Anda di halaman 1dari 3

By: Valensius Alexander Hadi Muliawan and friends

Metafor dari permasalahan : Metafor Politik – Coercive


Alasan: Terdapatnya persaingan beberapa operator yang bersaing untuk mendapatkan customer
sebanyak-banyaknya dan terdapatnya pihak customer yang dirugikan oleh beberapa operator.
Diawali dengan Satelindo, kemudian muncul Telkomsel dan Excelcomindo. Untuk
mendapatkan profit yang sebanyak-banyaknya, hampir seluruh operator melakukan perang
tarif promosi. Mereka menarik customer dengan menurunkan biaya komunikasi. Banyak
konsumen yang beralih untuk mencari tarif promosi termurah. Namun sangat disayangkan
bahwa penurunan tarif tersebut tidakl diimbangi dengan kualitas komunikasi yang baik. Pihak
yang sangat dirugikan adalah konsumen. Mereka sudah membayar tarif komunikasi, namun
tidak diimbangi dengan pelayanan yang memuaskan. Operator-operator seluler masih
mengedepankan kepentingan bisnis di atas kepentingan bersama.
Terdapat perbedaan kepentingan antara operator dengan konsumen, yakni operator
menginginkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya dan konsumen menginginkan tarif yang
murah diimbangi dengan kualitas komunikasi yang baik.

Metafor dari permasalahan : Metafor Neurocybernatic (viable system view)


Alasan : Dari sumber di atas, lebih dari 60% pengguna telepon seluler menggunakan produk Telkomsel.
Pentingnya mendapat kepercayaan konsumen dan pelayanan membuat Telkomsel
memberikan layanan-layanan baru terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa Telkomsel merupakan
sebuah otak(brain) yang mampu melakukan kontrol dan belajar, bukannya adaptabilitas secara
pasif. Disini Telkomsel meningkatkan kemampuannya untuk menilai diri sendiri dan belajar dari
lingkugan luarnya (operator lain) sehingga dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang kreatif
seperti menambah layanan-layanan baru yang bersistem one stop services. Perubahan-
perubahan ini terus dilakukan dari waktu ke waktu agar kepercayaan konsumen terhadap
Telkomsel terus terjaga dan semakin banyak pengguna telepon seluler yang tertarik untuk
memakai produk Telkomsel.
Metafor dari permasalahan : Metafor Politik - Coercive
Alasan : Dari sumber di atas, sektor telekomunikasi merupakan bisnis yang sangat menggiurkan yang
sedang berkembang dengan pesat dan sangat menguntungkan. Hal ini dapat dilihat bahwa
hamper separuh saham industri telekomunikasi di Indonesia dimiliki oleh asing. Hal ini tentu
menimbulkan konfilk (conflicts), kompetisi untuk memperoleh kekuasaan (power) dan masalah
kepentingan (interests), contohnya adalah kasus Temasek yang memiliki kepemilikan silang di
dua perusahaan telekomunikasi Indonesia. Sektor telekomunikasi adalah sektor penting yang
tidak seharusnya dikuasai oleh pihak asing. Hal ini membuat KPPU turun tangan sehingga
terjadi konfilk dengan Temasek dengan tujuan agar sektor telekomunikasi Indonesia tidak
dikuasai oleh pihak asing. Pentingnya penguasaan sektor telekomunikasi ini ditunjukkan
dengan banyak contoh-contoh konfilk untuk menguasai sektor ini, misalnya : Temasek gagal
menguasai saham Idea Cellular yang merupakan perusahaan seluler terbesar di india, serta
demonstrasi di seluruh penjuru negeri di Thailand untuk menolak penguasaan mayoritas asing
di Industri Telekomunikasi. Di Indonesia, satelit yang dimiliki indosat yang separuh sahamnya
dikuasai oleh Temasek memiliki cetak biru pertahanan keamanan RI, jika terus dibiarkan bisa
saja pratik penyadapan intelijensi militer dapat terjadi yang dapat menimbulkan konfilk yang
lebih besar lagi. Termasuk tipe metafor politik coercive karena adanya perbedaan kepentingan
antara pihak asing dan Indonesia yang menyebabkan konflik yang tidak dapat dihindari yang
bisa menyebabkan perubahan secara radikal, jika tidak diselesaikan, maka pendistribusian
kekuasaan bisa didominasi salah satu pihak

Metafor dari permasalahan : Metafor Politik – Pluralist


Alasan : Dari sumber di atas, persaingan antara operator telekomunikasi menyebabkan iklan operator
telekomukasi kebablasan yang menimbulkan konflik dengan para pengguna layanan
telekomunikasi. Konflik disini disebabkan iklan-iklan tersebut dinilai kurang memberikan
informasi dan mengelabui konsumen karena apa yang diberikan tidak sesuai dengan iklan.
Beberapa iklan juga dinilai merendahkan martabat manusia sehingga BRTI mengharapkan agar
hal tersebut dapat direvisi dan tidak terjadi lagi. Pemilihan tipe metafor politik pluralist karena
kepentingan antar operator telekomunikasi mungkin saja berbeda, konflik memang terjadi
tetapi bisa diselesaikan dan dapat membawa aspek positif jika dilakukan persaingan dilakukan
secara sehat. Hubungan kompetitif untuk dapat menguasai konsumen cukup merata
tergantung dari kepentingannya.

Metafor dari permasalahan : Metafor Organik


Alasan : Dari sumber di atas, mengarahkan industri telekomunikasi dan sekitarnya harus
memperhatikan segala aspek yang ada karena ada hubungan yang terbuka dengan lingkungan
yang selalu berubah-ubah, misalnya : perkembangan ekonomi yang tidak merata, penyebaran
penduduk yang tidak merata, dan pengaruh globalisasi. Pengarahan ini mempunyai tujuan
untuk mempertahankan bisnis masing-masing (survive) yang merupakan ciri-ciri metafor
organik. Derajat ketanggapan atas perubahan juga harus semakin ditingkatkan karena
lingkungan sendiri itu komplek, dan banyak pesaing dalam lingkungan tersebut.