Anda di halaman 1dari 11

KRISTOLOGI

Dasar-dasar Alkitab tentang Kristologi

A. Pengertian istilah kristologi


Kristologi berarti ilmu pengetahuan tentang Kristus.
Kita mengenal Allah karena pernyataan.
1. Pernyataan umum, yaitu Alkitab di tujukan kepada semua orang
2. Pernyataan kusus, yaitu diri Tuhan Yesus, untuk orang-orang percaya.
B. Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati.
Kristus lahir di kandang Betlehem (luk 2), membantu ayahnya sebagai tukang kayu,
mengajar di rumah-rumah ibadat, member makan banyak orang, menyembuhkan,
mengusir kuasa jahat, membuat mujizat, dapat menangis karena terharu, menjalin
relasi dengan Allah Bapa melalui doa, dan di tuduh sebagai pemberontak politis
Pengalaman Yesus yang hidup dan mengalami pergumulan kemanusiaan
menyaksikan orang bahwa Yesus adalah sungguh manusia sejati.
Namun Yesus adalah juga Allah sejati, sebab pemberitaanNya sungguh menyaksikan
orang bahwa sebenarnya Yesus tidak gagal, ajaranNya berpengaruh dalam
pertumbuhan dan perkembangan gereja Kristen pertama.

Pekerjaan Kristus di dalam kerendahan dan kemuliaan.

A. Kristologi dari bawah.


pekerjaan Kristus di dalam kerendahan adalah : menjadi manusia yang terbatas dan Ia
menderita.
B. Kristolodi dari atas.
Pekerjaan Kristus dari ketinggian atau dari atas adalah : Ia bangkit, di beri kuasa di
buni dan di surge. Ia naik ke surga.
PNEUMATOLOGI

Dasar-dasar Alkitab tentang Roh kudus


A. Siapakah Roh kudus?
Roh kudus adalah Allah sendiri yang datang kepada kita dari luar (atas).
Roh kudus menyatakan dirinya dan berkarya bagi kita.
Menurut perjanjian lama Roh kudus yaitu, Roh Allah sendiri melayang-layang di
atas permukaan air. Roh Allah itu di berikan kepada orang-orang tertentu untuk
melaksanakan tugas khusus, misalnya : kepada Bezalel, untuk mengerjakan
kemah pertemuan (kel.31:2). Kepada Simson untuk menggerakan hatinya
melawan orang Filistin (hak.13:25). Kepada Saul untuk menandakan bahwa Ia di
pilih sebagai raja (1 sam.10:10).
Roh kudus dapat meninggalkan orang bersangkutan, manakala mereka berbuat
dosa.
Di dalam perjanjian baru, Roh kudus menetap pada Yesu dan di nyatakan lewat
pelayananNya (yoh.1:32, mat 12:28)
B. Pekerjaan Roh kudus
Pekerjaan Roh kudus di gambarkan sebagai kekuatan Allah dan memungkinkan
para murid berani memberitakan karya penyelamatan Allah ke seluruh dunia, para
murid erani menjadi martir seperti Yesus sendiri.
Roh kudus berperan sebagai kekuatan.
Menurut Soedarmo, pekerjaan Roh kudus meliputi enam aspek kehidupan
manusia, yaitu : panggilan, kelahiran kedua kali, percaya, tobat, pembenaran dan
penyucian.

Roh kudus sebagai pribadi ketiga selain Bapa dan anak.

A. Roh kudus adalah Allah


Roh kudus di sebut memiliki semua sifat Allah sepenuhnya:
Ia adalah mahakuasa, mahatahu, hadir dimana-mana, ia adalah pemberi hidup dan
yang membangkitkan orang-orang mati, dan Ia di lukai oleh dosa manusia.
B. Pendekatan kristologi
Orang yang beriman kepada Kristus berarti ia memiliki Roh Kristus.
Roh kudus itu pada hakekatnya roh anak (Yesus Kristus) yang mempersatukan antara
diri anak dengan Bapa, sehingga Roh kudus harus di artikan sebagai kesatuan antara
Bapa dan anak. Roh kudus itu adalah hakekat Allah yang kekal.
C. Kehadiran Roh dan karyanya dalam umat beriman
Roh kudus hadir dalam gereja, tidak berarti bahwa gereja dapat membatasi ruang
lingkup, hidup dan gerak Roh kudus, melainkan harus merendahkan diri, menundukan
diri dan mengikuti Roh, yang juga berkarya di luar lingkup gereja.
D. Roh kudus hadir dan berkarya dalam kesaksian jemaat/Marturia.
Gereja ikut ambil bagian dalam misi penyelamatan Yesus Kristus di dunia.
Tugas menjadi saksi meliputi baik kesaksian dengan perkataan maupun dengan
tindakan. Kesaksian dengan perkataan adalah pemberitaan gereja mengenai tindakan
penyelamatan Allah atas manusia melalui Yesus Kristus.
Kesaksian dengan tindakan perbuatan adalah tindakan konkrit gereja untuk
menghadirkan belas kasihan Allah kepada orang-orang miskin dan menderita.
E. Roh kudus hadir dan berkarya dalam peribadatan atau Liturgia.
Dalam persekutuan kristiani berdoa demi nama Yesus oleh karena Roh kudus dan
dengan pencurahan Roh kudus pula doa mereka di kabulkan.
Tindakan berdoa persekutuan kristiani merupakan tindakan dimana Roh kudus hadir
dan berkarya serta menggerakkan mereka.
F. Roh kudus hadir dan berkarya melalui persekutuan/Koinonia
Jemaat Kristen pertama hidup sehati sejiwa, segala sesuatu kepunyaan mereka,
mereka memberikan kesaksian persekutuan persaudaran (koinonia)
Roh kudus yang hadir mempersatukan orang-orang satu sama lain.
G. Roh kudus hadir dan berkarya dalam pelayanan/Diakonia
Pelayanan atau Diakonia gereja di gerakan oleh Roh yang satu dan sama dengan Roh
yang memenuhi Yesus Kristus.
TRINITAS

Dasar-dasar Alkitab tentang trinitas.

A. Pendahuluan
Yesus Kristus adalah Allah dan manusia oleh karena pada Yesus ada satu pribadi,
yakni pribadi Allah_Anak (diri Ilahi kedua) dan dua kodrat yaitu ke Alahan dan
kemanusian. Karena itu Yesus Kristus dapat menjadi juruselamat dan penebus dosa.
Alla tritunggal adalah yang maha Esa sebab keAlahan memang satu dan Esa, tetapi
ada tiga pribadiyang tidak sama.
B. Sejarah dogma Trinitas
Pokok persoalan mengenai Allah Trirunggal adalah hubungan antara Kristus dengan
Allah Bapa. Orang-orang Yunani-Romawi berusaha menafsirkannya ke dalam
bentuk-bentuk fikiran dan alat kebudayaan mereka (Helenis), lingkungan Helenis
senang pada bentuk yang logis dan masuk akal.
Sedangkan dalam Alkitab di nyatakan tiga pokok hubungan Allah dan Kristus, yang
tidak mungkin di sejajarkan secara logis, yaitu pertama, Allah adalah Esa (Ul 6:4,
Mrk 12:29) ke dua, Yesus tidak di samakan begitu saja dengan Allah Bapa (Luk
23:46, 1 Kor 15:28) dan ke tiga, Kristus adalah Tuhan (Yoh 1:1, Yoh 20:28, 1Kor
12:3)
C. Trinitas dalam Alkitab
Dalam perjanjian lama dan baru ada kecenderungan mengungkapkan Allah selaku
Allah yang Esa, misalnya Ul 6:4 dan yoh 17:3. Dengan demikian ke Esaan Allah lebih
di tekankan.

Serangan-serangan terhadap trinitas dan akibatnya.


Serangan-serangat terhadap trinitas dapat menimbulkan ke sesatan baik dalam diri
gereja maupun keluar, sehingga gereja harus mencari rumusan yang kembali pada
sumber utama, yaitu Alkitab. Akhirnya melalui Alkitab, kita dapat menemukan arti ke
Esaan dalam Allah trinitas.
EKLESIOLOGI

Dasar-dasar Alkitab tentang gereja

A. Pengantar
Sejarah gereja mulai dengan Perjanjian Lama, ketika Allah memanggil dan
menghimpun umat Israel dan menjadikan mereka Bangsa pilihan Allah.
Langkah yang jelas kearah terbentuknya gereja adalah ke datangan Yesus dan
karyaNya di tengah-tengah umat Israel. Yesus menjanjikan sesudah Ia di
tinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh kudus, maka Ia mengutus
Roh itu ke dalam gereja, sebagai tanda kehadiranNya di tengah-tengah mereka.
B. Pengertian dan makna Gereja.
Kata gereja berasal dari kata Igreja di bawa ke Indonesia oleh para misionaris
portugis, merupakan ejaan portugis untuk kata lain dari ecclesia yang di ketahui
berasal dari bahasa Yunani, Ekklesia. Yang berarti kumpulan atau pertemuan
rapat.
Maka kata gereja berarti umat yang di panggil oleh Allah.
Makna Gereja adalah:
1. Gereja adalah umat Allah
2. Gereja adalah tubuh Kristus
3. Gereja adalah bait Roh kudus.

Gereja yang hidup

A. Sifat-sifat gereja
1. Gereja adalah kudus.
Gereja adalah persekutuan orang kudus untuk menunjukan bahwa gereja
berasal dari jaman para Rasul dan tetap mau berpegang pada iman
apostolik atau rasuli, yang dilihat sebagai penerusan sabda Yesus, melalui
pewartaan para Rasul dan sering di tonjolkan hubungan turun temurun
antara para Rasul dan gereja selanjutnya.
2. Gereja adalah Am
Penafsiran yang konkrit tentang Am adalah setiap jemaat setempat selalu
lengkap, penuh, tidak ada gereja setengah-setengah atau sebagian. Kata
Am juga di pakai untuk menyebut gereja yang benar, yang mengajarkan
secara menyeluruh dan lengkap segala ajaran iman kepada umat manusia
secara menyeluruh pula.
3. Gereja adalah persekutuan orang kudus
Persekutuan orang kudus di tafsirkan sebagai persekutuan di dalam Kristus
oleh Roh kudus. Berarti pula gereja berasal dari para Rasul dan berpegang
teguh pada kesaksian iman mereka.
4. Gereja adalah satu
Pada prinsipnya kesatuan gereja adalah kesatuan Allah yang tunggal dalam
tiga pribadi, Bapa, Anak dan Roh kudus.

B. Hubungan gereja
1. Hubungan gereja ke dalam
Gereja harus bertumbuh ke dalam, dengan semakin bertambah-tambah di
dalam kedewasaan, yaitu kedewasaan iman dan pengetahuan tentang
Kristus.
2. Hubungan gereja keluar
Gereja juga harus bertumbuh keluar, yaitu dalam rangka pewartaan injil.
Cirri gereja yang hidup di antara kenaikan Kristus ke surge dan
kedatanganNya kembali pada akhir jaman, adalah pewartaan injil.
C. Keanggotaan gereja
Gereja adalah persekutuan yang semua anggotanya sungguh-sungguh
sederajat martabatnya dan sederajat pula dalam kegiatan membangun tubuh
Kristus. Oleh karena itu kita di perhadapkan dengan gereja sebagai lembaga,
sebagai organisasi, dengan segala kesibukan.
1. Penetua
Penetua juga di sebut juga penilik jemaat, kewajiban penetua adalah:
memimpin, mengatur rumah Allah, cakap mengajar, berpegang pada
perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, berkotbah
dan mengajar.
Penetua harus dapat memberikan bimbingann di dalam mengatur jemaat
secara jasmani dan rohani serta membela ajaran Kristen baik dalam
maupun ke luar.
2. Diaken atau syamas
Diaken berarti pelayan, kewajiban diaken adalah menunjukan kemurahan
atau melayani. (Roma 12;8, 1 Kor 12:28)

Panggilan Gereja dalam dunia modern

A. Tugas memberitakan
Seluruh hidup gereja merupakan pemberitaan dan kesaksian tentang
Yesus Kristus, firman Allah sejati. Firman Allah di dalam gereja
mendapat wujudnya dalam bermacam-macam bentuk, yaitu :
pemberitaan para Rasul sebagai kekuatan yang membangun gereja,
firman Allah dalam kitab suci sebagai kesaksian normative, dan firman
Allah di dalam pemberitaan actual gereja di sepanjang jaman.
B. Tugas ke ikut sertaan penuh dan aktif seluruh jemaat dalam perayaan
liturgi.
1. Doa di dalam ibadat.
Doa berarti mengarahkan hati kepada Tuhan, berkomunikasi
dengan Tuhan, tidak memerlukan kata muluk dan tidak terikat pada
waktu dan tempat, tidak menuntut sikap badan atau gerak gerik
kusus, yang berdoa adalah hati. Dalam doa pribadi tidak di
dasarkan pada rumus-rumus hafalan, melainkan pernyataan iman
pribadi tersebut di hadapan Tuhan. Tetapi untuk berdoa bersama,
perlu sedikit keseragaman demi kesatuan doa dan pengungkapan
iman
2. Pelayanan sakramen
Dalam gereja reformasi hanya ada dua sakramen yaitu Baptisan
dan Perjamuan kudus. Sakramen bukan tanda atau materai yang di
tetapkan oleh manusia, ataupun gereja melainkan tanda dan meterai
yang di tetapkan oleh Tuhan Allah sendiri
ESKHATOLOGI

Dasar-dasar Alkitab tentang Eskhatologi

Eskhatologi selalu dihubungkan dengan peristiwa akan kedatangan Kristus pada akhir jaman.
Menurt kitab sucu, Eskhatologi mempunyai dua segi yaitu: pertama,keselamatan yang
diberikan Tuhan kepada orang beriman untuk sementara waktu, dan akan mencapai
kesempurnaannya. Kedua, hidup porang percaya harus diarahkan kepada apa yang akan
datang, yaitu kedatangan Kristus di akhir jaman. Kematian dan kebangkitan orang mati.
Cepat atau lambat hidup kita akan berakhir dengan kematian, kini dan setiap saat kehidupan
yang kita jalani berada dalam bahaya maut sepanjang hari. (Maz 44:23). Dan menjadi incaran
maut sejak kecil (Maz 88:16). Hidup manusia mempunyai awal dan mempunyai akhir, segala
sesuatu yang kita lakukan bersifat terbatas dan fana, tetapi tidak tanpa arti. Kematian berarti
menyelesaikan tugas (purna-karya) pengembaraan manusia. Dalam perjanjian lama kata Sye-
ul berarti peluang terbuka, tempat yang ada dibawah dunia ini.(Ul 32:22, Yes 14:9) dan
kesanalah perginya orang mati. Sye-ul diterjemahkan sebagai dunia alam maut.

Kematian dan kebangkitan Kristus kemenangan atas dosa dan maut. Tidak berarti mereka
tidak ada. Neraka berarti penolakan manusia kepada Allah, kitab suci memberi pernyataan,
bahwa pada akhir jaman ada pemisahan antara orang yang mendengarkan dan melaksanakan
FirmanNya di naikkan ke dalam Surga dan orang yang menolak Dia di masuk kan ke dalam
neraka (Mat 25:31-46). Kedatangan kristus yang ke dua kali (Parousia)

Penyataan kitab suci mengenai bagaimana kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali, adalah
sebagai berikut:

1. Yesus Kristus akan datang ke dua kali : banhkan Yesus sendiri seringkali bersabda
akan kedatanganNya ke dua kali. (Mat 16:27, 23:39, 24:27)
2. Cara Yesus akan datang ke dua kal, bahwa Ia akan datang kembali dengan segala
kemuliaan. Tugasnya untuk menyelamatkan dan mendamaikan Allah dan manusia
sudah di selesaikanNya, dan kini Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
Penyempurnaan kerajaanNya akan selesai kalau Ia akan datang sebagai Raja. Yang
telah menang untuk meresmikan kuasaNya, baik di surge maupun di bumi. Anak
manusia akan datang dalam kemuliyaan bapaNya di iringi malaikat-malaikatNya (Mat
16:27), di awan-awan di langit, dengan segala kekuasaan dan kemuliyaanNya. (Mat
24:30).
3. Waktu Yesus akan datang ke dua kalinya, di nubuatkan dalam perjanjian lama. “yoom
yhwh”, yang berisi :
a. Hari murka Tuhan yang mendatangkan hukuman pengasingan.
b. Bangsa Israel akan bertobat dan Tuhan akan mengembalikannya dari
pembuangan.
c. Yerusalem dengan bait Allah akan di bangun kembali.
d. Sang mesias akan datang dari keturunan Daud dan akan memegang pemerintahan
yang kuat.
e. Akhir jaman kemudian akan datang (Yes 65:17, 66:23)
4. Maksud Tuhan Yesus akan datang ke dua kali ialah : untuk mengadili. (Yoh 5:22, Kis
10:42, 17:31, 2Kor 5:10, 2 Tim 4:1, 1 Tes 4:16)

TEOLOGI KONTEKSTUAL
SEJARAH SINGKAT BERTEOLOGI DALAM KRISTUS

Kata kontekstualisasi pertama kali muncul pada tahun 1972, di kalangan TEF
(Theological Education fund) yang di hubungkan dengan shoki coe, direktur TEF,
menurutnya, teologi kontekstual harus berorientasi pada kebudayaan setempat tetapi
juga unsure-unsur lain yang menjadi pergumulan universal umat manusia.
Kontekstualisasi tisak pernah mulai dari nol, sebab mengenai teologi yang
menkontekstual, tidak pernah ada yang murni kebudayaan setempat tanpa pengaruh
dari luar atau sebaliknya berbicara mengenai kebudayaan yang universal, tanpa
pengaruh sifat kritis terhadap kebudayaan tertentu, yang sebenarnya sedang
mendominir dunia. ( E, G, Singgih, H, 16 ).

DIALOG DI DUNIA MODERN


A. Pengantar
Kebanyakan Negara asia adalah Negara-negara yang baru merdeka yang sedang
membangun dan realitas asia adalah keanekaragaman budaya masyarakatnya
sedang membangun, juga berkembang bentuk-bentuk kehidupan baru yang lebih
sekuler/modernism, yang berpusatkan pada manusia dan semakin menolak hal-hal
yang bersifat spiritual dan adikodrati di luar dirinya itu. Maka sekularisme yang
tadinya melanda eropa umumnya dan khusunya Prancis sejak revolusi industry
abad XVIII, kini mulai terlihat dalam kehidupan masyarakat Asia. Pengaruh
sekularisasi dan segala sesuatu yang menyertai (rasionalisme, liberalism,
individualism, industrialisasi) membawa perubahan social budaya yang mendalam
di Asia dan ini mengancam pola-pola kehidupan serta hubungan-hubungan sosial.
B. Dialog Antar Agama
Dialog antar agama merupakan suatu wilayah yang amat sensitive apalagi
menyentuh terminology teologi agama tertentu, misalnya: kaum kafir, penembah
berhala, keselamatan hanya asa didalam gereja, keselamatan tidak ada di dalam
siapapun, juga selain di dalam Dia, sebab dibawah kolong langit ini tidak ada
nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehNya kita dapat di selamatkan
( Kis 4:12) “NO OTHER NAME”. istilah ini sering menjadi persoalan mengenai
keselamatan agama-agama lain di luar Kristen. Maka perlu di adakan konferensi-
konferensi antar agama, sehingga para tokoh agama dapat saling menghargai,
dapat saling bicara dengan bebas dan saling berdekatan. Dialog tidak berarti harus
ada satu jawaban tunggal dan berlaku umum. Melainkan dialog individu-individu
yang terlinat berkumpul bersama, makan bersama, belajar satu sama laid an
karenanya mereka dapati bahwa sebenarnya apa yang mereka perbuat adalah
expresi sah dari kehidupan sehari-hari yang jauh lebih dekat antara satu sama lain
dari pada yang mereka duga sebelumnya.
C. Dialog dengan orang miskin
Kemiskinan di masyarakat Asia bukan karena miskin nilai-nilai dan bakat-bakat
manusiawi, melainkan miskin karena belum ada kesempatan yang sama untuk
memiliki benda-benda dan sumber materisl yang mereka perlukan, untuk
menguasai dan mengembangkan kehidupan yang benar-benar manusiawi.
Kemiskinan merupakan masalah yang dialami sebagian besar rakyat Asia,
suksesnya hasil pembangunan dengan kawasana perkantoran, bank-bank, hotel-
hotel, dan supermarket-supermarket (mall), tak jauh dari kawasan megah, kita
menemukan kawasan-kawasan kumuh, dan wajah orang-orang miskin.
D. Tugas umat Kristen
Ada tiga aspek penting untuk merumuskan tugas umat Kristen di tengah-tengah
dunia :
1. Tugas untuk menginterprestasi dunia
2. Tugas untuk mentransformasi dunia
3. Tugas untuk inkulturasi dunia
Dengan demikian, dialog di dalam dunia modern agama Kristen bersama agama-
agama lain dunia akan berinter-relasi menuju harapan dimana mengalir susu dan
madu, di mana keadilan dan perdamaian akan bergulung-gulung.