Anda di halaman 1dari 1

KHOTBAH 99

Tentang Nabi dan Keturunan Beliau

Segala puji bagi Allah yang menyebarkan nikmat-Nya kepada seluruh ciptaan, dan
mengulurkan tangan kemurahan-Nya di antara mereka. Kami memuji Allah dalam semua
urusan-Nya, dan mencari pertolongan-Nya untuk memenuhi semua hak-Nya. Kami
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia, dan bahwa Muhammad SAWW adalah hamba dan
rasul-Nya. la mengutus beliau untuk menjelaskan perintah-perintah-Nya dan
berbicara tentang ingatan kepada-Nya. Sesuai dengan itu, beliau memenuhinya dengan
amanatnya, dan beliau berpulang sementara pada jalan yang benar.

Beliau meninggalkan di antara kita panji kebenaran. Barangsiapa pergi lebih jauh
(mendahului)nya ia pergi tanpa iman; barangsiapa tertinggal di belakang, hancur.
Barangsiapa bersiteguh padanya akan bergabung (dengan yang benar). Pandunya adalah
singkat kata, lambat langkah, dan cepat bila bangkit. Ketika Anda telah
membungkukkan leher Anda di hadapannya dan menunjuk kepadanya dengan jari Anda,
maut akan terjadi dan akan membawanya pergi. Mereka akan hidup sesudahnya selama
Allah menghendaki hingga memunculkan bagi Anda orang yang akan mengumpulkan dan
menyatukan Anda setelah perpecahan Anda. Jangan menaruh harapan pada yang tidak
datang ke depan,[1] dan janganlah putus harapan pada yang bertirai, karena mungkin
satu dari kedua kaki si bertirai tergelincir sementara yang lainnya mungkin tetap
bersiteguh, sehingga keduanya kembali ke posisi dan bersiteguh.

Awaslah! Contoh luarnya Muhammad SAWW adalah ibarat bintang-bintang di langit.


Ketika satu bintang terbenam, yang lainnya limbul. Maka kedudukan Anda adalah di
mana rahmat Allah pada Anda telah disempurnakan dan la telah menunjukkan kepada
Anda apa yang dahulu Anda inginkan. �

[1] Maknanya ialah bahwa apabila untuk semenlara waktu harapan-harapan Anda tidak
terpenuhi, seharusnya Anda lidak kecewa. Keadaan mungkin membaik, rintangan-
rintangan yang menghalangi perbaikan mungkin tersingkir dan kcadaan mungkin
terselesaikan sebagaimana yang Anda inginkan.