Anda di halaman 1dari 5

Tugas Agroklimatologi

Muhammad Tanzilal Aziizir

09/283891/TP/09541 Tep’09

1. Apa satuan dari anasir cuaca?

Menurut WMO, satuan unsure (anasir) cuaca dapat diamati di stasiun meteorology yaitu:

Anasir Cuaca Satuan Satuan


1. Intensitas Penyinaran Matahari  miliwatt per cm3
 Kalori per cm2 per menit
 langley per menit
2. Lama Penyinaran Matahari  jam/persen
3. Suhu Udara dan Tanah o derajat celcius
4. Kelembaban Relative Udara  persen
5. Tekanan Udara  milibar
6. Kecepatan Angin  knot/km per hari
7. Arah Angin 0 = tidak ada angin
09 = timur
18 = selatan
27 = barat
36 = utara
8. Presipitasi £ millimeter
9. evaporasi © millimeter

2. Hal yang berkaitan dengan meteorologi?

Kualitas Udara

Sejak tahun 1976 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan
pemantauan terhadap beberapa parameter kualitas udara yang berdampak negatif terhadap keselamatan
dan kesehatan masyarakat. Pendirian jaringan pemantauan kualitas udara di Indonesia berkaitan erat
dengan program-program Badan Meteorologi Se Dunia (WMO) antara lain Program Global Ozone
Observing System (GO3OS) di tahun 1950-an, Program Background Air Pollution Monitoring Network
(BAPMoN) di tahun 1960-an, Program Global Atmosphere Watch (GAW) tahun 1989 dan Program
GAW Urban Research Meteorological and Environment (GURME) tahun 1999. Sampai saat ini stasiun
pemantau terdiri atas 26 stasiun pemantau kimia air hujan(KAH) serta 37 stasiun pemantau konsentrasi
debu (SPM).

Sampai saat ini BMKG memiliki 43 jaringan stasiun pemantau kualitas udara. Dari 43 Stasiun/ Unit
Kerja Pemantau Kualitas Udara, melakukan pengamatan parameter kualitas udara sebagai berikut:
Sebanyak 41 Stasiun melakukan pengamatan SPM (Suspended Particle Matter), dan 29 stasiun
diantaranya selain SPM juga melakukan pengamatan komposisi kimia atmosfer/tingkat keasaman/kimia
air hujan.
Lima (5) stasiun berada di wilayah DKI Jakarta, dan khususnya di kantor Pusat BMKG Jakarta selain
melakukan pengukuran SPM dan komposisi kimia air hujan, juga melakukan pengukuran SO 2, NO2,
aerosol dan ozon permukaan. Sedangkan di Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW Station) yang
berlokasi di Bukit Kototabang- Sumatera Barat yang terletak pada posisi 00o 12' 17" LS dan 100o 19" 15"
BT pada ketinggian 864.5 meter di atas permukaan laut, dilakukan pemantauan parameter kualitas udara
yang lebih komprehensif, meliputi : Aerosol PM10,PM2,5,NO 2,SO2,CO,O3,Gas Rumah Kaca (CH4,
CO2,N20,SF6) dan radiasi UV-B

Fungsi stasiun GAW adalah untuk mengkoordinasikan pengamatan dan penelitian perubahan
komposisi atmosfer dengan tujuan : - Memahami peranan kimia atmosfer kaitannya dengan perubahan
iklim regional-global. - Mengevaluasi pengaruh kimia atmosfer terhadap lingkungan. Dalam hal ini
berkaitan dengan pengendapan unsur yang berbahaya di bumi, ekosistem laut dan air tawar, siklus alami
dari unsur kimia pada sistem global atmosfer, samudera dan biosfer. Pemantauan kualitas udara pada
Stasiun GAW yang dilakukan saat ini, meliputi parameter NO2, SO2, aerosol, ozon permukaan, radiasi
matahari, CO, CO2, PM10, PM2,5 , Flask Sampling.

Potensi yang dimiliki oleh Laboratorium Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika dalam
mendukung pemantauan kualitas udara, ditampilkan pada tabel di bawah ini.

METODA SAMPLING DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN

Metode Sampling /
No. Jenis Sampel Peralatan sampling / Monitoring
Monitoring
Automatic Rain Gauge type
Wet Deposition
ARS 721
1. Rain Water
Automatic Rain Gauge type
Wet & Dry Deposition
ARS 1000
2. SPM High Volume High Volume Sampler
Aerosol Sampler / Low Volume
3. Aeorosol Low Volume
Sampler
4. SO2 Passive Gas Filter Whatman
5. NO2 Passive Gas Filter Whatman
Ozone
6. UV Photometry Automatic Ozone
Permukaan
Carbon
7. UV Photometry Analyzer UV Photometry CO
Monoxide
Analyzer
8. Carbon Dioxide Infrared Photometry Infrared CO2
Analyzer
Beta Attenuation Monitoring
9. PM 10 BAM 1020 Analyzer
(BAM)
10. PM 2.5 Light Scattering Nephelometer M9003
11. Solar Radiation Thermo Couple Solar Radiation Monitoring
HV sampler BAM 1020 Particullate Monitor

Inlet BAM Wet dry rain gauge

METODA ANALISIS DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN

No. Jenis Sample Metode Analisis Alat Yang Digunakan


Komposisi Kimia Air Hujan pH Electroda Cell pH meter
1. Daya Hantar Listrik Electroda Cell Electro Conductivitymeter
Kation dan Anion Chromatography Ion Chromatography
Komposisi Kimia Aerosol pH Electroda Cell pH meter
2.
Kation dan Anion Chromatography Ion Chromatography
3. SPM Gravimetry Analytical Balance
4. Gas SO2 Chromatography Ion Chromatography
5. Gas NO2 Salzman Spectrophotometer
Ozon Analyzer pH meter

Timbangan Analitik Sampel Air Hujan

3. Bukti bahwa matahari berputar adalah ?

1. Gerak Rotasi

Bumi yang kita diami ini selalu bergerak. Salah satu gerak yang dilakukan oleh bumi dan planet lainnya
adalah rotasi. Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada poros/sumbunya. Arah rotasi bumi dari barat ke
timur. Untuk melakukan satu kali rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik, dibulatkan
menjadi 24 jam. Waktu untuk satu kali rotasi disebut kala rotasi. Setiap hari kita mengalami siang dan
malam secara teratur. Pada pagi hari matahari terbit di sebelah timur tanda hari mulai siang dan
tenggelam di sebelah barat tanda hari mulai malam. Kejadian alam tersebut disebabkan karena bumi
berotasi. Ketika bumi berotasi, daerah-daerah di bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang dan
daerah-daerah di bumi yang tidak terkena matahari mengalami waktu malam. Setiap hari kita melihat
matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. Hal ini terjadi karena kita bergerak mengikuti rotasi
bumi dari barat ke timur sedangkan matahari diam. Dengan demikian, kita akan melihat gerak semu
harian matahari. Letak matahari yang seolah-olah berubah ini menyebabkan panas sinar matahari yang
kita rasakan pada pagi, siang, dan sore berbeda-beda. Hal ini bukan karena jumlah sinar matahari yang
sampai ke bumi berubah-ubah, tetapi karena arah sinar itu berubah-ubah sehingga luas permukaan yang
terkena sinar berbeda-beda pula. Pada pagi dan sore hari sinar matahari datangnya miring sehingga daerah
yang terkena sinar matahari cukup luas. Oleh karena itu, pada pagi dan sore hari matahari terasa hangat.
Pada siang hari, sinar matahari datangnya tegak lurus sehingga daerah yang terkena sinar matahari lebih
sempit daripada daerah yang terkena sinar miring. Oleh karena itu pada siang hari sinar matahari terasa
lebih panas daripada pagi dan sore hari. Adanya rotasi bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di
bumi. Perbedaan waktu antara satu tempat dengan tempat lain berdasarkan garis bujur tempat tersebut.
Sekali rotasi bumi atau dalam 24 jam, setiap tempat di permukaan bumi telah berputar sebesar 360° bujur.
Dengan demikian, setiap 15° bujur ditempuh dalam jangka waktu 1 jam. Setiap garis bujur yang jaraknya
15° atau kelipatannya disebut bujur standar. Waktu bujur standar disebut waktu lokal. Oleh karena itu, di
permukaan bumi terdapat 24 waktu lokal. Berdasarkan uraian di atas dapatkah kamu mengulang kembali
apa saja akibat dari rotasi bumi?

2. Gerak Revolusi

Gerak revolusi adalah gerakan bumi berputar pada orbitnya dalam mengelilingi matahari. Waktu yang
diperlukan bumi untuk satu kali revolusi disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi adalah 365 ¼ hari atau
1 tahun. Perhatikan letak matahari pada bulan Maret, Juni, September! Samakah kedudukan matahari
sepanjang tahun? Ternyata sepanjang tahun kedudukan matahari seolah berubah-ubah. Antara bulan
Maret-September kita melihat bayangan benda mengarah ke selatan. Hal ini terjadi karena kedudukan
matahari ketika itu seolah-olah berada di sebelah utara. Sebaliknya, antara bulan September-Maret kita
melihat bayangan benda ke utara. Hal itu terjadi karena kedudukan matahari ketika itu seolah-olah berada
di selatan kejadian alam tersebut dinamakan gerak semu tahunan matahari. Gerak semu tahunan matahari
adalah matahari seolah-olah melakukan pergeseran dari utara ke selatan dari khatulistiwa. Perhatikan pula
perubahan musim sepanjang tahun! Ternyata dalam setahun, kita mengalami perubahan musim, yaitu
musim hujan dan musim kemarau. Perubahan musim terjadi pula di belahan bumi utara dan selatan.
Perubahan musim yang terjadi di belahan utara dan selatan adalah musim dingin, musim semi, musim
panas dan musim musim gugur. Gerak semu tahunan matahari dan perubahan musim di permukaan bumi
disebabkan karena bumi beredar mengelilingi matahari dan poros matahari miring 32½° dari garis tegak
lurus dari orbitnya. Perhatikan gambar berikut!

Indonesia yang terletak di khatulistiwa hanya mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim
kemarau. Pada bulan Oktober sampai dengan Maret bertiup angin muson barat yang banyak membawa
uap air sehingga di Indonesia mengalami musim hujan. Sedangkan, pada bulan April sampai dengan
bulan September bertiup angin muson timur yang sedikit membawa uap air sehingga di Indonesia
mengalami musim kemarau. Galileo Galilei Astronom Italia, Galileo Galilei, menggunakan teleskop
untuk mencari bukti bahwa Bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengitari Matahari.