Anda di halaman 1dari 5

KHOTBAH 82

Khotbah ini disebut al-Gharra' dan merupakan salah satu khotbah Amirul Mukminin
yang paling menakjubkan

Segala puji bagi Allah Yang Tinggi di atas segala sesuatu, dan dekat (ke-pada
ciptaan) melalui karunia-Nya. la pemberi segala ganjaran dan keutamaan, dan
pembuang segala bencana dan kesulitan. Saya memuji-Nya atas segala rahmat-Nya yang
berkelanjutan dan kemurahan-Nya yang banyak. Saya beriman kepada-Nya sebagai Yang
Pertama dari segalanya, dan Yang Maujud. Saya mencari petunjuk pada-Nya karena la
dekat dan la adalah Pemandu. Saya mencari pertolongan-Nya karena ia Kuasa dan
Perkasa. Saya bergantung pada-Nya karena la Pemberi kecukupan dan Penopang. Dan
saya bersaksi bahwa Muhammad (saw) adalah hamba-Nya, pesuruh-Nya dan Nabi-Nya. la
mengutusnya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, untuk membela ajaran-Nya dan
untuk menyampaikan peringatan-peringatan-Nya (terhadap hukuman yang kekal).
Menyuruh Orang Bertakwa

Wahai hamba-hamba Allah! Saya nasihati Anda untuk bertakwa kepada Allah yang telah
melengkapi perumpamaan dan telah menetapkan batas waktu kehidupan Anda. la telah
memberikan kepada Anda pakaian[1] untuk menutupi dan la telah menyebarkan bagi
Anda rezeki Anda. la telah mengelilingi Anda dengan pengetahuan-Nya. la telah
menetapkan ganjaran. la telah menganugerahkan Anda dengan nikmat yang banyak dan
pemberian yang luas. la telah memperingatkan Anda melalui hujah yang menjangkau
jauh, dan la telah menghitung Anda menurut angka-angka. la telah menetapkan bagi
Anda usia (untuk hidup) di tempat ini sebagai ujian dan rumah pendidikan.

Anda berada dalam ujian di dunia ini dan akan dihisab atasnya. Sesungguhnya dunia
ini adalah tempat pengairan yang kotor dan sumber minuman yang berlumpur.

Penampilannya menarik dan isinya merusak. la adalah tipuan yang tersamar, bayangan
yang akan lenyap, tiang yang bengkok. Ketika orang yang menghinanya mulai
menyukainya dan orang yang tak mengenalnya merasa puas dengannya, maka ia bangkit
dan menghentakkan kakinya (dalam kegembiraan), menjeratnya dalam jeratnya,
menjadikannya sasaran panah-panahnya, dan melingkarkan di lehernya tali kematian
yang membawanya ke kubur sempit dan tempat yang menakutkan untuk menunjukkan
kepadanya tempat kediamannya dan balasan atas perbuatan-perbuatannya. Ini
berlangsung dari generasi ke generasi. Tidaklah maut berhenti merenggut nyawa,
tidak pula yang tertinggal hidup menjauhkan diri dari berbuat dosa.
Kematian dan Kebangkitan

Mereka saling berlomba dan maju berkelompok-kelompok ke tujuan dan tempat


pertemuan akhir kematian, ketika urusan tertutup, dunia mati dan kebangkitan
(kiamat) mendekat. Allah akan mengambil mereka dari sudut-sudut kubur, sarang-
sarang burung, liang-liang binatang dan pusat-pusat kematian.[2] Mereka bergegas
memenuhi perintah-Nya dan bergegas ke tempat yang telah ditetapkan untuk tempat
kembalinya yang terakhir, kelompok demi kelompok, diam, berdiri, dan berbaris-
baris. Mereka berada dalam pandangan Allah Yang Maha Melihat dan akan mendengar
yang memanggilnya.

Mereka memakai busana tak berdaya dan baju penyerahan dan ke-rendahan. (Pada saat
itu) tipu muslihat akan lenyap, hawa nafsu akan terputus, hati akan tenggelam
diam-diam, suara-suara akan terpotong, keringat akan menyumbat kerongkongan,
ketakutan akan meningkat dan telinga akan berkumandang dengan suara-suara
mengguntur dari penyeru yang memanggil ke arah pengadilan terakhir, hadiah
balasan, penjatuhan hukuman dan pembayaran ganjaran.
Keterbatasan Hidup

Manusia telah diciptakan sebagai bukti kekuasan(-Nya), dibesarkan dengan wewenang,


mereka dimatikan melalui sengatan sakit dan dimasukkan ke dalam kubur di mana
mereka berubah menjadi remah-remah. Kemudian mereka akan dibangkitkan satu demi
satu, diganjari balasan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, masing-
masing secara terpisah. Mereka telah diberi waktu untuk mencari keselamatan, telah
ditunjuki jalan yang benar dan telah diberi kesempatan untuk hidup dan menuntut
kebajikan; kegelapan ragu telah disingkirkan, dan mereka telah dibebaskan di masa
hidup ini sebagai tempat belajar agar mereka membuat persiapan untuk perlumbaan di
Hari Pengadilan, untuk mencari tujuan dengan berhati-hati, untuk mendapatkan waktu
yang diperlukan untuk mengambil manfaat dan menyediakan bekal bagi tempat kediaman
yang berikut.
Tiada Kebahagiaan Tanpa Takwa

Betapa pantas gambaran ini dan betapa mujarab nasihat dan peringatan ini apabila
diterima oleh hati yang suci, telinga yang terbuka, pandangan yang kukuh dan
kecerdasan yang tajam. Takutlah kepada Allah seperti orang yang mendengarkan
(nasihat baik) dan tunduk kepadanya, bilamana ia berbuat dosa ia mengakuinya;
bilamana ia merasa takut, ia berbuat kebajikan; bilamana ia diingatkan ia bergegas
ke arah (perbuatan baik); bila-mana ia percaya, ia melakukan perbuatan bajik;
bilamana ia dimintai untuk mengambil pelajaran (dari kejadian-kejadian dunia), ia
mengambil pelajaran; bilamana ia diminta untuk menolak, ia berpantang (dari
kejahatan); dan bilamana ia menjawab seruan (Allah), ia bersandar (kepada-Nya);
bilamana ia berpaling kembali (kepada kejahatan), ia bertaubat; bilamana ia
mengikuti ia meneladani, dan bilamana ditunjuki (jalan yang benar), ia melihatnya.

Orang semacam itu sibuk mencari kebenaran dan menghindari (kejahatan dunia) dengan
menjauhinya. la mengumpul bekal (amal baik) bagi dirinya, menyucikan batinnya,
membangun untuk dunia akhirat, dan membawa perbekalan untuk hari perpisahannya,
mengingat perjalanannya, keperluannya dan letak kebutuhannya. la mengirimkannya
mendahuluinya untuk tempat kediamannya (di akhirat).

Wahai hamba-hamba Allah! Bertakwalah kepada Allah dengan mengingat sebab mengapa
la menciptakan Anda, dan takutlah kepada-Nya sejauh yang disuruh-Nya kepada Anda.
Jadikanlah diri Anda pantas me-nerima apa yang telah dijanjikan-Nya kepada Anda,
dengan meyakini kebenaran janji-Nya dan memelihara rasa takut akan Hari
Pengadilan.
Sebagian dari Khotbah yang Sama Mengingatkan Manusia tentang Nikmat Allah

la membuat telinga bagi Anda untuk memelihara apa yang penting, mata untuk melihat
sebagai ganti kebutaan, dan anggota badan yang terdiri dari berbagai bagian (yang
lebih kecil), yang lengkungannya sebanding dengan pembentukan bangunnya dan
panjang usianya, dan juga tubuh yang menopang dirinya, dan hati yang sibuk mencari
makanannya, di samping nikmat-nikmat besar lain, anugerah-anugerah bagi yang
membutuhkan dan kubu-kubu keamanan. la telah menetapkan bagi Anda usia yang tidak
Anda ketahui. la telah menahan bagi Anda peninggalan dari manusia-manusia yang
telah berlalu untuk pendidikan Anda. Orang-orang itu bersenang-senang sepenuhnya
dan sama sekali tidak dihalangi. Maut men-jangkaunya sebelum (pemuasan) hawa
nafsunya, yang darinya maut memisahkannya. Mereka tidak mempersiapkan diri selagi
tubuh mereka sehat, dan tidak mengambil pelajaran selagi masa muda.

Apakah orang-orang yang masih muda ini menunggu hingga saat bungkuk di hari tua,
dan orang-orang yang menikmati tubuh yang sehat menunggu saat sakit-sakitan, dan
orang-orang yang hidup ini menunggu saat kematian? Ketika saat perpisahan mendekat
dan saat perjalanan tiba, dengan perihnya kesedihan dan kebingungan, penderitaan
dari kesusahan dan tercekiknya oleh liur, dan waktu tiba untuk memanggil kerabat
dan sahabat untuk menolong mengubah letak tubuhnya di tempat tidur. Maka dapatkah
saat itu karib kerabat menghentikan kematian, atau dapatkah para wanita yang
berkabung membawa perbaikan? la malah akan ditinggalkan sendiri di liang yang
terbatas pada sudut sempit kuburnya.
Kulitnya dirobek-robek seluruhnya oleh serangga, dan tubuhnya yang bugar hancur
dan membusuk. Badai menyingkirkan jejak-jejaknya dan bencana bahkan menghapus
tanda-tandanya. Badan-badan yang bugar berubah menjadi kurus dan layu, dan tulang-
tulang telah menjadi lapuk. Ruh dibebani dengan beratnya dosa dan baru menjadi
sadar akan hal-hal yang gaib. Tetapi sekarang, amal baik tak dapat ditambah lagi,
tidak dapat pula kejahatan ditebus dengan bertaubat. Bukankah Anda putra, ayah,
saudara dan kerabat dari orang-orang yang telah mati itu, dan tidakkah Anda akan
menyusul langkah mereka dan melewati jejak mereka? Tetapi hati masih tidak
tergugat, tak peduli akan petunjuk, dan bergerak pada jalur yang salah, seakan-
akan yang dialamati adalah orang lain, dan seakan-akan jalan yang benar ialah
mengumpulkan perolehan duniawi.
Persiapan untuk Hari Pengadilan

Dan ketahuilah bahwa Anda harus melewati titian di mana langkah-langkah goyah,
kaki mudah terpeleset, dan ada bahaya mengancam pada setiap langkah. Bertakwaiah
kepada Allah sebagai takwa orang bijaksana yang pikiran tentang (dunia akhirat)
telah mengalihkannya dari hal-hal lain, takwa (kepada Allah) telah menimpa
tubuhnya dengan nyeri dan kesusahan, keterlibatannya dalam salat malam telah
mengubah bahkan tidurnya yang singkat menjadi jaga, harapan (akan ganjaran abadi)
membuatnya terus haus di siang hari, zuhud telah memotong hawa nafsunya, dan
mengingat Allah selalu menggerakkan lidahnya. la menanggung takut di hadapan
bahaya. la mengelakkan jalan-jalan yang tak rata dan menyukai jalan-jalan yang
terang. la menempuh jalan terdekat untuk mencapai tujuannya, hawa nafsu tidak
menggeser pemikirannya dan keanekaragaman tidak membutakan matanya. la menikmati
tidur nyenyak dan menjalani harinya dengan bahagia karena kebahagiaan dari berita
gembira dan kesenangan nikmat (yang abadi).

la melewati lorong hidup dunia ini secara terpuji. la sampai ke dunia akhirat
dengan kebajikan. la bergegas (ke arah kebajikan) karena takut (akan kejahatan).
la bergerak cepat di siang hari (kehidupan di dunia ini). la mengabdikan dirinya
dalam mencari (kebaikan abadi), ia lari dari kejahatan. Sepanjang hari ini ia
ingat akan hari esok, dan ia terus melihat ke masa depan. Sesungguhnya surga
adalah ganjaran dan hasil usaha yang terbaik, sedang neraka adalah hukuman dan
penderitaan yang pantas. Allah adalah Pembalas dan Penolong yang terbaik, dan Al-
Qur'an adalah hujah dan penentang yang terbaik.
Peringatan Terhadap Iblis

Saya wasiati Anda sekalian agar takut kepada Allah yang tidak meninggalkan dalih
terhadap apa yang telah diperingatkan-Nya, telah mengerahkan hujah (untuk
petunjuk) tentang jalan (yang benar) yang telah ditunjukkan-Nya. la telah
memperingatkan Anda tentang musuh yang menyelinap ke dalam hati Anda dan secara
mencuri-curi berkata ke telinga Anda, dan dengan demikian menyesatkan dan
menimbulkan kerusakan, membuat janji-janji (palsu) dan menahan Anda dalam kesan-
kesan yang batil. la menyuguhkan dosa-dosa jahat dalam bentuk menarik, dan me-
nunjukkan bahkan kejahatan parah sebagai cahaya. Ketika ia telah menipu para
sejawatnya dan menghambur-hamburkan janji, ia mulai mencari kesalahan pada apa
yang ia perkenalkan sebagai baik, dan raemandang berat apa yang telah
ditunjukkannya sebagai enteng, dan mengancam terhadap yang telah ditunjukkannya
sebagai aman.
Bagian dari Khotbah yang Sama Mengenai Penciptaan Manusia

Dan lihatlah manusia yang telah diciptakan Allah dalam rahim yang gelap dan
lapisan-lapisan tirai dari mani yang melimpah, kemudian gumpalan yang tak
berbentuk, kemudian janin, kemudian bayi yang menetek, kemudian menjadi anak,
kemudian menjadi orang muda yang telah berkembang penuh. Kemudian la memberinya
hati dengan ingatan, lidah untuk berkata-kata dan mata untuk melihat, agar ia
dapat mengambil pelajaran (dari apa yang di sekitarnya) dan memahaminya dan
mengikuti nasihat dan menjauhi kejahatan.
Ketika ia telah dapat tegak berdiri sebagaimana layaknya dan menyamai yang lain,
ia membanggakan diri dan kebingungan. la menarik berember-ember hawa nafsunya,
tenggelam dalam memenuhi keinginan untuk kesenangannya dari dunia dan tujuan-
tujuannya (yang kotor). Tidak ia takut akan kejahatan apa pun, tidak pula ia ngeri
akan suatu peringatan, ia mati jenuh dengan kejahatan-kejahatannya. la melewatkan
kehidupannya yang singkat dengan memburu sampah. la tidak mendapatkan ganjaran,
tidak pula memenuhi suatu kewajiban. Penyakit yang mematikan men-jangkaunya
sementara ia masih sedang mengumbar hawa nafsu dan ia pun bingung karenanya. la
melewatkan malam dengan terjaga dalam kesusahan dan kesedihan dan nyerinya sakit
dan keluhan dalam kehadiran saudara-saudara kandung, ayah yang mencintai, ibu yang
meratap, sudara perempuan yang menangis, sementara ia sendiri dalam keresahan yang
menggalau, derita yang dahsyat, tangisan menakutkan, sakit yang mencekik, nyeri
oleh penderitaan dan taring maut yang melemaskan.

Setelah itu ia dibungkus dengan kain kafan sementara ia tinggal diam dan menyerah
sepenuhnya kepada orang lain. Kemudian ia ditempatkan di atas papan dalam keadaan
sedemikian rupa setelah ia diinjak-injak oleh kesulitan dan dikuruskan oleh
penyakit. Kumpulan orang muda dan saudara-saudara yang datang menolong
mengusungnya ke rumah kesepi-annya di mana seluruh hubungan dengan pengunjung
terputus. Setelah itu orang-orang yang mengiringinya pergi dan orang-orang yang
menangisinya pun kembali lalu ia didudukkan dalam kuburnya untuk (menjawab)
pertanyaan yang mengerikan dan ujian yang mudah menggelincirkan. Bencana besar
dari tempat itu ialah air panas dan masuknya ke dalam neraka, nyala api abadi dan
kobaran yang pekat. Tak ada waktu istirahat, tak ada senggang untuk santai, tak
ada kekuatan untuk mencegah, tak ada kematian untuk hiburan dan kelegaan, dan tak
ada tidur untuk membuatnya melupakan kepedihan, melainkan terbaring di bawah
berbagai jenis kematian dan hukuman saat-demi-saat. Kami berlindung kepada Allah.
Pelajaran dari Orang Mati

Wahai hamba-hamba Allah! Di mana orang-orang yang diberi usia (lanjut) dan
menikmati kemewahan? Mereka diajari dan mereka mengerti; mereka diberi waktu dan
mereka melewatkannya dengan sia-sia, mereka diberi kesehatan dan mereka lupa (akan
kewajibannya). Kepada mereka diberi waktu panjang funtuk hidup), diberi rezeki
yang banyak, diberi peringatan akan hukuman yang menyedihkan dan diberi janji
ganjaran yang besar. Anda harus menjauhi dosa yang mengantarkan kepada kerusakan,
dan kejelekan yang menarik kemurkaan (Allah).

Wahai manusia yang mempunyai mata dan telinga dan kesehatan dan kekayaan! Adakah
suatu tempat perlindungan, suatu perhentian keamanan, atau persembunyian, atau
kesempatan untuk melarikan diri atau jalan kembali (ke dunia ini)? Bila tidak maka
"rnengapa kainu rnasih berpaling" (QS. 6:95; 10:34; 35:3; 40:62) dan ke mana Anda
akan meraba-raba dan ke mana Anda akan bergerak? Dengan apa Anda telah ditipu?
Sesungguhnya bagian setiap orang dari Anda sekalian dari bumi ini hanyalah
sepotong tanah yang sama dengan sosok dan ukuran tubuh Anda di mana ia akan
terbaring pada pipinya dengan ditutupi debu. Sekarang adalah kesempatan untuk
berbuat.

Wahai hamba-hamba Allah! Sejak leher masih bebas dari jerat, dan jiwa pun tak
terbelenggu, sekarang Anda mempunyai waktu untuk mencari petunjuk; Anda dalam
keadaan bertubuh senang, Anda dapat berkumpul dalam pertemuan, sisa hidup berada
di hadapan Anda, Anda mempunyai kesempatan besar untuk berbuat menurut kemauan,
Anda mempunyai kesempatan untuk bertaubat, dan (Anda berada dalamj suasana damai.
(Tetapi Anda harus bertindak) sebelum Anda terburu oleh keadaan sempit dan sedih,
atau ketakutan dan kelemahan, sebelum mendekatnya maut yang ditunggu dan sebelum
diambil oleh Yang Mahakuat dan Mahakuasa.

Sayid Radhi berkata: Diriwayatkan bahwa ketika Amirul Mukminin menyampaikan


khotbah ini, orang-orang mulai gemetar, air mata mereka mengalir dan hati mereka
ketakutan. Sebagian orang menamakan khotbah ini Khuthbah a/-Ghurra'(K.botbah yang
Cemerlang). �

[1] Allah telah melengkapi setiap makhluk dengan pakaian alami yang merupakan
sarana untuk melindunginya dari panas dan dingin. Maka sebagian hewan ditutupi
dengan bulu dan sebagian memakai wol. Tetapi tingkat akal manusia yang tinggi dan
sifat malu dan kehormatannya menuntut keistimewaan dibanding dengan makhluk lain.
Sebagai akibatnya, untuk memeiihara kemuliaan ini ia telah diajari cara menutupi
tubuhnya. Karena dorongan alami inilah maka ketika menyadari keadaannya Adam mulai
menutupi tubuhnya dengan daun-daunan.

"... Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-
auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga .... " (QS.
7:22)

[2] Maksudnya, Allah akan membangkitkan kembali semua manusia yang telah mati,
sekalipun mereka telah dimakan binatang buas dan larut dalam tubuh hewan itu.
Tujuannya ialah untuk menyangkal pandangan para filosof yang berpendapat bahwa
kebangkitan dari ketidakberadaan adalah mustahil dan karena itu mereka tak percaya
akan kebangkitan fisik. Argumen mereka, singkatnya, ialah bahwa suatu benda yang
kehilangan keberadaannya disebabkan oleh kematian tidak akan kembali hidup lagi.
Konsekuensinya, setelah kehancuran dunia ini maka kembalinya makhluk-makhluk untuk
hidup lagi adalah mustahil. Tetapi kepercayaan itu tak benar, karena bertebarannya
bagian-bagian (tubuh) itu tidak berarti ketidak-beradaannya, sehingga memadukan
lagi bagian-bagian itu tidak berarti kebangkitan dari ketidakberadaan. Sebaliknya,
bagian-bagian konstituen yang terpisah dan berserakan terus berada dalam suatu
bentuk. Tentu saja, dalam hubungan ini keberatan itu mengandung suatu kekuatan.
Bilamana semua orang harus dibangkitkan dalam bentuknya sendiri maka dalam hal
seorang manusia telah dimakan oleh manusia lain akan mustahil untuk membangkitkan
salah satu dari keduanya dengan seluruh bagian konstituennya, karena hal ini akan
melibatkan kekurangan bagian-bagian pada orang yang telah memakan orang itu.

Terhadap ini para ahli metafisik menjawab bahwa pada semua orang terdapat
konstituen-konstituen yang hakiki dan yang lain-lain tidak hakiki. Konstituen-
konstituen hakiki tetap konstan sejak awal hingga akhir kehidupan dan tidak
mengalami perubahan, dan kebangkitan sehubungan dengan konstituen-konstituen
hakiki itu tidak akan menimbulkan kekurangan pada orang yang telah memakan orang
itu.