Makalah PEMDA

MAKALAH HUKUM PEMERINTAHAN DAERAH Tentang WACANA PEMILIHAN GUBERNUR OLEH DPRD

di susun oleh : AHMAD RISKI LIA RAHMI AGUSLI SIREGAR FARA DITHA RIANITA REHULINA TARIGAN SABRI HAMRI ADEK PUSPITA DEWI EKHO PRATAMA SANTI SAFARIA LUTHFI PURNAMA YUDHA IBNU SETYO 0810112074 0810112085 0810112088 0810112089 0810112103 0810112106 0810112109 0810112126 0810112139 0810112121

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS 2010

Pasal 24 ayat (5) menyatakan bahwa “ Kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di daerah yang bersangkutan.BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan undang-undang ini terjadi perubahan dalam hal tata cara pemilihan kepala daerah. pemerintah pusat juga memiliki peran dominan dalam pencalonan. Latar Belakang Era reformasi telah mengubah tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah. Setelah reformasi. dekonsentrasi dan made bewind. Dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah menganut asas desentralisasi. terjadi paradigma baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 22 tahun 1999 adalah untuk memenuhi tuntutan reformasi. usul pengangkatan kepala daerah / wakil kepala daerah oleh DPRD. Lahirnya undang-undang no. Namun. Hal ini menimbulkan pro dan kontra diberbagai kalangan sehingga pemerintah harus . pemilihan. 22 tahun 1999 terjadi pergeseran kedudukan dimana legislatif kedudukannya lebih kuat dibandingkan dengan eksekutif (legislative heavy). Dengan diberlakukannya Undang – Undang ini maka Gubernur dipilih oleh DPRD. Pada tahun 2004 disahkan undang-undang no. 32 tentang Pemerintahan Daerah. Pasal tersebut mengakibatkan terjadinya pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat. dimana pada masa orde baru sistem penyelenggaraan pemerintahan menganut asas sentralistik yaitu penyelenggaraan pemerintahan hanya berada dipusat. Berdasarkan undang-undang no. Selain itu. pada saat ini muncul wacana untuk memilih gubernur oleh DPRD. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah tidak bisa mandiri dan sangat tergantung pada pemerintah pusat.

Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana disebutkan di atas maka tujuan daripada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah kekurangan dan kelebihan pemilihan gubernur secara langsung oleh rakyat? 2. Untuk mengetahui bagaimanakah kekurangan dan kelebihan pemilihan gubernur secara langsung oleh rakyat. B. Untuk mengetahui bagaimanakah kekurangan dan kelebihan pemilihan gubernur secara langsung oleh DPRD. Bagaimanakah kekurangan dan kelebihan pemilihan gubernur secara langsung oleh DPRD? C. Rumusan Masalah 1.mempertimbangkan masalah ini dengan baik agar demokrasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. . 2.

dimana pemerintah menyerahkan wewenang pemerintahan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan rumah tangganya. b. rakyat. Sehingga dalam pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat. Asas desentralisasi cenderung lebih responsif yaitu peran yang lebih luas bagi daerah untuk mengatur dan mengurus urusan rumah tangga sendiri. Memberikan pendidikan politik kepada masyarakat mendorong partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi legitimasi terhadap posisi gubernur lebih kuat karena dipilih langsung oleh Sering menimbulkan konflik horizontal Biaya pemilihan kepala daerah yang terlalu mahal .BAB II PEMBAHASAN A. 1. Kelebihan dan Kekurangan Pemilihan Gubernur secara Langsung oleh Rakyat Penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menganut asas desentralisasi telah melahirkan daerah-daerah otonom. Hal ini menyebabkan melemahnya peran dominan pemerintah pusat. 2. b. c. Kekurangan a. Pemilihan gubernur secara langsung oleh rakyat terdapat kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan a.

B. Banyak gubernur yang “membandel” terhadap pemerintah pusat karena merasa posisinya kuat setelah dipilih langsung oleh rakyat e. Dari sisi ekonomi. Mereka yang kontra mengatakan bahwa wacana ini sebenarnya cerminan dari kemunduran pemikiran karena hal ini telah diterapkan lebih dulu berdasarkan Undang – Undang No 22 tahun 1999. Sementara itu. g. pemilihan langsung sangat berpotensi memunculkan konflik horizontal yang bisa mengganggu dunia bisnis. dan bukannya provinsi . Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan. Ia pun menyatakan kesamaan pandangannya dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terkait dengan wacana pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD. tawaran pemilihan gubernur oleh DPRD provinsi patut dipertimbangkan. dan hal ini banyak menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Banyak terjadi hubungan dan koordinasi kerja antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang kurang mulus. Prosesnya terlalu lama dan melelahkan Pemilihan secara langsung oleh rakyat ternyata tidak menjamin kualitas dari gubernur yang terpilih tersebut. Kelebihan dan Kekurangan Pemilihan Gubernur oleh DPRD Saat ini muncul kembali wacana pemilihan gubernur yang dilakukan oleh DPRD. Salah satu alasannya untuk menekan biaya politik yang terlalu tinggi Menurut Ryaas Rasyid mantan Menteri Negara otonomi daerah ada tiga alasan mengapa pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD : • gubernur itu merangkap dua jabatan sekaligus yakni kepala daerah dan juga wakil pemerintah pusat di daerah • otonomi daerah berada di kabupaten dan kota. berpindahnya pemilihan langsung ke gedung DPRD mengurangi potensi instabilitas iklim usaha.c. sehingga efektivitas kerja terganggu d. Artinya. f.

1. f. Kelebihan dan kekurangan pemilihan gubernur secara langsung oleh DPRD . Prosesnya tidak memakan waktu yang lama dan lebih efisien. sementara untuk pemilihan gubernur dipilih secara demokratis (pasal 18 ayat 4) 2. b. Kekurangan . Selain alasan tersebut ada juga beberapa alas an lain yang menyebutkan bahwa sebaiknya gubernur dipilih langsung oleh DPRD Provinsi. bisa mengarah kepada federalisme. alas an tersebut yaitu seorang gubernur hanya mempunyai tiga tugas pokok yakni pemantauan. pemutakhiran data pemilih. dan ini bertentangan dengan konstitusi (Undang Undang Dasar 1945) dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.• alasan ketiga agak bersifat ideologis dan politis. Kelebihan a. dan koordinasi sebagai perwakilan pemerintah pusat yang berada didaerah. meminimalkan penyalahgunaan (korupsi) anggaran pilkada. biaya pengamanan. d. diantaranya biaya pengawasan. terhindarnya kesalahan DPT yang selalu menjadi momok dan sumber sengketa pemilu. bahwa jika otonomi itu di provinsi. Tidak bertentangan dengan konstitusi karena yang diatur dalam konstitusi hanya presiden dan wakil presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat (pasal 6A). Menguatkan posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. dan sosialisasi yang bisa menyedot sepertiga dari biaya penyelenggaraan. pengawasan. e. c. Menghemat biaya.

Berkurangnya legitimasi gubernur karena gubernur dipilih oleh DPRD bukan dipilih langsung oleh rakyat.a. d. namun kemudian terlokalisasi di tingkat elite saja yaitu bergulir di antara parpol dan anggota DPRD c. Tadinya melibatkan rakyat. BAB III . Berkurangnya derajat demokrasi local maksudnya adanya kemungkinan tertutupnya kesempatan untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur dari pasangan calon yang independen. Pemilihan gubernur oleh DPRD mengurangi pertanggungjawaban terhadap rakyat e. Terjadinya legislative heavy dimana gubernur sangat tergantung kepada DPRD sehingga hal ini menimbulkan dampak negatif berupa timbulnya politik uang antara gubernur dan anggota dewan dan laporan pertanggungjawaban menjadi komoditas bisnis yang diperjualbelikan. Praktik money politics hanya berpindah tempat. b.

Ini bisa terlaksana apabila terlebih dahulu merevisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. B. Ternyata pemilihan gubernur oleh rakyat yang saat ini diterapkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena berbagai macam hal seperti yang telah dibahas di atas. Saran Berdasarkan pembahasan di atas. Mengingat kedudukan gubernur yang bersifat ganda. Kesimpulan Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pemilihan gubernur baik secara langsung oleh rakyat maupun dipilih oleh DPRD sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. maka kelompok kami berpendapat bahwa sebaiknya pemilihan gubernur dilakukan oleh DPRD.PENUTUP A. . yaitu sebagai kepala daerah dan sebagai wakil pemerintahan pusat di daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful