence sering bertanya-tanya, mengapa gereja Protestan tidak seperti
Catholic Sisters of Charity — suatu jalan bagi para wanita untuk
mencurahkan hidupnya dengan melayani orang lain. Dr. Howe
menceritakan kepadanya tentang Kaiserworth di Jerman, didirikan oleh
Pendeta Theodor Fliedner. Tempat itu mempunyai rumah sakit yang
dilengkapi ratusan tempat tidur, sekolah perawatan bayi, sebuah
penjara berpenghuni dua belas orang, sebuah rumah sakit jiwa untuk
para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan sekolah pelatihan
untuk para perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan selalu
diikuti dengan doa.
Bahkan sebelum dia memutuskan untuk pergi, dengan semangat tinggi
Florence menanggapi bahwa Kaiserworth adalah tujuannya.
Tahun 1846, Florence melakukan perjalanan ke Roma bersama teman-
temannya, Charles dan Selina Bracebridge. Pada perjalanan ini, dia
bertemu dengan Sidney Herbert dan istrinya, Liz. Mereka adalah orang
Kristen yang taat. Kemudian dia menjadi Menteri Perang dan seorang
teman serta pendorong, semangat bagi Florence Nightingale.
Pada bulan Juli 1850, di usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi
ke Kaiserworth di Jerman selama dua minggu. Setahun kemudian, dia
pulang ke rumah dan tinggal selama tiga bulan. Dia pulang dengan
sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus membebaskan diri
dari kehidupannya yang terkekang.
Tiga tahun kernudian, dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya
yang pertama sebagai pengawas di Institute for the Care for Sick
Gentle Woman in Distressed Circumstances. Dia memasukkan
pemikiran-pemikiran baru ke dalam institusi itu dan menerapkan
beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke setiap lantai,
elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat
langsung memanggil para perawat dengan menekan bel. Dia juga
menetapkan bahwa institusi tersebut bukan institusi sekte — menerima
semua pasien dari semua denominasi dan agama. (Komite institusi ini
menginginkan agar institusi tersebut hanya menerima jemaat Gereja
Inggris).
Pada tahun 1854, ketika Inggris dan Perancis mengumumkan perang
terhadap Rusia untuk menguasai Crimea dan Konstantinopel — pintu
gerbang menuju Timur Tengah — Sidney Herbert, sebagai Menteri
Perang, meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi
rumah sakit militer di Scutari, Turki. Florence menggunakan
kesempatan ini. Dia tiba bersama sebuah tim pilihan yang terdiri dari
38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang mempunyai
pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga
keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma, Dissenting
Deaconnesses, perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati
Anglikan yang berpengalaman di bidang penyakit kolera. Teman-
temannya, Charles dan Selina Bracebridge juga turut bersama tim
tersebut untuk mendorong semangatnya.
Selama perang berlangsung, Florence menghadapi pertempuran berat
untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para perawat wanita pun
diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Perang Crimea telah
membongkar sistem kemiliteran Inggris yang ternyata mengirim ribuan
prajurit untuk menjemput kematiannya sendiri akibat kekurangan gizi,
penyakit, dan diabaikan. Sebanyak 60.000 prajurit Inggris dikirim ke
Crimea. Sejumlah 43.000 meninggal, sakit, atau terluka, dan hanya
7.000 yang terluka oleh musuh. Sisanya merupakan korban akibat
lumpur, kekacauan, dan penyakit.
Pada saat perang akan berakhir, laporan dan saran Florence
Nightingale membuat Inggris seperti dilanda badai. Dia menjadi
pahlawan wanita negara tersebut. Pada tahun 1860, Sekolah
Keperawatan Nightingale dibuka di London dan kelas pertamanya
berisi lima belas orang murid wanita muda. Sepanjang hidupnya,
sebelum dia meninggal saat sedang tidur pada usia sembilan puluh
tahun di tahun 1910, dia bekerja tanpa lelah untuk mengadakan
perubahan-perubahan di kemiliteran yang berhubungan dengan
perawatan kesehatan dan medis.
Sebab dia telah bersumpah, “Semua yang terjadi di Crimea, tidak boleh
terulang kembali.”

2. Gambaran model konseptual keperawatan Florence Nightingale:


a. Definisi keperawatan adl. Profesi untuk wanita dengan tujuan
menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pembangunan
kesehatan dan pelayanan kesehatan. Ningtingale menegaskan bahwa
keperawatan adl. Ilmu dan kiat yang memerlukan pendidikan formal
untuk merawat orang yang sakit.
b. Tujuan tindakan keperawatan adl. Memelihara, mencegah infeksi,
dan cedera, memulihkan dari sakit, melakukan pendidikan kesehatan
serta mengendalikan lingkungan
c. Alasan tindakan keperawatan yakni Menempatkan manusia pada
kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan atau
meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan luka.
d. Konsep individu adl. Merupakan kesatuan fisik, intelektual,
emosional, sosial, dan spiritual yang lengkap dan berpotensi.
e. Konsep sehat adl. Keadaan bebas dari penyakit dan dapat
menggunakan kekuatannya secara penuh.
f. Konsep lingkungan adl. Bagian eksternal yang mempengaruhi
kesehatan dan sakitnya seseorang.

D. GAMBARAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN TOKOH YANG


LAIN

2. Virginia Henderson
a. Definisi keperawatan Bantuan yang diberikan kepada individu baik
dalam keadaan sehat maupun sakit dalam kegiatannya untuk mencapai
keadaan sehat atau sembuh dari penyakit sehingga ia mempunyai
kekuatan, keinginan dan pengetahuan.
b. Alasan tindakan keperawatan Pendekatan yang dilakukan untuk
memenuhi 14 komponen dari keperawatan.
c. Konsep individu Keadaan biologi dimana tidak dapat dipisahkan
antara pikiran dan jasmani.
d. Konsep sehat Kemampuan fungsi independent dalam hubungannya
dengan 14 komponen.
e. Konsep lingkungan Tidak terdefinisi dengan jelas, dapat berupa
tindakan positif maupun negatif.
3. Sister Callista Roy
a. Definisi keperawatan Suatu analisa proses dan tindakan sehubungan
dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit.
b. Alasan tindakan keperawatan Aktifitas keperawatan berasal dari
model dimana berupa proses pengkajian dan intervensi-intervensi
peran diselenggarakan dengan konteks keprawatan dan termasuk
manipulasi dari stimuli.
c. Konsep individu Keadaan biopsikososial yang berupa interaksi yang
tetap dengan perubahan lingkungan, manusia bersifat sebagai system
adaptif yang terbuka.
d. Konsep sehat Rentang sehat sakit merupakan garis yang terus
menerus yang menunjukan status sehat atau sakit dimana sesorang
butuh pengalaman dan waktu. Sehat sakit merupakan bagian dari hidup
manusia.
e. Konsep lingkungan Suatu kondisi yang terus menerus dan
mempengaruhi sekelilingnya dan perkembangan organisme serta group
organisme.
4. Myra Estrin Levine
a. Definisi keperawatan Interaksi manusia yang berdasarkan pada
prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan dalam proses keperawatan.
b. Alasan tindakan keperawatan Perawatan individu yang bersifat
holistic untuk setiap kebutuhan seseorang, seseorang mendorong
perawat untuk beradaptasi.
c. Konsep individu Interaksi dari individu yang bersifat kompleks
antara lingkungan interna dan eksterna yang mengubah adaptasi.
5. Imogane M. King
a. Definisi keperawatan Suatu proses interaksi manusia antara perawat
dan klien.
b. Alasan tindakan keperawatan Perawat dan klien saling mengamati
dalam informasi, komuniksai, situasi, tujuan dan tindakan untuk
mencapai tujuan.
c. Konsep individu suatu system terbuka mengenai penukaran masalah,
energi dan dengan lingkungan yang terbatas.
d. Konsep sehat Aturan dinamik dari stressor dalam lingkungan
eksternal dan internal melalui penggunaan optimal untuk mencapoai
potensi maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
e. Konsep lingkungan Suatu system terbuka yang menunjukkan
penukaran masalah energi, informasi dengan keberadaan manusia.

EORI DAN MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATANTEORI DAN


KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN
1. VIRGINIA HENDERSON, 1978Keperawatan adalah suatu fungsi yang unik dari
perawat untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan
kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan
kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien dapat sembuh atau meninggal
dengan tenang.Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik
dasar. Dari definisi tersebut adalah asumsi tentang individu yaitu :o Individu perlu
untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional.o Individu
memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal
dengan damai.o Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan , keinginan atau
pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan.Henderson
berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara
penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary). Perawat sebagai
partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti bagi pasien.Focus perawat
adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam hal
Bernapasϖ Makan dan minum adekuatϖ memenuhi 14 kebutuhan Eliminasi
Bergerak dan mempertahankan posisi yangϖ dasar yaitu : Tidurϖ normal Memilih
baju yangϖ sampah tubuh Mempertahankan temperatureϖ diinginkan dan istirahat
tubuh dalam rentang normal dengan mengatur pakaianϖ cocok lingkungan.ϖ dan
memodifikasi Menjaga tubuh

2. DOROTHEA OREM 1978

Keperawatan adalah sebuah pertolongan atas pelayanan yang diberikan untuk


menolong orang secara keseluruhan ketika mereka atau orang yang bertanggung
jawab atas perawatan mereka tidak mampu memberikan perawatan kepada
mereka.Keperawatan merupakan salah satu daya atau usaha manusia untuk membantu
manusia lain dengan melakukan atau memberikan pelayanan yang professional dan
tindakan untuk membawa manusia pada situasi yang saling menyayangi antara
manusia dengan bentuk pelayanan yang berfokus kepada manusia seutuhnya yang
tidak terlepas dari lingkungannya.Menurut OREM asuhan keperawatan dilakukan
dengan keyakinan bahwa setiap orang memperlajari kemampuan untuk merawat diri
sendiri sehingga membantu individu memenuhi kebutuhan hidup, memelihara
kesehatan dan kesejahteraan. Teori ini dikenal dengan TEORI SELF CARE
(Perawatan Diri )Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi,
lansia dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas self care
mereka. Orem mengklasifikasikan self care dalam 3 syarat :o Syarat universal :
fisiologi dan psikososial termasuk kebutuhan udara, air, makanan, eliminasi, aktivitas
dan istirahat, sosial, pencegahan bahaya.o Syarat pengembangan : untuk
meningkatkan proses perkembangan sepanjang siklus hidup.o Penyimpangan
kesehatan berhubungan dengan kerusakan atau penyimpangan cara, struktur norma
dan integritas yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan self
care.Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat
ketergantungan atau kebutuhan pasien dan kemampuan pasien. Oleh karena itu ada
tiga tingkatan dalam asuhan keperawatan mandiri.o Perawat memberi keperawatan
total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat ketergantungan
pasien yang tinggi ( system pengganti keseluruhan ).o Perawat dan pasien saling
berkolaborasi dalam tindakan keperawatan ( system pengganti sebagian )o Pasien
merawat diri sendiri dengan bimbingan perawat ( system dukungan/pendidikan ).

3. IMOGENE KING 1971


Keperawatan adalah suatu profesi yang memberikan bantuan pada individu dan
kelompok untuk mencapai, memelihara dan mempertahankan derajat kesehatan
dengan memperhatikan, memikirkan, menghubungkan, menentukan dan melakukan
tindakan perawatan sehingga individu atau kelompok berprilaku yang sesuai dengan
kondisi keperawatan.Keperawatan berhubungan langsung dengan lingkungan, tempat
atau ruang dan waktu untuk membentuk suatu hubungan menanggulangi status
kesehatan dalam proses interpersonal reaksi interaksi dan transaksi dimana perawat
dank lien berbagi informasi mengenai persepsinya dalam keperawatan.Kerangka ini
dikenal dengan system kerangka terbuka. Asumsi yang mendasari kerangka ini adalah
:o Asuhan keperawatan berfokus pada manusia termasuk berbagai hal yang
mempengaruhi kesehatan seseorango Tujuan asuhan keperawatan adalah kesehatan
bagi individu, kelompok dan masyarakat.o Manusia selalu berinteraksi secara konstan
terhadap konsep ini. Tiga system yang¬lingkungan dalam kerangka Keperibadian
( saling berinteraksi : personal system ) setiap individu mempunyai system
kepribadian System interpersonal terbentuk karena hasil tertentu. manusia, dapat
berbentuk interaksi, komunikasi,¬interaksi perjanjian, stress dan System sosial
meliputi keluarga, kelompok, peran. pendidikan, system pekerjaan dan
kelompok¬keagamaan, system sebaya.Menurut King, tujuan pemberian asuhan
keperawatan dapat dicapai jika perawat dan pasien saling bekerja sama dalam
mengidentifikasi masalah serta menetapkan tujuan bersama yang hendak dicapai.

4. BETTY NEWMAN, 1989


Keperawatan adalah suatu profesi yang unik dengan memperhatikan seluruh factor-
faktor yang mempengaruhi respon individu terhadap penyebab stress, tekanan intra,
inter dan ekstra personal.Perawatan berfokus kepada mencegah serangan stress dalam
melindungi klien untuk mendapatkan atau meningkatkan derajat kesehatan yang
paling baik.Perawatan menolong pasien untuk menempatkan primary, secondary dan
tertiary. Metode pencegahan untuk mencegah stress yang disebabkan factor
lingkungan dan meningkatkan system pertahanan pasien.Menurut Newman, asuhan
keperawatan dilakukan untuk mencegah atau mengurangi reaksi tubuh akibat adanya
stressor. Peran ini disebut penyakit yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder
dan¬pencegahan tertier. Primer = meliputi tindakan keperawatan untuk
mengidentifikasi stressor, mencegah terjadinya reaksi tubuh karena adanya¬adanya
stressor. Sekunder = tindakan keperawatan untuk mengurangi atau gejala penyakit
atau reaksi tubuh lainnya karena adanya¬menghilangkan stressor. Tersier = meliputi
pengobatan rutin dan teratur serta pencegahan kerusakan lebih lanjut atau komplikasi
dari suatu penyakit.

5. CALISTA ROY 1976


Keperawatan adalah sebagai ilmu pengetahuan melalui proses analisa dan tindakan
yang berhubungan untuk merawat klien yang sakit atau yang kurang sehat.Sebagai
ilmu pengetahuan keperawatan Metode yang digunakan adalah terapeutik, scientik
dan knowledge dalam memberikan pelayanan yang esensial untuk meningkatkan dan
mempengaruhi derajat kesehatan.Roy menggambarkan metode adaptasi dalam
keperawatan : o Individu adalah makhluk biospikososial sebagai satu kesatuan yang
utuh. Seseorang dikatakan sehat jika mampu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
biologis, psikologis dan sosial.o Setiap orang selalu menggunakan koping baik yang
bersifat positif maupun yang negatif untuk dapat Kemampuan beradaptasi seseorang
dipengaruhi oleh tiga¬beradaptasi. Penyebab utama terjadi¬komponen yaitu : Factor
kondisi dan situasi yang berbeda¬perubahan Keyakinan dan pengalaman dalam
beradaptasi.o Setiap individu berespon terhadap kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan
konsep diri yang positif, kemampuan untuk hidup mandiri/kemandirian, serta
kebutuhan akan kemampuan melalui peran dan fungsi secara optimal untuk
memelihara integritas diri.o Posisi individu pada rentang sehat sakit terus berubah,
berhubungan erat dengan keefektifan koping yang dilakukan untuk memelihara
kemampuan beradaptasi.o Roy berpendapat ada 2 metode koping yaitu : Regulator =
memproses input secar sistematis melalui jalur saraf, kimia dan endokrin Cagnator =
memproses input melalui cara kognitif seperti persepsi, proses informasi, belajar,
keputusan dan emosi.o Individu adalah makhluk biopsikososial sebagai satu kesatuan
yang utuh yang meiliki mekanisme koping untuk dapat beradaptasi terhadap
perubahan lingkungan. Individu selalu berinteraksi secara konstan atau selalu
beradaptif terhadap perubahan lingkungan.o Lingkungan adalah semua yang ada
disekeliling kita dan berpengaruh terhadap perkembangan manusia.o Sehat adalah
suatu keadaan proses dalam menjaga integritas dirio Peran perawat adalah membantu
pasien beradaptasi terhadap perubahan yang ada.Menurut Roy, tindakan keperawatan
ditujukan untuk meningkatkan adaptasi individu terhadap sehat dan penyakit.
Keempat model adaptasi itu adalah :o Model fisiologi : cairan dan elektrolit, sirkulasi
dan oksigenasi, nutrisi dan eliminasi, proteksi, neurology dan endokrin.o Model
konsep diri : gambaran diri, ideal diri, moral diri.o Model fungsi peran : kebutuhan
akan integritaso Model interdependen (kemandirian ) : hubungan seseorang dengan
yang lain dan sumber system yang memberikan bantuan, kasih sayang dan perhatian.

6. MARTHA ROGERS, 1970.


Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan
terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan , pencegahan penyakit, perawatan
rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat.Teori Rogers berfokus pada proses
kehidupan manusia. Menurutnya kehidupan seseorang dipengaruhi alam sebagai
lingkungan hidup manusia dan pola pertumbuhan dan perkembangan seseorang.
Asumsi dasar teori rogers tentang manusia adalah :o Manusia adalah kesatuan yang
utuh yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.o Kehidupan setiap
manusia adalah sesuatu yang unik . tidak ada dua hal didalam kehidupan ini yang
dapat diulang dengan cara yang sama dibawah keadaan yang sama . jalan hidup
seseorang berbeda dengan yang lain.o Perkembangan manusia dapat dinilai dari
tingkah lakunya.o Manusia diciptakan dengan karakteristik dan keunikan tersendiri
misalnya dalam hal sifat dan emosi.Rogers menggambarkan individu dan lingkungan
sebagai medan energi, terbuka, berpola dan

7. ABDELLAH FAYE

Keperawatan adalah seni ilmu dalam memberikan pelayanan kepada individu,


keluarga dan masyarakat. Untuk membentuk sikap dalam meningkatkan
kemampuandan keterampilan setiap individu perawat untuk mencapai tujuan
membantu manusia yang sakit maupun sehat, menanggulangi atau memenuhi
kebutuhan-kebutuhan kesehatannya, baik dasar maupun

8. PEPLAU
Keperawatan adalah suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya
supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia)Pendidikan atau
pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan
kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan cara
hidup bermasyarakat.Hubungan interpersonal yang merupakan factor utama model
keperawatan menurut Peplau mempunyai asumsi terhadap 4 konsep utama yaitu :o
Manusia = individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan
caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap
individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide
yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal.o Masyarakat/lingkungan
= budaya dan adapt istiadat merupakan factor yang perlu dipertimbangkan dalam
menghadapi kehidupan.o Kesehatan = didefinisikan sebagai perkembangan
kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan kea rah kehidupan yang
kreatif, konstruktif dan produktif.o Keperawatan = dipandang sebagai proses
interpersonal yang bermakna. Proses interpersonal merupakan materina force dan alat
edukatif yang baik bagi perawat maupun klien. Pengetahuan diri dalam konteks
interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dan
mencapai resolusi masalah.Suatu model dapat diuraikan secara rinci kebutuhan
utama/primer ;o Tujuan asuhan keperawatan Kepribadian yang berkembang melalui
hubungan interpersonal mendidik dalam pemenuhan kebutuhan klien.o KlienSystem
dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan
kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan
belajar pengalaman.o Peran nurseNurse berperan mengatur tujuan dan proses interaksi
interpersonal dengan pasien yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien
mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Dalam hubungannya dengan pasien, perawat
berperan sebagai orang asing, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin
dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal.o Sumber kesulitanAnsietas
berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal
yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain
mengancam keamanan psikologik dan biologic individu.o Focus intervensiAnsietas
yang disebabkan oleh hubungan interpersonal yang mempengaruhi perkembangan
kepribadian . 4 komponen sentral yaitu proses intervensiProsesϖ interpersonal,
perawat, pasien dan ansietas.o Cara Fase interpersonal terdiri dari 4 fase yaitu :
orientasiLebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan
dan rasa percaya serta secara efektifϖ terhadap kemampuan perawat untuk berperan
Fase falam pemberian askep pada klien. identifikasiTerjadi ketika perawat
memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan askep yang tanpa penolakan
diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan
untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan
kepribadian pasien. Respon pasien pada fase Pasrtisipan mandiri dalam♣identifikasi
dapat berupa Individu : Individu yang tak berdaya dan♣hubungannya dengan perawat
mandiri terpisah dari perawat Fase eksplorasiMemungkinkan suatu♣sangat
tergantung pada perawat. dimana pasien dapat merasakan nilaiϖ situasi hubungan
sesuai pandangan/persepsinya terhadap situasi. Fase ini hubungan dalam
prosesϖ merupakan inti Fase resolusiSecara bertahap interpersonal. pasien
melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan
untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kea rah realisasi
potensi.Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana
perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi
yang saling tergantung dalam lingkungan sosial.Perawat mempunyai 6 peran sebagai
berikut :♣Orang asing ( stranger ) berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada
pasien. Perawat menghadapi klien seperti tamu yang Nara dikenalkan pada situasi
baru. memberikan♣sumber ( resources person ) jawaban yang spesifik terhadap
pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area
permasalahan yang Pendidik ( memerlukan bantuan. Kepemimpinan (♣teacher )
merupakan kombinasi dari hubungan yang♣semua peran yang lain ♣leadership )
mengembangkan demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan
Perngasuh keunikan tiap♣pengganti ( surrogate ) membantu individu belajar tentang
manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. Konselor ( consellor )
meninhgkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang
kreatif, konstruktif dan produktif.

9. FLORENCE NIGHTINGALE 1895


Keperawatan adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik
untuk beraktivitas yaitu lingkungan yang sehat dan udara yang bersih.

10. LEVINE
Keperawatan adalah bagian budaya yang direfleksikan dengan ide-ide dan nilai-nilai ,
dimana perawat memandang manusia itu sama, merupakan suatu rangkaian disiplin
dalam menguasai organisasi atau kumpulan yang dimiliki individu dalam menjalin
hubungan manusia sekitarnya.Intisari dari keperawatan adalah manusia. Asumsinya
bahwa definisi teori tersebut adalah sebagai berikut :o KondisiKlien memasuki system
pelayanan kesehatan dalam bagian penyakit atau perubahan kesehatan.o
Responsibilitas tanggung jawabPerawat bertanggung jawab dalam mengenal respon
(perubahan tingkah laku atau tingkat fungsi tubuh ) sebagai adaptasi klien atau usaha
untuk Rasa♣ Stress♣ Inflamasi♣beradaptasi terhadap lingkungan. 4 Sensorio respon
antara lain : FungsiFungsi perawat memasukkan intervensi♣takut untuk
meningkatkan adaptasi terhadap penyakit dan evaluasi intervensi sebagai support
(dorongan) atau terapeutik koping. Intervensi membantu mempertahankan status
kesehatan dan mencegah penyakit lebih lanjut. Intervensi terapeutik meningkatkan
penyembuhan dan pemulihan kesehatan.4 prinsip perlindungan yang mendorong
tujuan perawatan untuk seseorang ke status♣mempertahankan atau memulihkan
Perlindungan terhadap energiKeseimbangan intake dan output energi untuk
mencegah♣kesehatan : kelelahan Perlindungan terhadap integritas
strukturaMempertahankan atau struktur tubuh (penyembuhan )♣pemulihan
Perlindungan terhadap integritas personalMempertahankan atau pemulihan rasa
identitas dan harga diri (mengenali kualitas diri)♣Perlindungan terhadap integritas
sosialMemperkenalkan klien sebagai suatu makhluk sosial khususnya dengan orang
lain.Teori Levine berfokus pada satu orang klien, teori ini mempunyai implikasi
utama dalam pengaturan perawatan akut, dimana intervensi dapat bersifat mendorong
atau terapeutik.

11. JEAN ORLANDO 1961


Keperawatan berlandaskan teori hubungan interpersonal yang menitikberatkan pada
sifat unik individu atau klien dalam ekspresi verbal yang mengisyaratkan adanya
kebutuhan dan cara-cara memenuhi kebutuhan.Teori Jean Orlando mengandung
konsep kerangka kerja untuk perawat professional yang mengandung 3 elemen yaitu :
perilaku klien, reaksi dan tindakan keperawatan , mengubah situasi perawat setelah
perawat memperkirakan kebutuhan klien , perawat mengetahui penyebab yang
mempengaruhi derajat kesehatan , lalu bertindak secara spontan atau berkolaborasi
untuk memberikan pelayanan kesehatan.12. JEAN WATSON 1979Keperawatan
adalah filsafat dalam usaha merawat untuk memberi definisi hasil tindakan
keperawatan dengan memperhatikan aspek humanistic dalam kehidupan.Tindakan
keperawatan diarahkan pada pemeliharaan hubungan timbal balik dalam kesehatan.
Sakit dan perilaku. Perawat berkonsentrasi pada peningkatan kesehatan
mempertahankan suatu kesehatan dalam pencegahan penyakit.Model Jean Watson ini
bentuk proses perawatannya menolong klien untuk mencapai atau memelihara
kesehatan atau mati dengan tenang. Tindakan berhubungan dengan proses perawatan
manusia, penguasaan ilmu pengetahuan adalah utama dalam memberikan tindakan
perawatan megenai perilaku manusia dan respon menusia untuk menentukan masalah
yang nyata atau potensial kebutuhan klien.NILAI DAN KEYAKINAN
adalah♣NILAIo Perawatan mempunyai faktor yang uniko Perawatan pelayanan yang
diberikan secara langsung terhadap orang sakit atau sehat, kelompok, keluarga dan
masyarakato Perawatan menggunakan proses untuk melakukan rencana perawatano
Perawatan meliputi hubungan interpersonal yang berkelanjutan, hubungan perawat
dan klien merupakan hubungan yang sangat penting. atau♣KEYAKINANo
Persyaratan dasar pikiran anggapan terhadap konsep mengenai keperawatano Setiap
keyakinan model keperawatan merupakan inti dari keperawatano Keyakinan
ditransfer dari teori scientik atau praktek dan salah satu hasil dari penelitian.o
Keyakinan sebagian besar adalah satu model dengan model yang lainnya. Contoh :
keyakinan mengenai manusia atau klien sangat berbeda. Henderson melihat klien
mempunyai kebutuhan dasar sedangkan Roy TUJUANo menjadikan 4 model
penyesuaian. untuk♣Meningkatkan kemampuan klien berperan aktif dalam mencapai
kesehatan yang optimalo Membantu klien dalam perawatan untuk menuju kesehatan
yang optimal atau meninggal dengan tenang

Postingan Terkait.....

Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan
prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang
sudah dimunculkan. Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang
abstrak yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep
keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model
keperawatan.

Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu
pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari
fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.

Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau


menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai
dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep
keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan.

Berikut ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh
para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan
yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan :

Penyusun Teori: Nightingale (1860)


Tujuan Keperawatan: Untuk memfasilitasi “proses penyembuhan tubuh” dengan
memanipulasi lingkungan klien (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Lingkungan klien dimanipulasi untuk mendapatkan
ketenangan, nutrisi, kebersihan, cahaya, kenyamanan, sosialiasi, dan harapan yang
sesuai

Penyusun Teori: Peplau (1952)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengembangkan interaksi antara perawat dan klien
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan adalah proses yang penting, terapeutik, dan
interpersonal (1952) Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur sistem
asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi yang alami dari kecenderungan
manusia untuk mengembangkan hubungan interpersonal (Marriner-Torney, 1994)

Penyusun Teori: Henderson (1955)


Tujuan Keperawatan: Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan
kesehatan (Marriner-Torney, 1994), membantu klien untuk mendapatkan kembali
kemandiriannya secepat mungkin
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan membentuk klien untuk melakukan 14
kebutuhan dasar Henderson (Henderson, 1966)

Penyusun Teori: Abdellah (1960)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
Untuk menjadi perawat yang baik dan berpengertian, juga mempunyai kemampuan
intelegensia yang tinggi, kompeten dan memiliki keterampilan yang baik dalam
memberikan pelayanan keperawatan (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini melingkupi 21 masalah keperawatan Abdellah
(Abdellah et al 1960)

Penyusun Teori: Orlando (1961)


Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap perilaku klien dalam memenuhi
kebutuhan klien dengan segera. Untuk berinteraksi dengan klien untuk memenuhi
kebutuhan klien secepat mungkin dengan mengidentifikasi perilaku klien, reaksi
perawat, dan tindakan keperawatan yang dilakukan (Tores, 1986; Chinn dan Jacobs,
1995)
Kerangka Kerja Praktik: Tiga elemen seperti perilaku klien, reaksi perawat, dan
tindakan perawat membentuk situasi keperawatan (Orlando, 1961)

Penyusun Teori: Hall (1962)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan asuhan dan kenyamanan bagi klien selama
proses penyakit (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Seorang klien dibentuk oleh bagian-bagian berikut yang
saling tumpang-tindih, yaitu: manusia (inti), status patologis, dan pengobatan
(penyembuhan) dan tubuh (perawatan). Perawat sebagai pemberi perawatan (Mariner-
Torney, 1994; Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Wiedenbach (1964)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individual dalam mengatasi masalah yang
berkaitan dengan kemampuan untuk memenuhi tekanan atau kebutuhan yang dihasil
dari suatu kondisi, lingkungan, situasi atau waktu (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan berhubungan dengan individu yang
memerlukan bantuan karena stimulasi perilaku. Keperawatan klinik memiliki
komponen seperti filosofi, tujuan, praktik, dan seni (Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Levine (1966)


Tujuan Keperawatan: Untuk melakukan konversi kegiatan yang ditujukan untuk
menggunakan sumber daya yang dimiliki klien secara optimal
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi manusia ini sebagai bagian dari satu
kesatuan yang utuh didasari oleh “empat prinsip konservasi keperawatan” (Levine,
1973)

Penyusun Teori: Johnson (1968)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengurangi stress sehingga klien dapat bergerak lebih
mudah melewati proses penyembuhan
Kerangka Kerja Praktik: Kerangka dari kebutuhan dasar ini berfokus pada tujuh
kategori perilaku. Tujuan individu adalah untuk mencapai keseimbangan perilaku dan
kondisi yang stabil melalui penyelarasan dan adaptasi terhadap tekanan tertentu
(Johnson, 1980; Torres, 1986)

Penyusun Teori: Rogers (1970)


Tujuan Keperawatan: Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan,
mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak
mampu dengan pendekatan humanistik keperawatan (Rogers, 1979)
Kerangka Kerja Praktik: “Manusia utuh” meliputi proses sepanjang hidup. Klien
secara terus menerus berubah dan menyelaraskan dengan lingkungannya

Penyusun Teori: Orem (1971)


Tujuan Keperawatan: Untuk merawat dan membantu klien mencapai perawatan diri
secara total
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini merupakan teori kurangnya perawatan diri sendiri.
Asuhan keperawatan menjadi penting ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan
biologis, psikologis, perkembangan, dan sosial (Orem , 1985)
Penyusun Teori: King (1971)
Tujuan Keperawatan: Untuk memanfaatkan komunikasi dalam membantu klien
mencapai kembali adaptasi secara positif terhadap lingkungan
Kerangka Kerja Praktik: Proses keperawatan didefinisikan sebagai proses
interpersonal yang dinamis antara perawat, klien dan sistem pelayanan kesehatan

Penyusun Teori: Travelbee (1971)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu atau keluarga untuk mencegah atau
mengembangkan koping terhadap penyakit yang dideritanya, mendapatkan kembali
kesehatannya, menemukan arti dari penyakit atau mempertahankan status kesehatan
maksimalnya (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Proses interpersonal dipandang sebagai hubungan manusia
dengan manusia yang terbentuk selama sakit dan selama “mengalami penderitaan”

Penyusun Teori: Neuman (1972)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu, keluarga, dan kelompok untuk
mendapatkan dan mempertahankan tingkat kesehatan maksimalnya melalui intervensi
tertentu
Kerangka Kerja Praktik: Penurunan stress adalah salah satu tujuan dari sistem model
praktik keperawatan (Torres, 1986). Tindakan keperawatan meliputi tindakan
preventif tingkat primer, sekunder, atau tersier

Penyusun Teori: Patterson dan Zderad (1976)


Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap kebutuhan manusia dan dan
membangun ilmu “keperawatan yang humanistik” (Patterson dan Zderad, 1976;
Chinn dan Jacobs, 1995)
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan humanistik memerlukan partisipasi untuk
memahami “keunikan” dan “kesamaan” dengan yang lain (Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Leininger (1978)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan
pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs,
1995)
Kerangka Kerja Praktik: Dengan teori transkultural ini, caring merupakan sentral dan
menggabungkan pengetahuan dan praktik keperawatan (Leininger, 1980)

Penyusun Teori: Roy (1979)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengidentifikasi tipe kebutuhan klien, mengkaji
kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan dan membantu klien beradaptasi
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi ini didasari oleh model adaptasi fisiologis,
psikologis, sosiologis, serta ketergantungan dan kemandirian (Roy, 1980)

Penyusun Teori: Watson (1979)


Tujuan Keperawatan: Untuk meningkatkan kesehatan, mengembangkan klien pada
kondisi sehatnya, dan mencegah kesakitan (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini mencakup filosofi dan ilmu tentang caring; caring
merupakan proses interpersonal yang terdiri dari intervensi yang menghasilkan
pemenuhan kebutuhan manusia (Torres, 1986)
Penyusun Teori: Parse (1981)
Tujuan Keperawatan: Untuk memfokuskan pada manusia sebagai suatu unit yang
hidup dan kualitas partisipasi manusia terhadap pengalaman sehat (Parse, 1990)
(Nursing as science and art [Marriner-Torney, 1994])
Kerangka Kerja Praktik: Manusia secara terus menerus berinteraksi dengan
lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya mempertahankan kesehatannya (Marriner-
Torney, 1994). Sehat adalah suatu kontinu, proses yang terbuka bukan sekedar status
sehat atau hilangnya penyakit (Parse, 1990; Marriner-Torney, 1994; Chinn dan
Jacobs, 1995)

Konsep model “Self Care Theory”

May 13, 2008 by mirzal tawi

I. PENDAHULUAN
Keperawatan sebagai pelayanan profesional, dalam aplikasinya harus
dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Dengan demikian
perawat harus mampu berfikir logis, dan kritis dalam menelaah dan
mengidentifikasi fenomena respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan
dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara
lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan
dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan
kebutuhan.

Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik,
memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang
mempengaruhi situasi klien. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat
dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah
sebagai berikut :
1. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien, umur, pola
hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami
keunikan klien.
2. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa
asumsi yang melandasi, definisi konsep dan hubungan antar konsep.

Dari beberapa model konsep, salah satu diantaranya adalah model “self care”
yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Orem. Orem mengembangkan model
konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya
dengan judul “Nursing Conceps of Practice Self Care”. Model ini pada awalnya
berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada
multiperson’s units (keluarga, kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga
sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self
care, teori self care deficit dan teori nursing system.
II. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN “SELF
CARE”
A. Pengertian
Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem’s adalah :
“Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh
individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan
kehidupan, kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan, baik sehat
maupun sakit” (Orem’s 1980).
Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-
kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan
kebutuhan itu sendiri, kecuali bila tidak mampu.

B. Keyakinan dan nilai-nilai


1. Keyakinan Orem’s tentang empat konsep utama keperawatan adalah
:
a. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara
terus menerus mempertahankan self care untuk hidup
dan sehat, pemulihan dari sakit/trauma atau coping
dan efeknya.
b. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi
tuntutan self care yang berperan untuk
mempertahankan dan meningkatkan integritas
struktural fungsi dan perkembangan.
c. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi
kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk
di dalamnya tetapi tidak spesifik.
d. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan
yang dilakukan untuk membantu individu, keluarga
dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan
seft care yang mencakup integrias struktural, fungsi
dan perkembangan.
Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas, Orem’s
mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam
pelaksanaan asuhan keperawatan.

2. Tiga kategori self care


Model Orem’s, meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang
disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite), yaitu :
a. Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada
setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses
kehidupan, biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia.
Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah :
- Pemeliharaan kecukupan intake udara
- Pemeliharaan kecukupan intake cairan
- Pemeliharaan kecukupan intake makanan
- Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
- Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial
- Mencegah ancaman kehidupan manusia, fungsi kemanusiaan dan
kesejahteraan manusia.
- Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi
dan exrement.
- Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan
kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang,
keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi
normal.
b. Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan
tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka
tinggal, yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat
siklus kehidupan.
c. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang
tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata
karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan
dalam perilaku self care.

Orem’s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self


care (self care requisites), dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa
pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan
untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk
menemukan keinginannya, maka self care itu dimungkinkan. Tetapi bila
keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk
menemukannya, terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai
self care deficit.

C. Tujuan
Tujuan keperawatan pada model Orem’s secara umum adalah :
1. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat
memenuhinya, ini berarti menghilangkan self care deficit.
2. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi
tuntutan self care.
3. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk
memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak
memungkinkan, oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan.
4. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai, perawat secara langsung
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien.
Tujuan kepewatan pada model Orem’s yang diterapkan kedalam praktek
keperawatan keluarga /komunitas adalah :
1. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara
therapeutik.
2. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri
3. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang
mengalami gangguan secara kompeten.
Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem’s yang
diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah :
a. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga
b. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di
sekitarnya.
c. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga
sehingga mampu mengantisipasi perubahan
yang terjadi.
e. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang
tehnik dasar yang dilakukan dirumah,
misalnya melakukan tindakan kompres
secara benar.

D. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek


Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan
menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima
metode bantuan.

1. Kategoi Bantuan :
a. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan, dibutuhkan
untuk klien yang tidak mampu mengontrol
dan memantau lingkungannya dan tidak
berespon terhadap rangsangan.
b. Partially Compensatory : Bantuan sebagian, dibutuhkan bagi klien
yang mengalami keterbatasan gerak karena
sakit atau kecelakaan.
c. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh
klien yang memerlukannya untuk
dipelajari, agar mampu melakukan
perawatan mandiri.

2. Metode Bantuan
Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima
metode bantuan yang meliputi :
a. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien
b. Mengajarkan klien
c. mengarahkan klien
d. Mensupport klien
e. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan
berkembang.

Untuk melaksanakan hal tersebut, lima area utama untuk praktek


keperawatan di diskripsikan sebagai berikut :
a. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat – klien dengan
individu, keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang
dari perawatan.
b. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan.
c. Merespon keperluan klien, keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak
dengan perawat dan asisten.
d. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan
sehari-hari klien, pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima, atau
pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima.

III. PENUTUP
Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana
disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami
apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat
memperoleh haknya secara tepat dan benar. Asuhan keperawatan dengan
pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik
klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan.

Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua
manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak
untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Dengan demikian
perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri
pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan
yang akan diberikan.
Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan
suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan
sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik.

Ny. M. (48 tahun ), TB : 160 cm, BB : 70 Kg. Menikah selama 25 tahun dan janda
sejak 6 bulan yang lalu. Ia seorang perokok, sehari menghabiskan 1 ½ bungkus, Ny.
M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-
barang antik. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena
kurangnya keinginan / minat. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara
teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari
serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat.Ibu Ny. M meninggal karena
stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun.

Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu :


Tanda – tanda vital : TD : 138/86 mm Hg, N : 92 x / mnt, P : 30 x/ mnt, Suhu : 98.40
F. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl.
Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg, tetapi mengingat
bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan
tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan, dia diramalkan
kemungkinan menderita serangan jantung.

Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area, yaitu:


1. Status kesehatan perseorangan.
2. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu
3. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya.
4. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan, gaya hidup dan status
kesehatan.
5. Memenuhi syarat personal untuk self care.
6. Kapasitas individu untuk melakukan self care.
Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual, ketrampilan, motivasi dan
orientasi. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini :
1. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan
datang.
2. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care.
3. Jika ada, apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care.
4. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi
dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi.
5. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang
akan datang.

A. Analisa Kasus
1. Personal faktor
Umur 48 tahun, perempuan, suku bangsa Italia, Janda, agama katolik,
TB.160 Cm, BB : 70 Kg , pekerjaan staf pengajar di Universitas.
2. Kategori kebutuhan universal self care :
- Menampakkan tidak adekuatnya intake udara, air dan makanan., konsumsi
jumlah kalori yang dibutuhkan, kolesterol 280 Mg / dl, makan sampai
larut malam, banyak mengkonsumsi lemak.
- Ny. M. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta
latihan, berkeja 12 jam / hari.
- Merokok 1 ½ bungkus perhari, mengkonsumsi makanan siap saji,
penurunan interaksi sosial.
- Riwayat keluarga : Ibu Ny. M meninggal karena stroke, ayah meninggal
karena serangan jantung pada usia 50 tahun.
- Ny. M kurang pengetahuan tentang faktor – faktor risiko dan gangguan
fungsi kardiovaskuler.
3. Kategori Developmental Self Care :
- Tidak punya suami (widowed)
- Kurangnya aktivitas sosial
4. Kategori Health Deviation :
Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan,
perokok, peningkatan kolesterol, kurangnya latihan dan riwayat keluarga.
5. Masalah medis dan perencanaan :
Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan
rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. Anjuran Dokter :
Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital, menurunkan intake kolesterol
dan meningkatkan latihan.
6. Self care deficit :
Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. M dapat meningkatkan risiko untuk
serangan jantung atau stoke.

B. Proses Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan :
Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang
pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko
serangan jantung atau stroke.
2. Rencana keperawatan :
- Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan
kardiovaskuler.
- Design Nursing System : Support – Education (Pendidikan
Kesehatan
- Metode Bantuan : Memberikan pedoman, support,
mengajarkan dan ketentuan pengembangan
lingkungan.
3. Implementasi
Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol.
- Ny. M. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3
hari.
- Ny. M. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya
terhadap fungsi kasdiovaskuler.
- Ny. M. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam
fast foods.
- Ny. M. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah
kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol.
- Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana
mengkonsumsikannya.
- Menentukan bersama menu makanan.
4. Evaluasi
- Apakah Ny. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan
jantung atau stroke?
- Apakah Ny. M. telah memilih jenis makanan rendah kolesterol.
- Apakah kadar kolesterol Ny. M. sudah turun (normal).
- Apakah Ny. M. mengalami penurunan self care dificit.
- Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada
Ny. M.

( Dikutip dari Makalah Hajjul Kamil,M.Kep,dkk)

adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat
harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan.
Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan
merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.

Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu
pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari
fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.

Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau


menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai
dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep
keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan.

Berikut ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh
para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan
yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan :

Penyusun Teori: Nightingale (1860)


Tujuan Keperawatan: Untuk memfasilitasi “proses penyembuhan tubuh” dengan
memanipulasi lingkungan klien (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Lingkungan klien dimanipulasi untuk mendapatkan
ketenangan, nutrisi, kebersihan, cahaya, kenyamanan, sosialiasi, dan harapan yang
sesuai

Penyusun Teori: Peplau (1952)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengembangkan interaksi antara perawat dan klien
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan adalah proses yang penting, terapeutik, dan
interpersonal (1952) Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur sistem
asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi yang alami dari kecenderungan
manusia untuk mengembangkan hubungan interpersonal (Marriner-Torney, 1994)

Penyusun Teori: Henderson (1955)


Tujuan Keperawatan: Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan
kesehatan (Marriner-Torney, 1994), membantu klien untuk mendapatkan kembali
kemandiriannya secepat mungkin
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan membentuk klien untuk melakukan 14
kebutuhan dasar Henderson (Henderson, 1966)

Penyusun Teori: Abdellah (1960)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
Untuk menjadi perawat yang baik dan berpengertian, juga mempunyai kemampuan
intelegensia yang tinggi, kompeten dan memiliki keterampilan yang baik dalam
memberikan pelayanan keperawatan (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini melingkupi 21 masalah keperawatan Abdellah
(Abdellah et al 1960)

Penyusun Teori: Orlando (1961)


Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap perilaku klien dalam memenuhi
kebutuhan klien dengan segera. Untuk berinteraksi dengan klien untuk memenuhi
kebutuhan klien secepat mungkin dengan mengidentifikasi perilaku klien, reaksi
perawat, dan tindakan keperawatan yang dilakukan (Tores, 1986; Chinn dan Jacobs,
1995)
Kerangka Kerja Praktik: Tiga elemen seperti perilaku klien, reaksi perawat, dan
tindakan perawat membentuk situasi keperawatan (Orlando, 1961)

Penyusun Teori: Hall (1962)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan asuhan dan kenyamanan bagi klien selama
proses penyakit (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Seorang klien dibentuk oleh bagian-bagian berikut yang
saling tumpang-tindih, yaitu: manusia (inti), status patologis, dan pengobatan
(penyembuhan) dan tubuh (perawatan). Perawat sebagai pemberi perawatan (Mariner-
Torney, 1994; Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Wiedenbach (1964)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individual dalam mengatasi masalah yang
berkaitan dengan kemampuan untuk memenuhi tekanan atau kebutuhan yang dihasil
dari suatu kondisi, lingkungan, situasi atau waktu (Torres, 1986)
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan berhubungan dengan individu yang
memerlukan bantuan karena stimulasi perilaku. Keperawatan klinik memiliki
komponen seperti filosofi, tujuan, praktik, dan seni (Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Levine (1966)


Tujuan Keperawatan: Untuk melakukan konversi kegiatan yang ditujukan untuk
menggunakan sumber daya yang dimiliki klien secara optimal
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi manusia ini sebagai bagian dari satu
kesatuan yang utuh didasari oleh “empat prinsip konservasi keperawatan” (Levine,
1973)

Penyusun Teori: Johnson (1968)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengurangi stress sehingga klien dapat bergerak lebih
mudah melewati proses penyembuhan
Kerangka Kerja Praktik: Kerangka dari kebutuhan dasar ini berfokus pada tujuh
kategori perilaku. Tujuan individu adalah untuk mencapai keseimbangan perilaku dan
kondisi yang stabil melalui penyelarasan dan adaptasi terhadap tekanan tertentu
(Johnson, 1980; Torres, 1986)

Penyusun Teori: Rogers (1970)


Tujuan Keperawatan: Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan,
mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak
mampu dengan pendekatan humanistik keperawatan (Rogers, 1979)
Kerangka Kerja Praktik: “Manusia utuh” meliputi proses sepanjang hidup. Klien
secara terus menerus berubah dan menyelaraskan dengan lingkungannya

Penyusun Teori: Orem (1971)


Tujuan Keperawatan: Untuk merawat dan membantu klien mencapai perawatan diri
secara total
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini merupakan teori kurangnya perawatan diri sendiri.
Asuhan keperawatan menjadi penting ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan
biologis, psikologis, perkembangan, dan sosial (Orem , 1985)

Penyusun Teori: King (1971)


Tujuan Keperawatan: Untuk memanfaatkan komunikasi dalam membantu klien
mencapai kembali adaptasi secara positif terhadap lingkungan
Kerangka Kerja Praktik: Proses keperawatan didefinisikan sebagai proses
interpersonal yang dinamis antara perawat, klien dan sistem pelayanan kesehatan

Penyusun Teori: Travelbee (1971)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu atau keluarga untuk mencegah atau
mengembangkan koping terhadap penyakit yang dideritanya, mendapatkan kembali
kesehatannya, menemukan arti dari penyakit atau mempertahankan status kesehatan
maksimalnya (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Proses interpersonal dipandang sebagai hubungan manusia
dengan manusia yang terbentuk selama sakit dan selama “mengalami penderitaan”

Penyusun Teori: Neuman (1972)


Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu, keluarga, dan kelompok untuk
mendapatkan dan mempertahankan tingkat kesehatan maksimalnya melalui intervensi
tertentu
Kerangka Kerja Praktik: Penurunan stress adalah salah satu tujuan dari sistem model
praktik keperawatan (Torres, 1986). Tindakan keperawatan meliputi tindakan
preventif tingkat primer, sekunder, atau tersier

Penyusun Teori: Patterson dan Zderad (1976)


Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap kebutuhan manusia dan dan
membangun ilmu “keperawatan yang humanistik” (Patterson dan Zderad, 1976;
Chinn dan Jacobs, 1995)
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan humanistik memerlukan partisipasi untuk
memahami “keunikan” dan “kesamaan” dengan yang lain (Chinn dan Jacobs, 1995)

Penyusun Teori: Leininger (1978)


Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan
pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs,
1995)
Kerangka Kerja Praktik: Dengan teori transkultural ini, caring merupakan sentral dan
menggabungkan pengetahuan dan praktik keperawatan (Leininger, 1980)

Penyusun Teori: Roy (1979)


Tujuan Keperawatan: Untuk mengidentifikasi tipe kebutuhan klien, mengkaji
kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan dan membantu klien beradaptasi
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi ini didasari oleh model adaptasi fisiologis,
psikologis, sosiologis, serta ketergantungan dan kemandirian (Roy, 1980)

Penyusun Teori: Watson (1979)


Tujuan Keperawatan: Untuk meningkatkan kesehatan, mengembangkan klien pada
kondisi sehatnya, dan mencegah kesakitan (Marriner-Torney, 1994)
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini mencakup filosofi dan ilmu tentang caring; caring
merupakan proses interpersonal yang terdiri dari intervensi yang menghasilkan
pemenuhan kebutuhan manusia (Torres, 1986)

Penyusun Teori: Parse (1981)


Tujuan Keperawatan: Untuk memfokuskan pada manusia sebagai suatu unit yang
hidup dan kualitas partisipasi manusia terhadap pengalaman sehat (Parse, 1990)
(Nursing as science and art [Marriner-Torney, 1994])
Kerangka Kerja Praktik: Manusia secara terus menerus berinteraksi dengan
lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya mempertahankan kesehatannya (Marriner-
Torney, 1994). Sehat adalah suatu kontinu, proses yang terbuka bukan sekedar status
sehat atau hilangnya penyakit (Parse, 1990; Marriner-Torney, 1994; Chinn dan
Jacobs, 1995)

PENGERTIAN
Model konsep keperawatan yang dijelaskan oleh Virginia Handerson adalah
model konsep aktivitas sehari hari dengan memberikan gambaran tentang Fungsi
utama perawat yaitu menolong seseorang yang sehat/sakit dalam usaha menjaga
kesehatan atau penyembuhan atau untuk menghadapi kematiannya dengan tenang.
Usaha tersebut dapat dilakukan sendiri oleh klien bila ia sadar, berkemauan dan cukup
kuat, oleh karena itu perawat berperan untuk memandirikan klien sebagai
kemampuan yang harus dimiliki.

2. MANUSIA / KLIEN

Teori Handerson berfokus pada individu yang berdasarkan pandangannya,


yaitu bahwa jasmani (body) dan rohani (mind) tidak dapat dipisahkan. Menurut
Handerson, manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama. Kebutuhan
dasar individu tercermin dalam 14 komponen dari asuhan keperawatan dasar(basic
nursing care).(pengantar profesi & praktek keperawatan professional, Kusnanto)

Pemahaman konsep teori keperawatan dari Virginia Handerson didasari


kepada keyakinan dan nilai yang dimilaikinya diantaranya : (konsep dasar
keperawatan, Azis alimul H)

1. Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari prtumbuhan dan


perkembangandalam rentang kehidupan.
2. Dalam melaksankan aktifitas sehari – hari individu akan mengalami
ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat
dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan.
3. Dalam melaksanakan aktifitas sehari hari individu dapat dikelompokkan
menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas,
belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.

3. PERAWAT

Dalam hal ini klien dianggap sebagai tokoh utama (central figure) dan
menyadari bahwa tim kesehatan pada pokoknya adalah membantu tokoh utama tadi.
Usaha perawat menjadi sia-sia bila klien tidak mengerti, tidak menerima atau menolak
atas asuhan keperawatan, karenanya jangan sampai muncul klien tergantung pada
perawat/tim kesehatan. Jadi pada dasarnya tanggung jawab seorang perawat adalah
menolong klien dalam membantu klien dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang
biasanya dia lakukan tanpa bantuan.

Perawat dapat melakukan beberapa hal yang dapat membantu kemampuan untuk
memenuhi kebutuhan klien, diantaranya :

• Menciptakan rasa kekeluargaan dengan klien.


• Berusaha mengerti maksud klien
• Berusaha untuk selalu peka terhadap ekspresi non verbal
• Berusaha mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.

Berusaha mengenal dan menghargai klien.

4. KEPERAWATAN

Keperawatan menurut Handerson dapat di definisikan membantu individu


yang sakit dan sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap
kesehatan dan penyembuhannya. Dimana individu tersebut akan mampu
mengerjakannya tanpa bantuan bila pasien memiliki kekuatan, kemauan dan
pengetahuan yang dibutuhkan dan hal ini dilaksanakan dengan cara membantu
mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. (fundamental of nursing,
perry & potter).

Kebutuhan dasar manusia menurut Virginia handerson adalah makanan,


perumahan, pakaian, kasih saying, dan pujian, perasaan dibutuhkan, dan perasaan
saling membantu sesamanya. Semua orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama,
tetapi perlu disadari bahwa kebutuhannya itu dipenuhi dengan berbagai macam cara,
yang berbeda satu dengan yang lainnya. Artinya betapapun arif dan bijaksananya atau
bagaimanapun kerasnya usaha perawat, ia tidak mungkin pernah bisa sepenuhnya
menyelami atau memenuhi segala sesuatu yang diperlukan klien dalam mencapai
kebutuhan hidupnya. Hal itu disebabkan kesanggupan manusia untuk mengetahui
kebutuhan orang lain adalah sangat terbatas sekali.

5. TUJUAN KEPERAWATAN
Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh Handerson
adalah Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan kesehatan dan
membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.
Dimana pasien merupakan mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio,
psiko, cultural, dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar.(Aplikasi
model konseptual keperawatan, Meidiana D). Menurut Handerson peran perawat
adalah menyempurnakan dan membantu mencapai kemampuan untuk
mempertahankan atau memperoleh kemandirian dalam memenuhi empat belas
kebutuhan dasar pasien. Factor menurunnya kekuatan, kemauan dan pengetahuan
adealah penyebab kesulitan pasien dalam memperoleh kemandiriannya. Untuk itu
diperlukan focus intervensi yaitu mengurangi penyebab dimana pola intervensinya
adalah mengembalikan, menyempurnakan, melengkapi, menambah, menguatkan
kekuatan, kemauan, dan pengetahuan.

6. KERANGKA KERJA

Kerangka kerja praktek dari model konsep dan teori keperawatan Virginia
Handerson adalah praktek keperawatan yang membentuk klien untuk melaksanakan
14 kebutuhan dasar dari Handerson. Dimana Virginia Handerson mengidentifikasikan
14 komponen tersebut dalam asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan
individual, mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang,
perawat membantunya dengan fungsi-fungsi ini, atau membuat kondisi sehingga
memungkinkan klien melakukan hal-hal berikut ini:

1. Bernafas dengan normal

Bantuan yang dapat diberikan kepada klien oleh perawat adalah membantu
memilih tempat tidur, kursi yang cocok, serta menggunakan bantal, alas dan
sejenisnya sabagai alat pembantu agar klien dapat bernafas secara normal dan
kekmampuan mendemonstrasikan dan menjelaskan pengaruhnya kepada klien.

1. Kebutuhan akan nutrisi

Perawat harus mampu memberikan penjelasan mengenai tinggi dan berat


badan yang normal, kebutuhan nutrisi yang diperlukan. Pemilihan dan
penyediaan makanan, dengan tidak lupa memperhatikan latar belakang dan
social klien.

1. Kebutuhan eliminasi

Perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan


normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran.

1. Gerak dan keseimbangan tubuh

Perawat harus mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan tubuh,


miring, dan bersandar.

1. Kebutuhan isthirahat dan tidur

Perawat harus mengetahui tentang pergerakan badan yang baik, dan juga
mengajarkan bagaimana cara mengontrol emosi yang baik.

1. Kebutuhan berpakaian

Perawat dasarnya meliputi membantu klien memilihkan pakaian yang tepat


dari pakaian yang tersedia dan membantu untuk memakainya.

1. Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi

Perawat harus mengetahui physiologi panas dan bisa mendorong kearah


tercapainya keadaan panas maupun dingin dengan mengubah temperature,
kelembapan atau pergerakan udara, atau dengan memotivasi klien untuk
meningkatkan atau mengurangi aktifitasnya.

1. Kebutuhan akan personal hygiene

Perawat harus mampu untuk memotivasi klien mengenai konsep konsep


kesehatan bahwa walaupun sakit klien tidak perlu untuk menurunkan standard
kesehatannya, dan bisa menjaga tetap bersih baik fisik maupun jiwanya.

1. Kebutuhan rasa aman dan nyaman


Perawat mampu melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul yang
mungkin banyak factor yang membuat klien tidak merasa nyaman dan aman.

1. Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi, keinginan, rasa


takut dan pendapat.

Perawat menjadi penterjemah dalam hubungan klien dengan tim kesehatan


lain dalam memajukan kesehatannya, dan membuat klien mengerti akan
dirinya sendiri, juga mampu menciptakan lingkungan yang teraupeutik.

1. Kebutuhan spiritual

Perawat mampu untuk menghormati klien dalam memenuhi kebutuhan


spiritualnya dan meyakinkan pasien bahwa kepercayaan, keyakinan dan
agama sangat berpengaruh terhadap upaya penyembuhan.

1. Kebutuhan bekerja

Dalam perawatan dasar maka penilaian terhadap interprestasi terhadap


kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih ringan apabila
seseorang dapat terus bekerja.

1. Kebutuhan bermain dan rekreasi

Perawat mampu memkilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur, kecerdasan,


pengalaman dan selera klien, kondisi, serta keadaan penyakitnya.

1. Kebutuhan belajar.

Perawat dapat membantu klien belajar dalam mendorong usaha penyembuhan


dan meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan mengikuti rencana terapi
yang diberikan

CONTOH APLIKASI TEORI KONSEP HENDERSON PADA PRAKTIK


KEPERAWATAN.

1. Pola nafas tidak efektif


o Tinggikan kepala tempat tidur.
o Dorong untuk latihan batuk/nafas dalam.
o Beri bantalan pada pagar tempat tidur dan ajarkan pasien
menggunakannya untuk isthirahat tangan.
2. Gangguan pola tidur.

• Tentukan kebiasaan tidur biasanya dan perubahan yang terjadi.


• Berikan tempat tidur yang nyaman dan beberapa milik pribadi mis : bantal,
guling.
• Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat, dan
massage, segelas susu hangat.
• Dorong beberapa aktifitas fisik ringan selama siang hari dan jamin pasien
berhenti aktifitas beberapa jam sebelum tidur.
• Instruksikan pasien untuk relaksasi.

model keperawatan menurut dorothea orem yakni “orang yang sehat,ykni seseorang
yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri”

kebutuhan hidup manusia itu sendiri yakni :

• air
• makan,minum
• eliminasi
• bekerja,istirahat
• interaksi sosial
• terhindar dari bahaya
• perkembangan dalam keadaan sosial

life changes

• keadaan buruk,ketidakmampuan
• terminal illness
• kehilangan ilmu pengetahuan
• masalah dalam beradaptasi
• kehilangan sanak saudara
• kehilangan pekerjaan
• keadaan lingkungan tidak mendukung

siklus hidup
• intra-uterine stages (antara didalam kandungan hingga
pertumbuhanya )
• neonatal stages
• infancy (masa menjadi bayi)
• childhood (masa anak-anak)
• adolesence (masa remaja)
• early adulthood (dewasa)
• pregnancy (masa kehamilan)
• elderly (mendekati usia tua )

proses keperawatan

1. pengkajian

healt devlation self care devisit (kebutuhan meningkat akiba


sakit/kelemahan/ketidakmampuan),universal self care requisites,developmental self
care requisites

2.problem dan tujuan kep

3.implementasi

4.evaluasi

Model Sistem Keperawatan Kesehatan

A. Biografi dan Latar belakang teori

Betty Neuman lahir di Lowell di Ohio 1924. Beliau telah banyak sekali bekerja di
banyak praktek-praktek keperawatan. Pada tahun 1947 beliau sekolah perawat di
Feopies Hospital, pada tahun 1957 BS dalam keperawatan kemudian tahun 1966 MS
di keperawatan jiwa dan menjadi konsultan kesehatan masyarakat di UCLA,PhD di
psikologi klinik. Dan pada tahun itu juga beliau bekerja sebagai konsultan kesehatan
mental di sebuah rumah sakit dan aktif dalam terapi keluarga. Banyak sekali
pengalaman yang telah beliau dapat diantaranya menjadi dosen keperawatan jiwa,
konsultan dan organisasi, pemimpin konseling model Whole Person Approach serta
beliau telah membuat sebuah sistem model keperawatan di UCLA dan memfokuskan
sistem tersebut dalam masalah keperawatan.
Model Whole Person Approach dipublikasikan pada tahun 1972 A model of teaching
total person approach to patient problem dalam riset keperawatan. Publikasi edisi I
(Conceptual Models For Nursing Practice) tahun 1974 edisi II tahun 1980, tahun 1986
The Neuman Systems Model.

B. Dasar Perkembangan Teori Dan Model

Filosofi dari perkembangan teori sistem Neuman adalah berdasarkan pendekatan


perorangan total untuk memandang masalah pasien disekolah perawat pada
University of California, Los Angeles. Sistem yang digunakan adalah sistem terbuka
sehingga menghasilkan interaksi yang dinamis. Variabel interaksi mencakup semua
aspek yaitu fisiologis, psikologis, sosio kultural, perkembangan dan spiritual. Sistem
pada teori sistem Neuman terbentuk dari individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Model memandang individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang
berinteraksi secara konstan dengan stressor dilingkungan secara dimensional. Model
fokus pada klien terhadap stress serta faktor pemulihan (adaptasi).
Asumsi dasar dari teori Neuman yaitu individu merupakan sistem unik dengan respon
berbeda. Kurang pengetahuan, perubahan lingkungan dapat merubah stabilitas
individu (fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan, spiritual). Individu
dalam memberikan respon harus mempunyai koping yang stabil terhadap stressor,
karena lingkungan internal dan eksternal dapat merupakan penyebab stress. Untuk itu
individu akan bereaksi terhadap stressor dari lingkungan dengan mekanisme
pertahanan diri.
Pencegahan primer berdasarkan teori sistem Neuman yaitu mengidentifikasi faktor
resiko dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan aktifitas
pendidikan kesehatan. Pencegahan sekunder yaitu inisiatif dalam bentuk intervensi
jika terjadi masalah. Perawat berperan sebagai Early Case Finding, pengobatan
setelah pasien terdiagnosa mengidap suatu penyakit. Pencegahan tersier yaitu
mempertahankan kesehatan, Perawat membantu dengan adaptasi dan reduksi untuk
mencegah komplikasi. Asuhan keperawatan ditujukan untuk mencegah dan
mengurangi reaksi tubuh akibat stressor dengan pencegahan primer, sekunder dan
tersier.
Pola pengembangan ilmu keperawatan menurut teori sistem Neuman bertujuan untuk
stabilitas system. Hal itu dapat dilukiskan sebagai cincin dengan satu pusat yang
mengelilingi inti. Cincin paling dalam mewakili garis pertahanan untuk melawan
stressor seperti sistem pertahanan tubuh dan defens mekanism. Cincin terluar
merupakan garis pertahanan yang mewakili keadaan normal pasien. Defens
Mekanism tersebut adalah mekanisme bertahan koping).

• click link
• 927 clicks

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus
menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena
dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang
bersangkutan. Untuk FILOSOFI/ FALSAFAH KEPERAWATAN
Falsafah keperawatan mengkaji penyebab dan hukum-hukum yang mendasari realitas,
serta keingintahuan tentang gambaran sesuatu yang lebih berdasakan pada alasan
logis daripada metoda empiris.

Falsafah keilmuan harus menunjukkan bagaimana pengetahuan ilmiah sebenarnya


dapat diaplikasikan yang kemudian menghasilkan pengetahuan alam semesta, dalam
hal ini pengetahuan keperawatan, sehingga falsafah keperawatan adalah keyakinan
dasar tentang pengetahuan keperawatan yang mengandung pokok pemahaman
biologis manusia dan perilakunya dalam keadaan sehat dan sakit terutama berfokus
kepada respons mereka terhadap situasi.

Contoh dari falsafah keperawatan menurut Roy (Mc Quiston, 1995) :


Roy memiliki delapan falsafah, empat berdasarkan falsafah prinsip humanisme dan
empat berdasarkan prinsip falsafah veritivity.
falsafah humanisme/ kemanusiaan “mengenali manusia dan sisi subyektif manusia
dan pengalamannya sebagai pusat rasa ingin tahu dan rasa menghargai”. Sehingga ia
berpendapat bahwa seorang individu :
1. saling berbagi dalam kemampuan untuk berpikir kreatif yang digunakan untuk
mengetahui masalah yang dihadapi, mencari solusi
2. bertingkahlaku untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sekedar memenuhi hukum
aksi-reaksi
3. memiliki holism intrinsik
4. berjuang untuk mempertahankan integritas dan memahami kebutuhan untuk
memiliki hubungan dengan orang lain
veritivity. Berarti kebenaran, yang bermaksud mengungkapkan keyakinan Roy bahwa
ada hal yang benar absolut. Ia mendefinisikan veritivity sebagai “prinsip alamiah
manusia yang mempertegas tujuan umum keberadaan manusia”. Empat falsafah yang
berdasarkan prinsip veritivity adalah sebagai berikut ini. Individu dipandang dalam
konteks
1. tujuan eksistensi manusia
2. gabungan dari beberapa tujuan peradaban manusia
3. aktifitas dan kreatifitas untuk kebaikan-kebaikan umum
4. nilai dan arti kehidupan

MODEL KONSEPTUAL
Model konseptual tersusun atas ide-ide (konsep-konsep) abstrak dan umum, dan
proposisi yang menspesifikasi hubungan antara keduanya. Model konseptual sangat
penting sebagai landasan perkembangan disiplin keperawatan.

Model konseptual merupakan suatu kerangka kerja konseptual, sistem atau skema
yang menerangkan tentang serangkaian ide global tentang keterlibatan individu,
kelompok, situasi, atau kejadian, terhadap suatu ilmu dan pengembangannya.
Fenomena ini diklasifikasikan menjadi konsep, terdiri dari kata-kata yang
mengandung citra mental dari sesuatu yang akan dijelaskan.
Konsep bisa berupa ide abstrak (seperti adaptasi, ekuilibrium) atau idea konkrit
(misalnya bangku atau papan tulis). Karena itu model konseptual dapat dijabarkan
sebagai serangkaian konsep dan asumsi yang berintegrasi menjadi suatu gambaran
yang bermakna.

Model konseptual keperawatan menguraikan situasi yang terjadi dalam suatu


lingkungan atau stresor yang mengakibatkan seseorang individu berupa menciptakan
perubahan yang adaptif dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia. Model
konseptual keperawatan mencerminkan upaya menolong orang tersebut
mempertahankan keseimbangan melalui pengembangan mekanisme koping yang
positif untuk mengatasi stressor ini. Melalui penjelasan tentang fenomena ini dan
keterkaitan antara istilah umum dan abstrak maka model konseptual mencerminkan
langkah pertama mengembangkan formulasi teoritis yang diperlukan untuk kegiatan
ilmiah.

Model konseptual sering tersusun sebagai hasil dari pendalaman intuitif seorang
ilmuwan terutama terjadi dalam lingkup keilmuan disiplin terkait. Sintesis yang
terjadi dalam pengembangan skema konseptual baru sering mengakibatkan suatu hasil
yang unik untuk lingkup keilmuan tersebut.
Model konseptual keperawatan telah memperjelas kespesifikan area fenomena ilmu
keperawatan yang melibatkan empat konsep yaitu manusia sebagai pribadi yang utuh
dan unik. Konsep kedua adalah lingkungan yang bukan hanya merupakan sumber
awal masalah tetapi juga perupakan sumber pendukung bagi individu. Kesehatan
merupakan konsep ketiga dimana konsep ini menjelaskan tentang kisaran sehat-sakit
yang hanya dapat terputus ketika seseorang meninggal. Konsep keempat adalah
keperawatan sebagai komponen penting dalam perannya sebagai faktor penentu
pulihnya atau meningkatnya keseimbangan kehidupan seseorang (klien)

Konseptualisasi keperawatan umumnya memandang manusia sebagai mahluk


biopsikososial yang berinteraksi dengan keluarga, masyarakat, dan kelompok lain
termasuk lingkungan fisiknya. Tetapi cara pandang dan fokus penekanan pada skema
konseptual dari setiap ilmuwan dapat berbeda satu sama lain, seperti penenkanan pada
sistem adaptif manusia, subsistem perilaku atau aspek komplementer.

Model konseptual mendefinisikan sehat sebagai kesaran sehat-sakit dari seseorang,


dan lingkungan kondusif untuk pemulihan kesehatan. Model ini juga mengidentifikasi
tujuan keperawatan yang biasanya menterjemahkannya dari definisi sehat yang
dimaksud. Dalam konsep keperawatan juga terlibat suatu penjelasan tentang proses
keperawataan dan pola pikir yang terbentuk dari konsep ini.

Sedangkan contoh model konseptual menurut Teori Adaptasi Roy adalah:


Model konseptualnya berbasis model konseptual adaptasi. Konsep kunci pada model
konseptual Roy adalah manusia (person), tujuan, kesehatan, lingkungan dan aktifitas
keperawatan. Dalam model konseptual teoris keperawatan akan menjabarkan
pemikiran (idea) dan proposisi
manusia di konseptualisasikan sebagai sistem adaptif terbuka yang bersifat holistik,
dimana terjadi proses pelayanan keperawatan, dan manusia sebagai penerima
(recipient). Adaptif diartikan sebagai kapasitas yang dimiliki oleh manusia untuk
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan manusia juga mampu
mempengaruhi manusia. Roy menjelaskan yang disebut dengan person bisa individu,
keluarga, kelompok atau masyarakat luas dan masing-masing sebagai holistic adaptasi
system. Roy memandang orang secara menyeluruh atau holistik yang merupakan
suatu kesatuan yang hidup secara konstan dan berinteraksi dengan lingkungannya,
antara sistim dan lingkungan terjadi pertukaran informasi,bahan dan energi. Interaksi
yang konstan antara orang dengan lingkungannya akan terjadi perubahan baik internal
maupun eksternal, dalam menghadapi perubahan ini individu harus memelihara
integritas dirinya dan selalu beradaptasi
Tujuan (goal) diartikan sebagai tujuan keperawatan untuk mendorong terjadinya
proses adaptasi dalam 4 cara adaptasi yang kemudian memberi kontribusi terhadap
keadaan kesehatan. Aktifitas keperawatan digambarkan oleh model adaptif Roy
dengan meningkatkan respon adaptif pada situasi sehat atau sakit, perawat dapat
mengambil tindakan untuk memanipulasi fokal, kontextual atau residual stimuli
dengan melakukan analisa sehingga stimuli berada pada daerah adaptasi. Perawat
bertindak untuk mempersiapkan klien mengantisipasi perubahan melalui penguatan
regulator, cognator dan mekanisme koping yang lain
Kesehatan: didefinisikan sebagai “sebuah keadaan dan juga sebuah proses untuk
berubah dan menjadi manusia yang utuh (integrated) dan menyeluruh (whole)”.
Tujuan keperawatan untuk meningkatkan kesehatan seseorang dengan meningkatkan
respon adaptif, energi yang bebas dari perilaku yang tidak efektif dapat dipakai untuk
meningkatkan kesehatan.
Lingkungan didefinisikan sebagai “segala kondisi, keadaan dan pengaruh yang
mengelilingi dan mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku manusia”
Aktifitas keperawatan “mengkaji tingkah laku dan faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat adaptasi dan terjadi dengan cara mengelola stimuli focal, konstekstual dan
residual.”

Contoh Grand theory adalah teori keperawatan menurut Roy.


Merupakan suatu teori yang mendasari terbentuknya teori lainnya yang masih terkait
dengan teori tersebut. Contoh adalah teori adaptasi oleh Roy yang menjadi dasar teori
lain.
Roy telah mengembangkan model adaptasi Roy menjadi sebuah teori yang dikenal
dengan teori manusia sebagai sistem adaptif (Theory Of Person As An Adaptive
System). Dalam teori ini konsep-konsep yang telah ada (yaitu: manusia, tujuan,
kesehatan, lingkungan dan aktifitas keperawatan) mendapat tambahan konsep.
Konsep tersebut adalah stimuli fokal, residual dan kontekstual.
Diposkan oleh erathenurse di 07:28

memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

Scribd

• Explore
• Community

Upload a Document
Search Books, Presentations, Business, Academics...

• Login

• Sign Up
• |
• Log In

/ 13

Download this Document for Free


TINJAUAN TEORI
A.Pengertian Konsep, dan Paradigma Keperawatan.

Konsep merupakan kerangka berpikir yang membentuk suatu teori, yang menjelaskan keterkaitan antar

variabel ( Suhartono Taat Putra, 2000 ). Kathleen K.B. et.al.( 2006 ) mengatakan konsep adalah kata-

kata yang menunjukkan gambaran dalam pikiran mengenai fenomena dan juga konsep adalah kata-kata

yang menunjukkan gambaran pikiran tentang karateristik dan arti dari obyek, kejadian atau sesuatu.

Konsep dapat 1) mudah diamati atau kongkret, ide-ide seperti thermometer, ruam dan lesi. 2) dapat

diamati secara tidak langsung atau inferensial, ide seperti nyeri dan suhu atau 3) tidak dapat diamati

atau abstrak, ide seperti ekuilibrium, adaptasi, stress dan ketidakberdayaan

Didalam keperawatan ada empat konsep utama telah diidentifikasi sebagai metaparadigma

keperawatan. Istilah ini berasal dari dua kata Yunani : meta yang memiliki “ dengan “ dan paradigma

yang memiliki arti “ pola” . Pengertian paradigma juga dibahas oleh Masterman ( 1970 ) yang dikutip

oleh Alimul Azis, mendefinisikan paradigma sebagai pandangan fundamental tentang persolan dalam

suatu cabang ilmu pengetahuan. Poerwanto P ( 1997 ) mengartikan paradigma sebagai suatu perangkat

bantuan yang memiliki pola dan cara pandang dasar yang khas dalam melihat, memikirkan, memberi

makna, menyikapi dan memilih tindakan mengenai suatu kenyataan atau fenomena kehidupan manusia.

Empat konsep tersebut adalah sebagai berikut :

1. Konsep Manusia .

Manusia bertindak sebagai klien yang merupakan mahluk biopsikososial dan spiritual yang memilki

sifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya masing-

masing. Manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigma keperawatan ini bersifat individu,

keluarga, kelompok dan komunitas dalam suatu system.

Konsep manusia lain dalam paradigma keperatan adalah manusia sebagai system, dimana manusia

terdiri dari komponen subsistem yang telah membentuk suatu system. System tersebut dapat meliputi

sistemterbuka, system adaptif dan system personal, interpersonal dan social yang secara umum dapat

dikatakan sebagai mahluk holistic ( utuh ). Sebagai system terbuka, manusia dapat mempengaruhi dan

dipengaruhi oleh lingkungan, baik fisik, psikologis, social maupun spiritual sehingga proses perubahan

pada manusia akan selalu terjadi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. System adaptif,

manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada dilingkungannya yang selalu akan menunjukkan
perilaku adaptif dan maladaptif. Sebagai system personal, interpersonal dan social, manusia memiliki

persepsi, pola kepribadian dan tumbuh kembang yang tidak sama, juga memiliki

kemampuan interaksi, peran dan komunikasi yang berbeda, serta kemampuan dalam kehidupan

bermasyarakat khususnya dalam pengambilan keputusan dan otoritas dalam masalah kesehatan.

2. Konsep Lingkungan

Memandang bahwa lingkungan fisik, psikologis,social budaya dan spiritual dapat mempengaruhi

kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan keperawatan dengan meminimalkan dampak atau

pengaruh yang ditimbulkan sehingga tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai.

3. Konsep Sehat-Sakit

Komponen ini memandang bahwa keperawatan adalah bentuk pelayanan yang diberikan pada manusia

dalam rentang sehat sakit. Berdasarkan rentang sehat-sakit tersebut, maka paradigma keperawatan yang

akan diberikan selama rentang sehat dan sakit tersebut, apakah statusnya dalam tahap setengah sakit,

sakit atau sakit kronis, sehingga akan diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan

serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan status kesehatannya. Rentang sakit sapat

digambarkan mulai dari setengah sakit, sakit, sakit kronis dan berakhir dengan kematian. Sedangkan

rentang sehat dapat digambarkan mulai sehat normal,sehat sekalidan sejahtera sebagi status sehat yang

paling tinggi. Melalui rentang ini dapat diketahui batasan perawat dalam melakukan praktek

keperawatan dengan jelas.

Sehat menurut WHO adalah keadaan utuh secara fisik, jasmni, mental, dan sosial dan bukan
hanya
satu
keadaan
yang
bebas
penyakit
cacat
dan

elemahan. Menurut UU No. 23/1992 sehat adalah keadaan sejahtera badan (jasmani), jiwa (rohani), dan

sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Jadi sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan –

perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk memepertahankan keadaan kesehatannya.

Sedangkan sakit pada dasarnya merupakan keadaan terganggunya seseorang dalam proses tumbuh

kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian serta terganggunya proses penyesuain diri

manusia.

4. Konsep Keperawatan.

Merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat professional dalam memenuhi kebutuhan

dasar manusia yang dapat ditujukan kepada individu, keluarga kelompok atau masyarakat dalam

rentang sehat sakit. Dengan demikian paradigma dalam konsep keperawatan memandang bahwa

bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan pada klien

dalam bentuk asuhan keperawatan adalah dalam keadaan tidak mampu, tidak mau dan tidak
tau dalam proses pemenuhan kebutuhan dasar.

Perawat ahli teori mendefinisikan keempat konsep ini secara berbeda-beda sesuai dengan filosofi,

orientasi ilmiah, pengalaman dan pandangan keperawatan yang dipegang oleh ahli tersebut. Pada saat

metaparadigma/paradigma keperawatan ini dipahami akan sangat berguna untuk menganalisis,

membandingkan dan membedakan model-model keperawatan dalam kerangka kerja keperawatan.

B.Pengertian Teori, Proses Penyusunan Teori Keperawatan , beserta Karateristik Dan


Tujuanya.
1. Pengertian Teori.

Chin dan Jacobs (1983 ) mendefinisikan teori yang dikutip oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 )

sebagai sekumpulan konsep, definisi dan proposrsi yang menunjukkan suatu pandangan sistematis

terhadap fenomena dengan memperlihatkan suatu interelasi khusus terhadap konsep untuk

menguraikan, menjelaskan, memprediksi dan atau mengendalikan suatu fenomena. Suhartono Taat

Putra (2000 ) mendefinisikan teori adalah penjelasan sistematik dari suatu fakta, yang menjelaskan

keterkaitan antar konsep. Jadi teori menghubungkan konsep dengan menggunakan definisi yang

menyatakan hubungan yang signifikan antara konsep-konsep. Secara umum teori mencakup 3 unsur

menurut Kathleen K.B. et.al.( 2006 ) yaitu :

a.Kumpulan konstruk ( construct ) atau konsep yang terdefinisi dengan baik. Konstruk adalah
konsep yang dibuat untuk memnuhi tujuan khusus. Konstruk dapat diukur dan dapat diamati dalam

hubungannya dengan konstruk lainnya. Sebagai contoh, id, ego, super ego adalah konstruk untuk

menjelaskan konsep kepribadian. Contoh dalam bidang keperawatan adalah kontruk dalam teori

Imogene King (1981 ) mengenai pencapaian tujuan mencakup persepsi, , diri, citra tubuh, tumbuh

kembang, waktu dan ruang, adalah konstruk untuk menjelaskan konsep sistem personal. Konsep sistem

interpersonal konstruknya : interaksi, komunikasi, transaksi, peran, stress dan koping. Konsep sistem

sosial konstruknya : organisasi, otoritas, kekuasaan, status dan pengambilan keputusan.

b.Kumpulan proposisi, pernyataan yang menentukan hubungan antara konstruk-kontruk.

Sebagai contoh satu dari berbagai konstruk yang terdapat dalam konsep , proposisi yang dikembangkan

King untuk menjelaskan hubungan antara konsep dan teori pencapaian tujuannya yaitu “ apabila

terdapat akurasi persepsi dalam interaksi perawat-klien, transaksi ( pencapaian tujuan ) akan terjadi.

c.Hipotesis, perkiraan yang menguji hubungan antara konstruk dan proposisi. Contoh dalam
teori King ‘ pencapaian tujuan “ adalah kesesuaian persepsi dalam interaksi perawat klien
meningkatkan penetapan tujuan bersama.

Steven, 1983 mengklasifikasikan teori yang dikutip oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 )
menjadi :

a. Teori Deskriptif yaitu mengidentifikasi dan menguraikan konsep utama fenomena tetapi tidak

menjelaskan bagaimana atau mengapa konsep tersebut berhubungan. Sebagai contoh teori keperawatan

deskriptif karya Peplau.

b.Teori Eksplanatori, tingkat penyusunan teori pada tahap ini berupaya menguraikan bagaimana
atau mengapa konsep berhubungan . Tingkat penyusunan ini menguraikan asosiasi dan hubungan

diantara beberapa konsep, tetapi kejelasan logis dan keadekuatan empiris hubungan ini masih harus

digali lagi. Sebagai contoh model dari Jonhson, Roy, Orem, King.

c. Teori Prediktif

Dicapai ketika konsep yang berhubungan dinyatakan dan pernyataan relasinay mampu menguaraikan

hasil di masa mendatang secara konsisten. Teori stress dan sindrom adaptasi umum Selye ( 1956 )

contoh dari teori ini.

Sedangkan Teori keperawatan didefinidikan oleh Lynn Basford dan Oliver Slevin, ( 2006 ) adalah teori

yang dibentuk di dalam atau di adaptasikan ke keperawatan, yang digunakan untuk mendeskripsikan,

menjelaskan atau memprediksi hubungan antar konsep yang relevan dengan praktek keperawatan.

2.Proses Terbentuknya /Penyusunan Teori Keperawatan.

Proses terbentuknya /penyusunan teori keperawatan ini menurut Chin dan Jacobs (1983 ) yang dikutip

oleh Paula J.C dan Janet W.K (2009 ) mencakup proses, aktivitas dan produk. Pada tahap proses lima

fase berurutan dan saling berinteraksi : eksplorasi, analisa konsep, membangun hubungan, menguji

hubungan dan memvalidasi hubungan dalam praktek. Pada tiap-tiap fase proses terjadi suatu aktivitas.

Selama penyusunan teori muncul lima produk : filosofi keperawatan, definisi konsep, model

konseptual, kerangka kerja teoritis dan teori. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table dibawah ini :

Proses
Aktivitas
Produk
Eksplorasi
Mengidentifikasi nilai, kepercayaan, dan asumsi :
- Apa yang yang sebenarnya dilakukan perawat
( tindakan, keterampilan dan untuk siapa

( individual, keluarga, komunitas )

- Kapan ( dalam kondisi apa ) ?

- Di mana ( dilingkungan seperti apa ) ?

- Bagaimana ( peran-praktisi, penelitian )

Filosofi keperawatan.
Analisis
Konsep
Mendefinisikan dan menguraikan konsep utama :
- Keperawatan : tindakan, interaksi,proses
Identifikasi Konsep.

- Klien : individu, keluarga, komunitas

- Kesehatan : pemeliharaan, pencegahan, pemulihan

- Lingkungan : rumah sakit, komunitas, klinik

Membangun
hubungan
Teori deskriptif :

Menguraikan beberapa hubungan konsep diantara konsep, tetapi hubungan tersebut tidak dengan jelas

didefinisikan di antara semua konsep.

Model konseptual
Menguji
hubungan
Teori eksplanatorik

Menjelaskan interelasi diantara konsep utama, namun demikian keadekuatan hubungan secara logis

dan empiris membutuhkan penjelasan lebih jauh.


Kerangka kerja
teoritis

Memvalidasi

hubungan

dalam

praktek

Teori prediktif dan preskriptif

Memberikan serangkaian konsep yang saling berhubungan dan pernyataan relasi yang logis serta sesuai

dengan pengujian empiris juga yang menjelaskan atau memprediksi fenomena.

Teori
3.Karateristik Dan Tujuan Dari Teori Keperawatan
Karateristik Teori Keperawatan
a. Mengidentifikasi dan menjabarkan konsep khusus yang berhubngan dengan dengan hal-hal
nyata
dalam
keperawatan
sehingga
teori
keperawatan
didasarkan
pada
kenyataan;kenyataan yang ada.
b. Teori keperawatan berdasarkan alasan-alasan yang sesuai dengan kenyataan yang ada
c.Teori harus konsisten sebagai dasar dalam mengembangkan konsep keperawatan
d. Dalam menunjang aplikasi, teori harus sederhana dan sifatnya umum sehingga dapat
digunakan pada kondisi apapun dalam praktek keperawatan.
e. Teori dapat digunakan sebagai dasar dalam penelitian keperawatan sehingga dapat
digunakan dalam pedoman praktek keperawatan.
Tujuan Teori Keperawatan
Teori keperawatn sebagai salah satu bagian kunci perkembangan ilmu keperawatan dan
pengembangan profesi keperawatan memiliki tujuan yang ingin dicapai diantaranya :
a.Adanya teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan-alasan tentang kenyataan-
kenyataan yang dihadapi dalam pelayanan keperawatan, baik berbentuk tindakan atau
model praktek keperawatan sehingga berbagai permasalah dapat diatasi
b.Membantu para anggota profesi perawat untuk memahami berbagai pengetahuan dalam
pemberian asuhan keperawatan.
c.Memberikan dasar dari asumsi dan filosofi keperawatan sehingga pengetahuan dan
pemahaman tindakan keperawatan dapat terus bertambah dan berkembang.
C. Model Keperawatan Beserta Aplikasi Praktek Keperawatan Berdasarkan Teori.
1. Model Keperawatan

Model keperawatan dikembangkan berdasarkan pada asumsi, nilai dan kepercayaan para ahli teori

tentang manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan. Tujuan utama dari model keperawatan

adalah memandu praktek keperawatan berdasarkan teori dan mengarahkan penyusunan teori. Tujuan

lainnya adalah memeberikan persepktif unik untuk memandang situasi klien, memberikan pedoman
untuk mengorganikasikan pemikiran dan pengamatan, memfokuskan, menginterpretasikan data dan

mengkomunikasikan temuan pada orang lain, memandu fokus praktek keperawatan dalam setiap

komponen proses keperawatan, menghubungkan praktek, teori, penelitian dan pendidikan keperawatan.

Semua model keperawatan mempunyai beberapa karateristik umum yang sama . Beberapa
karateristik ini adalah :
a. Model keperawatan menunjukkan disiplin keperawatan secara total, suatu citra dari
keseluruhan bidang keperawatan
b. Masing-masing model memberikan persektif yang unik dan berbeda tentang klien,
kesehatan, lingkungan dan keperawatan
c. Tingkat penyusunan model,derajat keabstrakannya dan tingkat kekhsusanya bervariasi
d.Model keperawatan memberikan arahan untuk pembuatan penelitian, pembentukan
hipotesis dan memandu pengumpulan data dan penyusunan teori.
e.Secara keseluruhan, model keperawatan memberikan langkah kritis dalam praktek
keperawatan yang lebih jauh berlandaskan teori, penelitian, pendidikan dan pada akhirnya
ilmu keperawatan.
Model keperawatan dapat dikatagorikan menjadi tiga katagori :
a.Model perkembangan, berfokus pada perkembangan klien melalui suatu urutan yang

teratur untuk mencapai kesehatan yang optimal dan tingkat tanggung jawab diri yang lebih tinggi.

Pendekatan ini diuraikan dalam model Orem dan Roger bahwa peran perawat adalah meningkatkan

pemulihan dan pertumbuhan klien.

Copy of Konsep Dan Teori Model Keperawatan


Reads:
2,643
Uploaded:
04/07/2010
Category:
School Work > Homework
Rated:
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
This is a private document.

SENTANA
Follow

Share & Embed

Link / URL:
Embed Size & Settings:
• Width: Auto
• Height:
• Start on page:
• Preview View:

Related

1. 14 p.

melati,tugas_model_konseptual

Reads: 356

8 p.

Sebagaimana Telah Disinggung Dalam...

Reads: 308

21 p.

melati, Nursing Theory

Reads: 458

2. 10 p.

Metodologi Ekonomi Positivisme

Reads: 1723

16 p.

MAKALAH MODELING AND ROLE MODELING...


Reads: 756

16 p.

Memandang Fenomena Budaya Dengan K...

Reads: 504

3. 7 p.

An As

Reads: 389

10 p.

humanistik curruculum

Reads: 1405

52 p.

Teori an Dan Perancangan Kota

Reads: 1597

4. 34 p.

PMP

Reads: 316

13 p.

Teori Dan Model

Reads: 7597
12 p.

Perilaku Organisasi

Reads: 2014

5. 17 p.

null

Reads: 0

58 p.

Materi UML Dan Use Case

Reads: 53

58 p.

Materi UML Dan Use Case

Reads: 2016

6. 23 p.

mawar,TUGAS MIDDLE RANGE THEORY P...

Reads: 360

9 p.

Antropologi Klasik

Reads: 3641

7 p.
Chapter_8 - Bergin Book, The Hidea...

Reads: 0

7. 3 p.

New Jersey CHILDREN AT RISK from D...

Reads: 0

48 p.

Cambodia Value Chain Garment Indus...

Reads: 0

194 p.

Rambles in Naples

Reads: 0

8. 25 p.

Become an Alpha Male Preview

Reads: 0

More from this user

1. 13 p.

Copy of Konsep Dan Teori Model ...

From: SENTANA

Reads: 2,685

26 p.
ASkep Bunuh Diri

From: SENTANA

Reads: 10,273

Login to Add a Comment

Submit

ayufelisya read this about 5 hours agoLearn more about Readcast.

essyharlianty read this 3 days agoLearn more about Readcast.

Suparjo, Skep.Ns read this 07 / 06 / 2010Learn more about Readcast.

kalingga08 read this 07 / 05 / 2010Learn more about Readcast.

ulpha read this 06 / 21 / 2010Learn more about Readcast.

Metha Umeka read this 06 / 14 / 2010Learn more about Readcast.


Nopal Aneuk Bungsu read this 06 / 13 / 2010Learn more about Readcast.

poet-amelia-217 read this 06 / 11 / 2010Learn more about Readcast.

Echall Zhagen read this 06 / 08 / 2010Learn more about Readcast.

fahmi boo read this 06 / 04 / 2010Learn more about Readcast.


Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications.

Discover and connect with people of similar interests.

Publish your documents quickly and easily.

Share your reading interests on Scribd and social sites.

Email address:
Submit

Upload a Document
Search Books, Presentations, Business, Academics...

Scribd

• About
• Press
• Jobs
• Contact
• Blog
• Scribd Store

Legal

• Terms - General
• Terms - API
• Terms - Privacy
• Copyright

Help & Tools

• Getting Started
• Community Guidelines
• Support & FAQ
• Web Stuff

Partners

• Partners / Publishers
• Branded Reader
• Developers / API

Subscribe to Us

• On Scribd
• On Twitter
• On Facebook

What's New

• We have updated our Terms of Service


• Branded Reader
• Desktop Uploader

scribd. scribd. scribd.

KESIMPULAN

Konsep merupakan fondasi dasar teori, sehingga konsep utama keperawatan ( paradigma keperawatan )

juga menjadi dasar teori keperawatan yang akan memandu praktek keperawatan dengan menggunakan

model keperawatan sehingga para perawat profesional menggunakan keterampilan berpikir kririts

dengan mempertanyakan apakah model keperawatan mengetengahkan semua masalah kesehatan klien

yang ditunjukkan ? Apakah tujuan keperawatan yang diajukan oleh model sesuai dengan hasil

kesehatan yang diinginkan klien?, Apakah intervensi keperawatan yang berkaitan dengan model

keperawatan, konsisten dengan dengan pengharapan klien untuk asuhan keperawatan sehingga

berdasarkan teori dapat membenarkan masing-masing komponen dalam proses keperawatan serta dapat

memperlihatkan akuntabilitas kepada klien, tim kesehatan, dan lembaga tempat bekerja.

DAFTAR PUSTAKA
Azis Alimul H, ( 2004 ). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba Medika, Jakarta.
Kathleen Koening Blais et al,( 2006 ). Praktek Keperawatan Profesional, Konsep dan
Persefektif. EGC, Jakarta.
Lynn Basford dan Oliver Slevin,( 2009 ). Teori dan Praktek Keperawatan, Pendekatan Integral
Pada Asuhan Pasien. EGC, Jakarta.
Ma’arifin Husin ( 1999 ). Perubahan Dan Keperawatan Indonesia. Makalah Seminar Nasional,
Jakarta.
Nursalam, 2002. Manajemen Keperawatan, Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional.
Salemba Medika, Jakarta.
Paula J. Christensen dan Janet W. Kenney, 2009. Proses Keperawatan, Aplikasi Model

Konseptual. EGC, Jakarta.

Suhartono Taat P., 2000. Filsafat Ilmu Kedokteran. GRAMIK FK Unair Surabaya.

Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.1992. CV. Eko Jaya, Jakarta.

Copy of Konsep Dan Teori Model


Keperawatan
Reads:
2,643
Uploaded:
04/07/2010
Category:
School Work > Homework
Rated:
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
This is a private document.

SENTANA
Follow

Share & Embed

Link / URL:
Embed Size & Settings:

• Width: Auto
• Height:
• Start on page:
• Preview View:

Related

1. 14 p.
melati,tugas_model_konseptual

Reads: 356

8 p.

Sebagaimana Telah Disinggung Dalam...

Reads: 308

21 p.

melati, Nursing Theory

Reads: 458

2. 10 p.

Metodologi Ekonomi Positivisme

Reads: 1723

16 p.

MAKALAH MODELING AND ROLE MODELING...

Reads: 756

16 p.

Memandang Fenomena Budaya Dengan K...

Reads: 504

3. 7 p.
An As

Reads: 389

10 p.

humanistik curruculum

Reads: 1405

52 p.

Teori an Dan Perancangan Kota

Reads: 1597

4. 34 p.

PMP

Reads: 316

13 p.

Teori Dan Model

Reads: 7597

12 p.

Perilaku Organisasi

Reads: 2014

5. 17 p.

null
Reads: 0

58 p.

Materi UML Dan Use Case

Reads: 53

58 p.

Materi UML Dan Use Case

Reads: 2016

6. 23 p.

mawar,TUGAS MIDDLE RANGE THEORY P...

Reads: 360

9 p.

Antropologi Klasik

Reads: 3641

7 p.

Chapter_8 - Bergin Book, The Hidea...

Reads: 0

7. 3 p.

New Jersey CHILDREN AT RISK from D...

Reads: 0
48 p.

Cambodia Value Chain Garment Indus...

Reads: 0

194 p.

Rambles in Naples

Reads: 0

8. 25 p.

Become an Alpha Male Preview

Reads: 0

More from this user

1. 13 p.

Copy of Konsep Dan Teori Model ...

From: SENTANA

Reads: 2,685

26 p.

ASkep Bunuh Diri

From: SENTANA

Reads: 10,273

Login to Add a Comment


Submit

ayufelisya read this about 5 hours agoLearn more about Readcast.

essyharlianty read this 3 days agoLearn more about Readcast.

Suparjo, Skep.Ns read this 07 / 06 / 2010Learn more about Readcast.

kalingga08 read this 07 / 05 / 2010Learn more about Readcast.

ulpha read this 06 / 21 / 2010Learn more about Readcast.

Metha Umeka read this 06 / 14 / 2010Learn more about Readcast.

Nopal Aneuk Bungsu read this 06 / 13 / 2010Learn more about Readcast.

poet-amelia-217 read this 06 / 11 / 2010Learn more about Readcast.


Echall Zhagen read this 06 / 08 / 2010Learn more about Readcast.

fahmi boo read this 06 / 04 / 2010Learn more about Readcast.


Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications.

Discover and connect with people of similar interests.

Publish your documents quickly and easily.

Share your reading interests on Scribd and social sites.

Email address:
Submit

Upload a Document
Search Books, Presentations, Business, Academics...

Scribd

• About
• Press
• Jobs
• Contact
• Blog
• Scribd Store

Legal

• Terms - General
• Terms - API
• Terms - Privacy
• Copyright

Help & Tools

• Getting Started
• Community Guidelines
• Support & FAQ
• Web Stuff

Partners

• Partners / Publishers
• Branded Reader
• Developers / API
Subscribe to Us

• On Scribd
• On Twitter
• On Facebook

What's New

• We have updated our Terms of Service


• Branded Reader
• Desktop Uploader

Anda mungkin juga menyukai