P. 1
edisi 244

edisi 244

|Views: 720|Likes:
Dipublikasikan oleh aryhdy

More info:

Published by: aryhdy on Nov 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2010

pdf

text

original

1

Tabloid Berita Mingguan 8 - 14 November 2010 EDISI 244 TAHUN VI,

EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

http://www.tabloidsensor.blogspot.com

Rp 4.000 (Luar Kota Rp5.000)

Gubernur Bengkulu akan Jadi Terdakwa Dari Alat Vital Sampai Iran

Ketika Hakim Asnun Bersaksi

Refly pun Menyiapkan Langkah

BERANDA
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

2

TUTUP KEPALA
Merapi Bergejolak
GUNUNG Merapi telah menjadi tumpuan penghidupan warga yang tidak bisa tergantikan oleh apa pun. Erupsi Merapi tidak hanya secara langsung membahayakan fisik dan aset penghidupan warga, tapi juga akan menambah kerentanan sosial dan ekonomi warga secara lebih luas. Untuk itu, kita harus menyikapi bahwa aktivitas Merapi yang bergejolak adalah hal yang biasa sebagai bagian dari siklus aktivitas periodik gunung teraktif di Indonesia ini. Sifat erupsi Merapi yang periodik semestinya membantu pemerintah dan masyarakat untuk memprediksi kapan harus tinggal dan kapan harus pindah. Masyarakat harus melakukan penyesuaian diri, menghindar untuk sementara waktu supaya alam lebih bebas dalam beraktivitas tanpa menimbulkan korban. Seiring dengan semakin canggihnya teknologi dan pengetahuan tentang kegunungapian dan metode pemberdayaan masyarakat, relokasi warga bukanlah satu-satunya pilihan. Semua kemungkinan pilihan harus didialogkan secara terbuka dan partisipatif dengan warga dan pihak-pihak yang berkepentingan. Kebergantungan tinggi para warga pada Merapi di satu sisi adalah kerentanan karena tidak ada alternatif sumber penghidupan lain yang bisa diandalkan ketika Merapi sedang bergolak. Untuk itu, perlu dibangun sistem untuk mengurangi tingkat kerentanan warga secara ekonomi. Lebih lanjut, pasca letusan kali ini, pemerintah harus secara lebih serius bekerja sama dengan masyarakat dan pihak non pemerintah, merapikan sistem penanganan bencana yang bersifat permanen dan sistematis karena sifat erupsi Merapi yang periodik/ pasti terjadi lagi. Untuk itu, kita harus bersedia memberikan waktu dan kesempatan pada alam untuk beraktivitas. Inilah yang dimaknai sebagai demokrasi hijau, bahwa alam memunyai hak untuk menjalankan siklusnya sebagai bagian dari harmonisasi dan penyeimbangan atas kondisi di sekitarnya. Jika masyarakat lebih bijaksana atas Merapi, akan demikian pula sebaliknya. @

Pahlawan di Tengah Bencana
Pembaca budiman, setiap pada tanggal 10 Nopember bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Peringatan hari pahlawan, apalagi pada saat-saat sekarang, dipandang sangat penting. Selain berdasar pertimbangan suatu rumusan bahwa, bangsa yang besar adalah mereka yang bisa menghormati sejarah para pahlawannya, juga dikaitkan dengan kondisi bangsa pada saat ini. Pada saat sekarang, katakata berjuang itu masih sering terdengar. Hanya sayangnya, seruan perjuangan itu menjadi redup, karena berjuang tidak lagi dibarengi dengan pengorbanan, melainkan dengan besarnya imbalan. Jika dulu semangat berjuang diikuti dengan kesediaan berkorban, sehingga menghasilkan buah yakni kemerdekaan, maka apakah perjuangan yang diikuti oleh semangat mendapatkan keuntungan, sebagaimana yang terjadi pada saat ini akan menghasilkan kemakmuran. Sementara ini yang tampak adalah gejala berebut, penyelewengan hukum dan wewenang, termasuk korupsi yang bertambah hari semakin sulit dihentikan. Pembaca, bangsa Indonesia pada saat ini sesungguhnya juga sedang berjuang, yaitu berjuang mengurangi angka pengangguran,

RAGAM

INDEKS

kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan dalam berbagai aspek dari bangsa lain yang sudah maju. Pembaca, bumi pertiwi saat ini sedang berduka ditimpa bencana. Dari Banjir Wasior, tsunami Mentawai sampai Merapi Meletus, tak sedikit nyawa dan harta benda terenggut menjadi korban. Melihat demikian, fondasi kesadaran masyarakat Indonesia untuk peduli korban bencana

sudah terbangun dari dulu secara alamiah. Pun ini diperkuat dengan ciri khas bangsa Indonesia yang kuat dalam hal ikatan kekeluargaan dan persaudaraan. Tak bisa dimungkiri, bencana malah menjadi sarana penguat rasa persatuan dan kepedulian bangsa Indonesia. Dalam berjuang, sebagaimana para pahlawan dulu, selalu menyertainya dengan semangat berkorban. Salam!

MAHFUD MD MENANTANG

Hal 04
Refly harus bertanggung jawab terhadap tulisannya yang mengaku melihat sendiri tumpukan dolar AS sejumlah Rp 1 miliar yang akan diserahkan ke hakim MK.

Hakim Asnun mengakui pernah berkomunikasi dengan Gayus melalui layanan pesan singkat.

Ketika Hakim Asnun Bersaksi

Hal 06

Dana Banjir-Macet tak Siap Ganti Rugi Diduga Digelembungkan
Kasus Hukum Olah Raga Pendidikan Nasional

Hal 16

Hal 23 06 10 13 15 16

Bawa Kabur Perhiasan Emas Gadaian Freeport Gadaikan Grasberg

Hal 10

Hal 14

PENERBIT : CV. TABLOID SENSOR Akta Notaris ISWANDONO POERWODINOTO, SH Nomor 31 Tanggal 12 Januari 2009 SIUP : Nomor 3.201/1.824.51 Komisaris Utama : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH Pimpinan Umum : Johny Sulu Pimpinan Redaksi : Mas Yoyok BP Redaktur Pelaksana : Ary Hidayat Redaktur : Mumu Najmudin, Simon Leo Siahaan, Sofyan Hadi, Naba Silitonga Lawyer : Drs. Rivai Zakaria S. Yahya SH, Syahrir Siregar SH, Christian P. Tambunan SH, Jimmy Pangau SH Staf Redaksi : Elfaber Hutapea, Mahadir Ramadhon, Jemmy Holderman, John Effendi, Freddy Tuela, Marulitua Manurung, Heri Susanto, Jhony Marlen Siahaan, Soebardjo S. Muljono, Indra Sukma, Delwandra Gani, Rahmat, Ahmad Hariri, Sanjaya H. Siahaan, Armenius Barus, Vanlif Tompinit, Murtirina, SH, Jerry Pati, Effendi Siahaan, Johny Siregar, Kusmana Eka, Tommy Albertus Manajer Keuangan : Edward Pangau Administrasi: Michael Sirkulasi Jimmy Maukar, Agus Ma’mur, Asep Awaludin PERWAKILAN/BIRO: JAWA BARAT : Borman Timbert Tobing, Sonny Partomuan N., Endang Rukmana, Ida Farida Bekasi: Deddy Suryadi, H. Hambali, Donny Pakpahan, M. Nur Bogor : H. Lazuardi A Depok : Joko Warihnyo, Juni Amir Sukabumi : Jaya T, Bobie PN, Irwan D Indramayu: Duliman, Sony S, Imam Santo, Nurohman, Jhoys Arcan Majalengka : Yessy Pande Iroot Cirebon : Tri Van Royen BA, Sutawijaya Karawang : Asgan Abdulgani Tasikmalaya : H.Madjid. RW, Sabihin BANTEN : Amal Jamaludin, Bumi Sunyoto Tangerang : H. Samlani, Agus Solihin, Noro Tangsel : Nell Ade S., Muhadi LH Serang : Nuraeni Semarang: Tulus Supangkat, Hardjanto MS Kedu/Banyumas : Tri Winarto, Miftahulalim, Ridwan Abdul Wahab Wonosobo: Dwi Kusmanahadi RW Temanggung : Teguh Lima Sudarlin Sidoarjo : Wachid Yulianto Pekalongan : Hadi Sulistiyono Tegal: R. Arnest ST, Ernawati, Dyah Setyawati Pontianak: Syafri Murni, Budi Gautama Pekanbaru : A Z Akbar Luis (Koordinator),Tedy Makmur, Didi Rinaldo, Elfiadi ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA: Jalan Pegangsaan Barat No 32 Menteng Jakarta Pusat 10310 Telepon. 021 31931366, 3154587, 70642551 Fax. 021 3154586 Email : redaksi_sensor@yahoo.co.id No. Rekening Bank Mandiri KCP Cik Ditiro I No. 1220005252534 a/n CV. Tabloid Sensor Harga Iklan : Display: Hitam Putih/BW:Rp 5.000,-mmk, Warna/FC:Rp.7.000,-mmk,Duka Cita/keluarga:Rp.4.000,-/mmk, iklan Baris : Rp.10.000,-/baris (min 5 baris maks 10 baris). Wartawan Tabloid SENSOR dibekali Surat Tugas atau Kartu Pers serta namanya tertera dalam box redaksi. Diluar nama yang tertera diatas bukan menjadi tanggungjawab redaksi.

3

FORUM
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

NAMA

INFO POLISI

TELEPON
021-721-8000 021-492 -600 021-523-4000 021-570-9261 021-570-3037 021-570-8011 021-570-8035 021-384-9020 021-344-6674 021-872 -7167 021-570-8013 021-8370-4162 021-739 -8025 021-570 -9250 021-570-8007 021-570-9252

Mabes Polri Yanmas KPPP Pelabuhan Polda Metro Jaya Ka Polda Metro Jaya Ka Dit Serse Metro Jaya Ka Dit Sabhara Metro Jaya Ka Sat Sabhara Dan Sat Brimobda Wadansat Brimobda Gegana Kadit Lantas Kasat Patroli Jalan Raya Kadispen Mabes Polri Kadispen Polda Metro Jaya Kadit Intel PAMPOL Kasat INTELKRIM

Kerjasama syariah BuKopin-mega Capital - PT Bank Syariah Bukopin dan PT Mega Capital Indonesia menandatangani kerjasama pengelolaan dana untuk produk yang diterbitkan dan dipasarkan Bank Syariah Bukopin. Penandatangan berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta. MoU ini dtandatangani oleh Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto dan Direktur Utama PT Mega Capital Indonesia Nany Susilowati. n

Polres Jakarta Pusat Polres Jakarta Selatan Polres Jakarta Timur Polres Jakarta Barat Polres Jakarta Utara Polres Metro Bekasi Polres Bekasi Poires Metro Depok Polres Tangerang Polres Metro Tangerang Polres Bandara Soekarno-Hatta KP3 Tanjung Priok KP3 Kepulauan Seribu Direktorat I Bareskrim Mabes Polri Kepala Bareskrim Mabes Polri

PENGADUAN

0811902355 08121118686 08122212212 081311197777 0811844321 08170868686 08121238989 08123039065 021-93778789 815111187781 0811857170 0811891213 0818617171 021-7218041 08159771977

Rehab Sekolah dengan Material Bekas
Proyek Suku Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Selatan di SD Negeri 01 Tebet Barat, Jakarta Selatan ditenggarai menggunakan material bekas. Material bekas yang digunakan di antarannya kusen pintu, pintu, kusen jendela, jendela, kaca, serta besi. Selain menyalahi aturan, kekuatan dari bangunan sekolah itu pun diragukan mampu bertahan lama. n foto: delwandra

INFO JAKSA
Kejaksaan Agung RI/Jaksa Agung, Jl Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 720 8557 Wakil Jaksa Agung (021) 739 3889 JAM Pembinaan (021) 725 1403 JAM Intelijen (021) 722 1401, 724 8116 JAM Tindak Pidum (021) 726 2667 JAM Tindak Pidsus (021) 725 0176 JAM Datun (021) 724 3201 JAM Pengawasan (021) 720 8748, 725 0346 Ses JAM BIN (021) 726 1828 Ses JAM Intel (021) 724 5216 Ses JAM Pidum (021) 724 3201 Ses JAM Pidsus (021) 725 0166 Ses JAM Datun (021) 724 3201 Ses JAM Was (021) 724 5026 Kepala Pusat Penerangan Hukum (021) 723 6510 Pusdiklat Kejagung RI (021) 780 6861 Nanggroe Aceh D. Jl Tgk Moh Daud Beureueh No 18, Telp 0651-21270 Banda Aceh Fax 0651-280 94 Sumatera Utara Jl A.H. Nasution No 3, Telp 061-4514290 Medan Fax 061-4514871 Sumatera Barat Jl Raden Saleh No 4, Telp 0751-55530 Padang Fax 0751-40908 Riau Jl Sudirman No 375, Telp 0761-29677 Riau Fax 0761-32103 Jambi Jl A Yani No 12 Telanaipura, Telp 0741-63034 Jambi Fax 0741-63004 Sumatera Selatan Jl Ade Irma Nasution 14, Telp 0711-311555 Palembang Fax 0711-310936 Lampung Jl W Monginsidi 236, Telp 0721-482409 Bandar Lampung Fax 0721-482209 Bengkulu Jl S Parman No 2, Telp 0736-21631 Bengkulu Fax 0736 -21622 Banten Jl Raya Pandeglang KM 4, Telp 0254- 251053 Serang, Banten Fax 0254- 251053 DKI Jakarta Jl HR Rasuna Said No 2, Telp 021-5254128 Jakarta Selatan Fax 021-5265722 Jawa Barat Jl Madura No 1, Telp 022-4239375 Bandung Fax 022-4239375 Jawa Tengah Jl Pahlawan No 14, Telp 024-8311850 Semarang Fax 024-8311451 DI Yogyakarta Jl Sokanandi No 4, Telp 0274-562928 Yogyakarta Fax 0274-554070 Jawa Timur Jl A Yani 54-56, Telp 031-8290577 Surabaya Fax 031-8290577 Bali Jl Kapten Tantular 5 Renon, Telp 0361-261438 Denpasar Fax 0361-261438

LAPORAN UTAMA
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

4

MAHFUD MD MENANTANG
Refly harus bertanggung jawab terhadap tulisannya yang mengaku melihat sendiri tumpukan dolar AS sejumlah Rp 1 miliar yang akan diserahkan ke hakim MK.

K

etua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sedang meradang. Dia yang kelahiran Madura, Jawa Timur, agaknya tak mau dianggap sepele. Dia pun menantang orang yang menudingnya ada praktik suap di lembaga yang dipimpinnya. Tak tanggung-tanggung, bekas menteri pertahanan itu langsung memberikan kesempatan kepada advokat Refly Harun untuk memimpin investigasi dugaan suap hakim MK. Bermula dari artikel Refly berjudul “MK Masih Bersih?” di Kompas, 25 Oktober 2010. Sebagian isinya menuliskan: ada asap tentu ada api. Selentingan tentang MK yang mulai masuk angin kerap saya dengar. Ketika berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu, saya mendengar keluhan dari peserta pertemuan bahwa pilkada tidak perlu lagi. Biayanya terlalu besar, baik bagi penyelenggara maupun kandidat. Setelah habis banyak dalam pilkada, nanti habis juga untuk bersengketa di MK. Ada yang habis Rp 10 miliar-Rp 12 miliar untuk MK, katanya. Ada juga yang bercerita tentang negosiasi yang gagal untuk memenangi perkara. Hakim, kata orang itu, meminta

uang Rp 1 miliar. Pemohon, calon gubernur, hanya sanggup memberikan garansi bank senilai itu. Karena ditunggu sampai sore tidak juga cair, negosiasi gagal dan permohonan pun dicabut. Semua kisah itu membuat saya miris dan sedih. Sebagai orang yang pernah berkontribusi membangun MK menjadi pengadilan yang tepercayasebagai staf ahli 2003-2007saya senantiasa memimpikan ada pengadilan di negeri ini yang bersih. Pencari keadilan hanya perlu bekerja keras membuktikan kebenaran dalil hukumnya, tidak perlu direcoki faktor-faktor nonhukum. Atas dasar tulisan itu, Mahfud kemudian menantang Refly membuktikan tulisannya dengan mengangkat Ketua Tim Investigasi dugaan suap hakim MK. Ia ditugasi membentuk tim dengan beranggotakan lima orang. Empat orang anggota tim itu dua di antaranya adalah orang dari MK yang ditunjuk Mahfud, sedangkan dua orang lainnya dari pihak luar yang dipilih Refly. Namun, sampai batas waktu yang diberikan Mahfud, ternyata Refly justru minta waktu lagi hingga Jumat (5/11). “Refly menunda terus. Pertama, saya

minta Senin (1/11) kemarin. Saya kasih waktu seminggu lah. Minta tunda Rabu (3/11), tapi kemarin sore saya tunggu sampai jam empat, mungkin karena macet jadi terlambat. Saya tunggu sampai jam delapan malam, (Refly) minta ditunda lagi. Saya katakan beri waktu sampai Jumat besok (hari ini),” kata Mahfud. Merasa di atas angin, Mahfud

Pengakuan Hakim MK Akil

mengatakan, Refly harus bertanggung jawab terhadap tulisannya yang mengaku melihat sendiri tumpukan dolar AS sejumlah Rp 1 miliar yang akan diserahkan ke hakim MK. “Kalau dia (Refly) tidak mengajukan, berarti dia gak bertanggungjawab pada tulisannya. Dia mengada-ada dan kita akan melakukan langkah hukum karena hakim MK harus dijaga kehormatannya,” katanya. md berlebihan Setelah ditunggu-tunggu, ternyata Refly Harun memenuhi janjinya untuk menuntaskan pembentukan tim investigasi dugaan kasus suap terhadap hakim MK. Refly kemudian mengumumkan dua orang dari luar yang dibawanya untuk masuk dalam tim investigasi. Dua orang yang digandeng Refly adalah Adnan Buyung Nasution dan Bambang Harymurti. “Alhamdulillah, saya sudah memperoleh dua nama yang akan mendampingi saya dalam tim investigasi MK. Pertama Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution dan Bambang Harymurti. Mohon doanya. Salam.” Sementara itu, Direktur Monitoring, Advokasi dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia, Ronald Rofiandri menilai Ketua MK Mahfud MD sangat berlebihan merespon tulisan advokat Refly Harun.

S

ementara itu, hakim MK, Akil Mochtar menyatakan bahwa tidak ada suap, sogokan maupun upaya menghubungi hakim MK dalam persidangan Pilkada. “Tidak ada itu suapmenyuap. Hakim MK tidak semurah itu meskipun kami miskin,” kata Akil. Karenanya ia juga meminta agar isu suap itu dibuktikan. Jika tidak, penghembus isu akan digugat balik. “Silakan dibuktikan, kalau tidak kami bisa menuntut balik. Itu omong kosong saja, kami tidak punya uang itu. Yang punya banyak uang para pengacara ini,” kata Akil. Akli juga mengimbau semua pihak yang kalah tidak menyebar isu. “Kami fair saja. Silakan dibuktikan kalau kami disuap.

Untuk berperkara di MK tidak dipungut biaya sepeser pun. Kami sebagai hakim terlalu murah kalau hanya dibayar Rp20 miliar, walaupun miskin,” katanya. M Akil Mochtar juga meluruskan pernyataannya yang akan menggampar Refly Harun dengan uang Rp 25 miliar jika sampai diperiksa oleh tim investigasi kasus suap. Menurut Akil, pernyataannya itu hanya guyonan yang dilontarkannya saat konfrensi pers di MK. “Aku kan cuma guyon. Emangnya siapa si Refly, gua gampar pake Rp 25 milyar? Itu kan saya guyon saja,” kata Akil. Namun Akil tetap bersikukuh tak mau diperiksa. Namun kalau diwawancarai atau dikonfrontasi, kata Akil, pihaknya tidak

mempermasalahkan. “Kalau saya diperiksa seperti diperiksa di depan polisi, ya gak bisa dong. Saya kan hakim ada prosedurnya. Refly Harun itu diberi tugas menginvestigasi, tapi kalau mau wawancara seperti ini bisa aja,” katanya. Menurutnya, ada perbedaan antara diperiksa dan diinvestigasi. Sebab dalam terminologi hukum, diperiksa menjadi terperiksa dan mekanisme pemanggilannya secara resmi. “Saya tidak bersedia diperiksa, kalau diinvestigasi, silahkan. kalau pengertian diwawancarai saya setuju. Kalau diperiksa kan punya terminologi hukum,” ucapnya seraya siap diperiksa rekeningnya bahkan tidak akan menghalangi kerja tim investigasi yang dipimpin Refly. n sofyan hadi

Menurutnya, dalam penunjukan Refly selaku ketua tim investigasi dugaan suap untuk membuktikan isi tulisannya, Mahfud memperlihatkan sikap emosional. “Iya (emosional). Saya melihat respon Ketua MK cenderung tergesa-gesa dan itu tercermin pada langkah yang diambil dengan membentuk dan mempublikasikan tim investigasi yang diketuai RH (Refly Harun) tanpa ada ada koordinasi awal dan pematangan,” kata Roland. Penunjukan Refly, kata Roland, juga bisa dimaknani adanya ketidakpuasan dan kegeraman menyikapi tulisan Refly yang menyebut melihat sendiri tumpukan uang dollar senilai Rp 1 miliar. “Saya melihat ada ketidakpuasan dan kegeraman dari hakim MK terhadap apa yang ditulis RH, setidaknya ini yang diekspresikan oleh Ketua MK,” katanya. Menurut Roland, apa yang dilakukan Refly seharusnya dibaca dari sisi lain yaitu sebagai cara mengingatkan dan mewanti-wanti pihak-pihak yang berperkara di MK. “Peluang berkolusi dengan iming-iming uang terbuka. Tapi hingga saat ini, sistem yang ada di MK relatif masih mampu tidak ditundukkan dengan imingiming uang. Kita tidak berbicara lebih jauh karena memang tidak ada bukti valid yang bisa diuji,” tukasnya. n sofyan hadi

5

LAPORAN UTAMA
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Refly pun Menyiapkan Langkah
S
Refly pun merasa tidak nyaman jika pengangkatan dirinya diumumkan kepada publik, sebab tugas tersebut belum dikerjakannya.
sesuai dengan tugas yang telah diberikan Ketua MK. “Saya sudah siapkan beberapa langkah. Sudah ada beberapa hal yang akan saya lakukan. Tenang saja,” katanya. Sebagai langkah awal, dia bakal mengumpulkan sejumlah informasi yang diperlukan. Dia juga akan menunjuk dua orang dari luar MK untuk membantu wawancara dan konfrontasi terhadap pihak-pihak terkait. Refly menegaskan berupaya menelusuri kasus tersebut secara maksimal. Namun, dia menolak menceritakan lebih jauh langkahlangkah yang akan dilakukan. “Kalau saya sampaikan, bukan investigasi lagi dong namanya. Sudah pasti kami berupaya. Tapi, tunggu saja nanti hasilnya,” ujarnya. Refly menegaskan, tidak ada masalah antara dirinya dan Mahfud. Dia menuturkan bahwa tulisan tersebut muncul karena kepeduliannya terhadap MK. Dia justru berharap, dengan tulisan itu MK menelusuri hakim dan pegawai yang terlibat dalam praktik suap. “Itu saja, ya. Soal itu, saya jangan berkomentar banyak dulu lah,” papar dia. Tak ingin dianggap omong doang, Refly kemudian memenuhi tantangan Ketua MK. Sekalipun agak sulit, dia kemudian memilih advokat senior Adnan Buyung Nasution dan anggota dewan pers Bambang Harymurti untuk mendampinginya membongkar kasus suap di MK. “Kami sudah mendapatkan anggota (tim) yang bersedia yaitu Adnan Buyung Nasution dan Bambang Harymurti,” kata Refly. Sementara itu, Mahfud MD menunjuk pendiri ICW Bambang Widjojanto dan Guru Besar Universitas Andalas Padang Saldi Isra sebagai anggota tim investigas mendampingi Refly Harun. “Kalau sudah dibentuk tim baru supaya, Refly tidak boleh menghindar dari 3 kasus yang jelas-jelas dia tahu tentang itu,’ kata Mahfud . Menurut Mahfud, MK sangat bersungguh-sungguh merespon tulisan Refly, sehingga lanjut Mahfud jangan sampai kasus adanya penyuapan kepada Hakim MK seperti lagu ‘Gone With The Wind’. “Jangan sampai berlalu dengan angin, kasus ini harus clear tuntas, masyarakat harus tahu hasilnya karena masyarakat sudah tahu elama ini Refly Harun dikenal sebagai advokat di Harpa Law Firm. Dia juga aktifis Centre for Electoral Reform (Cetro) dan The Constitutional Court of Indonesia. Sebelumnya, di pernah menjadi asisten hakim MK saat MK dipimpin Jimly Asidiqie. Refly meraih gelar doktor hukum dari University of Notre Dame, master hukum dari Universitas Indonesia dan gelar sarjana hukum di Universitas Gadjah Mada. Namun, Refly Harun benarbenar terkejut ketika diangkat sebagai ketua tim investigasi pengungkapan mafia hukum atau makelar kasus (markus) di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Ketua MK Mahfud MD. Dia juga sebenarnya tak menyangka jika artikelnya di Kompas telah membuat gusar para hakim MK. “Kalau sudah diumumkan ya mau diapakan lagi. Sebenarnya ini kan biasa begitu, ibaratnya informal meskipun ada suratnya,” kata Refly. Refly pun merasa tidak nyaman jika pengangkatan dirinya diumumkan kepada publik, sebab tugas tersebut belum dikerjakannya. “Tidak enak,” katanya. “Nanti, belum-belum sudah dibilang kontroversi.” Meskipun merasa tidak nyaman dengan diumumkannya penunjukan dirinya sebagai Ketua Tim Investigasi isu suap di MK, namun Refly berjanji akan menyampaikan laporan sesuai dengan apa yang diselidikinya. Refly mengaku melihat sendiri uang yang disiapkan oleh seseorang untuk diserahkan ke salah satu hakim MK. Bahkan Refly pernah mendengar pengakuan dari seseorang yang menghabiskan uang Rp 10-12 miliar untuk mengurus perkara sengketa Pemilukada di MK. Siapa orang itu? Refly enggan menjawabnya. “Tidak bisa diungkap, tapi ada saksinya,” katanya. Karena sudah diumumkan ke publik, Refly pun mengaku siap menerima tugas Mahfud MD. Hanya saja, mekanisme kerjanya dalam menjalankan tugasnya belum diketahui karena hingga saat ini pihaknya belum bertemu langsung dengan Mahfud. Pada kesempatan berikutnya, Rafly tampaknya lebih percaya diri. Dia pun akan segera bertindak

persoalannya maka harus tahu hasilnya. Maksudnya untuk dijaga kewibawaan MK. Bahwa hakim maka harus bersih dari suap dan keterkaitan dengan isu harus dibuktikan kalau ada indikasi kuat,” terang Mahfud. beri Kesempatan Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding mengatakan, Ketua MK tak perlu mengancam akan mempidanakan Refly Harun karena belum juga melakukan investigasi dugaan supa hakim MK. Ancaman mempidanakan tersebut dinilai tak bijak sebagai dianggap sebagai sebuah intimidasi dan tekanan terhadap Refly. “Tak perlu lah MK ancamancam begitu, itu seperti intimidasi namanya. Mengungkap makelar perkara ini bukan barang mudah,” ujarnya. Menurutnya, MK harus memberikan kesempatan luas kepada Refly untuk bekerja tanpa dibatasi oleh tenggat waktu yang

pendek. Jika tim investigasi yang dipimpin Refly diberi tenggat waktu pendek maka dikuatirkan hasil investigasi yang dilakukan tak akan optimal. “Kasih kesempatan kepada Refly untuk mengungkap ini dengan tenang, tidak dipaksa apalagi diancam-ancam. Saya yakin Refly punya data, tidak sembarangan,” ujar Sudding. Sedangkan aktivis ICW Emerson Yuntho menyatakan pesimis tim yang dibentuk bisa berhasil menjalankan tugasnya. Alasannya, tim investigasi tidak punya kewenangan memaksa seperti penyidik. “Tim Investigasi bukan penyidik yang bisa memaksa. Meskipun katakanlah pernah ada orang yang mengaku ada uang yang disiapkan kepada hakim, tapi belum tentu nanti dia mau menjadi saksi,” katanya. Emerson mengatakan, orangorang yang berperkara tidak mungkin akan memberikan

dokumen dan informasi terkait dengan adanya dugaan suap. Sebab, menurutnya, orang-orang yang berperkara di MK rata-rata dimenangkan. “Kita menduga, orang-orang yang melakukan itu bisa jadi pemenang pilkada,” tukasnya. Belum lagi soal pembuktian adanya dugaan suap, yang bukan perkara gampang. Kata Emerson, membuktikan suap itu sangat sulit dan memerlukan waktu yang relatif lama karena butuh penyadapan dan dokumen dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai transfer antar rekening. “Untuk membuktikan dugaan suap itu harus dengan cara yang luar biasa,” katanya. Sehubungan dengan itu, Emerson menyarankan agar Tim Investigasi bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami mendorong agar Tim bekerja sama dengan KPK,” ujarnya. n sofyan hadi

KASUS
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

6

Ketika Hakim Asnun Bersaksi

S

Hakim Asnun mengakui pernah berkomunikasi dengan Gayus melalui layanan pesan singkat.
pegawai Ditjen Pajak. “Mohon informasi penerimaan PNS di kantor Pajak,” begitu salah satu pesan pendek seperti diulang Asnun dalam kesaksiannya. Dijelaskan Asnun, Gayus pernah menjanjikan uang Rp50 juta. Duit itu tak pernah ia terima. Tetapi Asnun tak menampik pernah berkirim pesan kepada Gayus dengan menggunakan bahasa isyarat. “Khusus kopi saya ditambah seratus persen”. “Kopinya kapan diserahka Pak, kalau bisa sebelum jam sepuluh pagi besok”. Kopi yang dipakai dalam komunikasi itu adalah isyarat permintaan uang. Sementara waktu sepuluh pagi itu adalah waktu pembacaan putusan terhadap Gayus. Asnun mengirim pesan pendek meminta tambahan uang Rp100 juta dengan dalih biaya membeli Honda Jazz yang diminta anaknya. “Maaf pak, anak kami minta diberlikan Honda Jaz, tolong kopinya ditambah sepuluh kilogram lagi nanti permintaan saudara saya turuti,” ujanya dalam pesan pendek kepada Gayus. Pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution, tak bisa menyembunyikan kegeramannya kepada Asnun. Selaku hakim, perbuatan Asnu bertemu dengan pihak yang berperkara jelas dapat dibenarkan. Jelas melanggar undang-undang. “Bertemu dengan terdakwa

etelah sempat tertundatunda, akhirnya mantan Ketua Pengadilan Negeri Tangerang, Muhtadi Asnun, menjadi saksi dalam perkara Gayus Halomoan Tambunan. Dia pun mengaku pernah melakukan pertemuan sebelum majelis hakim yang dipimpin Asnun menjatuhkan putusan terhadap Gayus. Pertemuan pertama menjelang penuntutan, dan pertemuan kedua berlangsung di rumah Asnun sebelum putusan. Pegawai Ditjen Pajak itu akhirnya divonis bebas.Selain dua kali bertatap muka, Asnun mengakui pernah berkomunikasi dengan Gayus melalui layanan pesan singkat. Nomor kontak sang hakim diperoleh Gayus dari Panitera PN Tangerang, Ikat. Komunikasi via sms itu menggunakan bahasa isyarat. Permintaan uang diganti menjadi ‘tambah kopi’. Pengakuan itu disampaikan langsung Muhtadi Asnun saat tampil sebagai saksi dalam perkara terdakwa Gayus Tambunan di PN Jakarta Selatan, Rabu (3/11). Selain minta ‘tambah kopi’, dalam komunikasi lewat hape itu Asnun sempat meminta informasi tentang penerimaan pegawai di Ditjen Pajak. Kalau ada, Asnun berniat memasukkan anaknya, lulusan fakultas ekonomi, melamar jadi

saja dilarang oleh UU, apalagi melakukan kontak dengan SMS. Apakah pernah menyuruh Ikat menghubungi terdakwa?,” tandas advokat senior itu. Merespons pernyataan tegas Buyung, Asnun mengaku khilaf saat itu. “Itu kekhilafan saya. Saya baru sadar itu tidak benar,” katanya. Satu hal lagi, Asnun menyatakan sepanjang komunikasi itu, Gayus tidak pernah meminta secara langsung untuk dibebaskan dari jeratan hukum.Bahasa isyarat ‘kopi’ itu di mata Gayus bukan mengenai uang Rp50 juta yang dijanjikan. Melainkan mengenai uang AS$20 ribu bagi Gayus dan AS$10 ribu bagi dua angota majelis hakim lainnya. Sementara sms mengenai Honda Jazz diartikan sebagai tambahan AS$10 ribu. Menanggapi keterangan Asnun, Gayus berujar bahwa yang dimaksud Rp50 juta bukan ‘kopi’ yang dimaksud. Menurut pemahaman Gayus, uang sebesar US$20 ribu diperuntukan buat Asnun. Sedangkan AS$10 ribu diperuntukan bagi dua hakim anggota sebagaimana permintaan Asnun. Lalu, kata dia pesan pendek Asnun yang mengisyaratkan Honda Jaz diartikan mesti menyiapkan uang sebesar AS$10 ribu. Sehinga total dana yang harus disiapkan Gayus mencapai AS$40 ribu. Namun di persidangan Gayus menegaskan tidak pernah mengantarkan dan memberikan uang langsung kepada Gayus. “Dia minta, saya iya-iya saja,

tapi tidak pernah saya berikan,” ujar Gayus. Ditemui usai persidangan, penasihat hukum Asnun yakni Firman Widjaya yang hadir di persidangan mengaku kecewa dengan majelis hakim yang memperlakukan kliennya seakan seperti terdakwa. Firman beralasan kliennya diperiksa seakan seperti pemeriksaan terdakwa. Padahal, Asnun kata diia diperiksa sebagai saksi fakta. “Kritik saya sangat kecewa, Asnun diperiksa sebagai terdakwa harusnya sebagai saksi,” katanya. Dia berdalih, perlakukan majelis hakim terhadap kliennya tidak tepat.Sebagai terdakwa, Asnun memiliki hak ingkar. Namun sebagai saksi, Asnun harus mengatakan sebenarnya lantaran berdampak pada nasib orang lain. Dia menilai pertanyaan majelis hakim dan penasihat hukum terdakwa bukan merujuk pada tindak pidana yang dilakukan oleh Gayus, melainkan mengarah pada perbuatan Asnun. “Kami melihat ada kesalahan dalam pemeriksaan. Ada batasan, apa yang dilakukan terdakwa bukan apa yang dilakukan oleh saksi,” katanya.Buyung menilai keterangan Asnun banyak kejanggalan. Pasalnya, pada saat terakhir Asnun mengaku perbuatan mengirimkan pesan pendek kepada Gayus dan meminta sejumlah uang adalah perbuatan yang dilarang undang-undang. “Saya pikir banyak keterangan yang aneh. Ini keterangannya baru sekarang menyatakan bersalah,” tukasnya.

Semata-mata dakwaan Pengacara Muhtadi Asnun lainnya, Farhat Abbas, membantah bahwa kliennya menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Gayus Tambunan untuk mempengaruhi putusan dalam kasus penggelapan pajak. Farhat menegaskan, putusan bebas terhadap Gayus sematamata karena dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat lemah. “Putusan tersebut adalah murni. Karena dalam pemeriksaan dakwannya sangat lemah sekali, dan harus dibebaskan. Dimana saksi korban, saat itu tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Jadi tidak ada motivasi atau kaitan dengan uang,” kata Farhat. Suami penyanyi Nia Daniati ini ini menambahkan kalau pun ada hal-hal yang sifatnya upaya seseorang untuk mempengaruhi putusan hakim, harus bisa dibuktikan terlebih dahulu. Dan Gayus, lanjutnya, harus bisa membuktikan bahwa benar ia melakukan suatu penyuapan yang dapat mempengaruhi putusan tersebut. “Hakim kami (Muhtadi) ini sangat tertekan dengan pemberitaan-pemberitaan. Tapi pada dasarnya, dia sudah menjalani pemeriksaan di Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Karena itu, setidaknya pernyataan yang bukan berdasarkan kebenaran materil itu kami bantah semua. pemeriksaan ini kami minta adalah praduga tak bersalah,” tegasnya. n sofyan hadi, elfaber hutapea

7

KASUS
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Gubernur Bengkulu akan Jadi Terdakwa
Kejaksaan Agung akan limpahkan berkas Gubernur Bengkulu Agusrin setelah dilantik oleh KPUD.

P

erjuangan Muspani, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bengkulu, untuk memperkarakan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin yang tersangkut korupsi bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Provinsi Bengkulu tahun anggaran 20062007, akhirnya berujung. Pasalnya, majelis tunggal praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Supraja, memerintahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) memproses dugaan korupsi Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin ke persidangan. Bila Kejagung tidak mampu melakukannya,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperintahkan mengambil alih perkara itu dan melimpahkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. “Memutuskan termohon I (Kejaksaan Agung) melanjutkan kasus dugaan korupsi penyimpangan dana perimbangan khusus bagi hasil pajak bumi dan bangunan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2006–2007 (dengan terdakwa Agusrin) segera dilimpahkan ke pengadilan Jakarta Pusat. Bila tak mampu memerintahkan, termohon II (yakni KPK) mengambil alih perkara dan segera dilimpahkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” kata Supraja. Sekalipun dalam amar putusan hakim hanya memerintahkan pelimpahan perkara namun dalam pertimbangan hukum, hakim memunculkan dua alternatif bagi jaksa.Yakni melimpahkan perkara Agusrin ke pengadilan atau jaksa memunculkan penghentian penyidikan atau penuntutan atas kasus Agusrin. ”Langkah tersebut perlu dilakukan agar ada kepastian hukum,”jelas Supraja. Supraja juga mengatakan, surat Ketua MA yang menyebutkan bahwa perkara Agusrin harus dilanjutkan ke pengadilan dapat dijadikan pijakan putusan. Sementara itu, kuasa hukum Kejagung

Rein Singal masih pikirpikir dengan putusan tersebut. ”Kita laporkan dulu hasilnya ke atasan,” jelasnya. Mengetahui keputusan itu, KPK siap mengambil alih kasus dugaan korupsi Agusrin sesuai putusan PN Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan praperadilan mantan anggota DPD Muspani. “Keputusannya kan itu, apabila tidak segera dinaikkan ke pengadilan dialihkan ke KPK.Kita siap mengambil alih,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP. Sementara Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Babul Khoir Harahap mengatakan, “Tidak akan kita berikan ke KPK. Tinggal kita limpahkan saja (ke pengadilan),” ujarnya. Ditambahkan, Kejaksaan Agung akan limpahkan berkas itu setelah Agusrin dilantik oleh KPUD. “Begitu dilantik akhir bulan ini, besoknya dilimpahkan,” jelasnya. Pengalihan rekening Berawal dari temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap adanya dugaan penyimpangan dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHATB) tahun 2006 senilai Rp21 miliar lebih. Penyimpangan terjadi, karena dana tersebut seharusnya dikelola dalam rekening Kas Umum Daerah Provinsi Bengkulu di Bank Bengkulu namun malah dialihkan ke rekening di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Bengkulu. Pengalihan rekening tersebut merupakan temuan BPK. Pengalihan rekening oleh Gubernur Bengkulu tertanggal 22 Maret 2006 yang ditujukan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) berperihal penambahan nomor rekening daerah untuk memasukkan dana bagi hasil PBB dan BPHTB Provinsi Bengkulu ke rekening BRI cabang Bengkulu. Surat Kepala Kantor Pelayanan PBB (KPPBB) Provinsi Bengkulu tertanggal 15

Juni 2006 telah menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menambah nomor rekening daerah mengingat tanggapan Menkeu atas surat Gubernur Bengkulu belum diterima. Bagi hasil PBB dan BPHTB Provinsi Bengkulu terindikasi dialirkan sebagai bentuk tindak pidana penyuapan, antara lain, kepada pejabat atau pegawai Departemen Keuangan (Depkeu). Dana bagi hasil dialirkan dengan alasan untuk meningkatkan dana alokasi umum (DAU) tetapi diduga mengurus pengalihan rekening dari rekening Kas Umum Daerah Provinsi Bengkulu ke rekening Dispenda Provinsi Bengkulu. Dana bagi hasil diberikan atau ditransfer ke rekening atas nama Slamet Sugandi (pejabat eselon III Depkeu) Rp 405 juta, Putut Drajat Santoso (pegawai Depkeu) Rp 495 juta, dan Zakaria (pegawai Depkeu) Rp 20 juta.

Totalnya Rp 920 juta. Disebutkan juga Kepala Dispenda Provinsi DKI Jakarta, Agusman Badarudin yang juga Ketua Asosiasi Dispenda seluruh Indonesia mendapat transfer Rp 100 juta dengan alasan untuk melobi pihak-pihak tertentu dalam meningkatkan DAU yang didaerahkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu. Abdulrab A Attamimi, sebagai pelobi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ditransfer Rp 300 juta; dan HM Wasik Salik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu sebagai pelobi di DPR, juga ditransfer Rp 100 juta. Dana bagi hasil juga dialirkan berbentuk travel cheque BRI sebanyak 200 lembar bernominal Rp 10 juta per lembar, yang atas penjelasan tersangka Chaerudin (Kepala Dispenda Provinsi Bengkulu) diberikan kepada

Gubernur Bengkulu. Pejabat atau pegawai, dana bagi hasil juga dialirkan kepada para pengusaha. Mereka adalah Heri Santoso (Direktur Utama PT Sawit Bengkulu Mandiri) Rp 9,1 miliar untuk pengembangan pabrik crude palm oil (CPO) yang ternyata fiktif; Kusumawati Rp 2 miliar untuk membeli kapal ikan dan perangkatnya; dan Andry Ahmad Kosasih (suplayer handtractor) Rp 1,6 miliar untuk membeli 10 unit handtractor. Dana bagi hasil juga dialirkan kepada Kepala Dispenda Provinsi Bengkulu sebesar Rp 3,8 miliar untuk membiayai kegiatan Dispenda Provinsi Bengkulu, yang digunakan untuk pembayaran pajak, administrasi bank, tunai, serta realisasi pengeluaran Dispenda Provinsi Bengkulu hingga tanggal 11 Mei 2007 sebanyak Rp 20 miliar. n sofyan hadi, simon leosi

KASUS
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

8

Menggugat Penjualan Krakatau Steel
per saham akan mengalami kerugian 153 miliar rupiah. “Berapa nanti ruginya, tergantung harga saham saat sudah mulai stabil. Tapi secara hukum, orang bisa berkelit bahwa itu bukan kerugian negara. Itu hanya fluktuasi harga saham. Hukum kita belum bisa menyentuh permainan harga di pasar modal,” katanya. Sebelumnya, pengamat pasar modal, Adler Manurung, mengatakan, IPO KS dengan harga dikisaran 850 rupiah per lembar sangat murah dan membuat negara akan merugi. Selain ityu, pihak pembeli bisa dapat keuntungan berlipatlipat saat saham ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Kalau awalnya terlalu murah kenaikannya bisa mencapai 85 persen,” jelasnya. Sebelumnya, Amien Rais menyatakan penjualan saham secara murah ini ditenggarai berpotensi menimbulkan korupsi dan ada segelintir orang yang diuntungkan dalam proyek ini. “Dijual sangat murah itu, tandanya ada udang di balik batu. Namanya korupsi,” terang Amien. Penjualan Krakatau Steel menurut Amien akan sangat merugikan bangsa Indonesia. Pengalaman pahit saat Indosat dijual murah ke Singapura akan terulang kembali. Amien pun menyebut hal ini sebagai tragedi Indosat jilid kedua. “Kita ini bangsa yang dungu. Dulu menjual Indosat ke Singapura,” kritik mantan Ketua MPR. Sedangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kemungkinan untuk melakukan sebuah kajian terkait adanya dugaan praktik percaloan ataupun makelar saham, termasuk dalam pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) PT Krakatau Steel. “Itu mungkin saja. Saya Harus diskusikan dulu dengan staf KPK,” ujar Ketua Pelaksana Harian Pimpinan KPK, Haryono Umar. Kajian tersebut sambung Haryono, dilakukan guna mewujudkan iklim ekonomi Indonesia yang bebas Korupsi. “Yang jelas tujuannya untuk memperbaiki sistem agar mencegah korupsi,” jelasnya. n sofyan hadi

K

Praktik penjualan saham Krakatau Steel sangat rentan dengan kepentingan kekuasaan. Partai politik yang memegang kekuasaan sangat mungkin paling diuntungkan dalam hal ini.
Massardi, Sumarno M, Rushadi, A Razak L, Hendri Saparini, Ichsanudin Noorsy, William RL Tobing, Erwin Ramedhan, dan Fahmi Radi. Pihak yang digugat adalah Pemerintah RI cq Kementerian Negara BUMN yang diwakili menterinya Mustafa Abubakar. “Gugatan ini kami ajukan karena industri yang dijalankan KS adalah industri strategis yang menurut Pasal 33 UUD WCSD harus dikuasasi negara. Oleh sebab itu, penjualan ini tidak tepat, karena PT KS merupakan industri strategis,” paparnya. Pasalnya, sambung dia, IPO KS dengan harga di kisaran Rp850 per lembar saham dinilai sangat murah dan justru membuat negara akan merugi. Pihak pembeli bisa dapat keuntungan berlipat-lipat saat saham ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Kalau awalnya terlalu murah kenaikannya bisa mencapai 85 persen,” jelasnya. Belum lagi, sambung Marwan, praktik penjualan ini sangat rentan dengan kepentingan kekuasaan. Partai politik yang memegang kekuasaan sangat

mungkin paling diuntungkan dalam hal ini. Tidak Transparan Sementara itu, Drajad Wibowo, pengamat ekonomi, menyatakan penjualan saham PT Krakatau Steel (KS) tidak transparan, karena memberikan penjatahan khusus kepada perusahaan asing, utamanya Pohang Steel and Iron Corporation (Posco) dan Nippon Steel. “Memang penjatahan saham KS itu tidak transaparan, sebab ada beberapa investor asing yang sudah lebih dulu mendapatkan jatah lebih besar. Setahu saya KS memberikan jatah lebih besar untuk Pohang Steel and Iron Corporation dan Nippon Steel,” kata Drajad. Seperti diketahui, sebanyak 20 persen saham KS dilepas ke publk dengan harga 850 rupiah per lembar. Dari jumlah itu, sebanyak 65 persen diberikan kepada investor domestik dan sisanya (35 persen) dijual kepada investor asing. Menurut Drajad, beberapa investor asing yang menawarkan harga murah mendapatkan jatah saham besar. Namun, investor domestik menawarkan harga tinggi hanya mendapat satu persen. “Mekanisme penjatahan itu menimbulkan kecurigaan. Oleh sebab itu, sebaiknya daftar investor pembeli saham harus dibuka kepada publik,” tegas Drajad. Menyinggung tentang harga

ontroversi seputar pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk terus berlanjut. Malah, sebanyak 13 orang yang terdiri dari pengamat ekonomi dan pasar modal mengajukan gugatan warga negara (citizen law suit) kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait penawaran umum saham perdana (IPO) PT Krakatau Steel (KS). “Atas dasar kepentingan umum untuk memperoleh sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, menyatakan mengajukan gugatan actio popularis (citizen lawsuit), menuntut pembatalan penjualan saham perdana PT Krakatau Steel,” kata salah satu penggugat, Marwan Batubara, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (5/11). Mereka mendaftarkan gugatannya hari ini. Penggagas gugatan ini adalah pengamat pasar modal, Adler Manurung. Adapun para ekonom lainnya yang tergabung adalah Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Adhie

saham perdana (IPO) KS yang ditetapkan sebesar 850 rupiah per saham, Drajad menyatakan, sangat rendah dan tidak sesuai dengan nilai pasar perusahaan baja itu. “Dengan kurs 9.000 rupiah per dolar AS dan harga 850 rupiah per saham, maka nilai pasar 100 persen saham KS adalah 1,47 miliar dollar AS. Kemudian dengan kapasitas yang dinaikkan ke 2,5 juta ton tahun 2010-2011 ini, artinya nilai pasar KS adalah 588,4 dollar AS per ton kapasitas produksi,” katanya. Drajad memberikan pembanding yaitu investasi Krakatau Posco (KP) senilai 2,84 miliar dollar AS untuk kapasitas 3 juta ton. Nilai buku dari investasi ini adalah 2,84 miliar dollar AS dibagi 3 juta sama dengan 948 dollar AS per ton rencana kapasitas. “Masak nilai pasar KS per ton 61 persen lebih rendah dari nilai rencana investasi KP? Tentu tidak masuk akal. KS prusahaan yang sudah operasional puluhan tahun, sedangkan KP baru groundbreaking 20 Oktober 2010. Jadi KP masih perusahaan di atas kertas,” katanya. Selain itu, imbuh Drajad, KS sedang dalam proses revitalisasi dengan biaya 220 juta dollar AS yang tuntas Desember 2010 dan April 2011 ditambah 360 juta dollar AS. Dengan penetapan harga yang rendah itu, KS akan mengalami kerugian yang besar karena setiap selisih 50 rupiah

9

KASUS
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Dari Alat Vital Sampai Iran
Berbagai modus dilakukan penyelundup sabu dari luar negeri, seperti dengan mengemas melalui makanan, meletakkan pada kaki palsu dan memasukkanya dalam alat vital.

K

elompok mafia narkotika semakin canggih dalam menjalankan aksinya. Mereka menggunakan modus - modus terbaru untuk membawa barang haram itu masuk ke negara kita. Mereka tidak pernah mengenal kata menyerah untuk memuluskan bisnis barang mematikan itu. Seperti yang dilakukan NRU. Perempuan warga negara Malaysia berusia 41 tahun itu menyelundupkan 400 gram sabusabu dengan cara memasukkanya dalam alat vital. “Ini modus baru menyelundupkan sabu yang disimpan di vagina,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra, Rabu (3/11). NRU ditangkap petugas di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Kamis (14/10) lalu. Saat ditangkap, petugas mendapati sabusabu seberat 400 gram yang dimasukkan ke dalam kondom dan dimasukkan ke dalam vagina NRU. “Selain itu, sabu-sabu juga disimpan di popok yang digunakan seperti memakai

pembalut wanita,” kata Anjan. Saat ditemukan petugas di kamar hotel, lanjut Anjan, 400 gram sabu-sabu dibagi dan dimasukkan dalam dua kondom tersebut dalam keadaan basah. “Kondom ini ada talinya di ujung, setelah sampai Jakarta, diambil dengan menarik talinya,” jelasnya. Perempuan asal Pahang, Malaysia itu merupakan kurir narkoba dengan mendapat pasokan dari RJ, warga negara Nigeria. RJ sendiri masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) di Malaysia. Menjalankan perannya sebagai kurir, NRU berangkat dari Malaysia menggunakan penerbangan AirAsia. Transit di Denpasar lebih dulu sebelum menuju Jakarta. “Karena diselundupkan dengan dimasukkan vagina atau masuk dalam tubuh, alat screening di bandara sulit mendeteksi,” ujarnya. Sebelumnya, Aparat Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pun

mewaspadai adanya modus baru menyangkut penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan lokal ataupun luar negeri, terutama yang berasal dari Iran. “Kami telah menekankan kepada aparat bahwa modus penyelundupan sabu yang baru harus diwaspadai,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai (BC) Bandara Soekarno-Hatta, Bahaduri Wijayanta. Menurut dia, berbagai modus dilakukan penyelundup sabu dari luar negeri, seperti dengan mengemas melalui makanan, meletakkan pada kaki palsu, dan menyimpan dalam koper yang sengaja dikemas khusus. Bahkan, modus lainnya berupa penyimpanan pada celana dalam terutama bagi wanita serta menyelipkan di dalam suku cadang otomotif, mayoritas berasal dari Iran ataupun Hongkong. Pernyataan Bahaduri tersebut terkait adanya penyelundupan sabu dengan berat 1,380 gram oleh pelaku LS (20), warga Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, yang berasal dari Bangkok, Thailand, dengan cara dikemas khusus dalam koper, Jumat (27/8/2010). Pelaku LS dibekuk petugas BC bersama aparat Kepolisian Polres Khusus Bandara terbesar di Indonesia itu setelah turun dari pesawat Air Asia dengan

nomor penerbangan QZ-7717 dari Bangkok. Semula LS tidak mengakui bahwa sabu yang dibawa tersebut, tetapi setelah petugas menunjukkan barang bukti, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang gelang itu tak berkutik. Walau begitu, petugas juga saat ini terus memburu pelaku lain yang merupakan jaringan pengedar setelah LS diperiksa, mereka diduga merupakan sindikat narkoba antarnegara. Petugas menjerat LS dengan Pasal 113 Ayat (1) dan (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda tertinggi sebesar Rp 10 miliar. Dia menambahkan, penangkapan LS tersebut adalah yang ke-41 terhadap pelaku penyelundupan sabu lainnya sejak Januari 2010 hingga pekan terakhir Agustus 2010 melalui Terminal II Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Aparat BC memperkirakan, sabu yang diselundupkan para pelaku tersebut bila dijual di pasar bebas dengan harga sebesar Rp 310,15 miliar. Dalam catatan petugas bahwa perincian para penyelundup sabu masing-masing 17 orang warga negara Iran, delapan asal Malaysia, enam dari India, seorang dari Nigeria dan

Singapura, serta selebihnya warga negara Indonesia. Warga iran Sepanjang tahun 2010 ini, Bea Cukai Bandara SoekarnoHatta telah membukukan 55 kasus upaya penyelundupan narkotika atau psikotropika dengan nilai total barang bukti berkisar Rp 359,2 miliar. Dari 55 kasus tersebut, urutan jumlah tersangka teratas ditempati warga negara Iran, yakni sebanyak 22 orang. Kemudian WNI dan Malaysia yang masing-masing delapan orang, India enam orang. Selanjutnya Thailand, Kamboja, Taiwan dan China masingmasing dua orang serta Nigeria, Mozambik dan Singapura yang terdiri dari satu orang. Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Bandara Soetta, B. Wijayanta BM juga merinci, adapun jenis-jenis narkotika tersebut, antara lain, untuk penyelundupan shabushabu sebanyak 38 kasus, kepamine sembilan kasus, heroin dan ganja masing-masing tiga kasus serta kokain dan hasish yang juga masing-masing satu kasus. Puluhan tersangka itu hingga kini masih dalam proses pemeriksaan Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kemenerian Keuangan mengungkapkan, sepanjang semester I tahun 2010, telah menindak 88 kasus upaya penyeludupan narkoba dan psikotropika. Jumlah barang bukti yang disita dari seluruh kasus mencapai 400 kilogram, senilai Rp510 miliar. Jumlah itu meningkat 226 persen dibanding penindakan pada Semester I 2009 yang hanya 27 kasus dengan nilai Rp82 miliar saja. “Kita telah melakukan penggagalan penyeludupan narkotika sebanyak 88 kasus. Kalau dinilai kurang lebih 400 kg atau Rp510 miliar,” ujar Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata. Kebanyakan barang-barang haram tersebut berasal dari Timur Tengah dan Malaysia. Namun, sejumlah negara lain juga menjadi asal datangnya barang haram tersebut, yaitu Thailand dan Hongkong. “Yang paling dominan asalnya dari Timur Tengah, Malaysia, dan Afrika. Lainnya Hongkong, Thailand, dan India. Pelakunya dominan yang paling banyak ditangkap dari Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia,” jelasnya. n sofyan hadi

HUKUM
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

10

VARIA
Terlibat Korupsi
JAKARTA - Mantan Kepala Biro Hukum Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Jornal Effendi Siahaan dituntut hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsidair lima bulan kurungan. Ia dianggap terbukti terlibat dalam dua kasus korupsi. Demikian tuntutan jaksa penuntut umum yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/11). Jaksa Penuntut Umum Kirana Putri mengatakan, ada dua modus korupsi yang dilakukan terdakwa. Pertama, terkait pengadaan iklan penegakkan hukum yang dilakukan sebanyak lima kali pada periode 2006-2007. Untuk modus ini, terdakwa Jornal telah melakukan penunjukan langsung tanpa melewati proses lelang terhadap beberapa perusahaan yang ditunjuknya. Dalam setiap selesai penunjukkan langsung, terdakwa selalu mendapat imbalan 10 persen dari seluruh nilai kontrak yang ada. Atas perbuatannya, urai Jaksa Ely Kusumastuti, terdakwa dituntut bersalah melanggar tiga pasal, yaitu, Pasal 2 Ayat (1), Pasal 12 huruf f dan Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 Jo. UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa dianggap telah memperkaya diri sendiri dengan meminta, menerima atau memotong pembayaran penyelenggara negara dan menerima hadiah karena kekuasaan dan kewenangannya. Dari dua modus korupsi yang dilakukan, terdakwa Jornal telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp7,7 miliar. n kusmana eka, simon

Bawa Kabur Perhiasan Emas Gadaian
JAKARTA – Lantaran membawa kabur puluhan ribu gram perhiasan emas gadaian nasabah, Ahmad Pudoli SE selaku Pimpinan Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pegadaian Cilincing Jl.Kalibaru, Kec.Cilincing, Jakatra Utara dihadapkan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Septianto SH dari kejaksaan Negeri ( Kejari) Jakarta Utara. Menurut Surat Dakwaan JPU yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim Ajidinor SH dalam Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (3/11), perbuatan terdakwa dilakukan pada hari Sabtu 29 Mei 2010 setelah para karyawan Kantor UPC Pegadaian Cilincing pulang, sehingga praktis tinggal terdakwa dan seorang petugas Satpam Kantor bernama Sahadi. Untuk menjalan aksinya, terdakwa yang sudah berniat untuk mengambil barang-barang perhiasan milik nasabah yang dititipkan di UPC Pegadaian tersebut pun menyuruh Satpam Sahadi untuk menbelikan makanan makan siang. Tanpa menaruh rasa curiga Satpam tersebut pergi menjalankan perintah terdakwa selaku atasannya. Sebagai pimpinan unit, terdakwa mendapatkan gaji Rp8.000.000 per bulannya dan bertanggung jawab kepada pimpinan cabang Pegadaian Tanjung Priok Jakarta Utara yang dijabat Saksi Pelapor Firdaus Mutiara. Setelah Satpam tersebut pergi, terdakwa pun bergegas menuju tempat penyimpanan. Dengan mudahnya terdakwa mengambil, dan memindahkan ke dalam 2 buah tas yang sudah dipersiapkan barangbarang emas milik 975 orang nasabah berupa kalung, cincin, liontin gelang yang dikemas dalam kantong gadai plastik sebanyak 1.676 buah dengan berat bersih 18.075.1 gram seharga Rp4.786.358.388 (satu miliar tujuh ratus delapan puluh enam juta tiga ratus lima puluh delapan ribu tiga ratus delapan puluh delapan rupiah). Setelah selesai memindahkan perhiasan tersebut, terdakwa mengunci kembali kedua berangkas dan kembali ke ruang kerjanya dengan membawa tas berisi perhiasan tersebut. Sewaktu petugas Satpam datang membawa makan siang yang dibelinya, terdakwa menyempatkan diri makan siang dan tidak lama kemudian terdakwa pamit pulang kepada petugas Satpam kantor. Terdakwa meningalkan kantor Pegadaian sekitar jam 14.10 WIB membawa Tas Laptop dan 2 buah Tas yang berisikan perhiasan dengan mengendarai Honda City Merah tujuan Bandung. Terdakwa sempat menjual 4.100 gram perhiasan di sebuah Toko Mas Pasir Koja Bandung dengan harga Rp1.300.000.000. Uang tersebut digunakan untuk membayar biaya penginapan dan foya-foya selama dalam pelarian terdakwa di Bandung, dan Yogyakarta. Setelah Petugas berhasil menangkap terdakwa, dari tangan terdakwa berhasil disita 1.692 potong perhiasan emas dengan berat sekitar 8.500 gram dan uang tunai sisa hasil penjualan perhiasan sebesar Rp25.000.000. Akibat dari berbuatanya,terdakwa Ahmad Pudoli diancam dengan Pasal 374 dan Pasal 372 KUHP. n sanjaya siahaan

Hamili Gadis Diseret ke Pengadilan
PEKALONGAN - Habis manis sepah dibuang, inilah pepatah bagi laki-laki sebut saja Ndowi (19) warga Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur. Setelah berhasil menjebol mahkota gadis pacarnya hingga hamil, mengelak tidak mau bertanggung jawab. Alhasil hukum menyeretnya masuk penjara, dan Selasa (2/11) disidangkan di Pengadilan Negeri Pekalongan. Korban Ayu Evita Sari (17), bukan nama sebenarnya, warga Denasri Kulon RT. 04/RW.03 Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, sebelum sidang di ruang tamu PN Pekalongan, kepada Tabloid Sensor menuturkan kalau ia telah melakukan hubungan intim layaknya suami istri bersama pacarnya (terdakwa) sebanyak dua kali.. Kali pertama, seingatnya dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2009, di daerah wisata Pantai Slamaran pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika itu dirinya menolak saat terdakwa mengajaknya berhubungan intim. Namun, karena dirayu dan terdakwa akan bertanggung jawab akan segera menemui orang tuanya untuk meminang, ditambah lagi dengan pemaksaan, akhirnya korban pasrah, hingga terjadilah adegan buka-bukaan. Setelah semuanya terjadi, lalu keduanya pulang. Siapa juga ketika merasakan kenikmatan pasti ingin mengulang. Selang beberapa hari, insan yang sedang dimabuk nikmat ini kembali melakukan perbuatan mesum itu. Untuk kali keduanya dilakukan di rumah terdakwa juga pada malam hari sekitar waktu yang sama. Kali ini, korban tidak melakukan penolakan, melainkan pasrah menuruti kemauan terdakwa ketika digandeng masuk kamar. Semenjak kejadian itu lama tidak mengulangnya lagi, sementara terdakwa ditunggu-tunggu sebagaimana janjinya akan datang menemui orang tuanya. Namun, yang ditunggu tak kunjung dating. Selama menunggu dari hari ke hari hingga bulan, tak terasa perutnya membuncit ( hamil). Hal ini pun tidak bisa ditutup-tutupi lagi, dan orang tuanya pun tahu kalau anaknya hamil. Orang tua korban pun langsung mendatangi rumah terdakwa untuk meminta pertanggung jawaban. Ketika itu terdakwa tidak berada dirumah, dan hanya bertemu kakak terdakwa. Orang tua korban Suwarto (50) saat itu juga mendampingi korban di Pengadilan beserta ibunya. Sudah berkali-kali mendatangi rumah terdakwa dengan baik-baik hanya untuk meminta tanggung jawab, tapi upayanya sia-sia, terdakwa tidak mau mengakui ataupun bertanggung jawab. Akhirnya keluarga korban pun melaporkannya ke polisi dan terdakwa ditangkap yang langsung dimasukkan kedalam penjara. Sementara di ruang tahanan Pengadilan Negeri Pekalongan, terdakwa tidak mengakui kalau dirinya yang berbuat. Bahkan, dirinya mengatakan kalau belum pernah tidur bareng atau melakukan hubungan intim dengan korban. Sebaliknya terdakwa mengatakan kalau korban hamil bukan dengan dirinya melainkan dengan orang lain, sebelum menjalin pacaran dengannya. Rasanya pahit bagi korban, pelaku tidak mau bertanggung jawab dan kini anak yang dikandung sudah lahir jenis jenis laki-laki, lahir tanggal 5 September 2010, sekarang berumur 2 bulan. n hadi sulistiyono

Menerima Suap

JAKARTA - Sidang dengan terdakwa tiga mantan pegawai Kantor Pemeriksa Pajak Bandung Satu, Roy Yuliandri (terdakwa I), Muhammad Yazid (terdakwa II) dan Dien Rajana Mulya (terdakwa III), memasuki babak akhir. Ketiganya duduk di kursi pesakitan untuk mendengar tuntutan yang dibacakan oleh tim jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/11). Jaksa KMS Roni mengatakan, ketiga terdakwa dianggap telah menerima suap dari Bank Jabar karena telah menurunkan pajak kurang bayar untuk tahun 2001 dan tahun 2002. “Menyatakan para terdakwa melanggar Pasal 12 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Dan menjatuhkan pidana kepada ketiganya masing-masing selama tujuh tahun enam bulan penjara dengan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan,” katanya. Jaksa Penuntut lainnya, Pulung Rinandoro mengatakan, karena menurunkan pajak kurang bayar selama dua periode berturut-turut terdakwa I telah menerima suap sebesar Rp500 juta, terdakwa II Rp475 juta dan terdakwa III sebesar Rp310 juta. Pajak Bank Jabar untuk tahun 2001 semula Rp129,29 miliar kemudian turun menjadi Rp74 miliar dan turun lagi menjadi Rp4,9 miliar. Pulung menuturkan, menjelang finalisasi hasil pemeriksaan pajak Bank Jabar tahun 2001 Eddi Setiadi (Kepala Kantor Pemeriksaan pajak bandung satu) memerintahkan Dedy Suwardi (Ketua Tim Pemeriksa Pajak) untuk bertemu dengan Herry Achmad Buchory dan meminta uang biaya konsultasi sebesar Rp1 miliar. Atas permintaan tersebut, Umar Sjarifuddin (Dirut Bank Jabar) menyetujuinya. n elfaber hutapea, simon

Misbakhun Kecewa dengan Putusan
J A K A R TA - U s a i d i v o n i s masing-masing satu tahun penjara, Misbakhun dan Franky segera mengajukan banding karena kecewa dengan putusan majelis hakim tersebut. “Ya kita banding,” ujar penasihat hukum Misbakhun, Parluhutan Simanjuntak saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/11). Sementara itu, politisi PKS, Mukhamad Misbakhun mengaku kecewa atas vonis majelis hakim yang menghukumnya selama 1 tahun penjara. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa rezim pemimpin di negeri ini masih menginginkan rezim ini menghukum saya tak berhenti,” jelasnya. Lebih jauh Misbakhun mengatakan, pasal 263 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) KUH Pidana tentang pemalsuan yang menjadi keputusan majelis hakim dianggapnya muncul secara tiba-tiba. “Apa yang jadi tuntutan jaksa tidak ada, saya didakwa pasal 263 tapi pasal 49 tiba-tiba muncul, pasal 263 tak pernah ada dalam tuntutan dan tiba-tiba muncul,” jelasnya. Sementara saat ditanyakan terkait apakah Misbakhun tak takut jika nanti mengajukan banding hukumannya akan lebih berat, Misbakhun menyatakan tidak akan gentar untuk banding. “Tidak, kita tetap akan banding,” tandasnya. Sebelumnya, Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis terdakwa kasus dugaan pemalsuan dokumen akta gadai dan surat kuasa pencairan deposito dalam penerbitan letter of credit (L/C) Bank Century, yang juga Komisaris PT Selalang Prima Internasional (SPI) Mukhamad Misbakhun dan Direktur Utama PT SPI Franky Ongkowardjojo selama 1 tahun penjara. Keduanya terbukti memalsukan surat palsu dokumen akta gadai dan surat kuasa pencairan deposito dalam penerbitan letter of credit (L/C) Bank Century. n simon leosi

Misbkhun dirinya untuk menjadi seorang pesakitan. “Saya akan memberikan pernyataan, bahwa keinginan

11
VARIA
Mantan Bupati Brebes Divonis 2 Tahun

HUKUM
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Mantan Kepala Dinas Korupsi Izin Hutan
Asral Rahman JAKARTA - Mantan Kepala Dinas Kehutanan Riau, terdakwa Asral Rahman, divonis hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp200 juta. Rahman terbukti bersalah dalam kasus penerbitan izin usaha pemanfaatan hutan di Kabupaten Siak dan Pelalawan dalam kurun waktu 2002-2005. “Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Nani Indrawati, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (5/11). Selain denda, Rahman juga diminta membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp1,544 miliar. Jika hartanya tidak mencukupi untuk menutupi uang tersebut, maka hukumannya akan ditambah satu tahun penjara. “Karena sudah mengembalikan ke KPK sebesar Rp600 juta, sisa uang yang harus dibayar menjadi Rp944 juta,” tambahnya. Rahman dijerat dengan pasal memperkaya diri sendiri dan orang lain karena menerima hadiah atau imbalan atas penerbitan izin keputusan BKT-RKT mengenai IUPHHK-HT dari lima perusahaan yakni PT Bina Daya Bintara, PT Seraya Sumber Lestari, PT Balai Kayang Mandiri, PT Rimba Mandau Lestari, dan PT National Timber and Forest Product. Kerugian di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp587,6 miliar dan di Kabupaten Siak sebanyak Rp301,6 miliar. Sedangkan untuk perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Rahman juga menerbitkan keputusan yang mengesahkan BKT-RKT tentang I U P H H K - H T. R a h m a n l a n t a s mengeluarkan izin tanpa mensurvei wilayah yang dimohonkan. Padahal, permohonan izin diajukan di wilayah hutan alam yang dilarang ditebang. Setelah diberi izin, perusahaan lantas memberikan imbalan kepada Asral sebesar Rp994 miliar dan Bupati Siak Arwin A.S sebesar Rp550 juta. Tapi tidak semua hakim satu suara. Anggota majelis Sofialdi berpendapat lain atau dissenting opinion dan menilai Rahman tidak terbukti dalam pasal memperkaya diri sendiri, namun terbukti menerima suap saja. n kusmana eka, simon

JAKARTA - Terdakwa mantan Bupati Brebes Indra Kusuma divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/11). Ketua majelis hakim Nani Indrawati mengatakan, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta subsidair enam bulan kurungan. Soalnya Indra dianggap terbukti merugikan negara atas perbuatannya menyalahgunakan kewenangan dalam pengadaan tanah untuk pembangunan pasar. Menurut hakim, terdakwa yang berumur 52 tahun itu terbukti melanggar Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Jo. UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 65 KUHP. Perbuatan terdakwa, lanjut hakim, dilakukan dengan cara memerintahkan pembelian dua bidang tanah yang diajukan oleh saksi Hartono Santoso atau Si Hok dan Dien Novianty dengan total kerugian negara sebesar Rp7,8 miliar. “Penuntut umum telah menghadirkan 20 orang saksi dan dua orang ahli dalam persidangan ini. Sedangkan penasehat hukum telah ajukan tiga saksi a de charge (yang meringankan),” katanya. Hakim Herdi Agustein menuturkan, Bupati Brebes periode 2002-2007 ini terbukti dengan sengaja menganggarkan pembelian tanah dalam anggaran pemerintah kabupaten meskipun proposal harga tanah yang ditawarkan oleh Hartono dan Dien terlampau mahal dari harga seharusnya. Dua bidang tanah yang dimaksud terdapat di jalan Sudirman milik Hartono dengan luas 900 meter persegi dan di jalan Ahmad Yani milik Dien dengan luas 1.200 meter persegi. n kusmana eka, simon

Memproduksi Narkoba Diancam Hukuman Mati
JAKARTA - Basuki Wahono (40) warga Rumah Susun Apron, Kemayoran, Jakarta Pusat, kini duduk dibangku pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) YA Rambe didakwa telah melakukan serangkaian perbuatan sebagaimana diatur dalam pasal primair 114, 112, dan 129 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Terdakwa berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian pada 24 Juni 2010 di samping Mall Sunter Jakarta Utara. Pada saat itu, terdakwa sedang berada di mobil Timor. Tak lama kemudian datang Lina mengendarai motor lalu masuk kedalam mobil terdakwa, ketika sedang bersama-sama dengan Lina Fitriani, datang petugas kepolisian menangkap terdakwa. Di mobil terdakwa ditemukan satu bungkus rokok sampoerna mild yang berisi lima plastik klip shabushabu seberat 0,5 gram. Kemudian polisi melakukan pengembangan, terdakwa mengaku menyimpan Narkotika dirumahnya kemudian Polisi melakukan penggeledahan dirumah terdakwa. Dari hasil penggeledahan, Polisi menyita barang bukti berbagai macam bahan kimia yang diduga bahan baku narkotika dan alat-alat diduga untuk membuat narkotika . Selain itu, Polisi juga menemukan ratusan gram shabu-shabu dan ratusan butir pil ekstasi siap edar. Dalam persidangan, saksi dari Kepolisian Sakim dan Anton di hadapan Ketua Majelis Hakim Suharto menerangkan, terdakwa merupakan Target Operasi (TO) kepolisian sehubungan dengan perbuatanya tersebut. Dari rumah terdakwa, selain barang bukti narkotika, Polisi menyita buku tabungan berikut kartu ATM serta 1 unit handphone yang digunakan terdakwa bertransaksi, dan alat hisap sabu-sabu (bong) Ketika hakim menanyakan apa yang dilakukan terdakwa dan dimana keberadaan Lina apakah dijadikan terdakwa dalam perkara lain,saksi menjawab tidak tahu. Menanggapi keterangan saksi terdakwa membenarkan apa yang diterangkan oleh saksi tersebut, kemudian Majelis Hakim menunda persidangan satu minggu untuk mendengarkan keterangan saksi lain. n sanjaya siahaan

Bupati Boven Digoel Korupsi
JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Bupati Boven Digoel Papua, Yusak Yaluwo bersalah melakukan korupsi dalam pengadaan satu unit kapal tanker dan penggelapan dana APBD pada tahun 2006-2007. Yusak pun diganjar hukuman empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Hal tersebut diutarakan Ketua Majelis Hakim Herdi Agustein, Selasa (2/11). Menurut dia, terdakwa telah terbukti memperkaya diri sendiri dengan merugikan keuangan negara yakni melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 18 Jo. Pasal 55 Ayat (1) Kesatu KUHP. Selain menjatuhi hukuman bui, lanjut Herdi, majelis juga memerintahkan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp45,7 miliar. Uang pengganti ini wajib dibayar terdakwa selama satu bulan. Bila dalam kurun waktu tersebut pembayaran tak dilakukan, seluruh harta kekayaan Yusak disita oleh negara. “Jika tak mencukupi, dipidana selama dua tahun,” tegas Herdi. Hakim Anggota I Made Hendra Kusuma menuturkan, terdakwa terbukti melakukan korupsi dalam pengadaan satu unit kapal tanker LCT (Wambon) dan penggelapan dana APBD Kabupaten Boven Digoel tahun 2006-2007. Seluruh kerugian negara yang terjadi akibat perbuatan terdakwa mencapai Rp66,7 miliar. n kusmana eka, simon

JAKARTA - Sidang dengan terdakwa Kepala Inspektorat Bekasi Herry Lukmantohari dan Kabid Asset dan Akuntansi pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kota Bekasi Herry Suparjan, mendekati babak akhir. Pasalnya, jaksa penuntut umum KPK telah membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/11). Jaksa Rudi Margono mengatakan, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primair. Untuk itu, pihaknya menuntut agar kedua terdakwa dihukum pidana masingmasing tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair lima bulan kurungan. Hukuman ini diberikan, lanjut Rudi, karena kedua terdakwa dianggap terbukti memberi uang Rp400 juta kepada Auditor BPK Jabar. Pemberian uang ini bermaksud supaya Suharto dan

Pejabat Pemkot Bekasi Dituntut 3 Tahun
Enang Hernawan selaku auditor BPK Jabar memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan Kota Bekasi tahun 2009. Menurut Rudi, keinginan mendapatkan opini WTP ini berawal dari rapat di ruangan Walikota Bekasi Mochtar Muhammad. Pada saat rapat, lanjutnya, walikota menyampaikan arahannya bahwa kota Bekasi mendapat penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK Jabar untuk Laporan Keuangan Pemda Bekasi tahun 2008 mendapat insentif sebesar Rp18 miliar Departemen Keuangan. “Apalagi kalau mendapatkan opini WTP bisa didapat insentif sebesar Rp40 miliar,” kata Rudi saat menirukan pernyataan walikota. Selanjutnya, pada awal bulan Januari 2010 menindaklanjuti arahan Mochtar Muhammad, Herry Lukmantohari bersama Tjandra Utama Effendi (Sekda Bekasi) menemui Suharto dan Enang Hernawan di ruang kerja Suharto untuk membahas mengenai permintaan kota Bekasi agar hasil pemeriksaan laporan keuangan Pemkot Bekasi tahun anggaran 2009 mendapatkan WTP. Akhirnya, urai Jaksa Hadiyanto,

sekitar bulan Mei 2010 diperoleh informasi bahwa hasil pemeriksaan sementara atas Laporan Keuangan Pemkot Bekasi tahun 2009 opininya adalah WDP. Hal ini dikarenakan masih terdapatnya fasilitas umum dan fasilitas sosial atau aset-aset yang belum dapat dikelola secara tertib administrasi. Atas hasil sementara ini, kemudian Herry Lukmantohari dan Tjandra Utama menjanjikan akan memberikan uang Rp400 juta kepada Suharto dan Enang sebagai dana pembinaan untuk membantu dan membenahi administrasi aset Pemkot Bekasi agar mendapatkan predikat WTP. “Uang diberikan secara bertahap,” kata Hadiyanto.

Hadiyanto menuturkan, pemberian tahap pertama dilakukan oleh Herry Kukmantohari bersama Herry Suparjan dan Tjandra Utama Effendi sebesar Rp200 juta di dalam mobil merk Vios warna silver bernomor polisi B 8432 Z milik Suharto. Sedangkan pemberian tahap kedua dilakukan kedua terdakwa di rumah dinas Suharto sebesar Rp200 juta. “Saat keluar dari rumah Suharto itulah terdakwa satu dan terdakwa dua ditangkap petugas KPK, demikian juga Suharto berikut barang bukti berupa tas yang berisi uang sebesar Rp200 juta,” tutur Hadiyanto dalam sidang. Mendengar tuntutan yang dibacakan, kedua terdakwa mengatakan masing-masing akan mengajukan pembelaan secara pribadi di luar pembelaan yang akan diajukan tim penasehat hukum. “Akan ajukan pembelaan saya sendiri dan penasehat hukum secara terpisah,” kata kedua terdakwa. Ketua Majelis Hakim Jupriadi mengatakan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) terhada kedua terdakwa akan dilakukan pada minggu depan.n kusmana eka, simon

FIGUR
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

12
Indah Pertiwi

Tugas Berat Menanti
program yang telah dicanangkan walikota sebelumnya, maupun Pemerintah Provinsi DKI harus segera dituntaskan. Utamanya seluruh program yang telah dicatat dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang daerah. Salah satu program itu adalah menjaga dan menata kawasan Monumen Nasional (Monas) yang merupakan jendela ibu kota dan jadi kebanggaan masyarakat maupun bangsa Indonesia. Selain itu walikota yang baru dituntut menyiapkan p ola p e n a n g g u l a n g a n bencana, dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim saat ini. Termasuk tempat penampungan bagi para pengungsi. Karena tempat penampungan dinilai bagian terpenting dalam upaya menyelamatkan warga, ketika bencana yang terjadi sudah tidak bisa dihindari lagi. Apalagi Jakarta membutuhkan figur walikota yang tegas cerdas dan visioner. Kalau jajaran camat dan lurah diharapkan dapat menjadi front line dan ujung tombak dalam melayani masyarakat, maka walikota juga harus dapat menjadi city manager yang bijak untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat luas. Memang, seorang Saefullah memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dalam Perda Nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi Tata Laksana Pemerintahan disebutkan, Pemprov DKI telah melimpahkan kewenangannya secara luas kepada pemerintah kota untuk meningkatkan pembangunan daerah. Apalagi dalam dua tahun terkahir, secara berturut-turut Pemkot Administrasi Jakarta Pusat berhasil meraih piala Adipura. Tentunya prestasi itu harus dipertahankan oleh walikota yang baru. Termasuk 18 penghargaan yang diterimanya pada 2008 dan 43 penghargaan pada 2009, harus dapat ditingkatkan. Namun perlu diingat, Jakarta Pusat penduduknya terbanyak dibanding dengan kota-kota lain di Indonesia, yakni mencapai 1,2 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 30 persennya adalah PMKS dan ada 22 ribu KK yang tergolong sebagai keluarga miskin. Selain itu juga terdapat RW kumuh yang tidak sedikit jumlahnya. Sehingga diperlukan kerja keras untuk menatanya. n armenius barus

DR H Saefullah, MPd

Lebih Sering Bersyukur
dan RBTnya bagus,” ujarnya ketika ditemui di konferensi pers Indigo Award 2010, di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Mengenai apa yang ia beli dari hasil kerja kerasnya tersebut, Indah mengaku saat ini ia tengah menabung. “Beli apa ya, sekarang lagi nabung aja, lagi ngumpulin aja dulu,” ujarnya sembari tersenyum. Mengenai bencana yang tengah melanda Indonesia, Ia juga merasa sangat sedih, ia kasihan dengan para korban bencana yang terus menerus berdatangan. “Aku kasihan banget, ya Allah, sedih banget, bencana terus-terusan, nggak sebulan dua bulan tapi berturutturut, habis tsunami di Mentawai ada Merapi,” pungkasnya. n ary

SeTeLaH lagu single Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa yang ia nyanyikan booming, perlahanlahan karir Indah Pertiwi semakin menanjak. Saat ini ia bersyukur b a n y a k h a l y a n g ia inginkan sudah tercapai. “Alhamdulilah sekarang ini sudah banyak yang tercapai. Alhamdulilah dari penjualan musik

SebaGai pemimpin wilayah di ibu kota negara, Walikota Jakarta Pusat yang baru Saefullah menggantikan Sylviana Murni, diharapkan memiliki kinerja yang lebih baik, termasuk harus jeli dan memahami seluruh kondisi serta seluk beluk wilayah yang dipimpinnya. Gubernur DKI Jakarta

Fauzi Bowo mengibaratkan, kinerja pejabat bagaikan sebatang jarum yang jatuh, sehingga tidak akan luput dari pantauan publik. Untuk itu, Saefullah dituntut merespons kebutuhan dan keluhan warga secara bijak. Tugas berat juga akan menunggu penanganan Saefullah. Sebab, seluruh

Khawatir Filmnya ‘Garing’

Kinaryosih

Ini Persoalan Semua Ibu
diSadaRi oleh artis Ayu Azhari, kalau yang dilakukan oleh anaknya adalah bagian dari kenakalan anak remaja, yang mungkin juga dirasakan oleh ibu-ibu yang lain. Sementara tindakannya melaporkan ke polisi juga didasari niat baik, agar anak tidak semakin buruk ke depannya. “Saya rasa ini persoalan semua ibu-ibu yang lain, mengalami hal seperti ini, karena kita membesarkan anak bukan cuma lingkungan rumah saja, ada teman-teman dan ada TV, jadi hal yang lumrah dan saya harus hadapi dengan niat yang baik untuk mendidik,” ungkap Ayu Azhari di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Rabu (3/11) lalu. Ayu pun m e n g u n g kapkan kalau yang dilakukan ini untuk membuat anak sadar pada hukum, kalau yang dilakukan merupakan perbuatan kriminal. Apalagi perbuatan ini sudah tidak sekali saja dilakukan, berulang-ulang hingga kejadian ini menjadi puncaknya. “Ya ini agar anak juga sadar hukum,” tegasnya. “Persoalannya banyak, sedikit-sedikit terjadinya, karena aku orang tua single, beda kalau di rumah ada bapaknya,” tegas menambahkan. n ary beRmain dalam film ‘Senggol Bacok’, membuat Kinaryosih senang dan sekaligus khawatir. Saat pertama membaca skripnya, Kinar mengaku suka karena alurnya simple dan nggak ribet. Selain itu, ia juga merasa cocok dengan sang sutradara. Namun demikian, Kinar tak memungkiri jika ia merasa khawatir juga. “Itu yang paling ditakutin Kinar, takut garing. Karena sudah latihan pasti mikirnya garing. Kalau aku nonton film premiere yang kemarin pasti garing, tapi alhamdulillah ada penonton yang ketawa,” ujarnya saat ditemui di acara premiere film ‘Senggol Bacok’ di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, beberapa hari lalu. Film ‘Senggol Bacok’ adalah sebuah film komedi ketiga bagi Kinar, yang disutradarai oleh Iqbal Rais. Wajar saja jika Kinar mengaku tak kesulitan melakoninya, terlebih karena dirinya telah mengenal sosok Ringgo Agus Rahman dan Fathir Muhammad, rekan mainnya dalam film tersebut. n ary

Ayu Azhari

13
PREDIKSI
LIGA SPANYOL 08/11 - Almeria vs Gijon 08/11 - Levante vs La Coruna 08/11 - Osasuna vs Hercules 08/11 - Villarreal vs Ath. Bilbao 08/11 - Zaragoza vs Mallorca 08/11 - Getafe vs Barcelona 08/11 - R Madrid vs Atl. Madrid 09/11 - Sevilla vs Valencia 0 : 1/2 0 : 1/4 0 : 1/4 0 : 1/2 0 : 1/4 1 1/2 : 0 0 : 1 3/4 0 : 1/4

OLAH RAGA
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Gerrard: Kami Kembali!
ia ciptakan. Sang kapten mengakui saat ia menciptakan gol pertamanya, Liverpool telah kembali menampilkan karakteristik dan determinasi yang kuat dibandingkan hanya sebuah keterampilan pemain. “Manajer meminta saya untuk masuk dan melihat apakah saya bisa membantu rekan-rekan dan saya rasa di babak kedua kami bermain fantastis,” ujar Gerrard pada Channel Five. “Ketika Anda di posisi menghadapi kiper raksasa, Anda hanya perlu maju dan berharap yang terbaik. Ini hanya masalah determinasi dan niat yang sangat besar,” tambahnya. Skipper The reds itu juga memuji penampilan para pemain muda Anfield, seperti Jojo Shelvey dan Jay

Heskey Absen Sebulan
abSennYa ujung tombak Emile Heskey selama satu bulan penuh karena cedera lutut dan mengharuskannya untuk menjalani operasi guna mengatasi permasalahan tersebut membuat pelatih Gerard Houllier pusing. Mantan penyerang timnas Inggris itu mendapatkan cedera tersebut saat menjalani sesi latihan rutin pekan lalu. Dengan absennya Heskey maka membuat Gerard Houllier hanya memiliki beberapa pilihan di lini depannya, setelah Gabriel Agbonlahor juga tengah memulihkan diri dari operasi otot. Striker Norwegia John Carew, yang penampilannya di musim ini belum juga membaik, merupakan satusatunya pemain yang siap tampil untuk melawan Fulham di akhir pekan ini. Heskey, yang memutuskan untuk pensiun dari ajang internasional setelah Piala Dunia lalu, telah merevitalisasi kembali penampilannya sejak kehadiran Houllier yang menggantikan peran Martin O’Neill. n ary KaPTen Liverpool, Steven Gerrard, yakin The Reds secara perlahan telah menemukan kembali bentuk permainan mereka setelah sukses menggulung Napoli 3-1 di Anfield dalam pertandingan Liga Europa, Jumat (5/11) dini hari. lalu Tertinggal 0-1 dari Napoli di babak pertama, manajer Liverpool, Roy Hodgson, memasukkan Gerrard untuk menggantikan Milan Jovanovic di awal babak kedua. Masuknya gelandang Three Lions ini sukses menginspirasi permainan The Reds di babak kedua, di mana Gerrard berhasil membalikkan keadaan melalui Hattrick yang

Spearing, yang memanfaatkan kesempatan untuk tampil mengesankan di depan pendukung Anfield. “Ini adalah pengalaman fantastis bagi mereka. Penghargaan yang luar biasa pantas diberikan kepada manajer yang telah memainkan mereka karena ini adalah malam yang hebat di Anfield dan saya pikir mereka bisa tampil baik lagi di pertandingan selanjutnya,” ungkap Gerrard. Berawal dari penampilan The Reds saat bertandang ke Naples, Liverpool kemudian mulai meraih kemenangan demi kemenangan. Sejak saat itu The Reds menang 2-1 atas Blackburn Rovers dan 1-0 atas Bolton di Liga Premier. Kemenangan itu seakan menandakan kembalinya performa bagi Liverpool yang sempat terpuruk. n ary

Beda Villa dan Ibra
SebaGai striker, David Villa dan Zlatan Ibrahimovic, samasama berkualitas dan pantas masuk dalam kelompok elit penyerang terbaik di dunia saat ini. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Tetapi, kenapa Barcelona merekrut Villa dan membuang Ibrahimovic? Menurut gelandang senior Barcelona, Xavi Hernandez, ada kelebihan dari kedua pemain ini yang membuat mereka berbeda. Perbedaan itulah yang memungkinkan Villa lebih cocok dengan gaya Barcelona, sedangkan Ibrahimovic memiliki kelebihan yang kurang cocok dengan gaya klub Catalan. Dikatakan Xavi, Villa adalah tipikal striker yang dinamis, yang bisa bermain di posisi mana saja di depan. Mantan pemain Valencia itu juga selalu bergerak ke berbagai sisi dan piawai memanfaatkan bola-bola mati. Sedangkan Ibrahimovic adalah tipikal pemain yang statis atau kurang dinamis. Tetapi, Ibra sangat membantu dalam membongkar pertahanan lawan yang kokoh. “David Villa adalah pembelian yang bagus. Zlatan Ibrahimovic juga bagus, ia menawarkan kami sesuatu yang berbeda. Villa membawa hal-hal lain untuk tim ini. Ia dapat berlari dari dalam, bermain di sayap, bermain sebagai pemain nomor sembilan, di sebelah kanan, di sebelah kiri, menembak dari mana saja, mengambil penalti, dan mencetak gol dari tendangan bebas. Dia memiliki naluri mencetak gol yang tinggi,” kata Xavi. “Ibrahimovic lebih statis karena fisiknya. Ia memiliki berat hampir 100 kg dan tinggi hampir dua meter. Dia memberi kami lebih banyak target untuk diberi umpan, tapi tidak dinamis. Ketika kami melawan lawan yang sangat bertahan Ibra memberi kami jalan keluar di lini depan dan itu sangat berguna,” kata Xavi. n ary

Montolivo Jalani Operasi Engkel

SeRanGKaian cedera dan hukuman yang dijatuhkan kepada pemainpemainnya membuat klub Serie A Fiorentina kembali dipusingkan dengan absennya Riccardo Montolivo yang harus menjalani operasi engkel. Fiorentina mengatakan tidak ada jalan keluar bagi Montolivo selain menjalani operasi yang rencananya dijadwalkan pada 15 November mendatang. Dengan demikian Montolivo kemungkinan besar harus absen selama dua bulan. Pemain timnas Italia itu baru bisa bermain bila menjalani operasi. Pada awal pekan ini, penjaga gawang Sebastien Frey menambah panjang daftar cedera klub tersebut saat terkapar karena cedera lutut di sesi latihan. Frey juga kemungkinan harus naik ke meja bedah dan ironisnya terancam tidak dapat berkompetisi lagi di musim ini. Kesempatan ini juga akan dimaksimalkan oleh penjaga gawang Polandia, Artur Boruc, untuk menunjukkan kebolehannya dalam mengawal gawang Fiorentina. n ary

Daniela Terinspirasi ‘Eat Pray Love’
FiLm ‘Eat Pray Love’ yang menghadirkan nuansa Bali ternyata menginspirasi petenis asal Slovakia Daniela Hantuchova untuk mencoba berdoa di pura. Bersama petenis Jepang Kimiko Date Krumm yang akan bertanding Kamis malam, Daniela dan mantan petenis nasional Indonesia Angelique Widjaya, menyempatkan diri berdoa di Pura Taman Sari, Grand Hyatt, Bali, Kamis. “Saya sudah empat ke sini (Bali) tetapi belum pernah mencoba (berdoa di pura), saya ingin mencobanya,” kata Daniela yang akan mengawali turnamen “Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010” dengan melawan petenis Belgia Yanina Wickmayer. “Saya menyaksikan film `Eat Pray Love`, dan sekarang saya bisa merasakan apa yang saya lihat,” ujar Daniela seusai mengikuti doa bersama yang dipimpin Juru Mangku Made Rebit.

Meski tidak mau menyebutkan doa yang dipanjatkannya, Daniela yang mengenakan kebaya putih dengan kain Bali, mengaku merasa damai sepanjang prosesi doa berlangsung.

Sementara Kimiko yang juga baru pertama kali mengikuti prosesi doa di pura, mengaku memanjatkan doa untuk kesehatan, karir dan pertandingan yang akan

ia hadapi. Ia mengatakan, meskipun tata cara berdoa yang dilakukan berbeda dengan yang dilakukan di negaranya, namun ia yakin esensinya tetap sama. n ary

EKONOMI
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

14

SINGKAT
Pembangunan Tiga Koridor Busway Ditunda
JaKaRTa - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda pembangunan tiga koridor busway yaitu Koridor XIII (Ciledug-Blok M), Koridor XIV (Kalimalang-Blok M) dan Koridor XV (Depok-Manggarai). “Sangat mungkin tiga koridor itu dilanjutkan jika kita ada bantuan. Ini cukup berat dalam arti mahal dan panjang,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Sarwo Handayani di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (4/11). Sarwo Handayani yang lebih akrab dipanggil Yani mengatakan Pemprov DKI belum mampu mendanai pembangunan tiga koridor busway tersebut. “Untuk tiga koridor terakhir, bukannya tidak layak, tetapi perlu waktu dan uang,” katanya. Oleh karena itu, Pemprov DKI memutuskan hanya akan membangun dan mengoptimalkan 12 koridor busway. “Kita putuskan 12 koridor asal tuntas dan bagus. Di 2012 hanya di optimalkan 12 koridor,” katanya. Yani menjelaskan pada APBD 2011, Pemprov DKI hanya akan membangun satu koridor busway yaitukoridor XI Kampung Melayu-Pulogebang. n armenius barus

Freeport Gadaikan Grasberg
JaKaRTa - Satu lagi rahasia dibalik operasi Freeport McMoran Copper & Gold Inc, di Indonesia terungkap. Perusahaan multinasional itu ternyata telah menggadaikan Grasberg, tambang emas dan tembaga yang dioperasikan anak perusahaannya PT Freeport Indonesia di Papua, kepada Bank Dunia. Dari situ Freeport mendapatkan pinjaman sebesar USD 26 miliar, untuk membeli tambang baru di Arizona, Amerika Serikat, pada 2007. Rahasia ini diungkapkan Titus Natkime, mantan karyawan PT Freeport Indonesia yang juga anak Kepala Suku Amungme, Timika, Papua. Titus mengaku kepastian informasi itu diperoleh dari karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang kini menempati jabatan penting di perusahaan itu. Dari informasi ‘orang dalam’ PTFI tersebut, diketahui Freeport McMoran telah menggadaikan tambang Grasberg di Papua, kepada Bank Dunia pada 2007, senilai USD 26 miliar. Dana pinjaman itu lantas digunakan untuk membeli tambang baru di Arizona, Amerika Serikat (AS). Titus juga ingat, pada 2007 silam pernah diundang oleh Chairman Freeport McMoran, James Moffett ke Hawaii. Dalam pertemuan itu, Titus menerima ungkapan terima kasih dari Moffett. “Terima kasih, karena Suku Amungme dan Kamoro saya bisa membeli tambang baru,” ujar Titus menirukan ucapan Moffett saat itu. Utang Freeport ke Bank Dunia itu, kata Titus, memang tidak diungkapkan dalam keterbukaan informasi Freeport McMoran di AS. “Transaksi itu bersifat rahasia dan memang tidak disampaikan dalam keterbukaan informasi oleh Freeport McMoran. Tapi semua data-data lengkap saat ini ada di saya,” ujarnya. Titus juga mengaku telah melaporkan hal itu ke Badan Intelejen Negara (BIN). “Pihak BIN akan menyampaikan laporan itu ke para petinggi negara, terutama kepada Presiden,” kata Titus lagi. Rencananya, minggu ini Titus juga akan melaporkan soal Grasberg yang digadaikan itu ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Ini sangat merugikan bagi kami warga Suku Amungme dan Kamoro, serta tentunya seluruh bangsa Indonesia,” jelasnya. n soebardjo

Potensi Perikanan Budidaya di Jateng Masih Terbuka
SemaRanG - Potensi perikanan budidaya di provinsi Jawa Tengah masih sangat terbuka untuk dikembangkan dan didayagunakan secara lestari dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. potensi. Hal tersebut adalah lahan budidaya di perairan tawar, payau, dan di laut seluas 293.000 ha. Dan pantai sepanjang 828,8 km. P e n gembangan potensi dilakukan dengan mengembangkan perikanan budidaya perairan tawar di kolam, sawah dan di perairan pedalaman yang terdiri atas waduk, rawa, danau, sungai, dan genangan air lainnya. Untuk budidaya di kolam terdapat potensi seluas 68.912 Ha. Di sawah seluas 5.655 ha, dan di perairan umum seluas9.000 Ha. Selain itu, terdapat potensi lahan untuk Keramba dan Keramba Jaring Apung seluas 71.000 m2. Pengembangan potensi dilakukan dengan pengembangan budidaya air payau berupa budidaya tambak seperti yang telah dilakukan masyarakat Jawa Tengah di pantai utara sepanjang 453,9 Km dan sebagian kecil di pantai selatan dengan total luas pengusahaan 41.691 Ha lebih. Sementara itu, dari potensi lahan budidaya laut seluas 290.598 Ha saat ini baru dimanfaatkan seluas 4.000 Ha, yaitu 3.500 Ha untuk pengembangan kerang dan 500 Ha untuk pengembangan rumput laut. Perikanan budidaya laut dikembangkan antara lauin di perairan pantai Kabupaten Jepara, di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Kebumen. Produksi perikanan budidaya Jateng setiap tahun terus meningkat, seperti produksi tahun 2000 sebanyak 70.434 ton menjadi 166.569 ton pada tahun 2008 atau mengalami peningkatan rata-rata 11,76% per tahun. Sedang nilai produksi pada tahun 2000 sebesar Rp927,86 juta menjadi Rp1,631 miliar pada tahun 2008 atau meningkat rata-rata 10,54% per tahun. Peningkatan produksi tertinggi terjadi pada budidaya sawah, disusul keramba, waduk, tambak laut dan lainnya. n tulus supangkat

APBD DKI 2011 Diproyeksi Rp 27,95 Triliun

JaKaRTa - Pemprov DKI Jakarta memproyeksi jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp 27,95 triliun. Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD DKI 2011 juga telah ditandatangani Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta. Proporsi anggaran terbesar tetap dialokasi pada bidang pendidikan sekitar 27 persen atau sebesar Rp 7,54 triliun, disusul dengan alokasi anggaran untuk program unggulan sebesar Rp 17,9 juta “Kemarin, saya sudah menandatangani KUA dan PPAS APBD DKI 2011 dengan Ketua DPRD DKI. Besaran anggaran yang dirancangkan dalam APBD DKI 2011 sebesar Rp 27,95 triliun,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta usai Paparan Rancangan APBD DKI 2011 oleh Bappeda DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (3/11). Besaran proyeksi nilai Rancangan APBD (RAPBD) DKI 2011, dikatakan Fauzi Bowo, lebih besar 4,65 persen dibandingkan dengan nilai APBD Perubahan 2010 sebesar Rp 26,71 triliun dan lebih besar 8 persen dibandingkan jumlah APBD Penetapan DKI 2010 yang mencapai Rp 24,67 triliun. “Jumlah ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Jakarta,” kata Fauzi Bowo. n armenius barus

Pelabuhan Tanjungpriok Tingkatkan Pelayanan Bongkar Muat
JaKaRTa - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM), sepakat untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino, Kamis mengatakan dengan adanya kerjasama dengan 16 Perusahaan Bongkar Muat maka pelayanan dan harga pengiriman barang di Indonesia dapat lebih murah dibandingkan negara lain. Selain itu Pelindo II mengajak para PBM untuk investasi alat agar pelayanan semakin baik dan tidak ada keterlambatan barang. Selama ini, tingginya biaya pelayanan jasa, akibat banyaknya penumpukan barang hingga menambah biaya. “Kalau adanya kerjasama dengan 16 PBM di pelabuhan menyelesaikan bongkar muat, kecepatan bongkar muat barang dan peti kemas serta produktivitas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), yang dihitung berdasarkan rata-rata ton muatan yang dibongkar. “Pelindo II berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan melalui kerjasama dengan mitra perusahaan bongkar muat, untuk memacu kopentisi positif dalam hal pelayanan melalui kerjasama dengan mitra perusahaan bongkar muat. Kompetisi positif dalam hal ini, pelayanan yang menerapkan sistem reward and punishment,” kata Lino. Saat ini, kinerja pelayanan kapal khususnya untuk waiting time kapal di pelabuhan Tanjung Priok, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana rata-rata waktu tunggu adalah satu jam. n sanjaya siahaan

cabang Tanjung Priok dan adanya investasi alat, dimana infrastruktur yang ada sudah memadai tingkat pelayanan makin optimal,” ujar Lino. Dalam kesepakatan tersebut ada komitmen memberikan jaminan agar pelayanan kapal, barang dan peti kemas di pelabuhan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. “D engan k er j a sam a ya ng dilakukan dengan 16 PBM,

diharapkan dapat bersaing di kawasan Asia,” katanya. Dalam kesepakatan tersebut disebutkan pelayanan pokok mencakup tiga target yang harus dicapai operator pelabuhan dan perusahaan bongkar muat. Target yang harus dicapai berkaitan dengan pelayanan 24 jam selama tujuh hari. Lamanya waktu tambat kapal di dermaga untuk

15
SINGKAT
Kegiatan Diklat bagi Guru
TanGeRanG - Penyelenggara pendidikan harus dapat memberikan solusi dengan memadukan berbagai konsep pendidikan didalam materi proses belajar mengajar dan pembelajaran untuk mewujudkan proses pendidikan yang dapat memberikan efek logika, etika, estetika sebagai cipta rasa dan karsa, serta pendidik (guru) sebagai penguji harus dapat mencetak tunas-tunas bangsa yang berilmu, berakhlak, berprestasi dan berkarakter agar dapat menjadi panutan yang baik. Seperti halnya SDN Jombang 05 Ciputat di bawah kepemimpinan Marsudin S.Pd. Sejak menjadi Kepala Sekolah pada Maret 2010 dikatakannya, untuk mengejar dan mencapai target dalam pendidikan, seorang guru harus dapat menjadi panutan bagi anak didiknya dengan dibekali ilmu yang memadai sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sarana dan prasarana sekolah juga harus lengkap dan memadai. Untuk itu, Marsudin berharap agar pemerintah dapat memenuhi pendidikan secara cermat dan tepat sasaran tentunya dengan menyediakan anggaran lebih besar lagi, “Seperti SDN Jombang 5 Ciputat dengan daya tampung siswa yang tidak memungkinkan lagi yang sekarang ini ada 11 Rombel (rombongan belajar),” ujarnya. n bumi sunyoto, agus solihin

PENDIDIKAN
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Rp 45 Miliar untuk Perpustakaan
bandunG - Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat Dedi Junaedi mengatakan, Provinsi Jawa Barat menganggarkan dana sebesar Rp 45 miliar untuk membangun perpustakaan daerah bertaraf nasional dan bahkan internasional. Rencananya, perpustakaan yang dibangun di Kawasan Kawaluyaan Kota Bandung ini akan selesai pada 2012 mendatang. “Dananya murni dari APBD provinsi dan akan dilakukan secara bertahap sejak 2010 hingga nanti 2012. Totalnya R p 4 5 m i li a r . Di t a h u n 2010 Rp 800 juta, 2011 Rp 10 miliar, sisanya nanti di 2012,” kata Dedi dalam Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-3 di Hotel Horison Bandung yang berakhir Kamis (4/11). Menurut Dedi, selain persiapan fisik, yang juga menjadi prioritas adalah menyelesaikan persiapan naskah untuk mengisi koleksi digital pada perpustakaan tersebut. Terutama koleksi naskah langka yang saat ini sudah sulit dicari. “Koleksi sekarang sudah 150.000 buku. Akan tetapi, untuk taraf internasional masih jauh. Sementara untuk koleksi digital sudah ada empat ratus judul dan itu pun masih sangat kurang. Mayoritas karya tersebut merupakan naskah langka seperti karya-karya Nano S. yang sekarang sulit dicari,” katanya. Dedi menjelaskan, saat ini kabupaten kota di Jawa Barat sudah mulai memiliki fasilitas perpustakaan digital. Terutama perpustakaan kabupaten kota yang langsung terhubung dengan situs web perpustakaan Provinsi Jawa Barat. “Ada 21 kabupaten kota yang sudah terhubung dan sudah online. Yang belum online, kita ambil datanya secara offline sehingga tetap bisa diakses oleh masyarakat,” katanya. Hal lainnya, Dedi menuturkan ada 2.500 lebih perpustakaan desa di Jawa Barat juga sudah difasilitasi oleh Perpustakaan Provinsi Jawa Barat. Perpustakaan tersebut diberi seribu eksemplar buku selain pelatihan yang diberikan kepada seluruh pengelolanya. “Salah satu kesulitan kami terutama untuk perpustakaan digital adalah dari segi SDM dan maintainnance. Apalagi untuk digital harus terus di-update setiap saat. Ke depan kita harapkan di setiap

keramaian ada perpustakaan,” ucapnya. Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sulasih mengatakan, sampai dengan saat ini ada 31 provinsi yang sudah memiliki fasilitas perpustakaan digital. Ada dua provinsi yang belum memulainya karena masalah infrastruktur dan SDM yang tidak memadai. “Dari yang sudah mulai ada yang sudah maju, sedang, dan ada yang masih belum optimal,” katanya. Menurut Sri, perpustakaan nasional telah menetapkan program perpustakaan digital sejak 2008. Pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, memaksa semua perpustakaan harus memiliki fasilitas perpustakaan digital ini. n farida

Sekolah Wajib Beri Kurikulum Lingkungan Hidup
bandunG - Semua sekolah di Indonesia saat ini wajib memberikan kurikulum pendidikan lingkungan hidup. Pendidikan Lingkungan hidup tersebut kemudian diimplementasikan dalam program Adiwiyata. Hal itu dikatakan Sekretaris Kementrian Lingkungan Hidup, Hermien Rosita, dalam acara Lokakarya Nasional Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (2/11) lalu. Dia mengatakan, penerapan kurikulum pendidikan lingku ngan hidup tersebut merupakan implementasi UU no. 32 Tahun 2009 tentang Bermitra dalam Gerak Pembangunan Berkelanjutan. Saat ini, Kementrian Lingkungan Hidup sudah bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan Nasional untuk menyelenggarakan kurikulum pendidikan lingkungan hidup tersebut. Menurut Hermien, sekolah berperan dalam melahirkan generasi muda berwawasan lingkungan. Dengan adanya adiwiyata, kita bisa memiliki program bagaimana menyadarkan siswa untuk memikirkan aspek lingkungan. Saat ini, sekolah yang mengikuti adiwiyata jumlahnaya semakin bertambah. “Sekolah ini diharapkan memberikan asupan pada anak didiknya mulai dari perilaku, membuat kompos, sampai menanam yang semuanya dilakukan di sekolah yang berwawasan lingkungan,” ujarnya. Hermien menambahkan, pendidikan lingkungan hidup tersebut dapat dibentuk melalui mata pelajaran khusus yang berdiri sendiri atau disisipkan dalam mata pelajaran lain yang sudah ada. Meskipun demikian, dia mengakui belum ada sanksi bagi sekolah yang belum menerapkan kurikulum pendidikan lingkungan hidup tersebut. n farida

UPT Pamulang Adakan Lomba Antar Gugus
PamuLanG - Kegiatan lomba di UPT (Unit Pelayanan Teknis) Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, diikuti tujuh Gugus, di antaranya Gugus 5 yang membawahi 6 SD Negeri, dan 2 Sekolah Swasta. Dari beberapa cabang olahraga yang dilombakan adalah catur untuk putra-putri, tenis meja putra-putri, paduan suara putra-putri dan futsal untuk putra.. Satu yang berbeda dari kegiatan ini adalah lomba Jalan Sehat antar sekolah yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 November mendatang, sekaligus pengumuman pemenang dari tingkat TK sampai SLTA se Kecamatan Pamulang. Lomba ini digelar menyambut HUT PGRI pada tanggal 25 November. Kegiatan ini menurut Ketua UPT Kecamatan Pamulang, Drs. Sanaman, sangat bermanfaat dan pihaknya sangat mendukung sekali kegiatan. Sedangkan Wakil Ketua Pelaksana, Jamhari S.Pd kepada Tabloid Sensor mengatakan, kegiatan lomba tingkat Gugus pada tahun ini sudah berjalan untuk ketiga kalinya, dan kegiatan tahun ini semoga dapat berjalan dengan kondusif dan harmonis, sekaligus sebagai ajang silahturahim antar kepala sekolah. n muhadi

Pendidikan Siaga Bencana Perlu Didesain
“Memang sudah saatnya modul-modul pendidikan siaga bencana itu dibuat dan harus melibatkan banyak SDM yang bukan hanya dari lingkup pendidikan. Kita tak bisa lagi bertindak sporadis kalau bencana datang,” ujar pakar pendidikan Anita Lie, Jumat (5/11). Menurutnya, sebetulnya tidak sulit jika pemerintah merasa belum membuat modul. Hal paling mudah dilakukan adalah mengumpulkan dan mengajak para relawan yang selama sudah baik menjalankan tugasnya di kawasan-kawasan bencana untuk menggarap modul tersebut. “Setelah bencana harusnya dirangkul, dibuatkan raker atau apapun caranya untuk merumuskan modul ini. Relawan itu lebih tahu kondisi di lapangan seperti apa, sehingga biarkan mereka menuliskan pengalamannya untuk dibagikan,” ujarnya. Di Jakarta, modal pendidikan kebencanaan juga dibutuhkan. Banjir, sebagai musibah paling akrab bagi warga Jakarta, juga harus diantisipasi di kalangan pendidik di sekolah. Retno Listyarti, guru SMAN 13 Jakarta, mengatakan, sudah saatnya kurikulum ditinjau ulang dengan berpegang pada prioritas yang dibutuhkan anak didik. Saat ini kurikulum Indonesia sudah terlalu berat dan beban siswa terhadap kurikulum terlalu banyak. “Maka, walaupun disisipkan dalam pelajaran, pendidikan kebencanaan itu tampak menjadi problema, yaitu menambah beban. Tapi, kurikulum yang ada ditinjau ulang dulu tidak bisa ditambah atau disisipkan. Sayang, pemerintah belum aware soal ini,” ujarnya. n delwandra

JaKaRTa - Pendidikan kesiagaan dan antisipasi bencana selama ini lebih cenderung dilakukan secara sporadis, bukan didesain secara khusus. Mengevaluasi tiga bencana besar yang terjadi berturut-turut, yaitu Wasior, Mentawai dan Gu nung Merapi, sudah saatnya pemerintah serius memikirkan persoalan ini. Modul-modul atau materi mengenai kesiapsiagaan

menghadapi bencana belum ada di sekolah, termasuk sekolah-sekolah di daerah rawan bencana. Di Jakarta, khususnya di kawasan yang langganan banjir atau berpotensi di masa depan tertimpa banjir pun tidak ada. Jika tidak bergantung pada relawan, selama ini pengajaran kesiapsiagaan terhadap bencana bergantung pada kreativitas guru karena pemerintah tidak menyediakannya.

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

16

INFO
Warga Tolak Pembangunan SPBU
JaKaRTa - Belasan warga yang bermukim di Jalan Bintaro Raya, RT 11/10, Kebayoranlama Selatan, Kebayoranlama mendatangi kantor Walikota Jakarta Selatan untuk bertemu Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi. Adapun maksud kedatangan warga, ingin menyampaikan penolakannya atas pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayahnya. Sebab di sekitar lokasi, saat ini sudah terdapat lima SPBU lainnya. Jika hal itu dibiarkan, warga khawatir akan terjadi pencemaran air tanah. Omi Komaria Madjid, perwakilan warga mengatakan, di lingkungan pemukimannya, saat ini telah di kelilingi lima SPBU. Padahal, hampir seluruh warga menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Alhasil, warga pun sangat mengkhawatirkan akan terjadi kebocoran sehingga dapat menyebabkan pencemaran air tanah di lokasi tersebut. “Perbaikan kualitas air tanah itu kan tidak sebentar, memerlukan waktu yang lama,” ujar Omi, usai berdialog dengan Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, Rabu (3/11). n delwandra

Dana Banjir-Macet tak Siap
JaKaRTa – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tampaknya tidak siap menyusun alokasi anggaran penanggulangan banjir dan kemacetan dalam RAPBD 2011. Buktinya dana yang dialokasikan untuk dua persoalan utama Ibu Kota tersebut belum disusun. Padahal, Jumat (5/11), RAPBD 2011 senilai Rp27,95 triliun diserahkan ke DPRD DKI Jakarta untuk dibahas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani mengaku belum menghitung total anggaran untuk dua pos penting tersebut. Bahkan persentase alokasi RAPBD 2011 untuk dua masalah tersebut tidak diketahui. ”Untuk jumlah totalnya saya belum menghitung, termasuk juga persentasenya berapa. Yang jelas, anggarannya ada di dua dinas (Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan),” kata Sarwo Handayani saat sosialisasi RAPBD 2011 di Balai Kota. Dia hanya menyebutkan jumlah anggaran penanggulangan banjir tahun ini sebesar 5% dari total APBD Perubahan 2010 senilai Rp26,7 triliun. Adapun untuk persentase penanganan masalah kemacetan, seperti penataan transportasi, Sarwo mengaku tidak tahu. Ditanya mengenai keinginan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI yang mengusulkan anggaran untuk mengatasi kemacetan sebesar 10% dari RAPBD 2011, Sarwo berjanji akan mengakomodir. ”Nanti akan kita bahas bersama DPRD,”ujarnya. Dalam kesempatan itu, Sarwo menjelaskan, alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 27%. Anggaran tersebut sudah termasuk belanja pegawai, yakni gaji guru. Sementara itu, tahun 2011 Pemprov DKI Jakarta akan kembali memperoleh Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar Rp209,09 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk menambah belanja pegawai yang mencapai Rp7 triliun. Terakhir kali, Pemprov DKI menerima DAU pada tahun 2006.Sejak tahun 2007, Pemprov DKI tidak lagi menerima DAU karena sudah dianggap mampu membiayai kebutuhan belanja pegawai.Namun, setelah ada perhitungan fiskal bersama dengan pemerintah pusat, diputuskan Pemprov DKI Jakarta akan menerima anggaran DAU di tahun 2011. Sayangnya besarannya jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2006 yang mencapai Rp800 miliar. ”Memang sejak tahun 2007 kita sudah tidak memperoleh DAU.Lalu diputuskan tahun 2011, kita akan menerima DAU. Artinya perjuangan kita untuk mendapat anggaran DAU terwujud dengan baik,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Sukri Bey. n armenius barus

Tiga Titik Reklame Senayan Harus Dibongkar
JaKaRTa – Reklame di kawasan Gelora Bung Karno semrawut dan melanggar peta persebaran titik reklame yang ditetapkan oleh Pemprov. Dalam Peta Ruang Titik Reklame tersebut terdapat 31 titik yang harus terpasang di halaman. Namun kenyataan di lapangan lebih dari jumlah itu, dan banyak terpasang di trotoar, sehingga jelas melanggar aturan yang telah ditetapkan. Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo, sudah memerintahkan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) meneliti masalah tersebut. “Bila menyimpang dari perizinan maka harus segera dibongkar,” katanya, Menurut Fauzi, seluruh reklame yang ada harus mengacu kepada aturan yang sudah ditetapkan. “Bila sudah ditetapkan 31 titik dan dipasang di halaman maka tidak boleh keluar dari itu,”tandasnya. Sebelumnya, Endah S Pardjoko anggota Komisi C DPRD DKI mengatakan, dari data di lapangan, terdapat 3 titik reklame di kawasan padang golf senayan, yang diduga menyalahi ketentuan. “Di dalam perda jelas disebut tidak boleh di sarana prasarana milik pemerintah dan sepanjang trotoar berdiri reklame,” ujar Endah. Selain masalah letak, juga masalah ukuran. Hal tersebut, katanya, sangat merugikan Pemprov karena pajak dan retribusi yang masuk tidak sesuai dengan yang sebenarnya. “Saya mendukung gubernur harus tegas soal ini,” katanya. n armenius barus

Alfa Midi ‘Bunuh’ Usaha Kecil Menengah
JaKaRTa - Pembangunan bidang ekonomi, harus diarahkan kepada terwujudnya kesejahteraan bagi rakyat kecil. Seluruh lapisan masyarakat harus dilibatkan untuk berpartisipasi, didalam proses pemasaran barang dan jasa agar terciptanya iklim usaha yang sehat, dan efektif, sehingga tidak menimbulkan adanya pemusatan kekuatan ekonomi pada satu pelaku usaha tertentu. Tetapi ironisnya, hal ini tidak terealisasi dilapangan dalam praktek ekonomi. Masyarakat usaha kecil selalu mendapat perlakuan monopoli dari pengusaha besar. Seperti yang terjadi di Jalan Swadaya Raya No. 1756 Blok.G.VIII Kelurahan Wijayakesuma, Kecamatan Gropet, Jakarta Barat. Disana berdiri satu bangunan Alfa midi atau riitel yang jelas akan berdampak buruk bagi usaha kecil di sekitarnya. Ny War, seorang warga yang menggantungkan hidup dari berdagang mengatakan, keberadaan mini market jelas mengancam perekonomiannya. ”Suami saya sudah tidak bekerja lagi, uang dari pesangon kami gunakan untuk berdagang agar bisa bertahan untuk menghidupi empat anak kami yang masih bersekolah. Saya sangat khawatir dengan berdirinya Alfa Midi, dagangan saya bakal tak laku lagi,” katanya. n johny siregar

Organik Masih Dominasi Volume Sampah DKI
JaKaRTa - Sampah yang ada di DKI Jakarta masih didominasi oleh sampah organik, dengan perbandingan 67 persen dari volume sampah yang ada di TPA. Data ini di peroleh dari kajian yang dilakukan Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (PSTL FTUI). Hasil penelitian tersebut adalah mengenai komposisi sampah warga Jakarta di TPA Bantargebang. Kajian itu dimulai pelaksanaannya pada akhir bulan Juli hingga Agustus lalu itu, kini telah rampung dan telah dipaparkan kepada kepala serta para pejabat di lingkungan Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Koordinator Tim Peneliti, Evi Novita, mengharapkan, hasil riset ini dapat melengkapi database sektor persampahan di Jakarta. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa komposisi jenis sampah di TPST Bantargebang terdiri dari sampah organik 67 persen, plastik 17 persen, kertas 6 persen, logam 0,4 persen, karet 1,5 persen, tekstil 7 ramah lingkungan. Sedangkan dominannya komposisi sampah organik di DKI Jakarta yang mencapai 67 persen, Iwan menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta hendaknya segera menyikapinya dengan memanfaatkan sampah organik melalui fasilitas teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk dibangun di dalam kota, seperti teknologi Mechanical Bio Treatment (MBT) maupun Bio-Methanisasi. Kepala Dinas Kebersihan, Eko Bharuna mengatakan, Dinas Kebersihan sangat mengapresiasi penelitian yang dilakukan PSTL UI. “Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan draft Perda dan Pergub mengenai pengelolaan sampah di ibu kota, sebagai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksaaan UU No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Karena PP nya belum selesai disusun Kementerian Lingkungan Hidup, proses ini terhambat. Kami tidak mau nanti hasilnya bertentangan,” jelasnya. n armenius barus

persen, kaca 0,9 persen, dan lain-lain 0,5 persen. Sedangkan data penelitian terakhir tahun 2005 lalu, komposisi sampah organik tahun 2010 kali ini naik sekitar 2 persen. Namun, trend peningkatan yang signifikan justru ada pada jenis sampah plastik. Pada riset tahun 2005, sampah plastik di TPA Bantargebang hanya sebesar 13,3 persen, tapi kini telah mencapai 17 persen. “Kurang lebih 1.250 ton sampah yang masuk ke

TPA setiap harinya adalah plastik. Ini jenis sampah yang sulit terurai,” papar Evi Pengamat Lingkungan Perkotaan, Iwan H Wardhana, mengungkapkan, kenaikan kuantitas sampah plastik di TPA Bantargebang sebesar hampir 4 persen adalah sebagai indikasi adanya perubahan perilaku dan pola konsumsi warga masyarakat kota Jakarta yang cenderung lebih memilih penggunaan plastik dibandingkan media berbahan lain yang lebih

17
SEPUTAR
Pelayanan Publik Ditingkatkan
PamuLanG - Pelayanan kepada masyarakat adalah salah satu program Pemerintah yang harus menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan dengan prosedur yang jelas dan akurat. Seperti di kelurahan Pamulang Timur yang berada di wilayah Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Bagi yang ingin mengurus surat-surat pun kini harus melampirkan surat pengantar dari RT dan RW. Semua itu dilakukan demi tertibnya administrasi. Sosialisasi itu pun dilakukan, termasuk dengan pemasangan spanduk didepan kelurahan yang berisikan: “Sudahkah Anda membawa surat pengantar RT dan RW? Apabila anda tidak membawa surat pengantar dari RT dan RW, kami tidak akan melayani Anda”. “Semua ini memang sudah menjadi prosedur tetap dan kewajiban warga untuk melampirkan surat pengantar tersebut. Kini masyarakat di Kelurahan Pamulang Timur pun sudah memahami kewajibannya,” jelas H. Abih, Lurah Pamulang Timur. Bahkan, Sori salah satu staf dari Kasie Pemerintahan Kelurahan Pamulang Timur sangat setuju dengan apa yang dikatakan lurahnya. n muhadi

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Proyek Jembatan Dipertanyakan
TanGeRanG - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mempertanyakan proyek pembangunan jembatan dan jalan yang dilakukan Provinsi Banten yang tidak kunjung selesai, mulai dari jalan hingga jembatan Kali Angke di Ciledug Kota Tangerang. Hal ini di sampaikan anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Muhammad Zein. Dikatakannya bahwa ada beberapa pembangunan yang tidak kunjung selesai, yakni jembatan Kali Angke di Ciledug. ”Proses pengerjaan sudah berlangsung lama yaitu hampir dua tahun, namun tak selesai juga,” jelas Muhammad Zein kepada Tabloid Sensor, pekan lalu. Zein mengatakan, seharusnya proyek tersebut sudah selesai dan tidak terlalu sulit. Pembangunan jembatan terdahulu jaraknya sudah terlalu dekat dengan permukaan sungai. Hal ini menyebabkan akses air terganggu. “Kami sering menanyakan ke pihak Provinsi, tapi jawabannya tidak maksimal,’’katanya. Senada dengan Zein, anggota lainnya Syaifudin Z Hamadin juga mengatakan, selain jembatan, pembebasan jalan untuk perlebaran Jalan KH. Hasyim Azhari juga belum selesai, padahal anggaran cukup besar yaitu mencapai Rp11,6 miliar. Terkait dengan sering terjadi banjir dikawasan perumahan Ciledug Indah, menurutnya, harus dibuatkan waduk untuk penampungan air kiriman. “Alternatif untuk tidak terulang lagi banjir, tentunya pihak Pemkot Tangerang harus

menyediakan lahan untuk dibuatkan waduk sebagai penampungan,“ jelasnya. Sementara itu, warga perumahan sepertinya sudah terbiasa, bahkan berterimakasih kepada pemerintah sudah berupaya, dan terobati dengan turunnya Walikota Tangerang Wahidin Halim ke lokasi saat terjadi banjir. “Walupun masih mengalami banjir, kami menyadari Pemkot Tangerang sudah berupaya dan terobati dengan pak Walikota terjun langsung membantu kami,“ kata Enkong Hasyim. n nell ade

Pengawasan Hewan Kurban Lemah
dePOK - Kota Depok masuk daerah endemis antraks, tapi pengawasan lalu lintas hewan ternak jelang Idul Adha masih lemah. Dadang Sutisna, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok, mengatakan, lalu lintas perdagangan hewan ternakterutama kambing dan sapi sulit dipantau. Alasannya, para pedagang mengambil langsung dari daerah produsen atau melalui agen dan perantara. Pedagang hewan di Depok mengambil komoditasnya dari kota-kota di Jawa Barat; Kota dan Kabupaten Bogor, kotakota di Jawa Tengah, Lampung, Banten, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Pengiriman dari kota-kota itu, kata Dadang, tidak dapat dipantau. “Namun, khusus untuk Idul Adha, kami akan melakukan pemeriksaan mendadak ke sejumlah pedagang ternak di pasar dan kaki lima,” kata Dadang. Dadang juga mengatakan akan melakukan sosialisasi dan pelatihan cara pemotongan hewan yang halal di seluruh kecamatan di Kota Depok. Pelatihan akan diikuti panitia kurban dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengerti tata cara pemotongan kurban yang sesuai standar halal, aman, utuh, dan sehat (HAUS). Misalnya, proses pemotongan dan pengemasan daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. Menjawab pertanyaan mengenai tindakan yang akan diambil untuk mengatasi menjangkitnya antraks, Dadang mengatakan, Distankan akan melakukan vaksinasi. Antraks, katanya, bisa menyerang manusia dan mematikan. “Vaksinasi akan dilakukan paling lama tujuh hari sebelum Idul Adha. Selain vaksinasi, Distankan akan mendata hewan ternak kurban yang berada di masyarakat,” ujarnya. Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Koesmayadi Tatang Padmadinata, menegaskan pentingnya pendataan dan pengawasan lalu lintas perdagangan hewan ternak kurban. Terlebih, Kota Depok bersama dengan Bogor, Purwakarta, Bekasi dan Subangmerupakan daerah endemis antraks. n joko warihnyo

Masih Banyak Reklame Liar di Kota Bekasi

beKaSi - Reklame berbagai ukuran menjadi pemandangan umum hampir di setiap sudut jalan Kota Bekasi. Namun, tidak seluruhnya memiliki izin dan membayar retribusi. Dedi Suryadi, yang mewakili kepala Seksi Reklame Dinas Pertamanan, Pemakaman Umum, dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi, mengatakan saat ini terdapat 4.000 reklame berizin. Namun, dia tidak menyebutkan berapa ribu yang tidak berizin. “Yang pasti setiap bulan terdapat sekitar 30 reklame tak berizin,” ujarnya. Yang dimaksud reklame tidak berizin adalah yang telah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Pemiliknya pun tidak berusaha membongkar. Pencabutan reklame liar dilakukan secara berkala tiga bulan sekali. Menurut Dedi, kerugian akibat reklame liar mencapai Rp 500 juta per tahun. Ia juga mengatakan, setiap tahun terjadi penurunan jumlah reklame liar, tapi tidak signifikan.”Kami juga kesulitan memantau reklame liar, karena terdapat dua pintu perizinan reklame. Akibatnya, proses pemeriksaan terhadap izin reklame menjadi berbelit-belit,” ujarnya. n deddy suryadi

Kecamatan Karang Tengah Adakan Pengobatan Gratis
KaRanG TenGaH - Sesuai dengan kebijakan pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan dalam tata ruang Kota Tangerang, Kecamatan Karang Tengah, peruntukkan pertumbuhannya sebagai salah satu kawasan perumahan penduduk dengan skala menengah kecil dan diarahkan pada sektor industri kecil atau industri rumah tangga serta pengembangan sebagai perdagangan khusus skala pelayanan lokal dan kota yang dapat menjadi daya tarik Kota Tangerang. Namun di satu sisi, pengembang perumahan yang berada di Kecamatan Karang Tengah tidak memperhatikan dari segi Amdal (Analisis Dampak Akan Lingkungan). Salah satunya di perumahan Ciledug Indah yang permukaannya dibawah kali Angke, dan menjadi wilayah sering dilanda banjir. Pasca banjir besar yang melanda perumahan Ciledug Indah, Pinang Griya, Pondok Bahar, serta Komplek Depdagri yang berada dalam wilayah Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Kecamatan Herman turun langsung melaksanakan kegiatan bersihbersih rumah warganya, lingkungan dan saluran air. Bahkan, sebelum banjir yang melanda perumahan warga, Kecamatan Karang Tengah, pihaknya sudah membuat posko banjir yang disebar dibeberapa titik rawan banjir. Hal ini dilakukan untuk menimalisir keadaan, dan warga pun sudah diimbau sebelumnya untuk melakukan evakuasi, karena di wilayah seperti perumahan Ciledug Indah, Pinang Griya, Pondok Bahar, serta Komplek Depdagri sudah menjadi langganan banjir, apabila terjadi hujan besar. Kini, Kecamatan Karang Tengah pasca banjir gencar melakukan kegiatan kerja bakti seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang mengakibatkan penyakit demam berdarah (DBD). Kegiatan kerja bakti itu dilaksanakan oleh warga bersama petugas kesehatan dari puskesmas serta para kader Jumantik (Juru Pemandu Jentik). n noro, amal jamaludin

Camat Karang Tengah, Herman Suwarman Karang Tengah mengadakan kegiatan pengobatan gratis dan mendirikan posko kesehatan kepada warganya yang terkena banjir. Pengobatan gratis ini dilaksanakan bekerjasama dengan Puskesmas Karang Tengah. Selain kegiatan pengobatan gratis maupun mendirikan posko kesehatan, pihak Kecamatan Karang Tengah juga membagi-bagikan bahan-bahan pembersih seperti karbol secara gratis, hal tersebut dilakukan agar lingkungan perumahan warga agar bersih dan bebas penyakit.. Menurut Camat Karang Tengah, Herman Suwarman, kegiatan pengobatan gratis ini dilakukan untuk mengurangi beban warga yang terkena banjir, karena efek dampak dari banjir sendiri banyak warga terserang penyakit, diantaranya seperti gatal-gatal, inspeksi saluran pernafasan, diare serta demam dan warga pun memang sangat membutuhkan. Selain itu, juga bersamasama dengan perangkat kecamatan maupun kelurahan serta bersama warganya,

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

18

INFO
Siap Sukseskan Pemilukada
POndOK cabe - Menjelang Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang tinggal hitungan hari lagi, pihak kelurahan harus proaktif, seperti yang terlihat di Kelurahan Pondok Cabe Udik yang siap menyukseskan pesta demokrasi yang baru pertama kalinya bagi masyarakat Tangsel. Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Pondok Cabe Udik Abdul malik mengatakan bahwa menjelang Pemilukada ini, dirinya siap menjalankan perintah, karena perintah merupakan sebuah amanah. “Siapa pun yang akan menjadi walikotanya nanti, entah itu pilihan dari keempat pasang calon kandidat Walikota Tangsel, semua pilihan hati nurani dari masyarakat dan tidak boleh ada paksaan,” katanya. Saat Tabloid Sensor mendatangi Kelurahan Pondok Cabe Udik, secara kebetulan bertepatan dengan acara sosialisasi pembinaan Linmas (Pelindung Masyarakat) tingkat Kecamatan Pamulang, juga dalam rangka pengamanan menjelang Pemilukada Kota Tangsel. Pembinaan tersebut dilaksanakan di ruang aula Kelurahan Pondok Cabe Udik Kota Tangsel, dan berjalan kondusif sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh kepala satuan polisi pamong praja tingkat kecamatan dan tingkat kota Tangsel. Pembinaan Linmas tersebut dikuti oleh 148 personil, dan masing-masing kelurahan di wakili oleh 19 personil Linmas. n muhadi

Pelayanan KMG Masih Tebang Pilih
TanGeRanG - Kartu Multi Guna (KMG) yang merupakan program bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam bidang Kesehatan, dan Pendidikan bagi keluarga tidak mampu (miskin), difungsikan menjadikan masyarakatnya sejahterah serta wujud nyata atas kepedulian Pemkot kepada rakyat kecil. Adapun pembentukan KMG sendiri oleh Pemkot sudah didukung oleh anggota Dewan, dalam hal ini DPRD Kota Tangerang dan sudah bekerjasama dengan 17 Rumah Sakit dalam bentuk kesepakatan Memorendum Understanding (MoU) guna melayani pasien KMG yang berobat, maupun dirawat di Rumah Sakit yang sudah disepakati. Tentunya, seluruh pembayaran pasien menjadi tanggung jawab Pemkot Tangerang yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang sudah ditetapkan. Namun, kenyataan dilapangan, apa yang menjadi harapan Pemkot Tangerang dibawah kepemimpinan Wahidin Halim dalam membantu masyarakat yang tidak mampu, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini diungkapkan oleh Endang Bidawati, Ketua Yayasan Al-Waaliy Indonesia (Alwalindo) Provinsi Banten yang konsen dalam bidang Kesehatan dan Pendidikan. Padahal, kata Endang, bagi pasien pemilik KMG yang berobat maupun dirawat pada Rumah Sakit yang ditunjuk, sangat dirasakan manfaatnya. Sebab, Pemkot akan membayar penuh biaya perawatan. Namun kenyataannya, masih banyak warga miskin pemilik KMG oleh pihak Rumah Sakit dijadikan seperti bola pimpong, dalam artian dilempar kesana-sini. “Bahkan banyak warga yang harus membayar penuh biaya selama dalam perawatan,” tutur Endang kepada Tabloid Sensor. Lebih jauh Endang menjelaskan, kenyataan ketika menangani salah satu pasien kliennya pemegang KMG diwilayah Noroktog Kecamatan Pinang, bernama (Alm) Nimun. Penderita kanker usus ini terpaksa menjual rumahnya untuk menutupi biaya perawatannya yang mencapai Rp40 juta selama dirawat di Rumah Sakit Husada Insanani. Tragisnya, pasien tersebut harus meregang nyawa dan meninggalkan lima orang anak yang masih kecilkecil dan sekarang terpaksa tinggal dirumah gubuk, karena tidak memiliki harta. “Kalau alasan kamar penuh, kan bisa diberikan pertolongan pertama yang dapat dilakukan dalam ruang perawatan observasi. Padahal pemegang KMG sudah dijamin oleh Pemkot dan akan dibayar penuh,”ujar Endang. Hal dan permasalahan ini harus dapat diatasi secepatnya oleh Pemkot Tangerang dibawah Kepemimpinan Wahidin Halim yang sangat peka dan prihatin dalam bidang kesehatan dan pendidikan, dan jangan sampai ternoda, khususnya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, agar dapat cermat mengatasi polemik yang terjadi. n bumi sunyoto, n samlani

Pasangan AA Ajak Masyarakat Bangun Tangsel
POndOK aRen - Pasangan Arsid dan Andri (AA) mengajak masyarakat Tangerang Selatan untuk membangun Kota Tangsel dalam kampanyenya dihadapan massa pendukungnya yang memadati Stadion Mini Parigi Lama Kecamatan Pondok Aren Kota Tangsel. Dalam orasi kampanyenya, Arsid dihadapan pendukungnya mengatakan, untuk mencoblos No.3. “Karena kini sudah waktunya kita membangun, tapi bukan menata. Karena Tangsel sudah tertata, dan marilah kita santun bahwa kemenangan ini tentunya kemenangan masyarakat Tangsel,” tegasnya. Massa pendukung yang mengikuti kampanye tersebut terdiri dari berbagai kalangan, seperti pedagang, petani, pegawai swasta, dan ibu rumah tangga, bahkan sampai pengusaha dan berbagai Partai Politik yang mendukungnya, seperti Partai Bulan Bintang, Gerindra, PPP dan Hanura. Massa pendukung AA bahkan sangat antusias saat Andre yang menjadi pasangan Arsid berorasi mengatakan, menang atau kalah adalah soal yang biasa dan yang penting belakangnya No 3 dan satu hal bahwa masyarakat Tangsel sudah pintar siapa yang harus dipilih. Demikian juga bahwa masyarakat Tangsel sudah mengetahui siapa yang dapat membangun kota Tangsel, tentunya dengan pemilihan nanti di TPS sesuai hati nuraninya. Dengan senyum manisnya Andre mengatakan lewat pantunnya, “Ada Bulan ada Bintang, berarti Tangsel dapat diterangi dengan Bulan dan Bintang dan mengajak masyarakat Tangsel untuk berjuang dan membangun Tangsel dengan hati nurani demi untuk kemajuan Tangsel bersama”. n muhadi

Forkabi Tangsel Wajib Taat Aturan
PamuLanG – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Kota Tangerang Selatan (Kota Tangsel) menyesalkan adanya anggota Forkabi, yang ikut kampanye kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota, selain kepada pasangan yang telah disepakati bersama. Hal ini diungkapkan oleh Drs. Jayani A’la HN, Wakil Ketua I bidang Organisasi Forkabi DPD Tangerang Selatan. “Kami menyesalkan adanya laporan bahwa ada anggota Forkabi lengkap ikut kampanye kepada pasangan lain. Padahal dari 7 pengurus Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) terdiri dari 54 Ranting se-Kota Tangsel, sudah menyatakan sikap dukungan kepada salah satu pasangan kepada nomor urut 4 yakni, Hj Airin Rachmi Dyani dan Benyamin Davnie,“ ungkapnya. Lebih jauh Jayani menjelaskan bahwa dari hasil konsolidasi pengurus, dari 4 pasangan dinilai layak untuk memipin Kota Tangsel, Forkabi sebagai organisasi masyarakat mayoritas orang Betawi, sudah menghasilkan keputusan melalui mekanisme dan menyatakan sikap dukungan kepada pasangan Airin dan Benyamin. n nell ade

Karang Tengah Tingkatkan Mutu Pelayanan
TanGeRanG - Program kerja Kelurahan Karang Tengah di wilayah Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang yang dikepalai oleh Lurah H. Nurhidayatullah S.Ip, M.Si layak mendapat apresiasi dan juga patut ditiru oleh lurahlurah lain yang berada di wilayah Kota Tangerang. Program peningkatan mutu dalam pelayanan prima ini di antaranya, senyum, sapaan yang ramah dan semangat dalam melayani segala pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat ini, diinstrusikan oleh Hidayatullah kepada seluruh para pegawainya sebagai bahan pembinaan untuk mendidik kearah peningkatan jenjang karier dan juga sebagai pola sanjung para pegawainya. “Program ini sendiri sudah berjalan dua minggu, karena disamping sebagai aparatur pemerintah, kami pun juga sebagai pelayan masyarakat. Memang sudah seharusnya sebagai aparatur pemerintah jangan tertinggal oleh instansi swasta dalam peningkatan pelayanan Prima terhadap masyarakat,” ujar Nurhidayatullah kepada Tabloid Sensor. Menurut Nurhidayatullah yang juga ketua dari FORCITA (Forum Cinta Kota Tangerang), masyarakat datang ke kantor kelurahan disambut dengan senyuman, sapaan yang ramah serta diarahkan dengan baik. Sehingga, kedepannya masyarakat tidak ragu lagi, dan nantinya akan tumbuh rasa kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah. Dalam program peningkatan mutu pelayanan prima terhadap masyarkat, setiap satu bulan sekali nantinya para pegawainya akan dilakukan evaluasi, dan dari hasil evaluasi ini akan diketahui siapa saja pegawainya yang layak diberikan penghargaan, dan siapa saja yang layak diberikan ganjaran berupa teguran yang

bertujuan untuk pembinaan serta semangat dalam bekerja melayani masyarakat. “Nantinya dalam satu bulan sekali akan dilakukan evaluasi, diantaranya terlihat dalam pembuatan laporan, absensi kehadiran serta kedisiplinan dalam bekerja, dan bagi pegawainya yang memiliki rapor yang bagus nantinya akan diberikan hadiah. Bagi pegawainya yang memiliki rapor buruk akan ditegur, dan akan diberikan sanksi. Hal ini pun

berlaku juga terhadap diri saya,” ujar Hidayatullah. Hidayatullah mengatakan bahwa ide program ini berawal dari masyarakat yang bertanya kepada dirinya, mengapa sebagai aparatur pemerintah harus tertinggal oleh instansi swasta dalam mutu pelayanan. “Kritikan dan masukan tersebut, langsung dipelajari dan dilaksanakan. Kami berharap kepada seluruh pegawai dan masyarakat untuk bekerja sama membangun program ini,” jelasnya. n noro

19
GEMA
Bangun Karakter Pemuda

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Birokrasi Karbitan Ala Cirebonan
ciRebOn – Meski Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menekankan implementasi quick wins reformasi birokrasi, namun Pemkab Cirebon terkesan nyaring di bibir melempem di aksi. Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM, Sekda Drs H Nur Riyaman Novianto MM, K e p a l a Bappeda Drs H I Cholisin MA, Inspektur Drs H Mansyah Rizal MSi dan Kabag Keuangan H Wawan Setiawan SSos, tak kunjung merespon surat tertanggal 13 November 2010. Padahal, Kab. Cirebon merupakan 1 dari 37 kabupaten/kota yang sempat mengenyam nikmatnya gepokan utang luar negeri dari Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB). Jaksa di Kejari Sumber menduga, ada ketidakberesan dibalik budaya berbelat-belit atau birokrasi karbitan yang dipertontonkan sejumlah pejabat Pemkab Cirebon atas penggunaan dan pertanggungjawaban utang luar negeri tersebut. “Kita bae uwong seng kene, durung pernah nemoni Bupati Cirebon ning ruang kerjane. Uwong kuen kuh uwis kayak raja bae. (Saya saja pribumi Cirebon, belum pernah bertemu langsung dengan Bupati Cirebon di ruang kerjanya. Orang itu tuch sudah seperti raja saja). Memang seperti itu birokrasi di Pemkab Cirebon, yach berbelat-belit sehingga mengabaikan mutu pelayanan publik,” celetuk seorang PNS diiyakan rekan-rekannya. Data menerangkan, Indonesia mendapat pinjaman ADB US$ 42,22 juta terdiri atas US$ 13,42 juta (mata uang asing) dan US$ 28,77 juta (mata uang lokal), untuk Proyek Pengembangan Kapasitas yang Berkesinambungan Untuk Desentralisasi (PPKBUD) atau Sustainable Capacity Building for Decentralization Project (SCBDP). Bahkan, Kerajaan Belanda menggelontorkan hibah US$ 8,54 juta meliputi US$ 1,66 juta (mata uang asing) dan US$ 6,87 juta (mata uang lokal), sedangkan Indonesia hanya menyediakan US$ 12,89 juta. Laporan Perkembangan Pinjaman Luar Negeri Triwulan II Tahun 2009 pada Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu menyebutkan, Ditjen Otda Depdagri memperoleh pinjaman untuk SCBDP sesuai Loan ADB No.1964-INO (SF) Kode 21557000 10661901 sebesar SDR 31.906.054 berlaku 5 September 2003 dan berakhir 31 Desember 2011. Penarikan pinjaman (disbursed) sampai dengan Triwulan I 2009 SDR 6.714.965 dan Triwulan II 2009 SDR 277.400 atau masih kurang pembayaran SDR 24.913.689 (21,92%). n sutawijaya

ciRebOn – Langkah menuju Indonesia maju serta bermartabat, bergantung juga pada karakter pemuda bangsa yang kokoh melalui semangat persatuan dan kesatuan. Penegasan itu disampaikan Bupati Cirebon Dedi Supardi, saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-82 di Lapangan Ranggajati Sumber, belum lama ini. Demikian siaran pers yang dikeluarkan Kabag Humas Drs H Harry Safari MM dan Kasubag Pemberitaan Idat M Nasih SSos. Menurut Bupati, karakter pemuda yang kokoh bercirikan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jatidiri yang mengakar, berwawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekat dan keteguhan yang bersatu dinaungi Pancasila dalam bingkai NKRI. Peringatan Sumpah Pemuda 2010 berisikan agenda Bulan Bhakti Pemuda dan Pekan Peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Kedua rangkaian kegiatan tersebut, memberikan ruang yang luas bagi pemuda untuk menunjukkan sekaligus melatih kepedulian serta semangat keIndonesia-an,” ungkapnya. n tri van royen

Katabelece Kakandepag Bikin Runyam
ciRebOn – Pemanfaatan aset tetap milik Departemen Agama menjadi tanggung jawab pengelola Barang Milik Negara (BMN), agar mampu memberikan kontribusi pendapatan negara. Hal itu diuraikan Wakil Penanggung Jawab Pemeriksaan BPK, R Yudi Ramdan Budiman, terkait nol persen pendapatan negara atas kios hasil kolaborasi antara Ketua KPRI Al Ikhlas dan Kepala KUA Weru. Tanah seluas 800 m2 di Desa Weru Lor merupakan hasil tukar guling hak pakai Pemdes Weru. Selanjutnya dibangun KUA Weru dan kios untuk pihak ketiga (KPRI Al Ihklas) berdasarkan Surat Permintaan tanggal 9 Februari 2004. Tragisnya, Kakandepag Kab. Cirebon mengeluarkan katabelece berupa Surat Mandat No.Kd.10.09/I/ KS.01.1/216/2004 tanggal 27 Februari 2004. Isi klausal kesepakatan kerjasama, antara lain menyebutkan bahwa segala biaya pembangunan dan perizinan kios tanggung jawab pihak pengembang, bahkan h ak pen gelolaan mulai 1 Juni 2004 hingga 31 Mei 2014. Meskipun setelah kontrak berakhir, hak pengelolaan diserahkan kepada pihak koperasi dan bangunan mutlak menjadi milik Depag. Namun, selama kurun waktu 10 tahun negara justru tidak memperoleh pemasukan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kab. Cirebon, H Rifa’i yang pernah mengecilkan niat baik Tabloid Sensor, mendadak berubah drastis. “Kita aja disurati kayak uwong belih kenal, uwis seduluran bae lach. (Saya jangan dikirimi Surat Wawancara Khusus seperti kita tidak saling kenal, sudahlah kita rekatkan persaudaraan saja),” ujar H Rifai. n sutawijaya

ciRebOn – Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H Ason Sukasa SmHk berharap, SMPN 2 Susukan Lebak bisa menunjukkan prestasi terbaiknya dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Bakorpembang Wilayah III Cirebon. “Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah terciptanya kemampuan hidup sehat bagi setiap warga, sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” kata Wabup Ason sewaktu menerima Tim Penilai. Menurutnya, upaya-upaya peningkatan kesehatan harus dimulai sedini mungkin, yakni sejak kanak-kanak atau bila mungkin sejak dalam kandungan ibu. Oleh karena itu, Lomba Sekolah Sehat ini merupakan sarana bagi terciptanya lingkungan hidup yang sehat dalam rangka peningkatan dan pengembangan SDM. Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kab. Cirebon sudah lama dilaksanakan, bahkan lebih berkembang setelah adanya Keputusan Bersama 4 Menteri Tahun 1994 tentang Pokok-pokok Kebijaksanaan Pembinaan dan Pengembangan UKS yang merupakan pedoman operasional. “Program UKS tidak akan berjalan tanpa dukungan dinas/instansi terkait. Oleh sebab itu, Lomba Sekolah Sehat menjadi salah satu sistem pembinaan yang dapat memotivasi kerja setiap sektor dan lembaga terkait, karena mendapat tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan program UKS,” paparnya. n tri van royen

Lomba Sekolah Sehat

Tunggakan HPB Raskin Capai 56.931.280 Kg
“Realisasi penerimaan HPB Raskin sampai dengan 2 November 2010 dari 103 kecamatan Rp89.592.349.350 (98,36%), sementara nominal pagu yang disalurkan Rp91.090.048.000 sehingga terdapat tunggakan alokasi Juni–Oktober 2010 Rp1.497.702.850 (1,64%),” ujar Kasubdivre Bulog Cirebon, Rusdianto dikantornya, Selasa (2/11). Prosentase pencapaian untuk Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Majalengka dan Kuningan dalam plafon 1 tahun 82,35%, sedangkan sisa HPB Raskin 10 bulan 1,64%, antara lain Kota Cirebon (8,34%), Kab. Cirebon (2,65%), Majalengka (0,00%) serta Kuningan (0,24%). Kab. Cirebon selama Juni– Oktober 2010 mempunyai sisa HPB Raskin lebih menonjol dibandingkan wilayah lain, yakni Rp1.716.200 (Juni), Rp8.145.550 (Juli) dan Rp19.292.800 (Agustus). Untuk September 2010, Kota Cirebon Rp18.504.100 dan Kab. Cirebon Rp53.500.300 atau total Rp72.004.400. “Sisa HPB Raskin meningkat drastis selama Oktober 2010, antara lain Kota Cirebon Rp244.113.000, Kab. Cirebon Rp1.108.295.900 dan Kuningan Rp44.135.000 atau total Rp1.396.543.900. Dengan demikian, sisa HPB Raskin Januari-Oktober 2010 Rp1.497.702.850 dengan perhitungan Kota Cirebon Rp262.617.100, Kab. Cirebon Rp1.190.950.750 dan Kuningan Rp44.135.000,” jelas Rusdianto. Meski begitu, Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Raskin Pusat pada Deputi II Bidang Koordinasi Pelindungan Sosial dan Perumahan Masyarakat Kemenko Kesra memaparkan, Kab. Kuningan menempati peringkat keempat dalam Raskin Award 2010 karena berhasil mencapai target 6 tepat, yakni tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat pembayaran. n tri van royen

Kasubdivre Rusdianto. ciRebOn – Realisasi penyaluran raskin di Subdivre Bulog Wilayah III Cirebon secara kumulatif sampai dengan 29 Oktober 2010 mencapai 56.931.280 kg (100%), tapi masih terdapat tunggakan pembayaran Harga Penjualan Beras (HPB) Raskin. Penyebabnya, penambahan pagu 2 kg per Rumah Tangga Sasaran (RTS) setiap bulan baru disalurkan pertengahan September 2010.

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

20

TERAS
Perubahan Iklim Berdampak pada Hama
TaSiKmaLaYa - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. H. Henry Nugroho mengatakan, dengan terjadinya perubahan iklim sangat berdampak terhadap muculnya hama. Bisa hama virus, hama wereng dan hama tikus. Semuanya disebabkan para petani dalam menanam padi tidak serempak. “Karena ketidak serempakan itulah maka hama terutama wereng akan berpindah dari tempat yang satu ketempat lain. Karena itu, Dinas Pertanian menganjurkan kepada para petani agar dalam menanam padi harus serempak dengan bibit padi unggulan,” ungkap Henry kepada Tabloid Sensor. Dalam musim hujan sekarang ini, bisa memudahkan munculnya pertumbuhan hama wereng. Ini disebabkan turunnya turunya curah hujan di atas normal, sehingga mengakibatkan terjadinya kelembaban batang padi sangat tinggi. Keberadaan lahan pertanian dan keutuhan batang, bisa juga menimbulkan munculnya hama wereng. Namun serangan hama wereng di Tasikmalaya hanya terjadi dibeberapa tempat. Daerah lainnya masih dikatakan aman dan produksinya meningkat. n h madjid rw

Pemkot Tasik Beli Mobil Mewah
TaSiKmaLaYa – Di tengah menjeritnya rakyat akibat prahara bencana Gunung Merapi, gempa dan tsunami, longsor serta banjir yang memakan korban nyawa, dan kehilangan harta benda, Pemerintah Kota Tasikmalaya malah membeli mobil dinas untuk wakil rakyat di DPRD yang nilainya mencapai miliaran rupiah. “Ini sama sekali tidak manusiawi dan punya perasaan terhadap penderitaan rakyat yang kini tinggal di tenda tenda,” ungkap para ulama di Tasikmalaya. Seyoginyalah, pemerintah kota dan wakil rakyat berpikir panjang terhadap penderitaan rakyat Indonesia yang terus menerus ditimpa kekuasan Allah. Bencana yang terjadi di beberapa daerah merupakan peringatan dari Allah SWT agar mereka eling terhadap-Nya. “Allah tidak akan merubah nasib seseorang, apabila umat kami tidak merubah nasibnya sendiri. Bahkan Allah memperingatkan, liriklah dan bantulah orang-orang yang sedang tertimpa keprihatinan,” ungkap Ustad KH Gofur kepada Tabloid Sensor. Selanjutnya KH. Udin Sadudin menambahkan, seharusnya pemerintah dan wakil rakyat dapat mengerem diri membeli mobil dinas yang mencapai miliaran itu. ”Boleh-boleh saja membeli mobil, tapi dalam situasi dan kondisi bagaimana. Kan rakyat Tasikmalaya yang tertimpa bencana gempa tahun lalu juga belum dibayar,” tegasnya. Apalagi bencana meletusnya Gunung Merapi, Gempa dan Sunami di Mentawai merupakan bencana Nasional yang harus mendapat perhatian dari rakyat Indonesia. ”Liriklah ke belakang sebelum melihat kedepan,” ungkap KH Udin. Diperoleh keterangan, Pemerintah Kota membeli mobil dinas untuk keperluan empat komisi di DPRD sebanyak 8 unit yang harganya cukup mahal. Mobil Dinas untuk wakil rakyat diperuntukkan komisi 1, 2, 3 dan 4, masing masing komisi mendapat penambahan 2 unit, sehingga jumlahnya jadi 5 unit per komisi. Beberapa orang dealer di Tasikmalaya mengatakan, harga Toyota Avanza seri 1,5 SM/T Minor Change harganya per unit Rp161 juta. Sedangkan untuk seri 1,5 SA/T Minor harganya Rp171 juta per unit. Apabila di DPRD ada 4 komisi kali 5 mobil perkomisi, maka jumlah mobil untuk wakil rakyat di komisi sebanyak 20 unit ,sehingga harga keseluruhan hampir mencapai lebih dari Rp20 miliar. “Jadi wakil rakyat itu enak, rumah dinas disediakan, mobil dinas disediakan, gaji dinaikan, belum dana untuk study banding. Pokoknya apa yang diminta oleh wakil rakyat di DPRD,pasti mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah,” ungkap KH Solehudin. n sabihin, h madjid rw

TaSiKmaLaYa - Keberadaan petugas parkir ilegal dengan menggunakan seragam parkir beratribut Dishub harus ditertibkan. Permasalahan petugas parkir ilegal ini bukan masalah baru, tapi sudah sejak lama terjadi. Namun nampaknya pihak Dishub tutup mata. ”Ada apa dibalik itu. Masa iya seorang tukang beca memakai pakaian seragam parkir. Padahal setiap harinya dia penarik beca,” ungkap KH. Mubarok. Berkeliarannya petugas parkir ilegal bukan masalah baru. Tapi sudah sejak lama terjadi. Namun Dishub membiarkannya, padahal keberadaan petugas parkir ilegal, sangat merusak citra Dishub dan distribusi parkir tidak masuk. Keberadaan petugas parkir ilegal, sangat merugikan para pengguna jasa parkir. Berdasarkan pemantauan dilapangan, petugas parkir ilegal bukan rahasia umum lagi dan terjadi disetiap jalur. Petugas dari Dishub pun tak bisa berkutik, karena terkelabui dengan pakaian seragam parkir. Merebaknya petugas parkir ilegal karena ada pemasukan kepada oknum dalam, sehingga mereka bebas beroperasi. Beberapa orang petugas parkir yang enggan disebut jati dirinya menyatakan, untuk masuk menjadi petugas parkir harus mengeluarkan uang kepada oknum dalam. n h madjid rw, sabihin

Petugas Parkir Ilegal Harus Ditindak

TaSiKmaLaYa – Di tengah masyarakat Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut, Ciamis) memperhatikan perkembangan Gunung Merapi yang disusul dengan turunnya hujan debu, masyarakat dikejutkan dengan terjadinya gempa. Guncangan Gempa selain dirasakan masyarakat Priangan Timur juga dirasakan masyarakat Bandung. Masyarakat Tasikmalaya menduga Gunung Galunggung meletus lagi.

Priangan Timur Diguncang Gempa 4,5 SR
Sementara masyarakat Garut menduga Gunung Papandayan meletus. Namun dugaan masyarakat Priangan Timur itu terjawab oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Papadayan Garut dan Gunung Galunggung Tasikmalaya. Sementara debu gunung Merapi sampai di daerah perbatasan Jawa TengahJawa Barat, termasuk Wilayah Priangan Timur (Tasikmalaya, Ciamis, Garut). Bahkan, hujan debu Merapi itu nyaris mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga harus menggunakan masker. Petugas Pos Pengamatan Gunung Papandayan, Krisno mengatakan, gempa yang terjadi, Rabu (27/10) malam lalu sekitar pukul.21.48 WIB, berkekuatan 4,5 Skala Richer (SR), akibat terjadi peningkatakan aktivitas Gunung Papandayan. Berdasarkan pengamatan, jumlah kegempaan

mengalami peningkatan dari biasanya. Jumlah gempa tektonik terjadi 14 kali, tektonik lokal 17 kali, gempa vulkanik A sebanyak 7 kali, dan gempa vulkanik B sebanyak 28 kali. Meski terjadi peningkatakn kegempaan, namun status Papandayan masih berada pada waspada level II (dua). “Aktivitas Gunung Papandayan masih fluktuatif dan sulit untuk diprediksi,” kata Krisno. n h madjid rw

Pemilukada Jangan Sampai Anarkis
TaSiKmaLaYa - Saling puji, saling dukung, saling caci (3S) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) itu pertanda Demokrasi. Tapi, kalau saling puji dan saling dukung terhadap calon bupati yang mereka dukung dibarengan dengan saling caci maki dan menjelek jelekkan seorang calon lain, bisa mengundang rekasi yang diakhiri dengan anarkis. Demikian dikatakan pengamat Politik, H.Rustidjo, SH.MM kepada Tabloid Sensor. Karena itu, masyarakat tidak mengharapkan, apabila pesta demokrasi ini dinodai oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Pemilukada merupakan pesta demokrasi dimana kedaulatan ada ditangan rakyat dan rakyatlah yang menentukan pilihannya. Oleh sebab itu, kepada para tim kampanye dan tim sukses, harus menjaga naluri masing masing, sehingga pesta demokrasi melalui Pemilukada mendatang tidak dinodai dan

didolimi. ”Diharapkan Pemilukada yang dilaksanakan 5 tahun sekali harus aman. Boleh boleh saja mereka mengeluelukan seorang calon bupati. Tapi harus menggunakan etika politik yang santun,sehingga rakyat merasa terdidik cara berpolitik,”ungkap Rustidjo. Sementara itu, Drs. H.Mamad, mantan Panwaslu dan Asep Nanang Rukmana SH pengamat Pemilukada menyatakan, Pemilukada Kabupaten Tasikmalaya

mahal, bila diukur dengan anggaran KPUD yang mencapai Rp23 miliar, dan Panwaslu yang mencapai Rp3 miliar lebih. Rakyat Kabupaten Tasikmalaya yang akan memilih pada waktu pencoblosan, akan meninggalkan pekerjaan. Kalau hak pilih jumlahnya 1.3 juta orang, dikali dengan penghasilan mereka Rp50 ribu rupiah per orang, sudah mencapai Rp65 miliar. Karena itu, para elit elit politik terutama para

pendukung calon bupati masing masing, diharapkan jangan sampai pesta demokrasi ini, dinodai oleh orang-orang yang tidak bertangungjawab, sehingga Pemilukada yang mahal itu gagal. “Gunakankanlah politik yang mendidik, agar rakyat mengerti apa itu politik, dan apa itu demokrasi. Janganlah politik dijadikan sarana adu domba, sehingga terjadi anarkis,” kata Asep seraya menambahkan kasihan rakyat. Para calon bupati diharapkan bertekad siap menang dan siap kalah. Yang menang jangan menenepuk dada, sementara yang kalah harus pasrah karena belum mendapat ridlo dari Allah SWT. Kepada KPUD dan Panwaslu, Asep mengharapkan betul betul bekerja sesuai dengan ketentuan dan undang undang. “Janganlah kedua institusi ini bermain bawah telapak tangan. Itu bisa bahaya,” kata Asep. n h madjid rw

21
KILAS
Salah Informasi, Arisan Berbuntut Keributan
indRamaYu – Arisan di sebuah rumah di RW 01, Kelurahan Paoman, berbuntut keributan. Peristiwa ini berawal ketika panitia arisan meminta kewajiban pada peserta yang telah mendapat arisan, yakni Warkinih yang belum memenuhi kewajibannya membayar arisan. Diduga ada kesalahan penyampaian pesan dari Yuyun ke Juariah untuk disampaikan ke Warkinih, menimbulkan keributan. di rumah Warkinih Keributan itu diduga memang ada hubungan kurang baik antara kedua belah pihak yang terbilang masih memiliki hubungan saudara. Yuyun yang juga ketua arisan, kepada Tabloid Sensor mengatakan, arisan diikuti sekitar 30 orang. Dari jumlah peserta tersebut, setengahnya termasuk Warkinih sudah mendapat arisan. “Karena belum memenuhi kewajibannya untuk membayar arisan, kami sebagai ketua memiliki hak untuk menagih, dan datang ke rumah Warkinih. Di rumah Warkinih, kami tidak ketemu dengan yang bersangkutan, namun titip pesan kepada Juariah. Tapi, besoknya Warkinih datang ke rumah untuk membayar arisan sambil marahmarah,” jelasnya. n jhoys arcan

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

indRamaYu - Jaksa penyidik yang menyeret pejabat Pemkab Indramayu masuk dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, pembebasan tanah lokasi Pembangkit Listrik Jawa Barat bagian Utara.seluas 85 hektar di lokasi Desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diminta tegas dalam melakukan penyidikan, dan jangan tebang pilih dengan menyeret bagian bawah dan tengah, sementara orang yang dianggap paling bertanggung jawab masih belum disentuh. Kasus PLTU mengakibatkan kerugian Negara, dan menurut siaran pers Jaksa penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia Jakarta, kerugian Negara mencapai Rp42 miliar. Dalam tahapan pertama, yang sudah ditetapkan baru tiga orang tersangka yaitu

Jangan Terjadi Tebang Pilih
Ih mantan Kadis Pertanahan Pemkab Indramayu, posisi dalam panitia pembebasan tanah sebagai wakil ketua panitia. Kemudian, Dad, bekas Sekretaris Panitia pembebasan dan jabatan terakhir Kabag Hukum Pemkab Indramayu, serta Ag, pengusaha rumah makan pemilik tanah 21 bidang. Hingga kini, status ketiga tersangka sudah tahanan titipan di Rutan Indramayu. Informasi yang diperoleh Tabloid Sensor dari Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Kusnin SH, MH perkara ini jika berkas tim dari Kejaksaan Agung RI Jakarta, sudah rampung akan diserahkan untuk ke Pengadilan Negeri Indramayu untuk menjalani proses hukum. Kajari Indramayu menegaskan, pada bulan November 2010 pasti akan dilimpahkan sesuai dengan ketentuan. Dari berbagai pendapat tokoh masyarakat Indramayu yang diminta pendapat oleh Tabloid Sensor, kembali menegaskan bahwa Jaksa penyidik jangan hanya berani melakukan penahanan sebatas 3 orang. Perkara korupsi harus dilihat dari unsur perkara tindak pidana korupsi. Siapa yang mengeluarkan surat Keputusan panitia pembebasan tanah PLTU? Tentunya ada yang saling berperan dibalik terungkapnya kasus tersebut Kenapa dalam berkas perkara ini tidak dilibatkan tugas dan tanggung jawabnya. Teka- teki silang ini belum juga terjawab oleh pihak penyidik. Kalau demi kepentingan Negara, hukum tidak pandang bulu siapa saja wajib diperiksa. Hal itu ditegaskan Ketua

LSM-Aliansi Pemantau Korupsi Indramayu yang enggan menyebutkan jati dirinya. “Kalau terjadi tebang pilih maka akan mengusik rasa keadilan di Kabupaten Indramayu,” jelasnya. Secara terpisah Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Indramayu R.Aji Putra SH kepada Tabloid Sensor menjelaskan, berkas pelimpahan dari Kejagung untuk kasus PLTU akan segera dilimpahkan ke Pengadilan. Kejaksaan Negeri t e l a h r a m p u ng merekap berkas tersebut. Ketika ditanya kenapa hanya tiga tersangka yang diajukan, R. Aji Putra menjelaskan, pihaknya menunggu hasil perkembangan di persidangan. ”Dipastikan pada bulan November ini akan dilim pahkan, tergantung perintah pimpinan,” tegasnya. n imam santoso

Kasus Kuwu Tegalsumbadra Berlanjut
indRamaYu - Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kuwu Tegalsumbadra, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu berlanjut. Kasus tersebut kini di serahkan ke Inspektorat sebagai tindak lanjut pemerintah. Masalah di Desa Tegalsumbadra terkait pengembalian uang (Pajak Bumi Bangunan) maupun pelayanan yang konon akibat tidaktransparan dalam memenej admintrasi, sehingga sejumlah LSM yang terdapat di kecamatan Balongan terus menyoroti kinerja kuwu, seperti yang pernah di beritakan oleh Tabloid Sensor sebelumnya. Camat Balongan Drs. Wely kepada Tabloid Sensor mengatakan, terkait adanya beberapa masalah di Desa Tegalsumbadra yang melibatkan kuwu, sebagai Camat sering kali memberikan ultimatum dan telah mengambil tindakan. Namun, peringatan dari camat tidak pernah diindahkan, sehingga pihaknya akan meneruskan dan menyerahkan permasalahan ini ke Inspektorat. Dengan diserahkannya persoalan tersebut ke Inspektorat, maka tinggal menunggu langkah atau tindakan admintrasi dari pemerintahan. “Putusan akhir tergantung bupati yang akan menilai permasalahan. Sebab sering kali kami peringatkan, namun kuwu sepertinya tidak pernah mengindahkan peringatan tersebut. Seharusnya persoalan ini bukan saja tanggung jawab camat, tetapi yang lebih berperan dalam menyikapi kuwu adalah BPD,” jelasnya. Yang kaitannya pemerintahaan desa merupakan tanggung jawab dari BPD untuk segera mengambil

Jaksa Bidik Penyimpangan DBM
ciRebOn – Kejaksaan Negeri Sumber tidak pandang bulu dalam menegakkan supremasi hukum demi menyelamatkan keuangan negara. “Saya tidak peduli bila ada Kepala SKPD di Pemkab. Cirebon yang melanggar aturan, pasti akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Begitu juga dengan Kadis Bina Marga Ir H Hendra Tardjono MM atau Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan Ir Gatot Rachmanto serta pelaksana lapangan (kontraktor), terkait buruknya kualitas proyek tertentu,” kata Kasi Pidsus Kejari Sumber, Pieter Sahanaya SH diruang kerjanya, Rabu (3/11). Ia mengaku pernah menjebloskan Jojo ke terali besi gara-gara kasus penyuapan (gratifikasi). Menurutnya, jika mencermati sejumlah contoh foto proyek Jalan Kapetakan-Gegesik bernilai sekitar Rp 841.947.000, jelas terlihat kualitasnya jelek akibat bestek yang kurang baik. “Data menerangkan total proyek Dinas Bina Marga (DBM) Kab. Cirebon TA 2009 83 paket bernilai Rp 39 miliar,” tandas Pieter. Inspektur Kab. Cirebon, Drs H Mansyah Rizal MSi, cenderung tak bergeming atas keluhan sejumlah pihak terkait kinerja dilingkup DBM. Padahal, Peraturan Bupati Cirebon No.62 Tahun 2008 khususnya Pasal 2 Ayat 4 butir (k) mengilustrasikan bahwa Inspektorat harus tanggap atas informasi seputar ulah PNS yang nyeleneh, apalagi menyangkut duit negara. n sutawijaya

langkah tegas, jika terdapat seorang kuwu yang dinilai melanggar tata pemrintahan, baik dari pelayanan kepada masarakat dan penggalian aset desa. “Seharusnya BPD ikut berperan aktif menyikapi persoalan tersebut, akan tetapi jika persoalan yang ada sudah pada ranah hukum, maka ada batasan-batasan tertentu yang tidak bias dilakukan oleh BPD,” katanya lagi. Camat Wely menambahkan, pastinya akan memanggil kuwu Tegalsumbadra terlebih dulu. n soni s

Sendang Ayu Tawarkan Wisata Air Alami
indRamaYu - Taman rekreasi wisata air Sendang Ayu sekalipun baru seumur jagung namun banyak di kunjungi warga. Pasalnya, dilokasi wisata tersebut tersedia sarana hiburan keluarga disamping tersedia warung makan di diatas air. ‘Kota mangga’ sebutan kental kota Indramayu, yang selama ini minim tempat wisata, dalam kurun beberapa waktu telah bermunculan taman rekreasi. Kali ini Taman Wisata Sendang Ayu di Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, yang letaknya tidak jauh dari kota. Tempat wisata Sendang Ayu diciptakan oleh seorang pengusaha yang mampu merubah suasana gersang menjadi nyaman. Sosok H. Nono, pemilik stasiun radio

MG FM di Jalan Sudirman Indramayu, memang tidak diragukan lagi dalam menciptakan suasana indah bagi masyarakat yang hendak berpariwisata. Situasi alam begitu mengena sehingga para pengunjung betah, apalagi dilokasi tersebut berdiri

sebuah rumah makan yang posisisnya berada di atas air kolam yang menyediakan bermacam ikan bakar, minuman segar. Nuansa cerita diwarnai dengan keberadaan Banana Boat (perahu jenis pisang), dan beragam jenis hiburan lainnya. Para pengunjung sendiri

merasa betah karena saat memasuki pintu gerbang menuju lokasi tidak dipungut biaya, bahkan servis para petugas taman wisata yang terkenal santun. Lokasi taman wisata ini dikenal oleh penduduk di tempat berlokasi di Blok Madat, namun keindahan alam yang benarbenar tercipta dan udaranya yang sangat segar. Pada umumnya pengunjung datang dari Indramayu maupun luar kota Indramayu. Ketika ditemui Tabloid Sensor, H. Nono menjelaskan, untuk menciptakan Wisata Air Sendang Ayu, bukanlah hal yang gampang, akan tetapi membutuhkan pemikiran dan tenaga ekstra. Sebab, risikonya sangat tinggi jika pengkajian taman rekreasi tidak berhasil. n duliman

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

22

TERAS
Pisah Sambut Camat Kadipaten
maJaLenGKa - Masyarakat serta semua pengurus desa, kepala UPTD Kecamatan Kadipaten, dan tokoh masyarakat yang berada di kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka menghadiri acara pisah sambut yang digelar di kantor kecamatan Kadipaten. Dalam kesempatan itu, seiring kepindahan tugas berbarengan dengan keberangkatan dirinya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji. Pada kesempatan itu, Gatot Sulaeman memohon doanya agar keberangkatannya mendapatkan ridho dari Allah SWT. “Dalam menjalani tugas selama sebelas bulan ini, mungkin saja banyak kesalahan baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja, dan dengan penuh kerendahan hati kami sekeluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kepada camat yang baru, kami titipkan masyarakat kecamatan Kadipaten serta tujuh desa yang ada,” jelasnya. Adapun pengganti Drs H Gatot Sulaeman Ap, M,Si adalah Arif Daryana Ap, M/Si. Diharapkan kepada camat yang baru mampu mengimbangi serta meneruskan apa yang sudah berjalan, selalu tujun ke lapisan yang paling bawah serta membaur dengan semua elemen masyarakat yang berada di 7 desa di kecamatan Kadipaten, sehinga masyarakat lebih erat dan mengenal sosok kepemimpinan yang memimpin wilayah kecamatan Kadipaten. n yessy pande iroot

Ketua LPM Bikin ‘Gerah’
P e K a L O n G a n - Kembali masyarakat Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timurm dibuat gerah oleh sepak terjang Ketua LPM, yang notabene sebagai anggota DPRD Kota Pekalongan dari Fraksi PAN. Sebut saja Malul Akbar, sosok yang menumpuk ambisi jabatan, setelah berhasil meraih suara dalam pemilihan ketua LPM. Oleh masyarakat Klego dan beberapa ketua RW dan RT disoroti, telah melangkah jauh dengan kesombongannya meninggalkan aturan main dalam menjalankan fungsi kontrolnya. Masyarakat dan tokoh masyarakat menilainya apa yang dilakukan ketua LPM itu sangat memalukan dan bersikap arogan serta serta tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. Dikatakan oleh ketua RW melalui ketua RTnya yang tidak mau disebut namanya kepada Tabloid Sensor, keterkaitannya sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pengamatan masyarakat, dia tidak menjalani tugas sebagaimana mestinya, untuk menjaga amanat rakyat.. Padahal, sebelum menjadi Ketua LPM, ia pernah berjanji kepada segenap wakil masyarakat yakni RW dan RT, jika dirinya menjadi ketua LPM, akan melakukan perubahan dengan merangkul masyarakat dan memberdayakan ketua RW dan RT untuk bisa melaksanakan program secara berkesinambungan. Namun semua itu hanya janji kosong, sebaliknya sebagai ketua kini banyak melakukan pelanggaran dalam menerapkan program bantuan pemerintah untuk masyarakat. “Yang lebih menyedihkan, keuangan tidak diserahkan pada bendahara LPM, melainkan di masukkan dalam rekening pribadinya. Sehingga, muncul pertanyaan masyarakat serta rumor yang ada, bendahara LPM akan mengundurkan diri,” jelas masyarakat. Kepala Kelurahan Klego, Nanang Kartiwa ketika dikonfirmasi Tabloid Sensor melalui ponsel, membenarkan adanya ketidakbenaran mekanisme organisasi LPM yang dikendalikan oleh ketuanya. Menurut Nanang Kartiwa, hal ini bukan lagi opini masyarakat Kelurahan Klego, tapi yang terjadi benar adanya. “Sebagai Ketua LPM melampaui batas kebijakan, antara lain tidak mengangap atau menghargai masyarakat juga Kepala Kelurahan sekaligus pembina struktural organisasi masyarakat di Kelurahan yakni Catur Pilar. Yang dilakukan oleh ketua LPM, justru banyak menyalahi prosedur organisasi,” tegasnya. n hadi sulistiyono

Galang Dana untuk Korban Bencana
maJaLenGKa - Banyaknya bencana yang menimpa di tanah air telah mengetuk, bahkan larut dalam kesedihan. Dari berbagai elemen masyarakat terdorong untuk membantu meringankan serta menghibur mereka yang terkena bencana alam, baik korban bencana tsunami di kepulauan Metawai dan letusan Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta. Mahasiswa dari jurusan Fakultas Sosial Politik (FISIP) Universitas Majalengka, turun ke jalanan di depan Kampus Universitas Majalengka, di Kecamatan Kadipaten dan Kecamatan Talaga. Mereka menelusuri jalan hanya demi mengumpulkan dana yang di dapat dari masyarakat yang perduli dan terbeban memperingan penderitaan mereka yang mengalami musibah. Dalam misi yang mulia ini, tidak ketinggalan para mahasiswa, pelajar, tenaga pengajar, dosen, para pengurus yayasan, dan semuah tokoh agama, serta masyarakat terlibat dalam pengalangan dana. Mereka menyisihkan sebagian hartanya dan memberikan pada mereka yang terlibat dalam kepanitiaan pengalangan dana untuk bencana alam yang diketuai Ade Rusminta, M. Nur Muharam, Ersan Citrawati, Aditya S, Tati Setiawati, dan Ai Fitri N. Kepada Tabloid Sensor, Ade Rusminta mengatakan, pihaknya mencoba mengetuk hati semua lapisan masyarakat untuk terlibat untuk meringankan beban mereka yang terkena musibah bencana alam, sekaligus menyadarkan semua agar memiliki kepedulian. “Jangan melihat latar belakang mereka, beragama apa, dan dari suku apa. Kita semua adalah anak bangsa, yaitu bangsa indonesia,” katanya. n yessy pande iroot

Polisi Militer Gelar Razia
maJaLenGKa - Untuk menegakan disiplin aparat TNI/Polri, Subdenpom III/3-5 Majalengka bersama Provost TNIAU/AD, dan Propam Polres Majalengka menggelar razia gabungan di Jl.KH. Abdul Halim, Kelurahan Munjul, Rabu (3/11). Operasi bersandi Waspada Kujang itu digelar untuk merazia anggota TNI/Polri yang melakukan pelanggaran disiplin dan lalu lintas juga merazia atribut-atribut TNI Ilegal yang digunakan masyarakat. Letnan Satu CPM AB Manalu, Komandan subden pom III/3-5 yang memimpin Operasi menuturkan razia yang dilakukan merupakan operasi untuk membantu tata tertib disiplin anggota TNI/Polri. “Selain anggota yang melakukan pelanggaran, ada juga penyitaan atribut berbau militer yang di gunakan warga sipil,” ujarnya kepada sejumlah wartawan cetak, elektronik dan online. Lettu Manalu memastikan setiap pelanggaran akan di proses dipersidangan, untuk pelanggaran disiplin seperti tidak bisa menunjukan KTA, izin keluar markas akan ditindak secara disiplin. Sementara pelanggaran lalulintas bagi anggota TNI tetap akan kena tilang lalulintas untuk disidangkn pada Oditur Militer. “Sanksi untuk pelanggaran anggota TNI, kita proses sesuai prosedur.Untuk atribut kita lakukan penyitaan,” tuturnya. n yessy pande iroot

Banyak Galian C Liar, Pemkab Pekalongan Tutup Mata
KaJen - Fenomena yang tak pernah tuntas dan lemahnya tindakan Pemerintah Daerah mengakibatkan maraknya pencurian, dan perusakan sumber daya alam. Dari sepanjang sungai Singkawang, Karanganyar, tidak menutup para pemburu kekayaan daerah silih berganti mendirikan base camp galian C. Meski masyarakat berontak, t a k j ara n g melan cark an aksi demo, tapi sepertinya pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan tidaklah jera, bahkan terkesan menutup mata terhadap adanya penggalian lahan batu pasir yang disinyalir ilegal. Ada beberapa base camp galian C disepanjang sungai Singkarang untuk sementara diberhentikan atau ditutup dan tidak diperbolehkan beroperasio, terkait perijinan yang habis masa berlakunya atau sama sekali tidak ada surat ijin. Itupun hanya beberapa saat saja, yang terjadi galian C masih terus berjalan. pada zona larangan (batas larangan penggalian) dengan jarak kurang dari 500meter jembatan panjang karanganyar. Pengamatan Tabloid Sensor, kegiatan penggalian berlangsung dengan dua alat berat di tengah sungai, mengeruk batu-batu besar dan pemecahan batu. Diperoleh keterangan dari warga setempat, pemiliknya bernama Adam, mantan kepala Desa Karangsari, kecamatan Karanganyar. Kepala PSDA ketika dikonfirmasi sedang menunaikan tugas dan kasi yang membidangi penambangan atau galian C, saat itu juga masih melaksanakan tugas lapangan. Sementara Ketua komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Nur Balistik dikonfirmasi melalui telpon selular menegaskan bahwa penggalian harus dihentikan dan pihaknya akan segera melakukan sidak lapangan di lokasi galian C tersebut. n hadi sulistiyono

Hal tersebut tidak menutup kemungkinan setelah adanya kunjungan lapangan oleh Wakil Bupatu Ponco Nugroho, pekan lalu. Saat itu bupati mengatakan, tidak akan mempersulit untuk pengurusan perijinan, asal semua itu terjadi komunikasi dengan baik antara masyarakat,pengusaha dan pemerintah daerah. Pertanyaan muncul sedikit menggelitik, masyarakat diluar mengartikan berbedabeda, ada berpendapat begitu mudahnya pemerintah daerah memberi harapan pada para pengusaha Galian C, yang notabenenya orang luar

daerah. Ada juga berpendapat muatan politik menjelang Pilkada untuk menarik dukungan, masih menjadi tanda tanya besar. Kini semuanya masih tetap berjalan meskipun ada pengusaha ijinnya sudah habis dan dalam perijinannya hanya satu hektar tapi pengerjaannya melampaui batas hingga kurang lebih enam haktar. Kini pada kondisi ruwet, muncul lagi adanya penambangan Galian C disinyalir tak berijin atau ilegal di daerah wilayah Podo Dadi Karanganyar, Kecamatan Karanganyar. Lokasi galian masuk

23
SINGKAT
APBD 2011 Defisit Rp179 M
SemaRanG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 Provinsi Jawa Tengah mengalami defisit sebesar Rp179,90 miliar. Angka defisit muncul karena anggaran pendapatan daerah hanya sebesar Rp5,872 triliun. Sementara angka belanja daerah mencapai Rp6,052 triliun. Dalam sidang paripurna DPRD Jateng, Kamis (4/11), seluruh anggota Dewan menyetujui penetapan APBD 2011 tersebut. Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko mengatakan,hasil penetapan APBD 2011 itu selanjutnya akan diserahkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Diserahkan kepada Mendagri untuk mendapatkan evaluasi,” kata Murdoko. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menerangkan, pada APBD 2011 ini pihaknya memprioritaskan pembangunan di berbagai bidang. Antara lain pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Menurut Bibit, pembangunan daerah di bidang pendidikan tetap konsisten memenuhi amanat konstitusi. Di bidang kesehatan, anggaran itu diarahkan untuk menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat, melalui Dinas Kesehatan maupun rumah sakit daerah. “Baik itu melalui program sumber daya kesehatan, sampai program peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” beber Bibit. n tulus supangkat

NASIONAL
EDISI 244 TAHUN VI, 8 - 14 November 2010

Ganti Rugi Diduga Digelembungkan
SemaRanG – Komite Pendidikan Anti- Korupsi (KPAK) mencium adanya dugaan mark-up atau penggelembungan harga ganti rugi lahan untuk pembangunan kolam retensi senilai Rp31,9 miliar. Koordinator KPAK BS Wirawan mengatakan, sesuai peraturan yang berlaku, PT Tanah Mas Baruna (TMB) semestinya hanya menerima ganti rugi tanah uruk sebesar Rp16,614 miliar. Sebab, sesuai Pasal 43 ayat 3 Peraturan Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2007 disebutkan ganti rugi atas bangunan, tanaman atau bendabenda lain yang berkaitan dengan tanah di atas tanah hak pakai atau tanah hak guna bangunan diberikan kepada pemilik bangunan. ”Selaku pemegang surat hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL) yang dimiliki PT Pelindo III Cabang Tanjung Mas Semarang, PT TMB hanya berhak menerima ganti rugi segala sesuatu di atas lahan yang disewanya,” kataWirawan, baru-baru ini. Selama masa sewa itu, lanjut dia, PT TMB melakukan aktivitas pengurukan tanah, sehingga sekarang menjadi daratan yang akan dibangun kolam retensi. ”Perusahaan itu harusnya hanya dapat ganti rugi tanah uruk,” tegas Wirawan. Pemantauan di lapangan, lahan seluas 9,23 hektare di Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara, mayoritas didominasi daratan bekas tanah uruk. Tidak ada bangunan sedikit pun yang dibangun PT TMB di atas lahan yang akan dibangun kolam retensi tersebut. Hanya sedikit lahan, sekitar dua hektare yang berupa perairan. Dari perhitungan KPAK, PT TMB hanya berhak mendapat ganti rugi sekitar Rp16,614 miliar. Angka tersebut didapat dari harga termahal tanah uruk per meter kubik, Rp180.000 dikalikan luasan lahan yang diuruk 9,23 hektare. “Kalau mengacu aturan, semestinya angkanya segitu,bukan Rp31,9 miliar. Ada apa ini, kok sampai selisih Rp15,3 miliar,” imbuh Wirawan. Karena itu, pihaknya tak habis pikir dengan dasar penentuan ganti rugi lahan Rp31,9 miliar dari appraisal PT Sucofindo (Rp19,9 miliar di antaranya sudah dibayarkan ke PT TMB). “Sesuai pasal 43 ayat 2 peraturan Kepala BPN tersebut, ganti rugi lahan diberikan ke Pelindo, jangan kemudian dialihkan ke TMB,” jelasnya. Kepala PT Sucofindo Semarang Abdullah Salam menyatakan keputusan ganti rugi lahan Rp31,9 miliar sudah sesuai aturan yang ber-laku, termasuk peraturan Kepala BPN. Karenanya, berdasar standar penilaian Indonesia (SPI), perhitungan yang diambil didasarkan pada harga pasaran tanah. n tulus supangkat

Kebijakan Pengelolaan dan Pendayagunaan SDA
SemaRanG - Kerusakan sumber daya air semakin tinggi instensitasnya, seiring dengan pertumbuhan populasi dan kebutuhan lahan untuk pemukiman serta industri. Kerusakan tersebut ditandai dengan penurunan kondisi dan kapasitas danau, waduk, embung dan sumber air lainnya akibat tingginya sedimentasi maupun akibat digunakan untuk kepentingan lain, serta pencemaran air dan sumber air akibat pengolahan limbah industri dan rumah tangga yang belum dilakukan secara terpadu. Kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan yang semakin menurun berpotensi memicu terjadinya berbagai bencana lingkungan, sehingga akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air. Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Sumber daya air Provinsi Jawa Tengah tahun 2010, di Jawa Tengah terdapat 128 sungai induk dengan panjang 4.076 Km, 40 waduk, 172 embung, 602 mata air, dan 648 sumur dalam. Dalam pengelolaannya, sebanyak 39 Daerah Irigasi (DI seluas 346.998 ha merupakan kewenangan pemerintah pusat, 106 DI seluas 86.252 ha kewenangan pemerintah provinsi, dan 8.982 ha DI seluas 559.205 ha kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota. Sedang kebutuhan air baku di Jawa Tengah sebanyak 2.049.878.29 m3 pertahun baru terpenuhi 19,76% padahal kapasitas ketersediaan air permukaan sebanyak 56.4 milyar m3 namun potensi yang dimanfaatkan baru 12.8 milyar pertahun atau 20% dan sisanya terbuang ke laut. n tulus supangkat

Pengerasan Jalan Terkendala Cuaca
SemaRanG - Penyelesaian pengerasan jalan di sejumlah ruas tol SemarangUngaran yang ditarget beroperasi Desember 2010 belum dapat dipastikan. Pengerasan terkendala cuaca, yakni intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini. Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo mengatakan, pengerjaan sudah mencapai 90%. Meski demikian, ada beberapa bagian yang belum selesai seperti pengeprasan bukit dan pengecoran bahu jalan. “Pengeprasan bukit di proyek paket III diperkirakan masih memerlukan waktu sekitar enam hari lagi. Begitu selesai, langsung dilanjutkan dengan pengecoran bahu jalan,” paparnya usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Jateng, Kamis (4/11). Dikatakannya, bila sesuai jadwal, maka 20 hari ke depan pembuatan bahu jalan sudah selesai. Untuk mempercepat proses pengeringan, pelaksana proyek akan menggunakan zat khusus. Teknik pengeringan tersebut bisa mempercepat sedikitnya 14 hari dibandingkan dengan metode biasa. Diakuinya, faktor cuaca yang tak menentu dan hujan lebat yang kerap mengguyur beberapa waktu terakhir ini menjadi kendala terbesar, sehingga pelaksana tidak bisa mempercepat pembangunan jalan tol sepanjang 9 kilometer itu. n tulus supangkat

Pemilukada tak Jamin Hasilkan Pemimpin Berkualitas
S e m a R a n G - Pemilihan umum kepada daerah secara langsung tidak menjamin akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Selain itu antusiasme masyarakat cenderung menurun bahkan apatis. Ini bisa dilihat dari angka golput yang terus meningkat. Hal itu dikatakan Pemimpin redaksi Koran Sore Wawasan, Ir. Sriyanto Saputro MM, dalam pelatihan liputan pilkada bertema Evaluasi Pelaksanaan Pilkada di 17 kota/kabupaten di Jawa Tengah, yang diselengarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Jateng, di Hotel Santika, baru-baru ini. Sriyanto yang pernah menjadi panitia pengawas dalam pemilihan walikota Semarang dan Gubernur Jawa Tengah mencatat maraknya praktik politik uang serta penyelenggara pemilukada yang selalu berorientasi kondusivitas. “Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng mengatakan, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilukada 2010 turun dibandingkan tahun 2005, kecuali di Kota Pekalongan. Rata-rata partisipasi pemilih pada pemilukada 2005 adalah 73,51%. Sedangkan untuk tahun 2010 turun menjadi 67,40 %. Menurut Andreas, pemilih terdaftar tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemilukada antara lain karena merantau, meninggal dunia, lansia/sakit dan bekerja. Sementara itu, Bambang Hengky, Ketua IJTI Korda Jateng menyatakan organisasinya punya tanggungjawab untuk membekali para anggota dan jurnalis lainnya dengan kemampuan profesionalisme seorang wartawan. Antara lain melalui sejumlah pelatihan, diskusi dan seminar yang digelar secara periodik menyesuaikan kebutuhan di lapangan. n tulus supangkat

penyelenggara belum maksimal menegakkan aturan terutama menindalanjuti pelanggaran yang ada,” katanya. Ketua Komisi A DPRD Jateng, Fuad Hidayat, yang juga menjadi pembicara mengatakan, pemilukada secara langsung memerlukan biaya yang sangat besar sehingga memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu tidak tertutup kemungkinan, pemilihan kepala daerah kembali dilakukan anggota DPRD. Menurut Fuad anggaran

untuk pemilihan gubernur secara langsung menelan biaya sekitar Rp. 500 milyar. Sedangkan untuk bupati/ walikota sekitar Rp15 miliar. “Itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan oleh para calon. Sehingga bila dihitung angkanya bisa mencapai sekitar 1 triliun,” ujarnya. Karenanya, tambah Fuad, pemilukada secara langsung akan memunculkan kapitalisme dan liberalisasi politik nasional yang didominasi oleh pemodal kuat. Pembicara lainnya, Andreas Pandiangan dari

24
EDISI 244 TAHUN VI, EDISI 24414 November 2010November 2010 8 - TAHUN VI, 8 - 14

24

Derita Belum Berakhir

Dari hari ke hari hempasan ‘wedhus gembel’ makin menunjukkan keperkasaannya. Akibatnya, korban pun terus berjatuhan, baik yang meninggal maupun luka bakar, semua dibawa ke RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Memang, penderitaan masyarakat belum berakhir. Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) pun kini menjadi tempat pengungsian warga Pakem dan Cangkringan Sleman pasca erupsi besar hari Kamis (4/11). n

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->