Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya
perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh
terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Apabila
proses belajar itu diselengarakan secara formal di sekolah-sekolah, tidak lain ini
dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana,
baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses
komunikasi. Proses komunikasi (proses penyampaian pesan) harus diciptakan atau
diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar-menukar pesan atau
informasi oleh setiap guru dan peserta didik. Yang dimaksud pesan atau informasi
dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya
Melalui bahasa seseorang dapat menyampaikan semua yang dirasakan dan
dipikirkan baik secara lisan atau pun tulisan. Bahasa merupakan alat untuk
menyampaikan gagasan, pikiran, pendapat, dan perasaan lainnya (GBPP, 1996:1).
Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan
dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu
digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam
proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi
belajar mengajar disebut media pendidikan.
Berdasarkan perbedaan cirri-ciri yang ada pada masing-masing
media, media dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu media Audio ( media yang
mengandalkan kemampuan pendengaran), media visual (media mengandalkan
kemampuan penglihatan), dan media audio visual (media yang mengandalkan
unsur suara dan gambar).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses
belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat
disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut
sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Guru sekurang-kurangnya dapat
mengunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja
tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang
diharapkan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tidak dapat
dipisahkan dari proses belajar mengajar. Ketidakjelasan materi pelajaran yang
disampaikan oleh guru dapat dibantu dan disederhanakan dengan bantuan media.
Berdasarkan hal tersebut penulis mencoba meneliti apakah
penggunaan media visual berpengaruh terhadap minat belajar pada mata pelajaran
geografi.

A. Rumusan Masalah
Dari uraian Latar Belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu
permasalahan sebagai berikut “Bagaimana pengaruh penggunaan media visual
terhap minat belajar pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI-IPS4 SMA
Negeri 19 Surabaya?”.

B. Tujuan
Berdaarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual terhap minat belajar
pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI-IPS4 SMA Negeri 19 Surabaya.

C. Metode
Penelitian ini pada dua sumber yaitu pustaka dan data lapangan.
Penelitian ini diawali dengan studi observasi ke sekolah SMA Negeri 19
Surabaya untuk mengkaji permasalahan yang mungkin dapat diteliti dengan
menggunakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan pada kenyataan di

2
lapangan dan pengalaman, pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini
menyadari akan adanya pengaruh penggunaan media gambar terhadap minat
belajar.
Langkah berikutnya adalah berusaha untuk memastikan kebenaran akan
adanya permasalahan tersebut, juga untuk membuktikan adanya pengaruh
yang terjadi dengan melakukan penggumpulan data. Disini hipotesis yang telah
dibuat akan dibuktikan dengan penggalian data awal yang berhubungan dengan
tujuan penelitian. Data awal ini diambil menggunakan metode angket dan
observasi.

3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Media
Ada beberapa ahli yang memberi batasan tentang media dengan
pengertian media sendiri yang sangat luas, seperti dari beberapa ahli yang
mengemukakan pengertian media tersebut seperti:
1. Mc.Luhan (1964) seorang ahli komunikasi, menurut dia media itu adalah
sebuah saluran pesan yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan
seorang ke orang lain yang tidak ada harapannya, contohnya surat, televisi,
film, telepon dan jalan serta jalur kereta api.
2. Romiszowski (1988) seorang profesor teknologi pendidikan dari Syracuce
University, menurut dia media sebaiknya diberi batasan yang cukup sempit
sehingga hanya mencakup media yang digunakan secara efektif untuk
melaksanakan proses pembelajaran yang direncanakan dengan baik,
sehingga Romiszowski mengemukakan bahwa media adalah pembawa
pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa
orang/benda) kepada penerima pesan.
Pada dasarnya media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar
pesan dari pengirim ke penerima.

B. Manfaat Media
Media dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dengan dua cara,
yaitu sebagai alat bantu mengajar (dependent media) yaitu efektifitas media itu
sangat tergantung kepada kemampuan guru yang memakainya, kedua sebagai
media belajar yang dapat digunakan sendiri oleh siswa (independent) yaitu
media itu dirancang, dikembangkan, dan diproduksi secara sistematik, serta
dapat menyalurkan informasi secara terarah untuk mencapai tujuan intruksional
tertentu.

4
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang
dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-
beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman
anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya.
Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik
tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka
obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam
bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat
disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang
tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta
didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar;
(b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek
yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek
yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko
tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat
disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara
peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit
sampai dengan abstrak

C.Karakteristik Media
Rudi Bretz mengklasifikasikan media atas karakteristik utamanya yaitu
suara, bentuk visual (gambar, garis dan simbol) serta gerak, di samping itu dia
juga membedakan media transmisi dan media rekaman semua digolongkan
menjadi 7 kelas yaitu media audio visual gerak, media visual diam, media

5
audio semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media audio, dan
media cetak.
Berbeda lagi dengan L.J.Briggs (1970) menggolongkan media tersebut
dengan mengkaitkan kesesuaian karakteristik rangsangan yang dapat
ditimbulkan oleh media tersebut dengan:
a) Karakteristik siswa.
b) Persyaratan tugas.
c) Materi, dan
d) Trasmisinya.
Dia juga mengidentifikasikan 13 macam media pengajaran yaitu obyek,
model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pengajaran terprogram,
papan tulis,media transparansi, film rangkai, film, televisi dan gambar.
Semakin lebih jelas bahwa karakteristik media sangat menentukan hasil
penggolongan media pengajaran.

D. Macam-macam Media
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
1. Media audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber
penerima pesan, jenis-jenis media audio antara lain:
• Radio
Fungsinya meningkatkan kemampuan komunikasi audio, membuat suasana
belajar menjadi lebih hidup dan meningkatkan kemampuan apresiasi dan
imajinasi terhadap kejadian/peristiwa yang sedang disiarkan.
Kelebihan dari media ini antara lain:
a) Program siaran dapat direkam dan isi pesan dapat dipergunakan berulang
kali dengan konsisten.
b) Daya jangkaunya luas.
c) Harganya terjangkau.
d) Dapat dipindah-pindah.
e) Progam dapat diedit sesuai yang dikehendaki.

6
f) Dapat menyajikan laporan-laporan seketika.
g) Dapat mengatasi ruangan dan waktu.
h) Dapat memberikan suasana alam nyata seperti bunyi atau suara, dan
i) Dapat menyiarkan kejadian khusus, aktual dan peristiwa historis.
Sedangkan kelemahan dari media ini antara lain:
a) Penyesuaian jadwal siaran dan jadwal sekolah umumnya sulit.
b) Sifat komunikasinya satu arah.
c) Hanya menggunakan media audio saja.
d) Sulit dikontrol, artinya pendengar tidak dapat menghentikan siaran
sebentar untuk berdiskusi untuk mengulas yang kurang jelas.
• Tape Recorder dan Pita Audio
Fungsinya meningkatkan komunikasi audio, membuat suasana belajar lebih
mantap komunitatif serta mengembangkan kemampuan apresiasi dan
imajinasi siswa terhadap hal-hal yang sedang disajikan. Kelebihan dari
media ini antara lain:
a) Lebih mudah dikontrol oleh guru, yaitu dapat diulang-ulang jika belum
paham.
b) Cocok untuk pengajaran bahasa, musik dll.
c) Tidak terikat jadwal dan waktu penyiarannya.
d) Pemilihan dan penggunaan pita rekaman (pita audio) dapat disesuaikan
dengan kebutuhan.
e) Dapat digunakan untuk remediasi.
f) Praktis, karena mudah dibawa kemana-mana.
Kekurangan dari media ini antara lain:
a) Daya jangkaunya agak terbatas.
b) Rekaman kadang-kadang terhapus.
c) Biaya pengadaannya lebih mahal, terutama untuk sasaran yang luas.

2. Media Visual
Media Visual adalah media yang dapat diamati oleh setiap orang yang
memandangnya sebagai wujud perpindahan dari keadaan yang sebenarnya, baik

7
mengenai pemandangan, benda-benda, barang-barang atau suasana kehidupan
(Cece Wijaya, 1991: 40)
Gambar merupakan bahasa umum, yang dapat dimengerti dan
dinikmati dimana saja. Menurut Sujono dan Rivai (1990 : 46) bahwa gambar,
lukisan, kartun, ilustrasi dan foto bias digunakan oleh guru secara efektif dalam
proses belajar mengajar. Media gambar selain murah dan mudah pengadaannya
dapat mempermudah menyampaikan materi pelajaran dan juga dapat mendorong
minat siswa dalam belajar.
Selain itu gambar juga dapat diartikan sebagai dua dimensi yang
merupakan gambar dari tempat, orang atau suatu kejadian dan peristiwa
(Latuheru, 1988). Demikian juga dengan pengertian yang dikemukakan
Poerdaminto (1987) bahwa gambar adalah foto atau sejenisnya yang
menampakkan orang, bingatang, tempat atau benda. Kemampuan media gambar
dalam pembelajaran juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (1992 : 70) dimana
media gambar dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan
berbahasa, kegiatan seni dan pernyataan kreatifitas dalam bercerita, dramatisasi,
bacaan, penuliasan, melukis dan menggambar serta membantu mereka
menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi. Selain itu media gambar dapat
digunakan oleh guru secara efektif dalam proses belajar-mengajar untuk setiap
jenjang pendidikan dan berbagai disiplin ilmu.
Jenis Media Gambar
Menurut Daryanto (1993 :41) dalam bukunya yang berjudul Media
Visual menyebutkan bahwa jenis media gambar ada 2 yaitu:
a. Media Gambar Tunggal
Adalah suatu kesatuan iformasi yang dituangkan atau dijelaskan dalam
satu lembar kertas
b. Media Gambar Seri
Adalah suatu kesatuan inforamasi yang dituangkan ke dalam beberapa
tahapan atau dibuat berseri dalam satu lembar sehingga dalam satu kesatuan
informasi memerlukan beberapa gambar.
Peneliti memilih media gambar tunggal, alasannya penggunaan media
gambar tunggal akan lebih memudahkan bagi siswa karena mereka tidak harus

8
terikat dengan gambar lainnya dan tidak harus mencari kalimat penghubung yang
tepat, agar gambar-gambar tersebut dapat menjadi suatu certa seperti halnya jika
menggunakan gambar seri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ngalim Purwanto
(1997 :48) gambar seri lebih sukar digunakan oleh siswa karena terikat, mereka
harus mencari kalimat penghubung yang tepat, agar gambar-gambar tersebut
menjadi suatu cerita.
Karakteristik Media Gambar
Penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah untuk
memudahkan siswa dalam menerima materi, akan tetapi dalam pemanfaatan atau
penggunaan media harus dilihat dan dipahami karakteristik dari media tersebut.
Sebelum dipiih dan digunakan dalam suatu ppembelajaran agar tujuan yang
diharapkan dapat tercapai yaitu dapat membantu dalam kegiatan pembelajaran.
Begitu juga dengan pemanfaatan media gambar perlu diketahuhi kelebihan dan
kelemahannya.
Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul Media
Pendidikan (1989: 97) menjelaskan bahwa gambar mempunyai nilai dalam
pendidikan, beberapa alas an atau kelebihan sebagai dasar penggunaan media
gambar adalah :
Kelebihan
1. Gambar bersifat konkrit. Melalui gambar para siswa dapat melihat dengan
jelas sesuatu yang sedang dibicarakan atau didiskusikan dalam kelas.
2. Gambar dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Tidak semua benda,
obyek atau peristiwa dapat dibawa ke dalam kelas. Artinya dimungkinkan
adanya benda atau obyek yang ukurannya terlalu besar sehingga tidak
memungkinkan untuk dibawa ke dalam kelas.
3. Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan pada obyek atau benda-
benda yang ukurannya terlalu kecil, sangat terbatas untuk diamati dengan
indera kita misalnya: sel-sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup
sehingga untuk dapat mengajarkannya dapat menggunakan media gambar.
4. Dari segi biaya media gambar termasuk media yang paling murah
5. Gambar dapat mengembangkan minat atau perhatian siswa

9
6. Membuat pelajarn lebih menjadi lebih baku, setiap pelajar yang melihat akan
menerima esan yang sama atau mencegah tafsiran yang berbeda-beda.
7. Membuat pelajaran lebih menarik, sebagai perhatian dan membuat siswa
tetap memperhatikan dan dapat menimbulkan keingintahuan yang
menybabkan sisa berpikir.
Kekurangan
1. Penggunaan media gambar hanya menekankan pada persepsi indera
penglihatan.
2. Ukuran sangat terbta bila digunakan untuk kelompok yang besar.
Sedangkan menurut Nana Sudjana (1991:70) menyatakan bahwa
gambar atau fotografi pada dasarnya mendorong siswa membangkitkan minatnya
pada pelajaran dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni,
drama, bacaan, penulisan serta membantu mereka mengingat-ingat isi bacaan dari
buku teks.
Pendapat lain juga dikemukakan oleh Sudjono dan Rivai (1990 :14)
bahwa media gambar dapat membangkitakan siswa terhadap materi yang
diberikan dan membantu mereka dalam mengembangkan ilustrasi kemampuan
berbahasa dan dapat menafsirkan materi dalam buku teks.
Selain itu menurut Oemar Hamalik (1989 : 69) dalam memilih
gambar-gambar yang baik, pada lazimnya criteria-kriteria dibawah ini dapat
digunakan:
a. Keaslian gambar
Gambar menunjukkan situasi yag sebenarnya seperti melihat keadaan atau
benda yang sesungguhnya
b. Kesederhanaan
Gambar sederhana dalam pewarnaan, menimbulkan kesan tertentu, jangan
sampai anak menjadi bingung dan tidak tertarik dengan gambar tersebut

3. Media Audio Visual


Dengan karakteritik yang lebih lengkap, media audio visual
memiliki kemampuan untuk dapat mengatasi kekurangan dari media audio
atau media visual semata, misalnya film bingkai dilengkapi dengan media

10
suara. Menurut karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi
dua yaitu media audio visual diam (slow scan TV, time shared TV, TV
diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, dan buku bersuara), dan
media audio visual gerak (film bersuara, pita video, film Tv, TV,
holografi, video tapes, dan gambar bersuara).
Televisi adalah media yang menyampaikan pesan melalui gambar
gerak yang dilengkapi suara, TV memiliki kekurangan yaitu guru tidak
dapat memilih atau mengontrol program yang relevan dan tidak bisa
menyesuaikan jadwal siaran dengan jadwal sekolah. Sedangkan
kelebihannya dapat memanfaatkan sumber-sumber lokal untuk
kepentingan pengajaran, dan dapat mengatasi kekurangan sarana dan
prasarana.
Film juga sepertihalnya TV yang dapat dimanfaatkan untuk
pengajaran, kelebibihan dari film ini adalah lebih mendekati realitas, lebih
menarik perhatian siswa, dapat mengatasi keterbatasan intra penglihatan,
dapat diputar ulang, dapat menambah wawasan anak, dapat mengatasi
keterbatasan waktu dan ruang, dapat menampilkan gerak yang dipercepat
atau diperlambat, dan dapat menggunakan proses. Sedangkan
kelemahannya biaya produksinya tinggi dan pemakaiannya perlu ruang
gelap.
Video media ini sangat populer di masyarakat, kelebihan dari
media ini yaitu penyajiannya tidak memerlukan ruang gelap, program
dapat diputar berulang-ulang, progam yang rumit atau berbahaya dapat
direka terlebih dahulu, dan mudah dikontrol oleh guru. Sedangkan
keterbatasannya antara lain daya jangkaunya terbatas, sifat komunikasinya
satu arah, dan peralatannya cukup mahal.

4. Media Serbaneka
Karena begitu beragamnya media maka ada pula perbedaan
karakteristiknya dan karena itu tidak digolongkan ke media audio, media
visual maupun media audio visual, beberapa media yang digolongkan
kedalam media serbaneka antara lain:

11
a) papan tulis (chalkboard, papan buletin (bulletin board), papan flannel
(flanned board), papan magnetik (magnetic board), papan listrik
(electric board)
b) media tiga dimensi yaitu media yang dapat memberikan perasaan akan
realita, media tiga dimensi yang banyak digunakan dalam pengajaran
adalah model dan mock-ups ( mewujudkan suatu benda secara terskala,
yang ukurannya mungkin sama, lebih kecil atau lebih besar dari
aslinya), diorama (pemandangan tiga dimensi mini dari suatu obyek,
kejadian atau proses yang disusun atas berbagai simbul dan bahan-
bahan nyata yang bertujuan untuk menggambarkan pemandangan yang
sebenarnya.
c) Realita adalah benda-benda nyata apa adanya atau aslinya tanpa
perubahan, tapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh guru
dalam penggunaan media ini yaitu benda nyata memiliki banyak
macamnya, bagaimana cara agar benda nyata itu sesuai dengan praktek
belajar mengajar dikelas, dari mana kita memperoleh benda-benda
nyata tersebut.
d) Sumber belajar pada masyarakat, begitu banyaknya sumberbelajar dan
kegiatan yang dapat dimanfaatkan dari masyarakat sebagai sumber
informasi bagi siswa, memang untuk dapat menemukanya guru harus
cukup energik dan imajinatif, karena pemanfaatan sumber belajar pada
masyarakat tidak saja akan melibatkan orang, tempat, benda-benda
tetapi juga ide-ide dan semua itu akan menambah vitalitas dan realitas
belajar. Sumber belajar ini bisa melalui karya wisata atau kemah kerja.

12
BAB III
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

A. Penyajian Data
Untuk mengumpulkan data di lapangan, peneliti menggunakan dua
macam metode, yaitu melalui angket dan observasi. dilakukan sebanyak dua
kali dengan salah satu menggunakan sistem pemberian nilai partisipasi.
Berikut perolehan data dengan menggunakan metode pertama (responden 38
siswa):
1. Apakah pelajaran Geografi pelajaran yang menarik?
a. Ya = 9 siswa
b. Tidak = 29 siswa
2. Jika tidak, apa alasan Anda?
a. Pelajaran hafalan = 11 siswa
b. Sukar dimengerti = 14 siswa
c. Lain-lain = 4 siswa
3. Apa yang kamu inginkan supaya pelajaran geografi tidak membosankan?
a. Menggunakan media gambar = 17 siswa
b. Dibuat permainan = 10 siswa
c. Dibentuk kelompok diskusi = 7 siswa
d. Lain-lain = 4 siswa

Sedangkan pada pengumpulan data dengan metode kedua pada saat


setelah menggunakan media visual diperoleh hasil sebagai berikut (responden
38 siswa):
Jumlah siswa
Minat / tertarik Tidak minat / tidak tertarik
Minat belajar
(dengan bertanya & (tidak bertanya & tidak
menjawab pertanyaan) menjawab pertanyaan)
Tanpa media visual 9 siswa 29 siswa
Dengan media visual 23 siswa 15 siswa

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

13
DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 19
Jl. Kedung Cowek 390 Surabaya Telp. (031) 51504844 - Fax. 51501009

NILAI PARTISIPASI
Kelas : XI-IPS 4
Tgl : 3 Agustus 2010
Partisipasi
NO NIS NAMA 1 2
Tanya Jawab Tanya Jawab
1 8055 Ery Febrianty *
2 8061 Lathoiful Minan
3 8072 Shariya Novita
4 8084 Alsha Yulchikita *
5 8095 FajarRizky Arifan *
6 8101 Jakaria Irfanni *
7 8111 Putri Sulistya Ningrum *
8 8126 Dany Bagus Kurniawan
9 8128 Dewy Purwaningsih *
10 8140 Martini Inne Carella *
11 8141 Moh. Reza Setiawan
12 8152 Shendy Yanuar K. *
13 8154 Syeila Dina Camelia *
14 8257 Ravika Megarisma *
15 8158 Rido
16 8165 Didin Eva Riani *
17 8175 Gusti Prayoga
18 8183 Ratna Wulandari *
19 8185 Rio Chandra
20 8199 Asmaul Husna
21 8204 Diana Tofan Fatchana *
22 8220 Novi Suryani *
23 8222 Ratih Lancar Sari *
24 8239 Ella Ratna Johari *
25 8264 Yeni Rahma Mei S. *
26 8292 Renita Nendi A.
27 8294 Rizal Putra P.
28 8297 Sella Kurniawati *
29 8303 Wisnu Wardhana *
30 8310 Dita Ayu Trisnawati *
31 8313 Edwin Denis Hartono
32 8321 Moch. Nur Riski A.
33 8322 Much. Muzzammil
34 8333 Siti Rahma *
35 8356 Farah Ihya U.H.
36 8358 Indah Suryaning R. *

14
37 8370 Mutiara Megasari
38 8375 Rio Adi Santoso *

B. Analisis Data
Melalui pengumpulan data menggunakan metode angket terhadap 38
siswa XI-IPS4 SMA Negeri 19 Surabaya tentang pengaruh penggunaan media
visual minat belajar pada mata pelajaran geografi, saat sebelum menggunakan
media visual terdapat 29 siswa (61%) tidak minat / tidak tertarik. Dengan alasan
merupakan pelajaran hafalan (11 siswa), sukar dimengerti (14 siswa) dan lain-lain
(4 siswa) . Untuk lebih jelasnya, berikut diagram lingkaran hasil perolehan data
dari kelas XI-IPS4

Diagram 1. Minat Siswa terhadap geografi ketika tidak menggunakan media visual

Diagram 2. Alasan siswa tidak minat

15
Melalui pengumpulan data menggunakan metodei observasi tentang
pengaruh penggunaan media visual minat belajar pada mata pelajaran geografi,
setelah menggunakan media visual terdapat 23 siswa (61%) minat / tertarik
(dengan bertanya dan menjawab pertanyaan) dan 15 sisanya (39%) tidak minat /
tidak tertarik (dengan tidak bertanya & tidak menjawab pertanyaan). Untuk 23
siswa yang minat / tertarik 14 diantaranya bertanya dan 9 menjawab pertanyaan.
Untuk lebih jelasnya, berikut diagram lingkaran hasil perolehan data dari kelas
XI-IPS4

Diagram 3. Minat Siswa terhadap geografi ketika menggunakan media visual

Diagram 4. Siswa yang minat terhadap geografi

16
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Menumbuhkan minat/ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran
geografi dapat dilakukan secara efektif dengan cara menggunakan media
visual baik dalam bentuk power point, gambar dan video. Melalui media
visual siswa minat/tertarik siswa terhadap mata pelajaran geografi, terbukti
sebelum menggunakan media visual hanya terdapat 9 siswa yang
minat/tertarik. Namun setelah menggunakan media visual terdapat 23 siswa
yang minat/tertarik.

B. Saran
Untuk perolehan data yang lebih valid, hendaknya kuantitas
responden dalam proses pengambilan data lebih ditingkatkan.
Sebaiknya dalam proses pengambilan data tidak hanya sekali, tetapi
lebih dari sekali sehingga didapatkan data yang lebih valid yang dapat
dipertanggung jawabkan
Dalam meningkatkan minat/ketertarikan siswa terhadap mata
pelajaran geografi hendaknya guru memiliki daya kretifitas yang tinggi agar
dapat membuat bermacam-macam media.

17
DAFTAR PUSTAKA

1. Asyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Grafindo Persada


2. Sudjana, Nana.1992. Media Pengajaran. Bandung : CV Sinar Baru
Bandung
3. Sudjana dan Rivai. 1990. Media Pengajaran. Bandung. Bandung : CV
Sinar Baru.
4. Media Visual Untuk Pembelajaran Geografi, Yeni Mayang Sari,
alamat http://yenimayangsarii.blogspot.com/ diposting 17 November
2009, diunduh pada tanggal 16 september 2010
5. Pembelajaran geografi, Kurnia, alamat http://kurnia-
geografi.blogspot.com/ diposting 13 Juli 2010 diunduh pada tanggal 16
september 2010

18