Contoh Prosa Lama

Contoh Prosa Lama ( Fabel, Dongeng, Legenda, Hikayat ) Berikut ini contoh-contoh prosa lama

Jun 2, '08 2:23 AM untuk

Contoh Fabel
Angkaro dan Tunturana Dua kor kepiting, Angkaro dan Tuturana, bersahabat karib. Mereka tinggal bersama di pinggir laut, di balik bebatuan. Mereka bersembunyi karena takut pada orangorang yang mencari ikan dan kepiting. Apabila laut pasang, mereka bermain tanpa takut akan ditangkap manusia. Pada suatu malam, ketika bulan purnama, Angkaro dan Tuturana keluar menikmati keindahan alam. ” Sahabat, bagaimana kalau kita hiasi punggung kita agar kelihatan menarik ?” kata Angkaro. ”Bagus sekali idenya. Kita memang perlu mempercantik diri agar kelihatan menarik. Tapi, bagaimana caranya ? ” tanya Tuturana. ”Bagini.”sahut Angkaro, ”Kita lukis punggung kita dengan cat warna-warni yang menarik.” ” Wah, menarik sekali.Bagaimana kalau aku dulu yang dilukis. Boleh atau tidak ? tanya Tuturana. ”Baiklah.”kata Angkaro. Angkaro mulai mengukir punggung Tuturana. Punggung Tuturana dihiasi dengan bulatan-bulatan dari muka ke belakang, dan dari atas ke bawah. Lukisan itu sangat mempesona. ”Sudah selesai sahabat.”kata Angkaro. Tuturana bercermin pada di air laut yang jernih. “Bagus, bukan?”tanya Angkaro. “Bagus sekali. Terima kasih sahabat.”kata Tuturana, ”Sekarang giliranku.”kata Angkaro. Tiba-tiba air laut surut. Datanglah pencari ikan membawa obor. Kedua ekor kepiting itu pun terkejut. Berlarilah mereka untuk menghindari bahaya.

gadis cantik. Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?” . Sumber : Aku Cinta Bahasa Indonesia kelas IV . Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Keduanya berkawan dalam bentuk yang amat berbeda: Tuturana cantik dan Angkaro jelek. anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. di daerah Kalimantan. Tidak ada waktu lagi untuk melukis punggungmu. Karena mereka hidup ditempat yang terpencil. tidak pernah membantu ibunya bekerja. sungguh kontras keadaannya. Melihat obor-obor semakin dekat. Tiga Serangkai Contoh Legenda Legenda Batu Menangis Di sebuah bukit yang jauh dari desa. Angkaro terpaksa menerima keadaan. Namun sayang. maka tak seorang pun tahu bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Hal ini membuat orang bertanya-tanya. Ketika mulai memasuki desa. saat melihat orang yang berjalan di belakang anak itu. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Punggung Angkaro sekarang penuh dengan garis tidak karuan karena tergesa-gesa hendak menyelamatkan diri. ” Hai. terutama pemuda desa. hiduplah seorang janda miskin dan anak perempuannnya. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar dikagumi kecantiknnya.” kata Tuturana. Orang-orang sudah datang untuk menangkap kita. Diantara orang yag melihat itu. Sementara. seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu. Orang – orang terpesona melihat kecantikan anak gadis itu.”Maaf. Gadis itu amat malas. ”Tidak punggungku harus kamu ukir !” teriak Angkaro. sahabat. Letak pasar desa itu amat jauh sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh. dia memiliki perangai yang buruk. Suatu hari. orang-orang desa memandangi mereka. ibunya berjalan di belakangnya sambil membawa keranjang dengan memakai pakaian yang dekil. Namun. Tunturana menggambari punggng Angkaro dengan dengan kuas dan cat tanpa bentuk.

Ya Tuhan.” Atas kuasa Tuhan. Namun setelah berulang kali didengarnya jawaban yang sama. Sumber : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara: Pustaka Agung Harapan Contoh Dongeng Pogi yang Malang Pogi adalah pemuda yang malas.Ibu Ampuni saya. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya.” Ia adalah pembantuku. dan bermainmain. Ibu.Namun apa jawaban gadis itu? “Bukan. Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka itu. hukumlah anak hamba! Hukumlah . hamba tak kuat menahan hinaan ini. ”Bukan. akhirnya si ibu yang malang itu tidak dapat menahan diri.. bukan. ”Oh. Akan tetapi semua telah terlambat.” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata. mendekat lagi seorang pemudadan bertanya kepada gadis itu..” Begitulah setiap ada seseorang yang menanyakan perihal ibunya. Suatu pagi. seperti sedang menagis..Ampuni anakmu. ampunilah kedurhakaan anakamu selama ini. Anak kandung hamba tega memperlakukan hamba seperti ini. perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat. si ibu masih bisa menahan diri.. Pogi pergi bermain ke hutan... Ibu. “katanya angkuh.Ibu. Si ibu berdoa : ”Ya Tuhan.. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.”jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. tidur. . anak gadis itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya. Sekalipun menjadi batu. ” Ia adalah budakku. selalu jawabannya begitu. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan. Perubahan itu dimulai dari kaki.. Kerjanya hanya makan. Tak seberapa jauh.” Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan.

.” jawab yang berambut keriting. Silahkan pilih!” Pogi masih pura-pura tidak mendengar. sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim.”ujar yang bertubuh paling kecil. ”Nak.” kata salah satu orang. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang. Setelah kedua orang itu berlalu. cepat-cepat bersembunyi. yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan. Pogi segera keluar dari persembunyiannya. karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit. Hanya ada tiga penarik perahu.. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Nah. pilihlah salah satu!” ”Ah. Pogi yang mendengar suara itu. Sudahlah. ”Pokoknya kalau bertemu orang kaya. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. ” Anak muda. kita rampok saja. Pogi pura-pura tidak mendengar. betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya.”omel Pogi . Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan. bati Pogi. pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya pengembara itu. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut.” ”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?” ”Sangat yakin.. Sampailah Pogi di tepi sungai. Tiba-tiba. baiklah. Paling-paling isinya Cuma sampah. Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. ”Benar tidak seperti bisanya. Setelah agak jauh. Ah.”Hai. ”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar. ”Sepi sekali hari ini. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. dibukanya karung itu. dan yang berwarna kuning berisi emas permata.”kata Pogi semangat. Aku tidak sabar membawanya pulang . Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan. aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. cepat berikan.

Aku akan turuti nasihatmu. Karena sayangnya pada Amir. Diambilnya jalan pintas. Pogi tak banyak berpikir.Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Penyakit Syah Alam semakin parah. pergi dari rumah. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Sejak kejadian itu. Lemparan tepat sekali.” . Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Amir tidak uangnya dengan baik. Tanpa ragu-ragu. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya.Usahakan engkau terlihat oleh bulan.” ”Ya. Tiga Serangkai Contoh Hikayat Hikayat Amir Dahulu kala di Sumatra. Syah Alam hanya bisa mengelus dada. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Akhirnya mereka jatuh miskin. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana. Pogi merasa musuhnya lengah. Buaya itu malah membuka moncongnya. Bekerjalah yang giat. hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Semakin hari sakitnya semakin parah. Syah Alam tidak pernah memarahinya. Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Syah Alam berkata”Amir. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu. Sumber : Aku Cinta Bahasa Indonesia kelas IV . Sebelum meninggal. Sesampainya di tengah sungai. ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Ayah. Justru mendatangkan bahaya.. jangan terlihat oleh matahari. tetapi tidak kunjung sembuh. Pogi menjadi sadar. Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. seekor buaya menuju ke arahnya. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Ia berenang ke tepian secepatnya. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan.

Pada siang hari. Amir bercerita alasannya berbuat demikian. ” Begini. ” Setelah memberi nasihat. Nasarudin tertawa.. Akan tetapi. tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. tetapi terlihat bulan. lemang. sekoteng. dan nasi goreng. Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir. Ia berjualan siang dan malam. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. seorang menteri yang pandai. kemana-mana ia selalu memakai payung. Sejak it. Nasarudin berujar. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Amir menjadi saudagar kaya. seperti nasi kapau. Sumber : Bina Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga . Amir lalu berjualan makanan dan minuman. ya. Jadi. dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari. Amir bertmu dengan Nasrudin. Oleh sebab itu. Amir. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan.Sesaat setelah Syah Amir meninggal. Amir menjajakan makanan. Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian. pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Pada suatu hari. ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful