P. 1
Daya Saing

Daya Saing

|Views: 154|Likes:
Dipublikasikan oleh Sofyari Rahman

More info:

Published by: Sofyari Rahman on Nov 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2012

pdf

text

original

INSENTIF FISKAL

Oleh:

Kepala Biro Perencanaan
Kementerian Perindustrian

Semarang, 14 Oktober 2010

INDUSTRI PADAT KARYA INDUSTRI KECIL MENENGAH INDUSTRI PADAT MODAL INDUSTRI BERBASIS SUMBER DAYA ALAM INDUSTRI PERTUMBUHAN TINGGI HASIL YANG TELAH DICAPAI 2 . II. III.OUTLINE FOKUS KEBIJAKAN I. IV. V.

dan 5. 4. Mendorong tumbuhnya industri komponen dan industri pendukung. Meningkatkan daya saing industri prioritas 3 . namun wilayah tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah. 3. dengan mendorong tumbuhnya industri pionir dalam rangka melengkapi pohon industri. Mendorong penyebaran industri manufaktur ke seluruh wilayah Indonesia. terutama ke wilayah yang industrinya belum tumbuh secara optimal.FOKUS KEBIJAKAN 1. Memperdalam struktur industri nasional. Meningkatkan kompetensi inti industri daerah dengan mendorong dihasilkannya produk-produk yang bernilai tambah tinggi. 2.

I. alas kaki dan furniture Industri Tekstil dan Produk Tekstil  Total ekspor TPT pada tahun 2010 diperkirakan mencapai US$ 10 Milyar Industri Alas Kaki  Total ekspor Alas Kaki pada tahun 2010 diperkirakan mencapai US$ 2 Milyar  Pernah menduduki negara ke-3 terbesar pengekspor Alas Kaki Industri Furniture  Total ekspor Furniture pada tahun 2009 mencapai US$ 1. Industri Padat Karya  Memberikan lapangan usaha dan penyerapan tenaga kerja  Industri yang termasuk dalam industri padat karya meliputi : industri tekstil dan produk tekstil. 04 Milyar 4 .

I. Industri Padat Karya (Lanjutan) Upaya Pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri Padat Karya  Retrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki  Penyediaan fasilitas infrastruktur kawasan industri tekstil dan produk tekstil di Subang. Semarang.  Pembangunan Kawasan Industri alas kaki di Jombang  Pembebasan bea masuk uintuk industri tekstil dan produk tekstil  Pengembangan bahan baku alternatif untuk furniture  Pengembangan desain untuk produk alas kaki dan furniture  Program P3DN untuk pengadaan furniture di kantor pemerintah dan BUMN/BUMD 5 . dan Bandung Selatan.

kerajinan  Restrukturisasi permesinan IKM  Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat  Pemunculan ikon-ikon produk unggulan IKM 6 . membuka peluang usaha secara luas yang sangat bervariasi dan beragam. seperti industri fesyen. serta minyak atsiri  Pengembangan industri kreatif. kerajinan dan barang seni  Pengembangan One Village One Products (OVOP) produk pangan. sandang. Industri Kecil Menengah  IKM berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja yang banyak. dan mampu mengolah sumber daya lokal untuk pasar global Upaya Pemerintah dalam meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah  Peningkatan penguasaan teknologi pengolahan modern  Penyebaran ke seluruh wilayah Indonesia.II. seperti batu mulia dan perhiasan. gerabah dan keramik hias. terutam pengembangan IKM Tertentu.

mesin pertanian. alat kelistrikan. alat energi. alat penunjang. mesin proses. dan alat kesehatan  Industri Perkapalan : saat ini terdapat ± 250 galangan kapal nasional dengan utilisasi produksi hanya mencapai 40% 7 . alat konstruksi. Industri Padat Modal  Pada dasarnya telah tumbuh dan berkembang sesuai perkembangan sektor ekonomi dalam negeri  Ketergantungan Indonesia terhadap impor barang modal masih sangat tinggi  Ruang lingkup industri barang modal  Industri Permesinan : Mencakup industri konstruksi baja.III.

 Fasilitasi pembiayaan pembangunan industri barang modal. Industri Padat Modal (Lanjutan) Upaya Pemerintah dalam meningkatkan daya saing Industri Padat Modal  Memfasilitasi pemberian insentif fiskal.III.  Revitalisasi mesin dan peralatan.  Pengembangan infrastruktur kawasan Industri galangan kapal di Lamongan dan Karimun.  Peningkatan kemampuan SDM 8 .

6 Juta Ton  Tahun 2014 diharapkan dapat mencapai total produksi diatas 1 juta ton/tahun atau nenjadi penghasil biji Kakao no.6 Milyar 9 .6 juta ton) masih diekspor dalam keadaan mentah Industri Hilir Kakao  Produsen kakao no.91 juta ton  Lebih dari 45% (9. Industri Berbasis Sumber Daya Alam  Indonesia saat ini merupakan salah satu negara produsen CPO.IV. dan Karet terbesar di dunia Industri Hilir Kelapa Sawit (CPO)  Produksi CPO Indonesia pada tahun 2009 mencapai 20. 3 di dunia dengan total produksi sebesar 0. 2 di dunia setelah Ghana Industri Hilir Kelapa Sawit (CPO)  Total ekspor produk karet pada tahun 2009 mebncapai US$ 1. Kakao.

Pantoloan.IV. Sumater Utara. Maloy (Kaltim). dan Dumai (Riau)  Memfasilitasi pembangunan akses jalan dan pelabuhan di sentra produksi biji kakao di Mamuju. Kolaka dan Palopo  Memfasilitasi terwujudnya proyek percontohan pengembangan klaster industri karet hilir di Jawa Barat. Industri Berbasis Sumber Daya Alam (Lanjutan) Upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing Industri Berbasis Sumber Daya Alam  Memfasilitasi pembangunan infrastruktur kawasan industri CPO di Semangka (Sumut). Sumater Selatan. dan Jambi  Memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax holiday untuk industri pengolahan CPO  Pengenaan bea keluar untuk kakao  Pembebasan BM/SMDTP untuk industri pengolahan kakao 10 .

Industri Pertumbuhan Tinggi  Industri pertumbuhan tinggi meliputi : industri alat kendaraan bermotor.  Memfasilitasi pembebasan PPnBM dan pembebasan bea masuk barang modal.V. 11 . dengan harga terjangkau  Memfasilitasi pemberian insentif fiskal. radar. alat kesehatan. navigasi dan pertahanan Upaya Pemerintah dalam meningkatkan daya saing Industri Berbasis Sumber Daya Alam  Memfasilitasi pengembangan kendaraan dan peralatan yang hemat energi. bahan baku dan komponen yang dibutuhkan untuk produksi dalam negeri. alat kontrol berbasis IT/digital untuk rumah sakit.  Memfasilitasi penyempurnaan desain kendaraan bermotor buatan Indonesia  Memfasilitasi pendirian pusat pengembangan teknologi kreatif digital. ramah lingkungan.

mengingat semakin membaiknya perkembangan perekonomian domestik dan perekonomian global. Inpres No. Impor Besi baja.99 8.98 2.69 6. Industri Pengolahan 4. diikuti sektor Elektronika sebesar US$ 3. Revitalisasi Industri Pupuk.58 milyar. Target Realisasi*) Target A. Ekspor Sektor Industri (Miliar US$) 4. 4.d April 2010 2. serta Besi Baja.87 milyar diikuti oleh Tekstil sebesar US$ 2.46 1.57 milyar. Mesin & Peralatannya 4. oleochemical. Hasil-hasil yang telah dicapai 1. Logam Dasar. Pertumbuhan industri pengolahan non migas pada Triwulan I tahun 2010 mencapai 4.8 3.d bulan ke-6 telah selesai. yaitu:  Kunjungan ke sumber bahan baku NPK ke Yordania dan Tunisia (100%).32 2.65 4.25 -1.01 5. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 a.64 0.00 10.74 6.85 5. Besi & Baja 2.89 5.47 5. Kimia & barang dari Karet 5. Impor Sektor Industri (Miliar US$) 28.00 3. Barang Kayu & Hasil Hutan lainnya 1.51 9. Pengembangan klaster industri berbasis pertanian.32 3.35 6. didorong oleh pertumbuhan industri alat angkut (KBM roda 2 dan 4).d bulan ke-6 telah selesai yaitu:  Paket kegiatan business plan Nasional industri hilir Kelapa Sawit sudah dilelang dan terkontrak (90%). b. Makanan. Target s.30 B.d Triwulan I 2010. meskipun masih dihadapkan pada resiko (%) potensi krisis Eropa.74 4.72 7. Investasi Sektor Industri oleh PMA ( Miliar Rp) 705. d. Ekspor Kelapa/Kelapa Sawit masih menjadi penyumbang paling tinggi dengan nilai US$ 2. Target s.60 milyar.d bulan ke-6 telah selesai yaitu:  Paket kegiatan kajian pembangunan refinery di Jatim sudah dilelang dan terkontrak (95%).45 Ket.05 1.  Paket kegiatan kajian bahan baku alternatif sudah dilelang dan terkontrak (90%). Target pertumbuhan industri pengolahan tahun 2010 sebesar 4. Ekonomi 5.01%.75 -3.68 32.65% optimis dapat tercapai.  Paket kegiatan master plan pengembangan industri pupuk NPK telah dilelang dan terkontrak (90%).20 -1.33 Keterangan: *) Data realisasi s.I.52 milyar. Kertas & barang Cetakan 4. Mesin dan Otomotif menjadi penyumbang paling tinggi dengan nilai US$ 9.99 4.11 milyar. Mesin dan Otomotif sebesar US$ 2.75 -1.01 2.d bulan ke-6 telah selesai. Target s.d Triwulan I 2010 Deskripsi 2010 2011 Deskripsi 2010 *) 1. Alat Angkut.92% Keterangan: Data realisasi investasi s. c. Investasi Sektor Industri oleh PMDN ( Miliar Rp) 1. Revitalisasi Industri Gula. data realisasi ekspor dan impor s.056 2. yaitu:  Paket kegiatan business plan pendirian industri gula baru sudah dilelang dan terkontrak (90%). Naik 36. serta sektor Kimia Dasar sebesar US$ 2. Tekstil. Target s.15 0.80 5. Pengembangan klaster industri berbasis migas kondensat. Minuman dan Tembakau 6. Pupuk.25 7.  Paket kegiatan pemetaan potensi bahan baku pupuk organik di 20 Kabupaten/Kota telah dilelang dan terkontrak (90%).66% Naik 51. barang Kulit & Alas kaki 2. .50 3. 3.  Kegiatan penyiapan daftar komponen mesin dan peralatan yang dapat diproduksi dalam negeri untuk mendukung revitalisasi PG di Indonesia sudah dilelang dan dikontrak (95%). 12  Paket kegiatan penyusunan business plan industri petrokimia Nasional sudah dilelang dan terkontrak (90%). Semen & Barang Galian bukan Logam 3.12 4. Barang lainnya 5.

dan proses pelaksanaan seluruh kegitan yang berhubungan dengan pelayanan umum yang diberikan Kementerian Perindustrian secara tuntas sebelum Juni 2010. Melaksanakan reformasi bidang pelayanan umum. Perluasan Penyaluran Kredit.  Mengkaji dan mengusulkan perbaikan peraturan-peraturan yang menghambat atau berpotensi menghambat investasi sebelum Juni 2010. Bank Pembangunan Daerah Jatim.  Mengkaji dan mengusulkan perbaikan peraturan-peraturan mengenai subsidi pupuk sebelum Juni 2010. Inpres No. distribusi pangan.10%. b. Melakukan perbaikan peraturan yang mendukung investasi. b. Hasil-hasil yang telah dicapai (lanjutan) 5. KPI Menteri Perindustrian lainnya yang batas waktunya s. Perbaikan Gizi Masyarakat. Jawa Barat. c. Realisasi APBN 2010 sampai dengan bulan Juni sebesar Rp. 6. Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan kajian tersebut 100% dan telah selesai dibuat perencanaan implementasinya.d bulan Juni 2010.665 Miliar atau mencapai 25. a. Melakukan penyempurnaan kebijakan dan peraturan susbsidi. Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan kajian tersebut 100% dan telah dikoordinasikan dengan BKPM dan Kementerian Keuangan. 421. peraturan. 8. 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Telah dilakukan proses penilaian Anugerah Cinta Karya Bangsa 2010 bagi Kementerian/Lembaga yang menggunakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Inpres No. 7. 1. Realisasi tersebut masih di bawah rata-rata realisasi nasional sebesar 35. Kementerian Perindustrian sebagai anggota Pokja Pupuk telah berperan dalam menyelesaikan kajian tersebut 100% yaitu dari subsidi harga ke subsidi langsung kepada Petani yang sudah diuji-cobakan di Karawang.32 %. a.  Mengkaji ulang dan mengusulkan perbaikan kebijakan.I. Jateng dan Jabar-Banten telah menyalurkan KUR. 13 . Kementerian Perindustrian bersama Tim Kebijakan KUR di Menko Perekonomian sedang menyusun SOP penyaluran dan pengawasan KUR. 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan.68 Miliar dari total pagu APBN 2010 sebesar Rp. Pengembangan industri dalam mendukung ketahanan pangan. dan konsumsi pangan.

d. Keterbatasan penguasaan pasar domestik (khusus akibat penyelundupan). Suku bunga masih tinggi. b. g. meliputi: a. kereta api. Keterbatasan industri dasar yang menjadi pemasok bahan baku dan bahan penolong industri sehingga ketergantungan impor tinggi. 14 d. c. maupun beberapa industri yang belum tumbuh. gempa bumi. pelabuhan. Birokrasi yang belum pro-bisnis. i. Permasalahan eksternal industri. Permasalahan internal industri. Arus barang impor illegal (penyelundupan) yang tinggi. 230 Milyar atau 13. b. meliputi: a. Belum kuatnya peranan industri kecil dan menengah.II. Permasalahan 1. Masalah perburuhan.81% dari total pagu anggaran masih dalam tahap proses seleksi calon penerima bantuan sehingga sebagian besar anggaran belum tersalurkan. d. serta kelangkaan pasokan gas). Permasalahan rendahnya realisasi APBN. Keterbatasan berproduksi barang setengah jadi dan komponen. g. f. 3. c. dan hilir. dan listrik kurang mendukung. b. Insentif fiskal yang tidak bersaing. Pelaksanaan program Restrukturisasi Permesinan Industri (Ditjen ILMTA dan Ditjen IKM) dengan anggaran Rp. Sampai dengan akhir Juni 2010 banyak kegiatan-kegiatan masih dalam proses lelang sehingga belum banyak termin-termin pembayaran yang dilakukan oleh rekanan. Pelaksanaan bantuan untuk daerah belum sepenuhnya mendapatkan dana pendamping dari daerah yang bersangkutan. Pelaksanaan lelang melalui ULP belum seuruhnya dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan. f. Dampak bencana alam (banjir. dll). maupun antara industri besar. Masalah kepastian hukum. Penurunan kinerja di beberapa cabang industri. menengah dan kecil. c. antara. e. h. Keterbatasan populasi industri berteknologi tinggi. Belum optimalnya kapasitas produksi. 2. Ketergantungan ekspor pada beberapa komoditi dan beberapa negara tujuan. e. . h. meliputi: a. Keterbatasan infrastruktur fisik pendukung (jaringan jalan. Belum kokohnya struktur industri baik keterkaitan antar industri hulu.

 Melakukan kunjungan ke sumber bahan baku NPK ke Maroko. b. f. ketersediaan gas. Riau (Kuala Enok dan Dumai). Pengembangan klaster industri berbasis pertanian. konsolidasi. Upaya yang akan dilakukan 1. Mempercepat fasilitasi tumbuhnya industri yang mampu menciptakan lapangan kerja yang besar. a. serta Kaltim d. 2. infrastruktur). dan restrukturisasi industri. oleochemical. Menumbuhkan dan menyebarkan IKM ke luar Pulau Jawa. Peningkatan kinerja industri 2010. listrik. dan Rusia  Menjalin kesepakatan ketersediaan bahan baku untuk pabrik NPK dengan Yordania/Tunisia/Maroko/Mesir/Rusia  Menyelesaikan draft final master plan pengembangan industri pupuk NPK s. Mesir. Meningkatan daya saing industri berorientasi ekspor. c. Inpres No. Revitalisasi Industri Gula. Pengembangan klaster industri berbasis migas kondensat.  Menyelesaikan peta potensi bahan baku pupuk organik di 20 Kabupaten/Kota.d Permenperin tentang master plan pengembangan industri pupuk NPK. Menumbuhkan industri-industri potensial yang akan menjadi kekuatan penggerak pertumbuhan industri di masa depan. bunga bank.  Menyelesaikan business plan nasional industri hilir Kelapa Sawit.III.  Menyelesaikan sinkronisasi AMDAL. dan mempercepat program revitalisasi. Mempercepat penyelesaian permasalahan yang menghambat industri (ketenagakerjaan.  Menyelesaikan business plan industri petrokimia nasional. a. b.  Menyelesaikan business plan pendirian industri gula baru  Menyelesaikan daftar komponen mesin dan peralatan yang dapat diproduksi dalam negeri untuk mendukung revitalisasi PG di Indonesia c.  Menyelesaikan koordinasi pengalokasian bahan baku migas dan kondensat di Jawa Timur dan Kaltim  Menyelesaikan kajian bahan baku alternatif. Izin lokasi/lahan. e. FS dan business plan oleh Pemda Sumut. 15 . 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010.  Menyelesaikan kajian pembangunan refinery di Jatim. Meningkatkan koordinasi dengan Provinsi dan Kab/Kota dalam rangka mendukung terolahnya potensi sumber daya alam daerah menjadi produk-produk olahan. d. Revitalisasi Industri Pupuk.

2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. c. KPI Menteri Perindustrian lainnya. Meminta daerah agar dapat menyiapkan dana pendamping dan menyiapkan sesuatu yang terkait dengan bantuan yang diberikan. a. Melaksanakan reformasi bidang pelayanan umum  Memastikan efektifitas implementasi perbaikan kebijakan. d.  Mengembangkan pangan yang aman dan bergizi. 4. Acara pemberian penghargaan Anugerah Cinta Karya Bangsa 2010 bagi Kementerian/Lembaga yang menggunakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) direncanakan akan diselenggarakan di Istana Negara oleh Bapak Presiden RI. Perluasan Penyaluran Kredit. Melakukan perbaikan peraturan yang mendukung investasi  Memastikan efektifitas implementasi perbaikan peraturan-peraturan yang menghambat atau berpotensi menghambat investasi bersama-sama dengan BKPM dan Kementerian Keuangan. a. b. dan proses pelaksanaan seluruh kegitan yang berhubungan dengan pelayanan umum yang diberikan Kementerian Perindustrian. 6. Optimalisasi APBN 2010.  Mengembangkan Industri alat mesin pertanian.  Melakukan diversifikasi produk pangan. 16 . a. Perbaikan Gizi Masyarakat  Mengupayakan pemenuhan kebutuhan pupuk melalui program revitalisasi industri pupuk. 5. peraturan. b. Mendorong proses seleksi calon penerima bantuan program restrukturisasi dapat lebih dipercepat. Kementerian Perindustrian akan mengusulkan lulusan inkubator untuk masuk dalam Skema Penerima KUR.  Melakukan revitalisasi industri gula. Mendorong PPK dan ULP dapat melakukan proses lelang dalam awal waktu. Inpres No. Inpres No. 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan.III. Mendorong PPK dan pelaksana kegiatan untuk mensegerakan kegiatan sesuai rencana. Melakukan penyempurnaan kebijakan dan peraturan susbsidi  Memastikan efektifitas implementasi perbaikan peraturan-peraturan mengenai subsidi pupuk bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga terkait. b. c. Upaya yang akan dilakukan (lanjutan) 3.

Industrialisasi Menuju Kehidupan yang Lebih Baik 17 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->