Anda di halaman 1dari 11

TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN

CARA CINCIN DU NUOY


Septianingtyas Lestari (10508042), Sasmaya (10508044), Fitri Widya Hartanti
(10508046),
Nuritriani (10508048), Novelita (10508050), Daniel (10508052)
Tiara Pelangi (10507066), Endang Trisia (10508059)
danielhombing@yahoo.com
Ketua: Daniel
Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan tegangan permukaan cairan tunggal dan
tegangan antarmuka pada dua larutan yang tak saling campur. Penentuan tegangan
permukaan ini dilakukan menggunakan metode cincin du nuoy dengan cara mencelupkan
cincin Pt-Ir ke dalam cairan. Kemudian penentuan didasarkan atas gaya yang diperlukan
untuk menarik cincin Pt-Ir tersebut ke permukaan cairan. Nilai yang tertera pada
pembacaan akan naik sampai mencapai nilai maksimumnya yaitu sesaat sebelum lamela
pecah. Namun, nilai maksimum ini adalah tegangan permukaan cairan yang belum
dikoreksi. Pada saat pengangkatan cincin, ada sebagian cairan yang terangkat sebelum
permukaan cairan terpecahkan. Selain itu, ada beberapa faktor yang tidak diperhitungkan,
seperti jari-jari kawat, dan volume cairan yang tumpah saat cincin dikeluarkan, sehingga
diperlukan adanya suatu faktor koreksi. Faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan
itu sendiri adalah suhu, tekanan jenis, komposisi cairan (konsentrasi), dan massa jenis.
Percobaan ini diamati dari suatu alat tensiometer dimana nilai P nyata pada masing-masing
larutan yang diukur setelah dilakukan faktor koreksi adalah air 21.07473429, etanol
7.38073973, NaCl 22.90765484, MgCl2 27.13503959, kloroform 9.49591261, air+NaCl (1:3)
25.40868749, air+NaCl (3:1) 7.079807265, air+kloroform (1:1) 6.078806553. MgCl 2 dengan
massa jenis yan tinggi menghasilkan nilai tegangan permukaan yang tinggi pula.

Kata kunci: tegangan permukaan, cincin du nuoy, faktor koreksi,

Pendahuluan

Para ilmuwan menggunakan maksimum dari apeks drop dievaluasi dan


tensiometer untuk mengukur tegangan formula yang digunakan atas dasar
permukaan dan tegangan antar muka persamaan tegangan permukaan Young-
cairan dengan menggunakan liontin atau Laplace. Seiring dengan perkembangan
metode drop sessile. Perangkat lunak jaman, software canggih mengotomatisasi
kemudian menganalisa profil drop dan proses komputasi secara intensif. The
membuat serangkaian pengukuran kritis. Advanced DROPimage program lisensi
Dengan liontin tetes, misalnya, diameter dari perusahaan instrumen Rame-hart
maksimum dan rasio antara parameter (Netcong, NJ, USA) adalah contoh dari
dan diameter pada jarak dari diameter perangkat lunak yang digunakan untuk
mengukur permukaan dan tegangan antar dikeluarkan. Metode ini menuntut proses
muka menggunakan analisis bentuk drop. yang sempurna. Cacat atau kesalahan
kecil sekalipun dapat mengubah
Penentuan tegangan permukaan keakuratan hasil, sehingga diperlukan
dilakukan menggunakan alat tensiometer adanya suatu faktor koreksi (Fr)
dengan metode cincin du Nouy.
Prinsipnya, gaya yang diperlukan untuk Fr=0.7250+ 0.01452 Pc2(D-d)
mengangkat cincin tersebut sampai ke
+0.4534- 1.679 rR
permukaan cairan dijadikan dasar
penentuan nilai tegangan permukaan ini
(P baca). Gaya yang diperlukan untuk Dengan c adalah keliling cincin, r adalah
melepaskan cincin dari permukaan cairan jari-jari kawat, R adalah jari-jari cincin, P
secara ideal adalah : adalah nilai tegangan permukaan yang
diukur, D adalah rapat fasa dibawah antar
f=4π R γ muka, dan d adalah rapat fasa diatas
antar muka. Metode ini dianggap usang
Dengan R = jari-jari cincin. Keliling 2 π R dan tidak lagi banyak digunakan.
harus dikalikan 2 mengingat bahwa ada
batas dalam dan batas luar antara cairan Dalam percobaan ini, praktikan
dan kawat. Perlakuan ini berlaku untuk menentukan tegangan permukaan cairan
cairan dengan sudut kontak, θ= 0. tunggal dan tegangan antarmuka pada
dua larutan yang tak saling campur. Cincin
Nilai yang tertera pada pembacaan akan Pt-Ir dicelupkan ke dalam cairan.
naik sampai mencapai nilai maksimumnya Kemudian, gaya diukur pada saat cincin
yaitu sesaat sebelum lamela pecah. diangkat ke permukaan cairan sampai
Namun, nilai maksimum ini adalah film/lamella cairan yang diukur pecah.
tegangan permukaan cairan yang belum Setelah itu, skala dibaca. Nilai yang
dikoreksi. Pada saat pengangkatan cincin, tertera pada pembacaan akan naik sampai
ada sebagian cairan yang terangkat mencapai nilai maksimumnya yaitu sesaat
sebelum permukaan cairan terpecahkan. sebelum lamela pecah. Namun, nilai
Selain itu, ada beberapa faktor yang tidak maksimum ini adalah tegangan
diperhitungkan, seperti jari-jari kawat, dan permukaan cairan yang belum dikoreksi.
volume cairan yang tumpah saat cincin

Percobaan

Mula-mula alat tensiometer dikalibrasi Setelah dilakukan factor kalibrasi, cincin


terlebih dahulu agar bisa memperkecil Pt-Ir dibersihkan terlebih dahulu dengan
kemungkinan kesalahan yang terjadi dicelupkan ke dalam alcohol. Setelah itu,
karena alat, yaitu dengan cara berat cincin digantungkan pada lengan torsi
beban diukur terlebih dahulu. Sebelum dalam keadaan teraretir. Cairan yang
beban digantungkan, pembacaan di-nol- akan diukur nilai tegangan permukaannya
kan terlebih dahulu, dilihat dari ditempatkan dalam gelas kimia dan
kedudukan jarum yang berhimpit dengan diletakkan di atas penyangga. Penyangga
garis yang berada di tengah cermin. ini diposisikan sedemikian rupa sehingga
Kemudian, beban tersebut digantungkan bila diturunkan, cincin yang semula
pada lengan torsi. Lalu, tegangan tercelup di dalam cairan dapat mencapai
permukaan (P baca) ditentukan dengan permukaan. Kemudian, penyangga
tetap mempertahankan jarum penunjuk dinaikkan sampai cincin sampai ke
tetap berhimpit pada garis di tengah permukaan antara udara dan cairan atau
cermin. antarmuka antar kedua cairan yang tidak
saling campur. Setelah itu, cincin diangkat pengangkatan cincin, ada sebagian cairan
sampai film/lamela cairan yang diukur yang terangkat sebelum permukaan
pecah. Skala pembacaan dibaca saat film cairan terpecahkan. Selain itu, ada
tersebut pecah. beberapa faktor yang tidak
diperhitungkan, seperti jari-jari kawat, dan
Setelah percobaan dilakukan, nilai volume cairan yang tumpah saat cincin
tegangan permukaan dihitung dengan dikeluarkan, sehingga diperlukan adanya
mengalikan nilai tegangan permukaan suatu faktor koreksi.
yang terbaca (P baca) dengan faktor
kalibrasi dan factor koreksi. Faktor koreksi
diperlukan karena pada saat

Hasil dan Diskusi

Temperatur ruang : 25.80C


R/r : 53.748890
c : 6.000 cm 3 I+ 0.3032 28.1

1. Penentuan massa jenis larutan


Massa pikno kosong = 19.53 g
3. Penentuan Tegangan Permukaan
No Massa pikno + Cairan
Larutan
. larutan (g)
No Larutan P baca
1 Air 44.85 . (dyne/cm)

2 NaCl 45.86 1 Air 57

3 MgCl2 46.65 2 NaCl 21

4 Kloroform 56.88 3 MgCl2 71

5 Etanol 40.00 4 Kloroform 61.9

Air + NaCl = 1 5 Etanol 71


6 45.53
:3
6 Air + NaCl = 1 : 3 27.1
Air + NaCl = 3
7 40.05 7 Air + NaCl = 3 : 1 68
:1
8 Air + kloroform = 20
Air +
1:1
8 kloroform = -
1:1

2. Penentuan Faktor Kalibrasi Pengolahan Data

No Beba Massa P baca 1. Penentuan volume piknometer


. n beban (g) (dyne/cm) Vpiknometer=Wpikno+air- Wpikno
kosongρair pada 25.80
1 I 0.0505 8 =44.85 g- 19.53
g0.9978399gmL=25.375 mL
2 I + II 0.1516 16
2. Penentuan ρ larutan

ρzat pada masing-masing


suhu=Wzat+pikno-Wpikno
kosongVpikno

ρlarutan
No Larutan
(g/mL)

1 NaCl 1.037635

2 MgCl2 1.068768 Persamaan : y = mx + c

3 Etanol 0.806700 Pnyata = 0.4051x + 1.2181

m = nilai faktor kalibrasi = 0.4051


4 CHCl3 1.471921
4. Penentuan faktor koreksi
Air + NaCl =
5 1.024631
1:3 Fr=0.7250+ 0.01452 PC2(D-d)
+0.4534- 1.679 rR
Air + NaCl =
6 0.808670
3:1 N
Larutan Fr
o

0.91269360
3. Penentuan faktor kalibrasi 1 Air
8
Pnyata=mg2 c
Keterangan : m = massa beban 0.86759762
(g) 2 Etanol
2
g = gaya gravitasi 0.91354035
(m/s2) 3 NaCl
9
c = keliling cincin (cm)
0.94343040
4 MgCl2
Massa Pbaca 3
Pnyata
No beban (dyne/cm
(dyne/cm) 0.86497822
(g) ) 5 Kloroform
6
4.1241666
1 0.0505 8.00 0.92238254
67 6 Air + NaCl = 1:3
5
2 0.1011 16.00 8.2565 0.87383451
7 Air + NaCl = 3:1
8
12.380666
3 0.1516 28.10
67 Air + kloroform 0.88791087
8
= 1:1 5

Kurva :
5. Penentuan tegangan permukaan
larutan, γ:
γ=Pbacax faktor kalibrasi x Fr

N
Larutan γ (dyne/cm)
o

21.0747342
1 Air
9

2 Etanol 7.38073973

3 NaCl 22.9076548
4
27.1350395
4 MgCl2
9

5 Kloroform 9.49591261

25.4086874
6 Air + NaCl = 1:3
9

7.07980726
7 Air + NaCl = 3:1
5

Air + kloroform = 6.07880655


8
1:1 3
Tegangan permukaan adalah suatu Aplikasi tegangan permukaan pada dunia
kemampuan atau kecenderungan zat cair nyata dapat kita jumpai di kehidupan
untuk selalu menuju ke keadaan yang luas sehari-hari, yaitu saat mencuci pakaian.
pemukaannya lebih kecil yaitu permukaan Agar pakaian yang kita cuci benar-benar
datar, atau bulat seperti bola atau bersih, maka air harus melewati harus
ringkasnya didefinisikan sebagai usaha melewati celah yang sangat sempit pada
untuk membentuk luas permukaan baru. serat pakaian. Untuk itu diperlukan
Dengan sifat tersebut zat cair mampu penambahan luas permukaan air. Namun,
untuk menahan benda-benda kecil di hal ini sangat sukar dilakukan karena
permukaannya. Tegangan terjadi karena adanya tegangan permukaan, sehingga
adanya gaya kohesi yaitu gaya tarik- nilai tegangan permukaan air harus
menarik antara partikel sejenis. Kita dapat diturunkan terlebih dahulu. Salah satu
memisalkannya A mewakili partikel di caranya adalah dengan menaikkan suhu,
dalam zat cair sedangkan B mewakili yaitu menambahkan air panas. Cara
partikel di permukaan zat cair. Partikel A lainnya bisa dengan menambahkan sabun.
ditarik oleh gaya yang sama besar ke Gelembung dari sabun itulah yang dapat
segala arah oleh partikel-partikel yang ada berfungsi menurunkan tegangan
di dekatnya. Hasilnya, resultannya adalah permukaan.
sama dengan nol. Sedangkan partikel B Gelembung sabun memiliki dua selaput
ditarik oleh partikel-partikelyang ada tipis pada permukaannya dan di antara
disamping dan dibawahnya dengan gaya kedua selaput tersebut terdapat lapisan
yang sama besar.sehingga resultannya air tipis. Adanya tegangan permukaan
berarah ke bawah. Resultan ini menyebabkan selaput berkontraksi dan
menyebabkan lapisan atas seakan cenderung memperkecil luas
tertutup selaput elastic. Inilah yang permukaannya. Ketika selaput air sabun
disebut dengan tegangan permukaan. berkontraksi dan berusaha memperkecil
luas permukaannya, timbul perbedaan
Ada beberapa faktor yang dapat
tekanaan udara di bagian luar selaput
mempengaruhi tegangan permukaan,
(tekanan atmosfir) dan tekanan udara di
antara lain adalah suhu. Dengan naiknya
bagian dalam selaput. Tekanan udara
suhu, nilai tegangan permukaan akan
yang berada di luar selaput ikut
semakin menurun. Hal ini disebabkan
mendorong selaput air sabun ketika ia
karena ketika suhu meningkat, ada energi
melakukan kontraksi, karena tekanan
tambahan yang diberikan ke dalam cairan
udara di bagian dalam selaput lebih kecil.
sehingga meninkatkan energi kinetik
Setelah selaput berkontraksi, maka udara
molekul-molekul dalam cairan,
di dalamnya (udara yang terperangkap di
menyebabkan pengaruh interaksi antar
antara dua selaput) ikut tertekan,
cairan berkurang. Kemudian, factor lain
sehingga menaikan tekanan udara di
yang mempengaruhi adalah tekanan jenis.
dalam selaput sampai tidak terjadi
Penaruh tekanan jenis berhubungan
kontraksi lagi. Dengan kata lain, ketika
dengan volume molar. Semakin besar
tidak terjadi kontraksi lagi, besarnya
volume, maka tegangan permukaannya
tekanan udara di antara selaput sama
semakin besar. Faktor selanjutnya adalah
dengan tekanan atmosfir + gaya
pengaruh dari komposisi cairan
tegangan permukaan yang mengerutkan
(konsentrasi). Semakin tinggi konsentrasi
selaput. Kontraksi selaput inilah yang
suatu zat, maka tegangan permukaannya
menimbulkan adanya gelembung sabun.
semakin tinggi. Kemudian, massa jenis
suatu zat juga berpengaruh pada Aplikasi lainnya yaitu dengan adanya
tegangan permukaan. Massa jenis surfaktan yang mampu menurunka
berhubungan dengan kerapatan suatu zat. tegangan permukaan, tegangan
Semakin rapat zat tersebut, maka antarmuka, dan meningkatkan kestabilan
tegangan permukaannya semakin besar. system emulsi. Sifat aktif permukaan
surfaktan tersebut membuat surfaktan
banyak digunakan pada berbagai bidang Sebenarnya, penentuan nilai tegangan
industry sabun, deterjen, produk permukaan tidak hanya ditentukan
perawatan diri, dan kosmetika. Kemudian dengan metode cinci du Nouy saja. Ada
aplikasi lain yang disebabkan karena beberapa metode yang dapat digunakan
adanya tegangan permukaan adalah untuk menentuka tegangan permukaan.
tetesan air dari kran dan tetesan embun Metode-metode tersebut antara lain
berbentuk bola karena dengan itu metode pipa kapiler, metode maximum
terbentuk permukaan yang sempit untuk Bubble Pressure, metode Drop-Weight,
memudahkan tegangan. Selain itu, metode Wilhelmy Plate tensiometer, dan
serangga dapat berjalan di atas air karena metode Du Noüy-Padday Rod Pull
berat serangga dapat diatasi oleh kulit tensiometer.
yaitu saat cairan membentuk kulit Pada metoda pipa kapiler, tegangan
penutup. permukaan zat cair dan sudut
kelengkungannya diukur dengan memakai
Dari hasil pengolahan data, didapat kurva
pipa berdiameter. Salah satu ujung pipa
yang linear dengan R² = 0.986 dan
tersebut dicelupkan kedalam permukaan
persamaan y = 0.405x + 1.218. Dari tabel
zat cair maka zat cair tersebut
penentuan tegangan permukaan,
permukaannya akan naik sampai
diketahui bahwa MgCl2 memiliki nilai
ketinggian tertentu. Pada percobaan ini
tegangan permukaan yang paling tinggi,
salah satu aspek yang mudah diamati
yaitu 27.13503959. Padahal, yang
adalah tentang sifat zat cair yaitu apakah
memiliki massa jenis paling tinggi adalah
zat cair itu adhesive atau non-adhesive.
kloroform dari perhitungan massa pikno.
Kemudian, pada metode maximum Buble
Hal ini menunjukkan bahwa tegangan
Pressure, gelembung akan bergantung
permukaan tidak hanya dipengaruhi oleh
pada tekanan yang diberikan. Saat
massa jenis saja. Konsentrasi dari masing-
tekanan ditambahkan maka jari – jari
masing larutan dan volume yang
gelembung akan membesar. Saat
digunakan juga turut mempengaruhi nilai
gelembung membesar, pertama – tama
tegangan permukaan. Kemudian,
jari – jari akan mengecil sampai mencapai
tegangan permukaan pada dua larutan
minimum saat gelembung membentuk
yang saling campur menunjukkan bahwa
setengah lingkaran dengan jari – jari yang
air + NaCl dengan perbandingan 1:3
sama dengan jari – jari tube. Tambahan
memiliki tegangan yang paling besar. Hal
tekanan akan menyebabkan gelembung
ini karena perbandingan NaCl yang lebih
terlepas dari tube. Lalu pada metode
besar komposisinya dalam larutan
Drop-Weight tegangan permukaan dan
dibandingkan dengan air. Massa jenis NaCl
berat tetesan cairan sampel dibandingkan
juga lebih besar daripada air, sehingga
dengan tegangan permukaan dan berat
air+NaCl dengan perbandingan 1:3
cairan standar yang telah diketahui.
menunjukkan nilai tegangan permukaan
Selanjutnya, pada metode piringan
yang lebih besar. Sedangkan, nilai
Wilhelmy (Wilhelmy Plate tensiometer),
tegangan permukaan pada dua larutan
gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat
yang tidak saling campur menunjukkan
piring diukur dan tegangan permukaan
nilai yang paling kecil di antara larutan-
ditentukan. Namun, metode ini tidak lagi
larutan lainnya yang diukur. Hal ini
banyak digunakan. Kemudian metode Du
disebabkan gaya kohesif yang ditimbulkan
Noüy-Padday Rod Pull tensiometer
kecil dan gaya adhesinya besar karena
menggunakan batang yang diturunkan ke
molekul tidak sejenis. Partikel kloroform
dalam cairan uji. Batang tersebut
yang massa jenisnya lebih besar akan
kemudian ditarik keluar dari cair dan gaya
ditarik ke antarmuka antara kloroform dan
yang dibutuhkan untuk menarik batang
air, namun karena tidak sejenis, maka
justru diukur. Ini adalah metode yang
partikel tersebut akan bersiat adhesive
agak baru yang akurat dan berulang. Du
(menyebar) sehingga resultan yang
Noüy-Padday Rod Tarik tensiometer akan
dihasilkannya kecil, menyebabkan
melakukan pengukuran cepat dan tidak
tegangan permukaan yang dihasilkannya
seperti metode cincin dan plat, akan
juga kecil.
bekerja dengan cairan dengan berbagai
viskositas. Metode yang terakhir inilah untuk menentukan nilai tegangan
merupakan metode yang paling efektif permukaan.

Kesimpulan

1.
2. Tegangan permukaan pada cairan tunggal

No Larutan γ (dyne/cm) 5 Kloroform 9.49591261

21.0747342 6 Air + NaCl = 1:3 25.4086874


1 Air
9 9
7.07980726
2 Etanol 7.38073973 7 Air + NaCl = 3:1
5

22.9076548
3 NaCl
4
3. Tegangan permukaan antar muka
27.1350395 pada 2 larutan yang tidak saling
4 MgCl2 campur
9
Air + kloroform = 1 : 1
P = 6.078806553 dyne/cm

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan syukur dan terima Referensi


kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
selalu memberikan kekuatan dan petunjuk 1. http://www.nikhef.nl/~h73/kn1c/praktik
dalam mencari bahan untuk mengerjakan
um/phywe/LEP/Experim/1_4_05.pdf
laporan ini. Penulis juga menyampaikan
terima kasih yang sebanyak-banyaknya (tanggal akses : 28 Oktober 2010
kepada teman-teman Kimia ITB 2008,
pukul15.17)
terutama rekan-rekan satu kelompok
praktikum Kimia Fisik ini, yang telah 2. http://www.qclabequipment.com/cscte
membantu dan bekerja sama dalam
nsiometer.html (tanggal akses : 28
menyelesaikan laporan ini.
Oktober 2010 pukul 16.14)
3. Daniels et al. 1970. “Experimental
Physical Chemistry 7th Ed.” p.357-365
4. F. Daniels, R. A. Alberty. “Physical
Chemistry.” hal 252 - 259
Lampiran

A. Jawaban Pertanyaan
1. γ I lebih kecil daripada γ cairan – cairan murninya karena adanya gaya adhesi antara
cairan tersebut dengan cincin. Partikel yang massa jenisnya lebih besar akan ditarik ke
antarmuka kedua cairan, namun karena tidak sejenis, maka partikel tersebut akan
bersiat adhesive (menyebar) sehingga resultan yang dihasilkannya kecil,
menyebabkan tegangan permukaan yang dihasilkannya juga kecil.
2. Cara penentuannya dengan metode Maximum Bubble Pressure. Pada metode
maximum Buble Pressure, gelembung akan bergantung pada tekanan yang diberikan.
Saat tekanan ditambahkan maka jari – jari gelembung akan membesar. Saat
gelembung membesar, pertama – tama jari – jari akan mengecil sampai mencapai
minimum saat gelembung membentuk setengah lingkaran dengan jari – jari yang
sama dengan jari – jari tube. Tambahan tekanan akan menyebabkan gelembung
terlepas dari tube. Pmax = 2γ /r + gh(ρ -ρ 0).
3. Penentuan γ dengan prinsip yang sama diterapkan juga pada penentuan tegangan
permukaan zat cair dengan menggunakan kawat lurus yang dibengkokkan.
Gaya yang
larutan digunakan untuk menahan
sabun
kawat supaya kawat dalam keadaan
setimbang.
kawat bengkok
F = W1 + W2
kawat yang bisa digeser
W1 γ =
F Newton meter
W2 2l

Kawat digeser sejauh s maka ada tambahan luas =


l . s.
Untuk menambah luas tersebut perlu dilakukan
usaha dari luar W = F . s
Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah
F.s
2.l.s
= =γ
F
2l
Usaha yang dilakukan per satuan luas adalah
tegangan permukaan = besarnya energi per satuan
luas
Satuan tegangan permukaan = =
Newton meter

Joule
m2
Alat untuk menentukan tegangan permukaan
disebut Neraca Torsi.
1. Ramsay Shields merupakan persamaan yang menghubungkan tegangan permukaan
dengan temperature.
γ ( Mv)2/3 = k(tc – 6 – t)

dengan tc adalah temperatur kritis dan M adalah berat molekul.

A. Data ρ air pada berbagai suhu