OBSTRUKSI SALURAN KEMIH

Merupakan keadaan emergensi urologi yang paling sering dibidang Harus segera ditanggulangi kerusakan pada struktur saluran kemih bag.proximalnya bag. hydroureterohydrouretero-nephrosis gagal ginjal Drainage urine merupakan tindakan prioritas utama dan segera Obstruksi bisa terjadi pada :
1. 2. 3. Tr.Urinarius bagian atas : ureter-pyelum-celyoxe Tr. ureter-pyelumTr.Urinarius tengah : buli-buli-orif.urethra interna Tr. buli-buli-orif. Tr.Urinarius bag.bawah : urethra-preputium Tr. bag. urethra-

1

KLASIFIKASI 1. Menurut perlangsungannya :
Obtruksi akut : Obtruksi khronis BPH

2.

Menurut derajatnya :
Obtruksi parsiel Obtruksi total

3.

Menurut kejadiannya :
Kelainan bawaan (congenital) : phymosis Kelainan yg didapat (Acquired) : tumor

4.

Menurut asalnya :
Intraluminer : batu Intramural : striktur, tumor Extraluminer : ca.recti, ca.cervixe dan penyakitca. ca. penyakitpenyakit infeksi sekitar uretra yang meransang sphincter urethra externum. externum.
2

OBSTRUKSI SALURAN KEMIH BAGIAN BAWAH Paling sering pada : BPH/ca.prostat dan BPH/ca. striktur urethra Pada : striktur urethra, divertikel urethra, caruncula Pada anak : meatal stenosis, phymosis, valvula urethra anterior Biasanya parsiel sampai total GejalaGejala-gejala : LUTS Dalam stadium lanjut akan berdampak pada ginjal bilateral
3

bag. kompensasi Trabekulasi Sellusi divertikel Fase dekompensasi : dilatasi incontinentia paradoxa hipertrofi buli-buli buli4 .detrussor buli(m.proksimal infeksi epididimitis dan orkitis Bisa terjadi divertikel urethrae infeksi fistel uretra kutaneus Biasanya berlanjut ke buli-buli dan terjadi: buliterjadi: Fase kompensasi Otot buli-buli (m.PATOLOGI & PATOGENISIS Obstruksi parsiel distal uretra dilatasi bag.

209) .(Dikutip dari Smith Hal.

Junction (intramural) hidroureter Pada fase dekompensasi reflux vesico-ureteralis vesicoSelanjutnya hydrouretero nefrosis 6 .V.Dampak ke ureter obstruksi saluran kemih bagian bawah : Hydrouretero bilateral akibat dari: Peninggian tekanan intra vesikal diteruskan ke ureter Pada fase kompensasi otot detrussor hipertrofi obstruksi U.

Obstruksi total uretra retensi urine total dibedakan pada obstruksi akut yang pertama kali : Sakit hebat supra pubis Ada penyebab yang mendahului :obat-obat.detrussor) Pada kateterisasi urine hanya + 500-600 500- 7 . obatkolik ginjal/ureter Tak ada rasa mual-muntah sebelumnya mualPembesaran buli-buli moderat buliDinding buli-buli tegang dan nyeri tekan yang bulihebat (kontraksi m.

detrussor) Kateterisasi urine sampai 2000-3000 2000Mungkin ada inkontinensia parodoxa 8 .Pada retensi akut dari retensi parsiel khronis Rasa kurang enak supra pubis Ada mual-muntah dan anorexia sebelumnya mualPembesaran buli-buli yang hebat sampai buliumbilikus Dinding buli-buli kurang tegang (tak ada bulikontraksi m.

PENANGANAN Drainase urine : Pasang kateter per urethra kalau gagal misalnya striktur urethra. kateter supra pubis sistostomi terbuka dengan opersi atau tertutup dengan troicar Batu ureter pars bulbosa/pars posterior dorong dalam buli-buli. pasang kateter sampai bulioperasi batu buli-buli buliBatu uretra pars anterior ekstraksi melalui meatus urethra atau urethrolithotomy Komplikasi post drainage : Gross hematuri Megadiuresis 9 .

bulibuli.batu buli-buli. BPH atau batu Yang menyumbat muara ureter : ca.bulica.OBSTRUKSI SALURAN KEMIH BAGIAN TENGAH Dari dalam buli-buli atau orificium urethra buliinterna Dampaknya : Retensi urine Obstruksi bilateral ureter Obstruksi unilateral ureter GejalaGejala-gejala tergantung obstruksi dibagian mana yang dominan Pada orificium bisa : contractur bladder.neurogenic bulibladder. lanjutan obstruksi saluran kemih bagian bawah 10 .

OBTRUKSI SALURAN KEMIH BAGIAN ATAS Klasifikasi Sama dengan obstruksi bagian bawah Kejadiannya : kongenital-acquired kongenitalPerlangsungannya : akut-khronis akutAsalnya : intraluminer-intramural-extra mural intraluminer-intramuralDerajatnya : parsiel-total parsiel- 11 .

calyces 12 . pyelum.bladder neck Tr.Obstruksi bisa dari : Tr.urinarius bagian atas : ureter.urinarius bagian tengah : bulibulibuli.urinarius bagain bawah : urethra/BPH Tr.

minor 13 .urinarius bagain bawah & tengah: Berdampak bilateral Bersifat parsiel Tindakan ditujukan pada obstruksi bagian bawah/tengah Obstruksi tr.Obstruksi lanjutan tr.urinarius bagain atas : Ureter unilateral Ureter bilateral Ureter pada soliter Kidney Pelvis renis Calyces : mayor .

Obstruksi parsiel ureter unilateral 3. pengosongan baik Fase dekompensasi uretra melebar. Obstruksi parsiel ureter bilateral akibatnya Fase kompensasi hipertrophy otot dinding ureter.dinding menipis pengosongan kurang Hydroureter melebar & berkelok-kelok berkelok- HydroureteroHydrouretero-nefrosis hebatnya hydronefrosis tergantung pyelum intra atau extra renal 14 .bawah bilateral 2.OBSTRUKSI PARSIEL BAGIAN ATAS 1. Lanjutan obstruksi bag.

.

Kearah 4.Kearah 3.Ke 2.Ke arah Glomerulus 1.Kearah Pyelovenous 3.Obstruksi makin kuat sampai total Terjadi arus balik urine : 1.Kearah 16 .Kearah Fornix ginjal 4.Kearah Pyelolimfatik 2.

bercakischemia dan infark 17 . gelap.Obstruksi total ureter Terjadi : Hydronefrosis progressif 11-3 minggu Oedem :ginjal dan perinefrik & periureter Berat dan volume ginjal 44-8 minggu Parenchym ginjal atrofi Ginjal biru gelap.bercak-bercak nekrosis.

Filtrasi Glomerulus Tergantung : 1. Tekanan dalam tubulus proximalis + 10 mm Hg Filtrasi terjadi dari tekanan 60-(25+10) : + 25 60mm Hg 18 . Tekanan hydrostatik arteriel : + 60 mm hg 2. Tekanan asmotik protein plasma capsula Bouwman : 25 mm Hg 3.

.

Colleting tubuli mulai nekrosis & atrofi 14 hari 4.pelebar sampai tubuli proximalis glomerulus mulai masuk 6. Collecting tubuli melebar sekali dillatasi sampai lis of Henle & tubuli proximalis 28 hari 5.cortex mulai menipis & atrofi. Tubuli distalis mulai melebar 7 hari 3.ARUS BALIK KE GLOMERULUS papila rata dilatasi nefron distal/collecting tubuli 44-6 hari 2. Parenchym tipis + 1 cm kantong air jaringan ikat ginjal merupakan 20 1. Pelviokeliektasis 1-3 hari . 50% medulla menipis & atrofi.

.

ARUS BALIK PYELOLIMFATIK urine Pelvio caliectasis masuk sel interstisial perinefrik dan periureter pembuluh limfe oedem ginjal. Tekanan pelvis calyces Terjadi filtrasi glomerulus 22 .

ARUS BALIK PELVIOVENOUS Pelvio caliectasis + cairan filtrasi di glomerulus tekanan Pelebaran sampai colecting tubuli dan tubulus necrosis Cairan/urine masuk dalam vena-vena venaUrine masuk dalam sirkulasi 23 .

ARUS BALIK KE FORNIX GINJAL Pelviocaliectasis + cairan filtrasi di glomerulus Tekanan Extravasasi urine di Fornix ginjal Urine tertimbun di : Perinefrik/retroperitoneal (urinoma) lewat diafragma lewat peritoneum hydrothorax urine ascites urine 24 .

TEST ASCITES & HYDROTHORAX URINE Periksa ratio creatinen urine (CU) : Creatinin plasma darah (CPD) Normal : 30 ± 100 : 1 Creatinin cairan biasa : CPD = 1 : 1 ascites/hydrothoraks Creatinin cairan ascites/hydrothoraks urine : CPD = 3 : 1 25 .

Lamanya obstruksi yang masih reversible Bervariasi. tergantung : Lamanya Infeksi Total/parsiel UniUni-/bilateral Pelvis renis Intrarenal Extrarenal Derajat arus balik Pyelolimfatik Pyelovenous Ke fornix ginjal Yang paling lama : Reisman (1957) : 33 hari Graham (1962) : 56 hari Lewis & Price (1962) : 69 hari 26 .

Pengeluaran urea.POST RELEASE OBSTRUCTION Setelah obstruksi dihilangkan Glomerulus langsung berfungsi filtrasi air + garam. eliktrolit menarik air Tubulus biasanya sesudah + 2 minggu baru berfungsi baik akibatnya Mega diuresis post obstruksi (sampai berliterberliterliter). glukosa. Pernah ada penderita sampai 14 liter (ditemukan terutama pada bilateral obstruksi total) Normal filtrasi air + 120 ml/menit atau + 180 liter/24 liter/24 jam 27 . liter). garam.

PENANGANAN OBSTRUKSI BAGIAN ATAS Perlu anamnesis dan pemeriksaan untuk menetapkan obstruksi Gambaran klinik : Anamnesis : Sakit pinggang. kolik. genetalia externa. supra pubis. RT 28 . unilateral/bilateral GejalaGejala-gejala obstruksi saluran kemih distal GejalaGejala-gejala sistitis Hematuri/pyuri Anuri/oliguri Pemeriksaan fisis : Status generalis & fungsi vital Status urologik : RCV.

creatinin Clearence Radiologik : BNO ± IVP/RPG. USG 29 .Pemeriksaan tambahan : seperlunya Laboratorium : darah rutin Urinalysis Fungsi ginjal : ureum. kreatinin.

Th. Obtruksi bilateral/soliter kidney anuri diketahui dengan kateterisasi harus segera ditindaki : Kateterisasi ureter/pasang double J. Beri Th. emergency biasanya dilakukan : Nefrostomi : Punksi dengan jarum lumbal Troicar dituntun USG/Floroscopy Open nefrostomi Kalau KU jelek Hemodialyse dulu Penanganan selanjutnya tergantung penyebab obstruksi 30 .Stent melewati obstuksi/batu Kalau tidak berhasil dilakukan diversi urine.TINDAKAN Kolik pinggang unilateral (kiri atau kanan) obstruksi unilateral tindakan boleh di tunda sampai diagnosa ditegakkan tindakan definitif./simptomatis definitif. Dalam keadaan urine.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful