Anda di halaman 1dari 1

MENGAPA PESAWAT BISA TERBANG?

Dibanding mobil dan kapal laut, pesawat terbang tergolong moda transpor paling r
umit. Pesawat perlu tubuh, sayap, dan mesin untuk bisa menjamin bisa mengudara.
Namun, bagaimana proses terbang terjadi, boleh jadi banyak di antara kita pun ma
sih belum memahami. Bagaimana itu bisa terjadi?
Kita beruntung hidup di zaman sekarang. Sebab, untuk memahaminya sudah tak serum
it saat Wright Bersaudara berupaya menguaknya. Cukup simak posisi penampang saya
p dan ikuti ke mana arah gaya bekerja.
Sayap, bagaimana pun, adalah bagian terpenting yang bisa membawanya terbang. Pen
ampang yang berbentuk aerofoil, di desain sedemikian rupa, sehingga akan menimbu
lkan gaya angkat jika dipaksa maju dengan cepat. Bagaimana itu bisa terjadi, tak
sulit untuk dipahami. Semua ini berkaitan dengan Hukum Bernoulli yang pernah di
ajarkan di bangku SMP.
Ketika udara mengaliri penampang dari depan ke belakang, akan terjadi pemampatan
udara yang berbeda pada sisi atas dan bawah. Pada kecepatan dan sudut sayap ter
tentu akan muncul gaya angkat atau lift. Tubuh pesawat pun akan mengudara karena
gaya angkatnya lebih besar dari gaya berat (weight).
Hingga batas-batas tertentu, lift akan meningkat begitu kecepatan dan sudut saya
p diperbesar. Sudut sayap, adalah sudut yang terjadi antara garis lateralnya den
gan posisi horizontal bumi. Dalam dunia penerbangan, sudut ini biasa dikenal seb
agai angle of attack.
Selain lift dan weight, dua gaya lain yang bekerja pada sebuah pesawat adalah ga
ya dorong (thrust) dan gaya hambat (drag). Thrust bisa diatur dengan "memainkan"
putaran mesin pendorong. Ketika gaya dorong mulai melebihi weight, pesawat akan
mulai menggelinding di landasan. Nah, begitu lift muncul dan besarnya melebihi
drag, pesawat pun mengudara.
Di udara, pesawat selanjutnya bisa dibuat menanjak dengan memperbesar angle of a
ttack. Namun, begitu sudut serang ini dibuat lebih besar dari batas maksimumnya,
pesawat akan serta-merta kehilangan gaya angkat. Ia selanjutnya akan segera jat
uh bagai daun. Proses ini biasa dinamakan stall.
Seberapa besar angle of attack amat tergantung dari jenis pesawat. Begitu pula d
engan besar awal gaya dorong yang bisa menciptakan gaya angkat. Semakin besar pe
sawat akan semakin dituntut gaya dorong yang semakin besar.
Pesawat bisa terbang ke segala arah, menanti gerak kemudi pilot. Kalau kemudi di
putar ke kiri, pesawat akan banking ke kiri. Demikian pula sebaliknya. Gerakan i
ni ditentukan bilah aileron di kedua ujung sayap utama. Lalu, jika pedal kiri at
au kanan diinjak, pesawat akan bergerak maju ke kiri atau ke kanan. Dalam hal in
i yang bergerak adalah bilah rudder. Posisinya di belakang sayap tegak (di ekor)
.
Berbeda jika gagang kemudi di tarik atau didorong. Pesawat akan menanjak atau me
nukik. Penentu gerakan ini adalah bilah kemudi elevator yang terletak di kedua b
ilah sayap ekor horizontal. (adr)
http://www.angkasa-online.com/13/08/sebaiknya/sebaiknya1.htm