Anda di halaman 1dari 6

racH:

Manusia dalam Koper

MANUSIA DALAM KOPER


by:racH

trunki menggeliat. dibukanya tutup koper supaya dapat udara segar. dia adalah trunki,si
manusia koper. trunki tinggal di dalam koper besar,usang dan berdebu. koper itu disimpan di
loteng lantai tiga rumah Pak Abu. tidak ada yang tahu keberadaannya bahkan keluarga Pak
Abu sekalipun. koper itu nyaman bersembunyi di balik tumpukan kardus-kardus tua digelayuti
sarang laba-laba.

trunki tidur nyenyak di dalam koper sepanjang tahun. dia hanya keluar jika akhir tahun. ketika
keluarga itu pergi mudik atau ketika libur tiba dan rumah jadi sepi. jika keluar ia akan mencari
makan. tempat yang paling disukainya adalah kulkas. selain dingin,kulkas juga simpan
banyak makanan yang bisa dipilih trunki sesuai selera. setelah makan ia akan berjalan-jalan.
menjelajah rumah dari lantai satu sampai lantai tiga. trunki bahagia. jika bahagia dia akan
tertawa lalu menari. menari sesuka hati. melompat dengan ceria diiringi alunan kaki.
kemudian ia akan menonton tivi sambil meluruskan kaki—kaki yang selalu menekuk jika
meringkuk di dalam koper akan terasa leluasa jika diluruskan. sejenak dia menikmati hari
singkatnya di luar koper.

kali ini keluarga Abu pergi lama sekali. trunki jadi bosan setengah mati menonton tivi setiap
hari. meski terkadang ia juga bermain dan menari tetap saja dia bosan. dipandangnya jendela
di dekat tivi. alangkah indahnya pemandangan di luar sana. ada langit biru,pepohonan hijau
juga orang-orang yang lewat,berjalan kesana kemari.

trunki ingin sekali keluar tapi ia teringat pesan ayah,ibu dan neneknya. mereka bilang kalau
trunki hanya boleh keluar berjalan-jalan di dalam rumah Pak Abu ketika keluarga itu pergi.

“jangan sekali-kali keluar dari rumah,Trunki... berbahaya!”,pesan neneknya tegas.

1
racH:
Manusia dalam Koper
Trunki sebenarnya ingin bertanya alasannya tapi ia hanya mengangguk saja ketika melihat
wajah neneknya yang semakin menyeramkan memandangnya. ayah dan ibunya juga selalu
berpesan hal yang sama—dengan wajah yang sama galaknya tentunya. akhirnya trunki
mengurungkan niatnya. diputuskannya untuk kembali ke dalam koper saja.

koper itu lebih besar dari kelihatannya. ada dua lapis. lapis pertama mirip pada koper-koper
pada umumnya berlatar kain berwarna hitam seperti tempat menyimpan pakaian. lapis di
bawahnya dipisahkan oleh ritsleting yang dijahit memanjang. jika dibuka,di dalamnya ada
ruangan yang sangat luas—seluas loteng yang ditempatinya kira-kira. dindingnya berwarna
oranye dengan hiasan banyak foto di setiap sisinya. itu ruang bermain trunki. di dalamnya
banyak sekali mobil-mobilan serta robot-robotan yang disimpan dalam rak besar. jika
bosan,trunki bisa bermain game dengan layar seluas sisi dinding (pencet saja tombol di salah
satu dinding maka secara otomatis akan langsung berubah menjadi layar).

meski begitu,trunki lebih suka habiskan waktunya dengan tidur seperti warga-warga Koperi
lainnya—sebutan untuk manusia yang tinggal di dalam koper seperti dirinya. Ia tidur di
lapisan paling atas yang seluas koper sambil menunggu ayah,ibu dan neneknya kembali.
ayah,ibu dan neneknya tinggal di koper sebelah. nenek tinggal sendiri sedangkan ayah dan
ibunya tinggal bersama dalam satu koper. koper mereka juga punya banyak ruangan seperti
koper trunki. tapi sekarang koper itu kosong tak berpenghuni.

semua bermula dari nenek yang keluar mencari makanan. karena kulkas Pak Abu
kosong,maka ia pamit untuk pergi ke pasar. ayah dan ibu semula melarang,takut kalau terjadi
bahaya pada nenek. nenek berkeras untuk pergi. ibu ingin menemani tapi nenek menolaknya.
akhirnya siang itu nenek pergi sendiri. dua hari berlalu,nenek belum juga kembali. ayah dan
ibu bingung sekali. tiga hari berlalu,ayah dan ibu memutuskan untuk mencari nenek bersama.
trunki ditinggal sendiri. kata ibu,tidak lama. ayahnya juga berkata hal yang sama. “apapun
yang terjadi jangan pernah keluar rumah,trunki. kalau kau ingin berjalan-jalan tunggulah
sampai rumah sepi”,pesan ayahnya. mereka akan segera temukan nenek lalu kembali.
namun hingga hari ini mereka belum juga tiba di rumah.

2
racH:
Manusia dalam Koper
trunki menggeliat malas. jam di dinding loteng berdentang tujuh kali. itu berarti hari sudah
kembali pagi tapi rumah masih sepi. Pak Abu dan keluarganya belum juga pulang. begitu juga
dengan Ayah,Ibu dan Neneknya. Trunki hanya bermain seorang diri,kesepian sekali. Ia
kembali menari tapi hanya sebentar karena ia tahu perasaannya sedang tak menyenangkan
hari ini.

Trunki turun untuk menonton tivi. Ia kemudian ingat kalau hari ini hari ulangtahunnya. hari
yang sama dengan ulang tahun ayah dan ibunya. harusnya ibu ada di sini memasak banyak
makanan buatnya. juga ayah yang memberikan kado-kado untuknya. sedangkan nenek
selalu membuatkan manisan enak yang banyak. trunki menangis. dia lapar sekali dan rindu
keluarganya. kulkas Pak Abu isinya sudah hampir kosong. tak ada yang bisa banyak dimakan
kecuali es batu dan beberapa helai daun sawi. dipandangnya jendela. dia harus pergi! dia
harus keluar,pikirnya. trunki sudah habis kesabaran. dia putuskan untuk keluar rumah meski
ayah,ibu dan nenek sudah berkali-kali mengingatkan dan melarangnya.

pintu rumah Pak Abu yang berada di lantai satu berderak terbuka. seorang anak kecil
menutupkan salah satu lengannya menghalangi matanya. trunki silau menghalau sinar
matahari pagi yang menerpa wajahnya. dibuka matanya perlahan,tak percaya dengan
pemandangan dihadapannya. langit biru,pepohonan hijau dan kicau burung yang merdu...
trunki melangkah meninggalkan rumah.

**
tidak banyak yang tahu kalau keluarga Pak Abu pindah ke rumah yang baru. rumah lama
yang berlantai tiga itu dijual pada seorang pengusaha kaya raya, Pak Tona namanya. hari ini
mereka akan mulai menghuni rumah tua itu.

Pak Tona adalah seorang pengusaha sirkus. dia punya lima kelompok sirkus besar yang
berkembang di kota. kelompok sirkusnya sering sekali melakukan perjalanan dan
pertunjukan di berbagai penjuru negeri. pertunjukan yang paling digemari saat ini adalah
Manusia Koper. pertunjukan manusia yang sanggup melipat dirinya masuk ke dalam koper.
pertunjukan itu laris sekali hingga banyak penonton rela antri dalam barisan panjang yang
3
racH:
Manusia dalam Koper
tak pernah berkurang.

pemilik sirkus itu sedang mencari Manusia Koper lagi supaya pertunjukannya makin laris.
yang didengar dari anak buahnya,ada jenis Koperi yaitu manusia setengah peri yang tinggal
di dalam koper-koper tua tersembunyi. jumlahnya sekarang sudah tak banyak lagi. hanya
tinggal beberapa puluh saja di negeri ini sisanya sudah lama mati karena terdesak manusia
yang makin banyak jumlahnya.

Pak Tona mengangguk-angguk mengerti. asap cerutunya membumbung tinggi memenuhi


langit-langit. “kalau begitu cari Koperi-Koperi itu sekarang juga! bawakan yang banyak
untukku. buat dia mau bekerja untuk sirkus!”,katanya dengan nada tinggi.

Dodo,anak buahnya menelan ludah ngeri mendengar perintah atasannya. “siap


Pak!”,jawabnya tiba-tiba. dimana dia bisa temukan Koperi-koperi itu? sedangkan keberadaan
Koperi saja masih misteri.

Dodo menyusuri rumah baru Pak Tona. ia sampai di loteng lantai tiga. Ia tak percaya dengan
yang dilihatnya. tiga buah koper besar dan usang berjajar diselimuti debu. koper
Koperi!,pikirnya. dibukanya koper itu dan ternyata benar. sayang sekali tiga koper besar itu
kosong. pasti Koperi-koperi itu sedang pergi. Dodo menyusun rencana. dia akan sembunyi di
salah satu sudut loteng itu menunggu para Koperi itu datang lalu menangkapnya tiba-tiba.

**
ayah dan ibu sudah temukan nenek. nenek tersesat di hutan sepulang dari pasar. mereka lalu
segera pulang khawatir trunki yang ditinggal sendirian.

ditengah perjalanan mereka bertemu dengan beberapa Koperi lain yang mengabarkan rumah
Pak Abu sudah dijual. yang membeli adalah seorang pengusaha sirkus yang sedang mencari
Koperi-koperi baru untuk pertunjukannya. Koperi itu menyuruh ayah,ibu dan nenek untuk
segera mengungsi jika tak ingin cepat mati.

4
racH:
Manusia dalam Koper
ayah,ibu dan nenek bergegas pulang. mereka sangat mengawatirkan trunki. bagaimana
kalau trunki tertangkap? mungkin dia akan disekap supaya mau ikut pertunjukan. jika tidak
mau pastilah akan disiksa. ibu dan nenek berkali-kal menangis di jalan tanpa sadar.

sampai di rumah lama Pak Abu mereka bertiga menyusup ke lantai tiga. berhasil karena
rumah itu sepi. sesampainya di loteng,Ibu langsung membuka koper trunki dan betapa
kagetnya ketika tak mendapati trunki ada di dalam. ibu,nenek dan ayah saling berpelukan
menangis bersama.
“anak nakal! sudah diingatkan supaya jangan keluar sembarangan...”,kata nenek lemah.
“salahku,seharusnya ada di sini bersamanya...”,sesal ibu.
“aku yang seharusnya tidak tersesat!”,nenek tak mau kalah.

mendengar ada suara tangisan,Dodo terbangun dari tidurnya di balik tumpukan buku bekas.
dilihatnya ketiga Koperi yang sedang menangis. cepat-cepat diraihnya tali lalu membuat
simpul besar yang cukup untuk mengikat mereka bertiga. ia menyergapnya dari belakang.
sayang sekali hanya dua yang berhasil ditangkap. sadangkan yang satu... kemana perginya
koperi yang satu itu?

tanpa disadari,ayah sudah berdiri di belakang Dodo. Lalu menyergap Dodo hingga dia tak
bisa bergerak lagi.
“katakan dimana Trunki!” teriak ayah.
“ti...tii dakk taaau! sudah mati mungkin...tak ada koperi yang selamat dari rumah ini...
sekarang lepaskan aku!”,kata Dodo.

demi keselamatan bersama,ayah,ibu dan nenek memutuskan untuk pergi dari rumah lama
Pak Abu. sedangkan Dodo supaya tak bisa melacak keberadaan mereka,dimasukkan ke
dalam koper trunki lalu menguncinya dari luar.

ayah,ibu dan nenek selamat. mereka pindah ke tempat baru. tempat yang yang lebih aman
dari rumah lama Pak Abu.

5
racH:
Manusia dalam Koper
ohh lalu trunki?? bagaimana dengan trunki?

setelah keluar dari rumah,trunki tersesat di jalan dan tak bisa pulang. sebagai koperi yang
menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur,trunki mencari koper baru dan mendapati
sebuah koper besar persegi. ia lalu masuk dan meringuk di dalamnya. tanpa ia tahu,koper itu
dibawa menuju kapal dan berlayar entah kemana. trunki menyesal. seandainya saja dia
mematuhi kata ayah,ibu dan neneknya waktu itu... seandainya dia berani bertanya alasan dia
tidak boleh keluar rumah pasti akan dipatuhinya aturan itu dengan senang hati... dan
seandainya saja dia tidak keluar dari rumah pagi itu...

koper itu terombang-ambing di atas laut dibawa ombak menuju takdir baru yang tak
seorangpun tahu. esok pagi pasti para penumpang kapal dikejutkan oleh isi dalam koper
ini,pikir trunki. mereka akan berteriak “TOLONG!ADA MANUSIA DI DALAM KOPER!!” atau
jika trunki tidur terlalu nyenyak mereka pasti mengira ia sudah mati,akan berteriak:
“TOLONG!ADA MAYAT DALAM KOPER!!”