Anda di halaman 1dari 24

E – GOVERNMENT

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi semester
5 yang dibimbing oleh Ibu Riani Lubis, S. T., M. T.

oleh :
Ronan D Malelak (10108561)
Nurul Akromah (10108566)
R. Mochamad Reza N. H. (10108567)
Rizky Dinung Utami (10108583)
Emil Solecha (10108598)
IF – 12 / V

TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2010
KATA PENGANTAR

‫حْيِم‬
ِ ‫ن الّر‬
ِ ‫حَم‬
ْ ‫ل الّر‬
ِ ‫سِم ا‬
ْ ‫ِب‬
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
Makalah Sistem Informasi mengenai E - Government ini dengan baik.
Tugas Sistem Informasi mengenai E - Government ini ditujukan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi semester 5 Fakultas
Teknik Jurusan Teknik Informatika yang dibimbing oleh Ibu Riani Lubis, S. T.,
M. T.
Untuk itu, kami haturkan terima kasih pada pihak-pihak yang baik secara
langsung maupun tidak langsung telah membantu hingga terselesaikannya
makalah ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan
makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan, karena keterbatasan dan
kekurangan yang ada pada diri kami, sehingga saran dan kritik yang membangun
sangat kami harapkan. Besar harapan kami agar makalah ini dapat bermanfaat
bagi kami sebagai penulis, khususnya dan para pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Bandung, Oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Pembatasan Masalah ................................................................................. 2
1.3 Maksud dan Tujuan ................................................................................. 2
1.4 Manfaat dan Kegunaan ..................................................................... 3
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................................. 3
BAB II ISI ......................................................................................................... 5
2.1 Definisi E – Government ..................................................................... 5
2.1.1 Definisi Lembaga dan Institusi Non-Pemerintah
................................. 5
2.1.2 Definisi Beragam dari Pemerintah ............................................. 5
2.2 Tujuan E – Government ..................................................................... 7
2.3 Empat Tipe Relasi E – Government dan Aplikasinya ..................... 7

2.3.1 G2C (Government to Citizen or Government to Customer) ......... 7

2.3.2 G2B (Government to Business Enterprises) ................................. 8

2.3.3 G2G (Government to Government) ............................................. 9

2.3.4 G2E (Government to Employees) ........................................... 10

2.4 Manfaat E – Government ...................................................................


11

2.5 Non-internet E – Government ...................................................................


12

2.6 Inisiatif E – Government di Indonesia ........................................... 12


2.7 Hambatan dalam Mengimplementasikan E – Government ...................
13
2.8 Menuju E – Government ................................................................... 14

2.8.1 Transformasi Fungsi Pemerintahan ........................................... 15


2.8.2 Kerangka Arsitektur E – Government ........................................... 15

2.8.3 Tingkatan E-Government ....................................................... 16

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 17


3.1 Kesimpulan ...........................................................................................
17
3.2 Saran .......................................................................................................
17
DAFTAR PUSTAKA ................................................................... 18
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and
Communication Technology/ICT) di dunia telah semakin luas. Hal ini dapat
dilihat dari penggunaan ICT yang tidak terbatas pada bidang perdagangan saja,
melainkan juga dalam bidang-bidang lainnya, seperti pendidikan, pertahanan dan
keamanan negara, sosial, dan sebagainya. ICT ini dipergunakan karena memiliki
berbagai kelebihan yang menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan cara
tradisional dalam melakukan interaksi dalam hal kecepatan, kemudahan dan biaya
yang lebih murah.
Dengam kelebihan-kelebihannya maka dapat dikatakan bahwa dengam
menggunakan ICT maka efisiensi dalam gerak kehidupan manusia dalam
berinteraksi dengan sesamanya dapat terwujud. Efisiensi ini sendiri berpengaruh
terhadap kualitas dan kuantitas dari interaksi yang terjadi, karena dengan
menggunakan ICT dalam interaksi yang terjadi maka dengan mempertimbangkan
keuntungan-keuntungan yang didapat dari penerapan ICT ini dapat semakin
meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi tersebut. Oleh sebab itu,
banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia dan dengan
keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi ini maka mulai
diterapkan dalam praktek pemerintahan.
Pemerintah adalah pengurus harian suatu negara dan merupakan
keseluruhan dari jabatan-jabatan dalam suatu negara yang mempunyai tugas dan
wewenang politik negara dan pemerintahan. Pemerintahan dalam suatu negara
mempunyai wewenang terhadap semua urusan yang berada dalam lingkup hukum
publik yang bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, menciptakan
kesejahteraan bagi rakyatnya dan memberikan pelayanan yang baik kepada
masyarakat. Dalam menjalankan tugas dan wewenang tersebut, pemerintah
memerlukan semua informasi yang ada dan kemudian akan digunakan untuk
menjalankan fungsi-fungsinya seperti perencanaan, pembuatan kebijakan,
administrasi negara, dan sebagainya. Informasi yang terkait dalam pelaksanaan
fungsi dan wewenang pemerintah diproses oleh suatu sistem informasi yang
merupakan kumpulan dari sistem-sistem yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi, mengklasifikasikan informasi, mengolah informasi,
menginterpretasikan informasi, mengambil informasi dari tempat penyimpanan,
transmisi (penyampaian), penggunaan informasi.
Sistem informasi yang telah disebutkan sebelumnya dipergunakan dalam
praktek lembaga pemerintahan dalam semua bidang tugas dan fungsi
pemerintahan yang di dalamnya terdiri dari beberapa segi, antara lain
pemerintahan, tata usaha negara, pengurusan rumah tangga negara dan
pembangunan. Sistem informasi dalam praktek pemerintahan merupakan sistem
informasi manajemen dimana di dalamnya terdapat proses pengolahan suatu
informasi yang diperuntukkan untuk keperluan pengambilan keputusan dari suatu
lembaga pemerintahan, dan karena peran pemerintahan berkaitan dengan
kepentingan publik maka segala sistem informasi yang dipergunakan harus
memenuhi syarat efisien, efektif dan ekonomis. Dari konsep demikianlah maka
mulai diterapkan penggunaan teknologi dalam sistem informasi pemerintahan.

1.2 Pembatasan Masalah


Dalam laporan ini kami membahas tentang definisi E-Government yang
meliputi definisi dari non-pemerintah dan definisi menurut pemerintah, tentang
tujuan dan manfaat e-government serta berbagai contoh implementasi dari e-
government beserta hambatan dalam pengimplementasiannya.

1.3 Maksud dan Tujuan

Makalah ini dimaksudkan untuk memberikan sedikit pengetahuan


mengenai e-government dalam definisi e-government, tujuan e-government,
manfaat e-government serta hambatan dalam mengimplementasikan
e-government.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Sistem Informasi semester 5 Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Informatika mengenai E-Government yang dibimbing oleh Ibu Riani Lubis, S. T.,
M. T.

1.4 Manfaat atau Kegunaan


Dengan adanya e-government ini diharapkan pelaksanaan pemerintahan
akan berjalan lebih efisien karena koordinasi pemerintahan dapat dilakukan
melalui teknologi informasi. Koordinasi dan diskusi antara pemerintah pusat
dengan pimpinan daerah dapat dilakukan tapa harus berada pada lokasi fisik yang
sama.

1.5 Sistematika Penulisan

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Manfaat dan Kegunaan
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II ISI
2.1 Definisi E – Government
2.1.1 Definisi Lembaga dan Institusi Non-Pemerintah
2.1.2 Definisi Beragam dari Pemerintah
2.3 Tujuan E – Government
2.3 Empat Tipe Relasi E – Government dan Aplikasinya
2.4 Manfaat E – Government
2.5 Non-internet E – Government
2.6 Inisiatif E – Government di Indonesia
2.7 Hambatan dalam Mengimplementasikan E – Government
2.8 Menuju E – Government

2.8.1 Transformasi Fungsi Pemerintahan

2.8.2 Kerangka Arsitektur E – Government

2.8.3 Tingkatan E-Government

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


DAFTAR PUSTAKA

BAB II
ISI

2.1 Definisi E – Government


2.1.1 Definisi Lembaga dan Institusi Non-Pemerintah
Pertama-tama marilah kita kaji terlebih dahulu bagaimana lembaga-
lembaga non-pemerintah memandang ruang lingkup dari e-Government.
The World Bank Group mendefinisikan e-Government sebagai :
E-Government mengarahkan untuk penggunakan TI oleh semua agen
pemerintahaan (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai
kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak
yang terkait dengan pemerintahan.

Definisi lain dari referensi [1] :


Electronic government, or "e-government," is the process of transacting business
between the public and government through the use of automated systems and
the Internet network, more commonly referred to as the World Wide Web.

Di sisi lain, UNDP (United Nation Development Programme) dalam suatu


kesempatan mendefinisikan secara lebih sederhana, yaitu :

e-Government adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi


(ICT-Information and Communication Technology) oleh pihak
pemerintah.

2.1.2 Definisi Beragam dari Pemerintah


Setelah melihat bagaimana lembaga-lembaga atau institusi-institusi
mendefinisikan e-Government, ada baiknya dikaji pula bagaimana sebuah
pemerintahan menggambarkannya.
Pemerintah federal Amerika Serikat mendefinisikan e-Government secara
ringkas, padat dan jelas, yaitu:

E-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan


online pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya.
Italia mungkin termasuk salah satu negara yang paling lengkap dan detail
dalam mendefinisikan e-Government, yaitu:

Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (Information


and Communication Technology-ICT) yang moderen pada
pengadministrasian kita, dapat dibandingkan menurut kelas aksi di bawah
ini:

1. Desain komputerisasi untuk tambahan efisiensi operasional dengan


inividu tiap departemen dan divisi.

2. Pelayanan komputerisasi untuk masyarakat dan perusahaan, sering


kali mengimplementasi integrasi pelayanan pada departemen dan
divisi yang berbeda.

3. Ketetapan akses ICT untuk pengguna akhir dari layanan informasi


pemerintahan.

Pada intinya e-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang


dapat meningkatkan hubungan antar Pemerintah dan pihak-pihak lain.
Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk
baru seperti [2]:

• G2C (Government to Citizen or Government to Customer),

• G2B (Government to Business Enterprises),

• G2G (Government to Government) dan

• G2E (Government to Employees).

2.1 Tujuan E – Government


Konsep e-government diterapkan dengan tujuan bahwa hubungan
pemerintahan baik dengan masyarakatnya maupun dengan pelaku bisnis dapat
berlangsung secara efisien, efektif dan ekonomis. Hal ini diperlukan mengingat
dinamisnya gerak masyarakat pada saat ini sehingga pemerintah harus dapat
menyesuaikan fungsinya dalam negara agar masyarakat dapat menikmati haknya
dan menjalankan kewajibannya dengan nyaman dan aman, yang semuanya itu
dicapai dengan pembenahan sistem dari pemerintahan itu sendiri dimana salah
satunya adalah melalui e-government.
Selain itu, tujuan e-government adalah untuk mencapai suatu tata
pemerintahan yang baik (good governance). Pemikiran ini didasarkan pada cara
berfikir bahwa e-government diterapkan untuk meningkatkan hubungan antara
pemerintahan dengan masyarakat dan pelaku bisnis dengan dasar efisien, efektif
dan ekonomis. Inisiatif dari pemerintah untuk menerapkan konsep e-government
ini adalah suatu cara untuk meningkatkan kualitas dari tata pemerintahnya
sehingga menjadi lebih baik.

2.2 Empat Tipe Relasi E – Government dan Aplikasinya

2.3.1 G2C (Government to Citizen or Government to Customer)

Tipe G-to-C ini merupakan aplikasi e-Government yang paling umum,


yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio
teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi
dengan masyarakat (rakyat). Dengan kata lain, tujuan utama dari dibangunnya
aplikasi e-Government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan pemerintah
dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapat
dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan
pelayanan sehari-hari. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:

 Kepolisian membangun dan menawarkan jasa pelayanan perpanjangan Surat


Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) melalui
internet dengan maksud untuk mendekatkan aparat administrasi kepolisian
dengan komunitas para pemilik kendaraan bermotor dan para pengemudi,
sehingga yang bersangkutan tidak harus bersusah payah datang ke Komdak
dan antre untuk memperoleh pelayanan;

 Kantor Imigrasi bekerja sama dengan Bandara Udara Internasional


Soekarno-Hatta dan sejumlah bank-bank swasta membangun jaringan
teknologi informasi sehingga para turis lokal yang ingin melanglang buana
dapat membayar fiskal melalui mesin-mesin ATM sehingga tidak perlu
harus meluangkan waktu lebih awal dan antre di bandara udara;

 Departemen Agama membuka situs pendaftaran bagi mereka yang berniat


untuk melangsungkan ibadah haji di tahun-tahun tertentu sehingga
pemerintah dapat mempersiapkan kuota haji dan bentuk pelayanan
perjalanan yang sesuai;

 Bagi masyarakat yang memiliki keahlian tertentu dan berniat untuk mencari
pekerjaan di luar negeri (menjadi Tenaga Kerja Indonesia), maka yang
bersangkutan dapat dengan mudah mendaftarkan diri dari Warnet (Warung
Internet) terdekat ke Departemen Tenaga Kerja secara gratis); dan lain
sebagainya.

2.3.2 G2B (Government to Business Enterprises)

Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk


sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara
dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas sehari-harinya,
entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan banyak sekali data dan
informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Disamping itu, yang bersangkutan juga
harus berinteraksi dengan berbagai lembaga kenegaraan karena berkaitan dengan
hak dan kewajiban organisasinya sebagai sebuah entiti berorientasi profit.
Diperlukannya relasi yang baik antara pemerintah dengan kalangan bisnis tidak
saja bertujuan untuk memperlancar para praktisi bisnis dalam menjalankan roda
perusahaannya, namun lebih jauh lagi banyak hal yang dapat menguntungkan
pemerintah jika terjadi relasi interaksi yang baik dan efektif dengan industri
swasta. Contoh dari aplikasi e-Government berjenis G-to-B ini adalah sebagai
berikut:

 Para perusahaan wajib pajak dapat dengan mudah menjalankan aplikasi


berbasis web untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayarkan ke
pemerintah dan melakukan pembayaran melalui internet;
 Proses tender proyek-proyek pemerintahan yang melibatkan sejumlah pihak
swasta dapat dilakukan melalui website (sehingga menghemat biaya
transportasi dan komunikasi), mulai dari proses pengambilan dan pembelian
formulir tender, pengambilan formulir informasi TOR (Term of Reference),
sampai dengan mekanisme pelaksanaan tender itu sendiri yang berakhir
dengan pengumuman pemenang tender;

 Proses pengadaan dan pembelian barang kebutuhan sehari-hari lembaga


pemerintahan (misalnya untuk back-office dan administrasi) dapat
dilakukan secara efisien jika konsep semacam e-procurement diterapkan
(menghubungkan antara kantor-kantor pemerintah dengan para supplier-
nya);

 Perusahaan yang ingin melakukan proses semacam merger dan akuisisi


dapat dengan mudah berkonsultasi sehubungan dengan aspek-aspek regulasi
dan hukumnya dengan berbagai lembaga pemerintahan terkait; dan lain
sebagainya.

2.3.3 G2G (Government to Government)

Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara


untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk
berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya
berkisar pada hal-hal yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk
memperlancar kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara
(masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme
hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Berbagai penerapan e-
Government bertipe G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain:

 Hubungan administrasi antara kantor-kantor pemerintah setempat dengan


sejumlah kedutaan-kedutaan besar atau konsulat jenderal untuk membantu
penyediaan data dan informasi akurat yang dibutuhkan oleh para warga
negara asing yang sedang berada di tanah air;
 Aplikasi yang menghubungkan kantor-kantor pemerintah setempat dengan
bank-bank asing milik pemerintah di negara lain dimana pemerintah
setempat menabung dan menanamkan uangnya;

 Pengembangan suatu sistem basis data intelijen yang berfungsi untuk


mendeteksi mereka yang tidak boleh masuk atau keluar dari wilayah negara
(cegah dan tangkal);

 Sistem informasi di bidang hak cipta intelektual untuk pengecekan dan


pendaftaran terhadap karya-karya tertentu yang ingin memperoleh hak paten
internasional; dan lain sebagainya.

2.3.4 G2E (Government to Employees)

Pada akhirnya, aplikasi e-Government juga diperuntukkan untuk


meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan
pemerintahan yang bekerja di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat.
Berbagai jenis aplikasi yang dapat dibangun dengan menggunakan format G-to-E
ini antara lain:

 Sistem pengembangan karir pegawai pemerintah yang selain bertujuan


untuk meyakinkan adanya perbaikan kualitas sumber daya manusia,
diperlukan juga sebagai penunjang proses mutasi, rotasi, demosi, dan
promosi seluruh karyawan pemerintahan;

 Aplikasi terpadu untuk mengelola berbagai tunjangan kesejahteraan yang


merupakan hak dari pegawai pemerintahan sehingga yang bersangkutan
dapat terlindungi hak-hak individualnya;

 Sistem asuransi kesehatan dan pendidikan bagi para pegawai pemerintahan


yang telah terintegrasi dengan lembaga-lembaga kesehatan (rumah sakit,
poliklinik, apotik, dan lain sebagainya) dan institusi-institusi pendidikan
(sekolah, perguruan tinggi, kejuruan, dan lain-lain) untuk menjamin tingkat
kesejahteraan karyawan beserta keluarganya;
 Aplikasi yang dapat membantu karyawan pemerintah dalam membantu
untuk melakukan perencanaan terhadap aspek finansial keluarganya
termasuk di dalamnya masalah tabungan dan dana pensiun; dan lain
sebagainya.

2.1 Manfaat E-Government

E-Government ini membawa banyak manfaat, antara lain:

• Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat


disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu
dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus
secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

• Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat


umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara
berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling
curiga dan kekesalan dari kesemua pihak.

• Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan


adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat
menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolahan (jumlah
kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya) dapat
ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan
sekolah yang pas untuk anaknya.

• Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi


pemerintahan dapat dilakukan melalui email atau bahkan video conferencing.
Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu.
Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan
tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi
semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung
satu atau dua jam, misalnya.
2.1Non – Internet E – Government
While e-government is often thought of as "online government" or "Internet-based
government," many non-Internet "electronic government" technologies can be
used in this context. E-government sering dianggap sebagai "online pemerintah"
atau "pemerintah berbasis internet," banyak non-Internet "pemerintahan
elektronik" teknologi yang dapat digunakan dalam konteks ini. Some non-Internet
forms include telephone, fax, PDA , SMS text messaging, MMS , wireless
networks and services, Bluetooth , CCTV , tracking systems, RFID , biometric
identification, road traffic management and regulatory enforcement, identity cards
, smart cards and other Near Field Communication applications; polling station
technology (where non-online e-voting is being considered), TV and radio-based
delivery of government services, email, online community facilities, newsgroups
and electronic mailing lists , online chat , and instant messaging technologies.
Beberapa bentuk non-internet termasuk telepon, fax, PDA, SMS pesan teks,
MMS, jaringan nirkabel dan layanan, Bluetooth, CCTV, sistem pelacakan, RFID,
biometrik identifikasi, manajemen lalu lintas jalan dan penegakan peraturan, kartu
identitas, smart card dan lainnya Dekat Bidang Komunikasi aplikasi; polling
stasiun teknologi (dimana non-online e-voting sedang dipertimbangkan), TV dan
radio berbasis penyampaian pelayanan pemerintah, email, komunitas online
fasilitas, newsgroup dan mailing list elektronik, chat online, dan instant messaging
teknologi.

2.2 Inisiatif E – Government di Indonesia

Sebetulnya inisiatif E-Government di Indonesia sudah dimulai sejak


beberapa waktu yang lalu. Dalam inisiatif Nusantara 21, Telematika, dan saat ini
Telematika versi dua (Tim Koordinasi Telematika Indonesia) topik E-Government
sudah muncul. Inisiatif implementasi E-Government di Indonesia antara lain:

• Penayangan hasil pemilu 1999 secara on-line dan real time.


• RI-Net. Sistem ini menyediakan email dan akses Internet kepada para pejabat.
Informasi lengkap dapat diperoleh di http://www.ri.go.id
• Info RI. Penyedia informasi dari BIKN.
• Penggunaan berbagai media komunikasi elektronik (Internet) di beberapa
pemerintah daerah tempat.

2.1 Hambatan dalam Mengimplementasikan E-Government di Indonesia

• Kultur berbagi belum ada. Kultur berbagi (sharring) informasi dan


mempermudah urusan belum merasuk di Indonesia. Bahkan ada pameo
yang mengatakan: “Apabila bisa dipersulit mengapa dipermudah?”. Banyak
oknum yang menggunakan kesempatan dengan mepersulit mendapatkan
informasi ini.

• Kultur mendokumentasi belum lazim. Salah satu kesulitan besar yang


kita hadapi adalah kurangnya kebiasaan mendokumentasikan (apa saja).
Padahal kemampuan mendokumentasi ini menjadi bagian dari ISO 9000 dan
juga menjadi bagian dari standar software engineering.

• Langkanya SDM yang handal. Teknologi informasi merupakan sebuah


bidang yang baru. Pemerintah umumnya jarang yang memiliki SDM yang
handal di bidang teknologi informasi. SDM yang handal ini biasanya ada di
lingkungan bisnis / industri. Kekurangan SDM ini menjadi salah satu
penghambat implementasi dari e-government. Sayang sekali kekurangan
kemampuan pemerintah ini sering dimanfaatkan oleh oknum bisnis dengan
menjual solusi yang salah dan mahal.

• Infrastruktur yang belum memadai dan mahal. Infrastruktur


telekomunikasi Indonesia memang masih belum tersebar secara merata. Di
berbagai daerah di Indonesia masih belum tersedia saluran telepon, atau
bahkan aliran listrik. Kalaupun semua fasilitas ada, harganya masih relatif
mahal. Pemerintah juga belum menyiapkan pendanaan (budget) untuk
keperluan ini.

• Tempat akses yang terbatas. Sejalan dengan poin di atas, tempat akses
informasi jumlahnya juga masih terbatas. Di beberapa tempat di luar negeri,
pemerintah dan masyarakat bergotong royong untuk menciptakan access
point yang terjangkau, misalnya di perpustakaan umum (public library). Di
Indonesia hal ini dapat dilakukan di kantor pos, kantor pemerintahan, dan
tempat-tempat umum lainnya.

2.1 Menuju E – Government [3]

Gambar 1. Transformasi Menuju e-Government


G o vern men t t o e- Go vern men t

Penyelenggaraan Penyelenggaraan
Pemerintahan Secara TRANSFORMASI Pemerintahan
MANUAL Berbasis ICT

Transformasi Pemanfaatan ICT

• Manajemen Perubahan • Penggunaan Internet


• Perubahan Budaya Kerja • Penggunaan Infrastruktur Telematika
• Perubahan Proses Kerja • Penggunaan Sistem Aplikasi
• SOP dan Kebijakan Politik • Standarisasi Metadata
• Peraturan dan Perundangan • Transaksi Elektronik
• Leadership • Electronic Data Interchange
• Electronic Documentation

Melaksanakan E-Government artinya menyelenggarakan roda


pemerintahan dengan bantuan (memanfaatkan) teknologi IT. Dalam arti kata
lain adalah melakukan transformasi sistem proses kerja ke sistem yang berbasis
elektronik. Beberapa organisasi yang pada awalnya disusun untuk keperluan
proses kerja secara manual pada akhirnya bisa jadi perlu dirubah dan
disesuaikan untuk memungkinkan berjalannya sistem elektronik secara efektif
dan optimal.

Tentu saja tidak semua proses kerja dapat ditransformsi ke dalam


sistem elektronik. Ada beberapa yang masih harus mengunakan sistem manual,
tetapi ada sebagian besar lainnya yang dapat dikerjakan dengan lebih cepat,
efektif dan efisien melalui bantuan sistem elektronik.

Beberapa contoh fungsi kepemerintahan yang penyelenggaraannya


dapat dibantu melalui sistem elektronik adalah,

• Pelayanan Masyarakat

• Kepegawaian
• Keuangan Daerah

• Pengelolaan Aset, dan sebagainya.

2.1.1 Transformasi Fungsi Pemerintahan

Berikut ini adalah beberapa hal yang mengalami perubahan


diakibatkan terjadinya transformasi sistem kerja dari manual ke elektronik, oleh
karena itu proses perubahannya perlu dikelola dengan baik sehingga
transisinya bisa berjalan lancar.

• Perubahan Budaya Kerja


• Perubahan Proses Kerja (Bisnis
Proses)
• SOP dan Kebijakan Politik
• Peraturan dan Perundangan
• Leadership

2.1.1 Kerangka Arsitektur E – Government

Salah satu kata kunci e-government adalah pemanfaatan ICT. Ini artinya
bahwa akan ada unsur-unsur ICT seperti sistem aplikasi, sistem infrastruktur,
jaringan telematika dan lain-lain yang dipakai dalam proses penyelenggaraan
pemerintahan. Beberapa hal mendasar tentang pemanfaatan ICT ini berkaitan
dengan :

• Penggunaan Internet

• Penggunaan Infrastruktur Telematika

• Penggunaan Sistem Aplikasi

• Standarisasi Metadata

• Transaksi dan Pertukaran Data Elektronik

• Sistem Dokumentasi Elektronik

2.1.1 Tingkatan E-Government


Untuk membangun e-government, Inpres No. 3/2003 juga menjelaskan
beberapa strategi yang bisa diimplementasikan, salah satu diantaranya adalah
membangun e-government secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan
sasaran yang terukur, sehingga mudah difahami dan diikuti oleh semua pihak.

Pengembangan e-government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat)


tingkatan. Semakin tinggi tingkatannya, diperlukan dukungan sistem manajemen,
proses kerja dan transaksi informasi antar instansi yang semakin kompleks pula.
Upaya untuk menaikkan tingkatan tanpa dukungan memadai, berpotensi untuk
mengalami kegagalan.

• Tingkat 1 – Persiapan, yang meliputi pembuatan situs informasi di setiap


lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah misalnya
warnet.

• Tingkat 2 – Pematangan, yang meliputi pembuatan situs informasi publik


interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.

• Tingkat 3 – Pemantapan, yang meliputi pembuatan situs transaksi


pelayanan publik dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan
lembaga lain.

• Tingkat 4 – Pemanfaatan, yang meliputi pembuatan situs aplikasi untuk


pelayanan yang bersifat G2G, G2B, dan G2C yang terintegrasi.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari laporan ini antara lain :
1. E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat
meningkatkan hubungan antar Pemerintah dan pihak-pihak lain.
2. Penggunaan E-Government mempunyai empat tipe relasi yaitu G2C, G2B,
G2G, G2E.
3. Pengimplementasian E-Government di Indonesia masih mempunyai
banyak hambatan.
4. Pengembangan E-Government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat)
tingkatan yaitu persiapan, pematangan, pemantapan, dan pemanfaatan.

3.1 Saran
Saran yang dapat diberikan antara lain :
1. Sebaiknya E-Government di Indonesia diterapkan dengan sistem ICT
yang lebih baik, agar komunikasi antara kalangan masyarakat, bisnis dan
pemerintah berjalan dengan efektif dan efisien.
2. Dalam pengimplementasian E-Government sebaiknya lebih berani
melakukan eksperimen-eksperimen baru agar segala hambatan bisa diatasi
dan penerapan E-Government bisa berjalan dengan baik sesuai dengan
kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Legislative Analyst’s Office, “E-Government in California: Providing


Services to Citizens Through the Internet”, 24 January 2001.
http://www.lao.ca.gov/2001/012401_egovernment.html
Dikunjungi 6 Oktober 2001.

[2] Wikipedia, “E – Government”,


http://docs.docstoc.com/orig/262256/1b895aaa-de03-4dcf-8a55-
776be47fe5bc.pdf
Dikunjungi 6 Oktober 2010.

[3] Depatemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jakarta, 2004


http://docs.google.com/viewer?
a=v&pid=gmail&attid=0.1&thid=12bab588a082b3dc&mt=application/pdf&u
rl=http://mail.google.com/mail/?ui%3D2%26ik%3D9da446c912%26view
%3Datt%26th%3D12bab588a082b3dc%26attid%3D0.1%26disp%3Dattd
%26zw&sig=AHIEtbR5l9zHopusA2iMXMcequ53pQNSsA&pli=1
Dikunjungi 11 Oktober 2010