Anda di halaman 1dari 5

Dari ikut beberapa mailing list klub mobil, beberapa kali saya mendengar informasi

bahwa AC mobil yang masih menggunakan gas freon R12 dirubah begitu saja dengan gas
freon R134a. Malah dengan klaim AC mobil dirasa lebih dingin lho!..
Apa benar begitu?
Benar-benar membuat saya penasaran.

Pada tahun 1985-1988 dipublikasikan tentang ditemukannya fenomena perusakan lapisan


ozon yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan freon (refrigerant) R12 pada sistem
AC Mobil. Dari sini berkembang untuk mengatur penggunaan dan jadwal produksinya
sehingga semaksimal mungkin tidak lagi menggunakan freon R12 pada mobil-mobil
yang diproduksi sejak 1989.

Hingga tahun 1995 sudah dicapai hingga penggunaan freon R12 sudah kurang dari 50%
pada industri otomotif saat itu, bahkan papda tahun 1997 dilaporkan tidak lebih dari 15%
produksi otomotif yang masih menggunakan freon R12 tersebut pada sistem AC nya.
Targetnya adalah tahun 2000 lalu semua produksi otomotif tidak lagi diperbolehkan
menggunakan Freon R12 pada produksi barunya.

Untuk konsekuensi di atas, dibuatlah freon pengganti R12 tadi, yaitu R134a dengan
tetap memiliki sifat yang sama dengan R12 yaitu antara lain:

- Merupakan senyawa kimia utama yang stabil untuk membawa panas dan tidak mudah
terbakar.

- Memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna dan tidak bersifat korosif juga tidak
beracun.
Pada freon R134a dibuat agar seminimal mungkin tidak menipiskan lapisan ozon.

Karakter Molekul R12 (CCI2F2), diameter = 4,4Å


Karakter Molekul R134a (HC2HCF3), diameter = 4,2Å

Terlihat karakter molekul R134a lebih kecil dibanding R12!

Apa pengaruhnya jika R134a dipakai untuk menggantikan R12? Apakah merusak?

Karakteristik sistem AC R134a antara lain adalah:

- Perlu pelumas kompresor yang khusus.

- Sifat derajat kelarutan air cukup tinggi

- Memerlukan Material Hose (pipa/selang) dan Seal yang dapan menahan tembus air
yang tinggi dan tahan untuk tidak mengembang karenanya.

Terlihat bahwa sistem AC R12 tidak dapat begitu saja diganti dengan freon R134a.

Apa akibatnya sih??

Karena perbedaan karakteristik yang cukup signifikan, maka jika sistem AC R12 ingin
dirubah ke R134a dibutuhkan banyak perubahan-perubahan.
Jika teman-teman yang kebetulan menggunakan R134a pada sistem R12, maka akan
menemukan beberapa masalah seperti kompresor macet dan kebocoran freon!!

Jadi, kalau mau merubah dari sistem R12 ke sistem R134a gimana dong, apa saja
yang perlu diperhatikan?
Simak diagram sistem AC pada mobil tersebut..

1. Oli Kompresor
Oli kompresor R12 tidak dapat larut dengan freon R134a sehingga tidak dapat
bersirkulasi dengan baik. Ini membuat umur kompresor menjadi pendek (macet).
Oli kompresor R12 adalah ND-OIL6 (mineral oil) atau ND-OIL7
Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-OIL9
Untuk lebih yakin… pada kompresor tertulis kok oli yang dianjurkan.

2. Seal / Penyekat/ O-Ring


Ini cukup penting!!
Pada sistem AC R12, digunakan NBR(Nitrile Butadiene Rubber) sebagai bahan dasar
penyekat/seal termasuk O-Ring, Lip-Seal pada kompresor dan selang-selangnya.
Sialnya, NBR ini larut dengan freon R134a karena akan mengembang dan membusa!
Sistem R134a menggunakan RBR (Rubber in Behalf of R134a), jadi bisa dibilang karet
sealer khusus R134a.
Secara fisik O-Ring untuk R134a lebih tebal (gemuk) ketimbang R12.

3. Hose / Selang Tekanan Tinggi dan Rendah.


Sampai saat ini selang tekanan tinggi dan rendah menggunakan NBR. Artinya jika tetap
digunakan untuk sistem R134a akan menyebabkan freon bocor!
Jadi.. selang harus disesuaikan dengan sistem R134a. Duuuh repotnya ya..
4. Dryer-Receiver
Sampai sekarang isi dryer-receiver menggunakan Silica-Gel untuk menghilangkan uap
air, sehingga untuk R134a dibutuhkan lebih banyak Silica-Gel. Untuk memisahkan air
pada R134a digunakan Zeolite untuk menggantikan Silica-Gel.

5. Sistem Sambungan Pipa/Selang


Sistem penyekatan pada sambungan selang/pipa pun berbeda antara sistem R12 dengan
R134a.
Hingga perubahan pada katup/socket pengisian freon pun berubah.

6. Magnetic Clutch
Tekanan pada suhu tinggi R134a lebih tinggi dari R12, sehingga kompresor butuh tenaga
lebih besar untuk mengkompresi freon. Jelas akhirnya butuh model Magnetic Clutch
yang berdaya kerja lebih baik dan kuat, selain itu rotor dan bearing pun dibuat spek yang
lebih baik dari sistem sebelumnya.
Kalau magnetic clutch tidak disesuaikan… jelas sistem tidak akan bekerja dengan baik.

7. Condenser
Pada sistem R134a, tekanan pada sisi tekanan tinggi lebih besar ketimbang R12, sehingga
terlihat perubahan bentuk pada fin yang dibuat lebih rapat dengan tube yang lebih
tipis/ramping agar dapat melepas radiasi panas lebih baik.

8. Pressure Switch
Dari hal-hal di atas sudah terlihat bahwa tekanan dalam sistem R134a lebih besar dari
R12, tentunya Pressure Switch yang dipakai untuk ON/OFF kompresor perlu berubah
juga.

9. Expansion Valve dan Evaporator Pressure Regulator (EPR)


Akibat tekanan yang lebih tinggi maka bukaan klep pada expansion valve dan EPR juga
disesuaikan sehingga kapasitas pendinginannya sama dengan R12.

KESIMPULANNYA ADALAH..

a. Sistem AC dengan freon R12 TIDAK DAPAT DIRUBAH dengan hanya mengisi freon
R134a saja.

b. Banyak Parts yang memang berbeda antara sistem R12 dengan R134a yang TIDAK
DAPAT DIPERTUKARKAN.

c. Untuk mengganti sistem R12 menjadi R134a, PERLU MENGGANTI part-part yang
disebut di atas untuk mencegah kerusakan.

d. Dan yang terakhir dari saya….


Duuuh!!.. Ternyata ga sesederhana itu bo!..
Hindari mengikuti anjuran montir untuk mengisi freon R134a ke dalam sistem R12 dan
sebaliknya tanpa memperhatikan hal-hal di atas tadi.
Jadi kalo dah begini.. ga perlu deh ya ganti sistem, mending ganti mobilnya sekalian kali
ya… repot sih… hehehe.

Semoga bermanfaat dan tidak terjebak ide montir ‘pinter’