Anda di halaman 1dari 41

Norma, Standar, Prosedur

& Kriteria [NSPK] di Bidang


AMDAL
Ary Sudijanto
Plt. Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Jumat 25 Juli 2008


Isi Presentasi

Filosofi &
Dasar Hukum Pengaturan
Pengaturan NSPK
Kewenangan

Tata Laksana
Tata Kerja Lisensi Komisi
Komisi Penilai Penilai AMDAL
AMDAL Kabupaten/Kot
a
siapakah
PEMERINTAH itu?

presiden Republik
Indonesia, dan Negara [para
para Menteri
pembantu presiden ]
Sumber: UUD’45 +
Amandemen
 Pembukaan Alinea 4
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ………

Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik.

KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA


 Pasal 4
(1) PRESIDEN Republik Indonesia MEMEGANG
KEKUASAAN PEMERINTAHAN menurut Undang-
para Menteri Negara [para
pembantu presiden ]

 Pasal 5
(1) Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan
persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang
sebagaimana mestinya.

KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
Presiden dibantu oleh menteri-menteri
(1)

negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan oleh Presiden.
(3) Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintah.
siapakah
PEMERINTAH DAERAH itu?

Pemerintah Daerah
Provinsi,
Pemerintah Daerah
Kabupaten,Daerah
Pemerintah dan Kota.

Sumber: UUD’45 +
Amandemen
Pasal
18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan
pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan
mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-
hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.
Pasal
18A
(1) Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah
PROVINSI, KABUPATEN, dan KOTA atau antara provinsi dan
kabupaten dan kota, diatur dengan Undang-undang dengan memperhatikan
kekhususan
(2) Hubungan dan keragaman
keuangan, daerah.
pelayanan umum, pemanfatan sumber daya alam dan
sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan
pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras
Dalam sistem NKRI [Negara Kesatuan
Republik Indonesia]
Seluruh KEWENANGAN di daerah [Provinsi dan
kabupaten/Kota] berasal dari Pusat [Presiden, dibantu
para Menteri Negara], yang diatur melalui
mekanisme:
 Pelimpahan kewenangan dari Pusat ke Daerah


[desentralisasi]
Pelimpahan kewenangan dari Pusat ke

Provinsi [dekonsentrasi]
 Penugasan dari Pusat atau Provinsi ke

Kabupaten/Kota [tugas pembantuan]

Catatan: Pengaturan kewenangan tersebut berbeda dengan negara lain, misal Amerika Serikat,
dimana kewenangan Pusat berasal dari Daerah (negara bagian-states). Negara bagian
merupakan negara merdeka, memiliki undang-undang sendiri (aborsi, kepemilikan senjata
Isi Presentasi

Filosofi &
Dasar Hukum Pengaturan
Pengaturan NSPK
Kewenangan

Tata Laksana
Tata Kerja Lisensi Komisi
Komisi Penilai Penilai AMDAL
AMDAL Kabupaten/Kot
a
2 bentuk
ad
a

urusan
PILIHAN/UNGG
1 ULAN:
 Pertanian,
Urusan 2  Kehutanan,
Pemerint Urusan  Pariwisata,
ah bersama  Kelautan, dll
(absolut) (concure
nt)

Politik luar
negeri, WAJIB:
Pertahanan,  Pendidikan,
Keamanan,  Kesehatan,
Yustisi,  Pekerjaan
Moneter dan umum,
fiskal nasional, 
Sumber: Pasal 2 PP 37/2007
Pembagian Urusan di-
DASAR-kan pada:

 Eksternalitas
 Akuntabilitas
Efisiensi

dengan memperhatikan keserasian


hubungan antar tingkatan dan/atau susunan
pemerintahan.

Sumber: Pasal 4 PP 38/2007


Otonomi
Daerah
(UU 32/2004)

PP 38 Tahun
2007
tentang
Pembagian Urusan
Pemerintahan antara
Norma Standar Prosedu Kriteria
Pemerintah, Pemda r
Provinsi, & Pemda
Kabupaten/Kota
Pasal 9 ayat (1):
Menteri menetapkan NSPK
untuk pelaksanaan urusan
wajib dan urusan pilihan
urusan wajib dan pilihan ...
dilaksanakan sesuai NSPK yang
ditetapkan oleh Menteri atau
Kepala LPND [Ps. 9 (1) PP 38/2007]
penetapan NSPK dilakukan
selambat-lambatnya 2 (dua)
tahun  9 Juli 2009 [Ps. 10 (1) PP 38/2007]

termasuk urusan

AMDAL
Oleh PEMERINTAH

PP 38/2007
Lampiran huruf H. Bidang Lingkungan Hidup
Isi Presentasi

Filosofi &
Dasar Hukum Pengaturan
Pengaturan NSPK
Kewenangan

Tata Laksana
Tata Kerja Lisensi Komisi
Komisi Penilai Penilai AMDAL
AMDAL Kabupaten/Kot
a
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
PEMBENTUKAN, TUGAS, DAN SUSUNAN
KEANGGOTAAN KOMISI PENILAI

 KEWENANGAN KOMISI PENILAI

 TATA KERJA KOMISI PENILAI

 PEMBIAYAAN

 KETENTUAN PERALIHAN

 KETENTUAN PENUTUP
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
 PEMBENTUKAN, TUGAS, DAN SUSUNAN
KEANGGOTAAN KOMISI PENILAI

Komisi Penilai dibentuk oleh Menteri [Pusat], Gubernur


[Provinsi], dan Bupati/Walikota [Kabupaten/Kota]

Komisi Penilai dibantu oleh tim teknis dan sekretariat


komisi penilai

Sekretariat komisi penilai berkedudukan di instansi


lingkungan hidup Provinsi atau Kabupaten/Kota

artinya:
Komisi penilai tidak dapat dibentuk apabila tidak ada instansi lingkungan
hidup di provinsi atau kabupaten/kota
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
hanya berwenang melakukan penilaian dokumen
AMDAL sebagaimana diatur dalam NSPK

KEWENANGAN KOMISI PENILAI

Pembagian kewenangan penilaian AMDAL dengan


mendasarkan pada SIFAT usaha dan/atau kegiatan:
strategis hankam
non-strategis berdasarkan PUU
dianggap strategis menurut
instansi sektor
perizinan berada di Pusat
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
kriteria pembagian urusan penilaian dokumen AMDAL
adalah eksternalitas, akuntabilitas & efisiensi

KEWENANGAN KOMISI PENILAI

hal LAIN yang turut dipertimbangkan sebagai bagian dari


kriteria dalam pembagian urusan penilaian AMDAL, yaitu:

Dampak lingkungan
Pengalaman empirik
Kemampuan daerah
 Ketersediaan tenaga ahli
 Kemudahan koordinasi dalam penilaian AMDAL
Komisi Penilai AMDAL Pusat berwenang menilai AMDAL
rencana usaha dan/atau kegiatan yang memenuhi kriteria:

Usaha dan/atau kegiatan strategis dan/atau menyangkut


pertahanan dan keamanan negara sebagaimana Lampiran I

Usaha dan/atau kegiatan dalam Lampiran II, Lampiran III


dan Lampiran IV yang berlokasi:
lebih 1 wilayah provinsi;
di wilayah sengketa dengan negara lain;
di wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke
arah laut lepas; dan/atau
di lintas batas Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara lain.

PASAL 10
PASAL 11

Kewenangan Komisi Penilai


Provinsi dengan KRITERIA:

Usaha dan/atau kegiatan strategis sebagaimana


Lampiran II

Usaha dan/atau kegiatan dalam Lampiran III dan Lampiran IV


yang berlokasi:
lebih dari 1 (satu) wilayah kabupaten/kota;
di lintas kabupaten/kota; dan/atau
di wilayah laut paling jauh 12 (dua belas) mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas
dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah
kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota.
PASAL 12

Kewenangan Komisi Penilai


AMDAL Kabupaten/Kota

Usaha dan/atau kegiatan strategis yang berlokasi


dalam kabupaten/kota sebagaimana Lampiran III
Usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi dalam
kabupaten/kota sebagaimana Lampiran IV

Kewenangan tersebut hanya berlaku bagi komisi penilai


yang memiliki LISENSI [sesuai peraturan menteri yang
mengatur lisensi komisi penilai AMDAL]
Bagi studi AMDAL yang menggunakan pendekatan
studi AMDAL kawasan atau AMDAL terpadu, maka
pembagian urusan penilaian AMDAL:

dilakukan sesuai pembagian kewenangan Komisi Penilai.

bagi rencana usaha dan/atau kegiatan yang


kewenangan penilaian dokumen AMDALnya berada
pada lebih dari 1 (satu) komisi penilai, maka
kewenangan penilaian AMDALnya dilakukan oleh
komisi penilai di atasnya.
PASAL 13
PASAL 14

Jika terdapat PERBEDAAN PENAFSIRAN


terhadap KEWENANGAN penilaian AMDAL

kepala instansi lingkungan hidup provinsi atau kabupaten/kota


mengajukan permohonan klarifikasi secara tertulis kepada
Menteri untuk mendapatkan penetapan kewenangan penilaian
dokumen AMDAL terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan
dimaksud.

Jika INSTANSI LINGKUNGAN hidup bertindak

!
sebagai PEMRAKARSA
Wakil dari instansi yang bersangkutan tidak
dapat melakukan penilaian bagi dokumen
usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan.

PASAL 15
Anggota tim teknis dan/atau anggota komisi
penilai yang menyusun dokumen AMDAL

TIDAK DAPAT menilai dokumen AMDAL yang disusunnya

PASAL 16
Kabupaten/Kota yang belum memiliki lisensi atau
lisensi dicabut atau tidak mampu menilai untuk
kegiatan tertentu AMDAL

Kabupaten/kota yang belum memiliki lisensi atau lisensinya dicabut,


untuk sementara penilaian dokumen AMDAL diselenggarakan oleh komisi
penilai provinsi dan keputusan atas kelayakan lingkungan hidup diterbitkan
oleh gubernur.
Jika kabupaten/kota tidak mampu melakukan penilaian dokumen AMDAL
usaha dan/atau kegiatan tertentu yang menjadi kewenangannya, atas
permintaan bupati/walikota usaha dan/atau kegiatan tersebut untuk
sementara dinilai oleh provinsi dan keputusan atas kelayakan lingkungan
hidup tetap diterbitkan oleh bupati/walikota.
Lokasi rapat komisi tetap di kabupaten/kota tersebut. PASAL 17
Komisi Penilai PROVINSI yang tidak mampu menilai
AMDAL untuk kegiatan TERTENTU
Berlaku ketentuan seperti kabupaten/kota...
Sementara dinilai oleh Pusat, atas permintaan gubernur,
SK kelayakan lingkungan tetap oleh Gubernur.
Penilaian AMDAL tetap berlokasi di provinsi tersebut.
Unsur penilai mengutamakan anggota komisi provinsi
Menteri menyerahkan kembali kepada gubernur jika
sudah mampu

PASAL 18
!
Ketentuan untuk provinsi daerah PEMEKARAN:

Provinsi daerah pemekaran yang belum memiliki komisi


penilai, untuk sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh
komisi penilai provinsi daerah induk

Provinsi daerah pemekaran yang telah memiliki komisi


penilai, namun belum mampu untuk menilai dokumen
AMDAL tertentu yang menjadi kewenangannya, untuk
sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh komisi penilai
provinsi daerah induk
Gubernur provinsi induk wajib menyerahkan kembali
penyelenggaraan penilaian kepada gubernur provinsi
PASAL 19 daerah pemekaran, apabila telah mampu
PASAL 20

Kabupaten/Kota daerah
PEMEKARAN

Jika belum memiliki lisensi, untuk sementara penilaian AMDAL


dilakukan oleh kabupaten/kota induk yang telah memiliki lisensi

Jika memiliki lisensi namun belum mampu melakukan penilaian AMDAL


untuk kegiatan tertentu, atas permintaan bupati/walikota daerah
pemekaran, untuk sementara penilaian AMDAL dilakukan oleh
kabupaten/kota induk yang memiliki lisensi.

Jika kabupaten/kota pemekaran telah mampu, maka


bupati/walikota induk daerah wajib menyerahkan kembali
penyelenggaraan penilaian AMDAL kepada daerah pemekaran.
PASAL 21

Kabupaten/Kota daerah
INDUK:

Jika belum memiliki lisensi, untuk sementara


penilaian dokumen AMDAL dilakukan oleh provinsi

Jika telah memiliki lisensi namun belum mampu menyelenggarakan


penilaian AMDAL untuk kegiatan tertentu, atas permintaan
bupati/walikota, untuk sementara penilaian dilakukan oleh provinsi.
Jika telah memiliki lisensi dan mampu menyelenggarakan penilaian
AMDAL untuk kegiatan tertentu, maka gubernur menyerahkan
kembali penilaian AMDAL kepada bupati/walikota daerah induk.
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
Perbaikan dokumen [KA atau ANDAL, RKL & RPL]
Jika 3 (tiga) tahun tidak dikembalikan kepada komisi
penilai, maka dokumen dinyatakan kadaluarsa.

 TATA KERJA KOMISI PENILAI

Keputusan kelayakan dinyatakan BATAL, apabila:


diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai
kabupaten/kota yang belum memiliki lisensi
diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai
kabupaten/kota yang lisensinya dicabut
diterbitkan atas dasar rekomendasi dari komisi penilai pusat, provinsi, atau
kabupaten/kota yang melakukan penilaian tidak sesuai dengan kewenangan
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL

Biaya pelaksanaan kegiatan komisi penilai, tim teknis, dan


sekretariat komisi penilai dibebankan pada:

 PEMBIAYAAN

 anggaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk komisi


penilai, tim teknis, dan sekretariat komisi penilai pusat;
anggaran instansi lingkungan hidup provinsi untuk komisi penilai,
tim teknis, dan sekretariat komisi penilai provinsi; dan
anggaran instansi lingkungan hidup kabupaten/kota untuk komisi
penilai, tim teknis, dan sekretariat komisi penilai kabupaten/kota.
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
Status AMDAL yang dinilai dan/atau diproses tetapi tidak
sesuai dengan kewenangannya:
tetap dinilai oleh komisi penilai yang bersangkutan
[pusat, provinsi atau kabupaten/kota] sampai ditetapkannya
keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan
hidup bagi rencana usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan.

 KETENTUAN PERALIHAN
KERJA
tata
Komisi Penilai AMDAL
Pencabutan beberapa peraturan terkait AMDAL:
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 1994 tentang
Pelingkupan;
2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 54 Tahun 1995 tentang
Pembentukan Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Terpadu/Multisektor
dan Regional;
3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 55 Tahun 1995 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Regional;
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 57 Tahun 1995 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Usaha dan/atau Kegiatan Terpadu/Multisektor; dan
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 40 tahun 2000 tentang
Pedoman Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;

 KETENTUAN PENUTUP

Mulai berlaku SEJAK TANGGAL DITETAPKAN


Isi Presentasi

Filosofi &
Dasar Hukum Pengaturan
Pengaturan NSPK
Kewenangan

Tata Laksana
Tata Kerja Lisensi Komisi
Komisi Penilai Penilai AMDAL
AMDAL Kabupaten/Kot
a
Apa itu

LISENSI ?
tanda bukti telah dipenuhinya persyaratan lisensi komisi
penilai AMDAL kabupaten/kota untuk dapat melakukan
penilaian dokumen AMDAL

TUJUANNYA

Agar kualitas dokumen AMDAL sebagai alat bantu pengambilan


keputusan menjadi baik

Agar kapasitas komisi penilai menjadi lebih baik & sesuai standar

Agar proses pelaksanaan AMDAL berjalan sesuai standar


PERSYARATAN LISENSI KOMISI PENILAI

TATA LAKSANA LISENSI KOMISI PENILAI

 PEMBINAAN & PENGAWASAN

 PEMBIAYAAN

 KETENTUAN PENUTUP
Persyaratan Lisensi Komisi Penilai
 AMDAL
 Ketua komisi penilai dipimpin oleh pejabat minimal
setingkat eselon II;
 Memiliki sekretariat komisi penilai yang berkedudukan
di instansi lingkungan hidup kabupaten/kota;
 Memiliki tim teknis dengan sumber daya manusia yang
telah lulus pelatihan penyusunan AMDAL paling sedikit 2
(dua) orang, dan pelatihan penilaian AMDAL paling
sedikit 3 (tiga) orang;
 Keanggotaan komisi penilai minimal mencakup tenaga
ahli di bidang biogeofisik-kimia, ekonomi, sosial, budaya,
kesehatan, perencanaan pembangunan wilayah, dan
lingkungan hidup;
 Adanya organisasi lingkungan hidup atau lembaga
swadaya masyarakat sebagai salah satu anggota komisi
penilai; dan
 Adanya kerjasama dengan laboratorium yang
Instansi lingkungan hidup kabupaten/kota
mengajukan permohonan lisensi ke instansi
lingkungan hidup provinsi

Instansi lingkungan hidup provinsi dengan
dibantu tim terpadu mengevaluasi formulir
permohonan lisensi
Pembinaan dan Pembinaan dan
pengawasan pengawasan
Sesuai persyaratan
lisensi? Tidak

Ya
BAGAN ALIR TATA
Diberikan Bukti LAKSANA LISENSI KOMISI
Lisensi PENILAI AMDAL

Masa berlaku Terjadi perubahan Pemalsuan Setelah dilakukan


lisensi habis yang menyebabkan persyaratan binwas minimal 1 (satu)
persyaratan lisensi lisensi tahun ditemukan 5
tidak terpenuhi dokumen AMDAL
bermutu buruk-sangat
buruk dan/atau
Ada Tidak ada melanggar administrasi
Ya pemberitahuan pemberitahuan proses AMDAL

Persyaratan lisensi dipenuhi dalam Lisensi


Tidak
waktu 6 (enam) bulan)? dicabut
 PEM BINAAN & PENGAWASAN
Dilakukan oleh gubernur dan/atau Menteri, terhadap:

Mutu dokumen AMDAL:


kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan
konsistensi, keharusan, relevansi dan kedalaman mutu dokumen AMDAL

Administrasi proses AMDAL:


proses dan waktu keterlibatan masyarakat dan keterbukaan
informasi dalam proses AMDAL
persyaratan administrasi dokumen AMDAL meliputi persyaratan
tim penyusun AMDAL dan kesesuaian format dokumen AMDAL;
proses dan prosedur pelaksanaan penilaian AMDAL;
keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup dari
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan
Biaya untuk pelaksanaan proses penerbitan lisensi komisi
penilai dibebankan pada anggaran instansi lingkungan hidup
provinsi.

Biaya untuk proses pemenuhan persyaratan lisensi


komisi penilai dibebankan pada anggaran instansi lingkungan
hidup kabupaten/kota.

Biaya pelaksanaan pembinaan dan pengawasan oleh


gubernur dibebankan pada anggaran instansi lingkungan
hidup provinsi.

Biaya pelaksanaan verifikasi


pengaduan, biaya pelaksanaan
pembinaan dan pengawasan oleh Menteri dibebankan pada
anggaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 41 Tahun 2000
tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah


1 (satu) tahun sejak tanggal ditetapkan

 KETENTUAN PENUTUP
Terima Kasih

created by @skary2008