Anda di halaman 1dari 2

HABITAT LUMUT

Lumut merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat


ditemui di seluruh wilayah dunia, mulai dari daerah kutub sampai
ke daerah tropis. Di daerah kutub, lumut membentuk sebuah
ekosistem padang rumput yang dikenal dengan tundra.
Lumut kebanyakan ditemukan di daerah yang lembap dan
cahaya rendah. lumut dapat ditemukan di
daerah berhutan dan daerah di tepi sungai.
Lumut juga dapat ditemukan di celah-celah
antara batu-batu di jalan-jalan di kota.
Beberapa spesies lumut merupakan akuatik
sepenuhnya seperti Fontinalis antipyretic,
dan lainnya seperti Sphagnum menghuni
tanah berlumpur, rawa-rawa, dan saluran air yang bergerak sangat
lambat. Lumut akuatik dan lumut semi-akuatik panjangnya dapat
sangat melampaui kisaran panjang normal. Misalnya tanaman
individu berukuran 20-30 cm(8-12 inch) atau lebih adalah hal yang
lazim pada spesies Sphagnum.
Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini
melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu
lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus
(Talofita) dengan tumbuhan ber-
Kormus (Kormofita).
Lumut mempunyai klorofil sehingga
sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di
berbagai tempat; yang hidup pada
daun-daun disebut sebagai epifil. Jika
banyak epifil dijumpai pada pohon di
hutan, maka hutan demikian disebut
hutan lumut.
Lumut hati yang memiliki struktur tubuh higromorf, hidup pada
tempat tempat yang basah. Sedangkan yang memiliki struktur
tubuh xeromorf(alat penyimpan air), hidup pada tempat-tempat
yang kering.
Lumut daun atau Bryopsida dapat tumbuh di atas tanah yang
secara periodic mengalami masa kekeringan. Bahkan tumbuhan
ini dapat tumbuh di atas pasir yang bergerak sekalipun. Lumut-
lumut macam ini juga bisa kita temui di antara rumput-rumut, di
atas batu-batu cadas, pada batang pohon dan cabang-cabang
pohon, tapi jarang ditemui di dalam air.
Di manapun mereka berada, mereka membutuhkan
kelembapan untuk bertahan hidup dikarenakan oleh kecil dan
tipisnya ukuran jaringan tumbuhan ini, kurangnya kutikula, serta
kebutuhannya akan air untuk dapat menyelesaikan fertilisasi.
Di daerah utara, di bagian utara pohon-pohon dan batuan
akan memiliki rata-rata lebih banyak lumut dibandingkan sisi
lainnya. Hal ini dikarenakan tidak ada cukup air untuk
bereproduksi pada sisi pohon yang menghadap ke matahari. hal
sebaliknya berlaku di bagian selatan khatulistiwa. Di dalam hutan
di mana sinar matahari tidak dapat menembus, lumut tumbuh
sama baiknya di semua bagian batang pohon.