P. 1
Annual Report PTPN IX

Annual Report PTPN IX

|Views: 1,401|Likes:
Dipublikasikan oleh nadiaanggita

More info:

Published by: nadiaanggita on Nov 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (Persero

)

Daftar Isi List of Contents

IHKTISAR KEUANGAN Financial Highligts LAPORAN DEWAN KOMISARIS Board of Commissioner’s Report LAPORAN DIREKSI Board of Director’s Report PROFIL PERUSAHAAN Company Profile STRUKTUR ORGANISASI Organization’s Structure LOKASI UNIT USAHA Business Unit Location SUMBER DAYA MANUSIA Human Resource PROFIL KOMISARIS Board of Commissioner’s Profile PROFIL DIREKSI Board of Director’s Profile ANALISA MANAJEMEN Management Analisys TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Independent Auditor’s Report

1 3

6 9

12

13

14

17

19 21

40 53

Laporan Tahunan ini dimaksudkan untuk memberi gambaran yang jelas dan positif terhadap perusahaan tanpa mengabaikan kebenaran, untuk menjaga agar pihak pihak yang berkepentingan selalu mendapatkan informasi mengenai perusahaan. It is the mission of this Annual Report to create a clear and positive picture of the company without distorting the truth, to keep our stakeholders informed.

IKHTISAR KEUANGAN Finacial Highlights
Informasi Keuangan Selama 5 (Lima) tahun Buku 2002 – 2006 (Rp. Juta) URAIAN TAHUN 2002 395.218 419.893 (24.675) (98.800) (151.869) 556.797 318.092 441.548 462.295 57.289 519.584 99.174 225.380 16.012 2003 680.257 606.918 73.338 (7.963) (60.226) 582.940 319.527 471.402 568.188 41.458 609.646 (62.474) 27.731 18.716 I YEAR 2005 945.705 745.409 200.295 119.336 137.924 857.016 466.956 733.357 654.000 150.334 804.335 193.377) 32.777 25.403 2006 1.092.628 782.721 309.907 211.334 127.312 924.722 483.779 791.530 599.354 134.803 734.157 (51.022) 37.894 36.669 Key Financial Indicators In 5 (Five) Year Book 2002 – 2006 (Rp. Million) DESCRIPTION

2004 634.911 503.270 131.641 53.648 23.421 574.080 276.049 574.080 480.822 96.543 577.365 (131.344) 30.896 22.598

Hasil Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (rugi) Kotor Laba (rugi) Usaha Laba (rugi) Bersih Total Aktiva Aktiva Lancar Modal Digunakan Hutang Lancar Hutang Jangka Panjang Total Hutang Modal Sendiri Investasi - Tanaman - Non Tanaman Rasio – Rasio Keuangan

Sales Cost of Goods Sold Gross Profiy (Loss) Operating Profit (Loss) Net Profit (Loss) Total asset Current Asset CapitalEmployed Current Liability L o n g Te r m L i a b i l i t y Total Liability Equity Investment - Plants - Non Plants Financial Ratio

Rentabilitas (%) - Return on Assets (ROA) - Return on Equity (ROE) Likuiditas (%) - Current Ratio - Cash Ratio Solvabilitas (%) Debt Equity Ratio (DER)

(27.28) (148.16) 68.81 0.01 107.16 13.96

(10.33) (225.52) 56.24 0.01 95.62 (22.83)

4.08 (15.98) 57.41 0.03 99.43 (175.76)

16.09 (45.26) 71.40 0.03 106.55 15.27

13.77 (249.52) 80.72 0.04 125.96 3.85

Rentability (%) - Return on Assets (ROA) - Return on Equity (ROE) Likuidity (%) - Current Ratio - Cash Ratio Solvability (%) Debt Equity Ratio (DER)

INFORMASI HARGA SAHAM PTPN IX (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Listed mempunyai modal dasar yang ditempatkan sebesar jumlah modal dasar sebesar Rp. 300.000.000.000,00 (Tiga Ratus Milyar Rupiah) dan modal ditempatkan sebesar Rp. 165.000.000.000,00. (Seratus Enam Puluh Lima Milyar Rupiah).

INFORMATION OF SHARE PTPN IX (Persero) as a state owned enterprise non listed is a wholly owned by the government of Republic of Indonesia having the company statutory capital of Rp. 300.000.000.000 (Three Hundred Billions Rupiah) of the statutory capital, and paid up capital of Rp. 165.000.000.000 (One Hundred and Sixty Five Billions Rupiah).

Laporan Tahunan

1

“ The performance achievements in 2006 were brought by hardwork from all of management level in PTPN IX (Persero) ”
(Board of Commissioner)

Komisaris Utama I President Commissioner

Drs. H. Sobana Suwarna, Ak, SH.

2

Annual Report

LAPORAN DEWAN KOMISARIS Board of commissioner’s Report

Kinerja PTPN IX (Persero) di tahun 2006 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dengan angka penjua1an mencapai Rp 1.092,6 miliar dan laba usaha sebesar Rp 261,1 miliar serta laba sebelum pajak sebesar Rp 154,4 miliar. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2005, maka penjua1an tahun 2006 meningkat sebesar 15,54%, sedangkan laba usaha meningkat sebesar 59,12% dan laba sebelum pajak meningkat sebesar 11,97%. Sedangkan total aset per 31 Desember 2006 ditutup dengan jumlah Rp 924,7 miliar dan total ekuitas mencapai sebesar Rp 190,6 miliar. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2005, total aset dan ekuitas mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 7,90% dan 261,73%. Pencapaian kinerja tahun 2006 tentunya tidak terlepas dari berbagai upaya dan kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Perkebunan Nusantara IX (Persero ). Upaya peningkatan kinerja perusahaan yang telah dilakukan pada tahun 2006 antara lain meliputi : 1. Melakukan konversi tanaman yang memiliki produktivitas rendah ke tanaman yang memberikan prospek lebih baik, seperti tanaman teh ke tanaman karet, penanaman tebu di areal tanaman tahunan yang masih belum dimanfaatkan atau kurang cocok untuk budidaya tanaman tahunan. 2. Mengembangkan industri hilir dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan baik dilakukan sendiri maupun dengan cara kerjasama dengan pihak ketiga sebagaimana telah dilakukan dalam pemasaran kopi bubuk Banaran. 3. Memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dengan cara mengembangkan agrowisata di lokasi yang potensial seperti Kampoeng Kopi Banaran, Kebun Teh Kaligua dan wisata sejarah di PG Tasikmadu dan PG Pangka. 4. Memberdayakan aset non produktif melalui kerjasama dengan pihak ketiga seperti menghidupkan kembali PG Cepiring yang direncanakan akan mulai beroperasi pada semester II tahun 2007. 5. Melakukan penyempurnaan organisasi perusahaan dan meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan serta perbaikan sistem administrasi perusahaan termasuk penyusunan dan penyempurnaan prosedur operasi standar (standard operating procedure). 6. Mengupayakan pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) secara konsisten.

The Performance of PTPN IX (Persero) in 2006 was considerable good with the selling reach RP. 1,092.6 billions, operating profit reach Rp. 261.1 billions and profit before tax reach Rp. 154.4 billions. There is improvement in selling (15.54%), operating profit (59.12%) and profit before tax (11.97%) if comparing than that in 2005. Total asset as of December 31, 2006 is Rp. 924.7 billions and total equity Rp. 190.6 billions, means that there is improvement 7.90% and 261.73% than 2005.

The performance achievements in 2006 were brought by hardwork from all of management level in PTPN IX (Persero), some efforts to improve company’s performance in 2006 such as :

1. Conducting plants convertion from plants whose low productivity change to plants whose better prospect, like changing tea to rubber, planting the sugar cane on unused land or unsuitable land for beneficial effort of perennial crops. 2. Developing of downstream industry to improve added value for company, by company it self or joint with third party such as marketing of Banaran Coffee’s. 3. Using available opportunity to improve company income by develop agrotourism in potential place such as Banaran Coffee Village, Kaligua Tea Garden and History Tourism in Tasik Madu and Pangka sugar refinery. 4. Empowering non productive asset by cooperation with third party such as revive Cepiring sugar refinery which will operate in second semester of 2007. 5. To complete company organization and improve human resource quality through various education and training also company administration system remanaging including standard operating procedure compilation. 6. The effort of Good Corporate Governance implementation consistenly.

Kami menyadari bahwa hanya sebagian kecil upaya-upaya peningkatan kinerja yang telah dilakukan dapat dirasakan hasilnya dalam tahun yang sama, sedangkan sebagian besar baru akan menampakkan hasilnya di tahun-tahun yang akan datang. Kami selalu menekankan ke seluruh jajaran PTPN IX (Persero) untuk tidak mengejar pencapaian indikator aspek finansial semata, namun tidak kalah penting adalah pencapaian indikator aspek non finansial seperti produktivitas tanaman, keragaan tanaman serta efisiensi alat produksi.

We realize that only a little part of achievement can be seen in the same year, and a big part will be show the result next coming year. We always expect to all management of PTPN IX (Persero) to achieve all aspect indicator not only financial, such as plants productivity, various plants and also production equipment efficiency.

Laporan Tahunan

3

DEWAN KOMISARIS | BOARD OF COMMISSIONER Dari kiri ke kanan | From Left to Right Drs. Muh. Zamkhani, MBA, DR. Noer Soetrisno, MA, Drs. H. Sobana Suwarna, Ak, SH, DR. H Soekarno Wirokartono, DR. Ir. Kaman Nainggolan

Indikator aspek finansial pada dasarnya merupakan hasil dari suatu proses dan sangat ditentukan oleh aspek non finansial. Oleh karena itu perbaikan harus selalu mencakup aspek finansial maupun non finansial agar perusahaan dapat menjaga kelangsungan usahanya serta tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Selama tahun 2006 Dewan Komisaris telah bekerja sama secara aktif dengan Direksi dalam fungsinya melakukan tindakan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam menjalankan perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi tentang arahan strategi bisnis, pembentukan kebijakan, serta memberikan persetujuan atas tindakan korporasi yang mensyaratkan persetujuan Dewan Komisaris, antara lain memberi persetujuan atas investasi dan pembagian dividen kepada para pemegang saham dan sebagainya. Dewan Komisaris menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepada PTPN IX (Persero) Kami yakin, dengan dukungan para pemegang saham, PTPN IX (Persero) akan mampu mewujudkan apa yang ditargetkan dalam strategi bisnis tahun 2007 serta memberikan nilainilai yang lebih mengesankan guna meraih pertumbuhan yang lebih besar di masa-masa mendatang. Secara khusus, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran Direksi, tim manajemen dan seluruh karyawan PTPN IX (Persero) atas kinerja dan pertumbuhan yang gemilang ini.

Financial aspect indicators basicly is the result of a process and mainly determined by non financial aspect. By the way, improvement must be done on all of aspect to make company able to maintain and develop business for excellent sustainability. Along 2006 Board of Commissioner has actively cooperated with Board of Director in execute its function in doing supervision on Board of Director decision on running the business also give advise to Board of Director for business strategy, making decision, and give approval for company action with need Board of Commissioner approval, such as investment, deviden payment, etc.

Board of Commissioner would like to appreciate to all shareholder for their trust to PTPN IX (Persero). We believe that with their support, PTPN IX (Persero) able to realize the target in 2007 business strategy and give impressive value to reach a better achievement in the future. We also address appreciation to Board of Director and all management level of PTPN IX (Persero) for successful performance.

4

Annual Report

“ There is improvement in company’s performance in 2006 by the increasing company’s profit Rp. 154.43 billions before tax comparing in 2005 of Rp. 137.92 billions “
(Board of Director)

Direktur Utama I President Director

S. Hartoyo, SE

Laporan Tahunan

5

LAPORAN DIREKSI Board of Director’s Report

Secara makro kondisi ekonomi sepanjang tahun 2006 relatif stabil meski perkembangannya tidak mudah diprediksi. Tingkat inflasi sampai Q3 masih tinggi namun menjelang akhir tahun 2006 mulai menurun. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus dapat dilewati dengan baik agar arahan bisnis tahun 2006 dapat diraih. Arahan bisnis ini dijabarkan dalam beberapa langkah strategis, antara lain: 1. Penguasaan pasar yang efektif, melalui pengaturan penggarapan pasar (market coverage) yang maksimal agar lebih tepat dalam memberikan solusi dan memenangkan persaingan, dengan tetap dalam koridor manajemen berkualitas. 2. Meningkatkan produktivitas, baik aset maupun karyawan. 3. Memperkuat Manajemen Kualitas dan ManajemenLingkungan yang sesuai dengan standar internasional Kinerja PTPN IX (Persero) pada tahun 2006 terjadi peningkatan, hal ini ditandai dengan meningkatnya laba perusahaan pada tahun 2006 sebesar Rp. 154,43 miliar sebelum pajak setelah pada tahun 2005 perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp. 137,92 miliar. Kondisi ini ditunjang dengan membaiknya harga komoditas yang dikelola khususnya karet dan upaya-upaya efisiensi di segala bidang serta peningkatan produktivitas tanaman. Prestasi yang telah dicapai oleh perusahaan dalam tahun 2006 merupakan kelanjutan sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari peran serta aktif seluruh manajemen dan karyawan PTPN IX (Persero). Manajemen sebelumnya dipimpin oleh Dewan Direksi yang masa jabatannya telah berakhir pada akhir desember 2006. Untuk kontinuitas kegiatan manajerial telah diangkat Dewan Direksi baru melalui KEP-135/MBU/2006 tanggal 27 Desember 2006 dan KEP-39/MBU/2007 tanggal 4 April 2007 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN IX (Persero). Adalah tugas Direksi sekarang untuk melanjutkan sukses yang selama ini telah berhasil dicapai PTPN IX (Persero). Bukanlah tugas yang ringan mengingat kondisi perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih dari krisis. Perusahaan akan terus menghadapi eskalasi upah tenaga kerja, harga barang bahan serta BBM sebagai variabel utama penentu harga pokok produksi. Direksi sepenuhnya menyadari bahwa kondisi pasar yang terus berubah, kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, teknologi yang semakin konvergen, dan persaingan yang semakin ketat tidak boleh menyurutkan semangat kami. Kondisi ini justru memacu kami untuk harus melakukan langkahlangkah strategis agar dapat memberikan yang terbaik kepada stakeholder. Manajemen PTPN IX (Persero) optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Langkah-langkah revitalisasi dan restrukturisasi telah dilaksanakan antara lain melalui pemberdayaan seluruh asset PTPN IX (Persero). Strategi pemasaran produk hilir pun lebih berkembang dengan penunjukan PT. Nusa Agro Lestari sebagai distributor tunggal kopi merk Banaran. Wisata agro berbasis edukasi lebih dikembangkan pada perkebunan teh yaitu Kaligua, kopi robusta yaitu Kampoeng Kopi Banaran serta paket wisata sejarah di PG Tasikmadu dan PG Pangka. Diharapkan dengan langkah-langkah ini akan memberi nilai tambah bagi PTPN IX (Persero) yang selama ini masih mengandalkan komoditas utama yaitu karet sebagai kontributor laba. 6
Annual Report

Along 2006, the economic condition in macro is relatively stable. However, the inflation up Q3 is still high. Up to end 2006 the inflation is going down. Those condition is a challenge to be trough to make business direction in 2006 can be achieved. The business direction can be subscibed in some strategic steps, such as :

1. The effective market command, by maximal rule the market coverage to give a better solution and win the competition and still in qualified management. 2. I n c r e a s e p r o d u c t i v i t y , a s w e l l a s s e t a n d e m p l o y e e s . 3. To strong qualified management and suitable environment management with international standard. There is improvement in company’s performance in 2006 by the increasing company’s profit Rp. 154.43 billions before tax comparing in 2005 of Rp. 137.92 billions. This condition supported by increasing selling price for rubber, some efficiency on all of aspect and also plant productivity improvement.

The achievements in 2006 is sustainable success from previous years as the result of all PTPN IX (Persero) management and enployee’s participation. The previous Board of Director was ended on December 2006. As the replacement, new Board of Director has appointed refer to State Owned Enterprise Minister Decree No. KEP-135/MBU/2006 date on December 27, 2006 and Kep-39/MBU/2007 date on April 4, 2007 regarding the changing of PTPN IX (Persero) board of Director composition.

Task of Board of Director in continue the success of PTPN IX (Persero). It is not small job considering the Indonesian economic condition is not fully heal from the crisis. The company will face the problem of labour wages escalation, price of raw material and fuel as the main variable of production basic price. Board of Director realize that market condition is changing, needs of customer is going variety, technology become convergent and the competition is going tighter. Those condition must not make our spirit down to give the best result to stakeholder.

The management of PTPN IX (Persero) are optimist in improving company’s performance. The revitalization and restructurization has been done trough empowering all of company’s asset. Downstream market strategy was more developed by the appointment of PT Nusa Agro Lestari as the only distributor of Banaran Coffee. Agrotourism with education basic is developed on Kaligua Tea Garden, Banaran Coffee, Vilage History Tourism in Tasik Madu and Pangka sugar refineries. We expect these steps will give some added value to PTPN IX (Persero) which count on the main commodity, rubber as the profit contributor.

Dari kiri ke kanan I From left to right Ir. H. Edi Herawan Sobiran, Ir. H. Iman Nugroho, S. Hartoyo, SE, Drs. H. Akhmad Amien Mastur,MBA, Ir. H. Dwi Santosa

Sejalan dengan program pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan ketahanan energi, perusahaan juga telah melaksanakan program ketahanan energi dan pangan melalui penanaman pohon jarak pagar, penggunaan bahan bakar non fuel (kayu bakar, batu bara, sekam padi, ampas, daduk/klaras tebu) dan penanaman tanaman pangan dengan sistem tumpangsari pada areal TTI dan TBM Karet. Ke depan, perjalanan PTPN IX (Persero) akan tetap penuh dinamika dalam bentuk inovasi strategi bisnis guna mencapai kinerja terbaik bagi stakeholders. Permintaan Produk hilir komoditas perkebunan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan PTPN IX (Persero) dengan dukungan para mitra usaha siap menjawab kebutuhan yang ada. PTPN IX (Persero) juga akan memfokuskan pada peningkatan produktivitas dan memperkuat kualitas serta proses manajemen dalam usahanya untuk menggarap pasar secara lebih efektif. PTPN IX (Persero) menyadari bahwa tantangan di masa depan tidak semakin ringan, khususnya menghadapi persaingan bisnis di era globalisasi. Meskipun demikian, dengan pengalaman dan kompetensi yang dimilki selama ini menjadikan PTPN IX (Persero) semakin matang dan karenanya PTPN IX (Persero) optimis melangkah maju guna menjadi penyedia beragam komoditas berbasis pertanian yang terkemuka di Indonesia. Demikian Laporan Keuangan ini disusun dengan harapan secara umum dapat diketahui dan diperoleh gambaran umum keberadaan maupun kegiatan usaha PTPN IX (Persero) yang merupakan salah satu BUMN di Jawa Tengah.

Along with the government ’s program in proverty decreasing and maintaining energy, the company has executed energy and food maintenance through planting Jatropha Curcas using non fuel gasoline (cooking wooden, coal, etc) and planted food crops by side planting system on areal current year plants (TTI) and rubber immature plants. For the future, the business of company will full of dynamic in business strategy innovation to reach the best performance for stakeholder. The demand for downstream commodity is increasing in some current years and PTPN IX (Persero) with the support of business partner will be ready to face the challenge. PTPN IX (Persero) will also focus on productivity improvement, strong quality, and management process in effort of handle market effectively. PTPN IX (Persero) realize that the challenge of the future is not small, especially the business competition in globalization era. However, with the current experiences and competency makes PTPN IX (Persero) to be matured and optimist to step forward to be top supplier of various commodities base on plantation industry in Indonesia. This Financial report is made to provide general information about the existing and business activities in PTPN IX (Persero) which is one of state owned enterprise in Central Java.

Laporan Tahunan

7

“ The improvement of selling for downstream products of tea, coffee, and sugar is still continue executing in product packaging strategy by the market favourite side “
(The Managements)

Kantor Direksi PTPN IX (Persero), Semarang, Jawa Tengah Head Office of PTPN IX (Persero), Semarang, Central Java

8

Annual Report

PROFIL PERUSAHAAN Company Profile

Nama dan Alamat Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jl. Mugas Dalam (Atas) Semarang, Indonesia. Tel. 0024-8414635 , Fax. 024 8449082 Divisi Tanaman Semusim Jl. RonggoWarsito No. 16, Surakarta, Indonesia Tel. 0271 – 644 220, Fax. 0271- 642028 Riwayat Singkat Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) disingkat PTPN IX (Persero) merupakan perusahaan perkebunan, berdiri pada tanggal 11 Maret 1996 dengan Akta Notaris Harun Kamil, SH Nomor 42 dan Akte Perubahan dari Notaris Sri Rahayu H. Prasetyo, SH Nomor 01 tanggal 9 Agustus 2002. dengan jumlah modal dasar sebesar Rp. 300.000.000.000,00 dan modal ditempatkan sebesar Rp. 165.000.000.000,00. Komoditas utama PTPN IX (Persero) berupa gula, karet, kakao, teh, dan kopi. Struktur organisasi PTPN IX (Persero) tahun 2006 ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Utama No PTPN IX.0/SK/006/2000.SL tanggal 15 Januari 2000, dan telah diubah dengan Surat Keputusan Direktur Utama nomor PTPN IX.0/SK/005/2001.SL tanggal 31 Januari 2001. Sesuai surat keputusan tersebut, mulai tahun 2000 dibentuk Divisi Tanaman Tahunan dan Divisi Tanaman Semusim. Struktur organisasi PTPN IX (Persero) berubah untuk tahun 2007, hal ini disesuaikan dengan keputusan Menteri BUMN No. KEP-39/MBU/2007 tanggal 4 April 2007 perihal penambahan Direktur Bidang Pemasaran dan Renbang.

Name and Company Address PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jl. Mugas Dalam (Atas) Semarang, Indonesia. Tel. 024-8414635 , Fax. 024 8449082 Divisi Tanaman Semusim Jl. RonggoWarsito No. 16, Surakarta, Indonesia Tel. 0271 – 644 220, Fax. 0271- 642028 History of The Company PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) abbreviated to PTPN IX (Persero) is a plantation company, which was established on 11 March 1996 based on notarial deed of Harun Kamil, S.H. No. 42, and amended by notarial deed of Sri Rahayu H. Prasetyo, S.H. No. 01 dated 9 August 2002 with authorized capital of Rp 300.000.000.000,00 and paid-up capital of Rp 165.000.000.000,00. The main commodities of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) are sugar, rubber, cocoa, tea, and coffee.

The 2006 organization structure of PTPN IX (Persero) was stated by Letter of President Director No. PTPN IX.0/SK/006/2000.SL dated 15 January 2000, and has been changed by the letter No. PTPN IX.0/SK/005/2001.SL dated January 31,2001, according to last letter, since 200, There are Perennial Crops Division and Seasonal Crops Division. Since 200, PTPN IX (Persero) structure’s hass been changed by State Owned Enterprise Minister No. KEP-39/MBU/2007 date on April 4, 2007 regarding the new addition of new directorate, Marketing - Researh & Development Director. The Director’s Office of PTPN IX (Persero) which previously located in Surakarta, since 2002 relocated to Semarang, The Office of Seasonal Crops Division located in Surakarta,and the office of Perennial Crops Division located in Semarang. The perennial crops division consist of 15 (fifteen) estates and the seasonal crops division consist of 8 (eight) sugar refineries in Central Java. Business Sector PTPN IX (Persero) is state owned enterprise which operates in agro industry business sector. The main commodities proccessed by PTPN IX (Persero) are seasonal crops such as sugar cane and perennial crops such as rubber, Tea, Coffee and Cocoa . The development of downstream product by PTPN IX (Persero) in 2006 is still focused on product of tea, coffee and sugar with still search internal potency such as beneficial of pala fruit (Myristica fragrans) for syrup which will planning of it production in the medium of 2007. The improvement of selling for downstream products of tea, Coffee, and sugar is still continue executing in product packaging strategy by the market favourite side. The changing of development strategy specially for Banaran Coffee by appointed of PT Nusa Agro Lestari as the authorized distributor and let PTPN IX (Persero) specifically take position as production unit.

Kantor Direksi PTPN IX (Persero) yang sebelumnya berkedudukan di Surakarta, sejak tahun 2002 berkedudukan di Semarang. Kantor Divisi Tanaman Semusim berlokasi di Surakarta, sedangkan Kantor Divisi Tanaman Tahunan berlokasi di Semarang. Unit Divisi Tanaman Tahunan terdiri dari 15 kebun, dan Divisi Tanaman Semusim terdiri 8 pabrik gula yang tersebar di Jawa Tengah. Bidang Usaha PTPN IX (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha agroindustri. Komoditas utama yang dikelola PTPN IX (Persero) yaitu tanaman tahunan antara lain Karet, Teh, Kopi dan Kakao serta tanaman semusim yaitu tebu. Pengembangan Produk Hilir PTPN IX (Persero) selama tahun 2006 masih fokus pada produk teh, kopi dan gula dengan terus menggali potensi internal seperti pemanfaatan buah pala untuk sirup yang realisasi produksinya direncanakan pertengahan tahun 2007. Peningkatan daya jual produk hilir teh, kopi dan gula terus dilakukan dengan pembenahan strategi kemasan produk dengan ukuran-ukuran yang diminati pasar. Perubahan strategi pengembangan khususnya untuk kopi merek Banaran adalah penunjukan PT. Nusa Agro Lestari sebagai distributor tunggal, sehingga PTPN IX (Persero) dalam hal ini lebih spesifik mengambil posisi sebagai unit produksi.

Laporan Tahunan

9

Kawasan Agro Wisata - Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Jawa Tengah Agrotourism Area - Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Central Java

Dalam hal pengembangan dan inovasi usaha yaitu wisata agro, potensi yang dikembangkan adalah wisata agro Kaligua yang berbasis pada perkebunan teh dan Banaran Cafe yang dikembangkan menjadi suatu kawasan wisata agro berbasis perkebunan kopi robusta dengan nama Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba). Pembenahan untuk peningkatan pelayanan dan menghindari kejenuhan konsumen terus dilakukan melalui pelatihan-pelatihan SDM serta penambahan daya tarik wisata secara bertahap. Kinerja Perusahaan Kinerja Perusahaan dihitung menggunakan pedoman SK Menteri BUMN RI No. KEP –100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Kinerja PTPN IX (Persero) tahun 2006 dalam kategori SEHAT (A) dengan total nilai 69,97 dan dibandingkan tahun 2005 dengan nilai 65,96.

For the Business development and innovation in agrotourism, the potency that will be developed is Kaligua, which basic on tea plantation and Banaran Coffee that developed to be agrotourism base on robusta coffee plantation under the brandmark “ Kampoeng Kopi Banaran” (KAKOBA). The developing for Human resource are execute to increasing saticsfactory service and tourism additional to avoid customer gradually.

Company Performance The company performance is rated by State Owned Enterprise Minister Decree No KEP –100/MBU/2002, dated on June 4, 2002.The performance of the company in 2006 is Healthy (A) with the score 69.97 increased compared in 2005 with total score 65.96

Indikator Total Nilai Aspek Keuangan Total Nilai Aspek Operasional Total Nilai Aspek Administrasi Total Nilai Tingkat Kesehatan Perusahaan

2005 37,00 13,96 15,00 65,96 SEHAT (A)

2006 41,25 13,72 15,00 69,97 SEHAT (A)

Indicators Total Score of Financial Aspect Total Score of Operational Aspect Total Score of Administration Aspect Total Score Soundness Financial Position of The Company

10 Annual Report

Tujuan Perusahaan Tujuan perusahaan adalah menumbuh kembangkan perusahaan guna memberikan nilai kepada shareholder dan stakeholder dengan menghasilkan laba yang semakin meningkat (profit growth). Visi dan Misi Perusahaan VISI : Menjadi perusahaan agrobisnis dan agroindustri yang berdaya saing tinggi dan tumbuh berkembang bersama mitra. MISI : Memproduksi dan memasarkan produk karet, teh, kopi, kakao, gula dan tetes ke pasar domestik dan internasional secara profesional untuk menghasilkan pertumbuhan laba (profit growth). Menggunakan teknologi yang menghasilkan produk bernilai (delivery value) yang dikehendaki pasar dengan proses produksi yang ramah lingkungan. Meningkatkan kesejahteraan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta menyelenggarakan pelatihan guna menjaga motivasi karyawan dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja. Mengembangkan produk hilir, agrowisata, dan usaha lainnya untuk mendukung kinerja perusahaan. Membangun sinergi dengan mitra usaha strategis dan masyarakat lingkungan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Bersama petani tebu mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional. Memberdayakan seluruh sumber daya perusahaan dan potensi lingkungan guna mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja. Melaksanakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kesejahteraan masyarakat disekitar lokasi perusahaan. Menjaga kelestarian lingkungan melalui pemeliharaan tanaman dan peningkatan kesuburan tahan.

Company’s Objective The company’s objective is developing company to give value to stakeholder and shareholder by profit growth. The Company’s Vision and Mission Vision : “To be Agrobusiness and agro industry company whose high competitiveness and growing with partners”. Mission : Producing and marketing rubber, tea, coffee, cocoa, white sugar and molasses to domestic and international market professionaly to make profit growt. Using Technology to earn delivery value products thets market demands it by environmental friendly production proccess. Increasing employees welfare, create a healthy working environment and execute training to maintain employees motivation in order working productivity improvement. Developing downstream product , Agrotourism, and others business to support company’s performance. Building sinergy with strategic alliance and business enviroment society to make welfareness. Together sugar cane’s farmer to support government’s program in fulfill national sugar demands. Empowering all of company’s resources and environmental potency to support national economic development trough creating lapangan kerja. Executing the program of community developmet partnership as shape of careness and corporate social responsibility to community welfare arround company’s location. Maintaining environment eternality through managing crops and land nourishing improvement. Company’s Culture Refering to good corporate governance principles (tranparancy, independent, accountablity, and fairness the company’s culture are defined “SEMPURNA”, described as follows : S E (Services), The best services for customer satisfactory (Egaliter) In Relation between management and employee to bild trust and respectiveness.

Budaya Perusahaan Dengan prinsip-prinsip GCG (Transparancy, Independency, Responsibility,Accountability, dan Fairness) Budaya Perusahaan dirumuskan sebagai BUDAYA SEMPURNA, yaitu: S E Services (pelayanan) terbaik untuk menjamin kepuasan pelanggan Egaliter (kesetaraan) dalam hubungan antara atasan dan bawahan untuk membangun saling percaya dan saling menghormati

M Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. P U R N A Profesional dalam mengemban tugas dan tanggung jawab perusahaan. Unjuk kerja yang tinggi ditunjukkan dengan produktivitas dan pertumbuhan. Responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Nilai -nilai luhur perusahaan dipegang teguh untuk mengimplementasikan etika bisnis. Apresiatif terhadap sesama insan perusahaan dan orang lain.

M Own high dedecation and loyalities to company. P U R N A Professional in company’s duty responsibility. Showing high performance . Responsive to business environment changing.

Value in ethic business. Apresiative to fellow company and others.

Laporan Tahunan

11

STRUKTUR ORGANISASI Organzation Structure
RUPS Annual General Meeting Dewan Komisaris Board of Commissioner

Direktur Utama President Director

Direktur Keuangan Finance Director

Direktur Produksi Production Director

Direktur SDM & Umum HR & GA Director

Direktur Pemasaran dan Renbang Marketing - R & D Director

Biro SPI Internal Auditor Bag. Pembiayaan Divisi Tanaman Tahunan Fund Dept of Perennial Crops Divison Bag. Pembiayaan DivisiTanaman Semusim Fund Dept of Seasonnal Crops Divison Bag. Tanaman Divisi Tanaman Tahunan Plants Department of Perennial Crops Division Bag.Teknik & Pengolahan Divisi Tanaman Tahunan Technic & Proccess Dept of Perennial Crops Division Bag.Tanaman Divisi Tanaman Semusim Plants Department of Seasonal Crops Division Bag.Pengolahan Divisi Tanaman Semusim Plants Proccess Dept of Seasonal Crops Division Bag.Pemasaran & Pengadaan Divisi Tanaman Semusim Marketing & Proc Dept of Seasonal Crops Division 15 Kebun 15 Plantations 8 Pabrik Gula 8 Sugar Refineries Bag. Personalia & Umum Divisi Tanaman Tahunan HR & GA Dept Perennial Crops Division Bag. Personalia & Umum Divisi Tanaman Semusim HR & GA Dept Seasonal Crops Division Bag. Perencanaan dan Pengembangan R & D Dept

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Komite Audit Audit Commitee

Bag. Pemasaran dan Pengadaan Divisi Tanaman Tahunan Marketing & Proc Dept of Perennial Crops Division

Keterangan I Legend Garis Komando I Command’s Line Garis Koordinasi I Coordination’s Line

12 Annual Report

LOKASI UNIT USAHA Business Unit Location

Wilayah kerja PTPN IX (Persero) meliputi Propinsi Jawa Tengah dengan jumlah kebun 15 unit dan jumlah Pabrik Gula (PG) 8 unit. Adapun nama-nama kebun, pabrik gula, jenis komoditi yang diusahakan, lokasi dan informasi tentang luasan areal tanaman tahun 2006 dapat dilihat berikut ini :

The geography of business units is widely distributed all over the Central Java Province. The business units and locations of estate & sugar refineries in 2006 are given in the following map and description below :
Jepara Pati

Kudus Demak

Rembang

Kantor Pusat I Head Office Kantor Divisi Tanaman Semusim Office of Seasonal Crops Division Kebun Karet I Rubber Plantation
Purbalingga Brebes Tegal Pemalang Pekalongan Batang

Kendal

Semarang Grobangan Blora

Banjarnegara Wonosobo

Temanggung Salatiga Boyolali Sragen Magelang

Kebun Teh I Tea Plantation Kebun Kopi I Coffee Plantation Pabrik Gula I Sugar Refinery

Cilacap

Banyumas

Surakarta Karanganyar

Kebumen Purworejo Klaten

Sukoharjo

DI Yogyakarta

Wonogiri

Divisi Tanaman Semusim (Posisi Tahun 2006) No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pabrik Gula Sugar Refeneries Pangka Sumberharjo Rendeng Mojo T asikmadu Gondang Baru Sragi Jatibarang Lokasi Location Kab. T egal Kab. Pemalang Kab. Kudus Kab. Sragen Kab. Karanganyar Kab. Klaten Kab. Pekalongan Kab. Brebes

Seasonal Crops Division in 2006 Komoditi Utama Main Commodity Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, Tetes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Gula, T etes I Sugar, Molasses Areal (Ha) Estate (Ha) 3.171,86 3.251,83 6.000,80 4.666,45 5.996,45 2.490,35 5.161,74 2.449,71

Divisi Tanaman Tahunan (Posisi Tahun 2006) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kebun Plantation Kawung Warnasari Krumput Kaligua Semugih Blimbing Jolotigo Siluwok / Subah Sukamangli Merbuh Ngobo Getas Batujamus Balong / Beji Jollong Lokasi Location Cilacap Cilacap Banyumas Brebes Pemalang Pekalongan Pekalongan Batang Kendal Kendal Semarang Semarang Karanganyar Jepara Pati

Perennial Crops Division in 2006 Komoditi Utama Main Commodity Areal (Ha) Estates (Ha) 2.659,65 2.582,99 2.051,25 605,80 1.082,66 2.392,61 1.151,87 4.441,99 2.477,39 2.917,02 2.260,44 2.216,06 6.943,11 4.776,70 530,69

Karet, Kakao I Rubber, Cocoa Karet, Kakao I Rubber, Cocoa Karet I Rubber T eh I Tea T eh, Kakao I Tea, Cocoa Karet I Rubber T eh, Kopi I Tea, Coffee Karet I Rubber Karet, Kopi I Rubber, Coffee Karet, Kopi I Rubber, Coffee Karet, Kopi, Kakao I Rubber, Coffee, Cocoa Karet, Kopi I Rubber, Coffee Karet, Kopi I Rubber Coffee Karet, Kakao I Rubber, Cocoa Kopi I Coffee

Laporan Tahunan

13

SUMBER DAYA MANUSIA Human Resource

KARYAWAN BERDASARKAN GOLONGAN/JABATAN Realisasi jumlah karyawan tahun 2006 dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami penurunan, hal ini dikarenakan program dari manajemen untuk membentuk Formasi Karyawan yang Efisien, sehingga karyawan yang telah pensiun tidak dilakukan pergantian (minus growth). Penjelasan lebih kanjut adalah sebagai berikut : TANAMAN SEMUSIM Karyawan golongan III A – IV D Realisasi tahun 2006 lebih tinggi 3 orang dari tahun 2005 karena karyawan pensiun/meninggal dunia 25 orang dan realisasi pengangkatan 28 orang. Karyawan golongan IA – II D Realisasi tahun 2006 lebih rendah 205 orang dari tahun 2005 karena : Dipromosikan menjadi karyawan gol III – IV:28 orang Pensiun / meninggal dunia (berhenti):181orang Sedangkan jumlah pengangkatan tetap hanya 4 orang. hal ini disebabkan oleh kebijakan perusahaan yaitu bagi karyawan yang berhenti, tidak langsung diganti karyawan tetap tetapi terlebih dahulu melalui PKWT Harian LMG. Karyawan Kampanye Realisasi tahun 2006 lebih rendah 213 orang dibanding tahun 2005 hal ini dsebabkan karena kebijakan perusahaaan yaitu karyawan kampanye yang berhenti mencapai usia 55 tahun tidak diganti dengan karyawan kampanye tetapi diganti dengan PKWT harian DMG. PKWT Harian DMG Tahun 2006 lebih tinggi 204 orang dari tahun 2005 karena sebagai pengganti karyawan kampanye yang berkurang 213 orang. LMG Tahun 2006 lebih tinggi 138 orang dibanding tahun 2005 karena sebagai pengganti karyawan yang pensiun/meninggal dunia adalah karyawan golongan I – II tahun 2006 sebanyak 181 orang.

EMPLOYEE GROWTH BASED ON WAGE SCALE Realization of employee in 2006 comparing in 2005 was decreased brough about management program that called formation of employess efficiency, than retired employees are not replaced for minus growth formation, explanation thats above si as follows: SEASONAL CROPS DIVISION Employee - III A – IV D Realization in 2006 is higher, 3 people morethan 2005’s as the result retirement/pass away 25 people and realization in promotion 28 people . Employee - IA – II D Realization in 2006 is lower, 205 people than 2005, because: Promoted to III – IV : 28 People Retire/resign/pass away : 181 People Regular promotion : 4 People. There is company’s regulation that not directly replace the retire employee with permanent employee, but through PKWT and daily LMG.

Campaign Employee Realization in 2006 is lower 213 people than 2005’s as result of company’s regulation that the retired campaign employee is not replaced directly but through PKWT and daily LMG.

-

Daily PKWT DMG In 2006 is higher 204 people than 2005’s, as result of there is replacement of campaign employee that decreased 213 people. LMG In 2006 is higher 138 people than 2005’s, as replacement of employee I – II decreased 181 people caused retire/resigned/passaway.

-

-

T anaman Semusim Karyawan Gol. III A - IV D Karyawan Gol. I A - II D Karyawan Kampanye - Harian Lepas DMG - Harian Lepas LMG - Honorer Jumlah

Realisasi I Realization 2006 2005 320 3,476 3,190 4,307 52 13 11,358 323 3,271 2,977 4,511 190 13 11,285

Seasonal Crops Division Employee. III A - IV D Employee. I A - II D Campaign Employee. - Daily DMG - Daily LMG - Honorair T otal

14 Annual Report

DIVISI TANAMAN TAHUNAN Karyawan golongan III A – IV D Tahun 2006 lebih rendah 12 orang dari tahun 2005 karena jumlah karyawan pensiun/meninggal 12 orang. Karyawan golongan IA – II D Tahun 2006 dibandingkan tahun 2005 lebih rendah 197 orang karena jumlah yang menjalani pensiun/meninggal 339 orang sedang pengangkatan dari harian lepas menjadi karyawan golongan IA/0 terealisir sebanyak 142 orang. Harian Lepas Kebun dan Honorer Tahun 2006 lebih rendah 65 orang dibandingkan tahun 2005 dan lebih rendah 23 orang.

PERENNIAL CROPS DIVISION Employee III A – IV D In 2006 is lower 12 people than 2005’s as decreasing 12 people as result of retire (102.36% compared to RKAP). Employee IA – II D In 2006 is higher 197 people than 2005’s as decreasing 339 people caused retire and promotion from daily labour to regular employee IA/O 142 people.

Plantation Daily Worker & Honorair In 2006 lower 65 people than 2005’s, and lower 23 people.

T anaman T ahunan Karyawan Gol. III A - IV D Karyawan Gol. I A - II D Harian Lepas Kebun Honorer Jumlah II

Realisasi I Realization 2006 2005 229 7,041 14,982 46 2,298 217 6,844 14,917 46 22,024

Perennial Crops Division Employee III A - IV D Employee I A - II D Plantation Daily Worker Honorair Total

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN Dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada tahun 2006 telah direalisasi peningkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia, dalam tahun 2006 PTPN IX (Persero) telah mengikutsertakan karyawan untuk mengikuti program pendidikan, pelatihan, seminar, simposium dan lain-lain dengan rincian sebagai berikut (Rp.000,-) :

EMPLOYEE COMPETENCY DEVELOPMENT To improve the quality of human resource, in 2006 the realization of improving knowledge, ability and skill through education, seminars, etc described as follows :

Divisi Tanaman Tahunan Uraian Kursus jabatan(KMPL, KMP , KMPM, KMPD) Jasa Seleksi Pendidikan Audit Internal Seminar, Pelatihan dan Lokakarya yang berkaitan dengan sasaran PTPN IX (Persero) Jumlah Realisasi I Realization 2005 Realisasi I Realization 2006 Fisik 16 40 5 910 971 Rp 153.059.000 8.850.200 9.078.000 954.935.820 120.874.820 Fisik 15 10 15 1.216 1.256 Rp 153.059.000 8.850.200 9.078.000 765.277.860 10.050.358.060

Perennial Crops Division Description Course of Management Assesment Center Internal Audit Training Seminars and Workshop Total

Divisi Tanaman Semusim Uraian Kursus jabatan(KMPL, KMP , KMPM, KMPD) Assesment Centre Pengembangan Agro Wisata Seminar, Pelatihan dan Lokakarya yang berkaitan dengan sasaran PTPN IX (Persero) Jumlah Realisasi I Realization 2005 Realisasi I Realization 2006 Fisik 12 34 1 2.694 2.741 Rp 124.350.000 33.306.274 1.350.000 567.642.380 726.648.654 Fisik 15 208 168 1.583 1.974 Rp 207.074.000 36.546.750 13.280.263 433.200.912 690.102.285

Seasonal Crops Division Description Course of Management Assesment Center Agrotourism Workshop Seminars and Workshop Total

Laporan Tahunan

15

KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM Sebagai Perusahaan Negara, sahamnya 100% (seratus persen) dimiliki oleh Pemerintah RI. PTPN IX (Persero) dikembangkan untuk ikut melaksanakan dan menunjang kebijakan maupun program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian sub sektor perkebunan. DAFTAR ANAK PERUSAHAAN DAN ATAU PERUSAHAAN ASOSIASI Saat ini PTPN IX (Persero) tidak memiliki anak perusahaan. KERJASAMA DAN ALIANSI PTPN XI (Persero) juga melakukan kerja sama dengan berbagai instansi terkait dengan perkembangan kinerja perusahaan, yaitu: 1. Kerjasama dengan Perum Perhutani melalui penggunaan lahan milik Perum Perhutani untuk tanaman tebu seluas 200 ha. 2. Telah dilakukan kerjasama dengan PT. Multi Manis Mandiri dengan membentuk PT. Industri Gula Nusantara untuk mengoperasikan kembali PG Cepiring. Saat ini sedang dalam tahap mendatangkan mesin-mesin, direncanakan triwulan II tahun 2007 sudah dapat dioperasikan. 3. Dilaksanakan dengan Mardec (BUMN milik Malaysia) dalam bidang sewa beli mesin pengolah Lateks Pekat dan pemasaran Lateks Pekat. KRONOLOGIS PENCATATAN SAHAM Status PTPN IX (Persero) adalah BUMN Non-Listed sehingga belum tercatat dalam Bursa Effek. AKUNTAN PERSEROAN Laporan Keuangan PTPN IX (Persero) Tahun buku 2006 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Publik Erwan, Sugandhi & Jajat Marjat telah berjalan 2 periode. Besarnya Fee Audit Rp. 135.025.000 (termasuk PPN 10%). Disamping Fee Audit kewajiban lain yang diberikan adalah fasilitas akomodasi dan transportasi selama audit TANDA TANGAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN ANGGOTA DIREKSI No. Nama/Name

SHAREHOLDER COMPOSITION The company is wholly-owned by the government Republic of Indonesia. The company was formed to participate in the government economic and national development in agricultural sector.

ASSOCIATION COMPANY PTPN IX (Persero) does not have association company. PARTNERSHIP AND ALLIANCE PTPN IX (Persero) make some cooperation with various institution to develop company’s performance : 1. Cooperate with PERHUTANI through Perhutani’s land usage for sugar cane estates for 200 Ha. 2. Cooperate with PT Multi Mandiri Manis by establishing PT Industri Gula Nusantara that revive Cepiring Sugar refinery, It is expected will be operated in Q2 of 2007.

3. Execute with Mardec assistance (Malaysia Company) in latex processing machine rental and marketing thick latex. CHRONOLOGY OF LISTED OF SHARE The statue of PTPN IX (Persero) is a wholly-owned government and non-listed company. COMPANY ACCOUNTANT PTPN IX (Persero) Financial Report 2006 was audited by Public Accountant Erwan, Sugandhi & Jajat Marjat with auditor fee Rp. 135.025.000 (incl. Value Added Tax 10%). Other expenses were accommodation and transportation. SIGNATURE OF BOARD OF COMMISSIONER AND BOARD OF DIRECTOR Tanda Tangan/ Signature

Jabatan/Title

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Drs. Sobana Suwarna, SH. Ak. DR. Soekarno Wirokartono Drs. Muhamad Zamkhani, Ak, MBA DR. Noer Soetrisno, MA DR. Ir. Kaman Nainggolan S. Hartoyo, SE Ir. H. Edi Herawan Sobiran Drs. H. Akhmad Amien Mastur, MBA Ir. H. Iman Nugroho Ir. H. Dwi Santosa

Komisaris Utama/President Commissioner Komisaris/Commissioner Komisaris/Commissioner Komisaris/Commissioner Komisaris/Commissioner Direktur Utama/President Director Direktur Produksi/Production Director Direktur Keuangan/Finance Director Direktur SDM & Umum/Human Resource & GA Director Direktur Pemasaran & RENBANG / Marketing - R & D Director

Seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keuangan ini.

All of Board of Commissioners and all of Board of Directors was responsible of the contents of this annual report 2006.

16 Annual Report

PROFIL DEWAN KOMISARIS Board of Commissioner’s Profile
Sesuai Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor : KEP-253/M-MBU/2003 tanggal 19 Juni 2003 susunan Komisaris adalah : According to State Owned Enterprise Minister Decree No. KEP-253/M-MBU/2003 date on June 19, 2003, the Board of Commissioner of PTPN IX (Persero) are as follows:

Drs. Sobana Suwarna, SH. Ak. Komisaris Utama I President Commissioner Lahir di Bandung pada tanggal 10 Desember 1942, lulus Sarjana Ekonomi di Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1968 dan menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Islam Nusantara Bandung pada tahun 1977. Karirnya di perkebunan dimulai pada tahun 1971 menjabat sebagai Kepala Bagian Akuntansi PTP XIII (Persero) Bandung. Pada tahun 1980 diangkat menjadi Direktur Komersil di PTP IV (Persero) Sumatera Utara. Selanjutnya bertugas sebagai staf ahli Menteri dan pada tahun 1996 diangkat menjadi Direktur SDM di PTPN IV (Persero). Pada tahun 1999 diangkat menjadi Direktur Utama PTPN I (Persero) di Aceh, dan kemudian pada tahun 2001 pindah menjadi Direktur Utama PTPN VIII (Persero) di Bandung. Mulai tahun 2003 sampai sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama PTPN IX (Persero). Was born in Bandung on December 10, 1942. He has graduated in economic from Pajajaran University, Bandung in 1968 and completed graduated in law from Universitas Islam Nusantara, Bandung in 1977. His career started in 1971 at PTP XIII (Persero) Bandung in 1980 as head of accounting, In 1980 promoted as commercial director of PTP IV (Persero) North Sumatera, continued as minister expert staff and in 1996 promoted to be human resources director in PTP IV (Persero). In 1999 appointed as President Director of PTPN I (Persero) in Aceh, continued in 2001 appointed as President Director of PTPN VIII (Persero) Bandung. Since 2003 appointed as President Commissioner of PTPN IX (Persero).

DR. Soekarno Wirokartono Komisaris I Commissioner

Lahir di Solo, pada tanggal 3 Maret 1944, lulus Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 1971, kemudian melanjutkan ke Pasca Sarja Ekonomi di Claremont Graduated School USA dan lulus pada tahun 1983. Gelar Doktor Ekonomi diraihnya dari Claremont Graduated School USA pada tahun 1985. Karirnya dimulai di Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 1971, sebagai dosen.. Karier di pemerintahan banyak berkecimpung dalam bidang Pembangunan Ekonomi Indonesia sampai jabatan Deputi Bidang Ekonomi Makro Bappenas.dapat diraihnya. Sejak tahun 1996 sampai sekarang menjabat sebagai Komisaris di PTPN IX (Persero).

Was born in Solo on March 3 1944, graduated in economic from University of Indonesia, Jakarta in 1971 and continued in Claremont Graduated School, USA in 1983, He has passed Doctor in Economic from Claremont Graduated School, USA in 1985. Hia career started in University of Indonesia as lecture in 1971, his career in government mainly in Indonesia economic development as deputy Economic Macro in BAPPENAS. Since 1996 up to now as commissioner of PTPN IX (Persero).

Laporan Tahunan

17

PROFIL DEWAN KOMISARIS I Board of Commissioner’s Profile
Lahir di Magelang pada tanggal 13 Nopember 1966, menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Gajahmada Facultas Ekonomi, dan selanjutnya meraih gelar MBA dari Universitas Rutgers di New Jersey, USA. Karirnya berawal di Direktorat Pembinaan BUMN, Direktorat Jenderal Moneter, Departemen Keuangan pada tahun 1990,sebagai staf pelaksana. Kemudian menjadi Kepala seksi Perkebunan II di Kantor Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Badan Pengelola BUMN dan pada tahun 2002 diangkat menjadi Kepala Bidang Usaha Industri Semen dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi, Kementerian BUMN. Mulai tahun 2003 sampai sekarang mendapat tugas tambahan sebagai Komisaris PTPN IX (Persero). Was born in Magelang on November 13, 1966, He has graduated in economic from Gajah Mada University and passed master in business administration from Rutgers University, New Jersey, USA. His career started in directorate of state owned enterprise development, directorate general of monetary of Finance Department in 1990. Head of section Perkebunan II in state minister office of State Owned Enterprise/State Owned Enterprise Management Boarding and in 2002 promoted as head of cement industry section and deputy of mines business section, strategic industry, energy and telecommunication in Minister Office of State Owned Enterprise. Since 2003 up to now appointed as Commissioner of PTPN IX (Persero).

Drs. Muhamad Zamkhani, Ak, MBA Komisaris I Commissioner

DR. Noer Soetrisno, MA Komisaris I Commissioner

Lahir di Blitar, pada tanggal 25 Desember 1949, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gajahmada Yogyakarta pada tahun 1976, kemudian memperoleh gelar MA bidang Ekonomi dari University of Philipines, Diliman Quezen City pada tahun 1982 dan menyelesaikan program Doktoral di tempat yang sama pada tahun 1984. Karirnya dimulai dengan tugas pokok sebagai staf Pribadi Menteri Muda Koperasi/Kepala Badan Urusan Logistik pada tahun 1978, kemudian menjadi Direktur Jenderal Bina Pengusaha Kecil dan Menengah Departemen Koperasi dan PKM pada tahun 1999. Pada tahun 2001 diangkat sebagai Deputi Menteri Negara Bidang Pengkajian Sumberdaya Usaha Kecil Menengah dan Koperasi, Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM. Mulai tahun 2003 sampai sekarang juga menjabat sebagai Komisaris di PTPN IX (Persero).

Was born in Blitar on December 25, 1949, He has graduated in economic from University of Gajah Mada, Yogyakarta in 1976, passed master in economic from university of Philipines, Diliman Quezen City in 1982 and completed doctoral program from same place in 1984. His career started as personal staff of Cooperation Minister /Head of State Logistic in 1978 continued to be directorate general of small & medium enterprise development in office of Cooperation and Small Medium Enterprise Minister and since 2003 appointed as commissioner of PTPN IX (Persero).

DR. Ir. Kaman Nainggolan Komisaris I Commissioner

Lahir di Pematang Siantar pada tanggal 12 Mei 1951, lulus Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1976, kemudian mengambil program S2 bidang Statistika Terapan yang diselesaikan pada tahun 1979 di IPB juga. Pada tahun 1987 meraih gelar Doktor bidang Agricultural Economics dari Universitas Negeri Oklahoma. Karirnya berawal di Badan Tenaga Atom Nasional Jakarta pada tahun 1971 sebagai analis kimia, kemudian menjadi Kepala Bidang Komputerisasi di Pusat Data Pertanian, Departemen Pertanian pada tahun 1981. Pada tahun 2001 diangkat menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Departemen Pertanian dan selanjutnya mulai tahun 2003 sampai sekarang juga menjabat sebagai Komisaris di PTPN IX (Persero).

Was born in Pematang Siantar on May 12, 1951, He has graduated in agriculture technology from Intitut Pertanian Bogor (IPB) in 1976, completed S2 program in statistics from IPB in 1979. Passed Doctor in agriculture economic from state university of Oklahoma, USA. His career started in National Atomic Energy (BATAN) in 1971 as chemicals analys, head of computerized section in center of agriculture data, Agriculture Department in 1981. in 2001 promoted to be head of planning and finance beurau, Agriculture Department and since 2003 up to now as commissioner of PTPN IX (Persero).

18 Annual Report

PROFIL DIREKSI Board of Director’s Profile
Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-35/MBU/2007 tanggal 4 April 2007 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN IX (Persero). Susunan Direksi PTPN XI (Persero) sebagai berikut : According to State Owned Enterprise Minister No. KEP-35/MBU/2007 date on April 4, the Board of director are as follows :

S. Hartoyo, SE Direktur Utama I President Director

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 7 Februari1955, lulus Sarjana Ekonomi Universitas Tanjung Pura Pontianak pada tahun 1999. Karirnya diawali di PNP VII Dolok Sinumbah pada tahun 1977 sebagai Asisten Pengolahan dan pada tahun 1991 diangkat sebagai Kepala Dinas Jebun Bah Jambi, kemudian Site Manager PMS Gunung Meliau di Propinsi Jambi pada tahun 1994 dan diangkat menjadi Kepala Bagian Pengadaan PTPN XIII pada tahun 1997. Pada tahun 1998 diangkat menjadi Direktur Pemasaran PTP XIII, kemudian tahun 2003 diangkat menjadi Direktur Utama di PTPN XIII, dan selanjutnya pada tahun 2006 diangkat menjadi Direktur Utama PTPN IX (Persero).

Was born in Yogyakarta, Central Java on February 1955. He graduated from Economic faculty of Tanjungpura University, Pontianak. He started his career as a Site Manager of Palm Oil Mill at PTP VII Gunung Meliau, Head of Procurement Department, and Marketing Director of PTPN XIII (Persero), in June 2003 appointed as the President Director of PTPN XIII (Persero), since 2007 up to now appointed as President Director of PTPN IX (Persero).

Drs. H. Akhmad Amien Mastur, MBA Direktur Keuangan I Finance Director

Lahir di Pekalongan pada tanggal 11 April 1952, menyelesaikan Program Sarjana di Universitas Diponegoro tahun 1978 dan Program Pasca di OHIO University, USA tahun 1985. Kariernya diawali di Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai Pengelola Kredit Nasabah BNI Cabang Makasar tahun 1980. Pada tahun 1994 diangkat menjadi Pemimpin Cabang Kantor Cabang Hongkong dan selanjutnya menjabat sebagai Pimpinan Divisi Pengendalian Risiko tahun 1999. Pada Tahun 2000 diangkat menjadi Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) kemudian diangkat menjadi Direktur Menengah/Korporasi BRI tahun 2003 dan selanjutnya pada tahun 2006 diangkat sebagai Direktur Keuangan PTPN IX (Persero)

Was born in Pekalongan on April 11, 1952, He has graduated from University of Diponegoro in 1978 and completed post graduate in OHIO University, USA in 1985. His Career started as Customer Credit Management of Hongkong Bank Negara Indonesia (BNI) Branch Office in 1980. In 1994 promoted as Head of Hongkong BNI’s Branch Office, promoted as Head of Risk Management Division in 1999, appointed as Micro Business Director of BRI in 2000 and promoted to be medium corporation Director of BRI in 2003. Since 2006 appointed as Finance Director of PTPN IX (Persero).

Laporan Tahunan

19

PROFIL DIREKSI I Board of Director’s Profile

Lahir di Bandung pada tanggal 12 Maret 1956, lulus sebagi Sarjana Pertanian di Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1981. Karier di dunia perkebunan dimulai di Kebun Kawung PTP XVIII (Persero) pada tahun 1985 sebagai Sinder Kebun dan kemudian diangkat menjadi Administratur Kebun Batujamus/Kerjoarum PTPN IX (Persero) pada tahun 1993. Selanjutnya pada tahun 1995 ditugaskan menjadi Kepala Biro SPI PTPN IX (Persero) dan pada tahun 2001 diangkat menjadi Direktur Pemasaran PTPN IX (Persero). Sejak Tahun 2006 diangkat sebagai Direktur Produksi PTPN IX (Persero).

Ir. H. Edi Herawan Sobiran Direktur Produksi I Production Director

Was born in Bandung on March 12, 1956. He has graduated in agriculture from Padjajaran University bandung in 1981. Started his career in Kawung plantation PTP XVIII (Persero) as Estate Sinder in 1985 and promoted as Batujamus/Kerjoarum plantation PTPN IX (Persero) in 1993. In 1995 appointed as Head of Internal Auditor PTPN IX (Persero) and in 2001 promoted as Marketing Director of PTPN IX (Persero). Since 2006 appointed as Production Director of PTPN IX (Persero).

Lahir di Temanggung pada tanggal 9 September 1958, menyelesaikan Sarjana Pertanian di Universitas Gajah Mada pada tahun 1982. Kariernya dimulai di Kebun Subah pada tahun 1983 sebagai Sinder Kebun, kemudian diangkat sebagai Sinder Kepala PIRSUS II Tabalong tahun 1994. Pada tahun 1999 diangkat sebagai Administratur Kebun Kaligua, selanjutnya menjadi Administratur Kebun Batujamus dan pada tahun 2006 diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan PTPN IX (Persero). Pada awal tahun 2007 diangkat sebagai Direktur SDM & Umum PTPN IX (Persero).

Ir. H. Iman Nugroho. Direktur SDM & Umum HR and General Affair Director

Was born in Temanggung on September 9, 1958. He has graduated in agriculture from University of Gajah Mada in 1982. His career started in Subah plantation as Plantation’s Sinder than promoted as Head of PIRSUS II Tabalong in 1994. In 1999 promoted as Kaligua Plantation administrator than Batujamus Plantation Administrator, in 2006 promoted as Corporate Secretary of PTPN IX (Persero). Since 2006 appointed as Human Resources & General Affair Director of PTPN IX (Persero).

Lahir di Karanganyar - Solo pada tanggal 16 November 1959, menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Surakarta Jurusan Pertanian pada tahun 1984. Kariernya dimulai di Kebun Semugih tahun 1985 sebagai Sinder Kebun. Mendapat promosi sebagai Sinder Kepala Kebun Siluwok pada tahun 1996, dan pada tahun 1999 diangkat sebagai Administratur Kebun Siluwok. Pada tahun 2006 diangkat sebagai Direktur Pemasaran , Perencanaan dan Pengembangan PTPN IX (Persero). Was born in Karang Anyar- Solo on November 16, 1959, He has graduated in agriculture from Surakarta State University in 1984. Hes Career started as Head of sinder Siluwok Plantation in 1996. and in 1999 promoted as Siluwok Plantation Administrator. Since 2006 appointed as Marketing, Research and Development Director of PTPN IX (Persero).

Ir. H. Dwi Santosa Direktur Pemasaran dan Renbang Marketing-Research & Development Director

20 Annual Report

ANALISA MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN Management Analysis of Company Performance

TINJAUAN OPERASIONAL PER DIVISI PTPN IX (Persero) dalam operasionalnya dibagi menjadi 2 SBU yang disebut Divisi yaitu Divisi Tanaman Semusim dan Divisi Tanaman Tahunan. Masing-masing Divisi mengelola unitnya mulai dari kegiatan memproduksi sampai menjual. Laporan kegiatan masing-masing SBU dibuat terpisah, sampai kepada laporan laba/rugi. Selanjutnya laporan ke Pemegang Saham digabung menjadi satu. Divisi Tanaman Semusim dikelola oleh Direktur Produksi dan Divisi Tanaman Tahunan dikelola oleh Direktur Pemasaran, masing-masing bertugas sebagai Direktur Operasional. Segmen usaha yang dikelola PTPN IX (Persero) yaitu tebu dan produk turunannnya didalam pengelolaan Divisi Tanaman. Sedangkan Karet, Teh, Kopi, Kakao dan produk turunannya dikelola oleh Divisi Tanaman Tahunan. Dalam hubungan ini PTPN IX (Persero) memiliki kompetensi dalam bidang pengolahan komoditas tersebut menjadi produk produk hilir. Produk yang dihasilkan PTPN IX (Persero) selain dipasarkan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri juga dialokasikan untuk pasar global seperti China, Inggris, Russia, Hongkong, Jerman, Australia dan beberapa negara lainnya. Saat ini telah dipersiapkan SBU Pengembangan Usaha yang akan menangani kegiatan pengembangan agrowisata dan industri hilir yang masih berbentuk Unit Pengembangan Usaha dan bila telah memungkinkan akan ditetapkan menjadi Divisi Pengembangan Usaha sebagai satu SBU.

OPERATIONAL HIGHLIGHTS PER DIVISION The operational of PTPN IX (Persero) is devided to be 2 divisions, Seasonal Crops and Perennial crops. Each division manage from the production process up to selling. The activities report each division is made separately. Up to profit (loss) report. Then the report to stakeholder is combined to be one. Production director manages seasonal crops division and marketing director manages perennial crops division. Each director play as operational director.

The business segment of PTPN IX (Persero) are sugar cane and downstream products, which is managed by seasonal Crop Division. Tea, Rubber, Cacao and copy product was managed by Perennial Crop Division. PTPN IX (Persero) has the competency in processing their commodities to be downstream product. The products are allocated to domestic and global market such as China, England, Russia, Hongkong, Germany, Australia and others.

Nowadays, PTPN IX (Persero) is preparing a strategic business unit (SBU) which will manage the agrotourism and downstream industry development, and if it possible, it will been declare as business development division as 1 (one) stategic business unit (SBU).

Laporan Tahunan

21

Areal Perkebunan Tebu, Karang Anyar, Jawa Tengah Sugar Cane Plantation , Karang Anyar, Central Java

Divisi Tanaman Semusim Seasonal Crops Division
AREAL TEBU Total luas areal tanaman semusim terjadi peningkatan selama 5 (lima) tahun terakhir. Areal tanaman tebu kebun sendiri meningkat dari 276 Ha pada tahun 2005 menjadi 447 Ha di tahun 2006. Demikian juga dengan areal kebun tebu rakyat meningkat dari 31.232 Ha menjadi 34.488 Ha di tahun 2006. Peningkatan ini terjadi disebabkan oleh terjadi kenaikan harga gula di pasaran sehingga menaikkan animo petani untuk menanam tebu terutama pada tahun tahun 2003–2006 . SUGAR CANE ESTATE There is increasing total estates for last 5 years. For nucleus estate incrase from 276 Ha (2005) to 447 Ha (2006). For Plasma estate increase from 31,232 Ha (2005) to 34,488 Ha (2006). These increasing as a result of increasing price for sugar and make the farmer’s willing to plant sugar cane increasing along 2003-2006.

Areal Tebu Sendiri Tahun 2002 - 2006 (Ha) Sugar Cane Nucleus Estate Year 2002 - 2006 (Ha) 35.000,00 30.000,00 25.000,00
261,00 277,00

Areal Tebu Rakyat Tahun 2002 - 2006 (Ha) Smallholder’s Sugar Cane Estate Year 2002 - 2006 (Ha) 31.819,54 27.586,00 28.995,00 31.232,00 34.038,00

444,25

447,00 413,00

450,00 400,00 350,00 300,00 250,00 200,00 150,00 100,00 50,00 2002

20.000,00 15.000,00 10.000,00 5.000,00 -

2003

2004

2005

2006

2002

2003

2004

2005

2006

22 Annual Report

Komposisi total luas areal tanaman semusim

The total estate composition of seasonal crops
Total Areal Tebu Tahun 2002 - 2006 (Ha) Total Sugar Cane Estates Year 2002 - 2006 (Ha) 35.000 30.000 25.000 20.000 15.000 10.000 5.000 0 2002 2003 2004 2005 2006 32.264 27.999 29.256 31.509 34.485

PRODUKSI Produksi Tebu mengalami kenaikan dikarenakan komposisi ratoon semakin baik dan juga bertambahnya areal tebu dikarenakan animo petani untuk menanam tebu membaik disebabkan kenaikan harga gula. Pencapaian produksi tahun 2006 mengalami peningkatan dibanding tahun 2005, yaitu produksi tebu 1,73%, hablur 4,24% dan SHS 6,72%, sedangkan produksi tetes mengalami penurunan 3,31%. Produksi SHS milik PG mengalami peningkatan 5,51% dan produksi tetes milik PG turun 9,56%. Produksi total hablur giling tahun 2006 meningkat 4,24% dari realisasi tahun 2005 akibat dari areal giling yang mengalami peningkatan 6,92% dari tahun 2005. Produksi total hablur giling tahun 2006 meningkat 4,24% dari realisasi tahun 2005 akibat dari areal giling yang mengalami peningkatan 6,92% dari tahun 2005. Produktivitas hablur giling (kg/ha) tahun 2006 turun 2,50% dari realisasi tahun 2005 karena produktivitas tebu turun 4,85% meskipun rendemen naik 2,46% dari realisasi tahun 2005.

PRODUCTION Segar cane production has increased caused the composition of ratoon getting better, and also the increasing of sugar cane estates as the result of increasing price in sugar. The production in 2006 was increased compared in 2005, sugar cane 1.73%, crystal 4.24%, and SHS 6.72%, and molasses production decrease 3.31%. SHS belong to sugar refinery was increased of 5.51% and molasses belong to sugar refineries was decreased of 9.56%. Total production of crystal in 2006 increase 4.24% than 2005’s as a result of increasing mill’s area 6.92% than 2005’s.

Total production of crystal in 2006 increase 4.24% than 2005’s as a result of increasing mill’s area 6.92% than 2005’s. Productivity of crystal (KG/Ha) In 2006 is decrease 2.50% than 2005’s as a result of sugar cane productivity decreasing 4.85% eventhough the profit increase 2.46% than 2005’s

Produksi Tahun 2002 - 2006 (Ton) Production Year 2002 -2006 (Ton)

Produksi Tahun 2002 - 2006 (Ton) Production Year 2002 -2006 (Ton)

160.000 2.500.000 2.000.000 1.500.000 1.000.000 500.000 140.000
2.072.990,5 1.768.803,3 1.959.922,7 2.137.089 2.174.129,7 133.817,1

120.000 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000

122.783,0

134.896,1

142.933,2

152.531,4

-

2002

2003

2004

2005

2006

-

2002
SHS

2003

2004

2005

2006

Tebu Giling I Milled Sugar Cane

Produksi Tahun 2002 - 2006 (Ton) Production Year 2002 -2006 (Ton)

Produksi Tahun 2002 - 2006 (Ton) Production Year 2002 -2006 (Ton) 151.706,8

160.000 140.000 120.000 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000
132.951,4 1.219.53,5 135.602,3

145.536,56

160.000 140.000 120.000 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000
98.915,1 100.922,9 97.585 81.321,4 86.646

-

2002

2003

2004

2005

2006

-

2002

2003

2004

2005

2006

Hablur I Crystal

Tetes I Molasses

Laporan Tahunan

23

PRODUKTIVITAS Produktivitas tebu giling dan hablur tahun 2006 menurun 4,82% dan 2,51% dari tahun 2005. Hal ini disebabkan : On Farm : 1. Curah hujan yang tinggi pada akhir masa pertumbuhan tanaman, yaitu pada bulan Januari s.d. Mei 2006, yang disertai dengan kondisi drainase kebun kurang lancar mengakibatkan aerasi dalam tanah terganggu, dan berdampak pada tebu berbunga serta pertumbuhan batang yang mengalami stagnasi sehingga tinggi batang yang diharapkan pada taksasi Maret tidak tercapai (40 – 50 cm batang mengalami stagnasi), dan sistem perakaran menjadi dangkal. 2. Kualitas pekerjaan bumbun yang kurang baik menyebabkan daya tahan tanaman menurun, sehingga pada saat musim kering, pada bulan Juni s.d. November 2006, banyak tebu produktif yang mati (jumlah tebu mati 4 – 21%). 3. Serangan bakteriosis pada PG. Sumberharjo dan Sragi, hama tikus dan kutu bulu putih di beberapa PG akibat kelembaban kebun yang tinggi serta hama penggerek pucuk dan batang. 4. Penyakit luka api dan RSD terutama pada kebun yang mengalami ratoon berulang-ulang. 5. Kotoran tebu yang 5,39% yang didominasi pucuk dan sogolan. 6. Kebakaran tebu belum dapat dikendalikan secara optimal dengan tingkat tebu terbakar sebesar 6,80%. 7. Pada saat ditebang tebu banyak mengalami penggabusan dan berlubang. Off Farm : a. Sisa tebu pagi di emplasmen masih sangat tinggi, rata-rata di atas 30% dari kapasitas giling harian. b. Kelancaran giling belum optimal sehingga menurunkan performance pabrik. c. P o l a m p a s m a s i h r e l a t i v e t i n g g i ( 1 , 8 3 – 2 , 5 8 % )

PRODUCTIVITY Productivity of milled sugar cane and crystal decrease 4.82% and 2.51% than 2005’s, as the result of : On Farm : 1. Hard rain debit on January up to May 2006, combined with plantation drainage problems makes the growth of sugar cane unwell affected for of sugar cane’s trunk stagnation.

2. The quality of piling work is not completed, makes many sugar canes die (4-21%) on summer on June – November 2006.

3. Bacteriosis in sugar refinery of Sumberharjo and Sragi. Germ of rats and white fleas in some sugar refineries. 4. Fire wound diseases and RSD especially in plantation which has repeating ratoon. 5. Dirt of sugar cane (5.39%) which is dominated by young leaf. 6. The fire on sugar canes is not able to controlled optinmally (6.80%). 7. T h e r e are m a n y s p o n g y a n d h o l e s w h e n h a r v e s t e d . Off Farm : a. Highness of rest morning milled of sugar cane, above 30% of daily milled. b Not optimally of mills and makes decreasing of refinery performance.

c. Residu is still high (1.83% - 2.58%).

Produktivitas Tebu Tahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Produktivity of Sugar Cane Year 2002 - 2006 (Kg/Ha) 70000 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 2002 2003 2004 2005 2006

Produktivitas Hablur Tahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Produktivity of Crystal Year 2002 - 2006 (Kg/Ha)

5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

Kg/Ha 64.537 67.825 66.992 63.174 64.253

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

Kg/Ha 4.503 4.619 4.635 4.356 4.121

24 Annual Report

Perkebunan Karet Ngobo, Semarang, Jawa tengah Ngobo Rubber Plantation, Semarang, Central Java

Divisi Tanaman Tahunan Perennial Crops Division
AREAL TANAMAN KARET Selama 5 tahun (2002-2006) luas areal tanaman karet terus meningkat. Pada tahun 2006 luas areal tanaman menghasilkan (TM) sebesar 19.404,66 Ha dibanding tahun 2005 sebesar 19.278,40 Ha. Penurunan luas areal dikarenakan perubahan fungsi areal dari areal cadangan yang masuk ke persiapan (TTI& TTAD). Sedangkan tanaman belum menghasilkan(TBM) turun dari 3.962,77 Ha pada tahun 2005 menjadi 3.228,44 di tahun 2006 Hal ini disebabkan pohon sudah berumur tua sehingga diperlukan penghapusan areal dan masuk ke areal cadangan. Tanaman Tahun Ini (TTI) dan Tanaman Tahun Akan Datang (TTAD) meningkat dari 1.089,28 Ha ditahun 2005 menjadi 1.343,31Ha RUBBER ESTATE During 5 years (2002-2006) the estate of rubber is increasing. In 2006 productive plants of 19,278.40 Ha decrease than 2005 (19,404.66 Ha). The decreasing as aresult of change function from spare land to preparing land (TTI & TTAD). Non productive plants of rubber decreased from 3,962.77 Ha (2005) to 3,228.44 (2006) as aresult of erasing area and come to spare area. Current year plants (TTI) and coming year plants (TTAD) increase from 1,143.11 Ha (2005) to 1,343.31 Ha (2006).

Areal Tanaman Karet Tahun 2002 - 2006 (Ha) Rubber Estate Year 2002 - 2006 (Ha) 20.000,00 18.000,00 16.000,00 14.000,00 12.000,00 10.000,00 8.000,00 6.000,00 4.000,00 2.000,00 2002 2003 2004 2005 2006

Tanaman Menghasilkan (TM) Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 19.278,40 19.404,66 18.787,70 18.437,63 17.748,47

Laporan Tahunan

25

Areal Tanaman Karet Tahun 2002 - 2006 (Ha) Rubber Estate Year 2002 - 2006 (Ha) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Non Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 3.228,44 3.962,77 4.513,21 5.077,69 5.854,29 6.000,00 5.000,00 4.000,00 3.000,00 2.000,00 1.000,00 2002 2003 2004 2005 2006

Tanaman Tahun Ini & Tahun Akan Datang (TTI & TTAD) Current Plants & Coming Year Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 1.343,31 1.089,28 920,47 697,39 482,59

1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 2002 2003 2004 2005 2006

Komposisi Luas areal tanaman karet tahun 2006 adalah sebagai berikut:

The composition of Rubber Estates in 2006 is as follows :

Uraian T anaman Menghasilkan (TM) Remaja T aruna Dewasa Madya Tua Tua Renta Jumlah Areal TM T anaman Belum Menghasilkan (TBM) Persiapan (TTI & TTAD) Total Areal Karet

Luas Areal (Ha) Estates (Ha)

Prosentase (%)

Description Productive Plants (TM)

5.973,55 4.201,79 3.274,47 3.086,18 2.742,41 19,278.40 3.228,44 1.343,31 23.850,15

25,05 17,62 13,73 12,94 11,50 80,83 13,54 5,63 100,00

Juvenile Young Mature Post Mature Old Post Old Total Productive Plants Estate Non Productive Plants (TBM) Preparing Plants (TTI & TTAD) Total Rubber Estate

26 Annual Report

Perkebunan Teh Kaligua, Brebes, Jawa tengah Kaligua Tea Plantation, Brebes, Central Java AREAL TANAMAN TEH Selama 5 tahun areal tanaman teh pada tanaman menghasilkan terjadi penurunan. Pada tahun 2006 tanaman menghasilkan (TM) turun menjadi 1.274,71 Ha dari 1.368,93 Ha ditahun 2006. Namun, Luas areal tanaman belum menghasilkan(TBM),tanaman tahun ini (TTI) dan Tanaman tahun akan datang (TTAD) meningkat masing masing dari 67,41 Ha dan 34,24 Ha di tahun 2005 menjadi 91,65 Ha dan 56,80 Ha di tahun 2006. Penurunan luas real tanaman ini tejadi disebabkan oleh konversi areal tanaman teh ke tanaman karet yang dilakukan sejak tahun 2004. TEA ESTATE During 5 years productive plants on tea estate is decreasing. The productive plants decreased from 1,368.93 Ha (2005) to 1,274.71 Ha (2006). However , non productive plants estate, current year plants (TTI) and coming year plants (TTAD) increasing from 67.41Ha and 34.24 Ha in 2005 to 91.65 Ha and 56.80 Ha in 2006. The decreasing of tea estates as a result of convertion plants from tea to rubber since 2004.

Areal Tanaman Teh Tahun 2002 - 2006 (Ha) Tea Estate Year 2002 - 2006 (Ha) Tanaman Menghasilkan (TM) Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 1.274,71 1.368,93 1.403,25 1.453,85 1.432,12 1600,00 1400,00 1200,00 1000,00 800,00 600,00 400,00 200,00 100,00 Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 91,65 67,41 46,03 41,03 81,03 90,00 80,00 70,00 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 10,00 2002 2003 2004 2005 2006 27 2002 2003 2004 2005 2006

Laporan Tahunan

Areal Tanaman Teh Tahun 2002 - 2006 (Ha) Tea Estate Year 2002 - 2006 (Ha) 100,00 Tanaman Tahun Ini & Tahun Akan Datang (TTI & TTAD Current Year and Coming Year Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 56,80 34,24 86,65 57,41 -90,00 80,00 70,00 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 10,00 2002 2003 2004 2005 2006

Komposisi luas areal tanaman Teh tahun 2006 Uraian T anaman Menghasilkan (TM) T anaman Belum Menghasilkan (TBM) Persiapan (TTI & TTAD) Total Areal Teh

The composition of tea estates in 2006 Luas Areal (Ha) Estates (Ha) 1.274,71 91,65 56,80 1.423,16 Presentase (%) 89,57 6,44 3,99 100,00 Description Productive Plants (TM) Non Productive Plants (TBM) Preparing Plants (TTI & TTAD) Total Tea Estate

AREAL TANAMAN KOPI COFFEE ESTATE During some last years, the coffee estate is decreasing as result Selama beberapa tahun terkahir pertumbuhan areal tanaman kopi of convertion from coffee to rubber. In 2006 productive plants relatif meurun, penurunan ini terjadi karena secara iklim dan agroklimat decreasing to 2,448.24 Ha from 2,789.09 Ha (2005). areal tanaman tersebut cocok ditanami karet sehingga dilakukan konversi areal tanaman kopi ke tanaman karet yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2006 luas areal tanaman menghasilkan (TM) menjadi 2.488,24 Ha di banding tahun 2005 sebesar 2.789,09 Ha. Areal Tanaman Kopi Tahun 2002 - 2006 (Ha) Cofee Estate Year 2002 - 2006 (Ha) Tanaman Menghasilkan (TM) Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 2.488,24 2.789,09 2.868,99 2.859,73 2.795,73 3.000,00 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 500,00 2002 2003 2004 2005 2006

Komposisi areal tanaman kopi tahun 2006

The composition of coffee estate in 2006

Uraian T anaman Menghasilkan (TM) T anaman Belum Menghasilkan (TBM) Persiapan (TTI & TTAD) Total Areal Teh

Luas Areal (Ha) Estates (Ha) 2.488,24 2.488,24

Presentase (%) 100 100,00

Description Productive Plants (TM) Non Productive Plants (TBM) Preparing Plants (TTI & TTAD) Total Coffee Estate

28 Annual Report

Tanaman Coklat dan Kopi di Kebun Ngobo, Semarang, Jawa tengah Cocoa & Coffee Crops in Ngobo Plantation, Semarang, Central Java

AREAL TANAMAN KAKAO Selama beberapa tahun terkahir pertumbuhan areal tanaman kopi menurun, hal terjadi karena secara iklim dan agroklimat areal tanaman tersebut cocok ditanami karet sehingga dilakukan konversi areal tanaman kopi ke tanaman karet yang dilakukan pada tahun 2004

COCOA ESTATE During some last years the cocoa estate is decreasing, as the result of plant convertion from cocoa to rubber which has been done in 2004.

Areal Tanaman Kakao Tahun 2002 - 2006 (Ha) Cocoa Estate Year 2002 - 2006 (Ha) Tanaman Menghasilkan (TM) Productive Plants Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 925,46 1.522,30 2.201,33 2.261,54 2.241,51 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 500,00 2002 2003 2004 2005 2006

Komposisi areal tanaman kakao tahun 2006 Uraian T anaman Menghasilkan (TM) T anaman Belum Menghasilkan (TBM) Persiapan (TTI & TTAD) Total Areal Teh Luas Areal (Ha) Estates (Ha) 925,46 925,46

The composition of cocoa estate in 2006 Presentase (%) 100 100,00 Description Productive Plants (TM) Non Productive Plants (TBM) Preparing Plants (TTI & TTAD) Total Coffee Estate

Laporan Tahunan

29

PRODUKSI pada tahun 2006 produksi karet pada Divisi Tanaman Tahunan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2005, kenaikan produksi karet mencapai 0,36%. Sedangkan produksi teh, kopi dan kakao masing-masing turun 23,21%, 19,11%, dan 26,06% karena musim kemarau yang panjang mengakibatkan kegagalan panen.

PRODUCTION In 2006 rubber production in Perennial Crops Division was increased compared in 2005, the increasing of rubber reach 0.36%, However there is decreasing on tea, coffee and cocoa each are 23.21%, 19.11% and 26.06% as the result of long summer.

Karet Realisasi produksi karet tahun 2006 meningkat 0,36% dibanding tahun 2005 disebabkan komposisi pendukung produksi (Taruna, Dewasa dan Madya) pada tahun 2006 mendekati ideal. Tea Realisasi produksi tahun 2006 menurun 23,21% dari tahun 2005. Tidak tercapainya target disebabkan karena kekeringan yang terjadi pada bulan Juni s.d. November 2006 yang mengakibatkan tanaman teh sebagian layu dan bahkan mati serta mengganggu pertumbuhan pucuk. Kopi Realisasi produksi tahun 2006 turun 19,11% dibanding tahun 2005. Hal ini disebabkan karena pada saat pembungaan iklim tidak mendukung sehingga persentase buah jadi menjadi kecil. Kakao Produksi tahun 2006 turun 26,06% dibanding tahun 2005 hal ini disebabkan karena gagalnya pembungaan pada semester pertama dan karena kekeringan sehingga mengakibatkan gagalnya panen.

Rubber The realization of rubber production is increasing 0.36% compared than 2005 as the result of production supporting composition (juvenile, mature, and old) in 2006. Tea Realization of tea production in 2006 is decreasing 23.21% than 2005’s as the result of dryness in June to November 2006 makes some tea plants damage/die and interrupt young leaf growth.

Coffee Realization of Coffee production in 2006 is decreasing 19.11% than 2005 as the result of unsupporting climate.

Cocoa Production of cocoa in 2006 decrease 26.06% than 2005’s as the result of harvest failure in firs semester and dryness.

Produksi Karet Tahun 2002-2006 (Ton) Production of Rubber Year 2002 - 2006 (Ton) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 22.879 22.813 20.688 19.971 18.875

25.000 20.000 15.000 10.000 5000 2002 2003 2004 2005 2006

Produksi Teh Tahun 2002-2006 (Ton) Production of Tea Year 2002 - 2006 (Ton) 1200 1000 800 600 400 200 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

(Ha) 1.874 2.441 2.475 2.325 2.292

30 Annual Report

Produksi Kopi Tahun 2002-2006 (Ton) Production of Coffee Year 2002 - 2006 (Ton) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 1.513 1.871 1.857 1.438 2.129 2500 2000 1500 1000 500 2002 2003 2004 2005 2006

Produksi Kakao Tahun 2002-2006 (Ton) Production of Cocoa Year 2002 - 2006 (Ton) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 502 680 628 618 428 800 600 400 300 200 100 2002 2003 2004 2005 2006

PRODUKTIVITAS Selama 5 tahun terakhir (2002-2006) produktivitas tanaman tahunan terus menalami peningkatan. Pada tahun 2006 produktivitas tanaman karet mencapai 1.187,70 kg/Ha dibanding tahun 2005 sebesar 1.175, 70 kg/Ha, sedangkan produktivitas teh turun dari 1.783,44 kg/Ha di tahun 2005 menjadi 1.470,7 di tahun 2006 Produktivitas kopi di tahun 2006 turun dari 608,28 kg/ha menjadi 608,29 Kg/Ha di tahun 2005 sedangkan produktivitas kakao meningkat dari 444, 61 Kg/Ha di tahun 2005 menjadi 543,33 di tahun 2006. Secara umum penurunan produktivitas tanaman disebabkan oleh penurunan areal tanaman akibat konversi areal menjadi areal tanaman karet serta kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan yang terjadi pada bulan Juni s.d. November 2006 sehingga mengakibatkan tanaman sebagian layu dan bahkan mati.

PRUDUKTIVITY During 5 last years (2002-2006) the productivity of perennial crops is increasing. In 2006 rubber productivity reach 1,187.70 Kg/Ha than 2005 (1,175.70 Kg/Ha). Tea producivity decrease from 1,783.44 Kg/Ha in 2005 to 1,470.7 Kg/Ha in 2006. Coffee productivity was decrease from 608.29 Kg/Ha (2005) to 608.28 Kg/Ha (2006) Cocoa productivity in 2006 increase from 444.61 Kg/Ha (2005) to 543.33 Kg/Ha (2006). Generally the decreasing of productivity caused by decreasing estates as the result of estates converting to rubber estates and long summer which caused dryness in June – November 2006 that makes plants damage/die.

Productivitas Karet Tahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Productivity of Rubber Year 2002 - 2006 (Kg/Ha) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 1.187 1.175 1.101 1.083 1.063 1.200 1.000 800 600 400 200 2002 2003 2004 2005 2006

Productivitas Teh Tahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Productivity of Tea Year 2002 - 2006 (Kg/Ha) 1.800 1.600 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

(Ha) 1.470.775,314 1.783.431,585 1.764.195,404 1.599 1.601

Laporan Tahunan

31

Productivitas Kopi Tahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Productivity of Coffee Year 2002 - 2006 (Kg/Ha) 800 700 600 500 400 300 200 100 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

(Ha) 608 670 647 503 761

Productivitas KakaoTahun 2002 - 2006 (Kg/Ha) Productivity of Cocoa Year 2002 - 2006 (Kg/Ha) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Ha) 543 447 285 276 284 600 500 400 300 200 100 2002 2003 2004 2005 2006

NILAI PENJUALAN SALE Sale income in 2006 in each division is increasing than 2005’s. Penerimaan penjualan tahun 2006 pada masing masing divisi mengalami Even there is decreasing in 2004 as result of estate convertion. peningkatan di banding tahun sebelumnya walaupun terjadi penurunan In seasonal crops division, sale income from sugar increase Rp. di tahun 2004 akibat konversi lahan tanaman. Pada divisi tanaman 585,362.53 billions (2006) than Rp 551,018.58 billions (2005) semusim penerimaan penjualan gula meningkat sebesar Rp. 585.362,53 and sale income from molasses reach Rp. 419,496.38 billions miliar di tahun 2006 dari Rp. 551.018,58 miliar di tahun 2005 dan in 2006 comparing than 2005’s Rp. 41,554.80 billions. penerimaan hasil penjualan tetes mencapai Rp. 419.496,38 miliar di In perennial crops division, sale income from rubber reach Rp. tahun 2006 dibanding tahun 2005 sebesar Rp.41.554,80 miliar. 395, 226.70 billions (2006) and Rp. 292,476.77 billions (2005). Sedangkan pada divisi tanaman tahunan penerimaan penjualan karet Those sale income stated in graphics below : mencapai Rp. 395.226,70 miliar ditahun 2006 dibanding tahun 2005 sebesar Rp. 292.476, 77 miliar. capaian penerimanan penjualan komoditas tanaman tahunan lainnya tercermin pada trend grafik berikut ini : DIVISI TANAMAN SEMUSIM I SEASONAL CROPS DIVISION Penerimaan Penjualan Gula Tahun 2002 - 2006 (Rp. Juta) Sales Income of Sugar Year 2002 - 2006 (Rp. Million) 600000 500000 400000 300000 200000 100000 0 2002 2003 2004 2005 2006

Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002

(Rp. Juta) 585.362 551.018 332.576 462.938 200.855

Penerimaan Penjualan TetesTahun 2002 - 2006 (Rp. Juta) Sales Income of Molasses Year 2002 - 2006 (Rp. Million) Tahun I Year 2006 2005 2004 2003 2002 (Rp. Juta) 419,50 415.54 360,74 295,06 417,70 500 400 300 200 100 0 2002 2003 2004 2005 2006

32 Annual Report

DIVISI TANAMAN TAHUNAN I PERENNIAL CROPS DIVISION Penerimaan Penjualan Tahun 2002 - 2006 (Rp. Ribuan) Sales Income Year 2002 - 2006 (Rp. Thousand) Uraian Ekspor & Lokal Karet : * Konvensional * Latek Pekat * Busa Skim * Karet Gelang Jumlah Karet Teh Kopi : * Robusta * Arabica Jumlah Kopi Kakao Gula Kemasan Samp, Kakoba, Gula Kebun T eh Celup T eh Kemasan Kopi Bubuk 102,540,564 11,483,600 318,625 54,671 114,397,460 17,943,685 14,129,783 273,472 14,403,255 5,848,453 29,410 137,045,006 16,700,900 438,767 154,184,673 14,229,098 14,115,280 739,747 14,855,027 6,478,040 65,016 201,803,712 18,764,650 558,883 8 221,127,253 17,760,372 13,602,359 768,257 14,370,616 6,887,197 77,441 76,703 271,909,082 20,113,744 453,949 292,476,775 24,473,161 15,567,006 830,418 16,397,424 8,650,219 1,842,847 9,025,403 124,173 141,488 375,420,890 19,300,302 505,506 395,226,698 21,560,267 17,239,923 411,436 17,651,359 5,996,558 10,652,992 13,872,101 58,790 65,773 275,595 Tahun I Year 2002 2003 2004 2005 2006 Description Export & Local Rubber : * Convensional * Thick Latex * Skim Foam * Rubber Ring Total Rubber Tea Coffee : * Robusta * Arabica Total Coffee Cocoa Packed Sugar By Products, Kakoba, Gula Kebun Teabag Packed Tea Powdered Coffee

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN AKTIVA LANCAR, AKTIVA TETAP/LAIN-LAIN DAN TOTAL AKTIVA Total Aktiva pada tahun 2006 meningkat dari Rp. 857,016 trilyun tahun 2005 menjadi Rp. 924.722 trilyun. Kenaikan aktiva tidak tetap/lain-lain dari tahun ke tahun akibat dari peningkatan investasi tanaman dan non tanaman (perbaikan pabrik, perbaikan jalan/jembatan, pembangunan perumahan karyawan) yang mesti dilakukan.

CURRENT ASSET, FIXED ASSET AND TOTAL ASSET Total asset in 2006 increasing from Rp. 857,016 trillions (2005) to Rp. 924,722 trillions (2006). The increasing of fixed asset by the year as result of plants investment and non plants investment (road, Bridge, renovation , and employee’s housing development).

Kinerja Keuangan Tahun 2002-2006 (Rp. Juta) Financial Performance Year 2002-2006 (Rp. Million)

1.000.000 900.000 800.000 700.000 600.000 500.000 400.000 300.000 200.000 100.000

924.722 857.016

556.797

582.940

574.080 466.956 483.779 422.026

318.092 213.363

319.527 247.870

276.049

283.377

374.535

25.342

15.543

14.653

15.525

18.917

2002
Aktiva Lancar Current Asset

2003
Aktiva Tetap Netto Nett Fixed Asset

2004
Aktiva Lain Lain Other Asset

2005
Total Aktiva Total Asset

2006

Laporan Tahunan

33

KEWAJIBAN LANCAR, KEWAJIBAN JANGKA PANJANG DAN TOTAL KEWAJIBAN Selama 2 (dua) tahun terakhir (2005-2006) Total Kewajiban mengalami penurunan dari Rp. 804,335 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp. 734,157 miliar.

CURRENT LIABILITIES, LONG TERM LIABILITIES, AAND TOTAL LIABILITIES During 2 last Year (2005-2006), the total liabilities has decreased from Rp. 804,335 billions (2005) to Rp. 734,157 billions (2006).

Kewajiban Lancar, Kewajiban Jangka Panjang dan Total Kewajiban (Rp. Juta) Current Liabilities, Long Term Liabilities and Total Liabilities (Rp. Million)

900.000

804.335
800.000 700.000 600.000 500.000 400.000 300.000 200.000 100.000

734.157 609.646 519.584 462.295 568.188 480.822 577.365 654.000 599.354

57.289

96.543 41.458

150.334

134.803

2002

2003

2004 Kewajiban Jangka Panjang Long Term Liabilities

2005 Total Kewajiban Total Liabilities

2006

Kewajiban Lancar Current Liabilities

BEBAN USAHA Selama 5 (2002-2006) beban usaha menunjukan tren yang dinamis. Tahun 2006 Beban Usaha meningkat dengan rincian biaya penjualan meningkat dari 5,147 miliar di tahun 2005 menjadi Rp. 5,481 miliar di tahun 2006. Biaya administrasi naik dari Rp. 31,082 miliar di tahun 2005 menjadi Rp. 43,357 di tahun 2006 sedangkan biaya bunga naik dari 44,731 miliar di tahun 2005 menjadi Rp. 49,735 miliar di tahun 2006.

OPERATING EXPENSES During 5 years (2002-2006) the operating expenses show dinamic trends. In 2006 operating expenses increase with the selling expenses from Rp. 5.147 billions (2005) to Rp. 5.481 billions (2006). Administartion expenses increase from Rp. 31. 082 billions (2005) to Rp. 43.35 billions (2006) and interses expenses increasing from Rp. 44.371 billion (2005) to Rp. 49.735 billions (2006).

Beban Usaha Tahun 2002 - 2006 (Rp. Juta) Operating Expenses Year 2002 - 2006 (Rp. Million)

60.000

54.340
50.000

51.756 48.268 44.737 43.357

49.735

40.000

30.000

31.082 22.166 25.693

20.000

19.210

10.000

3.160

4.845

4.032

5.147

5.481

2002 Biaya Penjualan Sales Expense

2003

2004

2005 Biaya Bunga Interest Expense

2006

Biaya Administrasi Administration Expense

34 Annual Report

LABA/RUGI BERSIH Laba Rugi PTPN IX (Persero) menunjukkan Trend positif, di tahun 2002 mengalami kerugian sebesar 151 miliar dan pada tahun 2006 mampu membukukan laba sebesar 127,313 miliar,l aba tahun 2006 menurun jika dibandingkan tahun 2005 dikarenakan di tahun 2006 sudah berkewajiban membayar pajak penghasilan.

NETT PROFIT (LOSS) Profit (Loss) of PTPN IX (Persero) Shows a positive trends. In 2002 PTPN IX (Persero) loss Rp. 151 billions , and in 2006 has booked the profit Rp. 127.313 billions. The profit of 2006 is decreasing if compared than 2005’s, as result of income tax payment in 2006.

Laba (Rugi) bersih Tahun 2002 - 2006 (Rp. Juta) Nett Profit (Loss) Year 2002 - 2006 (Rp. Milion)
137.924

150.000

127.312

100.000

50.000

23.421

(50.000) (60.226)

(100.000)

(150.000) (151.869) (200.000)

2002

2003

2004

2005

2006

BAHASAN MENGENAI IKATAN YANG MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL Rencana penjualan asset baru terealisir sebesar Rp. 0,21 miliar , khususnya untuk asset eks PG Ceper Baru , eks PG Banjaratma, Comal Baru danEks. PTP XV Semarang yang dianggarkan Rp. 38,46 miliar belum terealisir penjualannya karena surat ijin perpanjangan penjualan asset dari Kementerian BUMN belum keluar. URAIAN TENTANG KOMPONEN-KOMPONEN SUBSTANSIAL DARI PENDAPATAN ATAU BEBAN LAINNYA UNTUK DAPAT MENGETAHUI HASIL USAHA PERUSAHAAN Dalam informasi keuangan telah dilaporkan bahwa laba kotor sebesar Rp. 309 Milyar. Dari laba kotor tersebut terdapat komponenkomponen substansial yang mengurangi laba bersih (setelah PPh) seperti : a. Pembayaran iuran dapenbun b. Penghargaan masa kerja c. Biaya bunga bank ANALISIS TENTANG INFORMASI KEUANGAN YANG TELAH DILAPORKAN YANG MENGANDUNG KEJADIAN YANG SIFATNYA LUAR BIASA DAN JARANG TERJADI Dari informasi keuangan yang telah dilaporkan tidak terdapat kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. LAPORAN KEUANGAN YANG MENGUNGKAPKAN PENINGKATAN ATAU PENURUNAN YANG MATERIAL DARI PENJUALAN ATAU PENDAPATAN BERSIH. Pada tahun 2006, terdapat kenaikan total produksi karet sebesar 0.36% dan tebu naik sebesar 4.24% sedangkan produksi teh turun sebesar 23.21%, kopi turun sebesar 19.11% dan kakao turun sebesar 26.06% dibandingkan tahun 2005 sedangkan biaya produksi Gula FOB turun 4,11%, Kakao turun 22,42%. Biaya produksi karet FOB naik 19.98%, biaya produksi teh FOB naik 0,81%, biaya produksi kopi FOB naik 5,33%. Meskipun produksi Gula meningkat dan biaya produksi turun, capaian laba dari gula rendah. Sebaliknya, produksi karet meningkat dan biaya produksinya tinggi, capaian laba dari komoditas karet lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas gula, teh, kopi dan kakao.

REVIEW ONTRACT ON HIGHLY MATERIAL OF INVESTMENT The plan of asset selling just realized Rp.0,21 billions especially to eks. Sugar refinery in Ceper Baru, Banjaratma, Comal Baru and eks PTP XV (estimation Rp. 38.46 billions) is not realized yet because the selling permit from state Owned Minister is not ready.

DESCRIPTION OF SUBSTANCIAL COMPONENT OF INCOME OR OPERATING EXPENSE AFFECTING THE NET PROFIT It was reported that the gross profit is Rp. 309 billions, There are substancial component is wich reduce net profit after income tax such as :

a. Dapenbun contribution payment b. Working appreciation c. Bank Interest expense REVIEW OF FINANCIAL REPORT ON EXTRAORDINARY AND SCARCE OCCURANCE It was reported that there is not extraordinary and scarce occurance

REVIEW OF SUSTANCIAL FACTORS AFFECTING THE NET INCOME In 2006, there is increasing in rubber production 0.36%, sugar cane 4.24%, tea decrase 23.21%, coffee decrease 19.11% and cocoa decrease 26.06% if compared with 2005’s. Sugar Production expenses FOB decrease 4.11%, Cocoa decrease 22.42%. Rubber production expenses FOB increase 19.98%, tea production expenses FOB increase 0.81%, coffee production expenses increase FOB 5.33%. However rubber production increase and production expense is high, the profit from rubber is higher than sugar, tea, coffee and cocoa.

Laporan Tahunan

35

BAHASAN TENTANG DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP PENJUALAN DAN PENDAPATAN BERSIH PERUSAHAAN SERTA LABA OPERASI PERUSAHAAN SELAMA 2 (DUA) TAHUN Realisasi harga jual pada tahun 2006 karet konvensional naik 44.73%, Teh naik 20.50%, kopi Robusta naik 26.24%, kopi arabika naik 30.06% dan kakao turun 7.40% dibandingkan tahun 2005. Perolehan laba terutama disebabkan oleh produksi karet yang baik dan kenaikan harga komoditas karet di pasar domestik dan internasional. INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN Tidak ada Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan. URAIAN TENTANG PROSPEK USAHA PERUSAHAAN Gambaran hasil usaha yang telah dicapai perusahaan selama periode tahun 2003 – 2006 adalah sebagai berikut:

REVIEW ON EFFECT OF PRICE ON REVENUE AND PROFIT FOR THE LAST 2 (TWO) YEARS Selling price in 2006 for conventional rubber increase 44.73%, tea increase 20.50%, Robusta coffe increase 26.24%, Arabican coffee increase 30.06% and cocoa decrease 7.40% if compared than 2005’s. Profit mainly distributed by good rubber production and increasing rubber price both in domestic and international market.

SIGNIFICANT EVENTS AFTER BALANCE SHEETS DATE There is no significant Events after balance Sheets Date.

DESCRIPTION OF COMPANY BUSINESS PROSPECT The description of company business result for 2003-2006 is as follows:

Rp. Miliar Uraian
Laba ( Rugi ) Jumlah Ekuitas 2003 (60.23) (26.71)

Rp. Billion 2004
23.42 (3.29) 2005 137.92 63.25 2006 127.31 190.56 Description Profit ( Loss ) Total equity

Struktur Ekuitas PTPN IX (Persero) menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Manajemen telah menyusun upaya-upaya pengembangan perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selama tahun 2006 upaya yang telah dilaksanakan antara lain : 1. Melaksanakan kerjasama antara PTPN IX (Persero) dengan investor untuk mengoperasikan kembali eks PG Cepiring menjadi perusahaan baru PT. Industri Gula Nusantara yang akan mengolah tebu dan Raw Sugar. 2. Mendorong investor yang akan membangun agrowisata (Banaran resort, lapangan golf dan taman rekreasi) di kebun Getas yang merupakan kelanjutan dari surat kesepakatan (MOU) yang telah dibuat untuk segera dapat merealisirnya. Investor telah menyampaikan rencana proyek secara global. 3. Meningkatkan upaya pengembangan industri hilir teh seduh merk “Kaligua”, teh seduh merk “Semugih”, teh celup merk “Kaligua”, kopi bubuk merk “Banaran”, gula kemasan merk “Gula 9”. Telah dilakukan terobosan dengan melakukan penunjukan PT. Nusa Agro Lestari sebagai distributor tunggal kopi bubuk “Banaran”, memasukkan kopi Banaran ke hotel, pendirian cafe baru serta memasukkan produk hilir ke pasar swalayan yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 4. Membahas lebih lanjut proyek dan bentuk kerjasama antara PTPN IX (Persero) dengan Pemda Karanganyar dalam upaya memberdayakan eks PG Colomadu sebagai kelanjutan dari surat kesepakatan (MOU) yang telah dibuat. 5. Mengembangkan Kampoeng Kopi Banaran dan kebun teh Kaligua serta PG Tasik Madu sebagai kawasan agrowisata yang diminati masyarakat. 6. Memperluas penanaman tebu bekerjasama dengan Perhutani dan di areal cadangan tanaman tahunan.ekstra pemeliharaan. 7. Mendorong petani memperluas pelaksanaan program bongkar ratoon secara swadana.

The Structure of Equity in PTPN IX (Persero) shows development by years. Managemeent has arrange company development which will give some added value to company. Along 2006 PTPN IX (Persero) has executed the following: 1. Making cooperation between PTPN IX (Persero) and investors to revive Cepiring sugar refinery to be new company, called PT Industri Gula Nusantara which will process sugar cane and Raw sugar. 2. Push investors to develop agrotourism (Banaran Resort, golf field and recreation park) in Kebun Getas which is implementation of Memorandum of Understanding (MOU) between PTPN IX

3. Increase down stream product such as tea bag “Kaligua”, Prepared Tea “Semugih”, Powder Coffee “Banaran”, Sugar “Gula 9”. Some innovation has been done by appointment of PT Nusa Agro Lestari as the only distributor for Banaran coffee Powder, distributing to some hotels, new cafes and distribute down stream product to supermarket in Central Java and Yogyakarta. 4. Discussing projects and cooperation between PTPN IX (Persero) and Karanganyar Government in empowering Colomadu Sugar refinery as realization of Memorandum of Understanding (MOU) which has been made. 5. Develop Banaran Coffee village and Kaligu Tea Garden, also Tasik Madu Sugar refinery as agro tourism object. 6. Extend sugar cane plantation area by cooperate with Perhutani in Parennial plantation sapre land. 7. Push farmer to extend program of self financed ratoon hauled

36 Annual Report

8. Mengupayakan penjualan asset tidak produktif antara lain eks PG Ceper, eks PG Banjaratma, eks PG Comal dan lain-lain. 9. Tetap menjaga semangat melakukan efisiensi di segala bidang. 10.Secara konsekuen tetap menjalankan kebijakan Minus Growth untuk bidang SDM terutama untuk karyawan tetap, sedangkan karyawan lepas disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. BAHASAN TENTANG ASPEK AGROWISATA & INDUSTRI HILIR PTPN IX (Persero) telah melaksanakan diversifikasi usaha berupa pengembangan agrowisata dan industri hilir. Agrowisata yang telah dikembangkan hádala Wisata edukasi Kampoeng Kopi Banaran, Wisata Alam Kebun Teh Kaligua, Wisata Sejarah PG Tasik Madu dan PG Gondang Baru. Untuk Industri hilir telah diproduksi dan dipasarkan Teh Celup & Serbuk Merek ‘Kaligua”, Kopi Bubuk Kemasan Merk ‘Banaran”, dan gula kemasan merk “ Gula 9”. Dari pengembangan agrowisata & industri hilir, telah menyumbang laba sebesar Rp. 170 Juta bagi perusahaan.

8. Non productive asset selling, such as sugar refineries in Ceper Banjaratma, Comal, etc. 9. Maintain spirit to do efficiency in all aspects. 10.Execute the Minus Growth Regulation consequently in Human Resouces Department, especially to regualar employee and freelancer considering to the needs. REVIIEW OF AGROTOURISM AND DOWNSTREAM INDUSTRY PTPN IX (Persero) has execute business diversification that are Agrotourism and downstraem industry development. The developed education based on agrotourism are Banaran Coffee Village, Kaligua Tea Plantation, and history tourism in sugar refineries such as Tasik Madu and Gondang Baru. PTPN IX (Persero) has produced and marketed downstream products such as Kaligua instant tea and prepared tea, Banaran powder coffe, and sugar with brandmark “Gula 9”. The developed Agrotourism and downstream industry has contributed profit Rp. 170 billions for company description of Financial Performance. REVIEW ON MARKET International Market The global increasing price for oil has affect commodities selling in international market. The picture of price for Parennial Crop Production in 2006 is as follows:

URAIAN TENTANG ASPEK PEMASARAN Kondisi Pasar Internasional Kenaikan harga minyak dunia sebagai pemicu inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah secara signifikan berpengaruh terhadap harga jual komoditas di pasar internasional. Gambaran harga komoditas produksi Tanaman Tahunan pada tahun 2006 sebagai berikut: K a r e t : permintaan pasar ekspor relatif menurun dengan harga jual yang cukup baik. permintaan pasar agak menurun meskipun harga jual komoditi cukup baik. permintaan pasar cukup baik demikian pula dengan harga jualnya. permintaan pasar dan harga jual tahun 2006 relatif cukup baik.

Rubber

: Demand of export is decrease relatively, the selling price is good : Demand of market is decrease little, the selling price is good : Demand of market and selling price both are good : Demand of market and selling price both are good relatively.

T e h

:

Tea

K o p i

:

Coffee Cocoa

K a k a o :

Kondisi Pasar Dalam Negeri Kondisi perdagangan dalam negeri pada tahun 2006 masih dipengaruhi oleh iklim makro ekonomi Indonesia yang kurang kondusif bagi perdagangan karena daya beli yang masih rendah. Untuk komoditas Tanaman Tahunan terjadi penurunan permintaan pasar pada semua komoditi pokok dibandingkan dengan tahun 2005. Pada produk hilir terjadi peningkatan permintaan Teh Celup, Kopi Bubuk, dan Gula Kemasan, sedangkan untuk Teh Kemasan mengalami penurunan. Untuk komoditi gula permintaan pasar sebagian dicukupi dari gula impor dengan harga cukup tinggi karena harga di luar negeri sudah tinggi. PERNYATAAN MENGENAI KEBIJAKAN DIVIDEN SELAMA 2 TAHUN BUKU TERKAHIR Sampai dengan tahun buku 2006 PTPN IX (Persero) baru dapat menutup akumulasi kerugian namun memiliki nilai ROE yang masih negatif. Untuk itu PTPN IX (Persero) belum dapat membayar deviden. REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM Pada tahun 2006, PTPN IX (Persero) tidak melakukan penawaran umum.

Domestic Market The condition of domestic market in 2006 still affected by Indonesian economic Macro climate that not so condusive for trading because the purchasing ability is still low. There is decreasing in Perennial Crops commodities if compared than 2005’s. There is increasing in demand for downstream product on tea bags, Powder coffee and packaged sugar, and decreasing demand for packaged tea. To meet the domestic demand for sugar PTPN IX (Persero) give some part of imported sugar by high relatively price accordingly to the sugar global price.

THE NOTIFIED DEVIDENT FOR LAST 2 YEARS Up to closing book in 2006, PTPN IX (Persero) just closed loss accumulation, but still having ROE negative. Considering that, PTPN IX (Persero) could not able to pay devident yet.

USAGE OF FUND DERIVED FROM PUBLIC OFFER There is no fund derived from the public offer.

Laporan Tahunan

37

INFORMASI MATERIAL ANTARA LAIN MENGENAI INVESTASI, EKSPANSI, DIVESTASI, AKUISISI, RESTRUKTURISASI HUTANG/MODAL, TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN DAN SIFAT TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI. INVESTASI Investasi tanaman tahun 2006 sebesar Rp. 37.893.536.000 meningkat 15,61% dibanding tahun 2005 sebesar Rp. 32.777.400.000.Dari segi biaya secara keseluruhan kenaikan karena dipengaruhi adanya kenaikan upah karyawan dan kenaikan harga barang bahan. Sedangkan investasi non tanaman meningkat sebesar 44,35% dari Rp. 25.403.346.000 di tahun 2005 menjadi Rp. 36.669.115.000 di tahun 2006. Rincian tentang investasi adalah sebagai berikut :

INFORMATION ON INVESTATION, EXPANSION, DEVASTATION, ACQUISITION, RESTRUCTURISATION OF DEBT, CAPITAL AND OTHER TRANSACTION CONTAINING CONFLICT OF INTEREST, AND NATURE OF TRANSACTION WITH THE AFFILIATION INVESTMENT The plants investment in 2006 is Rp. 37,893,536,000, increasing 15.61% than 2005 (Rp. 32,777,400,000). By total fund, the increasing is influenced by the employee wages and raw materials. For non plants investment increase 44.35% from Rp. 25,403,346,000 to Rp. 36,669,115,000 in 2006.

Investasi Tanaman Tahun 2005 - 2006 (Rp. 000) Plants Investment Year 2005 - 2006 (Rp. 000) Uraian Realisasi I Realization 2005 Karet Teh Kopi Kakao Jarak Pesemaian Jumlah 30,863,493 1,863,282 50,625 32,777,400 2006 32,842,998 2,246,762 255,829 2,547,948 37,893,536 15.61 % Description

6.41 20.58 405.34

Rubber Tea Coffee Cocoa Jathropa Curcas Seedling Total

Investasi Non Tanaman Tahun 2005 - 2006 (Rp. 000) Non Plants Investment Year 2005 - 2006 (Rp. 000) Uraian Realisasi I Realization 2005 2,534,831 13,955,379 223,655 3,425,732 1,729,486 2,352,335 1,181,928 25,403,346 2006 3,535,856 24,223,293 1,061,909 3,911,440 2,444,675 623,599 868,344 36,669,115 % Description

Tanah Bangunan Mesin dan Instalasi Jln. Jemb. Sal. Air Alat Pengangkutan Alat Pertanian & Inventaris Kecil Aktiva Tak Berwujud Agrowisata Lain-lain Jumlah

39.49 73.58 374.80 14.18 41.35 (73.49) (100.00) 44.35

Lands Building Machinery & Installation Road, Bridge & Irrigation Vehicle Agriculture Equipments & Small Inventories Intangible Asset Agrowisata Lain-lain Total

38 Annual Report

Divestasi, Akuisisi, Restrukturisasi Hutang/Modal, Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan dan Sifat Transaksi dengan Pihak Afiliasi. Penyertaan Jumlah Penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp. 52.713.923 ribu dengan rincian : Indoham Ltd. Jakarta Penyertaan saham sebesar Rp. 73.923 ribu atau 6 % dari komposisi modal Indoham Ltd. yang bergerak dibidang pemasaran produksi. PT. Wana Tani Lestari, Ujung Pandang Penyertaan saham di PT. Wana Tani Lestari sebesar Rp. 271.000,ribu (271 lembar @ Rp. 1.000.000,-) atau 3,7 % dari komposisi modal saham yang ditempatkan. Perusahaan ini bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan hasil utama berupa kayu karet dan hasil samping getah karet (Lateks). Sesuai dengan persetujuan RUPS akan dihapus pada tahun buku 2007. PT. Industri Gula Nusantara Penyertaan saham sebesar Rp. 52.369.000 ribu, atau 36% dari komposisi modal saham pada saat pendirian PT. Industri Gula Nusantara

Divastation, Acquisition, Restructurisation of debt, capital and other transaction containing conflict of interest and nature transaction with the affiliation. Investmen Company Investment in 2006 was Rp. 52,713,923 thousand with the description below: Indoham, Jakarta Stock investment Rp. 73,923 thousand or 6% of Capital Composition of Indoham Ltd which move in production marketing field. PT Warna Tani Lestari, Ujung Pandang Stock Investment in PT Wana Tani Lestari Rp. 271,000 thousand or 3.7% of Capital Composition. It moves in Industry plantation Forest with the main commodity is rubber wood and side commodity is latex. It will be erased in 2007’s book by AGM approval.

-

-

-

-

PT Industri Gula Nusantara Stock Investment Rp. 52,369,000 thousand or 36% of capital composition on PT Gula Nusantara Industry’s establishment.

Restrukturisasi Sampai dengan tahun 2006 Ekuitas PTP. Nusantara IX (Persero) sudah menunjukkan perbaikan. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan, manajemen tetap melanjutkan pelaksanaan rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya antara lain : 1. M e l a n j u t k a n u p a y a k e r j a s a m a d e n g a n i n v e s t o r u n t u k memberdayakan asset-asset non produktif yaitu asset eks PG Cepiring dan eks PG Colomadu. 2. Mengembangkan agrowisata di areal Kakao Banaran yang tidak produktif dan tidak memungkinkan lagi diperbaiki atau dikonversi ke tanaman lain, menjadi lokasi agro wisata berupa resort, taman rekreasi, lapangan golf dan lain-lain. Program secara garis besar telah disampaikan oleh investor kepada PTPN IX (Persero). 3. Melanjutkan pengembangan industri hilir kopi, teh dan gula serta Coffee Shop sebagai tempat distribusi industri hilir. 4. Menjual asset yang tidak mungkin dapat diberdayakan lagi yaitu tanah dan bangunan eks PG Banjaratma dan eks PG Ceper.

Restructurization The equity of PTPN IX (Persero) up to 2006 shows improvement. To maintain and increase companya performance, the management continue to execute the planning below:

1

Continue to cooperate with the investors to empowering non productive asset such as Sugar Refinery in Cepiring and Colomadu.

2

Develop agro toursm in Banaran Cocoa area which can not be repaired or converted to other plantation to be agro tourism place like Resort, Recreation park, golf field, etc. The program has submitted globally by investors to PTPN IX (persero).

3

Continue development of downstream product on coffee, tea and make coffe shop as distribution place.

4. Selling non productive asset such as sugar refineries in Banjaratma and Ceper. CHANGE REGULATION AFFECTING SIGNIFICANTLY THE COMPANY Referring to the Letter of Minister of State Owned Company No. KEP-35/MBU/2007 dated April 4, 2007 regarding the composition changing in Board of Director of PTPN IX (Persero), there are new Director in Board of Director composition that IS Research and Development and Marketing Director. These addition will change the Organizational Structure.

URAIAN MENGENAI PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP PERUSAHAAN Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-35/MBU/2007 tanggal 4 April 2007 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN IX (Persero) Dalam susunan Direksi terdapat Direktorat baru yaitu Direktur Perencanaan dan Pengembangan (RENBANG) dan Pemasaran. Penambahan Direktorat tersebut menyebabkan perubahan Struktur Organisasi. URAIAN MENGENAI PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PTPN IX (Persero) memakai peraturan akuntansi yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya yaitu Standard Akuntansi Keuangan (SAK) dari Ikatan Akuntan Indonesia.

CHANGE OF ACCOUNTING POLICY PTPN IX (Persero) in accordance with the accounting standards namely Financial Accounting Standards published by Indonesian Institue of Accountant.

Laporan Tahunan

39

TATA KELOLA PERUSAHAAN Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) bagi PTPN IX (Persero) sudah menjadi bagian dari budaya perusahaan, serta berusaha mencapai yang terbaik sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan, yaitu Transparansi (keterbukaan informasi), Accountability (akuntabilitas dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi), Responsibilitas pertanggungjawaban), Fairness (kesetaraan perlakuan terhadap pemegang saham) serta Independency (Kemandirian). Majemen meyakini bahwa PTPN IX (Persero) bisa bertahan sampai hari ini karena komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik oleh seluruh Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan. PTPN IX (Persero) juga mendapat dukungan positif dari pemegang saham yang sangat menekankan pentingnya menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik di seluruh jajaran perusahaan. Meski prinsip - prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik di PTPN IX (Persero) dalam prakteknya sudah dijalankan sejak tahun 2005. namun PTPN IX (Persero) merasa perlu memformalisasikannya dalam suatu Pedoman tertulis. Karena itu, pada tahun 2006 PTPN IX (Persero) membuatnya secara tertulis Pedoman yang dimaksud agar menjadi pedoman Tata Kelola Perusahaan di lingkungan perusahaan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya termasuk dalam mengambil setiap keputusan bisnis, Direksi dan Dewan Komisaris selalu mengedepankan prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan, budaya perusahaan, peraturan yang berlaku (legal compliance), Etika Bisnis perusahaan serta memperhatikan kepentingan PTPN IX (Persero), pemegang saham serta stakeholders lainnya. Hal yang sama juga berlaku bagi seluruh karyawan. Dalam setiap kesempatan, baik secara lisan maupun tertulis Direksi selalu menekankan kepada seluruh karyawan untuk berpegang teguh dan konsisten melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik. PTPN IX (Persero) selalu antisipatif dalam mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berhubungan dengan tata kelola perusahaan.

Good Corporate Governance (GCG) implementation in PTPN IX (Persero) is a part of company culture, and trying to the the best implementation base on GCG Principles: Transperancy, Accountability, Fairness and Independency. Management believe that PTPN IX (Persero) able to survive as the result of commitment of GCG implementation by Board of Director, Board of Commissioner and employees. PTPN IX (Persero) also supported by shareholders. Even GCG has implemented in PTPN IX (Persero) since 2005, it is considering to formalized it in written guidance. As for that, in 2006 PTPN IX (Persero) has made GCG Guidance

In executing their task and functions, Board of Director and Board of Commisioner always emphasize GCG principles, company culture, legal compliance, company businees ethics and notice the needs of PTPN IX (Persero), shareholders and stakeholders. The regulation also hold for employees. PTPN IX (Persero) always anticipate in regulation implementation, especially which related to GCG’s.

40 Annual Report

Dewan Komisaris Sesuai dengan bunyi Pasal 11 Undang-undang Perseroan maka tugas dan tanggung jawab Komisaris adalah melakukan tindakan pengawasan atas kebijakan yang dilakukan oleh Direksi termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang (RJP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta ketentuan – ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan Rapat Komisaris, anggota Komisaris yang berhalangan hadir dalam Rapat Komisaris selalu memberitahukan kepada Ketua Rapat sebelumnya dan memberikan kuasa untuk mewakili suaranya dalam Rapat. Materi pembahasan dalam Rapat Dewan Komisaris dibagikan kepada seluruh anggota termasuk yang berhalangan hadir agar seluruh anggota mendapatkan informasi yang sama. Seluruh keputusan dalam Rapat Dewan Komisaris selalu diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Tugas dan Wewenang Komisaris : a. Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan Perseroan serta memberi nasihat kepada Direksi. b. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Komisaris harus : - Tunduk kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. - Bertindak sewaktu-waktu untuk kepentingan dan Usaha Perseroan dan bertanggung jawab kepada Perseroan yang dalam hal ini diwakili oleh RUPS. c. Para anggota Komisaris, baik bersama-sama maupun sendirisendiri setiap waktu berhak memasuki bangunan-bangunan dan halaman-halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, suratsurat bukti, persedian barang-barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan Direksi. d. Jika dianggap perlu, Komisaris dapat meminta bantuan tenaga ahli dalam melaksanakan tugasnya untuk jangka waktu terbatas atas beban Perseroan. e. Para anggota Komisaris berhak menanyakan dan meminta penjelasan tentang segala hal kepada Direksi dan Direksi wajib memberikan penjelasan. f. Komisaris dengan suara terbanyak setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi jikalau mereka bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar atau melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi Perseroan.

Board of Commissioner In accordance to company regulation chapter 11, the duty and responsibility of Board of Commissioners are monitoring, controlling and reviewing the Board of Director to conduct the company operations and give advisory to Board of Director including in executing its long term plan, work plan and articles of association also terms of articles of association and the decision of Annual General Meeting of Sharge holders and current regulations. The commissioner who absent in Board of Commissioner meeting must announce to the Head of meeting and represent his vote to others. The minutes of meeting distributed to all member of Board of Commissioner even the to the absent one in order to give the information.

Duty and Responsibility of Board of Commissioner: a. Monitoring the Board of Director’s regulation in conduct the company operations. b. In implementing the duty, Board of Commissioner should: - Obey to valid regulation, Company’s articles of association and result of General Meeting of Sharholders. Act for the company interest and operations at any time and responsible to company in this case represented by Annual General Meeting of Stakeholder. c. At any time members of Board of Commissioners together or individually have the right to enter buildings, yards, or other places which are used or owned by company and have the rights to check documents, evident documents, stocks, inspect cash flow for the purpose of verification, and securities, also recognizing all policies run by the Board of Director. d. If considered necessary, the Board of Commissioner can ask help from professionals in implementing the duties for limited period of time paid by the company. e. The Board of Commissioner has the right to ask an explanation about everything to the Board and the Board should give explanations. f. The Board of Commissioner with the highest vote have the right to non activate the member of Board of Director from ones’ office temporarily if they act in opposite with articles of association, neglect one’s duty, or urgent matters for the company.

g. Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasan yang menyebabkan tindakan itu. h. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, Komisaris diwajibkan untuk memanggil RUPS yang akan memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada kedudukannya. sedangkan yang diberhentikan sementara itu diberi kesempatan untuk hadir dan membela diri. i. j. Rapat ini dipimpin oleh salah seorang Pemegang Saham yang dipilih oleh dan dari antara mereka yang hadir. Jikalau RUPS tidak diadakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, maka pemberhentian sementara itu batal.

g. This temporary non-activation of the member should be informed by letter with the reasons. h. After 30 (thirty) days of temporary non-activation, the Board of Commissioner is obliged to ask the Annual General Meeting of Shareholders which will decide whether the member (s) of Board of Director should be discharged or given another chance to defend themselves. i. j. This meeting is led by one of shareholders that is chosen by and among the present members. If the Annual General Meeting of shareholders could not be held within 30 (thirty) day after temporary non-activation, the temporary non-activation should be terminated.

Laporan Tahunan

41

Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Komisaris Terkait dengan efektifitas dan orientasi kerja, Komisaris melakukan pertemuan (meeting) rutin dan pertemuan insidentil. Pada tahun 2006 Komisaris melakukan beberapa kali pertemuan insidentil yang diikuti oleh seluruh anggota Komisaris. Frekuensi Pertemuan/Rapat Gabungan antara Komisaris dan Direksi Komisaris telah melaksanakan pertemuan/rapat gabungan dengan Direksi PTPN IX (Persero) secara rutin, yaitu : rapat pembahasan RKAP, Evaluasi Triwulan I, Triwulan II, Triwulan III, Triwulan IV, Laporan Keuangan Tahunan (Pra RUPS). Program Pelatihan untuk Komisaris Orientasi program untuk Komisaris dilakukan pada awal tugasnya dengan cara mengadakan pertemuan dengan seluruh jajaran manajemen perusahaan dan kunjungan lapangan. Training untuk Komisaris dilakukan antara lain training penerapan GCG. Hubungan Tugas antara Komisaris & Komite Audit serta KomiteKomite lain yang ada : Untuk membantu Komisaris PTPN IX (Persero) dalam rangka melaksanakan berbagai tugas dan tanggungjawab yang berhubungan dengan evaluasi dan pengawasan. Komisaris membentuk Komite Audit yang beranggotakan 3 (tiga) orang dan salah satu anggota Komisaris menjabat sebagi Ketua Komite Audit. Dalam menjalankan tugasnya Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Komisaris. URAIAN DIREKSI Selama tahun 2006 Direksi telah mengadakan rapat berkala baik mingguan di luar rapat bulanan yang secara khusus membahas tentang kinerja operasional PTPN IX (Persero). Notulen rapat didistribusikan kepada seluruh anggota Direksi termasuk yang berhalangan hadir agar seluruh anggota Direksi mengetahui pembahasan dalam setiap Rapat Direksi. Rapat Direksi membahas masalah strategis dan operasional perusahaan, kebijakan dan halhal penting lainnya dalam upaya mencapai maksud dan tujuan perusahaan. Menjelang akhir tahun, Direksi menyusun anggaran untuk tahun depan, yang dilaporkan kepada Rapat Komisaris Ruang Lingkup Pekerjaan dan Tanggung Jawab Masing-masing Anggota Direksi Untuk memperlancar dan mempermudah hubungan Direksi dengan mitra kerja (Komisaris. Pemegang Saham dan Pihak lainnya), maka Direksi membagi tugas/wewenang Direksi sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. yaitu :

Effectiveness of meeting of the Board of Commissioner Relevant with effectiveness and work orientation, the Board of Commissioner conducts routine and incidental meetings. The facts that the Board of Commissioner had conducted which routine meetings was attended by all Board of Commissioner. Effectiveness of meeting Board of Commisioner and of Board of Director The Board of Commissioner and Director was held the meeting periodically for discussing i, e,: budgeting, eveluation of progress management report once in three months, yearly financial report. Program Orientation of the Board of Commissioner Program orientation of the Board of Commissioner is carried out at the beginning of their duty by organizing meeting with management and by doing direct supervision in the field. Trainings for the Board of Commissioner are conducted such as GCG Iimplementation. Duty Relation among the Board of Commissioner, Audit Committee, and other Committee To help the Board of Commissioner of PTPN IX (Persero) in conducting duties and responsibilities which are related to evaluation and control, the Board of Commissioner forms Audit Committee which has 3 (three) members, and one member of the Board of Commissioner becomes the chairman of Audit Committee. To carry out their duties, Audit Committee takes the responsibilities directly to the Board of Commissioner. BOARD OF DIRECTOR DESCRIPTION Along 2006, Board of Directors has conduct monthly and weekly meeting which discussing PTPN IX (Persero) performance. Minutes of Meeting was distributed to all member of Board of Directors including the absence as information. Every Board of Director meeting discussed on strategic matters, company operations, regulation and others to make company vision and mission come true. At the end of year, Board of Director arrange articles of Association for coming yar which will be reported to Board of Commissioner.

Scope of Work and Responsibility of each of Board of Director To ensure the order of task and relationship between the Board of Director and partners (the Board of Commissioner, Shareholders, and Concerned Parties), the Board of Director shared duties/roles based on their expertise.

Direktur Utama a. Melaksanakan proses manajemen transformasi dalam rangka terwujudnya visi dan misi perusahaan b. Membangun Perusahaan yang berbasis pengetahuan (Knowledge Company). c. M e n s u k s e s k a n p e l a k s a n a a n S i s t e m M a n a j e m e n M u t u ISO 9001 : 2000 . d. Melaksanakan seluruh peraturan yang berlaku terhadap operasional perusahaan dalam rangka memenuhi kepatutan (etika bisnis dan kerja). e. Mempertanggung jawabkan kinerja perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

President Director a. Implementing transformation management process in forming Company’s vision and mission. b. Building up knowledge -Based Company. c. Implementing ISO 9001:2000 certified for quality management. d. Implementing all regulations for company operational in terms of properness (business and work ethical). e. Be responsible for the company performance upon Annual General Meeting of Shareholders.

42 Annual Report

Direktur Produksi a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Produksi serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Fokus pada peningkatan produktifitas, efisiensi dan perawatan fasilitas existing termasuk didalamnya Replanting baik Inti maupun Plasma. c. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang produksi untuk mewujudkan Best Practices. d. Mengendalikan biaya produksi serta investasi sarana/prasarana produksi pada tingkat yang efektif dan efisien. e. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan inovasi di Bidang Produksi. f. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 Direktur Keuangan a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Keuangan, Akuntansi serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Keuangan, Akuntansi untuk mewujudkan The Best Total Cost c. Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. d. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Assets Management secara berkesinambungan untuk menghindari erosi kapital. e. Mengendalikan dan mengevaluasi biaya produksi melalui pemanfaatan Activity Based Costing (ABC) f. Menyediakan sumber dana bagi pengembangan perusahaan dan kebun masyarakat disekitar Unit Kerja. Direktur SDM & Umum a. Menetapkan upaya strategik dan kewajiban Bidang Personalia & Umum, Bidang Pengembangan SDM dan Bidang Sekretaris Korporat mengevaluasi pelaksanaannya. b. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis Bidang Personalia & Umum dan Pengembangan SDM (HR System) untuk meningkatkan kompetensi, kepuasan dan kinerja karyawan. c. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Sekretaris Korporat untuk mewujudkan keamanan lingkungan kerja dan pemenuhan aspek legalitas. d. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Perencanaan Kebutuhan SDM yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan (HR Strategic Planning). e. Mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang didasarkan kompetensi profil jabatan serta mengevaluasi pelaksanaannya. f. Mengembangkan dan mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan kualitas hidup (Quality of Life) karyawan. g. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat lingkungan sekitar Unit Kerja melalui program PKBL. h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan pelayanan i. Mengendalikan biaya Bidang Personalia & Umum serta Bidang Pengembangan SDM. j. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Penilaian Karyawan (SPK). k. Menetapakan upaya strategik dan kebijakan Bidang Personalia & Umum serta mengevaluasi pelaksanaannya.

Production Director a. Setting strategies and policies in production and evaluate the implementation. b. Focous on increasing productivity, efficiency and maintain existing facilities including Replanting both in necleus estate and small holder estate. c. Evaluate and reviewing the business process (work system) of production in forming best practices. d. Controlling production expenses and production asset investment on effective and efficient level. e. Implement and reviewing innovation in Production. f. Implementing and reviewing ISO 9001:2000 certified for quality management

Finance Director a. Setting the strategic efforts, financial/accounting policies, and evaluating the implementation. b. Evaluating and reviewing the business process (work) system) in financial/accounting in forming The Best Total Cost. c. Maintain the balance between company growth and profitability. d. Implementing and reviewing sustainable asset management to avoid capital erosion e. Managing and evaluation production expenses through the use of Activity Based Costing (ABC). f. Providing fund for company and plasma estates development around business unit.

HR and General Affair Director a. Setting the strategic effort and responsibilities of HR and General Affair, Corporate Secretary section, and evaluate the implementation. b. Evaluating and reviewing the business process of human resources (HR system) to improve competence, satisfaction, and employee performance. c. Evaluating and reviewing the business process (work system) general affair in forming work environment safety and compliance of legality aspects. d. Implementing and reviewing human resources planning that meets the company need (HR Strategic Planning. e. Conduct training and education programs based on personnel mapping result, competency profile for every position, and evaluate the implementation. f. Conduct and evaluate the implementation of employee life quality improvement g. Conduct and review the implementation of community development and guidance around the Work Units through PKBL Programs h. Conduct and review the implementation of health care and management system of work safety and health. i. Reduce cost of human resources and general affair assistances effectively and efficiently j. Conduct and review the implementation of objective performance management system for human resources/general affair. k. Setting the strategic and policies in HR and General Affair and evaluating the implementation.

Laporan Tahunan

43

Direktur Pemasaran dan Renbang a. Melaksanakan seluruh program Strategic Customer Relationship Management (CRM). b. Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pelanggan) serta mitra aliansi. c. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan sistem pengendalian persediaan hasil produksi. d. Menghimpun dan mensiasati perkembangan pasar dan perilaku pesaing (market inteligence). e. Menginformasikan kebutuhan pasar secara berkesinambungan kepada Direktur produksi. f. Mengendalikan biaya penjualan pada tingkat yang efektif dan efisien. g. M e l a k s a n a k a n s e l u r u h p r o g r a m S t r a t e g i c I n i t i a t i v e : h. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha serta mengevaluasi pelaksanaannya. i. Fokus pada pengembangan usaha baru pembangunan Industri Hilir, dan pengembangan Agrowisata j. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha. k. Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. l. Membangun sistem aliansi dalam pengembangan portofolio bisnis dan diversifikasi Usaha. m. Mengelola Proyek pengembangan sampai diserahkan ke Direktur Produksi sesuai dengan Spesifikasi Teknis baik untuk Kebun maupun Pabrik, sementara untuk Jasa lain seperti Trading dan Usaha Patungan masih tetap dikelola oleh Renbang. n. Menterjemahkan kebutuhan pasar menjadi pelaksanaan operasional bidang produksi. o. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) dan meningkatkan kepuasan pelanggan . p. Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pemasok) serta mitra aliansi. Program Pelatihan Untuk Direksi Training untuk Direksi dilakukan secara adhoc antara lain GCG, Risk Management, Regulasi dan lain-lain. Kinerja Direksi diawasi dan dievaluasi oleh Komisaris secara periodik, dan Pemegang Saham dalam RUPS. Rapat Antar Anggota Direksi Terkait dengan efektifitas dan orientasi kerja Direksi melakukan pertemuan (meeting) secara berkala untuk pembahasan RKAP, RKO/Evaluasi Kinerja Triwulan/Smester, RJP, dan Rapat Rutin dengan Kepala Bagian Remunerasi Dewan Komisaris da Direksi Seluruh karyawan termasuk Dewan Komisaris dan Direksi menerima gaji dan tunjangan lain yang besarnya ditentukan berdasarkan kompetensi dan prestasi yang bersangkutan serta kemampuan perusahaan. Selama tahun 2006, Dewan Komisaris dan Direksi PTPN IX (Persero) telah menerima gaji dan tunjangan lainnya yang seluruhnya berjumlah Rp 1.910.126.000,-.

Marketing and R&D Director a. Conduct all Strategic program of Costumer Relationship Management. b. Develop and maintain relation with costumer and partners. c. Implementing and review of controlling system implementation on production stock. d. Collect and investigate market development and market intelligence. e. Inform market’s need as sustainable to Production Director. f. Controlling selling expenses in efficient and efefctive level.

g. Conduct all Initiate Strategic Program h. Setting strategic effort and Regulation on Business Planning and Development, and evaluate the implementation. i. Focus on development of down stream industry and agro tourism development j. Evaluating and complete work system on Business planning and development. k. Maintaining the balance between company grwoth and profitability. l. Develop alliancy system in business portfolio development and business diversification. m. Manage development Project and submit to Production Director base on technical specification for plantation or refinery, and for other service such as trading and joint venture still managed by R & D. n. Changing market needs to operational conduting in production. o. Evaluate and complete work system and increase costumer satisfaction. p. Develop and maintain relation with vendors and business partners

Training Program for Board of Director As adhoc the training has been executed such as GCG, Risk Management, Regulation, etc. Board of Director’s performance was monitored and evaluated by Board of Commissioner, Shareholders and Annual General Meeting periodically Effectiveness of Meeting of Board of Director Relevant with effectiveness and work orientation, the Board of Director conduct routine meetings to deal with budget (RKAP), RKO/Triwulan Performance Evaluations, RJP, Steering Committee Meeting, and routine meetings with Head of Department. Remuneration for Board of Commissioner and Board of Director All of employees including BOC and BOD receive remuneration base on competency, achievement and company ability. Along 2006 BOC and BOD of PTPN IX (Persero) has received remuneration totally Rp. 1,910,126,000.-

44 Annual Report

Remunerasi yang diberikan kepada Komisaris sesuai dengan Keputusan RUPS sebagai berikut : 1. Penghasilan : a. Komisaris Utama : 40 % x Gaji Direktur Utama b. Komisaris : 36 % x Gaji Direktur Utama 2. Tunjangan Transport : Kepada Komisaris diberikan tunjangan transport sebesar 15 % dari penghasilan yang bersangkutan per bulan. 3. Biaya Perjalanan Dinas (BPD) & Fasilitas Pengobatan & Perawatan Kesehatan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Perusahaan. 4. Dalam hal perusahaan memperoleh laba, kepada Komisaris diberikan Apresiasi yang besarnya ditetapkan oleh RUPS dengan komposisi sebagai berikut a. Komisaris Utama : 40 % x Apresiasi Direktur Utama b. Komisaris : 36 % x Apresiasi Direktur Utama

Remuneration given to Board of Commissioner referring to Annual General Meeting are: 1. Income a. President Commissioner : 40% x President Director’s salary b. Commissioner : 36% x President Director’s salary 2. Transport Allowance A commissioner is given 15% of salary per month as Transport allowance 3. The allowance for travel and healthcare facilities are commensurate with company regulation. 4. When the corporate makes to commissioner is set by composition as follows: a. President Commissioner year bonus b. Commissioner year bonus a profit, the year and bonus given Annual General Meeting with the : 40% x President Director’s end : 36% x President Director’s end

5. Santunan Purna Jabatan diberikan pada setiap masa jabatan Komisaris berakhir yang diberikan dalam bentuk pengikutsertaan dalam program asuransi atau tabungan pensiun yang beban premi/iuran tahunannya ditanggung oleh Perusahaan. Remunerasi yang diberikan kepada Direksi sesuai dengan Keputusan RUPS adalah sbb : a. Penghasilan : Direktur Utama : 100 % x Ketetapan RUPS Direksi : 90 % x Gaji Direktur Utama b. Tunjangan Transport & Perumahan : Kepada Direksi yang disediakan kendaraan dan rumah dinas tidak diberikan tunjangan dan sebaliknya. c. Biaya Perjalanan Dinas (BPD) & Fasilitas Pengobatan & Perawatan Kesehatan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Perusahaan. d. Dalam hal perusahaan memperoleh laba, kepada Direksi diberikan Apresiasi yang besarnya ditetapkan oleh RUPS dengan komposisi sebagai berikut: Direktur Utama : 100 % x Ketetapan RUPS Direktur Bidang : 90 % x Apresiasi Direktur Utama

5. Pension benefits will be given to Board of Commissioner at the end of serving period in the forms of insurance or pension benefits which its contribuion to the pension and insurance plans would be guaranteed by company. Remunerations given to Board of Director refer to Annual General Meeting decision: a. Income President Director : 100 % x AGM decision Director : 90 % x President Director Salary b. Transportation Allowance and Housing subsidies : A Director who gets a motor vehicle and house will not be given transportation allowance and housing subsidies. c. The allowance for travel on duties and healthcare facilities are commensurate with company regulations. d. When the corporate makes a profit, the year and bonus given to the director is set by annual general shareholders’ meeting with the composition as follows : President Director : 100 % x AGM decision Director : 90 % x President Director bonus

KOMITE AUDIT Komite Audit merupakan komite yang dibentuk berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik negara pada Bab. VI Pasal 70, tugas dan fungsinya membantu Dewan Komisaris. Komite Audit merupakan pihak independen yang memenuhi persyaratan Bapepam dan Bursa, yang diangkat dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Komite Audit telah memiliki Piagam Komite Audit sebagai pedoman bagi Komite Audit dalam melaksanakan tugasnya. Setiap risalah rapat yang dibuat dalam Rapat Komite Audit dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dilaporkan kepada Dewan Komisaris disertai dengan pendapat dan usulan, jika ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian Dewan Komisaris. Komite Audit memiliki wewenang untuk mengakses catatan atau informasi perusahaan.

AUDIT COMMITTEE According to Regulation No. 19, 2003 regarding Government Owned Company in Chapter VI article 70, the task and function of Audit Committee is assist Board of Commissioner. Audit Committee is an independent side which meet the condition from Bapepam and Bursa which promoted and responsible to Board of Commissioner. Audit Committee own certificate as guidance in execute their task. Every minutes of meeting made is sent to Board of Commissioner together with opinion or suggestion, if necesarily. Audit Committee own authority to access Company notes or information.

Laporan Tahunan

45

Berdasarkan Keputusan Komisaris Nomor : KEP-01/PTPNIX/IX/2006, tanggal 30 September 2006 perihal Pembentukan Komite audit. Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara adalah sebagai berikut : Dr. Soekarno Wirokartono, Ketua merangkap anggota Lahir di Magelang pada tanggal 13 Nopember 1966, menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Gajahmada Facultas Ekonomi, dan selanjutnya meraih gelar MBA dari Universitas Rutgers di New Jersey, USA. Karirnya berawal di Direktorat Pembinaan BUMN, Direktorat Jenderal Moneter, Departemen Keuangan pada tahun 1990,sebagai staf pelaksana. Kemudian menjadi Kepala seksi Perkebunan II di Kantor Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Badan Pengelola BUMN dan pada tahun 2002 diangkat menjadi Kepala Bidang Usaha Industri Semen dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi, Kementerian BUMN. Mulai tahun 2003 sampai sekarang mendapat tugas tambahan sebagai Komisaris PTPN IX (Persero). Pada tahun 2006 diangkat sebagai Ketua merangkap Anggota Komite Audit PTPN IX (Persero). Drs. H. Umar Hawari, BSC, anggota Lahir di Boyolali pada tanggal 12 Juni 1948, lulus sebagi Sarjana Pertanian di Institute Pertanian Yogyakarta tahun 1993. Karier pekerjaan dimulai di PNP XVI tahun 1973 sebagai staff , pada tahun 2003 sebagai Kepala Bagian Personalia di PTPN IX (Persero) dan pernah menjabat sebagai Team Asesor Calon Pejabat Puncak PTP IX, X, XI di LPP. Pada Tahun 2006 diangkat sebagai Anggota Komite audit. H. Dwi Kuntaroko, Anggota Lahir di Weleri pada tanggal 5 Agustus 1946, Tahun 1964 lulus dari Sekolah Pertanian Menengah Atas Yogyakarta. Karier pekerjaan dimulai dtahun 1964 sebagai Zinder Kebun Batujamus. Pada tahun 2002 pesiun dari pekerja di Perkebunan dan pada Tahun 2006 diangkat sebagai Anggota Komite audit.. Dedi Surjadi Sudirdja, SE, Akt. Lahir di Cianjur, 16 April 1950, Lulus Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Univ Diponegoro tahun 1997 dan register apuntan Nomo : D-18.363, Karier pekerjaan dimulai menjadi Ajun Apuntan di Kanwil I DJPKN Medan tahun 1972, pernah menjabar Ketua Tim Auditor BPKP Jateng tahun 1987, tahun 2005 mwnjadi Pengendali Teknis Bidang Apuntan Negara BPKP Jateng. Setelah pensiun menjadi Anggota Komite Audit PTPN IX (Persero). Uraian Tugas & Tanggung Jawab : Komite Audit (KA) bertugas menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) maupun auditor eksternal. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya, memastikan telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan BUMN, melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris dan Pengawas serta tugastugas Komisaris dan Pengawas lainnya, seperti : a. Mereview rencana kerja dan menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit Satuan Pengawasan Intern dan Auditor Eksternal b. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian intern c. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris meliputi ketaatan terhadap kebijakan yang berlaku, pelaksanaan Good Corporate Governance serta Sistem Manajemen Risiko d. Membuat Program Kerja Tahunan Komite Audit yang disetujui Komisaris.

Referring to Board of Commissioner’s regulation No. KEP-01/PTPN IX/2006 dated September 30, 2006 regarding to the Audit Committee Composition below: Dr. Soekarno Wirokartono, Chairman and also member Was born in Magelang, on November 13, 1966. Complete degree in Gajahmada University, Yogyakarta and master from Rutgers University, USA. His career starts in BUMN Maintaining Directorate, Moneter General Directorate, Financial Department in 1990. Promoted to Head II of Plantation Section in BUMN Office at 2002. Since 2003 until present as PTPN IX (Persero)’s commissioner. In 2006 promoted as Chairman and member of Audit Committee in PTPN IX (Persero).

Drs. H. Umar Hawari, BSc, member Was born in Boyolali on June 12, 1948, passed the degree in Plantation Institute, Yogyakarta in 1993. His career was started in PTPN XVI in 1973 as staff. In 2003, promoted as HRD Head in PTPN IX (Persero) and become Assesor team of Top Director in PTP IX, X, XI in LPP. In 2006 promoted as member of Audit Committee. H. Dwi Kuntaroko, member Was born in Weleri on August 5, 1946, pass the Plantation School, Yogyakarta in 1964. His career ws started as Zinder Kebun Batujamus in 1964. In 2002 retire from Plantation, In 2006 promoted as member of Audit Committee.

Dedi Surjadi Sudirdja, SE., Akt Ws born in Cianjur, on April 16, 1950. Gradutated from Diponegoro University in 1997 and Accountant Register : D-18.363. His career was started as Accountant Assistant in Kanwil I DJPKN, Medan in 1972. In 1987 promoted as Head BPKP Auditor team in Central Java. In 2005 as Technical Controlling Accountant in BPKP of Central Java. After retired, promoted as member PTPN IX (Persero) Audit Committee. Scope of Work and Responsibility of Audit Committee The Audit Committee was accountable for monitoring, controlling, and reviewing the audit of internal control task force (SPI) and external auditor, giving recommendation about improving management controlling system and implementation, to ensure about review procedures of all aspects of information from state owned enterprises (BUM), identification the need attention from the Board of Commissioner and monitoring team/auditor committee, and also other duties of the Board of Commissioner and Audit Committee: a. Review Planning work, evaluate activity implementation and audit result of both internal and external Auditor. b. Recommend the internal controlling system xompletion. c. Identify matters that need Board of Commissioner’s attention regarding obedience to current regulation, implementation of GCG and Risk Management system. d. Arange Audit Committee Yearly Working Program that approved by Board of Commissioner.

46 Annual Report

Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Komite Audit : a. Pertemuan dengan Auditor Internal (SPI) dilakukan secara berkala. b. Sosialisasi Rencana Kerja Komite Audit (RKKA) dilakukan secara internal dengan anggota Komite Audit/Komisaris, Direksi. SPI, Kepala Bagian, Administratur Kebun dan Administratur Pabrik Gula c. Melakukan recheck pengawasan yang dilakukan oleh SPI dalam rangka menjamin mutu pelaksanaan audit intern serta melakukan evaluasi atas efektifitas pengendalian intern. d. Melakukan review pengawasan atas LHP dan rekomendasi SPI serta melakukan recheck ke Kantor Direksi, Pabrik beserta Unit-unit kerjan lainnya.

Effectiveness of Meeting of Audit Committee a. Meeting with Internal Auditor (SPI) regularly, b. Socialization of Audit Committee Work Plan was conducted internally with Auditor Committee/Board of Commissioner, Internal Auditor, Manager, District Manager, and Board of Director. c. Conducting oversight recheck by monitoring team/auditor committee to guarantee internal audit implementation, including audit issue evaluation except PKPT, and conducting evaluation for internal control effectively. d. Conducting oversight review upon auditor report (LHP), SPI recommendation, and conducting recheck towards Board of Director office, DMKB I, DMKB II, DMKT, and DMKST as well as their units. Audit Committee Activity The Audit Committee had implemented the duty from preparation of Audit Committee Work Plans (RKKA), RKKA socialization, and field orientation in work units.

Kegiatan Komite Audit Komite Audit telah melaksanakan tugasnya mulai dari persiapan pembuatan Rencana Kerja Komite Audit (RKKA), sosialisasi RKKA dan orientasi lapangan di Unit-unit Kerja.

KOMITE NOMINASI Dalam prakteknya, Komite Nominasi PTPN IX (Persero) dipimpin Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur Bidang, yaitu Direktur Produksi, Direktur Keuangan, Direktur SDM/Umum dan Direktur Pemasaran & Renbang sebagai anggota. KOMITE REMUNERASI Dalam prakteknya, Komite Remunerasi PTPN IX (Persero) dipimpin Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur Bidang, yaitu Direktur Produksi, Direktur Keuangan, Direktur SDM/Umum dan Direktur Pemasaran & Renbang sebagai anggota. Remunerasi Karyawan ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Serikat Pekerja Perkebunan/SP-BUN (mewakili karyawan), Direksi (mewakili perusahaan) yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan disaksikan/ditanda tangani oleh Depnaker yang berlaku selama 2 tahun. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SEKRETARIS PERUSAHAAN Sekretaris Perusahaan merupakan jendela informasi PTPN IX (Persero), yaitu memberikan informasi material atas hal-hal yang menyangkut PTPN IX (Persero) yang perlu diketahui oleh publik serta memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dan Direksi mengenai peraturan dan ketentuan yang berlaku agar dapat dipatuhi sepenuhnya. Sesuai ketentuan Peraturan Bapepam Nomor IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan, selama tahun 2006 Sekretaris Perusahaan telah mengelola pertemuan antara direksi dan komisaris, membuat persiapan dan memfasilitasi penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham. Profil Sekretaris Perusahaan PTPN IX (Persero) Ir. H. Didit Heru Setiawan Lahir di Semarang pada tanggal 21 Oktober 1957, menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Surakarta Jurusan Pertanian pada tahun 1983. Kariernya dimulai di Kebun Plasma PIR III Das tahun 1985 sebagai Sinder Kebun. Mendapat promosi sebagai Sinder Kepala Danau Salak pada tahun 1993, setelah berpelualang di Unit Usaha PTPN IX, pada awal tahun 2006 diangkat sebagai Kepala Biro SPI. Pada tahun 2007 diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan

NOMINATIOM COMMITTEE In practical point of view, the Nomination Committee of PTPN IX (Persero) was chaired by the President Director with 4 (four) members Production Director, Finance Director, HR & General Affair Director Marketing & RD Director. REMUNERATION COMMITTEE In practical point of view, the Remuneration Committee of PTPN IX (Persero) was chaired by the President Director with 4 (four) members : Production Director, Finance Director, HR & General Affair Director and Marketing RD Director. The remuneration of employees was established and based on the agreement among Plantation Worker’s Union/SP-BUN (representing employees), Director (representing company) and witnessed/signed by DEPNAKER and made effective for 2 years.

SCOPE OF WORK AND RESPONSIBILITY OF CORPORATE SCRETARY Corporate Secretary is PTPN IX (Persero) information windows that provide information for PTPN IX (Persero)’s matters which public need to know and also giving some input to Board of Commissioner and Board of Director regarding the valid regulation to obey properly. Referring to Bapepam Regulation No. IX.1.4 regarding: Corporate Secretary Establishment, along 2006 corporate Secretary has managed meetings between Board of Commissioner and Board Of Director, make some preparation and facilitate Annual General Meeting of Stakeholders. The profil of PTPN IX (Persero) Corporate Secretary Ir. H. Didit Heru Setiawan Was born in Semarang on October 21, 1957, passed degree in Surakarta University in 1983. His career starts as Sinder Kebun in Plasma Estate PIR III Das in 1985. Promoted as Head of Kebun Salak in 1993. In beginning of 2006 prmoted as Head of SPI Biro. In 2007 promoted as Corporate Secretary

Laporan Tahunan

47

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERN Kedudukan, fungsi dan peran Satuan Pengawasan Intern (SPI) sebagai berikut : a. Kedudukan Bagian Satuan Pengawas Intern diatur dalam UU BUMN No. 19/2003 pasal 67, 68 dan 69 yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama. b. Fungsi : atas permintaan tertulis Komisaris, Direksi memberikan hasil pemeriksaan atas hasil pelaksanaan tugas SPI c. Peran : Merupakan kontrol/pengawasan internal perusahaan. Internal Audit membantu Direksi melakukan pengawasan internal guna memastikan efektifitas pengendalian internal pengelolaan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan sistem yang telah ditetapkan. Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan kepada Manajemen sebagai masukan dalam melakukan peningkatan efektifitas pengendalian internal yang diperlukan serta melakukan follow up atas implementasinya. Selama tahun 2006 Internal Audit secara berkala melaksanakan fungsinya melalui pemeriksaan ke seluruh unit usaha dan departemen, yang hasilnya selalu dilaporkan kepada Direksi. Secara garis besar, terdapat peningkatan terhadap pengendalian internal khususnya untuk unit unit usaha terlihat pada hasil audit 2006 yang semakin baik dibanding tahun sebelumnya. MANAJEMEN RISIKO Salah satu unsur dalam menunjang pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan adalah pengendalian resiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Manajemen perusahaan melakukan identifikasi serta perkiraan kemungkinan munculnya potensi resiko beserta dampaknya diikuti dengan penentuan tingkat resiko tersebut. Kemudian menelaah kecukupan pengendalian internal dalam mengurangi dampak dari resiko yang sudah diidentifikasikan serta menyusun rencana untuk meningkatkan pengendalian resiko yang dirasakan masih belum efektif. Saat ini PTPN IX (Persero) sedang melakukan implementasi salah satu metode dalam Manajemen Resiko yaitu program Control Self Assessment untuk mengkompilasi risiko yang ada pada setiap bisnis proses yang dilakukan. Semua pelaksana yang terkait dalam bisnis proses ikut dalam penentuan dan penilaian resiko serta pengendalian yang dilakukan dengan tujuan agar tercipta komitmen bersama dalam mengelola resiko dari proses bisnis yang dijalankan. Tujuannya adalah agar pengelolaan resiko yang telah dilakukan selama ini akan menjadi lebih baik melalui sistem yang terstruktur dan terdokumentasi. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang agro Industri dan produk-produk turunanannya, PTPN IX (Persero) menghadapi risiko yang timbul dari eksternal maupun internal, yaitu: - Kondisi ekonomi, dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global dan lokal serta indikator-indikator perekonomian seperti inflasi, tingkat suku bunga, nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, dan lain-lain. PTPN IX (Persero) mengantisipasinya dengan melakukan monitoring dan meminta masukan dari pihak-pihak yang berkompetenserta kemudian melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Hubungan dengan Perbankan, dipengaruhi oleh pemenuhan kewajiban PTPN IX (Persero) terhadap Perbankan. PTPN IX (Persero) mengantisipasinya dengan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu agar seluruh kewajiban terhadap para prinsipal dapat dipenuhi dengan baik. Sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip-prinsip Tata kelola perusahaan yang baik.

IMPLEMENTATION OF INTERNAL AUDIT AND CONTROL SYSTEM The position, function and role of the SPI is as follows: a. The position of SPI was officially established by UU BUMN No. 19/2003 close 67,68 and 69. The SPI is directly under the President Director. b. The Board of Director has to release the report to the commissioner in case the commissionoer asks for it. c. Internal control of the company Internal Audit assist Board of Directors in Internal Controlling to ensure the effectiveness and efficiency of company operational implementation base on the valid regulation/system. The result of Audit then submitted to management as input in order to increase Internal Controlling effectivity and follow up the implementation.

Along 2006 Internal Audit has executed it function by control to all department and business unit, and the result submitted to Board of Director. Majorly, there are increasing in Internal Auditor especially for Business units as seen in 2006 Audit Report.

COMPANY BUSINESS RISK One of element that support GCG implementation is business Risk management which affect the golas of company achievement. Management has identified and estimated the risk and affection followed by risk rating specification. Then study the sufficiency internal control in reduce the affect from identified risk and make plan to increase risk controlling that not effectively yet.

Nowadays PTPN IX (Persero) has implementing one of method in Risk Management, that is Control Self Assesment to compile the risk that exist in every business process. All involved executor in process business come in specification risk also the conducted controlling with the purpose to handle the risk controlling by structured and noted system.

As the company which move in Agro Industry field and copy product, PTPN IX (Persero) face the following internal and external risk: · Economic Conditions, influenced by global and local economy aoso economoic’s indicators such as: Inflation, Interest rate, Exchange rate, etc. PTPN IX (Persero) anticipate by monitoring and ask input from competent side and do properly steps.

·

Relation to Banks, influenced by liability payment to banks. PTPN IX (Persero) anticipate by evaluating from time to time to make all liabilities to principal able to paid smoothly, as part of GCG implementation.

48 Annual Report

Toko Kelontong Binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Small Shop Under Partnership program and Community Development

-

Persaingan usaha, dipengaruhi oleh persaingan ketat dari para kompetitor. PTPN IX (Persero) mengantisipasinya dengan meningkatkan pelayanan, menerapkan prinsip-prinsip Tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten dan berkesinambungan serta melakukan terobosan terhadap konsisten dan berkesinambungan serta melakukan terobosan usaha inovatif dan bervariasi.

-

Business Competition, influenced by tight competition from the competitors. PTPN IX (Persero) anticipate by service improvement, sustainable GCG implementation consistently and make some innovation.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN PTPN IX (Persero) sebagai warga korporasi sangat peduli terhadap kegiatan sosial dan lingkungan sebagai wujud tanggungjawab terhadap stakeholders. Konsumen : Sesuai dengan komitmen perusahaan terhadap konsumen, PTPN IX (Persero) telah melakukan kebijakan berkenaan dengan quality kontrol untuk produk yang dihasilkan, hal ini untuk menjamin produk yang dijual sesuai dengan permintaan konsumen Karyawan : Perusahaan selalu memperhatikan hak-hak karyawan seperti gaji, tunjangan sosial (perumahan, listrik/bahan bakar, air, transport), jaminan sosial (tunjangan cuti, pengobatan dan perawatan kesehatan, pensiun), lumpsum perjalanan dinas dan anggota SPBUN Semua hak tersebut tercantum didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). setiap karyawan mendapat kesempatan yang sama untuk berkarir sesuai kemampuan, kompetensi dan kebutuhan perusahaan. Komunitas dan Lingkungan : PTPN IX (Persero) ikut aktif secara nyata membangun ekonomi kerakyatan untuk menjaga keseimbangan sosial dan komunitas disekitar kebun yang tersebar di berbagai daerah di propinsi Jawa Tengah.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON SOCIAL AND ENVIRONMENT PTPN IX (Persero) as corporation always cares to social activity and environment as social responsibilities to stakeholders. Costumer: In accordance with the commitment of company to costumer, PTPN IX (Persero) has implement the policy to quality control of the product, to ensure the selling product suit to costumer’s demand. Employee: The company always pays attention to their right of employees such as basic remunerations (salary), social allowance (housing subsidies, electricity/fuel, water, transportation), social security (on leave, healthcare, insurance for worker (Jamsostek), retirement), site allowance and union membership. All those rights were under the PKB Agreement, every employees had the same opportunity to have careers, competence, and company needs. Community and Environment: PTPN IX (Persero) actively participated to develop welfare economic to balance between social and community around the plantation areas that were widely distributed all over Central Java.

Laporan Tahunan

49

Program Bina Lingkungan yang merupakan upaya pembinaan dan penyaluran bantuan dana hibah kepada masyarakat wilayah sekitar kebun/unit Usaha. Sumber dana Bina Lingkungan dari pembagian laba yang disahkan oleh RUPS. Alokasi dana untuk program kemitraan dan bina lingkungan adalah sebagai berikut : 1. Dana tersedia s.d. 31 Desember 2006 sebesar Rp. 1.201 juta. Hal tersebut disebabkan karena mitra binaan belum dapat mengangsur sesuai jadwal meskipun penagihan telah dilakukan secara intensif sehingga angsuran dan bunga hanya mencapai Rp. 587 juta. 2. Sampai dengan 31 Desember 2006 realisasi pengeluaran dana, baik pinjaman, hibah, maupun biaya operasional sebesar Rp. 994 juta. Hal tesebut disebabkan karena realisasi pinjaman hanya Rp. 542 juta. Hibah Program Kemitraan s.d Triwulan IV 2006 sebesar Rp. 19 Juta digunakan untuk Pameran UKM. Realisasi pengeluaran Bina Lingkungan sebesar Rp. 402 juta, disebabkan karena alokasi dana digunakan untuk korban gempa di Yogyakarta dan bantuan sumbangan HUT Koperasi, serta bantuan untuk bina lingkungan wilayah kerja Pabrik Gula dengan prioritas Pendidikan dan Kesehatan. Lingkungan, Kesehatan dan Keamanan : Untuk menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan dan keamanan, PTPN IX (Persero) menyediakan sarana kesehatan seperti : a. Balai Pengobatan b. Perbaikan jalan di sekitar Unit Kerja c. Tersedianya tempat Pengolahan Limbah. d. Penghijauan AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN Dalam mengikuti era globalisasi, Informasi dan data perusahaan tersedia di kantor PTPN IX (Persero) dan dapat diberikan kepada siapapun yang memerlukannya, sepanjang informasi atau data tersebut merupakan informasi atau data yang boleh dan perlu diketahui oleh umum seperti Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, Press Release, dan sebagainya. Informasi lain dapat juga diakses melalui website PTPN IX (Persero): www.ptpnix.co.id dan website Kementrian BUMN RI: www.bumn-ri.com. ETIKA PERUSAHAAN Sejak tahun 2006 PTPN IX (Persero) telah memiliki Pedoman Etika Bisnis (code of conducts). Pedoman ini mengatur pedoman berperilaku (code of conducts) mengenai hubungan perusahaan secara internal (karyawan) maupun dengan pihak eksternal seperti pemegang saham, investor, pelanggan, pemasok, Pemerintah, masyarakat serta lingkungan sekitar. Pada setiap kesempatan Pedoman ini akan disosialiasikan kepada karyawan agar selalu diingat dan dijalankan secara konsisten. Sosialisasi yang berkesinambungan ini diharapkan akan membentuk kesadaran para karyawan agar dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya di lingkungan kerja PTPN IX (Persero).

Environmental Effort Program is development program and donation to community around Estates. Source of fund comes from devident payment which has apporved by Annual General Meeting. Fund allocation are following:

1. Up to December 2006, there is fund Rp. 1,201 million, as the result of partnership program could not pay by installment yet. The payment by installment and interest reach Rp. 587 million.

2. Up to December 31, 2006 the realization of fund expense (loan, donation or operational expense) is Rp. 994 million as a result of loan ralization only Rp. 542 million. Donation for Partnership Program up to Q4 2006 is Rp. 19 million used to Midle-Low Business Exhibition. Realization of Environment effort was Rp. 402 million as the result of the allocation fund was used to donate eqrthquake victim in Yogyakarta and donation to Cooperation Anniversary also donation for environment efort in Sugar Refinery working area by priority in Health and education. Environment, Health and Security To maintain the environment, healthy and security, PTPN (Persero) provides ficilities as below: a. Clinics b. Road Repairing in around Working Unit c. Waste Recycling D. Reboitation IX

ACCESS FOR INFORMATION AND DATA PTPN IX (Persero) provides information and data in PTPN IX (Persero) office and given to anybody as long as it is the general information such as Financial Report, Annual Report, Press Release, etc. The information and data can be accessed through PTPN IX (Persero)’s website: www.ptpnix.co.id and BUMN minister website: www.bumn-ri.com.

CORPORATE CODE OF ETHICS Since 2006 PTPN IX (Persero) has owned th code of conducts. This guidance manage code of conducts regarding the company relation as internal (employee) or external such as shareholders, investors, costumers, vendors, Governmanet, society and environmental. This guidance is sociailzed to all employee to remembered and accomplish consistently. It is expected from the sustained socialization, the employee able to execute in daily behaviour and finally become culture in PTPN IX (Persero) working environment.

50 Annual Report

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT

ERWAN, SUGANDHI & JAJAT MARJAT
KEP - 090 / KM.5 / 2005

KANTOR AKUNTAN PUBLIK

LAPORAN AUDITOR INDEPENDENT INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT

Nomor: 010ILAI/KAP-ESJM/III/2007

Kepada Yth. Dewan Komisaris dan Direksi PT. Perkebunan Nusa41tara IX (Persero) di SEMARANG Kami telah mengaudit Laporan Keuangan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) tanggal 31 Desember 2006 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kami telah menerbitkan laporan nomor: 009/LAI/KAP-ESJMlIII/2007 tanggal 20 Maret 2007. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan lndonesia (lAI). Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepatuhan terhadap hukum, peraturan, kontrak dan bantuan yang berlaku bagi PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) merupakan tanggung jawab manajemen. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, kami melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) terhadap pasalpasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan persyaratan bantuan. Namun, tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak: untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasalpasal dan peraturan tersebut. Oleh karena itu. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. We have audited the financial statements sheets of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) as of December 31, 2006 and for the yar ended above. We have published the report No. 009/LAI/KAPESJMlIII/2007 date on March 20, 2007. We conducted our audits in accordance with auditing standards established by the Indonesians Institute of Accountants and Governmental Auditing Standard established by Badan Pemeriksa Keuangan. Those standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance whether the financial statements are free of material misstatement. The company’s compliance to laws, contract and evidence supporting are the responsibility of the management of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). A part of ensureness for financial statements whether material misstatements, we have examined of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) compliance to laws, regulation, contracts and evidence supporting. However, the object of our audits on the financial statements is not stating opinion for all of compliance to those article and regulation.

Wisma Benhill, Lt. 3 R.312. Jl. Jend. Sudirman Kav. 36, Jakarta 10210 Phone : (021) 5734484. 5734368 Fax. (021) 5734487
Laporan Tahunan

53

ERWAN, SUGANDHI & JAJAT MARJAT
KEP - 090 / KM.5 / 2005

KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa, berkaitan dengan unsur yang kami uji PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal yang kami sebut dalam paragraf di atas. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) tidak mematuhi. dalam semua hal yang material, pasal-pasal tersebut. Namun. kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan PT. Perkebunan Nusantara IX (persero) terhadap pasalpasal tertentu hukum, peraturan dan kontrak yang tidak material disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran I. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi manajemen dan Dewan Komisaris. Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik, distribusinya tidak dibatasi.

The result of our audit shows that PTPN IX (Persero) has execute the compliance to all highly materials and articles mentioned above.However, we note that the certaining matters that related to compliance to PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) on law article, regulation and highly material contract together with suggestion that we had explained in page I.

The objective of this finacial statements is providing information for Management and Board of Commissioners. In case this is public notes, the publition is not restricted.

Partner

NOTICE TO READERS The accompanying financial statements are not intended to present the financial position, results of operations, changes in equity, and cash flows in accordance with accounting principles and practices generally accepted in countries and jurisdictions other than those in Indonesia. The standards, procedures, and practices to audit such financial statements are those generally accepted and applied in Indonesia.

Wisma Benhill, Lt. 3 R.312. Jl. Jend. Sudirman Kav. 36, Jakarta 10210 Phone : (021) 5734484. 5734368 Fax. (021) 5734487
54 Annual Report

LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah)
AKTIVA AKTIVA LANCAR - Ka s - Bank - Piutang Niaga - Piutang Lain-lain - Pinjaman - Piutang JPP - Piutang Pajak - Perkiraan Antar Badan Hukum - Biaya dibayar dimuka/th.yll. Biaya Tan. Th. Tebang setahun yad Biaya Non Tan. Th. Teb. setahun yad Persediaan Barang/bahan Persediaan Hasil Produksi Persediaan Hasil Sampingan Rekening Penutup 137,591,139 188,477,256,951 86,473,551,138 12,393,769,106 5,687,889,344 25,615,452,249 96,694,178 228,291,624 78,249,636,545 2,696,586,680 16,362,138,359 65,494,033,418 966,554,940 483,779,445,671 52,713,923,000 143,409,000 210,107,708,230 97,351,353,384 3,376,386,742 32,258,420,232 308,619,393,450 8,707,649,689 21,371,545,426 12,340,586,503 1,087,953,464 2,064,825,000 697,429,231,120 (350,328,960,169) 347,100,270,951 16,923,623,233 364,023,894,184 10,270,498,042 (4,982,409,541) 5,288,088,501 AKTIVA LAIN-LAIN - Aktiva Non Operasional - Penyusutan Aktiva Non Operasional - Aktiva Agrowisata - Penyusutan Aktiva Agrowisata - Aktiva Benda Non Produktif - Cadangan Aktiva Benda Non Produktif - Piutang Usaha Jangka Panjang - Piutang Pegawai Jangka Panjang - Piutang Sangsi - Cadangan Piutang Sangsi - Bahan/Barang incourant - Cadangan bahan/barang incourant - Biaya Tanaman Tahun Tebang y.a.d - Biaya Tahun y.a.d TOTAL AKTIVA LAIN-LAIN TOTAL AKTIVA 101,405,951 117,032,019,694 153,042,043,888 14,382,751,761 1,739,449,877 664,119,702 20,318,861,895 3,593,919,885 6,171,439 74,680,789,670 2,075,807,777 13,429,547,562 65,457,613,267 431,023,504 466,955,525,872 52,747,815,179 43,409,000 179,413,884,747 102,908,112,802 2,647,556,362 29,355,436,620 290,221,437,945 7,679,733,873 17,709,400,081 10,012,877,523 1,341,937,272 2,064,825,000 643,498,611,225 (334,773,821,992) 308,724,789,233 5,225,537,422 313,950,326,655 12,572,665,895 (4,735,784,258) 7,836,881,637 LABA DITAHAN - Cadangan Umum - Laba sd tahun lalu Laba Tahun Berjalan Jumlah Laba Ditahan
JUMLAH MODAL DAN CADANGAN TOTAL HUTANG JANGKA PANJANG

2006

2005

PASIVA HUTANG LANCAR - Hutang Bank - Hutang Niaga - Hutang Pegawai - Hutang Pajak - Hutang Penyisihan PPh - Hutang lain-lain - Perkiraan Antar Badan Hukum - Hutang KKP TRI - Hutang RDI - Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo - Biaya yang Masih Harus Dibayar - Hutang Dana Rehabilitasi - Hutang Deviden - Rekening Penutup TOTAL HUTANG LANCAR HUTANG JANGKA PANJANG - Hutang Dapenbun1 - Hutang SHT Karyawan -Kredit Investasi - Sewa Gudang Mardec, Merbuh

2006 231,299,593,697 13,981,765,074 6,461,890,425 13,623,072,826 27,116,383,813.00 13,393,082,475 15,106,555,876 198,815,131,526 14,961,971,005 58,794,543,780 0 5,800,481,517 599,354,472,014 48,239,784,651 75,937,000,000 10,626,226,000 -

2005 223,073,593,668 137,070,338,668 3,491,946,651 8,391,015,499 23,540,226,620 11,714,513,977 154,829,323,791 32,696,850,027 48,608,727,857 4,783,212,900 5,800,481,517 654,000,231,175 57,750,096,982 71,386,000,000 10,626,226,000 -

TOTAL AKTIVA LANCAR PENYERTAAN AKTIVA TETAP - Tanah - Tanaman Menghasilkan - Tanaman Belum Menghasilkan - Bangunan Rumah - Bangunan Perusahaan - Mesin dan Instalasi - Jalan, jembatan dan saluran air Alat Angkutan Inventaris kecil Aktiva lain-lain/Alat Pertanian Aktiva Sewa Guna Usaha

134,803,010,651

139,762,322,982

MODAL - Modal Dasar Modal yang belum ditempatkan Modal yang ditempatkan

300,000,000,000 (135,000,000,000) 165,000,000,000

300,000,000,000 (135,000,000,000) 165,000,000,000

Jumlah Nilai Perolehan - Akumulasi Penyusutan Nilai Buku - Investasi Dalam Penyelesaian TOTAL AKTIVA TETAP Aktiva Tidak Berwujud - Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud

70,328,821,477 (172,075,819,928) 127,311,908,840 25,564,910,389 190,564,910,389

70,328,821,477 (309,999,837,238) 137,924,017,310 (101,746,998,451) 63,253,001,549

31,710,596,289 (26,589,286,429) 1,064,664,945 (263,445,152) 7,964,402,090 (7,964,402,090) 145,957,276 7,884,825,929 (7,884,825,929) 594,131,563 (594,131,563) 4,858,144,623 7,990,410,146 18,917,041,698 924,722,393,054

26,681,478,697 (23,484,462,616) 7,446,483,617 (7,446,483,617) 147,949,942 7,889,289,047 (7,889,289,047) 606,125,863 (606,125,863) 4,735,026,464 7,445,013,876 15,525,006,363 857,015,555,706 TOTAL PASIVA 924,722,393,054 857,015,555,706

Laporan Tahunan

57

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) COMPARATIVE BALANCE SHEET AS OF DECEMBER 31, 2006 AND 2005 (Expressed in Rupiah)
ASSET CURRENT ASSET - Cash - Bank - Account Receivable - Others Receivable - Loan - JPP’s Receivable - Tax Receivable - Receivable from Affiliated Party - Prepaid Expenses/Last Year. -Plants Cost for Next Cutting Year -Non Plants Cost for Next Cutting Year - Inventory of Direct/Indirect Materials - Finished Goods Inventory - Side Production Inventory - Closing Account TOTAL CURRENT ASSET INVESTMENT FIXED ASSET - Land - Productive Palnts - Non Productive Plants - Houses - Building - Machinery & Installation - Road, bridgr & Irrigation - Vehicle - small Inventories - Others Asset/Agriculture’s Equipment - Land Rights Total Aquisition cost - Accumulated Amortization Book Value - construction in Progress TOTAL FIXED ASSET - Intangible Asset - Amortized of Intangible Asset 137,591,139 188,477,256,951 86,473,551,138 12,393,769,106 5,687,889,344 25,615,452,249 96,694,178 228,291,624 78,249,636,545 2,696,586,680 16,362,138,359 65,494,033,418 966,554,940 483,779,445,671 52,713,923,000 143,409,000 210,107,708,230 97,351,353,384 3,376,386,742 32,258,420,232 308,619,393,450 8,707,649,689 21,371,545,426 12,340,586,503 1,087,953,464 2,064,825,000 697,429,231,120 (350,328,960,169) 347,100,270,951 16,923,623,233 364,023,894,184 10,270,498,042 (4,982,409,541) 5,288,088,501 OTHERS ASSET - Non Operational - Amortized of Non Operational - Agro Tourism - Amortized of Agro Tourism - Non Productive Goods - Spare of Non Productive Goods - Long Term Account Receivables - Long Term Employees Receivables - Penalty Receivables - Penalty Receivable Reserved - Incourant Goods - Incourant Goods Reserved -Plants Cost for Next Cutting Year Further Year Cost TOTAL OTHERS ASSET TOTAL ASSET 101,405,951 117,032,019,694 153,042,043,888 14,382,751,761 1,739,449,877 664,119,702 20,318,861,895 3,593,919,885 6,171,439 74,680,789,670 2,075,807,777 13,429,547,562 65,457,613,267 431,023,504 466,955,525,872 52,747,815,179 43,409,000 179,413,884,747 102,908,112,802 2,647,556,362 29,355,436,620 290,221,437,945 7,679,733,873 17,709,400,081 10,012,877,523 1,341,937,272 2,064,825,000 643,498,611,225 (334,773,821,992) 308,724,789,233 5,225,537,422 313,950,326,655 12,572,665,895 (4,735,784,258) 7,836,881,637 Retaining Profit - General Reserve - Profit Up To Last Year - Current Year Profit Total Reataining Profit
TOTAL CAPITAL AND RESERVE TOTAL LONG TERM LIABILITIES

2006

2005

LIABILITIES CURRENT LIABILITIES - Bank Payable - Account Payable - Employees Payable - Tax Payable - Allowances for Corporate Income Tax - Other Payables - Payable to Affiliated Party - Payable to KKP TRI - Payable to RDI - Due Long Term Liability - Accrued Expenses - Payable to Rehabilitation Fund - Payable of Devident - Closed Acoount TOTAL CURRENT LIABILITIES LONG TERM LIABILITIES - Dapenbun1 - Payable to Employee’s SHT - Investment Credit - Lesse of Mardec Store, Merbuh

2006
231,299,593,697 13,981,765,074 6,461,890,425 13,623,072,826 27,116,383,813.00 13,393,082,475 15,106,555,876 198,815,131,526 14,961,971,005 58,794,543,780 0 5,800,481,517 599,354,472,014 48,239,784,651 75,937,000,000 10,626,226,000 -

2005
223,073,593,668 137,070,338,668 3,491,946,651 8,391,015,499 23,540,226,620 11,714,513,977 154,829,323,791 32,696,850,027 48,608,727,857 4,783,212,900 5,800,481,517 654,000,231,175 57,750,096,982 71,386,000,000 10,626,226,000 -

134,803,010,651

139,762,322,982

CAPITAL - Authorized Capital - Unpaid Up Capital - Paid up Capital

300,000,000,000 (135,000,000,000) 165,000,000,000

300,000,000,000 (135,000,000,000) 165,000,000,000

70,328,821,477 (172,075,819,928) 127,311,908,840 25,564,910,389 190,564,910,389

70,328,821,477 (309,999,837,238) 137,924,017,310 (101,746,998,451) 63,253,001,549

31,710,596,289 (26,589,286,429) 1,064,664,945 (263,445,152) 7,964,402,090 (7,964,402,090) 145,957,276 7,884,825,929 (7,884,825,929) 594,131,563 (594,131,563) 4,858,144,623 7,990,410,146 18,917,041,698 924,722,393,054

26,681,478,697 (23,484,462,616) 7,446,483,617 (7,446,483,617) 147,949,942 7,889,289,047 (7,889,289,047) 606,125,863 (606,125,863) 4,735,026,464 7,445,013,876 15,525,006,363 857,015,555,706 TOTAL LIABILITIES 924,722,393,054 857,015,555,706

58 Annual Report

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) LAPORAN ARUS KAS PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah) NO 1 URAIAN AKTIVITAS OPERASI Laba Bersih Penyusutan dan amortisasi Perubahan Aktiva Lancar dan Kewajiban Lancar Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 2 AKTIVITAS INVESTASI (Penambahan) Pengurangan Aktiva Tetap (Penambahan) Pengurangan Aktiva Tak Berwujud (Penambahan) Pengurangan Investasi Dalam Penyelesaian (Penambahan) Pengurangan Aktiva Non Operasional (Penambahan) Pengurangan Penyertaan Jumlah Aktivitas Investasi 3 AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan (Pengurangan) Kredit Sewa Guna usaha Penambahan (Pengurangan) Kredit Investasi Penambahan (Pengurangan) Cadangan Penambahan (Pengurangan) Hutang Dapenbun Penambahan (Pengurangan) Hutang SHT Jumlah Aktivitas Pendanaan 4 5 6 Perubahan Kas dan Setara Kas ( 1+2+3) Saldo Awal Kas dan Setara Kas (Kas, Bank, Deposito) Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (4+5) 0 0 0 (9,510,312,33) 4,551,000,000 (4,959,312,331) 71,481,422,445 117,133,425,645 188,614,848,090 (198,718,833) (19,717,735,773) 0 (8,250,000,000) 0 (28,166,454,606) 32,051,174,562 85,082,251,083 117,133,425,645 (53,930,619,895) 2,302,167,853 (11,698,085,811) (3,433,351,225) 33,892,179 (66,725,996,899) (49,201,184,627) (2,315,811,407) (2,132,691,613) (920,986,061) (52,369,000,000) (106,939,673,708) 127,311,908,840 15,843,079,350 11,743,485 143,166,731,675 137,924,017,310 14,910,367,127 14,322,918,439 167,157,302,876 2006 2005

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

Laporan Tahunan

59

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) STATEMENTS OF CASH FLOW As OF DECEMBER 31, 2006 DAN 2005 (Expressed in Rupiah) NO 1 DESCRIPTION OPERATING ACTIVITIES Net Profit Depreciation and Amortization Changes in Current Asset and Current Liabilities Cash Flow of Operating Activities 2 INVESTMENT ACTIVITIES (Addition) Deduction Fixed Asset (Addition) Deduction Intangible Asset (Addition) Deduction Investment in Progress (Addition) Deduction Non Operational Asset (Addition) Deduction Investments Total Investment Activities 3 FUNDING ACTIVITIES Addition (Deduction) Lease Credit Addition (Deduction) Investment Credit Addition (Deduction) Reserves Addition (Deduction) Dapenbun Payable Addition (Deduction) SHT Payable Total Funding Activities 4 5 6 Changes in Cash & Cash Equivalents ( 1+2+3) Beginning Balance of Cash and Cash Equivalents (Cash, Bank, Deposits) Ending Balance in Cash and Cash Equivalents (4+5) 0 0 0 (9,510,312,33) 4,551,000,000 (4,959,312,331) 71,481,422,445 117,133,425,645 188,614,848,090 (198,718,833) (19,717,735,773) 0 (8,250,000,000) 0 (28,166,454,606) 32,051,174,562 85,082,251,083 117,133,425,645 (53,930,619,895) 2,302,167,853 (11,698,085,811) (3,433,351,225) 33,892,179 (66,725,996,899) (49,201,184,627) (2,315,811,407) (2,132,691,613) (920,986,061) (52,369,000,000) (106,939,673,708) 127,311,908,840 15,843,079,350 11,743,485 143,166,731,675 137,924,017,310 14,910,367,127 14,322,918,439 167,157,302,876 2006 2005

The Accompanying notes form an integral part of the financial statements.

60 Annual Report

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) PERHITUNGAN LABA (RUGI) KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah) NAMA REKENING PENDAPATAN Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Penjualan BIAYA - BIAYA Biaya Penjualan Biaya Administrasi Biaya Bunga Jumlah Biaya Usaha Jumlah Laba/Rugi Usaha PENDAPATAN & BIAYA LAIN-LAIN Pendapatan diluar Usaha Perusahaan Biaya Lain-lain Jumlah Pendapatan & Biaya lain-lain Laba (Rugi) Sebelum Pajak Sebelum Pendapatan Luar Biasa Pendapatan Luar Biasa Laba (Rugi) Sebelum Pajak Setelah Pendapatan Luar Biasa Pajak Penghasilan (PPh) LABA (RUGI) BERSIH (9) (8) (6) (7) 21,013,821,916 78,126,524,903 (57,112,702,987) 154,221,682,653 206,610,000 154,428,292,653 27,116,383,813 127,311,908,840 14,903,643,820 46,714,343,536 (31,810,699,716) 87,525,081,295 50,398,936,015 137,924,017,310 0 137,924,017,310 No. Ref 2006 2005

(1) (2)

1,092,627,622,925 782,721,026,684 309,906,596,241

945,704,865,062 745,409,461,731 200,295,403,331

(3) (4) (5)

5,481,063,498 43,356,583,821 49,734,563,282 98,572,210,601 211,334,385,640

5,147,205,900 31,081,817,048 44,730,599,372 80,959,622,320 119,335,781,011

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

Laporan Tahunan

61

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) COMPARATIVE CALCULATION OF PROFIT (LOSS) STATEMENT AS OF DECEMBER 31, 2006 AND 2005 (Expressed in Rupiah) ACCOUNTS INCOME Sales Cost of Goods Sold Gross Sales Profit EXPENSES Cost of Sales Administration Cost Interest Cost Total Sales Cost Total Profit/Loss INCOME & OTHER EXPENSES Income Ouside Corporate Business Other Expense Total Income & Other Expense Profit (Loss) Before Tax Before Extraordinary Income Extraordinary Income Profit (Rugi) Before Tax After Extraordinary Income Income Tax (PPh) NETT PROFIT (LOSS) (9) (8) (6) (7) 21,013,821,916 78,126,524,903 (57,112,702,987) 154,221,682,653 206,610,000 154,428,292,653 27,116,383,813 127,311,908,840 14,903,643,820 46,714,343,536 (31,810,699,716) 87,525,081,295 50,398,936,015 137,924,017,310 0 137,924,017,310 No. Ref 2006 2005

(1) (2)

1,092,627,622,925 782,721,026,684 309,906,596,241

945,704,865,062 745,409,461,731 200,295,403,331

(3) (4) (5)

5,481,063,498 43,356,583,821 49,734,563,282 98,572,210,601 211,334,385,640

5,147,205,900 31,081,817,048 44,730,599,372 80,959,622,320 119,335,781,011

The Accompanying notes form an integral part of the financial statements.

62 Annual Report

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 (Dinyatakan dalam Rupiah) URAIAN 31 Desember 2006 Saldo Ekuitas Per 1 Januari 2006 Saldo Awal per 1 Januari 2006 Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu Saldo Per 1 Januari 2006 Perubahan Tahun 2006 Cadangan Umum Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu Laba (Rugi) Saldo Ekuitas Per 31 Desember 2006 165,000,000,000 70,328,821,477 127,311,908,840 (44,763,911,088) 127,311,908,840 190,564,910,389 165,000,000,000 70,328,821,477 (172,075,819,928) 63,253,001,549 165,000,000,000 70,328,821,477 (172,075,819,928) 63,253,001,549 MODAL SAHAM CADANGAN UMUM LABA (RUGI) TOTAL EKUITAS

31 Desember 2005 Saldo Ekuitas Per 1 Januari 2005 Saldo Awal per 1 Januari 2005 Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu Saldo Per 1 Januari 2005 Perubahan Tahun 2005 Cadangan Umum Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu Laba (Rugi) Saldo Ekuitas Per 31 Desember 2005 0 0 0 165,000,000,000 0 0 0 70,328,821,477 0 0 137,924,017,310 (172,075,819,928) 0 0 137,924,017,310 63,253,001,549 165,000,000,000 0 165,000,000,000 70,328,821,477 0 70,328,821,477 (309,999,837,238) 0 (309,999,837,238) (74,671,015,761) 0 (74,671,015,761)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

Laporan Tahunan

63

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) COMPARATIVE CHANGE IN EQUITY STATEMENT AS OF DECEMBER 31, 2006 AND 2005 (Expressed in Rupiah) DESCRIPTION December 31, 2006 Balance of Equity as of January 1, 2006 Beginning Balance as of January 1, 2006 Koreksi Laba (Rugi) Tahun Lalu Balance as of January 1,2006 Changes in Year 2006 General Reserve Correction Profit (Loss) Previous Year Profit (Loss) Balance of Equity as of December 31, 2006 165,000,000,000 70,328,821,477 127,311,908,840 (44,763,911,088) 127,311,908,840 190,564,910,389 165,000,000,000 70,328,821,477 (172,075,819,928) 63,253,001,549 165,000,000,000 70,328,821,477 (172,075,819,928) 63,253,001,549 SHARES CAPITAL GENERAL RESERVE PROFIT (LOSS) TOTAL EQUITY

December 31, 2005 Balance of Equity as of January 1, 2005 Beginning Balance as of January 1, 2005 Correction Profit (Loss) Previous Year Balance as of January 1, 2005 Changes in Year 2005 General Reserve Correction Profit (Loss) Previous Year Profit (Loss) Balance of Equity as of December 31, 2005 0 0 0 165,000,000,000 0 0 0 70,328,821,477 0 0 137,924,017,310 (172,075,819,928) 0 0 137,924,017,310 63,253,001,549 165,000,000,000 0 165,000,000,000 70,328,821,477 0 70,328,821,477 (309,999,837,238) 0 (309,999,837,238) (74,671,015,761) 0 (74,671,015,761)

The Accompanying notes form an integral part of the financial statements.

64 Annual Report

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENT

I.

Informasi Umum Mengenai Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) merupakan perusahaan perkebunan, berdiri pada tanggal 11 Maret 1996 dengan Akta Notaris Harun Kamil, SH Nomor 42 dan Akte Perubahan dari Notaris Sri Rahayu H. Prasetyo, SH Nomor 01 tanggal 9 Agustus 2002 dengan jumlah modal dasar sebesar Rp. 300.000.000.000,00 dan modal ditempatkan sebesar Rp. 165.000.000.000,00. Komoditas utama PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) berupa gula, karet, kakao, teh, dan kopi. Struktur organisasi PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) tahun 2006 ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Utama No PTPN IX.0/SK/006/2000.SL tanggal 15 Januari 2000, dan telah diubah dengan Surat Keputusan Direktur Utama nomor PTPN IX.0/SK/005/2001.SL tanggal 31 Januari 2001. Sesuai surat keputusan tersebut, mulai tahun 2000 dibentuk Divisi TanamanTahunan dan Divisi Tanaman Semusim. Kantor Direksi PTPN IX (Persero) yang sebelumnya berkedudukan di Surakarta, sejak tahun 2002 berkedudukan di Semarang. Kantor Divisi Tanaman Semusim berlokasi di Surakarta, sedangkan Kantor Divisi Tanaman Tahunan berlokasi di Semarang. Unit Divisi Tanaman Tahunan terdiri dari 15 kebun, dan Divisi Tanaman Semusim terdiri 8 pabrik gula yang tersebar di Jawa Tengah. Neraca Pembukaan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) per 11 Maret 1996 disusun dengan posisi aktiva, serta kewajiban dan ekuitas masing masing sebesar Rp. 270.966.465.707,00. 1. Dewan Komisaris Dewan Komisaris PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara R.I. Nomor KEP-219/M-MBU/2003 tanggal 5 Juni 2003 dengan susunan sebagai berikut :

I.

General Information PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) is a plantation company, which was established on 11 March 1996 based on notarial deed of Harun Kamil, S.H. No. 42, and amended by notarial deed of Sri Rahayu H. Prasetyo, S.H. No. 01 dated 9 August 2002 with authorized capital of Rp 300.000.000.000,00 and paid-up capital of Rp 165.000.000.000,00. The main commodities of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) are sugar, rubber, cocoa, tea, and coffee. The 2006 organization structure of PT Perkebunan Nusantara IX (persero) was drawn up by Decision Letter of President Director No. PTPN IX.0/SK/006/2000.SL dated 15 January 2000, and amended by Decision Letter of President Director No. PTPN IX.0/SK/005/2001.SL dated 31 January 2001. In accordance with this decision, commencing in 2000 the Perennial Crops Division and the Seasonal Crops Division have been established. The Direksi office of PTPN IX (Persero) which was previously domiciled in Surakarta has now been domiciled in Semarang since 2002. The office of Seasonal Crops Division is located in Surakarta while the office of Perennial Plant Division is located in Semarang. The units of Perennial Plant Division consists of 15 estates, and Seasonal Crops Division has 8 sugar refineries which are spread all over central Java. The balance sheets of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) at 11 March 1996 was prepared with total assets, liabilities and equities amounting to Rp. 270.966.465.707,00. 1. Board of Commissioners The Board of Commissioners of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) was appointed pursuant to the Decree of Minister of State-Owned Company of the Republic of Indonesia No. KEP-219/M-MBU/2003 dated 5 June 2003 with the following composition: : : : : : Drs. H. Sobana Suwarna, SH. Akt DR. Ir. Kaman Nainggolan DR. Noer Sutrisno, MA DR. Soekarno Wirokartono DRs. Muh. Zamkhani, MBA

Susunan Dewan Komisaris/Board of Commissioners 1. 2. 3. 4. 5. Komisaris Utama/President Commissioner Komisaris/Commissioner Komisaris/Commissioner Komisaris/ Commissioner Komisaris/ Commissioner

2. Direksi Direksi PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 246/KMK.05/2001 tanggal 30 April 2001 dan Surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep. 251/MBU/2003 tanggal 19 Juni 2003, dengan susunan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur

2. Board of Directors The Board of Directors of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) was appointed pursuant to the Decree of Minister of Finance No. 246/KMK.05/2001 dated 30 April 2001 and the Decree of Minister of State-Owned Company No. Kep. 251/MBU/2003 dated 19 June 2003, with the following composition:

Susunan Direksi/Board of Directors Utama/President Director Produksi/Production Director Keuangan/Finance Director SDM / Umum/HRD&General Affair Director Pemasaran/Marketing Director

: : : : :

Ir. H. Soehardjo Ir. H. Soedarmawan, Bsc Drs. H. Oha. Sumarna, Akt Th. A. Wahyudjati, S.TP Ir. H. Edi Herawan Sobiran

Dalam mengelola perusahaan, Direksi dibantu oleh 12 Kepala Bagian / Biro di Kantor Direksi, 8 Administratur Pabrik Gula dan 15 Administratur Kebun. Mulai tahun 2006 Berdasarkan SK Dewan Komisaris No.KEP-01/PTPN IX/IX/2006 tanggal 30 September 2006 dibentuk Komite Audit dan Berdasarkan SK Direksi No. PTPN IX.0/SK/331/2006 tanggal 30 Oktober 2006 dibentuk Sekretaris Perusahaan. II. Kebijakan Akuntansi Laporan Keuangan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, disusun berdasarkan Kebijaksanaan Akuntansi eks. PT Perkebunan XV – XVI (Persero)

In running the company, the Board of Directors is supported by 12 Heads of Department in Direksi Office, 8 Administrators of sugar refineries, and 15 Administrators of estates. Starting in 2006, based on the Decision Letter of Board of Commissioners No. KEP-01/PTPN IX/IX/2006 dated 30 September 2006 an Audit Committee has been established, and based on the Decision Letter of Board of Directors No. PTPN IX.0/SK/331/2006 dated 30 October 2006 the company secretariat has been established. II. Accounting Policies Laporan KeuanganFinancial Statements of PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) for the year ended 31 December 2006 have been prepared based on Accounting Policies of

Laporan Tahunan

67

untuk Divisi Tanaman Semusim, dan Kebijakan Akuntansi eks. PT Perkebunan XVIII (Persero) untuk Divisi Tanaman Tahunan. Setiap divisi menyusun laporan keuangan secara terpisah, yang selanjutnya digabungkan menjadi Laporan Keuangan PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero), dengan cara sebagai berikut: - Laporan Keuangan masing masing divisi digabungkan dengan menggunakan Metode Polling of Interest (Penyatuan Kepentingan). - Perkiraan antar Badan Hukum (hubungan rekening koran) berupa Utang piutang unit Tanaman Semusim dan unit Tanaman Tahunan atas nama perusahaan yang sama disajikan secara bersih (dieliminir). - Prosentase penyusutan aktiva tetap/ benda untuk Divisi Tanaman Semusim dan Divisi Tanaman Tahunan diseragamkan, sesuai dengan surat Direksi Nomor : PTPN.IX.0/SK/059/1998, tanggal 21 Desember 1998 yaitu dengan menggunakan metode garis lurus sesuai umur ekonomis masing masing aktiva sebagai berikut : Penyusutan/ Tahun Depreiation/ Year (%) 4 2.5 4 2 4 5 10 5 20 20

PT Perkebunan XV – XVI (Persero) for Seasonal Crops Division, and Accounting Policies of PT Perkebunan XVIII (Persero) for Perennial Plant Division. Each division prepared the financial statements individually, which was further combined into Financial Statements of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) with the following method: - The Financial Statements of each division were combined by using Polling of Interest Method. - The Inter-entity Estimates (current account relation) in the form of account payables and account receivables of Seasonal Crops units and Perennial Crops units on behalf of the same company were recorded net (eliminated). - The percentage of fixed assets/properties depreciation for Seasonal Crops Division and Perennial Plant Division was equalized, in accordance with thr Letter of Board of Directors No. PTPN.IX.0/SK/059/1998 dated 21 December 1998 by using straight line method according to economic life of each individual assets as follows:

Keterangan Aktiva tanaman Karet Kopi Kakao Teh Aktiva Non tanaman Hak tanah/HGU Gedung dan pelataran bangunan rumah dan Perusahaan Mesin dan instalasi Jalan, jembatan & saluran air Alat pengangkutan Alat pertanian & inventaris Kecil -

Umur ekonomis Economic Life (Tahun /Year) 25 40 25 50 25 20 10 20 5 5

Description Asset of Plantations Rubber Coffee Cocoa Tea Asset of Non Plantations Land Rights Building & Land for Houses and office Machinery and Intallation Road, Bridge & Irrigation Vehicle Agriculture Equipment & Small Inventories

Program Manfaat Pensiun. Program Manfaat Pensiun karyawan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) sebagai pelaksanaan dari UU no. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, diatur dalam Keputusan Direksi PT Perkebunan Nusantara X (Persero) selaku pendiri Dana Pensiun Perkebunan No. XP – SURKP/03.05 tanggal 27 Juni 2003 tentang peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Perkebunan dan disahkan oleh Menteri Keuangan sesuai Surat Keputusan No.Kep-352/KM.6/2004 tanggal 24 Agustus 2004. Peraturan Dana Pensiun Perkebunan adalah peraturan yang berisi ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan Program Pensiun. Manfaat Pasti bagi karyawan dilingkungan PT PerkebunanNusantara (Persero) dan Badan-badan serta Lembaga-lembaga yang menjadi mitra pendiri. Perhitungan besarnya kewajiban yang menjadi beban PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dilakukan oleh PT Binaputera Jaga Hikmah, Tubagus Syafrial FLMI, FSAI, MBA, aktuaris independen, sesuai laporan aktuaris No. 049/LA-BJH/XI/2003 tanggal 13 November 2003 untuk valuasi per 30 Juni 2003. Jumlah total kewajiban iuran PTP Nusantara IX (Persero) kepada Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) per 31 Desember 2003 sebesar Rp. 76.326.096.982,00 dengan jangka waktu pelunasan selama 10 (sepuluh) tahun, diangsur setiap tahun mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2013. Proyeksi Cash Flow yang dibuat PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), setiap tahun dibayar 2 (dua) kali yaitu pada bulan Juni dan Desember masing-masing 50% dari jumlah angsuran tahunan.

- Retirement Benefit Program Retirement benefits for employees of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) pursuant to Law No. 13 Year 2003 concerning Manpower is regulated in the Decision of Board of Directors of PT Perkebunan Nusantara X (Persero) as the founder of Plantation Pension Fund No. XP – SURKP/03.05 dated 27 June 2003 on Retirement Fund regulation from Plantation Pension Fund legalized by the Decree of Minister of Finance No. Kep-352/KM.6/2004 dated 24 August 2004. Plantation Pension Fund is a regulation which contains the provisions as the basis to manage Defined Benefit Retirement Program for the employees of PT Perkebunan Nusantara (Persero) and the entities and the institutions that have been the founder’s partners. The defined benefit obligation charged to PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) is calculated by PT Binaputera Jaga Hikmah, Tubagus Syafrial FLMI, FSAI, MBA, an independent actuary, in accordance with actuarial report No. 049/LABJH/XI/2003 dated 13 November 2003 for valuation at 30 June 2003. The total contributions paid by PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) to Plantation Pension Fund (Dapenbun) at 31 Desember 2003 was amounting to Rp.76.326.096.982,00 with payment settlement for a period of 10 (ten) years, by annual installment as from 2004 to 2013. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) has projected the Cash Flow in two installments every year by paying 50% from total annual installment in June and December respectively.

68 Annual Report

-

Pemutusan Kontrak Kerja. Dalam Undang-undang no.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terdapat pasal-pasal yang mengatur kewajiban hukum bagi perusahaan terhadap karyawannya yaitu Bab XII mengenai pemutusan kontrak kerja pasal 156 ayat 1,2,3 dan 4. Perusahaan akan memiliki kewajiban yang sama berupa pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak terhadap karyawan tetap, apabila terjadi pemberhentian karyawan. Oleh karenanya Perusahaan membuat kewajiban yang diestimasi sehingga estimasi beban dan kewajiban yang mungkin timbul dengan diberlakukannya UU no. 13 tahun 2003 tersebut disajikan dalam laporan keuangan. Perhitungan besarnya kewajiban yang menjadi beban PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) dilakukan oleh PT. Binaputera Jaga Hikmah, Tubagus Syafrial, FLMI, FSAI, MBA, aktuaris independen, sesuai dengan laporan aktuaris No. 233/PSAK-BJH/X-2006 tanggal 18 Oktober 2006. Pajak Penghasilan Perusahaan belum menerapkan PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan sehingga belum menyajikan pengakuan aktiva dan kewajiban pajak tangguhan atas konsekuensi pajak dimasa yang akan datang dari beda temporer antara pelaporan komersil dan fiskal.

- Work Contract Termination In Law No.13 year 2003 concerning Manpower contained some articles stipulating legal obligations of a company to its employees as referred to in Chapter XII related to termination of employment as provided in Article 156 paragraphs 1, 2, 3, and 4. The company has the same obligations to provide severance pay, a sum of money as reward for the service rendered during term of employment, and compensation pay for the dismissed worker, in case termination of employment takes place. Therefore, the company provides estimated costs and possible liabilities in case of the application of the said Law No. 13 year 2003 by stating the estimation in the financial statements. The liabilities which are to be charged to PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) was calculated by PT Binaputera Jaga Hikmah, Tubagus Syafrial, FLMI, FSAI, MBA, an independent actuary, as stated in actuarial report No. 233/PSAK-BJH/X-2006 dated 18 October 2006. - Income Tax The company has not applied PSAK No. 46 concerning Income Tax Accounting, so that it has not stated recognition of assets and deferred tax payables of future tax payables from temporary difference between commercial report and fiscal report.

-

Beberapa Kebijakan Akuntansi masing masing divisi sebagai berikut II. A Kebijakan Akuntansi Tanaman Tahunan 1 . Pengakuan Pendapatan dan Biaya. a. Penjualan Ekspor Pengakuan Pendapatan atas penjualan ekspor berdasar kontrak penjualan dan L/C tahun yang bersangkutan, dengan pertimbangan bahwa kontrak dengan pembeli tidak akan dibatalkan, serta pihak pembeli telah membuka Letter of Credit (L/C) pada tahun yang bersangkutan. b. Penjualan Lokal Pengakuan pendapatan atas penjualan lokal berdasarkan Nota Penjualan yang telah diterbitkan dengan syarat loko gudang PTPN IX (Persero). c. Biaya Pengakuan biaya menggunakan metode saat timbulnya kewajiban/ biaya yang bersangkutan (Accrual basis). d. Penjabaran Valuta Asing Hasil penjualan ekspor dijabarkan dalam rupiah dengan kurs pada saat pencairan wesel. 2. Piutang Piutang dicatat sebesar nilai tagihan riil yang dapat direalisir dan dicatat sebagai aktiva lancar. 3. Penilaian Persediaan Barang gudang di kebun–kebun dan kantor direksi dinilai dengan harga perolehan dengan metode harga rata – rata bergerak (moving average) sedangkan persediaan hasil produksi dinilai berdasarkan harga pokok. 4. Kapitalisasi Suatu pengeluaran dikategorikan sebagai pengeluaran untuk investasi baru, apabila pengeluaran tersebut memenuhi batasan sebagai berikut : - Pengeluaran untuk mendapatkan barang baru. - Merupakan satu kesatuan / unit / buah yang tidak terpisahkan. - Mempunyai masa / umur manfaat minimal 5 tahun.

Some Accounting Policies of each division are as follows: II. A 1. Accounting Policies of Perennial Plant Revenue and Expense Recognition a. Export Sales Revenue recognition of export sales is based on sales contract and Letter of Credit (L/C) for the year by considering that there will be no cancellation of contract with buyers, and the buyers have opened L/C in the year concerned. b. Local Sales Revenue recognition of local sales is based on the issued Sales Note under the terms loco - warehouse of PTPN IX (Persero). c. Expenses Expense recognition have been prepared on the basis of accrual concept. d. Foreign Currency Translation Return of export sales are translated into rupiah at the exchange rate prevailing at the time of cashing the note receivables. Receivables Receivables are recorded in amount as much as real invoiced value that can be realized and recorded as current assets. Inventory Valuation Warehouse inventories in the estates and direksi office are valued with acquisition price by means of moving average price method, while production inventories are valued on the basis of cost price. Capitalization An expense is categorized as expense for new investment, provided that the said expense meet the following criteria: - It is an expense to procure new goods - It is an inseparable unit/piece - It has a minimum useful life of 5 years

2.

3.

4.

Laporan Tahunan

69

5. Alokasi Biaya Umum Biaya umum kebun dan kantor direksi dialokasikan kepada Biaya Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Biaya Tanaman Menghasilkan (TM) dengan rumus sebagai berikut: Beban TBM = Jumlah Areal TBM Jumlah Areal TBM + TM Jumlah Areal TM Jumlah Areal TBM + TM x Biaya Umum

5. General Expense Allocation General expenses for estates and direksi office are allocated into immature plantation (TBM) costs and mature plantation (TM) costs with the following formula: TBM Expenses = Total TBM Area Total TBM Area + TM TM Expenses = Total TM Area Total TBM Area + TM x General Expenses

Beban TM =

x Biaya Umum

x General Expenses

Biaya umum beban (TBM) dialokasikan ke masing-masing budidaya berdasarkan perbandingan luas areal TBM termasuk Tanaman Tahun Akan Datang (TTAD) dan Tanaman Tahun Ini (TTI). Biaya umum beban TM selanjutnya dialokasikan ke masingmasing budidaya berdasarkan perbandingan nilai jual yang dihitung atas dasar jumlah produksi kali harga jual per satuan masing masing komoditi. Harga jual yang digunakan adalah harga jual rata rata bulan lalu atau harga jual terakhir yang tersedia. Biaya Administrasi Kantor Direksi dialokasikan ke kebun menjadi beban biaya TBM masing masing budidaya berdasarkan rumus : Jumlah Areal TM Alokasi Biaya = x Biaya Administrasi Jumlah Areal TBM + TM

General expenses (TBM) are allocated into each cultivation based on TBM area ratio including Next-Year Plants (TTAD) and CurrentYear Plants (TTI). General expenses (TM) are further allocated into each cultivation based on the sales value ratio which is calculated on the basis of total production multiplied by selling price per unit of each commodity. The selling price used is the average selling price of last month or the latest selling price available. Administration costs of direksi office are allocated into estates as TBM costs of each cultivation based on the formula below: Cost Allocation = Total Area of TBM Total Area of TBM + TM x Administration Costs

II.B. Kebijakan Akuntansi Tanaman Semusim 1. Pengakuan Pendapatan dan Biaya. • Penjualan gula pada prinsipnya dilakukan secara tunai. Pengakuan pendapatan atas hasil penjualan gula diakui pada saat diterima secara tunai pembayaran jaminan penawaran/harga gula. • Hasil penjualan Gula diakui pada saat penerbitan DO. 2. Pengakuan Biaya Pengakuan biaya menggunakan metode accrual basis yaitu berdasarkan nilai yang sebenarnya terjadi. Harga Pokok Penjualan dihitung berdasar-kan biaya produksi beban tahun berjalan dengan memperhitungkan persediaan hasil produksi.

II.B Accounting Policies Seasonal Crops 1. Revenue and Expense Recognition • Sugar sales is basically carried out in cash payment. Revenue of sugar sales is recognized at the time of receiving cash payment of guaranteed offer/price for sugar. • Return of sugar sales is recognized at the time of issuing DO 2. Expense Recognition Expense recognition uses accrual method on the basis of the real value as incurred. Cost of sales was calculated on the basis of production costs of the current year by considering the production inventories. 3. Receivables Receivables are recorded in amount as much as real invoiced value that can be realized and recorded as current assets. 4. Inventories Inventories of self-owned sugar and molasses are recorded by using periodic record method and valued on the basis of the lowest value between sales value/the latest market price and the average of production costs. While inventories of goods/equipment are recorded on the basis of perpetual record method and valued at acquisition price based on average moving price method.

3. Piutang Piutang dicatat sebesar nilai riil tagihan yang dapat direalisir dan dicatat sebagai aktiva lancar.
4. Persediaan Persediaan gula milik sendiri dan tetes dicatat dengan metode pencatatan periodik dan dinilai berdasarkan nilai terendah antara nilai penjualan/harga pasar terakhir dengan harga pokok produksi rata rata. Sedangkan persediaan barang/bahan perlengkapan dicatat berdasarkan metode pencatatan perpetual dan dinilai dengan harga perolehan berdasarkan metode rata rata bergerak. 5. Bunga Pinjaman Jangka Panjang Bunga Pinjaman Jangka Panjang selama masa konstruksi dikapitalisasi sebagai penambahan nilai perolehan aktiva yang bersangkutan. Bunga pinjaman setelah masa konstruksi diakui sebagai biaya periode yang bersangkutan.

5. Interests of Long-Term Loans Interests of long-term loans during construction period are capitalized in addition to value of assets concerned. Interests of loans after construction period are recognized as costs for the period concerned.

70 Annual Report

III. Penjelasan Pos Pos Neraca Dan Laba Rugi Pos -Pos Neraca

III. Item Description in Balance Sheeets and income - Loss Items in Balance Sheet

1.

Kas Saldo kas berupa saldo uang tunai per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:

1. Cash Cash balance in the form of cash on hand at 31 December for year 2006 and year 2005 is itemized as follows:

31 Desember 2006 (Rp)

31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Kantor Direksi Semarang - Kebun Kebun Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Kantor Direksi Surakarta - Pabrik Pabrik Gula SubJumlah Total 2. 4.840.250 19.088.669 23.928.919 137.591.139 2. 12.632.168 31.816.262 44.448.430 1 01.405.951 65.214.255 48.447.965 113.662.220 24.871.375 32.086.146 56.957.521

Perennial Crops Division - Director’s Office - Semarang - Estates Sub Total Seassonal Crops Division - Director’s Office - Surakarta - Sugar Refineries Sub Total Total

Bank Saldo bank berupa saldo tabungan dan giro kantor direksi, kebun kebun dan pabrik pabrik gula per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

Bank Cash in bank in the form of balance of savings and current accounts of direksi office, estates, and sugar refineries at 31 December 2006 and 2005 is itemized as follows:

31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan. - Kantor Direksi Semarang - Kebun Kebun Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Kantor Direksi Surakarta - Pabrik Pabrik Gula Jumlah Total 3. 37.880.437 10.272.430.750 10.310.311.187 158.477.256.951 4.688.068.069 11.650.364.116 16.338.432.185 106.032.019.694 3. 139.200.344.788 8.966.600.976 148.166.945.764 85.671.803.339 4.021.784.170 89.693.587.509

Prennial Crops Division - Director’s Office - Semarang - Estates Sub Total Divisi Tanaman Semusim - Director’s Office - Surakarta - Sugar Refineries Sub Total Total

Deposito Saldo deposito yang belum dicairkan per 31 Desember 2006 dan 2005, pada Divisi Tanaman Tahunan dengan rincian sebagai berikut:

Deposits Deposit balance which has not been cashed at 31 Desember 2006 and 2005 at Perennial Plant Division is itemized as follows:

31 Desember 2006 (Rp)

31 Desember 2005 (Rp)

- Time Deposits Bank Mandiri - Deposito Bank Mandiri - Deposito Bank Mega - Deposito Bank Tab. Negara Jumlah

0 30.000.000.000 0 0 30.000.000.000

4.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 3.000.000.000 11.000.000.000

- Time Deposits Bank Mandiri - Deposits Bank Mandiri - Deposits Bank Mega - Deposits Bank Tab. Negara Total

Laporan Tahunan

71

4. Piutang Niaga Saldo piutang hasil penjualan produk per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

4. Trade Receivables Receivable balance of product sales revenue at 31 December 2006 and 2005 is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Piutang Penj. Ekspor - Piutang Penjualan Lokal - Piutang Penjualan Lokal Sampingan - Piutang Penjualan Produk Hilir Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Piutang Leveransir - Piutang Pemborong - Piutang agen / gula import - Piutang Penjualan Gula Pasir - Piutang Penjualan tetes - Uang Jaminan - Piutang KP3N - Piutang PTR (2000 s.d 2007) - Lain Lain Sub Jumlah Total 1.054.201.920 373.624.629 0 7.733.750 1.633.532.053 6.239.709 1.308.318.123 67.646.192.180 2.847.184.944 74.877.027.308 86.473.551.138 7.402.230.560 240.853.402 78.897.956.089 28.792.250 250.481.205 6.239.709 1.626.849.506 54.229.149.819 2.968.498.904 45.651.051.444 153.042.043.888 1.084.436.984 1.193.292.453 3.763.862.292 5.554.932.101 11.596.523.830 (3.557.887.104) 10.948.879.548 0 0 7.390.992.444

Perennial Crops Division - Export Sales Receivable - Local Sale Receivable - Side Product Local sales Receivable - Downstream Product Sales Receivable Sub Total Seassonal Crops Division - Supplier Receivable - Wholesaler Receivable - Agent/Imported Sugar Receivable - Sugar Sales Receivable - Molasses Sales Receivable - Uang Jaminan - KP3N Receivable - PTR Receivable (2000 s.d 2007) - Others Sub Total Total

Piutang kepada PTR sebesar Rp. 67.646.192.180 per 31 Desember 2006 dan sebesar Rp 54.229.149.819 per 31 Desember 2005 merupakan piutang kepada petani tebu yang akan diperhitungkan setiap akhir masa giling. Jumlah piutang PTR musim tanam 2006 / 2007 sebesar Rp. 55.570.414.493. 5. Piutang Pegawai Saldo piutang pegawai per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

PTR receivables of Rp. 67.646.192.180 at 31 December 2006 and of Rp 54.229.149.819 at 31 December 2005 are receivables from smallholders which will be considered at the end of milling period. Total PTR receivables of planting time 2006/2007 is amounting to Rp. 55.570.414.493.

5. Employee’s Receivable Accumulated employee receivables at 31 December 2006 and 2005 are itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Piutang Pegawai - Piutang Bekas Pegawai Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Piutang Pegawai - Piutang Bekas Pegawai Jumlah Total 5.272.575.499 313.652.129 5.586.227.628 5.687.889.344 1.439.676.916 126.724.673 1.566.401.589 1.739.449.877 101.661.716 0 101.661.716 173.048.288 0 173.048.288

Perennial Crops Division - Employee’s Receivable - Ex. Employee Receivable Sub Total Seassonal Crops Division - Employee Recevable - Ex. Employee Recevable Sub Total Total

6. Piutang Lain Lain Piutang yang tidak dapat dikelompokkan sebagai piutang usaha per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

6. Others Receivables Receivables which cannot classified as trade receivables at 31 December 2006 and 2005 are itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Kantor Direksi - Kebun Getas- Piutang lain lain Jumlah 418.066.920 800.000 418.866.920 2.267.503.605 70.897.395 2.338.401.000

Perennial Crops Division - Director’s Office - Getas Estate- Other Receivable Sub Total

72 Annual Report

6. Piutang Lain Lain (Lanjutan) Divisi Tanaman Semusim - Piutang Perjalanan Dinas - Piutang Pembelian/ Pembayaran - Piutang Penggarapan Tanah - Piutang tebang dan angkut tebu - Piutang YDPP - Piutang BPKSCPG - Piutang Lain-lain (piutang PTR) Sub Jumlah Jumlah
31 Desember 2006 (Rp)

6. Others Receivables (Continued)
31 Desember 2005 (Rp)

Seassonal Crops Division - Business Trip Receivable - Purchase/Payment Receivable - Soil Tilling Receivable - Sugar Cane Cutting & Transport Receivable - YDPP Receivable - BPKSCPG Receivable - Other Receivable (PTR’s Receivable) Sub Total Total

0 0 0 159.082.133 0 17.881.361 11.797.938.692 11.974.902.186 12.393.769.106

24.500.000 1.097.943.203 124.092.455 15.893.000 7.260 44.413.361 10.737.501.482 12.044.350.761 14.382.751.761

Dalam piutang lain-lain per 31 Desember 2006 sebesar Rp 11.797.938.692 tersebut diantaranya terdapat piutang kepada : Uraian - H/P Gula Tani PTR - PTP Nusantara XI - PT Fitria Maharani - INKUD Jakarta - Gula Kontrak A/ Pasar murah - PT Wanatani Lestari - Pos Sementara - APTR Sari Buana K / Pupuk Jumlah
(Rp)

Other receivables at 31 December 2006 amounting to Rp 11.797.938.692 mentioned above include receivables to:
Description

354.388.124 1.588.241.662 1.250.797.500 366.985.127 461.230.308 193.552.608 206.961.785 5.369.400.138 9.791.557.252

- H/P Gula Tani PTR - PTP Nusantara XI - PT Fitria Maharani - INKUD Jakarta - Gula Kontrak A/Cheap Market - PT Wanatani Lestari - Temporary Item - APTR Sari Buana K/Fertilizer Total

Piutang kepada PT. Wanatani Lestari telah disetujui untuk dihapus dalam RUPS Pengesahan RKAP tahun 2007. 7. Piutang Jaminan Pendapatan Petani (JPP) Piutang jaminan pendapatan petani per 31 Desember 2006 dan 2005, pada Divisi Tanaman Semusim, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

Receivables to PT Wanatani Lestari are to be eliminated as approved by General Meeting of Shareholders (RUPS) on validation of RKAP for year 2007. 7. Income Guarantee Receivables to Farmer Income guarantee receivables to farmers at 31 December 2006 and 2005 in Seasonal Crops Division are itemized as follows:

31 Desember 2005 (Rp)

PG. Sumberharjo PG. Pangka PG. Tasikmadu PG. Gondangbaru Jumlah

0 0 0 0 0

118.656.000 1.000.000 158.514.452 385.949.250 664.119.702

Sumberharjo Sugar Refinery Pangka Sugar Refinery Tasikmadu Sugar Refinery Gondangbaru Sugar Refinery Total

8. Piutang Pajak Saldo Piutang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut
31 Desember 2006 (Rp)

8. Tax Receivables Balance of income tax and value added tax receivables at 31 December 2006 and 2005 is itemized as follows:t
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Pajak Masukan - PPH Ps 23 - Lumpsum PPH Pasal 25 - PPh Pasal 22 Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Pajak Masukan - Pajak Penghasilan - Pajak Penghasilan Badan - PPh Wapu Sub Jumlah Jumlah 10.998.366.791 17.224.859 13.465.722.874 16.592.014 24.497.906.538 25.615.452.249 8.234.796.943 1.600.378 10.784.357.815 2.076.500 19.022.831.636 20.318.861.895 0 536.800 984.416.568 132.592.343 1.117.545.711 214.372.438 0 984.416.568 97.241.253 1.296.030.259

Perennial Crops Division - Input Tax - Income Tax, Article 23 - Lumpsum Income Tax, Article 25 - Income Tax, Article 22 Sub Total Seassonal Crops Division - Input Tax - Income Tax - Corporate Income Tax - Wapu Income Tax Sub Total Total

Laporan Tahunan

73

9. Perkiraan Antar Badan Hukum Saldo piutang (rekening koran) antar Badan Hukum sesudah hasil rekonsiliasi per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

9. Inter-Entity Estimates Balance of receivables (current accounts) of intercompany after reconciliation at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - PT Perkebunan Nusantara I - PT Perkebunan Nusantara II - PT Perkebunan Nusantara III - PT Perkebunan Nusantara IV - PT Perkebunan Nusantara VI - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara X - PT Perkebunan Nusantara XI - PT Perkebunan Nusantara XIII - PT Perkebunan Nusantara XIV - Inspeksi PTPN Wil I Medan - Indoham - YDPP Cabang PTPN IX Smg - RNI - Dividen Indoham Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Korwil II - PT Perkebunan Nusantara I - PT Perkebunan Nusantara II - PT Perkebunan Nusantara IV - PT Perkebunan Nusantara VI - PT Perkebunan Nusantara VII - PT Perkebunan Nusantara XIII - PT Perkebunan Nusantara XIV - PT Rajawali (RNI) - Dapenbun/ Wigaguna Sub Jumlah Jumlah 25.119.745 7.142.857 54.114.240 9.270.000 2.247.295 3.168.878 20.316.784 50.038.174 0 0 171.417.973 996.694.178 485.648 7.142.857 39.720.454 0 323.400 250.000 2.183.500 65.185.475 11.310.886 3.111.998.951 3.238.601.171 3.593.919.885 92.098.665 0 5.405.300 8.844.970 13.463.894 7.356.377 3.288.828 421.560.016 139.419.913 233.200 0 36.047.913 7.789.150 13.514.127 76.253.852 825.276.205 13.861.680 4.906.586 7.532.450 2.156.200 11.679.144 0 0 132.071.395 59.055.834 4.395.394 2.664.000 36.047.913 4.694.266 0 76.253.852 355.318.714

Divisi Tanaman Tahunan - PT Perkebunan Nusantara I - PT Perkebunan Nusantara II - PT Perkebunan Nusantara III - PT Perkebunan Nusantara IV - PT Perkebunan Nusantara VI - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara X - PT Perkebunan Nusantara XI - PT Perkebunan Nusantara XIII - PT Perkebunan Nusantara XIV - Inspeksi PTPN Wil I Medan - Indoham - YDPP Cabang PTPN IX Smg - RNI - Dividen Indoham Sub Total Divisi Tanaman Semusim - Korwil II - PT Perkebunan Nusantara I - PT Perkebunan Nusantara II - PT Perkebunan Nusantara IV - PT Perkebunan Nusantara VI - PT Perkebunan Nusantara VII - PT Perkebunan Nusantara XIII - PT Perkebunan Nusantara XIV - PT Rajawali (RNI) - Dapenbun/ Wigaguna Sub Total Total

10. Biaya Dibayar Dimuka/Tahun Yang Lalu Saldo biaya dibayar dimuka / tahun yang lalu per 31 Desember 2006 dan 2005, pada Divisi Tanaman Tahunan dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

10. Prepaid Expenses/ Last Year Balance of prepayments/the previous year at 31 December 2006 and 2005 at Perennial Plant Division is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Pos Sementara - Persediaan Obat BP Kantor Direksi - Honor Dekom / Pengobatan - Biaya Produksi Gula 9 - Kebun Krumput - Nota Debet dari Kebun-kebun Jumlah

0 0 57.600.095 124.516.039 2.136.148 44.039.342 228.291.624

4.293.086 1.878.353 0 0 0 0 6.171.439

- Temporary Item - Medication Stock BP Kantor Direksi - Honor Dekom / Medical Treatment - Production Cost Gula 9 - Krumput Estate - Debit Notes from Estates Total

74 Annual Report

11. Biaya Tanaman Tahun Tebang Setahun Yang akan Datang Jumlah biaya tanaman beban tahun yang akan datang yang telah dikeluarkan sampai dengan tahun 2006 dan 2005 dari Divisi Tanaman Tahunan dan Divisi Tanaman Semusim yang belum dibebankan sebagai biaya, dengan rincian:
31 Desember 2006 (Rp)

11. Plantation Costs for Cutting Year in the Next One Year Total plantation costs as expense for the following year which have been spent up to 2006 and 2005 from Perennial Plant Division and Seasonal Crops Division which have not been charged as costs, are itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan Biaya Tebu Giling Divisi Tanaman Semusim Biaya Pembibitan Tebu Biaya Tebu Giling Jumlah 2.660.042.760 7.169.968.820 68.419.624.965 78.249.636.545 1.826.505.184 6.222.093.381 66.632.191.105 74.680.789.670

Perennial Crops Division Milled Sugar Cane Cost Seassonal Crops Division Sugar Cane Cultivation Cost Milled Sugar Cane Cost Total

12. Biaya Non Tanaman Tahun Tebang Setahun Yang akan Datang Jumlah biaya non tanaman beban tahun yang akan datang yang telah dikeluarkan, sampai dengan tahun 2006 dan 2005 dari Divisi Tanaman Semusim namun belum dibebankan sebagai biaya, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

12. Non-Plantation Costs for Cutting Year of the Next One Year Total plantation costs as expense for the following year which have been spent up to 2006 and 2005 from Seasonal Crops Division, but have not been charged as costs are itemized as follows:

31 Desember 2005 (Rp)

Biaya tebang dan angkut Biaya Pabrik Jumlah

102.753.817 2.593.832.863 2.696.586.680

116.578.120 1.959.229.657 2.075.807.777

Cutting & Transport Cost Factory Cost Total

13. Persediaan Bahan Baku Saldo persediaan barang/ bahan, antara lain berupa bahan kimia, pupuk, alat alat instalasi pabrik, serta bahan bakar/pelumas per 31 Desember 2006 dan 2005, yang tersebar pada kebun dan PG dengan rincian:
31 Desember 2006 (Rp)

13. Goods/Material Inventories Balance of goods/material inventories including chemicals, fertilizers, equipment for factory installation, and fuel/lubricant at 31 December 2006 and 2005 throughout estates and sugar refineries is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Pupuk - Bahan Kimia - Bakan bakar/ pelumas - Barang keperluan kantor - Barang keperluan poliklinik - Barang Bangunan - Barang Listrik - Barang untuk saluran air - Alat Alat Pertanian - Barang besi dan bengkel - Barang untuk pembungkus - Perangkat / Perabot rumah tangga - Alat Instalasi Listrik dan Air - Alat Instalasi pabrik - Alat Pengangkut/ Onderdil - Mesin dan alat pertanian - Barang barang lain Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Bahan/ barang perlengkapan - Bahan/ barang bulk - Bahan/ barang sisa proyek - Bahan/ barang makanan - Bahan/ barang lain Sub Jumlah Jumlah 7.583.490.611 4.290.644.725 650.484 331.466.904 466.027.983 12.672.280.707 16.362.138.359 4.593.656.563 3.621.156.164 841.500 973.627.270 1.273.662.015 10.462.943.512 13.429.547.562 287.481.559 951.783.143 1.478.687.536 22.118.499 10.961.138 517.220 8.647.761 817.300 57.821.224 51.739.234 511.422.602 5.722.500 1.409.772 56.247.696 21.802.701 9.061.720 213.616.047 3.689.857.652 73.479.745 689.114.167 1.422.137.386 12.045.975 5.674.762 2.538.400 4.573.983 0 54.104.401 3.983.858 571.718.742 0 1.540.702 33.645.038 17.250.474 3.543.140 71.253.277 2.966.604.050

Perennial Crops Division - Fertilizer - Chemicals - Fuel/Lubricant - Office Supplies - Policlinic Supplies - Building Material - Electrics - Material for Irrigation - Agriculture Equipment - Hardware & Workshop - Materials for Packing - Furniture - Household - Equipment for Electricity & Water Installation - Material for Factory Installation - Tranportation Equipment/Parts - Machinery & Agriculture Equipment - Other Goods Sub Total Seassonal Crops Division - Properties/Equipment - Bulk Goods - Scraps of Project - Food Supplies - Other Goods Sub Total Total

Laporan Tahunan

75

14. Persediaan Hasil Produksi Saldo persediaan per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

14. Production Out Put Inventories Balance of inventories at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Karet - Lateks Pekat -Teh - Kopi - Kakao - Teh Seduh - Teh Celup - Kopi bubuk - Teh kemasan - Gula Kemasan Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Gula Ekonomis dan Gula Sisan - Tetes Sub Jumlah Jumlah 27.108.542.559 6.374.245.587 33.482.788.146 65.494.033.418 42.259.943.128 4.134.107.586 46.394.050.714 65.457.613.267 15.778.716.788 600.187.864 5.930.792.707 7.083.975.117 1.346.734.182 8.053.632 11.815.739 99.200.697 0 1.151.768.546 32.011.245.272 7.549.649.405 50.560.732 5.252.680.990 3.776.803.438 1.466.956.059 0 0 41.575.065 37.470.442 887.866.421 19.063.562.553

Perennial Crops Division - Rubbert - Thick Latex -Tea - Coffee - Cocoa - Prepared Tea - Teabag - Powdered Coffee - Packed Tea - Packed Sugar Sub Total Seassonal Crops Division - Economic Sugar & Sisan Sugar - Molasses Sub Total Total

15. Persediaan Hasil Sampingan Saldo persediaan hasil sampingan milik Divisi Tanaman Tahunan per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

15. By Product Inventoris Inventory balance of side product owned by Perennial Plant Division at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Kebun Siluwok Sawangan Kebun Ngobo Kebun Getas Kebun Sukamangli Jumlah

907.912.500 42.188.560 15.714.220 739.660 966.554.940

397.862.600 17.041.244 16.119.660 0 431.023.504

Siluwok Sawangan Estate Ngobo Estate Getas Estate Sukamangli Estate Total

16. Penyertaan Jumlah investasi dalam bentuk penyertaan saham per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian:
31 Desember 2006 (Rp)

16. Investments Total investments in shares at 31 December 2006 and 2005 are as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Saham Indoham - PT Wanatani Lestari Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - PT Wanatani Lestari - PT Industri Gula Nasional Sub Jumlah Total 73.923.000 223.000.000 296.923.000 48.000.000 52.369.000.000 52.417.000.000 52.713.923.000 107.815.179 223.000.000 330.815.179 48.000.000 52.369.000.000 52.417.000.000 52.747.815.179

Perennial Crops Division - Indoham’s Share - PT Wanatani Lestari Sub Total Seassonal Cropss Division - PT Wanatani Lestari - PT Industri Gula Nasional Sub Total Total

Penyertaan pada PT. Wanatani Lestari telah disetujui untuk dihapus dalam RUPS pengesahan RKAP tahun 2007.

Investments at PT Wanatani Lestari are eliminated as approved by General Meeting of Shareholder (RUPS) on the validation of RKAP for 2007.

76 Annual Report

17. Aktiva Tetap Jumlah nilai buku aktiva tetap tanaman dan non tanaman serta aktiva dalam penyelesaian per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan perhitungan sebagai berikut:
Nilai Perolehan Aquisition Cost (Rp)

17. Fixed Asset Total book value of fixed assets of plantation and non-plantation and assets in completion process at 31 December 2006 and 2005 is as follows:
Nilai Buku Book Value (Rp)

Keterangan

Akumulasi Penyusutan
Accumulated Ammortization

(Rp)

Description

Per 31 Desember 2006 Tanah Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Bangunan Rumah Bangunan Perusahaan Mesin dan Instalasi Jalan Jembatan, Saluran Air Alat pengangkutan Inventaris Kecil Alat pertanian Sub Jumlah Investasi Dlm Penyelesaian Jumlah Per 31 Desember 2005 Tanah Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Bangunan rumah Bangunan Perusahaan Mesin dan Instalasi Jalan, Jembatan,Saluran Air Alat pengangkutan Inventaris Kecil Alat pertanian Sub Jumlah Investasi Dlm Penyelesaian Jumlah

143.409.000 210.107.708.230 97.351.353.384 3.376.386.742 32.258.420.232 310.684.218.450 8.707.649.689 21.371.545.426 12.340.586.503 1.087.953.464 697.429.231.120 16.923.623.233 714.352.854.353 143.409.000 179.413.884.747 102.908.112.802 2.647.556.362 29.355.436.620 292.286.262.945 7.679.733.873 17.709.400.081 10.012.877.523 1.341.937.272 643.498.611.225 5.225.537.422 648.724.148.647

0 47.600.578.065 0 2.309.685.789 18.186.942.367 250.006.732.883 7.099.582.665 15.203.492.227 8.892.123.912 1.029.822.261 350.328.960.169 350.328.960.169 0 44.089.805.105 0 2.307.832.715 17.186.619.407 242.354.818.666 6.873.631.504 13.209.880.928 7.650.611.322 1.100.622.345 334.773.821.992 0 334.773.821.992

143.409.000 162.507.130.165 97.351.353.384 1.066.700.953 14.071.477.865 60.677.485.567 1.608.067.024 6.168.053.199 3.448.462.591 58.131.203 347.100.270.951 16.923.623.233 364.023.894.184 143.409.000 135.324.079.642 102.908.112.802 339.723.647 12.168.817.213 49.931.444.279 806.102.369 4.499.519.153 2.362.266.201 241.314.927 308.724.789.233 5.225.537.422 313.950.326.655

As of December 31, 2006 Lands Productive Plants Non Productive Plants Houses Building Machinery & Installation Road, Bridge & Irrigation Vehicle Small Inventories Agriculture Equipment Sub Total Construction in Progress Total As of December 31, 2005 Lands Productive Plants Non Productive Plants Houses Building Machinery & Installation Road, Bridge & Irrigation Vehicle Small Inventories Agriculture Equipment Sub Total Construction In Progress Total

Nilai buku untuk masing masing divisi sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

The Book value of each division is as follows :
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan Divisi Tanaman Semusim Jumlah

294.181.114.189 52.919.156.762 347.100.270.951

263.490.584.009 45.234.205.224 308.724.789.233

Perennial Crops Division Seassonal Crops Division Total

18. Aktiva Tidak Berwujud Jumlah nilai buku Hak Guna Usaha tanah dan biaya biaya untuk memperolehnya per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian:
Nilai Perolehan Aquisition Cost (Rp)

18. Intangible Asset The total book value of land rights and the costs to obtain them as at 31 December 2006 and 2005 is as follows:
Nilai Buku Book Value (Rp)

Keterangan

Akumulasi Penyusutan
Accumulated Ammortization

(Rp)

Description

Per 31 Desember 2006 Divisi TanamanTahunan Divisi Tanaman Semusim Jumlah Per 31 Desember 2005 Divisi Tanaman Tahunan Divisi Tanaman Semusim Jumlah

803.305.929 9.467.192.113 10.270.498.042 3.729.072.502 8.843.593.393 12.572.665.895

30.838.275 4.951.571.266 4.982.409.541 (27.936.869) (4.707.847.389) (4.735.784.258)

772.467.654 4.515.620.847 5.288.088.501 3.701.135.633 4.135.746.004 7.836.881.637

As of December 31,2006 Perennial Crops Division Seassonal Crops Division Total As of December 31, 2005 Perennial Crops Division Seassonal Crops Division Total

Laporan Tahunan

77

19. Aktiva Lain Lain Saldo buku aktiva tetap lain-lain dan saldo aktiva lain-lain per 31 Desember 2006 dan 2005, terdiri dari :
Keterangan Nilai Perolehan Aquisition Cost (Rp)

19. Others Asset Balance of other fixed assets and balance of other assets at 31 December 2006 and 2005 consist of:
Nilai Buku Book Value (Rp)

Accumulated Ammortization

Akumulasi Penyusutan (Rp)

Description

Per 31 Desember 2006 Divisi Tanaman Tahunan - Aktiva tidak beroperasi - Piutang sangsi Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Aktiva Benda Agrowisata - Aktiva non operasional - Aktiva non produktif - Piutang sangsi - Piutang niaga jangka panjang - Bahan/ barang incorant - Biaya tanaman TT YAD. - Biaya tahun tebang YAD Jumlah Total Per 31 Desember 2005 Divisi Tanaman Tahunan - Aktiva tidak beroperasi - Piutang sangsi Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Aktiva Non Operasional - Aktiva Non Produktif - Piutang sangsi - Piutang Niaga jk Panjang - Bahan/ barang incorant - Biaya Tanaman TT YAD. - Biaya tahun tebang YAD Jumlah Total

1.896.359.157 174.111.026 2.070.470.183 1.064.664.945 29.814.237.132 7.964.402.090 7.710.714.903 145.957.276 594.131.563 4.858.144.623 7.990.410.146 60.142.662.678 62.213.132.861

727.306.659 174.111.026 901.417.685 263.445.152 25.861.979.770 7.964.402.090 7.710.714.903 0 594.131.563

1.169.052.498 0 1.169.052.498 801.219.793 3.952.257.362 0 0 145.957.276 0 4.858.144.623 7.990.410.146 17.747.989.200 18.917.041.698

42.394.673.478 43.296.091.163

As of December 31, 2006 Perennial Crops Division - Non Operational Asset - Doubtful Acounts Total seassonal Crops Division - Asset of Agrotourism - Non Operational Asset - Non Productive Assets - Doubtful Accounts - Long Term Trade Receivable - Incourant Materials - Cost of Plants Cutting in Coming Year - Cost of Cutting in Coming Year Sub Total Total As of December 31, 2005 Divisi Tanaman Tahunan

1.918.406.185 174.111.026 2.065.485.461 24.763.072.512 7.446.483.617 7.715.178.021 147.949.942 606.125.863 4.735.026.464 7.445.013.876 52.858.850.295 54.924.335.756

685.990.769,00 174.111.026 833.070.045,00 22.798.471.847 7.446.483.617 7.715.178.021 0 606.125.863 0 38.566.259.348 39.399.329.393

1.232.415.416 0 1.232.415.416 1.964.600.665 0 0 147.949.942 0 4.735.026.464 7.445.013.876 14.292.590.947 15.525.006.363

- Aktiva tidak beroperasi - Piutang sangsi Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Aktiva Non Operasional - Aktiva Non Produktif - Piutang sangsi - Piutang Niaga jk Panjang - Bahan/ barang incorant - Biaya Tanaman TT YAD. - Biaya tahun tebang YAD Jumlah Total

Hutang Lancar 20. Hutang Bank Saldo hutang Bank 31 Desember 2006 dan 2005, di Kantor Direksi Divisi Tanaman Semusim dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

Curent Payables 20. Bank Loans Balance of bank loans at 31 December 2006 and 2005 at Director Office of Direksi Seasonal Crop Division is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Bank Mandiri - Bank Agro Jumlah

181.299.593.697 50.000.000.000 231.299.593.697

193.073.593.668 30.000.000.000 223.073.593.668

- Mandiri Bank - Agro Bank Total

21. Hutang Niaga Saldo hutang yang berasal dari pembelian barang/ bahan untuk produksi per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

21. Trade Payables Accumulated payables derived from purchase of goods/materials for production at 31 December 2006 and 2005 are specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan Hutang Kantor Direksi - Hutang Kebun-kebun Jumlah 78 Annual Report

1.987.161.720 303.800.343 2.290.962.063

2.005.200.015 573.611.00 2.578.811.016

Perennial Crops Division - Director’s Office Payable - Estates Payable Total

21. Hutang Niaga (Lanjutan)
31 Desember 2006 (Rp)

21. Trade Payable (Continued)
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Semusim - Faktur Yang Masih Harus Dibayar - Penahanan Garansi - Panjar Pembeli - Petani tebu rakyat - Lain lain Sub Jumlah Jumlah

7.017.646.708 748.267.639 2.796.436.240 1.100.576.897 27.875.527 11.690.803.011 13.981.765.074

11.677.410.594 512.333.977 121.292.613.784 999.512.345 9.656.952 134.491.527.652 137.070.338.668

Perennial Crops Division - Pereenial Plant Division - Guarantee Retention - Down Payment from Buyer - Sugar Cane’s Smallholder - Others Sub Total Total

22. Hutang Pegawai Saldo hutang perusahaan kepada pegawai per 31 Desember 2006 dan 2005, yang berupa gaji, dengan rincian:
31 Desember 2006 (Rp)

22. Employees Payables Balance of company payables to employees at 31 December 2006 and 2005 in the form of salary is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Uang Titipan Karyawan - Uang Titipan Karyawan Lepas/Tetap Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Uang Titipan Karyawan - Uang Titipan Karyawan Kampanye - Uang Titipan Karyawan Lain - Uang Titipan Lain Lain Sub Jumlah Jumlah

347.600.075 5.476.788.968 5.824.389.043 306.673.106 67.498.756 2.016.255 261.313.265 637.501.382 6.461.890.425

59.207.112 2.808.873.878 2.868.080.990 347.315.977 93.958.025 1.808.255 180.783.404 623.865.661 3.491.946.651

Perennial Crops Division - Escrow Accounts for Employee - Escrow Accounts for Outsourced/Permanent Sub Total Seasonal Crops Division - Escrow Account for Emlpoyee - Escrow Account for Campaign Employee - Escrow account for Other Employee - Other Escrow Account Sub Total Total

23. Hutang Pajak Saldo hutang pajak yang belum diselesaikan per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
Divisi Tanaman Tahunan Jenis Pajak Perennial Crops Division (Rp)

23. Tax Payable Balance of tax payables that remains unsettled at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
Jumlah Total (Rp) Type of Taxes

Divisi Tanaman Semusim Seasonal Crops Division (Rp)

Per 31 Desember 2006 - PPh pasal 21 - Pajak Pertambahan Nilai - PPH Wapu - PPh Ps 23 Jumlah Per 31 Desember 2005 - PPh pasal 21 - Pajak Pertambahan Nilai - PPN Wapu - PPh Ps 23 Jumlah 236.382.259 404.523.456 0 7.446.812 674.217.345 194.329.077 7.488.713.718 33.755.359 0 7.716.798.154 430.711.336 7.893.237.174 33.755.359 7.446.812 8.391.015.499 223.818.053 2.660.773.476 0 9.527.733 2.894.119.262 139.623.430 10.554.973.772 34.356.362 0 10.728.953.564 363.441.483 13.215.747.248 34.356.362 9.527.733 13.623.072.826

As of December 31, 2006 - Income Tax Article 21 - Value Added Tax - Wapu Income Tax - Income Tax Article 23 Total As of December 31, 2005 - Income Tax Article 21 - Value Added Tax - Wapu Value Added Tax - Income Tax Article 23 Total

24. Hutang Penyisihan PPh Badan Saldo hutang Penyisihan PPh Badan atas laba yang diperoleh per 31 Desember 2006 yang dibebankan pada Divisi Tanaman Tahunan, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

24. Allowances for Corporate Income Tax Balance of allowance for corporate income tax payables of income acquired at 31 December 2006 charged to Perennial Plant Division is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Lumpsum PPh Badan Ps 29 Jumlah

27.116.383.813 27.116.383.813

0 0

- Lumpsum Corporate Income Tax Article 29 Total

Laporan Tahunan

79

25. Hutang Lain Lain Saldo hutang lain-lain per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

25. Others Payables Other payables balance 31 December 2006 and 2005 is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Titipan Freight Penjualan - Titipan Biaya Penjualan - Iuran Astek - Hutang biaya thn lalu / lain-lain - Iuran Dapenbun Kebun Getas Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Agro Wisata - Premi/ Provenue Mutu Gula TR - Lain lain Sub Jumlah Jumlah 122.195.794 3.319.484.521 7.833.115.014 11.274.795.329 13.393.082.475 0 3.319.484.521 17.455.496.424 20.774.980.945 23.540.226.620 33.750.000 539.625 11.885.188 2.060.739.943 11.372.390 2.118.287.146 41.057.225 18.474.802 11.482.278 2.694.231.370 0 2.765.245.675

Perennia Crops Division - Freight of Sales - Cost of Sales - Contribution for Astek - Payable for Previuos Year Expense/Other - Contribution for Dapenbun Getas Plantation Sub Total Seasonal Crops Division - Agrotourism - Premi/ Provenue Smallholder Sugar Quality - Other Sub Total Total

Dari jumlah utang lain lain sebesar Rp. 7.833.115.014 pada Divisi Tanaman Semusim tersebut, diantaranya Rp. 6.246.150.389 merupakan : Keterangan - Pos Penampungan Sementara - P3GI - Dana Operasional APTRI - PT Fitria Maharani - Dana Disbun - Titipan PTR Jumlah (Rp) 926.074.460 1.401.017.052 1.110.335.574 2.229.934.073 279.281.549 299.507.681 6.246.150.389

Out of total other payables amounting to Rp. 7.833.115.014 at Seasonal Crop Division, some Rp. 6.246.150.389 is derived from: Description - Temporary Items - P3GI - Operational Fund of APTRI - PT Fitria Maharani - Disbun Fund - Deposit of PTR Total 26. Inter Entity Estimates Balance of estimated inter-entity payables (current account relation) at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

26. Hutang Perkiraan Antar Badan Hukum Saldo hutang perkiraan antar badan hukum (hubungan Rekening Koran) per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - PT Perkebunan Nusantara VII - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara XII - Kantor Inspeksi Wil 4 Surabaya - KPB Jakarta - LPP Yogyakarta - Puslitbun Getas - YDPP Jakarta - PPTK Gambung - Balai Penelitian Bogor Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - LPP Yogyakarta - P3GI - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara X - PT Perkebunan Nusantara XI - RNI / PTP Rajawali - KPB PTPN I s/d XIV - KPB Cab. Jakarta - Dapenbun Program Staf - Dapenbun Program Non Staf Sub Jumlah Jumlah 80 Annual Report

3.078.878 0 15.014.410 0 129.256.500 128.417.327 0 3.823.748.971 462.000 5.400.000 4.105.378.086 376.704.336 8.100.000 35.329.118 2.554.393.668 396.484.238 50.676.475 73.772.839 455.190 236.818.349 7.268.443.577 11.001.177.790 15.106.555.876

0 18.410.046 74.003.106 27.696.133 78.667.420 599.041.713 21.601.620 3.030.200.150 462.000 3.988.139 3.854.070.327 230.445.855 17.250.000 57.156.234 2.735.645.770 216.735.947 0 211.062.922 0 0 4.392.146.922 7.860.443.650 11.714.513.977

Perennial Crops Division - PT Perkebunan Nusantara VII - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara XII - Kantor Inspeksi Wil 4 Surabaya - KPB Jakarta - LPP Yogyakarta - Puslitbun Getas - YDPP Jakarta - PPTK Gambung - Balai Penelitian Bogor Sub Total Seasonal Crops Division - LPP Yogyakarta - P3GI - PT Perkebunan Nusantara VIII - PT Perkebunan Nusantara X - PT Perkebunan Nusantara XI - RNI / PTP Rajawali - KPB PTPN I s/d XIV - KPB Cab. Jakarta - Dapenbun Program Staf - Dapenbun Program Non Staf Sub Total Total

27. Hutang KKP TRI Saldo paket kredit per 31 Desember 2006 dan 2005 yang dananya berasal dari KKP Tebu Rakyat Kemitraan untuk kelompok tani yang dananya dikelola oleh PTPN IX / Pabrik Gula, dan disalurkan melalui Perbankan, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

27. KKP TRI Payable The balance of credit package at 31 December 2006 and 2005 which was derived from KKP Tebu Rakyat Kemitraan for farmer group the funds of which are managed by TPN IX/ Sugar Factory, and distributed through Banking is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- PG Jatibarang - PG Pangka - PG Sumberharjo - PG Sragi - PG Rendeng - PG Mojo - PG Tasikmadu - PG Gondangbaru Jumlah

29.858.500.556 15.931.568.000 31.767.869.820 28.016.414.400 14.179.658.000 17.954.772.050 19.904.168.700 41.202.180.000 198.815.131.526

14.516.396.000 19.018.033.000 24.763.884.321 34.884.827.700 8.468.046.000 15.006.016.970 21.376.499.800 16.795.620.000 154.829.323.791

- Jatibarang Sugar Refinery - Pangka Sugar Refinery - Sumberharjo Sugar Refinery - Sragi Sugar Refinery - Rendeng Sugar Refinery - Mojo Sugar Refinery - Tasikmadu Sugar Refinery - Gondangbaru Sugar Refinery Total

Berdasarkan tahun penyediaannya sisa utang tersebut terinci: Keterangan - KKP tahun 2005/2006 - KKP tahun 2006/2007 Jumlah (Rp)

Based on the year of inventories, the said payable balance is itemized as follows: Description - KKP year 2005/2006 - KKP year 2006/2007 Total

89.478.490.050 109.336.641.476 198.815.131.526

28. Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Saldo pinjaman investasi pada Bank Indonesia yang jatuh tempo per 31 Desember tahun 2006 dan 2005, terdiri dari:
31 Desember 2006 (Rp)

28. Maturity of Long Term Loans Balance of investment loans at Bank Indonesia in due at 31 December 2006 and 2005 consists of:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Hutang Kredit Investasi - Hutang Sewa Guna Usaha Merdec Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Stork & Braat Eks BPU PPN Gula PG Rendeng (Bank Indonesia). - Hutang RDI beban Tahun 2006 - Hutang Dapenbun tahun 2006 Sub Jumlah Jumlah

0 452.517.083 452.517.083 463.086.035 7.858.867.887 6.187.500.000 14.509.593.697 14.961.971.005

4.000.000.000 532.160.333 4.532.160.333 463.086.035 23.576.603.659 4.125.000.000 28.164.689.694 32.696.850.027

Perennial Crops Division - Invesment Credit Payable - Lease Payable of Mardec Sub Total Seasonal Crops Division - Stork & Braat Eks BPU PPN Gula Rendeng Sugar Refinery (Bank Indonesia). - RDI Payable for Expense 2006 - Dapenbun Payable 2006 Sub Total Total

29. Biaya Yang Harus Dibayar Kewajiban yang masih harus dibayar per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

29. Accrued Liabilities Accrued liabilities at 31 December for year 2006 and year 2005 are as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Tambahan Penghasilan /Apresiasi / Insentif - Persediaan obat BP - Hutang Titipan Lain-lain Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Pimpinan & Tata Usaha - Tebu giling - Tebang dan angkut tebu - Pabrik - Pengolahan - Eksploitasi alat pengangkutan - Lain lain Sub Jumlah Jumlah

33.545.872.997 40.990.100 32.162.500 33.619.025.597 21.053.727.193 143.747.590 22.319.379 314.112.355 26.960.071 39.490.434 3.575.161.161 25.175.518.183 58.794.543.780

28.905.489.845 0 6.024.255 28.911.514.100 15.811.184.273 91.388.748 34.610.792 192.701.894 22.130.127 28.682.991 3.516.514.932 19.697.213.757 48.608.727.857

Perennial Crops Division - Additional Income/Appreciation /Insentive - Medication supplies of BP - Other Liabilities Sub Total Seasonal Crops Division - Management & Administration - Milled Sugar cane - Cutting & Tranport of Sugar Cane - Refineries - Refinering - Eksploitation of Transportation Equipment - Other Sub Total Total

Laporan Tahunan

81

30. Hutang Dana Rehabilitasi Hutang dana rehabilitasi merupakan 50% saldo Utang kepada pemerintah atas biaya rehabilitasi tanaman, berdasarkan surat Menteri Keuangan No: 1544/KMK.01/1987 tahun 1987 pada proyek proyek plasma di Kalimantan Selatan/ Tengah yang menjadi beban ex PT Perkebunan XVIII (persero), per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

30. Rehabilitation Fund Payable Rehabilitation fund payables are 50% of accumulated payables to the government over plantation rehabilitation costs, in accordance with Decree of Finance Minister No. 1544/KMK.01/1987 on plasma projects in South/Central Kalimantan which was to be charged to PT Perkebunan XVIII (Persero) at 31 December 2006 and 2005 as itemized below:
31 Desember 2005 (Rp)

- PIR III Danau Salak - Pirsus I Batulicin - Pirsus I Buntok - Pirsus II Paringin - Pirsus II Pamukan - Pirsus II Tabalong Jumlah

0 0 0 0 0 0 0

2.600.359.310 535.170.733 96.905.370 219.655.337 437.133.726 893.988.424 4.783.212.900

- PIR III Danau Salak - Pirsus I Batulicin - Pirsus I Buntok - Pirsus II Paringin - Pirsus II Pamukan - Pirsus II Tabalong Total

Pada saat ini Proyek-proyek Plasma tersebut telah dibentuk menjadi PTPN tersendiri. 31. Hutang Denda Dividen Saldo hutang denda deviden tahun 1998, Per tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

Currently, the said plasma projects have been established to become another new PTPN. 31. Deviden Penalty Payable The balance of dividend penalty payable for 1998 at 31 December 2006 and 2005 is as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Divisi Tanaman Tahunan - Divisi Tanaman Semusim Jumlah

0 5.800.481.517 5.800.481.517

4.554.010.611 1.246.470.906 5.800.481.517

-Perennial Crops Division - Seasonal Crops Division Total

HUTANG JANGKA PANJANG 32. Hutang Dapenbun Saldo Hutang kepada Dapenbun per 31 Desember 2006 dan 2005 dalam pelaksanaan program manfaat pensiun berdasarkan valuasi aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah Sesuai laporan No. 049/LA-BJH/XI/2003 tanggal 13 November 2003 untuk valuasi per 31 Juni 2003. Jangka waktu pelunasan selama 10 tahun dan diangsur setiap tahun mulai tahun 2004 sampai dengan 2013.
31 Desember 2006 (Rp)

LONG TERM PAYABLES 32. Dapenbun Loans The balance of loans to Dapenbun at 31 December 2006 and 2005 in the implementation of retirement program is based on the valuation of independent actuary PT Binaputera Jaga Hikmah in accordance with Report No. 049/LA-BJH/XI/2003 dated 13 November 2003 for valuation at 31 June 2003. The term of settlement is for 10 years by annual installment as from 2004 up to 2013.
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Hutang Dapenbun Divisi Tanaman Semusim - Hutang Dapenbun Jumlah 19.633.617.019 28.606.167.632 48.239.784.651 25.018.929.350 32.731.167.632 57.750.096.982

Perennial Crops Division - Dapenbun Payable Seasonal Crops Division - Dapenbun Payable Total

33. Kredit Investasi Saldo Kredit Investasi Divisi Tanaman Tahunan per 31 Desember 2006 dan 2005 yang dikelola oleh Kantor Direksi.

33. Investment Credit The balance of investment credit at Perennial Plant Division at 31 December 2006 and 2005 managed by Director Office.

31 Desember 2006 (Rp)

31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Kredit Investasi Jumlah 10.626.226.000 10.626.226.000 10.626.226.000 10.626.226.000

Perennial Crops Division - Investment Credit Total

82 Annual Report

34. Hutang SHT Saldo Hutang SHT per 31 Desember 2006 dan 2005 yaitu dalam rangka penerapan PSAK 24 Imbalan Pasca Kerja Santunan Hari Tua berdasarkan valuasi aktuaris independen PT. Binaputera Jaga Hikmah sesuai laporan aktuaris No. 233/PSAK-BJH/X-2006 tanggal 18 Oktober 2006, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

34. SHT Payables The balance of SHT payables at 31 December 2006 and 2005, i.e. in the implementation of PSAK 24 compensation of post-employment benefits based on the valuation of independent actuary PT. Binaputera Jaga Hikmah in accordance with Actuarial Report No. 233/PSAKBJH/X-2006 dated 18 October 2006 is as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Hutang SHT Divisi Tanaman Semusim - Hutang SHT Jumlah

34.227.000.000 41.710.000.000 75.937.000.000 Divisi Tanaman Tahunan Perennial Crops Division

32.416.000.000 38.970.000.000 71.386.000.000

Perennial Crops Division - SHT Payable seasonal Crops Division - SHT Payable Total

Divisi Tanaman Semusim Seasonal Crops Division 38.970.000.000 11.622.000.000 (8.882.000.000) 41.710.000.000 - Liabilities (asset) of opening Periode - Expense for current periode - Realization of benefit payment - Liabilities (asset) of closing periode

Kewajiban(Kekayaan) awal periode - Beban periode berjalan - Realisasi pembayaran manfaat Kewajiban(Kekayaan) akhir Periode

32.416.000.000 9.784.000.000 (7.973.000.000) 34.227.000.000

35. Modal Di Tempatkan Modal saham yang ditempatkan per 31 Desember 2006 dan 2005, terinci sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

35. Issued Capital Issued share capital as at 31 December 2006 and 2005 is as follows:

31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Modal dasar - Belum ditempatkan Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Modal dasar - Belum ditempatkan Sub Jumlah Jumlah 150.000.000.000 (70.000.000.000) 80.000.000.000 150.000.000.000 (65.000.000.000) 85.000.000.000 165.000.000.000 150.000.000.000 (70.000.000.000) 80.000.000.000 150.000.000.000 (65.000.000.000) 85.000.000.000 165.000.000.000

Perennial Crops Division - Authorized Capital - Non Issued Sub Total Seasonal Crops Division - Authorized Capital - Non Issued Sub Total Total

LABA DITAHAN 36. Cadangan Umum Jumlah cadangan umum per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

RETAINED EARNING 36. General Reserve Total general reserves at 31 December 2006 and 2005is as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Divisi Tanaman Tahunan - Divisi Tanaman Semusim Jumlah 37. Laba (Rugi) s/d Tahun Lalu

49.499.385.539 20.829.435.938 70.328.821.477

49.499.385.539 20.829.435.938 70.328.821.477

- Perennial Crops Division - Seasonal Crops Division Total

37. Profit (Loss) for Previous Year Accumulated losses up to 2005 and 2004 are as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Saldo rugi sampai dengan tahun 2005 dan 2004, dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

- Divisi Tanaman Tahunan Dana SHT/ Penerapan PSAK 24 - Divisi Tanaman Semusim Dana SHT/Penerapan PSAK 24 Jumlah

228.217.358.299 (32.416.000.000) (328.907.178.227) (38.970.000.000) (172.075.819.928)

140.531.897.045 (32.416.000.000) (379.145.734.283) (38.970.000.000) (309.999.837.238)

- Perennial Crops Division SHT Fund/ Implementation of PSAK 24 - Seasonal Crops Division SHT Fund/Implementation of PSAK 24 Total

Laporan Tahunan

83

38. Laba (Rugi) s/d Tahun Berjalan Jumlah tersebut merupakan Laba (Rugi) PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) selama tahun buku 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

38. Profit (Loss) for The Current Year Details of total Profit (Loss) of PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) during 2006 and 2005 are as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Divisi Tanaman Tahunan - Divisi Tanaman Semusim Jumlah

123.534.058.939 3.777.849.901 127.311.908.840

87.685.461.254 50.238.556.056 137.924.017.310

- Perennial Crops Division - Seasonal Crops division Total

POS POS RUGI LABA 1. Penjualan Jumlah penjualan selama tahun buku 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut : Penjualan Ekspor Export (Rp) Divisi Tanaman Tahunan - Karet -Teh - Kopi - Kakao - Lateks pekat - Busa Skim - Kopi bubuk - Teh Kemasan - Teh Celup - Gula Kebun - Gula 9 - Kakoba & Kaligua - Sampingan Jumlah Divisi tanaman Semusim - Gula - Tetes Jumlah Jumlah Penjualan 2006 255.580.506.564 18.151.851.357 16.684.175.158 4.565.507.500 1.288.961.749 0 0 0 0 0 0 0 0 296.271.002.328 0 0 0 296.271.002.328

Loss (Profit) Items 1. Sales Total sales during year 2006 and 2005 is itemized as follows: 2006 Penjualan Lokal Local Sales (Rp) 119.840.382.888 3.408.416.297 967.182.676 1.431.049.870 18.011.340.347 505.506.400 275.594.675 65.773.114 58.790.025 6.032.336.860 10.652.992.288 2.505.462.572 5.334.300.961 169.089.128.973 585.362.527.817 41.904.963.807 627.267.491.624 796.356.620.597 2005 Penjualan Lokal Local Sales (Rp) 91.142.466.941 4.000.339.005 2.517.013.100 1.298.249.210 20.113.743.800 141.488.021 124.172.761 2.464.941.845 1.842.846.818 1.043.525.303 5.475.635.087 130.164.421.891 551.018.583.704 41.554.790.607 592.573.374.311 722.737.796.202

Jumlah Total (Rp) 375.420.889.452 21.560.267.654 17.651.357.834 5.996.557.370 19.300.302.096 505.506.400 275.594.675 65.773.114 58.790.025 6.032.336.860 10.652.992.288 2.505.462.572 5.334.300.961 465.360.131.301 585.362.527.817 41.904.963.807 627.267.491.624 1.092.627.622.925 Perennial Crops Division - Rubber - Tea - Coffee - Cocoa - Thick Latex - Skim Foam - Powdered Coffee - Packed Tea - Teabag - Plantation Sugar - Gula 9 - Kakoba & Kaligua - By Product Total Seasonal Crops Division - Sugar - Molasses Total Total Sales 2006

Penjualan Ekspor Export (Rp) Divisi Tanaman Tahunan - Karet -Teh - Kopi - Kakao - Lateks pekat - Kopi bubuk - Teh Kemasan - Gula Kebun - Gula 9 - Kakoba - Sampingan Jumlah Divisi tanaman Semusim - Gula - Tetes Jumlah Jumlah Penjualan 2005 181.220.564.577 20.472.822.302 13.880.410.731 7.351.969.826 0 0 0 0 0 0 41.301.424 222.967.068.860 0 0 0 222.967.068.860

Jumlah Total (Rp) Perennial Crops Division 272.363.031.518 24.473.161.307 16.397.423.831 8.650.219.036 20.113.743.800 141.488.021 124.172.761 2.464.941.845 1.842.846.818 1.043.525.303 5.516.936.511 353.131.490.751 551.018.583.704 41.554.790.607 592.573.374.311 945.704.865.062 - Rubber - T ea - Coffee - Cocoa - Thick Latex - Powdered Coffee - Packed Tea - Plantation Sugar - Gula 9 - Kakoba - by Product Total Seasonal Crops Division - Sugar - Molasses Total Total Sale 2005

84 Annual Report

2. Harga Pokok Penjualan Perhitungan harga pokok penjualan periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember untuk tahun 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

2. Cost of Goods Sold The calculation of cost of goods sold for period 1 January to 31 December for year 2006 and 2005 is as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Karet - Teh - Kopi - Kakao - Lateks Pekat - Busa Skim - Kopi Bubuk - Teh Celup - Teh Kemasan - Gula Kebun - Gula 9 - Kakoba - Sampingan Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Gula - Tetes Sub Jumlah Jumlah

165.928.311.143 28.158.332.323 21.147.995.427 6.598.973.230 8.768.905.551 1.171.651.123 188.241.178 40.532.254 67.312.234 5.542.222.395 10.623.518.944 2.051.292.314 4.367.742.318 254.655.030.434 495.766.048.404 32.299.947.846 528.065.996.250 782.721.026.684

146.646.649.301 28.884.169.240 20.091.576.407 8.241.194.789 10.126.074.724 0 138.102.692 0 82.087.944 1.827.378.633 1.685.793.070 890.933.514 3.971.333.207 222.585.293.521 488.126.339.920 34.697.828.290 522.824.168.210 745.409.461.731

Perennial Crops Division - Rubber - Tea - Coffee - Cocoa - Thick Latex - Skim Foam - Powdered Coffee - Teabag - Packed Tea - Plantation Sugar - Gula 9 - Kakoba - By Product Sub Total Seasonal Crops Division - Sugar - Molasses Sub Total Total

3. Biaya Penjualan Jumlah biaya penjualan periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember untuk tahun 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

3. Cost of sales Total cost of sales for period 1 January to 31 December for year 2006 and 2005 is specified as follows :
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Biaya angkutan produksi ke veem - Biaya sewa gudang - Jasa & biaya pengapalan dari KPB - Biaya pelabuhan gudang - Biaya bank - Biaya fumigasi/sample & analisa - Biaya pengiriman dokumen - Biaya Lain Lain - Biaya Produk Hilir / Kakoba Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Biaya penjualan gula dan tetes Jumlah

2.694.453.285 512.190.260 344.957.500 949.045.040 159.595.994 196.570.339 46.725.550 323.154.306 254.371.224 5.481.063.498 0 5.481.063.498

2.227.659.453 518.024.373 423.455.366 902.116.248 48.350.701 274.092.855 112.840.908 449.788.082 190.877.914 5.147.205.900 0 5.147.205.900

Perennial Crops Division - Production freight charge to Veem - Warehouse charges - Services & shipping cost to KPB - Warehouse charges at port - Bank charges - Fumigation/sample and analysis cost - Cost for documents delivery - Other expenses - Downstream product cost/Kakoba Sub Total Seasonal Crops Division - Cost of sugar & molasses sales Total

4. Biaya Administrasi Jumlah biaya administrasi periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun buku 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

4. Administration Cost Total administration costs for period 1 January to 31 December for year 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Biaya Kantor Direksi - Penyusutan Aktiva Tetap Kantor Direksi - Alokasi biaya administrasi beban TBM sub Jumlah 23.363.995.552 497.761.785 (3.810.060.883) 20.051.696.454 20.068.278.678 350.637.919 (3.403.182.153) 17.015.734.444

Perennial Crops division - Director’s Office Expenses - Director’s Office Fixed Asset Depreciation - Administration cost allocation charged to TBM Sub Total

Laporan Tahunan

85

4. Biaya Administrasi (Lanjutan)
31 Desember 2006 (Rp)

4. Administration Cost (Continued)
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Semusim - Biaya Kantor Direksi - Penyusutan Aktiva Tetap Kantor Direksi Sub Jumlah Total 23.145.642.701 159.244.666 23.304.887.367 43.356.583.821 13.923.614.460 142.468.144 14.066.082.604 31.081.817.048

Seasonal Crops Division - Director’s Office Expense - Director’s Office Fixed Asset Depreciation Sub Total Total

5. Biaya Bunga Eksploitasi Jumlah biaya bunga pada Divisi Tanaman Semusim periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun buku 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

5. Exploitation Interest Cost The total interest costs at Seasonal Crop Division for period 1 January to 31 December for year 2006 and 2005 is itemzed as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

- Bunga eksploitasi Bank Mandiri - Bunga eksploitasi Agro Bank - Bunga eksploitasi BRI - Bunga eksploitasi Bukopin - Bunga eksploitasi Niaga - Pinjaman RDI Jumlah

30.036.127.801 14.242.063.744 925.406.383 1.490.416.100 1.885.285.228 1.155.264.026 49.734.563.282

25.792.475.593 14.066.972.176 1.357.615.347 2.389.606.370 0 1.123.929.886 44.730.599.372

- Exploitation Interest Bank Mandiri - Exploitation Interest Agro Bank - Exploitation Interest BRI - Exploitation Interest Bukopin - Exploitation Interest Niaga - RDI’s Loan Total

6. Pendapatan Diluar Usaha Perusahaan Jumlah pendapatan diluar usaha perusahaan per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

6. Income Outside Corporate Business Total income outside corporate business at 31 December 2006 and 2005 is itemized as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Pendapatan lain lain - Pendapatan Denda Levering - Pendapatan Selisih Kurs - Pendapatan Jasa Giro - Pendapatan Bunga Deposito Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Besi Tua - Barang Perlengkapan - Penjualan barang afkir, dsb - Jasa Giro - Penjualan Ampas - Penjualan Kompos - Lain Lain Jumlah Total 5.698.948.475 26.666.703 2.449.901.998 1.482.970.772 5.691.881.525 15.350.369.473 0 8.697.921 1.027.363 448.376.288 777.229.429 0 4.428.121.442 5.663.452.443 21.013.821.916 4.803.582.672 41.450.055 953.557.386 693.231.650 2.313.133.107 8.804.954.870 705.788.990 455.333 25.081.400 587.203.138 1.013.843.787 6.483.300 3.759.833.002 6.098.688.950 14.903.643.820

Perennial crops Divison - Other Revenue - Revenue from Levering Penalty - Revenue from Foreign Exchange Differents - Current Account - Revenue from Deposit Interest Sub Total Seasonal Crops Division - Scrap Iron - Equipments - Sales of Unused Goods, etc. - Current Account - Sales of Residue - Sales of Manures - Others Sub Total Total

Dari jumlah pendapatan lain-lain sebesar Rp 4.428.121.442 pada Divisi Tanaman Semusim tersebut, diantaranya berupa pendapatan dari : Keterangan - Selisih harga gula (inc. pasar murah) - Selisih Kurs - Administrasi Gudang / Gedung / Bus - Selisih harga barang - Fee KKP TR Kemitraan - Revitalisasi Pabrik Jumlah (Rp)

Out of other revenues amounting to Rp 4.428.121.442 at Seasonal Crop Division as mentioned above are partly derived from: Description - Sugar price difference (cheap market) - Foreign Exchange Differences - Warehouse/Buildings/Buses Administration - Price of goods defference - Fee for KKP TR Partnership - Factory Revitalization Total

123.164.427 295.658.219 1.118.888.590 511.105.103 367.678.751 1.008.455.000 3.424.950.090

86 Annual Report

7. Biaya Lain Lain Jumlah biaya lain-lain per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

7. Other Expenses Total amount of other expenses at 31 December 2006 and 2005 is specified as follows:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Biaya Lain Lain - Penghapusan Aktiva Tetap Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Biaya Administrasi - Sumbangan - Biaya Keamanan - Sumbangan Peralihan - Jaminan Sosial Pensiun - Biaya Akuntan - Biaya Lain Lain Sub Jumlah Jumlah 1.339.147.805 560.168.995 278.188.379 72.705.392 8.183.218.732 47.050.000 17.567.167.964 28.047.647.267 78.126.524.903 3.982.523.014 328.426.492 248.018.648 31.703.331 8.373.943.484 71.750.000 1.351.374.507 14.387.739.476 46.714.343.536 44.338.774.839 5.740.102.797 50.078.877.636 30.388.453.806 1.938.150.254 32.326.604.060

Perennial Crops Division - Other Expenses - Fixed Assed Written-Off Sub Total Seasonal Crops Division - Administration Cost - Donations - Security Cost - Assignment Donation - Retirement Sosial Assurance - Accounting Charge - Other expenses Sub Total Total

Dalam jumlah biaya lain-lain sebesar Rp. 44.338.774.839,00 pada Divisi Tanaman Tahunan tersebut, diantaranya Rp. 37.112.206.600,00 merupakan : Keterangan - Penghargaan masa kerja - Iuran Dapenbun - Pembebanan Insentif Jumlah (Rp)

Out of the total amount of other costs amounting to Rp. 44.338.774.839,00 at Perennial Plant Division, some Rp. 37.112.206.600,00 is derived from: Description - Reward term of employement - Dapenbun Contribution - Incentives Total

2.929.384.464 10.811.881.178 23.370.940.958 37.112.206.600

Pada Divisi Tanaman Semusim dalam jumlah biaya lain-lain termasuk iuran dapenbun sebesar Rp. 10.687.199.290,00. 8. Pendapatan Luar Biasa Dalam tahun 2006 pendapatan luar biasa sebesar Rp 206.610.000,00 berasal dari penjualan kendaraan bermotor dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

At Seasonal Crop Division total other costs include contribution from dapenbun amounting to Rp. 10.687.199.290,00. 8. Extraordinary Income In 2006 extraordinary income was amounting to Rp 206.610.000,00 derived from sales of vehicles as specified below:
31 Desember 2005 (Rp)

Divisi Tanaman Tahunan - Penjualan Asset / Aktiva tetap - Ganti rugi lahan oleh PLN Sub Jumlah Divisi Tanaman Semusim - Penjualan Aktiva Benda / Asset Sub Jumlah Jumlah 0 0 206.610.000 47.575.082.457 47.575.082.457 50.398.936.015 206.610.000 0 206.610.000 351.650.000 2.472.203.558 2.823.853.558

Perennial Crops Division - Sales of Asset / Fixed Asset - Lands compensation of PLN Sub Total Seasonal Crops Division - Sales of Asset / Fixed Asset Sub Total Total

9. PPh Badan Jumlah pajak penghasilan badan per 31 Desember 2006 dengan rincian sebagai berikut : Perhitungan PPH Badan Perhitungan PPH Badan - Laba Divisi Tanaman Tahunan - Laba Divisi Tanaman Semusim Kompensasi Kerugian Dasar Pengenaan Pajak PPh Badan 10% X 50.000.000 15% X 50.000.000 30% X 90.346.279.376

9. Corporate Income Tax Detailed amount of corporate income tax at 31 Decsember 2006 is as follows: Calculation of Corporate Income Tax Calculation of Corporate Income Tax - Profit of Perennial Crops Division - Profit of Seasonal Crops Division Loss Compensation Tax Assesment Base Corporate Income Tax 10% X 50.000.000 15% X 50.000.000 30% X 90.346.279.376

(Rp) 150.650.442.752 3.777.849.901 154.428.292.653 63.982.013.277 90.446.279.376

5.000.000 7.500.000 27.103.883.813 27.116.383.813

Laporan Tahunan

87

ARUS KAS 1. Aktifitas Operasi Jumlah tersebut merupakan jumlah pengurangan arus kas dan setara kas atas aktivitas operasi perusahaan periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun buku 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

CASH FLOW 1. Operating Activities The amount above is the total deduction in cash and cash equivalents of operating activities of the company for period 1 January to 31 December for year 2006 and 2005 as specified below:
31 Desember 2005 (Rp)

- Laba (Rugi) Bersih - Penyusutan dan Amortisasi - Penambahan aktiva dan kewajiban lancar Jumlah

127.311.908.840 15.843.079.350 11.743.485 143.166.731.675

137.924.017.310 14.910.367.127 14.322.918.439 167.157.302.876

- Net Profit (Loss) - Depreciation & Ammortization - Addition to asset and current liabilities Total

2. Aktifitas Investasi Jumlah tersebut merupakan saldo pengurangan kas dan setara kas atas aktivitas investasi perusahaan periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

2. Investment Activities This amount is the balance of deductions in cash and cash equivalents of investment activities of the company for period 1 January to 31 December year 2006 and year 2005 as specified below:
31 Desember 2005 (Rp)

- (Penambahan) Pengurangan Aktiva Tetap - (Penambahan) Pengurangan Aktiva Tak Berwujud - (Penambahan) Pengurangan Investasi dalam Penyelesaian - (Penambahan) Pengurangan Aktiva Non Operasional - (Penambahan) Pengurangan Penyertaan Jumlah

(53.930.619.895) 2.302.167.853 (11.698.085.811) (3.433.351.225) 33.892.179 (66.725.996.899)

(49.201.184.627) (2.315.811.407) (2.132.691.613) (920.986.061) (52.369.000.000) (106.939.673.708) 3. Funding Activities

- (Addition) Deduction Fixed Asset - (Additions) Deduction Intangible Asset - (Addition) Deduction Investment in Progress - (Addition) Deduction Non Operational Asset - (Addition) Deduction Investments Total

3. Aktifitas Pendanaan Jumlah tersebut merupakan saldo penambahan kas dan setara kas atas aktivitas pendanaan perusahaan periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :
31 Desember 2006 (Rp)

This amount is the balance of additional cash and cash equivalents of funding activities of the company for period 1 January to 31 December year 2006 and year 2005 as specified below:
31 Desember 2005 (Rp)

- Penambahan (Pengurangan) kredit Sewa Guna Usaha - Penambahan (Pengurangan) Kredit Investasi - Penambahan (Pengurangan) Cadangan - Penambahan (Pengurangan) Hutang Dapenbun - Penambahan (Pengurangan) Hutang SHT Jumlah

0 0 0 (9.510.312.331) 4.551.000.000 (4.959.312.331)

(198.718.833) (19.717.735.773) 0 (8.250.000.000) 0 (28.166.454.606)

- Addition (Deduction) Lease Credit - Addition (Deduction) Investments Credit - Addition (Deduction) Reserves - Addition (Deduction) Dapenbun Payable - Addition (Deduction) SHT Payable Total

4. Perubahan Kas Setara Kas Jumlah tersebut merupakan perubahan posisi kas dan setara kas periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember posisi kas dan setara kas akhir tahun buku 2006 dan 2005, dengan perhitungan sebagai berikut:
31 Desember 2006 (Rp)

4. Changes in Cash and Cash Equivalents This total amount is the changes in cash and cash equivalents for period 1 January to 31 December for the years ended 2006 and 2005 with the following calculation:
31 Desember 2005 (Rp)

Saldo Awal Kas dan Setara Kas Saldo Akhir Kas dan Setara Kas Perubahan Arus Kas dan Setara Kas

117.133.425.645 188.614.848.090 71.481.422.445

85.082.251.083 117.133.425.645 32.051.174.562

Beginning Balance of Cash and Cash Equivalents Ending Balance of Cash and Cash Equivalents Changes in Cash Flow and Cash Equivalents

88 Annual Report

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->