Anda di halaman 1dari 6

Revised 12/Sep/08

Term of Reference (ToR)


SWEEPING
I. TUJUAN

Sweeping (pelayanan imunisasi tambahan) merupakan strategi yang sering


dilakukan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi
secara cepat di desa yang cakupannya rendah dan drop out rate tinggi. Strategi
dasar yang diterapkan adalah identifikasi Puskesmas dan desa dengan cakupan
imunisasi rendah dan drop out rate tinggi selama beberapa bulan pelaksanaan
imunisasi rutin. Identifikasi ini dapat dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan
PWS (Pemantauan Wilayah Setempat). Kemudian dibuat perencanaan untuk
sweeping satu putaran atau lebih (biasanya lewat Posyandu) di desa. Sebelum
pelaksanaan sweeping, beberapa persiapan seperti identifikasi dan up date nama
anak yang belum diimunisasi (buku register bayi), mobilisasi masyarakat atau tokoh
local. Perencanaan juga meliputi logistik dan vaksin yang mencukupi. Kemudian
pelayanan imunisasi “posyandu khusus” dilaksanakan dari pintu ke pintu untuk
melengkapi anak yang belum diimunisasi. Usulan untuk melaksanakan sweeping
mungkin datang dari puskesmas atau kabupaten, namun pelaksana sweeping
adalah bidan di desa dengan dukungan penuh dari komunitas (kader, Ketua PKK
dan Kepala Desa/Lurah). Hal ini merupakan strategi kegiatan yang relevan dengan
tujuan proyek MCCI/IP untuk meningkatkan cakupan imunisasi dengan cepat dalam
waktu singkat. Sweeping merupakan aktivitas kunci yang diselenggarakan di 6 dari
7 provinsi (semua provinsi kecuali Jakarta) yang didukung oleh MCCI/IP.

Walaupun sweeping merupakan strategi yang bagus untuk diterapkan, namun di


banyak kabupaten alokasi dana APBD tidak ada atau hanya dalam jumlah sedikit. Di
daerah dengan dukungan dana GAVI, dana sweeping tersedia dengan besaran Rp
50.000 per sweeping (transport lokal untuk 2 orang). Tidak ada pembiayaan
tersendiri untuk kegiatan sebelum dan sesudah sweeping.

II. PRINSIP DASAR DUKUNGAN dari MCCI/IP


1. Hanya ada satu ToR standar per provinsi, untuk memudahkan proses
persetujuan dan monitoring.
2. Pembiayaan : pembiayaan minimal, dalam rangka menjaga sustainability dan
konsistensi dengan program pemerintah dan program local.
3. Area fokus untuk sweeping : dibatasi pada daerah dengan low
performance dengan prioritas pada daerah Puskesmas yang menerima
bantuan dana supervisi suportif dari MCCI/IP di masing-masing kabupaten.
Sweeping dilaksanakan di posyandu terpilih di desa dengan drop out rate
tinggi atau masalah lain yang menyebabkan rendahnya cakupan DPT3 atau
campak.
4. Identifikasi desa dan posyandu yang akan di sweeping dilakukan berdasarkan
pertemuan PWS bulanan.
5. Sebagai pedoman umum, target minimal sweeping adalah 25 dosis DPT,
campak atau antigen lain yang memungkinkan dilakukan sweeping. Kalau
target kurang dari 25 dosis maka 2-3 posyandu dapat digabungkan.
6. Frekuensi sweeping di satu posyandu = maksimal dua kali selama 2008.
Pengecualian = di daerah yang sulit dijangkau dengan jumlah sasaran besar
di mana pelayanan imunisasi rutin tidak memungkinkan, maka sweeping tiap
kuartal bisa dilaksanakan. Unit pembiayaan untuk sweeping-posyandu atau
desa.
7. Jumlah hari sweeping : satu hari kecuali di daerah yang sulit dijangkau
dengan jumlah anak yang tidak terimunisasi besar.

III – KEGIATAN dan PEMBIAYAAN

A. Tahap Kegiatan
1. Mengidentifikasi desa dan posyandu yang akan disweeping selama
pertemuan PWS atau pertemuan review tingkat kabupaten/kota.
2. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (DKK) menyusun perencanaan sederhana
(lihat lampiran 1) dan dikirimkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan
Provincial Team Leader (PTL). Perencanaan bisa disusun untuk jangka waktu
1-3 bulan. PTL MCCI/IP akan memberikan persetujuan terhadap perencanaan
tersebut.
3. Puskesmas yang membutuhkan dukungan dari DKK melaksanakan kegiatan
sweeping.
4. Staf MCCI/IP melakukan monitoring dan memberikan dukungan kemungkinan
sweeping diperluas.
5. DKK mengirimkan laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan PTL beserta klaim
penggantian (lihat lampiran II).
6. Bila aktivitas yang dilaksanakan memuaskan, PTL memberikan konfirmasi
dan melakukan pembayaran.

B. Dukungan Pembiayaan dari MCCI/IP

1. Aktivitas persiapan sebelum pelaksanaan sweeping (optional) besarnya biaya


Rp. 100.000,- per puskesmas (sebagai uang transport lokal atau snack
meeting) . Contoh beberapa kegiatan :
- Validasi data, up date Buku Register bayi sebagaimana yang
direncanakan di Jawa Barat.
- Mobilisasi tokoh masyarakat seperti Pak Lurah/Ibu PKK/Kader
- Publikasi seperti miking/undangan/kunjungan rumah ke rumah sasaran
2. Hari H sweeping – lump sum Rp. 50,000 per posyandu /hari
3. Review / evaluasi pelaksanaan sweeping tingkat Puskesmas, disarankan
diselenggarakan namun tidak ada bantuan pembiayaan dari MCCI/IP.
4. Supervisi dari DKK, sebagai upaya penguatan, menggunakan pembiayaan
supervisi suportif yang ada dalam Grant Agreement supervisi suportif dan
pertemuan PWS.

IV. MEKANISME PEMBAYARAN

Pembayaran berdasarkan prinsip penggantian (performance based reimbursement)


:
1. Dinas Kesehatan Provinsi dan PTL menyetujui perencanaan yang dibuat.
Perencanaan ini bisa untuk jangka waktu 1-3 bulan (lihat lampiran I)
2. Setelah sweeping dilaksanakan, laporan dikirimkan ke Dinas Kesehatan
Provinsi dan PTL untuk penggantian. Format laporan, lihat Lampiran II.

VI – LAPORAN dan RENCANA KERJA

Laporan terdiri dari :

1. Laporan kegiatan

2. Rekapitulasi Biaya Sweeping

3. MCCI/IP Transportation Expense Sheet

Bila Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan Kab/Kota ingin mengumpulkan
laporan tambahan (seperti daftar nama anak yang diimunisasi), sebaiknya bisa
dilakukan dan disimpan oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Dinas Kesehatan
Kab/Kota sendiri. MCCI/IP tidak akan meminta laporan lain selain yang tersebut di
atas.

Lihat Lampiran – II.


Attachment -I

RENCANA SWEEPING*
Nama Kab/Kota : ………………………. Propinsi : …………………

Periode Rencana ini: Dari tanggal _________ sampai dengan tanggal: ___________

Nama Nama Jumlah Alasan Tanggal Anggaran Pra- Angaran Jumlah


Puskesmas desa posyandu pokok/ rencana sweep: Rp. Hari-H: anggaran
untuk target sweeping 100,000/ (Kol. 3) x (6)+(7)
sweeping jumlah (tentatif) Puskesmas) Rp.50,000
dosis
1 2 3 4 5 6 7 8

Jumlah

* Menggunakan TOR dan rata yang standard untuk seluruh propinsi..

Tanggal _____________ Nama dan jabatan: _____________

Setuju by (MCCI/IP Provincial Team Leader): ____________________


Attachment - II

FORMAT LAPORAN KEGIATAN SWEEPING


Nama Kab/Kota: ___________________________ Periode Pelaporan ________________

Nama Nama desa Jumlah Tanggal Jumlah Kegiatan pra-


Puskesmas posyandu sweeping dosis yang sweeping/ penjelasan
yang diberi lain.
melaksanak (campak +
an sweeping DPT)

Jumlah

Penjelasan tambahan:

Nama dan TTD Kadinkes _________________________ Tanggal

-----------------------------------------------------

Nama dan TTD PTL MCCI/IP: ____________________ Tanggal: _________________

(sebagai acknowledgement)

_______________________

Lampiran - 1: Rekapitulasi Biaya Sweeping


Lampiran- 1 (lampiran dari attachment 2).

Rekapitulasi Biaya Sweeping


Puskesmas{ _____________________ Kabupaten/Kota:____________________

Periode Sweeping: Mulai dari: _____ sampai dengan: _____________________

Posyandu
No Nama Tanggal Desa Jumlah
Dikunjung
. Petugas Kunjungan dikunjungi Transport
i

Total

Nama dan TTD Kepala Puskesmas: ________________________ Tanggal:


________________