P. 1
1.a. Iintroduction & Basic Concept Bag 1

1.a. Iintroduction & Basic Concept Bag 1

|Views: 29|Likes:
Dipublikasikan oleh Iman Kade

More info:

Published by: Iman Kade on Nov 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Bagian .

1

CRITICAL CARE MEDICINE
Introduction, basic concept
Tri Wahyu Murni

S2 Keperawatan kritis- semester 2. FIK- UNPAD 2010

QUESTION ??? 
Critical ill patient or Emergency patient ?  Adult patient or Young patient (baby or
child) 

Assessment or Significant finding  Your knowledge or your skill problem

KASUS
1. Seorang wanita 17 th dibawa ke IGD dengan
gangguan pernafasan setelah pasien menelan obat tablet dalam jumlah banyak.

2. Seorang pria 80 th dengan penurunan kesadaran dan
agitasi, suhu badan tinggi (39,2°C), nadi cepat (132x/ (39,2°C), mnt), tensi sangat rendah (90/ 50 mmHg) dengan riwayat infeksi saluran kencing

KASUS
3. Seorang pria 45 th pasca bedah laparotomy ,
terpasang mekanikal ventilator dengan PEEP, pasien gelisah melawan moda ventilator, agitasi , alarm pada ventilator berbunyi. pupil kiri dilatasi dan tdk ada respons refleks kornea, refleks batuk normal, CT scan menggambarkan perdarahan intracerebral yang luas dan inoperable, keluarganya meminta tetap dipasang ventilator.

4. Seoang pria 65 th tidak sadar dan telah diintubasi,

ASSESSMENT 
Understand the importance of early
identification of patients at risk of life threatening illness. (Pahami hal yang penting pada awal identifikasi kemungkinan adanya risiko ancaman kematian/tdk). kematian/tdk).  Recognize early signs of critical illness (segera kenali tanda vital keadaan kritis) kritis)

FRAME WORK FOR ASSESSING THE CRITICAL ILL PATIENTS
Phase I
Initial contact ± first minute (Primary survey) What is the main physiological problem ? (apa yang menjadi masalah fisiologi utama?) utama?)

Phase II
Subsequent review (secondary survey). What is the underlying cause? (apa penyebab utama?) utama?)

Initial assessment of the citically ill patient
History (riwayat penyakit, anamnesis) Keluhan utama, waktu datang, penyakit / operasi sebelumnya, obat yang sedang dimakan, riwayat alergi, riwayat keluarga, Hal yg berhubungan dengan penyakit kritis yg belum ditangani akan memperlihatkan a.l  Pernafasan yg terganggu : cepat, lambat, irreguler cepat, lambat,  Low cardiac out put,  Penurunan kesadaran dan  Gejala yang berhubungan dengan kelainan yang menjadi dasar (underlying condition)

Phase I (primary survey)
1. History : gambaran utama kejadian atau keadaan disekitarnya. 
Data dari keluarga atau orang disekitar yg mengetahui  Keluhan utama : nyeri, sesak nafas  Trauma atau nontrauma  Operative atau nonoperative  Obat2 an yg dimakan atau ada keracunan

2. Examination (pemeriksaan); Look, listen, feel
Airway, breathing & oxygenation, circulation, level of consciousness

Phase I (primary survey)
3. Documentation, chart review: Heart rate, rhytm, blood review: pressure, respiratory rate, pulse oximetry, level of conciousness.

4. Investigations; Blood gas analysis, blood glucose. Investigations; 5. Treatment (pararel dengan hal diatas): Oxygen,
intravenous access & cairan, assess response utk immediate resuscitation, hubungi orang/ dokter yang lebih berpengalaman

Phase II (secondary survey)
1. History : more detailed information. 
      Keluhan saat ini Penyakit/ operasi sebelumnya Ketergantungan fisik atau psikososial Obat2 an atau riwayat alergi Riwayat keluarga Issue legal dan etik System review

2. 

Examination: structured review of organ system
Respiratory, cardiovascular, abdomen & genitourinary tract, cebtral nervous, musculoskeletal systems, endocrine & hematological system

Phase II (secondary survey)
3. Documentation, chart review: Case records and note
keeping: 
  Examine medical records is available Formulate spescific diagnosis Document current events

Investigation: 4. Investigation: laboratory blood tests, radiology, ECG, microbiology. 5. Treatment: refine treatment, assess response, review trends: provided specific organ system support as required, choose most appropriate site of care, obtain specialist advice/assistance

ASSESSMENT OF AIRWAY AND BREATHING

AIRWAY PROBLEM 
Cause of obstruction 
blood,  vomitus,  foreign body,  CNS depression,  direct trauma,  infection,  inflammatin,  laryngospasm.

AIRWAY ASSESSMENT 
LOOK for. 
Cyanosis  Perubahan frekuensi dan pola pernafasan (Altered respiratory pattern & rate)  Bernafas dgn penggunaan otot pernafasan tambahan (Use of accessory muscles)  Trache tdk digaris tengah/ Tarikan pada trachea (Tracheal tug)  Perubahan derajat kesadaran (Altered level of consciousness)

AIRWAY ASSESSMENT 
LISTEN for. 
Pernafasan berbunyi/ Noisy breathing (grunting, stridor, wheezing, grunting).  Tidak ada suara nafas (silence) pd obstruksi total 

FEEL for, 
Decreased or absent air flow

BREATHING PROBLEM 
Cause of inadequate breathing, 
Depressed respiratory drive : CNS depression  Depressed respiratory effort : muscle weakness, nerve/ spinal cord damage, debilitation, chest wall abnormality, pain.  Pulmonary disorders: pneumo/ hematothorax, aspiration, COPD, asthma, pulmonary embolus, lung contusion, acute lung injury, ARDS, pulmonary edema,

BREATHING ASSESSMENT 
LOOK for, 
       
Cyanosis Altered respiratory pattern and rate Equility & depth of respiration Sweating Elevated JVP Use of accessory muscles Tracheal tug Altered level of consciousness Oxygen saturation

BREATHING ASSESSMENT 
LISTEN for. 
Dyspnea  Inabilty to talk  Noisy breathing  Percussion  Auscultation 

FEEL for 
Symmetri & extent of chest movement, position of
trachea, crepitus, abdominal distention

ASSESSMENT OF CIRCULATION

CIRCULATION PROBLEM 
CAUSES OF CIRCULATORY INADEQUACY. 
Primary : directly involving the heart (ischemia, conduction defect, valvular disorders, cardiomyopathy)  Secondary: pathology originating elsewhere (drug, hypoxia, electrolyte disturbances, sepsis)

CIRCULATION ASSESSMENT 

LOOK for, 
Menurunya perfusi perifer /Reduced peripheral perfusion (palor, coolness)  Perdarahan/ Hemorhage  Perubahan derajat kesadaran/ Altered level of consciousness,  sesak/ dyspnea,  Decreased/ penurunan urine out put

CIRCULATION ASSESSMENT 
LISTEN for, 
additional or altered heart sound  Carotid bruit 

FEEL for, 
    

Precordial cardiac pulsation Pulses ( central & peripheral) Assesing rate Quality Regularity Symmetri

DOCUMENTATION & CHART REVIEW 
Critically ill patient : dengan abnormal fisiologi, sehingga
memerlukan pencatatan. 

Level monitoring tergantung dari lokasi perawatan,
pengalaman dari petugas medis yg memberikan pelayanan. 

Monitoring bukan terapi tetapi dan berguna bila dibaca
oleh orang yang terlatih/ memiliki pengetahuan

DOCUMENTATION & CHART REVIEW 
Pencatatan yang baik dan akurat , seringnya pencatatan dilakukan
sangat penting untuk penanganan pasien. Contoh :  Pengukuran suhu (sentral/ perifer) berbeda teknik  Pengukuran CVP tergantung dari kalibrasi alat dan zeroing.  Pencatatan tentang obat yg diresepkan dan yang diberikan  Pencatatan frekuensi nafas, nadi dan GCS banyak manfaatnya.  Pencatatan balans cairan termasuk pengukuran cairan drain dll  Pencatatan pemberian konsentrasi inspired O2 monitor dgn pulse oximeter.  Pencatatan tekanan darah secara terus menerus dgn memasang arteri line.  Pencatatan lain yg dapat dilakukan adalah Cardiac output, mixed vein
saturation, antara lain dgnn pemasangan PA catheter

INVESTIGATION 
Pemeriksaan penunjang radiologi, biokimia, hematologi ,
mikrobiologi dilakukan atas indikasi 

Satu evaluasi yg dapat berdiri sendiri adalah

pemeriksaan Analisa gas darah akan memberi informasi ttg PaO2, PCO2, pH. laktat, kadar gula darah, serum elektrolit dan fungsi ginjal. 

Pemeriksaan tambahan yg berguna, a.l kadar asam 

Asidosis metabolik adalah salah satu indikator terpenting
utk mengetahui pasien berada dalam keadaan kritis

MENTERJEMAHKAN INFORMASI 
Menterjemahkan informasi dari anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak hanya untuk menegakkan diagnosis, tetapi juga utk mengetahui derajat physiological reserve dari pasien biasanya dgn adanya permasalahan respirasi, jantung dan ginjal. 

Penanganan pasien muda yg sehat sebelumnya akan
berbeda dgn penanganan pasien tua dan sakit kronik saat mengalami keadaan kritis.

KESIMPULAN

HAL PENTING
1. Identifikasi segera pd pasien berisiko baik utk
pencegahan atau utk meminimalisasi pasien yg berada dlm keadaan kritis

2. Gambaran memburuknya keadaan pasien dalam
keadaan kritis sulit diprediksi, tetapi tachypneu adalah satu prediktor risiko yg dapat digunakan, untuk itu memerlukan monitoring yg baik dan investigasi lebih lanjut

HAL PENTING
3. Resusitasi dan stabilisasi keadaan fisiologi adalah hal
yg dapat digunakan untuk menetapkan diagnostik definitif .

4. Anamnesis yg lebih detail cukup akurat untuk
menegakkan diagnosis dan menentukan physiological reserve serta menstabilkan pasien sesuai dengan rencana terapi

5. Monitoring keadaan klinis dan laboratoris penting utk
mengetahui respons dari terapi yg diberikan.

PELAJARI LEBIH LANJUT TTG ASSESSMENT PADA PASIEN KRITIS

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->