Anda di halaman 1dari 5

Desain Sistem Penyampaian Jasa

Proses perancangan system penyampaian jasa merupakan proses kreatif


yang diawali dengan menetapkan tujuan jasa.

Unsur-unsur desain jasa

Merancang sebuah jasa bias diibaratkan membangun sebuah rumah.


Langkah pertamanya adalah membuat spesifikasi dan rancangan bentuk rumah
yang dikehendaki. Hal yang sama berlaku pula pada desain system penyampaian
jasa, dimana dibutuhkan adanya cetak biru jasa (service blue print).

Keputusan desain jasa perlu mempertimbangkan sejumlah faktor utama,


diantaranya ( Mudie & Cottam, 1993 ) sebagai berikut:

1. Kontak Pelanggan

2. Bauran Pemasaran

3. Lokasi Konsumsi Jasa

4. Desain Fasilitas dan Aksesori Jasa

5. Teknologi

6. Karyawan

7. Struktur Organisasi

8. Informasi

9. Manajemen Permintaan dan Penawaran

10. Produser

11. Pengendalian

Tipe Operasi Jasa

Dalam system penyampaian jasa secara garis besar sering dijumpai empat
tipe operasi sebagai berikut:

1. Proyek

Dalam tipe ini, ada sejumlah aktivitas yang saling terkait dan dirumuskan
dengan jelas, serta diselesaikan dalam tahap-tahap tertentu.
2. Bath ( Job Shop )

Dalam operasi job shop, jasa disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan
pelanggan.

3. Lini ( Flow Shop)

Tipe ini berhubungan dengan penyampaian jasa yang telah dibakukan


sehinggan rangkaian operasi yang dilakukan relatif sama ( seperti aliran lini
perakitan atau assembling ).

4. Proses Berkesinambungan ( On-Going Process )

Kepolisian, Barisan Pemadam Kebakaran, dan Unit Gawat Darurat ( UGD )


merupakan contoh jasa yang tergolong dalam tipe proses berkesinambungan
( Beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu ).

Ancangan Desain Sistem Jasa

Ada lima macam ancangan yang dapat diterapkan untuk merancang sebuah
sistem jasa. Kelima macam ancangan yang dimaksud sebagai berikut:

1. Jasa Personal

2. Ancangan Lini Produksi

3. Memisahkan Operasi Kontak Tinggi dan Operasi Tanpa Kontak Langsung dengan
Pelanggan

4. Partisipasi Pelanggan

5. Swalayan ( Self-Service )

Service Blueprinting

Istilah ini untuk service blueprinting adalah service mapping atau service
flowcharting.

Service Encounter

Secara garis besar, service encounter bisa dikelompokan menjadi tiga


macam, yakni remote encounters, phone encounters, dan face-to-face
encounters.

Servicescape
Jasa bersifat intangible, karenanya pelanggan seringkali mengandalkan
tangible cues atau physical evidence dalam mengevaluasi sebuah jasa
sebelum membelinya dan menilai kepuasannya selama dan setelah
konsumsi.

Desain Dan Tata Letak Fasilitas Jasa

Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan desain


fasilitas jasa meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Sifat dan tujuan organisasi jasa

2. Ketersediaan tanah dan kebutuhan akan ruang/tempat

3. Fleksibilitas

4. Faktor estetis

5. Masyarakat dan lingkungan sekitar

6. Biaya kontruksi dan operasi

Tata Letak Fasilitas Jasa

Faktor-faktor menyangkut tata letak fasilitas jasa sebagai berikut:

1. Perencanaan spasial

2. Perencanaan ruangan

3. Perlengkapan/perabotan

4. Tata cahaya

5. Warna

6. Pesan-pesan yang disampaikan secara grafis

Manajemen Permintaan Dan Penawaran Jasa

Dalam setiap momen tertentu, jasa berkapasitas tetap akan menghadapi


salah satu dari empat kondisi berikut:

1. Permintaan berlibihan

2. Permintaan melampaui kapasitas optimum


3. Permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum

4. Kapasitas berlebihan

Strategi Mengelola Permintaan

Beberapa macam ancangan yang bisa diterapkan untuk mengelola


permintaan:

1. Tidak melakukan apapun

2. Mengurangi permintaan

3. Meningkatan permintaan

4. Menyimpan permintaan dengan sistem reservasi dan appointment

5. Menyimpan permintaan dengan antrean formal

Strategi Mengelola Penawaran

Strategi-strategi yang dapat diterapkan perusahaan jasa untuk


menyesuaikan kapasitasnya dengan tingkat permintaan yang berfluktuasi
sebagai berikut:

1. Menggunakan Karyawan penuh waktu

2. Menyewa atau berbagai fasilitas dan peralatan tambahan

3. Menjadwalkan aktivitas downtime selama periode permintaan rendah

Peranan Karyawan Dan Pelanggan Dalam Sistem Penyampaian Jasa

Istilah boundary spanners digunakan untuk mengacu pada para anggota


organisasi yang berinterkasi langsung dengan pelanggan di organization
boundary. Sedangkan organization boundary adalah zona dimana pelanggan
eksternal dan lingkungan bertemu atau berhubungan langsung dengan
operasi internal organisasi.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi pelanggan. Faktor-faktor


tersebut bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Pelanggan
Kecenderungan pelanggan untuk berpartisipasi mencerminkan seberapa aktif
peranan yang dimainkan pelanggan dalam memasok tenaga atau informasi
pada proses produksi jasa.

2. Proses

Untuk mendorong partisipasi pelanggan dalam penyampaian jasa, proses


jasa harus dibuat sesederhana mungkin.

3. Jasa

Karakteristik dan konteks situasional jasa mempengaruhi kebutuhan dan


hasrat pelanggan untuk berpartisipasi dalam penyampaian jasa.