Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum

BIOMETRI

Acara 2
Variasi Data

Oleh :

Yudi Kurniawan (F05108016)

Kelompok 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2010
ACARA I

AKURASI DAN PRESISI SERTA TAMPILAN DATA

I. LATAR BELAKANG

A. Landasan Teori

Sering kita mendengar istilah statistik. Misalnya, statistik penduduk, statistic


pertanian, statistik perekonomian, statistik mahasiswa, dan sebagainya. Dalam
kehidupan sehari-hari istilah statistik sering diartikan sebagai pembuatan table, daftar,
deretan angka, diagram, gambar, atau grafik tenteng suatu hal. Statistik di sini, dalam
arti sempit, Misalnya, statistik penduduk yang hanya menyajikan gambaran angka
dalam bentuk table-tabel dan daftar atau diagram mengenai keadaan penduduk.
Adapun yang akan dibahas adalah statistik dalam arti luas atau sering disebut dengan
istilah “statistika”. Pengertian statistik dalam arti luas adalah suatu ilmu yang diawali
dari pengumpulan data, pengolahan, analisis, penarikan kesimpulan, serta
pengambilan keputusan berdasarkan analisis yang dilakukan dari data tersebut.

Varian adalah simpangan baku yang dikuadratkan. Kalau kita perhatikan pada
rumus simpangan baku yang asli. Maka mencari varian tinggal menghilangkan
akarnya.

Koefisien variasi merupakan persentase simpangan baku dari nilai rata-


ratanya. Kegunaan koefisien variasi adalah untuk mengukur keragaman suatu hal
(Furchan, Arief. H, 2007).

Pengukuran adalah penentuan angka yang menggambarkan suatu sifat tertentu


kepada suatu benda. Sistem pengukuran merupakan kesatuan dari prosedur, peralatan,
personil yang digunakan untuk menentukan angka yang menggambarkan suatu sifat
tertentu kepada suatu benda (Ibrohim, 2008 : http://www.ibrosys.com/manajemen-
mutu/12-measurement-system-analysis-msa.html).
Pertanyaan sekarang adalah bagaimana mengukur penyebaran data atau
variasi?
Varians dan Deviasi Standar
Cara kedua untuk menghindari deviasi nol total oleh mengkuadratkan nilai
deviasi masing-masing sebelum mengambil penjumlahan tersebut. Sekali lagi, untuk
menghapus pengaruh jumlah data, bagi jumlah deviasi persegi dengan jumlah data
untuk menghasilkan rata-rata jumlah kuadrat deviasi.

"Panjang nama" rata-rata jumlah kuadrat deviasi memiliki nama Varians juga
dikenal sederhana. Varians adalah indikator yang sangat baik untuk mengukur
penyebaran data karena varians sudah mempertimbangkan
• penyimpangan data masing-masing dari kecenderungan pusat
• pengaruh jumlah data
• fungsi halus.
Untuk menghindari masalah unit, kita mengambil akar kuadrat dari varians
dan kita mendapatkan apa yang disebut standar deviasi

(Teknomo, 2006 : http://people.revoledu.com/kardi/tutorial/Statistics/Variation.htm).


Beberapa metode yang digunakan untuk mengukur luas daun:
Metode Kertas Milimeter
Metode ini menggunakan kertas milimeter dan peralatan menggambar
untuk mengukur luas daun. Metode ini dapat diterapkan cukup efektif pada
daun dengan bentuk daun relatif sederhana dan teratur. Pada dasarnya, daun
digambar pada kertas milimeter yang dapat dengan mudah dikerjakan dengan
meletakkan daun diatas kertas milimeter dan pola daun diikuti. Luas daun
ditaksir berdasarkan jumlah kotak yang terdapat dalam pola daun.
1. Gravimetri
Metode ini menggunakan timbangan dan alat pengering daun (oven).
Pada prinsipnya luas daun ditaksir melalui perbandingan berat (gravimetri). Ini
dapat dilakukan pertama dengan menggambar daun yang akan ditaksir luasnya
pada sehelai kertas, yang menghasilkan replika (tiruan) daun. Replika daun
kemudian digunting dari kertas yang berat dan luasnya sudah diketahui. Luas
daun kemudian ditaksir berdasarkan perbandingan berat replika daun dengan
berat total kertas.
2. Planimeter
Planimeter merupakan suatu alat yang sering digunakan untuk
mengukur suatu luasan dengan bentuk yang tidak teratur dan berukuran besar
seperti peta. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur luas daun apabila
bentuk daun tidak terlalu rumit. Jika daun banyak dan berukuran kecil, metode
ini kurang praktis karena membutuhkan banyak waktu. Suatu hal yang perlu
diingat dalam penggunaan planimeter adalah bahwa pergeseran alat yang
searah dengan jarum jam merupakan faktor yang menentukan tingkat
ketelitian pengukuran.
3. Metode Panjang Kali Lebar
Metode yang dipakai untuk daun yang bentuknya teratur, luas daun
dapat ditaksir dengan mengukur panjang dan lebar daun.
4. Metode Fotografi
Metode ini sangat jarang digunakan. Dengan metode ini, daun-daun
tanaman ditempatkan pada suatu bidang datar yang berwarna terang (putih)
dipotret bersama-sama dengan suatu penampang atau lempengan (segi empat)
yang telah diketahui luasnya. Luas hasil foto daun dan lempengan acuan dapat
kemudian diukur dengan salah satu metode yang sesuai sebagaimana
diuraikan diatas seperti planimeter. Luas daun kemudian dapat ditaksir
kemudian berdasarkan perbandingan luas hasil foto seluruh daun dengan luas
lempengan acuan. (http://wiqk.wordpress.com/2009/08/15/beberapa-metode-
yang-digunakan-untuk-mengukur-luas-daun/).
Jika data kuantitatif telah terkumpul, tahap berikutnya adalah
mengorganisir atau mengelumpokkan fakta dari data tersebut guna tujuan
penelitian. Tahap ini sebenarnya lebih banyak berhubungan dengan proses
pengolahan dan penataan data. Penyajian data dapat berupa tabel maupun
grafik. Penyajian sedemikian itu bersama-sama dengan pengukuran nilai-nilai
deskriptif merupakan proses penyederhanaan data atau informasi ke dalam
bentuk yang berguna bagi analisa (Anto, 1986 : 26-29).
B. Permasalahan

Dalam suatu pengamatan pada data yang jumlahnya besar tentunya


kita akan menemukan berbagai macam variasi data. Variasi data sangat
menentukan tingkat ketelitian dan/ atau keterampilan seseorang, selai itu nilai
dari variasi data juga dipengaruhi oleh objek yang kita ukur. Pada praktikum
ini kami mencoba untuk melihat seberapa besar nilai dari variasi data hasil
dari pengukuran luas daun dengan tingkat berdasarkan kedewasaan daun.
Seberapa besar tingkat variasi data yang didapat? Serta apakah ada variasi data
antara daun pucuk, daun yang ada di tengah dan daun yang ada di pangkal?

C. Tujuan

1. Mengetahui perbedaan antar daun pada bagian yang sama.


2. Mengetahui perbedaan luas daun pada bagian yang berbeda.
3. Mengetahui penyebab luas daun berbeda.
4. Menghitung standar deviasi dan standar error pada masing-masing pengukuran
luas daun.

II. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat

Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu penggaris, neraca


digital, gunting dan kalkulator.

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu daun dari pohon
akasia pada bagian ujung, tengah dan pangkal dan kertas untuk sampel
contoh dari luas daun dan standar.

B. Prosedur Pengamatan

1. Daun akasia yang akan digunakan sebagai sampel diambil sebanyak 10


buah untuk masing-masing bagian yaitu bagian pangkal, tengah dan
ujung.

2. Selanjutnya daun-daun tersebut digambar pada kertas untuk sampel


standar beratnya, sehingga didapatkanlah luas dari sampel-sampel daun
tersebut.
3. Berat dari standar kertas yang akan digunakan dihitung terlebih dahulu
sebelum menghitung berat contoh dari daun yang telah kita ambil
dimana kertas tersebut akan kita gunakan sebagai pembanding.

4. Setelah itu gambar dari daun-daun yang telah dibuat digunting dan
setelah itu ditimbang beratnya

5. Selanjutnya luas daun tersebut dihitung dengan menggunakan rumus:

Luas Daun = (Berat Contoh Daun/ Berat Standar Kertas) x Luas


Standar

6. Hasil perhitungan dimasukan kedalam table pengamatan.

III. DATA DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan

Tabel 1.1 Daun Bagian Ujung


Berat Contoh Daun Luas
Daun (gr) (cm2)
1 0,42 96
2 0,28 64
3 0,25 57,14
4 0,25 57,14
5 0,21 48
6 0,18 41,14
7 0,17 38,86
8 0,13 29,71
9 0,21 48
10 0,23 52,57
18,0641
Standar Deviasi 82

Varians = (Standar deviasi)2

Atau S = ∑
( X − X )2
N −1

Varians untuk Daun Bagian Ujung = (18,064182)2 = 326,31


Tabel 1.2 Daun Bagian
Tengah
Berat contoh Luas
Daun Daun (gr) (cm2)
1 0,39 89,14
2 0,25 21,43
3 0,23 52,57
4 0,31 70,86
5 0,29 66,29
6 0,32 73,14
7 0,4 91,43
8 0,44 100,57
9 0,33 75,43
10 0,31 70,86
22,27058
Standar Deviasi 64

Varians = (Standar deviasi)2

Atau S = ∑
( X − X )2
N −1

Varians untuk Daun Bagian Tengah = (22,2705864)2 = 495,97

Tabel 1.3 Daun Bagian


Pangkal
Berat contoh Luas
Daun Daun (gr) (cm2)
1 0,28 64
2 0,42 96
3 0,42 96
4 0,36 82,29
5 0,37 84,57
6 0,42 96
7 0,4 91,43
8 0,44 100,57
9 0,35 80
10 0,32 73,14
11,74430
Standar Deviasi 55

Varians = (Standar deviasi)2


Atau S=
∑( X − X ) 2

N −1

Varians untuk Daun Bagian Pangkal = (11,7443055)2 = 137,92

Tabel 1.4 Perhitungan signifikan dan non signifikan

Mean+STD Mean-
Mean EV STDEV STDEV
Daun 53,25
ujung 6 71,316 35,196 18,06
Daun 71,17
tengah 2 93,442 48,902 22,27
Daun
pangkal 86,4 98,14 74,66 11,74
Kesimpulan :

- Daun ujung non signifikan terhadap daun tengah tetapi signifikan terhadap
daun pangkal.

- Daun tengah non signifikan terhadap daun ujuung dan daun pangkal

- Daun pangkal signifikan terhadap daun ujung tetapi non signifikan terhadap
daun tengah.
- Apabila dibuat dalam bentuk diagram venn maka dapat digambarkan seperti
berikut:

Diagram 1.1 daerah signifikan daun ujung, daun tengah dan daun pangkal.

Daun Tengah

Daun Ujung Daun Pangkal

B. Pembahasan

Pada praktikum ini kami mencoba untuk melihat seberapa besar variasi pada
hasil pengukuran terhadap luas daun. Berdasarkan lliteratur yang ada, dinyatakan
bahwa pertumbuhan dari daun akan mencapai maksimum ketika daun itu dewasa.
Menurut lingkar genetis diketahui bahwa letak dari pertumbuhan daun mengikuti
suatu aturan tertentu dimana daun muda berada di ujung dari tumbuhan dan daun
dewasa pada bagian bawahnya.

Berdasarkan hasil dari perhitungan staandar deviasi serta penarikan


kesimpulan signifikan dan non-signifikan dapat dilihat bahwa dari segi ukuran
ternyata ada suatu hubungan dan perbedaan antara daun-daun tersebut. Antara daun
yang berada di ujung dengan yang berada ditengah, dari hasil perhitungan didapat
bahwa daun yang berada di ujung tidak berbeda signifikan dari daun yang berada
ditengah. Nilai dari standar deviasi luas daun bagian ujung yaitu 18,064. Adapun nilai
variasinya sebesar 326,31 artinya begitu banyak variasi yang terdapat pada
perhitungan luas daun bagian ujung.

Sedangkan hasil dari perhitungan luas daun bagian tengah untuk nilai
variasinya ternyata lebih besar dari pada luas daun bagian ujung. Adapun nilai
variasinya yaitu 495,97. Artinya luas daun-daun bagian tengah tersebut antara satu
dengan yang lainnya memiliki variasi luas yang berbeda-beda. Setelah dihitung
standar deviasinya ternyata antara luas daun bagian tengah dengan bagian ujung dan
pangkal perbedaannya tidak signifikan. Hal ini dapat terlihat pada diagram 1.1 yang
disajikan. Adapun standar deviasinya sebesar 22,27.

Pada perhitungan variasi pada daun bagian pangkal ternyata hasilnya lebih
kecil dari luas daun bagian tengah dan ujung. Nilai dari variasinya sebesar 137,92
yang artinya diantara pengukuran luas daun tersebut maka yang memiliki variasi
terkecil adalah daun bagian ujung. Hal ini terjadi karena daun-daun tersebut sudah
mencapai luas ukuran yang maksimal. Dari perhitungan standar deviasi didapat
nilainya 11,74. Dari hasil perhitungan tersebut ternyata antara luas daun bagian
pangkal dan bagian tengah tidak berbeda signifikan sedangkan dengan luas daun
bagian ujung berbeda signifikan. Artinya antara luas daun bagian pangkal dengan
ujung ukurannya sangat jauh berbeda sedangkan dengan luas daun bagian tengah
ukurannya tidak jauh berbeda. Hal ini terjadi karena pada proses perkembangannya
ukuran dari luas daun terus-menerus berkembang. Dimana daun bagian ujung jauh
lebih kecil daripada daun bagian pangkal.

IV. PENUTUP
 Kesimpulan

1. Variasi data menentukan seberapa besar perbedaan-perbedaan ukuran luas dari


masing-masing data hasil pengukuran.

2. Dari hasil pengamatan ternyata nilai variasi terkeecil didapat pada luas daun bagian
pangkal dan nilai variasi terbesar pada luas daun bagian tengah yang merupakan
daerah transisi daun muda dan daun dewasa.

3. Dari hasil perhitungan luas daun ternyata antara daun bagian tengah ukurannya tidak
berbeda jauh dengan daun bagian pangkal dan ujung artinya tidak berbeda signifikan.
Sedangkan daun bagian ujung terhadap daun bagian pangkal berbeda signifikan.

4. Perhitungaan variasi data diperlukan untuk melihat seberapa banyak variasi data hasil
pengamatan.

5. Faktor yang dapat mempengaruhi variasi data yaitu faktor dari objek yang diukur
apakah homogen atau heterogen, faktor dari keterampilan praktikan dalam mengukur
dan faktor dari alat ukur yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Anto, Dajan. 1986. Metode Statistik Jilid 1. Jakarta : LP3ES


Anonim. 2009. Beberapa Metode yang Digunakan untuk Mengukur Luas Daun.
http://wiqk.wordpress.com/2009/08/15/beberapa-metode-yang-digunakan-untuk-
mengukur-luas-daun/ (30 Oktober 2010)
Furchan, Arief. H, 2007. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Yogyakarta: PUSTAKA
PELAJAR
Teknomo. 2006. Variation. http://people.revoledu.com/kardi/tutorial/Statistics/Variation.htm
(30 Oktober 2010)
Warsito.2009.Ketidakpastian pada Pengukuran.
adiwarsito.wordpress.com/2009/08/10/ketidakpastian-pada-pengukuran/ (18 Oktober
2010)