Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Roy’s Adaptation Model merupakan model keperawatan yang
menguraikan bagaimana individu mampu berperilaku adaptif dan merubah
perilaku maladaptif. Makalah ini dibuat untuk menambah pengetahuan serta
wawasan pembaca mengenai salah satu teori tentang keperawatan, dikarenakan
Roy’s Adaptation Model merupakan teori keperawatan dimana seorang perawat
harus beradaptasi dengan kondisi dimana manusia dianggap sebagai sistem
terbuka dan adaptif. Dan teori adaptasi Roy merupakan salah satu teori yang
penting untuk diketahui oleh seorang perawat dalam melakukan proses
keperawatan sesuia dengan kondisi pasien dan asuhan keperawatan yang relevan.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Agar mahasiswa mampu memahami konsep tentang Roy’s Adaptation Model
2. Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa mampu
a. Mengetahui sejarah perkembangan Roy’s Adaptation Model
b. Mengetahui gambaran umum tentang Roy’s Adaptatiom Model
c. Mengetahui peran Roy’s Adaptation Model dalam proses keperawatan
d. Mengetahui contoh penerapan Roy’s Adaptation Model dalam proses
keperawatan

1
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Sejarah Roy’s Adaptation Model


Roy’s Adaptation Model adalah awal keperawatan saat Sr Callista Roy
masuk program master di keperawatan pediatrik di Universitas California Los
Angeles pada tahun 1964. Penasihatnya dan fakultas seminar Dorothy E. Johnson
yang menulis dan berbicara tentang perlunya untuk mendefinisikan tujuan
keperawatan sebagai cara fokus pengembangan pengetahuan untuk suatu latihan.
Dr Roy pernah membaca sedikit tentang konsep adaptasi dan terkesan dengan
ketahanan anak-anak yang ia rawat di pediatri. Pada seminar pertama di
keperawatan pediatrik, ia mengusulkan bahwa tujuan keperawatan adalah
mempromosikan adaptasi pasien. Sepanjang kursus karyanya di program master,
Dorothy Johnson mendorongnya untuk mengembangkan konsep adaptasinya
sebagai kerangka untuk keperawatan. Penggunaan teori sistem seperti yang
didefinisikan oleh von Bertalanffy adalah model konsep awal yang penting,
seperti karya Helson. Pendefinisian adaptasi oleh Helson sebagai suatu proses
respon positif terhadap perubahan lingkungan dan menggambarkan tiga jenis
rangsangan, vokal, kontekstual dan residual. Dr Roy membuat derivasi dari
konsep-konsep yang tepat untuk digunakan dalam menggambarkan situasi orang
dalam kesehatan dan penyakit. Penulis lain yang mempengaruhi perkembangan
model konsep awal termasuk Dohrenwend, Lazarus, Mechanic, dan Selye.
Pandangan orang sebagai sistem adaptif mengambil bentuk dari kerja awal
dengan cognator dan regulator yang ditambahkan sebagai proses internal utama
dari orang yang beradaptasi.
Tahap kedua dari model pengembangan setelah 17 tahun bekerja dengan
staf pengajar di St Mary's College di Los Angeles. Model ini menjadi kerangka
untuk kurikulum terpadu berbasis-keperawatan pada Maret 1970, pada bulan april
juga artikel pertama tentang model tersebut diumumkan dalam Seminar
keperawatan. Keempat mode adaptif ditambahkan sebagai cara dimana adaptasi
dapat terwujud dan dengan demikian sebagai dasar untuk penilaian keperawatan.
Khususnya analisis isi yang dilakukan pada 500 sampel perilaku pasien dari
semua bidang klinis, yang dikumpulkan oleh mahasiswa keperawatan dan
kategori utama yaitu sebagai fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan

2
interdependensi.. Kontributor pada perkembangan teoritis dari model adaptif
meliputi: Marie Driever pada konsep diri; Brooke Randell pada fungsi peran, dan
Joyce Van Landingham dan Maria Tedrow tentang saling ketergantungan.
Marsha Sato membantu mengidentifikasi baik dan utama rangsangan umum yang
mempengaruhi mode adaptif dan Joan Cho mengembangkan alat klinis untuk
pemeriksaan. Banyak fakultas lainnya dari mahasiswa St Mary's terlibat dalam
penulisan awal tiga model teks buku tahun 1976, 1984 dan 1991.
Melalui konsultasi kurikulum di seluruh Amerika Serikat dan akhirnya di
seluruh dunia, Dr Roy menerima masukan mengenai penggunaan model dalam
pendidikan dan pelatihan. Pada tahun 1987 setidaknya 100.000 perawat telah
dididik dalam program penggunaan Model Adaptasi Roy. Sebagai keperawatan
disiplin yang tumbuh dalam pengartikulasian asumsi ilmiah dan filosofis, Dr Roy
juga mengartikulasikan asumsinya sendiri. Pada deskripsi awal termasuk teori
sistem dan teori tingkat adaptasi, serta nilai-nilai kemanusiaan. Kemudian Dr.
Roy mengembangkan asumsi filosofis veritivitas sebagai cara untuk mengatasi
keterbatasan, ia melihat di dasar filosofis relativistik pendekatan konseptual lain
untuk merawat dan pandangan humanisme sekuler yang terbatas dan menerbitkan
sebuah makalah besar tentang asumsi filosofis-nya pada tahun 1988.
Pada akhir 1990-an Dr Roy merrasakan urgensi untuk mendefinisikan
kembali teori adaptasi pada Abad 21. Dia ingin wawasan tersebut diperluas dalam
berhubungan spiritualitas dan sains dalam menyajikan definisi baru adaptasi dan
asumsi ilmiah dan filosofis yang terkait. Sikap filosofis nya menyiratkan bahwa
perawat melihat orang sebagai ko-ekstensif dengan fisik dan sosial lingkungan
mereka. Lebih lanjut, sarjana perawat mengambil sikap berbasis nilai dan berakar
pada keyakinan dan harapan tentang pribadi manusia, mereka mengembangkan
suatu disiplin yang berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan orang dan
pada bumi. Dr Roy telah menggunakan istilah kesatuan kosmik untuk
menggambarkan bahwa orang-orang dan bumi memiliki pola umum dan
kebersamaan hubungan dan makna dan bahwa orang-orang melalui pemikiran
dan perasaan kapasitas, berakar pada kesadaran dan makna, bertanggung-jawab
untuk menurunkan, mempertahankan, dan mengubah alam semesta.. Ide-ide ini
dijelaskan dan publikasikan tahun 1997 dan dimasukkan dalam revisi tahun 1999
pada teks model buku tentang teori-teori.

3
Perkembangan utama lain dari model teks buku tahun 1999, ditulis bersama Dr
Heather Andrews, meliputi:
1) Memperluas mode adaptif relasional untuk memasukkan orang serta orang
individu
2) Menggambarkan adaptasi pada tiga tingkat proses kehidupan yang
terintegrasi, proses kompensasi , dan berkompromi proses.
Dr .Roy juga telah menggariskan sebuah struktur untuk pengembangan
pengetahuan keperawatan berdasarkan Model Adaptasi Roy dan memberikan
contoh-contoh dalam struktur penelitian ini. Dr Roy tetap berkomitmen untuk
mengembangkan pengetahuan bagi praktek keperawatan dan terus memperbarui
Model Adaptasi Roy sebagai dasar untuk perkembangan ilmu pengetahuan
keperawatan.

B. Gambaran Umum Roy’s Adaptation Model


Sister Callista Roy’s model, menjelaskan manusia sebagai sistem terbuka dan
adaptif à stimulus pengalaman, pengembangan mekanisme koping dan
menghasilkan respons
Ilmiah
· Kemajuan sistem materi dan energi ke tingkat yang lebih tinggi pada
organisasi diri yang kompleks
· Kesadaran dan makna yang konstitutif orang dan integrasi lingkungan
· Kesadaran diri dan lingkungan berakar di dalam pemikiran dan perasaan
sendiri
· Keputusan mereka bertanggung jawab untuk berintegrasi sebagai proses
kreatif
· Berpikir dan merasakan memediasi tindakan manusia
· Sistem hubungan termasuk dalam penerimaan, perlindungan, dan pembinaan
merupakan saling ketergantungan
· Orang dan bumi memiliki pola umum dan hubungan yang tidak terpisahkan
· Orang dan transformasi lingkungan yang dikemas dalam kesadaran manusia
· Integrasi manusia dan lingkungan merupakan hasil adaptasi
Filosofis
· Orang memiliki hubungan timbal balik dengan dunia dan Tuhan
· Manusia bermakna berakar dalam konvergensi titik omega alam semesta

4
· Tuhan sangat erat dalam keragaman penciptaan dan merupakan nasib
penciptaan yang sama
· Orang menggunakan kemampuan kreatif kesadaran manusia, kecerahan , dan
iman
· Orang bertanggung jawab atas proses asal, mempertahankan, dan mengubah
alam semesta

C. Penerapan Roy’s Adaptation Model


ORANG-ORANG DAN ORANG YANG TERLIBAT
· Sebuah sistem adaptif dengan proses peniruan
· Deskripsi keseluruhan adalah bagian-bagian
· Fungsi sebagai satu kesatuan untuk suatu tujuan
· Termasuk orang sebagai individu atau dalam kelompok (keluarga, organisasi,
masyarakat, bangsa, dan masyarakat secara keseluruhan)
· Sebuah sistem adaptif dengan dan regulator subsistem kognator bertindak
untuk mempertahankan adaptasi dalam empat mode adaptif: fisiologis-fisik,
konsep-kelompok identitas diri, fungsi peran, dan saling ketergantungan
LINGKUNGAN
· Tiga jenis rangsangan: fokal, kontekstual, dan sisa
∙ Semua kondisi, keadaan, dan pengaruh sekitarnya dan mempengaruhi
perkembangan dan perilaku orang-orang dan kelompok dengan pertimbangan
saling membutuhkan dengan sumber di bumi
· Rangsangan signifikan di semua adaptasi manusia termasuk tahap
pengembangan, keluarga, dan budaya
KESEHATAN DAN ADAPTASI
· Kesehatan: keadaan dan proses menjadi dan menjadi terpadu dan utuh yang
mencerminkan orang dan saling membutuhkan dengan lingkungan
· Adaptasi: proses dan hasil dimana pikiran dan perasaan orang, sebagai
individu dan dalam kelompok, menggunakan kesadaran dan pilihan untuk
menciptakan integrasi manusia dan integrasi lingkungan
· Respon Adaptif: tanggapan yang mempromosikan integritas dalam hal tujuan
dari manusia, yaitu kelangsungan hidup, pertumbuhan, reproduksi,
penguasaan, dan transformasi pribadi dan lingkungan

5
· Tanggapan tidak efektif : tanggapan yang tidak berkontribusi terhadap
integritas dalam hal tujuan manusia
· Tingkat adaptasi menerangkan kondisi penjelasan proses kehidupan pada 3
tingkat: integritas, kompensasi dan kompromi
KEPERAWATAN
· Keperawatan adalah ilmu dan praktik yang memperluas dan meningkatkan
kemampuan adaptif orang dan perubahan lingkungan
· Tujuan perawat adalah untuk mempromosikan adaptasi bagi individu dan
kelompok dalam empat mode adaptif, sehingga memberikan kontribusi untuk
kesehatan, kualitas hidup, dan mati dengan martabat
· Hal ini dilakukan dengan menilai perilaku dan faktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan adaptif dan intervensi untuk memperluas
kemampuan mereka dan untuk meningkatkan interaksi lingkungan
PROSES KEPERAWATAN
Sebuah pendekatan pemecahan masalah dalam mengumpulkan data,
mengidentifikasi kapasitas dan kebutuhan sistem adaptif manusia, memilih dan
mengimplementasikan pendekatan untuk asuhan keperawatan, dan evaluasi
hasil perawatan yang disediakan
1. Pengkajian Perilaku : langkah pertama dari proses keperawatan yang
dilibatkan adalah pengumpulan data tentang perilaku orang sebagai sistem
adaptif di masing-masing mode adaptif
2. Pengkajian Rangsangan : langkah kedua dari proses keperawatan yang
dilibatkan adalah identifikasi rangsangan internal dan eksternal yang
mempengaruhi perilaku adaptif seseorang. Stimuli diklasifikasikan sebagai:
a. Focal-orang yang paling segera dihadapi
b. Kontekstual-semua rangsangan lain yang hadir yang mempengaruhi
situasi
c. Sisa-orang stimulus yang berpengaruh pada situasi yang tidak jelas.
3. Diagnosa Keperawatan: langkah ketiga dari proses keperawatan yang
dilibatkan adalah perumusan pernyataan yang menafsirkan data tentang
status adaptasi orang tersebut, termasuk perilaku dan rangsangan yang
paling relevan

6
4. Menetapkan Tujuan: langkah ke empat dari proses keperawatan yang
dilibatkan adalah pembentukan laporan yang jelas tentang hasil perilaku
untuk keperawatan.
5. Intervensi: langkah kelima dari proses keperawatan yang dilibatkan adalah
penentuan cara terbaik untuk membantu orang tersebut dalam mencapai
tujuan yang ditetapkan
6. Evaluasi: langkah keenam dan terakhir dari proses keperawatan yang
dilibatkan adalah menilai efektivitas intervensi keperawatan sehubungan
perilaku setelah intervensi keperawatan dan membandingkan dengan tujuan
yang ditetapkan.

D. Contoh aplikasi Roy’s Adaptation Model


Pada Roy’s Adaptation Model, manusia sebagai sistem terbuka dan
adaptif à stimulus pengalaman, pengembangan mekanisme koping dan
menghasilkan respon. Respons dapat berupa adaptif atau maladaptif, berikan
umpanbalik yg dipengaruhi oleh tipe stimulus yg dapat ditanggulangi
Proses kognator meliputi persepsi, belajar, keputusan dan emosi apabila
memformulasikan respons terhadap stimulus
Contoh: adanya stimulus patah tulang (fraktur) yang kedua kalinya à individu,
persepsi individu terhadap patah tulangnya mengingatkannya tentang patah
tulang yang pertama, kesadaran tentang kondisi awal saat patah tulang teringat
sekarang, serta kecemasannya terhadap bahayanya, keinginan mencegah lebih
parahnya fraktur dan meminta bantuan dalam beraktifitas
Diagnosa Keperawatan : gangguan aktivitas gerak
Intervensi:
1. Memberikan motivasi
2. Memenuhi kebutuhan fisiologis dasar
3. Memberikan suasana nyaman pada pasien
4. Membantu dan memberikan pendidikan toileting pada keluarga dan pasien
5. Penggantian pembalut luka
Dua proses respons terhadap stresor : regulator & kognator à Proses
regulator menerima stimulus dari lingkungan internal dan eksternal, proses
merupakan kombinasi informasi untuk menghasilkan respons.

7
Contoh: Keinginan keluarga klien pada pasien fraktur untuk cepat pulih (stimulus
internal) dan kebijakan rumah sakit untuk mengoperasi dan merawat pasien
fraktur (stimulus eksternal); kombinasi kedua hal tersebut pasien fraktur menjadi
berkeyakinan untuk cepat pulih (mekanisme koping), hasilnya kondisi pasien
berangsur pulih.
Diagnosa Keperawatan: pemulihan pasca operasi fraktur
Intervensi keperawatan:
1. Pemberian motivasi pada pasien
2. Memberi pengetahuan tentang prosedur pasca operasi
3. Membantu personal hygiene pasien
4. Pemberian asupan gizi sesuai pada kebutuhan pemulihan fraktur
5. Memberikan pendidikan pada keluarga pasien untuk ikut mengawasi pasien

8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pembahasan tentang Roy’s Adaptation Model dapat disimpulkan
bahwa konsep dari model adaptasi Roy merupakan penjelasan konsep dasar
keperawatan tentang kondisi manusia sebagai sistem yang terbuka dan adaptif.
Dan merupakan salah satu acuan bagaimana adaptasi seorang perawat dengan
pengetahuan-pengetahuan tentang keperawatan melalui kerangka keperawatan
sesuai Roy’s Adaptation Model yang telah dikembangkan sebagai salah satu
acuan Asuhan Keperawatan.

B. SARAN
1. Pentingnya mempelajari tentang Roy’s Adaptation Model sebagai dasar
keperawatan
2. Pahami Roy’s Adaptation Model karena teori ini membahas tentang perawatan
yang sesuai dan perawat beradaptasi dengan kondisi pasien
3. Pentingnya juga memahami teori-teori lain tentang keperawatan agar
mengetahui proses keperawatan yang sesuia dan benar.

9
DAFTAR PUSTAKA

www.google.co.id. 2010. Roy’s Adaptation Model translate Bahasa Indonesia


. (online) Indonesia. (www.google.co.id/, diakses 1 Oktober 2010)
Chaska NL. 1990. The Nursing Profession Turning Points. The CV Mosby
Company: Toronto
La Ode Jumadi Gaffar. 1999. Pengantar Keperawatan Profesional. EGC :
Jakarta
Ma’Rifin Husin. 1999. Proses Berubah dan Keperawatan dalam Era
Kesejagatan. Maklah seminar CHS: Jakarta
Poter PA and Perry AG. 1991. Fundamental of Nursing : Concept, Process
and Practice. ST Louis Company CV Mosby Company: Toronto
Taylor Carol, Lillies, Le Mane Priscilla. 1997. Fundamental of Nursing, The
Art and Science of Nursing Care. JB Lippincot Company:
Philadelphia

10