P. 1
Contoh Prosa Lama

Contoh Prosa Lama

|Views: 1,769|Likes:
Dipublikasikan oleh Sastika Sii Kazuhaibara

More info:

Published by: Sastika Sii Kazuhaibara on Nov 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Contoh Prosa Lama ( Fabel, Dongeng, Legenda, Hikayat ) Berikut ini contoh-contoh prosa lama

Jun 2, '08 2:23 AM untuk

Contoh Fabel
Angkaro dan Tunturana Dua kor kepiting, Angkaro dan Tuturana, bersahabat karib. Mereka tinggal bersama di pinggir laut, di balik bebatuan. Mereka bersembunyi karena takut pada orangorang yang mencari ikan dan kepiting. Apabila laut pasang, mereka bermain tanpa takut akan ditangkap manusia. Pada suatu malam, ketika bulan purnama, Angkaro dan Tuturana keluar menikmati keindahan alam. ” Sahabat, bagaimana kalau kita hiasi punggung kita agar kelihatan menarik ?” kata Angkaro. ”Bagus sekali idenya. Kita memang perlu mempercantik diri agar kelihatan menarik. Tapi, bagaimana caranya ? ” tanya Tuturana. ”Bagini.”sahut Angkaro, ”Kita lukis punggung kita dengan cat warna-warni yang menarik.” ” Wah, menarik sekali.Bagaimana kalau aku dulu yang dilukis. Boleh atau tidak ? tanya Tuturana. ”Baiklah.”kata Angkaro. Angkaro mulai mengukir punggung Tuturana. Punggung Tuturana dihiasi dengan bulatan-bulatan dari muka ke belakang, dan dari atas ke bawah. Lukisan itu sangat mempesona. ”Sudah selesai sahabat.”kata Angkaro. Tuturana bercermin pada di air laut yang jernih. “Bagus, bukan?”tanya Angkaro. “Bagus sekali. Terima kasih sahabat.”kata Tuturana, ”Sekarang giliranku.”kata Angkaro. Tiba-tiba air laut surut. Datanglah pencari ikan membawa obor. Kedua ekor kepiting itu pun terkejut. Berlarilah mereka untuk menghindari bahaya.

Sementara. gadis cantik. Diantara orang yag melihat itu. dia memiliki perangai yang buruk. Keduanya berkawan dalam bentuk yang amat berbeda: Tuturana cantik dan Angkaro jelek. ibunya berjalan di belakangnya sambil membawa keranjang dengan memakai pakaian yang dekil. Suatu hari. Tiga Serangkai Contoh Legenda Legenda Batu Menangis Di sebuah bukit yang jauh dari desa.”Maaf. tidak pernah membantu ibunya bekerja.” kata Tuturana. ” Hai. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar dikagumi kecantiknnya. Sumber : Aku Cinta Bahasa Indonesia kelas IV . Letak pasar desa itu amat jauh sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh. Ketika mulai memasuki desa. seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu. Kerjanya hanya bersolek setiap hari. Tunturana menggambari punggng Angkaro dengan dengan kuas dan cat tanpa bentuk. Melihat obor-obor semakin dekat. Gadis itu amat malas. Karena mereka hidup ditempat yang terpencil. sungguh kontras keadaannya. Orang – orang terpesona melihat kecantikan anak gadis itu. hiduplah seorang janda miskin dan anak perempuannnya. Tidak ada waktu lagi untuk melukis punggungmu. orang-orang desa memandangi mereka. maka tak seorang pun tahu bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak. Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?” . Orang-orang sudah datang untuk menangkap kita. ”Tidak punggungku harus kamu ukir !” teriak Angkaro. saat melihat orang yang berjalan di belakang anak itu. Punggung Angkaro sekarang penuh dengan garis tidak karuan karena tergesa-gesa hendak menyelamatkan diri. Namun sayang. sahabat. anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Hal ini membuat orang bertanya-tanya. terutama pemuda desa. di daerah Kalimantan. Angkaro terpaksa menerima keadaan. Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun.

hamba tak kuat menahan hinaan ini.” Begitulah setiap ada seseorang yang menanyakan perihal ibunya. si ibu masih bisa menahan diri. mendekat lagi seorang pemudadan bertanya kepada gadis itu...Ibu Ampuni saya. namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata. dan bermainmain.Ibu.Ampuni anakmu. Si ibu berdoa : ”Ya Tuhan. ”Oh. “katanya angkuh.. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. ampunilah kedurhakaan anakamu selama ini. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti. perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu.” Atas kuasa Tuhan.Namun apa jawaban gadis itu? “Bukan. Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka itu. seperti sedang menagis. selalu jawabannya begitu.”jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. anak gadis itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. . hukumlah anak hamba! Hukumlah . Akan tetapi semua telah terlambat. Ibu. Ibu.. bukan. ” Ia adalah budakku. Ya Tuhan. Pogi pergi bermain ke hutan. Sekalipun menjadi batu. akhirnya si ibu yang malang itu tidak dapat menahan diri. tidur... Anak kandung hamba tega memperlakukan hamba seperti ini.. Namun setelah berulang kali didengarnya jawaban yang sama. Perubahan itu dimulai dari kaki. ”Bukan.” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan.” Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Sumber : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara: Pustaka Agung Harapan Contoh Dongeng Pogi yang Malang Pogi adalah pemuda yang malas. Suatu pagi.” Ia adalah pembantuku. Kerjanya hanya makan. Tak seberapa jauh.

dibukanya karung itu. ”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar. Pogi pura-pura tidak mendengar.”Hai. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan. Ah. Sampailah Pogi di tepi sungai. Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan. cepat-cepat bersembunyi. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut.”omel Pogi . baiklah. Setelah kedua orang itu berlalu. Aku tidak sabar membawanya pulang . Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. kita rampok saja. bati Pogi. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih.”ujar yang bertubuh paling kecil. Nah. Hanya ada tiga penarik perahu. ”Pokoknya kalau bertemu orang kaya. betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. ... Pogi yang mendengar suara itu. pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya pengembara itu. sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim.” kata salah satu orang. Tiba-tiba. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. ”Nak. cepat berikan. Sudahlah. pilihlah salah satu!” ”Ah. dan yang berwarna kuning berisi emas permata. ” Anak muda. ”Sepi sekali hari ini. Setelah agak jauh. yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan.” ”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?” ”Sangat yakin. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.”kata Pogi semangat. ”Benar tidak seperti bisanya. karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit. Silahkan pilih!” Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Paling-paling isinya Cuma sampah. aku akan memberimu salah satu dari kantong ini.” jawab yang berambut keriting.

Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Penyakit Syah Alam semakin parah. ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Tiga Serangkai Contoh Hikayat Hikayat Amir Dahulu kala di Sumatra. Lemparan tepat sekali. Karena sayangnya pada Amir. Diambilnya jalan pintas.” . Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan. jangan terlihat oleh matahari. Syah Alam tidak pernah memarahinya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Akhirnya mereka jatuh miskin. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Ia berenang ke tepian secepatnya. Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Aku akan turuti nasihatmu. Bekerjalah yang giat. pergi dari rumah. Pogi merasa musuhnya lengah. Ayah. Sumber : Aku Cinta Bahasa Indonesia kelas IV . Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Pogi tak banyak berpikir. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Semakin hari sakitnya semakin parah. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.” ”Ya. Pogi menjadi sadar. Tanpa ragu-ragu.Usahakan engkau terlihat oleh bulan. Amir tidak uangnya dengan baik. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu. Syah Alam berkata”Amir. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.. tetapi tidak kunjung sembuh.Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. seekor buaya menuju ke arahnya. Justru mendatangkan bahaya. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Sejak kejadian itu. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Sebelum meninggal. Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Sesampainya di tengah sungai. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya.

Amir. Nasarudin tertawa. ” Begini. Amir menjadi saudagar kaya. Pada siang hari. Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari. kemana-mana ia selalu memakai payung. tetapi terlihat bulan. Malam harinya ia berjualan martabak. ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi. seorang menteri yang pandai. Amir bertmu dengan Nasrudin. ya. dan es limau. Sumber : Bina Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga . lemang. pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. sekoteng. Pada suatu hari. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu. dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju.Sesaat setelah Syah Amir meninggal. Ia berjualan siang dan malam. seperti nasi kapau. Jadi. ” Setelah memberi nasihat. tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. Nasarudin berujar. Oleh sebab itu. Sejak it. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian. Amir menjajakan makanan. Amir bercerita alasannya berbuat demikian.. Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir. Amir lalu berjualan makanan dan minuman.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->