Anda di halaman 1dari 1

KHOTBAH 64

Tentang Sifat-sifat Allah

Segala puji bagi Allah yang bagi-Nya satu kondisi tidak mendahului yang lainnya
sehingga la menjadi Yang Awal sebelum menjadi Yang Akhir, atau la Zhahir sebelum
menjadi Bathin. Segala yang disebut satu, kecuali Dia, adalah sebenarnya kecil
(dalam jumlah), dan setiap yang mulia selain Dia adalah rendah; setiap yang kuat
selain Dia adalah lemah, setiap majikan selain Dia adalah hamba.

Setiap yang tahu selain Dia adalah pencari pengetahuan. Setiap yang kuasa selain
Dia adalah kadang-kadang berkuasa dan kadang-kadang tak mampu. Setiap pendengar
selain Dia adalah tuli terhadap suara ringan sedang suara nyaring menulikannya dan
suara-suara jauh menjauh dari dia. Setiap pelihat selain Dia adalah buta terhadap
warna-warna tersembunyi dan benda-benda halus. Setiap yang zahir selain Dia tak
tersembunyikan, sedang setiap yang batin selain Dia tak dapat menjadi zahir.

la tidak menciptakan apa yang diciptakan-Nya untuk memperkuat kekuasaan-Nya, tidak


pula (rasa) takut akan akibat waktu, bukan untuk mencari pertolongan terhadap
serangan dari lawan yang setara, atau mitra sombong atau lawan yang membenci.
Sebaliknya, semua makhluk dipelihara oleh-Nya dan merupakan hamba-hamba-Nya yang
rendah. la tidak tinggal terbatas dalam sesuatu sehingga dapat dikatakan bahwa la
berada di dalamnya, tidak pula la terpisah dari sesuatu apa pun sehingga dapat
dikatakan bahwa la jauh darinya. Penciptaan atas apa yang dimulai-Nya atau
pengurusan atas apa yang dikuasai-Nya tidak melelahkan-Nya. Tak ada ketidakmampuan
bagi Dia terhadap apa yang diciptakan-Nya. Tak mungkin terjadi kekeliruan pada-Nya
dalam apa yang ditetapkan-Nya dan diputuskan-Nya. Tetapi keputusan-Nya pasti,
pengetahuan-Nya tegas, ke-kuasaan-Nya melimpah. la diharapkan pada waktu susah dan
la ditakuti bahkan pada waktu senang. �