Anda di halaman 1dari 52

1

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
2

DAFTAR ISI
Diterbitkan oleh :
Pengantar Redaksi 3
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK Sinkronisasi Tugas Pokok dan Fungsi
4
INDONESIA
Raissekki,SKM,MM
PELINDUNG / PENASEHAT : Beberapa hal yang perlu diketahui ten-
6
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok tang Keuangan, Irene Kusumastuti, SE
Raissekki, SKM.MM. Pelasanaan Kegiatan PK&SE, (RBAW) 10

DEWAN REDAKSI : Epidemiology of Air Pollution assessment


17
Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. of Health effects, Dra. Diah Lestari, ,MKM
Pelaksanaan Upaya Kesehatan dan
Anggota Redaktur : Lintas Wilayah tahun 2009 (Nyompu)
24

Drs. Wilpren Gultom,MM.


Jumlah Sel Mikroba dalam air Sebagai
Rosyid Ridlo Prayogo,SE.,MKM.
Ukuran Kekuatan Beban Organik
Ikron, SKM.,MKM. 31
Terhadap Pencemaran
Agus Syah FH.SKM.
By. DIAH LESTARI
dr.Endriana S.Lubis.
Dewi Dyah Palupi,SKM. Bagaimana Mempertahankan Sehat
dan Bugar di usia lebih dari 40 Tahun
Oleh: dr. Hj.Endriana Svieta Lubis, MKK 34
EDITOR : Dokter fungsional Pelabuhan, Bidang
Nana Mulyana,SKM. UKLW KKP Kelas I Tanjung Priok
Lussi Soraya. Executive report Pertemuan Jejaring
Dian Puspa Riana,SKM. Kerja dan kemitraan Kekarantinaan
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I 37
Tanjung Priok Bogor, 24-26 Maret 2010,
Desain Grafis & Photografer : (RBAW)
Robi’ur Rosyid
Daun si penyambung nyawa
Syaflovida 42
Ny. Bertha M. Pasolang, SSos.
Executive repot Pelatihan Kekarantinaan
Sekertariat : 44
Kapal (RBAW)
Nursamah,S.Sos
Evi Maria Cuaca extrem (Nyompu) 49

Dul naik becak, oleh : Hendra Kusu-


51
Alamat : mawardhana
Jl. Raya pelabuhan No.17 - Tanjung Priok, Jakarta Utara,
Telepon : (021) 43931045, 4373266.,
Faximile : (021) 4373265,
Cover depan

Webblog: http://kkptanjungpriok.blogspot.com.
E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com

Foto bersama saat selesainya acara


pembukaan pelatihan Fumigasi kapal

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
3

Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
INFO KESEHATAN PELABUHAN

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume V edisi 3 yang
diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini
merupakan wahana informasi bagi insan pelabuhan dalam mengembangkan
potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya
bagi para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi informasi hasil kegiatan


pelaksanaan program, kajian – kajian, pengembangan teknologi, peningkatan
sumber daya manusia melalui pelatihan, naskah – naskah ilmiah, dan karya – karya seni serta
peristiwa – peristiwa terkini lainya, bahkan informasi kesehatan tradisional. Topik – topiknya yakni
Atensi tentang Sinkronisasi Tugas Pokok dan Fungsi, Ruang TU tentang Beberapa hal yang perlu
diketahui tentang Keuangan, Ruang PKSE tentang Pelasanaan Kegiatan PK&SE (sambungan Vol-
ume V Edisi 1), Ruang PRL tentang Epidemiology of Air Pollution assessment of Health effects, Ruang
UKLW tentang Pelaksanaan Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah tahun 2009 (sambungan Volume
V Edisi 1), Teknologi dan informasi tentang Jumlah Sel Mikroba dalam air Sebagai Ukuran Kekuatan
Beban Organik Terhadap Pencemaran, Serba serbi tentang Bagaimana Mempertahankan Sehat
dan Bugar di usia lebih dari 40 Tahun, Jejaring kerja dan kemitraan tentang Executive report Perte-
muan Jejaring Kerja dan kemitraan Kekarantinaan, Flora dan fauna tentang Daun si penyambung
nyawa, Kajian dan Diklat tentang Executive repot Pelatihan Kekarantinaan Kapal, Aneka peristiwa
tentang cuaca extrem serta Relaksasi tentang Dul naik becak.
Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak – sajak
ataupun karya sastra lain dan foto – foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan.
Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan
daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info
Kesehatan Pelabuhan.

Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan
optimal dalam meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan. Silakan
jika ada yang mau bergabung.

Selamat bekerja dan sukses selalu

Dewan Redaksi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
4
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

ATENSI
SINKRONISASI TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM

Guna meningkatkan KKP harus aktif dan responsif Marilah kita simak
kepercayaan dunia interna- terhadap kejadian yang men- bersama tentang tugas pokok
sional terhadap kemampuan jurus kepada keadaan PHEIC dan fungsi KKP yang tertuang
infra struktur pelabuhan di di pintu masuk negara dalam Permenkes 356 / 2008.
Indonesia dalam bidang (Border). Oleh karena itu pa- KKP mempunyai tugas pokok
kesehatan, Kantor Kesehatan yung hukum KKP sebagai melaksanakan : Pencegahan
Pelabuhan (KKP) dituntut institusi yang berkaitan masuk dan keluarnya penyakit,
bukan hanya mampu men- dengan segala peraturan penyakit potensial wabah,
cegah masuk dan keluarnya perundang – undangan pengamanan terhadap pe-
penyakit potensial wabah, nasional dan internasional, nyakit baru dan penyakit yang
namun juga harus siap haruslah runtut dan efektif. muncul kembali, survailans
m e n y e l e s ai k a n m a s al ah Dalam hal ini, runtut sesuai UU epidemiologi, kekarantinaan,
kesehatan masyarakat yang 10/2004 tentang pem- p e n g a w a s a n OMKABA,
dianggap darurat oleh dunia b e n t u k a n p e r a t u r a n pelayanan kesehatan,
internasional (Public Health perundang – undangan dan p e n g e n d a l i a n dampak
Emergency of International efektif dalam mencapai k e s e h a t a n lingkungan,
Concern / PHEIC). Kita harus t u j u a n p e m b a n g u n a n bioterorism, unsur biologi, kimia
serius dalam menangani kesehatan khususnya di Pintu dan pengamanan radiasi di
permasalahan p e r k e m - Masuk Negara. Salah satu wilayah kerja bandara,
bangan penyakit menular dan kunci utama penguatan KKP pelabuhan, dan lintas batas
potensial wabah, yang pada sebagai institusi penye- darat Negara.
akhirnya akan berimbas lenggara negara bidang Selanjutnya, untuk me-
kepada p e r k e m b a n g a n kesehatan di Pintu Masuk laksanakan tugas pokok
perekonomian dan sosial Negara adalah pengaturan t e r s e b u t diatas, KKP
Indonesia secara nasional Organisasi dan Tata Kerja menyelenggarakan Fungsi :
bahkan internasional. Kantor Kesehatan Pelabuhan 1. Pelaksanaan kekaran -
Dalam melaksanakan yang memuat tentang tugas tinaan
tugas pokok dan fungsinya, pokok dan fungsi KKP. 2. Pelaksanan pelayanan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
5

kesehatan batas darat negara 14. Pelaksanaan kajian keka-


3. Pelaksanaan pengen - 9. Pelaksanaan pemberian rantinaan, pengendalian
dalian resiko lingkungan di sertifikat kesehatan resiko lingkungan dan
bandara, pelabuhan dan OMKABA eksport dan survailans kesehatan
lintas batas darat negara mengawasi persyaratan pelabuhan
4. Pelaksanaan pengamatan dokumen k e s e h a t a n 15. Pelaksanaan pelatihan
penyakit, penyakit poten- OMKABA import teknis bidang kesehatan
sial wabah, penyakit baru, 10. Pelaksanaan pengawasan bandara, pelabuhan dan
dan penyakit yang muncul kesehatan alat angkut dan lintas batas darat negara
kembali, muatannya 16. P e l a k s a n a a n ketata-
5. Pelaksanaan pengamanan 11. Pelaksanaan pemberian usahaan dan kerumah-
radiasi pengion dan non pelayanan kesehatan di tanggaan KKP
pengion, biologi dan kimia wilayah kerja bandara, Nah, silakan dianalisa sendiri.
6. Pelaksanaan sentra/simpul pelabuhan, dan lintas Apakah tugas pokok tersebut
jejaring SE sesuai penyakit batas darat negara sudah sinkron dengan fungsi
yang berkaitan dengan yang harus diseleng-
lalu lintas nasional, garakan??
regional dan Uraian termudah
internasional tetapi bisa salah yakni
7. P e l a k s a n a a n , mengenai tugas pokok
fasilitas dan dan fungsi ―cleaning
a d v o k a s i service‖. Mari kita simak,
kesiapsiagaan dan ―cleaning service‖
penanggulangan KLB mempunyai tugas pokok
dan bencana bidang 12. P e l a k s a n a a n j e j a r i n g melaksanakan pembersihan.
kesehatan, serta kesehatan informasi dan teknologi Untuk melaksanakan tugas
matra termasuk penye- bidang kesehatan di pokok tersebut, ―cleaning
lenggaraan kesehatan haji bandara, pelabuhan, dan service‖ menyelenggarakan
dan perpindahan pen- lintas batas darat negara fungsi pelaksanaan penya-
duduk 13. Pelaksanaan jejaring kerja puan, pelaksanaan penge-
8. Pelaksanaan fasilitas dan dan kemitraan bidang pelan, pelaksanaan penge-
advokasi kesehatan kerja kesehatan di bandara, lapan, dll.
di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas Selamat berfikir sambil
pelabuhan, dan lintas batas darat negara bekerja.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
6
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

Ruang TU
BEBERAPA HAL YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG KEUANGAN

Oleh : Irene Kusumastuti, SE

Salah satu faktor yang tentang penyelenggaraan Pajak, yang selanjutnya


dianggap berpengaruh terha- keuangan negara. disingkat PNBP, adalah
dap motivasi Sumber Daya Oleh karena itu, di- seluruh penerimaan pe-
Manusia (SDM), khususnya bawah ini disajikan beberapa merintah pusat yang tidak
pada instansi pemerintah hal tentang penyelenggaraan berasal dari penerimaan
(misalnya KKP) adalah daya k e u a n g a n yang perlu perpajakan.
tarik financial : gaji, tunjangan, diketahui oleh para petugas 4. Pengguna Anggaran, yang
pe-luang untuk mendapatkan KKP sesuai Permenkeu 73 / selanjutnya disingkat PA,
penghasilan tambahan dan 2008. adalah pejabat yang
insentif. Insentif atau system 1. Anggaran Pendapatan berwenang dan ber-
penghargaan diharapkan da- dan Belanja Negara, yang tanggung jawab atas
pat memotivasi SDM instansi selanjutnya disingkat penggunaan anggaran
tersebut dalam meningkatkan APBN, adalah rencana pada Kementerian Ne-
kinerjanya. keuangan tahunan pe- gara/Lembaga yang
Kemungkinan pada ke- merintahan negara yang bersangkutan.
nyataannya menunjukkan disetujui oleh Dewan Per- 5. Kuasa Pengguna Ang-
bahwa pegawai (staf) tidak wakilan Rakyat. garan, yang selanjutnya
memerlukan daya tarik 2. Daftar isian Pelaksanaan disebut Kuasa PA, adalah
finansial, namun apabila ada Anggaran, yang se - pejabat yang memperoleh
insentif finansial diberikan lanjutnya disebut DIPA, kewenangan dan
secara tidak proporsional atau adalah dokumen pelak- tanggung jawab dari PA
tidak memenuhi rasa keadilan sanaan anggaran yang untuk menggunakan ang-
maka dapat bersifat disusun oleh Menteri/ garan yang dikuasakan
kontraprodukti f. Adanya Pimpinan Lembaga selaku kepadanya.
pemikiran pembagian insentif Pengguna Anggaran dan 6. Pejabat Pembuat Ko-
yang tidak proporsional atau disahkan oleh Menteri Ke- mitmen adalah pejabat
tidak memenuhi rasa keadilan uangan selaku Bendahara yang diberi kewenangan
ini dapat disebabkan Umum Negara oleh PA / Kuasa PA untuk
ketidaktahuan pegawai (staf) 3. Penerimaan Negara Bukan mengambil k eputusan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
7

dan/atau tindakan yang menyimpan, mem- di-singkat TUP, uang yang


dapat mengakibatkan pe- bayarkan, menatausa- diberikan kepada Satuan
ngeluaran atas beban be- hakan, dan mempertang- Kerja untuk kebutuhan
lanja negara. gungjawabkan uang untuk yang sangat mendesak
7. Pejabat Penandatangan keperluan belanja negara dalam satu bulan melebihi
SPM adalah pejabat yang dalam rangka pelaks- pagu UP yang ditetapkan.
diberi kewenangan oleh anaan APBN pada kantor/ 13. Surat Permintaan Pem-
PA/ Kuasa PA untuk me- satuan kerja Kementerian bayaran, yang selanjutnya
lakukan pengujian atas Negara/Lembaga. disingkat SPP, adalah do-
Surat Permintaan Pem- 11. Bendahara Pengeluaran kumen yang diterbitkan
bayaran dan menerbitkan Pembantu, yang selan- oleh Pejabat Pembuat
Surat Perintah Membayar. jutnya disingkat BPP, Komitmen yang berisi per-
8. Bendahara adalah setiap adalah Bendahara yang mintaan kepada Pejabat
orang yang diberi tugas bertugas membantu Ben- Penandatanganan SPM
menerima, menyimpan, dahara Pengeluaran untuk untuk menerbitkan surat
membayar dan/atau me- melaksanakan pem- perintah membayar se-
nyerahkan uang atau surat bayaran kepada yang jumlah uang atas beban
berharga atau barang- berhak guna kelancaran bagian anggaran yang
barang negara. pelaksanaan kegiatan dikuasainya untuk untung
9. Bendahara Penerimaan tertentu. pihak yang ditunjuk dan
adalah orang yang di- 12. Uang Persediaan, yang sesuai syarat-syarat yang
tunjuk untuk menerima, selanjutnya disingkat UP, ditentukan dalam do-
menyimpan, menyetorkan, adalah uang muka kerja kumen perikatan yang
menatausahakan, dan dalam jumlah tertentu menjadi dasar penerbitan
mempertanggungjawabka yang diberikan kepada SPP berkenaan.
n uang pendapatan ne- Bendahara Pengeluaran
gara dalam rangka hanya untuk membiayai
pelaksanaan APBN pada kegiatan operasional
kantor/satuan kerja sehari-hari Satuan Kerja
Kementerian Negara/Lem- yang tidak mungkin dila-
baga. kukan melalui mekanisme
10. Bendahara Pengeluaran pembayaran langsung.
adalah orang yang Tambahan Uang Perse-
ditunjuk untuk menerima, diaan, yang selanjutnya

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
8

14. Surat Perintah Membayar, yang ditetapkan. 19. Surat Perintah Pencairan
yang selanjutnya disingkat 17. Surat Perintah Membayar Dana, yang selanjutnya
SPM, adalah surat perintah Penggantian Uang Per- disebut SP2D, adalah surat
yang diterbitkan oleh sediaan, yang selanjutnya perintah yang
Pejabat Penandata- diterbitkan oleh
nganan SPM untuk dan Kuasa BUN
atas nama PA kepada kepada bank
BUN atau kuasanya ber- operasional/
dasarkan SPP untuk kantor pos dan
melakukan pembayaran giro berdasarkan
sejumlah uang kepada SPM untuk memin-
pihak dan atas beban dahbukukan sejumlah
anggaran yang ditunjuk uang dari Kas Negara ke
dalam SPP berkenaan. disingkat SPM-GUP, adalah rekening pihak yang di-
15. Surat Perintah Membayar surat perintah membayar tunjuk dalam SPM ber-
Uang Persediaan, yang yang diterbitkan oleh PA/ kenaan.
selanjutnya disingkat SPM- Kuasa PA dengan mem- 20. Laporan pertanggungja-
UP, adalah surat perintah bebani DIPA, yang dana- waban Bendahara, yang
membayar yang nya dipergunakan untuk selanjutnya disingkat LPJ,
diterbitkan oleh PA/Kuasa menggantikan uang pers- adalah laporan yang di-
PA yang dananya di- ediaan yang telah dipakai. buat oleh bendahara atas
pergunakan sebagai uang 18. Surat Perintah Membayar uang yang dikelolanya se-
persediaan untuk mem- Langsung, yang selan- bagai pertanggungja-
biayai kegiatan ope- jutnya disingkat SPM-LS waban pengelolaan uang.
asional kantor sehari-hari. adalah surat perintah 21. S P M - U P / S P M - T U P / S P M -
16. Surat Perintah Membayar membayar yang dike- GUP/SPM-LS yang
Tambahan Uang Per- luarkan oleh PA/Kuasa PA dinyatakan sah adalah
sediaan, yang selanjutnya kepada: SPM-UP/SPM-TUP/SPM-
disingkat SPM-TUP, adalah a. Pihak ketiga atas dasar GUP/SPM-LS yang telah
surat perintah membayar perikatan atau surat diterbitkan SP2D dan
yang diterbitkan oleh PA/ keputusan; dibubuhi cap ―telah
Kuasa PA karena ke- b. Bendahara Pengeluaran diterbitkan SP2D
butuhan dananya melebihi untuk belanja pegawai/ tanggal ...... Nomor .... .‖
pagu uang persediaan perjalanan. oleh KPPN.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
9

22. S P M - G U P Nihil yang 27. P e l a k s a n a a n


dinyatakan sah adalah pembayaran
SPM-GUP Nihil yang telah dengan UP
dibubuhi cap ―telah hanya dapat
dibukukan pada dilakukan oleh
tanggal ...... .‖ oleh KPPN. Bendahara
23. Kuasa PA melakukan Pengeluaran
pemeriksaan kas sekurang- atas perintah
kurangnya satu kali dalam PA/Kuasa PA.
satu bulan. 28. Bendahara Pengeluaran kecukupan pagu/sisa
24. Tugas kebendaharaan m e l a k s a n a k a n pagu DIPA untuk jenis
meliputi kegiatan me- pembayaran UP yang belanja yang di-mintakan
nerima, menyimpan, dikelolanya setelah: pemba-yarannya.
membayar atau menye- a. meneliti kelengkapan 29. Bendahara Pengeluaran
rahkan, menatausahakan, perintah pembayaran wajib menolak perintah
dan mempertanggung- yang diajukan oleh PA/ pembayaran dari PA/
jawabkan uang dan surat Kuasa PA meliputi Kuasa PA apabila
berharga yang berada kuitansi/tanda terima, persyaratan sebagaimana
dalam pengelolaannya. faktur p a ja k , dan dimaksud pada nomor 28
25. Dalam rangka pelak- dokumen lainnya yang tersebut diatas tidak
sanaan anggaran belanja, menjadi dasar hak tagih; terpenuhi.
PA/Kuasa PA dan/ atau b. m e n g u j i k e b e n a r a n 30. Bendahara Pengeluaran
Bendahara Pengeluaran perhitungan tagihan bertanggung jawab
merupakan wajib pungut yang tercantum dalam secara pribadi atas
dan wajib menyetorkan perintah pembayaran, pembayaran yang
seluruh penerimaan yang termasuk perhitungan dilaksanakannya.
dipungutnya dalam jangka pajak dan perhitungan 31. Bendahara Pengeluaran
waktu sesuai dengan atas kewajiban lainnya dal am melaksanakan
peraturan perundang- yang berdasarkan pembayaran wajib
undangan. ketentuan dibebankan memperhitungkan
26. Pembukuan bendahara kepada pihak ketiga; kewajiban-kewajiban
dapat dilakukan dengan dan (pajak dan bukan pajak)
tulis tangan atau c. menguji ketersediaan pihak ketiga kepada
komputer. dana, meliputi pengujian negara.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
10
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

Selintas tentang : RUANG PKSE

PELAKSANAAN KEGIATAN PK & SE PADA TAHUN 2009


DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2010

C. Pengawasan Kesehatan ka- D. Pengawasan Pelaksanaan Ngawasan harus dilakukan,


pal melalui penerbitan Bu- Tindakan Karantina (Fu- mengingat bahan yang
ku Kesehatan migasi dan Disinseksi) digunakan untuk

Dalam melakukan Kegiatan kekarantinaan di melakukan fumigasi dan

penga-wasan kesehatan KKP Kelas I Tanjung Priok desinseksi adalah bahan

kapal, salah satu caranya antara lain pengawasan kimia berbahaya dan

adalah dengan melakukan tindakan penyehatan (fu- beracun, sehingga di-

komu-nikasi dengan migasi dan disinseksi) pada perlukan pengawasan

pelabuhan sebelumnya. Hal kapal. Pelaksanaan kegi- s e ti ap t a hap pelak-

ini bisa dilakukan dengan atan ini bekerjasama de- sanaannya. Dari hasil

melihat dari buku ngan Bidang Pengendalian t i nd aka n pen ye ha tan

kesehatan kapal. Untuk Risiko Lingkungan dilakukan kapal (fumi gas i dan

Tahun 2009 pener-bitan berdasarkan : permohonan desinseksi) kemudian

buku kesehatan da-pat pemilik kapal/nahkoda me- diterbitkan Ship Sanitation

dilihat pada grafik 7. lalui agen kapal; dan Control Certificate (SSCC).

Distribusi penerbitan temuan petugas KKP Sesuai IHR 2005


buku kesehatan terbesar di terhadap pemeriksaan terdapat perluasan
Bulan Oktober sebesar 135 tanda-tanda kehidupan pengawasan kapal, yang
buku (10,44%), dan terkecil tikus dan atau tikus hidup, sebelumnya hanya me-
di Bulan September sebe- s er ta vektor penular ngawasai penyakit
sar 69 buku (5,34%), den- penyakit seperti kecoa, karantina (Pes, kolera,
gan rata-rata penerbitan lalat, nyamuk dan se- yellow fever) kini berubah
buku kesehatan setiap rangga penular penyakit menjadi seluruh penyakit
bulannya sebesar 107 buku lainny, di kapal serta kedaruratan kesehatan
kesehatan. berdasarkan permohonan masyarakat yang menjadi
pemilik kapal dan kapal perhatian dunia. Menyikapi
setelah selesai doking. Pe-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
11

hal tersebut, maka kapal, akan tetapi seluruh Kesehatan masyarakat


pengawasan terhadap nya vektor yang memung- yang menjadi perhatian
SSCC tidak hanya berdasar- kinkan menjadi faktor risiko global. Untuk distribusi
kan pada tanda-tanda penyakit yang berpotensi penerbitan SSCC dapat di
kehidupan tikus di atas menimbulkan kedaruratan lihat pada grafik 8.

Grafik 7

Grafik 8

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
12

Proporsi terbesar penerbitan


SSCC menurut jenis tin-
dakan penyehatan terbesar
adalah fumigasi sebanyak
96 % (228 sertifikat) dan
diikuti desinseksi sebanyak
4% (9 sertifikat) dari total 237
SSCC yang diterbitkan di
Tahun 2009. Jika diban-
dingkan dengan Tahun desinseksi) berdasarkan 2008 yakni tindakan pe-
2008 maka terjadi penuru- grafik 9, dapat dijelaskan nyehatan terbesar di-
nan sebesar 20 SSCC (8,0%). bahwa, terbesar lakukan karena kapal telah
penerbitan SSCC terjadi melakukan Dokking. Pe-
Pada Tahun 2009 kapal
pada Bulan Mei dan Juni rubahan ini mengandung
yang dilakukan tindakan
masing-masing sebesar 29 arti bahwa sosialisasi yang
fumigasi mengalami penu-
kapal (12,23%) dan terkecil telah dilakukan oleh
runan sebesar 6,80% (22 ka-
pada Bulan Januari sebesar petugas cukup berhasil.
pal). Pada Tahun 2008 ka-
10 kapal (4,21%) dengan Peningkatan kesadaran ini
pal yang difumigasi seban-
rata-rata pengawasan sangat penting dalam
yak 250 kapal sedangkan di
setiap bulannya adalah 19 mencegah penyebaran
Tahun 2009 terdapat 228
kapal dari 237 kapal yang penyakit menular potensial
kapal. Namun sebaliknya
dilakukan tindakan penye- wabah khususnya penyakit
untuk tindakan desinseksi
hatan. pes, kesadaran nahkoda
justru mengalami peningka-
maupun agen kapal untuk
tan jika dibandingkan Ta- Sedangkan distribusi
melakukan pemusnahan
hun 2008. Pada Tahun 2008 tindakan penyehatan me-
binatang pembawa
kapal yang difumigasi nurut dasar tindakan
penyakit yang mungkin
hanya 7 kapal sedangkan tampak terbesar pe -
ada di kapal perlu terus
di Tahun 2009 meningkat nerbitan SSCC didasarkan
ditingkatkan, mengingat
menjadi 9 kapal sehingga pada permohonan sebesar
wabah yang bisa
terjadi peningkatan sebesar 98 kapal (41,35%) dari total
disebabkan karena pe-
28,57% (2 kapal). tindakan penyehatan yang
nyakit menular potensial
ada di tahun 2009. Hal ini
Pengawasan tindakan pe-
wabah seperti pes dan
mengalami sedikit
nyehatan (fumigasi dan
cholera.
perubahan dengan Tahun

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
13

Grafik 9

Grafik 10

Gambaran hasil penga- Mus Musculus (MM); ketiga tikus dari 432 tikus yang di-
wasan fumigasi dapat dili- jenis tikus tersebut terban- dapat hasil fumigasi se-
hat pada grafik 8 di atas. yak didapatkan pada Bu- lama Tahun 2009.
Jenis tikus hasil fumigasi lan Mei sebesar 79 tikus
yang didapat selama Ta- (18,28%) dan terkecil pada
Untuk jenis tikus yang
hun 2009 terdiri dari tiga Bulan Oktober sebesar 9 didapat hasil dari pega-
jenis yaitu Ratus Ratus (RR), tikus (2,08%) dengan rata-
wasan fumigasi, terbanyak
Ratus Norwegicus (RN) dan rata setiap bulannya 36 didapatkan berjenis Ratus

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
14

ratus sebesar 249 ekor, dii- pengawasan terhadap pada Tahun 2009, selu-
kuti Mus musculus sebasar alat angkut harus lebih ruhnya ditemukan atau
182 ekor dan terkecil ber- diperketat khususnya un- didapatkan kecoa jenis
jenis Ratus Norwegicus se- tuk kapal – kapal penum- Blattella Aermanica dan
besar 1 ekor. Tingginya pang, mengingat faktor Periplaneta Americana.
jumlah tikus yang didapat resiko penyebaran pen- Hasil pemeriksaan terse-
di bulan Mei, sebagian yakit juga semakin besar. but, diinterpretasikan
besar di dapatkan dari Sedangkan untuk hasil menggunakan standart
kapal penumpang. Meli- pengawasan desinseksi sebagai berikut :
hat hasil tersebut maka
Tabel 3
Standart Pemeriksaan Kecoa
KKP Kelas I Tanjung Priok

Kategori B.Germanica P. Branca B. Orientalis P. Americana

Rendah 0–5 0–3 0–1 0–1

Sedang 6 – 20 4 – 10 2 – 10 2 – 10

Tinggi/Padat 21 – 100 11 – 50 11 – 25 11 – 25

Sangat Tinggi 100+ 50+ 25+ 25+

Sumber : Ditjen PP & PL


Interpretasi hasil :

Rendah : Tidak menjadi masalah

Sedang : Perlu pengamanan tempat perkembangbiakan

Tinggi/padat : perlu pengamanan tempat perkembangbiakan dan rencana

pengendalian (Lakukan Pest Control/ Hapus Serangga)

Sangat tinggi : Perlu pengamanan tempat perkembangbiakan dan

pengendalian.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
15

Untuk hasil pengawasan kan atau didapatkan jelasnya dapat dilihat


desinseksi pada Tahun hasil dengan jumlah pada tabel 4 di bawah
2009, seluruhnya ditemu- yang tinggi. Untuk lebih ini.

Tabel 4
Distribusi Jenis Kecoa Hasil Pengawasan Desinseksi Menurut Bulan
Di Wilayah Pengawasan KKP Kelas I Tanjung Priok
Tahun 2009

JENIS KECOA
NO BULAN DESINFEKSI Blattella ger- Periplaneta
manica Americana
1 Januari
2 Februari
3 Maret

4 April 2 Tinggi (21-100 ekor)


5 Mei 3 Tinggi (21-100 ekor)
6 Juni 1 Tinggi (21-100 ekor)
7 Juli
8 Agustus 1 Tinggi (21-100 ekor)
9 September
10 Oktober
11 November 1 Tinggi (21-100 ekor)
12 Desember 1 Tinggi (21-100 ekor)
JUMLAH 9

E. Pengawasan kapal dalam Pasteurela Pestis, dimana Priok melakukan penga-


rangka mencegah adanya bakteri ini memerlukan wasan investasi tikus di
penularan Penyakit Pes host/induk semang berupa kapal. Bentuk pengawasan

Penyakit Pes merupakan tikus. Salah satu upaya ini dilaksanakan dengan

salah satu penyakit yang pencegahan, penanggula- melakukan pemeriksaan

dapat menyebabkan per- ngan dan pengawasan dokumen Ship Sanitation

masalahan kesehatan ma- Penyakit Pes tersebut, Bi- Control Exemption Certifi-

syarakat yang menjadi per- dang Pengendalian Karan- cate (SSCEC) dan tanda-

hatian global. Penyakit Pes tina dan Survailans Epide- tanda kehidupan tikus serta

Disebabkan Oleh Basilus miologi Kantor Kesehatan vektor penular penyakit


Pelabuhan Kelas I Tanjung lainnya di atas kapal.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
16

Grafik 11

sebesar 239 kapal cegah tangkal sedini

d a r i t o t a l mungkin terhadap ke-

pengawasan sebesar mungkinan adanya

2869 kapal. Jika penyebaran penyakit ke

dibandingkan Wilayah Pelabuhan Tan-

dengan Tahun 2008, jung Priok. Pelaksanaannya

untuk penerbitan dilakukan oleh Tim yang

Fluktuasi jumlah penerbitan SSCEC terjadi peningkatan terdiri dari bidang Upaya

SSCEC dalam rangka sebesar 22 kapal (0,77%). Kesehatan & Lintas Wi-

pengawasan kapal untuk F. Penanganan Emergency layah, bidang pengen-

pencegahan penularan Call dalian resiko lingkungan

Penyakit Pes di KKP Kelas I dengan kordinator bidang


Salah satu respon cepat
Tanjung Priok, terbesar pengendalian karantina
yang telah dilakukan oleh
pa da Bul a n Okt ob e r dan SE. Selama Tahun
Bidang Pengendalian Ka-
sebesar 321 kapal (11,18%) 2009 terdapat 7 (tujuh)
rantina dan Surveilans Epi-
dan terkecil terdapat di kasus penanganan
demiologi adalah mela-
Bulan September sebesar Emergency Call.
kukan penanganan Emer-
176 kapal (6,13%) dengan gency Call. Kegiatan ini Bersambung ke
rata-rata setiap bulannya dilakukan untuk melakukan Volume V Edisi 3

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
17
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

RUANG PRL
Epidemiology of Air Pollution
ASSESMENT OF HEALTH EFFECTS (Chronic Respiratory Effect)
By Diah Lestari

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2010

D. Kajian Efek Kesehatan : morfologis antara lain teknik pencemaran udara yaitu
Studi epidemiologi radiologi (radiogram dada chronic obstructive
umumnya bertujuan untuk rutin, tomografi, fluroskopi, pulmonary deseases
menentukan hubungan bronkografi, angiografi (COPD), pertumbuhan
antara paparan dan e- pembuluh paru-paru) fungsi paru yang kurang
fek kesehatan yang timbul. endoskopi, pemeriksaan pada anak, pengurangan
Ahli epidemiologi meng- biopsi dan sputum. Metode fungsi paru yang cepat
gunakan 2 cara pe- f i s i ol o g i s antara lain sesuai dengan umur.
ngukuran untuk kajian efek pengukuran gas darah dan Chronic Obstructive Pulmo-
kesehatan yang diperoleh uji fungsi ventilasi. Adapun nary Deseases (COPD).
yaitu data klinis dari kapasitas dan volume paru,
Chronic Obstructive
diagnosa medis, data ke- perubahan fungsi ventilasi
Pulmonary Deseases
sakitan dan kematian. Jenis akibat penyakit paru-paru
(COPD) atau penyakit paru
data kedua dinamakan dapat dilihat pada hasil
-paru obstruktif menahun
early marker atau subklinik pemeriksaan spirometri.
(PPOM) merupakan istilah
yang d i p er o l e h dari
Efek kesehatan akibat yang sering digunakan un-
pe ngu kur an fi s i ol o gi s ,
pencemaran udara dapat tuk sekelompok penyakit
biokimia atau gambaran
dibagi dalam 4 katagori ya- paru-paru yang berlang-
morfologi dan analisa
itu, efek akut respiratory, sung lama dan ditandai
pelbagai simptom melalui
efek kronik respiratory, oleh peningkatan resistensi
media kuesioner. Prosedur
kanker paru dan efek pada terhadap aliran udara se-
diagnostik yang digunakan
sistem organ lainnya. bagai gambaran patofisi-
dalam mendeteksi penyakit
E. Efek Saluran Pernapasan ologi utamanya.
paru-paru dapat dipilah Kronik akibat polusi udara
Efek kronik akibat pe-
menjadi metode morfologi Tiga efek kesehatan
maparan jangka panjang
atau fisiologis. Metode kronik yang timbul akibat
terhadap polusi udara, di-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
18

samping kanker paru yaitu (FEV) adalah volume udara kronik, emphisema dan
penyakit paru obstruktif yang diekspirasi dalam penyakit saluran perna-
kronik atau chronic obstruc- waktu standar selama tin- pasan lainnya yang men-
tive pulmonary Deseases dakan kapasitas vital paksa galami keterbatasan aliran
(COPD). COPD dapat ter- (FVC). Biasanya FEV diukur udara paru, mengakibat-
jadi pada pekerja asbestos selama detik pertama ek- kan perubahan pada
cement, pekerja cotton tex- spirasi yang dipaksakan fungsi paru. Syndrom
tile industri. PPOM meru- disebut FEV1. FEV memberi- chronic obstructive pulmo-
pakan sebab terbanyak ke- kan petunjuk yang sangat nary deseases digolongkan
5 dari kematian pada orang berharga untuk mengeta- ke dalam beberapa kom-
berusia 45-64 tahun dan hui adanya gangguan ka- ponen yaitu :
menyerang pria 2 kali lebih pasitas ventilasi dan nilai Chronic Mucus Hyper-
banyak daripada wanita. yang kurang dari 1L selama tensi atau Bronkitis
Tes fungsi paru yang detik pertama menunjuk- Kroniks.
digunakan adalah FEVI se- kan adanya gangguan
Ditandai dengan hyper-
bagai indikator COPD yang fungsi yang berat. Individu
tropi dari gland mucous
progresif. normal dapat menghem-
dan perubahan small
Kapasitas vital paksa buskan napas sekitar 80%
airways biasanya
(FVC) adalah pengukuran dari kapasitas vitalnya
diketahui dengan pasti,
kapasitas vital yang dida- dalam satu detik, dinyata-
melalui studi epidemi-
pat pada ekspirasi yang di- kan sebagai rasio FEV1/
ologi, batuk produktif
lakukan secepat dan se- FVC. Pada penyakit ob-
(yang menghasilkan
kuat mungkin. Volume struktif seperti bronkitis
sputum atau dahak) se-
udara ini dalam keadaan kronik atau emfisema, ter-
lama sedikitnya 3 bulan
normal nilainya kurang lebih jadi pengurangan FEV1
berturut-turut dalam se-
sama dengan kapasitas vi- yang lebih besar diband-
tahun, sekurang-
tal, pada pasien obstruksi ingkan kapasitas vital, se-
kurangnya dalam
saluran napas akan men- hingga rasio FEV 1 /FVC
jangka waktu 2 tahun.
galami pengurangan yang kurang dari 80%.
Beberapa penderita
nyata karena penutupan COPD sebenarnya bronkitis kronik memberi-
prematur saluran napas adalah suatu kelompok kan manifestasi infeksi
yang kecil dan akibat yang memiliki gejala umum yang berkaitan dengan
udara yang terperangkap. dari sesak napas. Kelompok paru dan keterbatasan
Volume ekspirasi paksa COPD meliputi; bronchitis

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
19

aliran udara kronik atau tive pulmonary diseases kombinasi secara luas
keduannya. tetapi juga terjadi pada digunakan istilah COPD,

Destruksi Alveolar atau kondisi lainnya atau dikarenakan para kliniks ke-

Emphysema. Emphy- pada iritsi inhalasi. Yang sulitan membedakan se-


sema merepleksikan kejadian bagian komponen ini pada
inflamasi pada bronkhus individu maupun masyara-
paru merupakan suatu
pernapasan. Hal ini kat. Beberapa kejadian
perubahan anatomis
penting oleh adanya kerusakan irreversible dari
parenkim paru-paru
lesi awal pada COPD jaringan paru sebelum
yang ditandai dengan
perokok yang dapat sesak napas, menampakan
pembesaran alveolus
dikenali. Pertimbangan symptom COPD. Sulit
dan duktus alveolaris,
obstruksi yang hadir membuat definisi
serta dektruksi dinding
pada smaleer airways operasional COPD, yang
alveolar. Ditandai den-
lebih dari 2 mm sebelum kehadirannya ketika nilai
gan sesak napas tanpa
perubahan FEV1 dide- prediksi FEV1 kurang dari
diikuti batuk. Penting un-
teksi. Seterusnya Small 65% dan prediksi FEV1 : FEC
tuk mengetahui patofisi-
airway diseases memai- rationya kurang dari 80%.
ologi emphysema yang
nkan peranan penting Ketika diprediksi nilai ini
mengakibatkan kerusa-
dalam terjadinya model dipengaruhi usia, sex, ras
kan pada dinding alveo-
penyakit yang diaplika- dan berat badan. Sebab
lar yang rupanya dise-
sikan dalam studi epide- itu COPD dipertimbangkan
babkan oleh proteolytic
miologi. Bebarapa sinonim dengan keter-
enzym yang dilepaskan
orang dengan COPD batasan aliran udara
oleh macrophag atau
juga mengalami hy- kronik. Keterbatasn aliran
leucocyt polymorhonu-
peraktif airway dan udara di tandai ol eh
clear. Sekarang ini, pe-
bronchospasma, ban- syndrom kurangnya aliran
rubahan yang irreversi-
yak asmatics dalam udara respiratory, produksi
bel pada struktur paru
jangka panjang yang sputum dan batuk. Survival
dapat didiagnosa den-
berkembang menjadi dan morbidity dipengaruhi
gan pasti hanya dengan
obstruksi airway. oleh susceptibility individu
biopsi.
dengan COPD infeksi res-
Small Airway Disease.
Ketiga komponen piratory,seprti influenza dan
Kondisi ini sering tampak
tersebut dapat berdiri infeksi yang lebih serius
pada chronic obstruc-
sendiri atau terjadi secara yang mengakibatkan gang

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
20

guan pada fungsi paru. Hipotesis pencemaran yang tinggi. Bebarapa


Komponen COPD dipelajari udara yang penting untuk kejadian dari studi pada
sejak tahun 1950-an ketika kejadian COPD adalah hewan percobaan,
secara klinis diindentifikasi logis tetapi tidak dikaji mendukung paparan polusi
bronkitis kroniks. Diagnosis secara adikuat. Bebarapa udara mengakibatkan
emphysema sulit dan tidak studi yang ada mengkaji penyakit paru kroniks,
penting karena tidak bisa penyakit secara kliniks atau peneliti melihat destruksi
diobati. Tes fungsi paru paparan jangka panjang pada dinding alveolar. Lesi
yang digunakan hanyaFEV1 dari paparan heavier. primer pada emphysema
tidak dikaji secara Selanjutnya design oleh enzym proteolytic
mendetail. Faktor etiologi beberapa studi tidak trachea yang diproduksi
lainnya adalah merokok, diijinkan oleh perbedaan serupa dengan lesis akbat
paparan di tempat kerja, antara akibat yang paparan jangka panjang
terhadap bahan-bahan mengganggu dari penyakit dengan NO2 atau O3.
seperti debu, batu bara, dan efek etiologi. Batuk Paparan kroni ks SO 2
debu kapas, diisocyanate kroniks dan produksi sputum dengan konsentrasi tinggi
toluene, peningkatan umur, adalah umum akibat polusi ( 4 0 0 - 6 0 0 p p m )
konsentrasi yang tinggi dari partikel dan SO2, beberapa menimbulkan bronchitis
partikular sulfur dioksida dan da ta me mperl i hat ka n kroniks pada tikus dan
faktor-faktor genetis seperti polusi oxidant diasosiasikan anjing, tetapi hubungan ini
defesiensi αl-antiprotease, dengan penambahan ditemukan pada penyakit
yang terjadi dalam jumlah napas yang berbunyi manusia akibat konsentrasi
kecil di populasi dan (wheezing) kroniks. SO2 (standar kualitas udara
meningkatkan susceptibili- Kejadian ini juga tidak ambien secara nasional
tas terhadap emphysema. meyakinkan oleh adalah 0,03 ppm) tidak
Beberapa kajian yang peningkatan kejadi an diketahui.
mendukung riwayat infeksi emphysema pada Incidence COPD
respiratory pada anak dan beberapa kota yang r e l a ti f rendah, s t u di
faktor resiko lainnya. mengalami polusi. prospective dengan
Dikembangkan model Beberapa studi terakhir di menggunakan kasus klinik
untuk memprediksi keter- kota French ditemukan untuk menentukan bahwa
batasan aliran udara kronik prevalensi tinggi symptom penyebabnya adal ah
berdasarkan umur, sex, chronic respiratory pada pencemaran udara
riwayat merokok dan FEV1. area dengan polusi SO2 terhadap terjadinya sin-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
21

drom adalah hal yang kelompok tidak merokok Studi etiologi ini lebih
unfeasible. Ada dua strategi relatif kecil. Sebagai con- cepat, murah dan mem-
alternatif studi onset COPD toh prevalensi COPD pada punyai power statistik yang
retrospective dan studi kelompok tidak merokok memuaskan.
dengan pengembangan pada Tucson kohort adalah Pendekatan kohort
early marker (fisiologis atau 2 per 1000 orang. Jika dapat digunakan dan di-
biokimia) untuk polutan udara yang gunakan sampel kecil ter-
menentukan penyakit menyebabkan COPD, ke- hadap paparan ozon dan
secara klinis. mungkinan kasusnya lebih asam aerosol. Studi case
Metode retrospective banyak pada kelompok control dapat digunakan
dari studi ini kurang reliable, merokok daripada kelom- untuk indikator jangka
presisi data paparan pok tidak merokok, bagai- pendek dari efek mutage-
polutan ambien individu, manapun studi ini membe- nic dan carcinogenic wa-
stusi case control menarik. rikan informasi interaksi ant- laupun tidak necessary
Riwayat tempat tinggal ara hubungan pencema- untuk studi hubungannya
responden melalui in- ran udara dengan keajdian dengan pencemaran uda-
terview, sehingga dapat COPD. ra dan kanker paru.
disusun index kumulasi Pada studi prospecti- COPD pada beber-
papran polutan, yang ve cohort efektif menge- apa masyarakat di US,
memungkinkan mengkaji tahui penyebab COPD, diakibatkan oleh heavy
variasi level paparan pada informasi presisi paparan pollution, akibat paparan
beberapa tempat. Hasilnya dan ukuran sampel bisa yang berlangsung dalam
adalah index kumulatif dipertahankan dimungkin- jangka panjang. Kejadian
paparan polutan yang kan untuk mengembang- efek kronik pada respiratory
relatif kasar dan insensitive kan uji biokimia untuk akibat polusi, jarang dite-
untuk menentukan polutan mengetahui injury pada mukan dikarenakan kesu-
pada individu. jaringan connective pada litan dalam hal metodelogi
Case control pada COPD. Sejauh ini studi ini dikaitkan dengan kasus.
kelompok tidak merokok dapat mendeteksi degra- Kesenjangan antara riwa-
yang menderita COPD dasi produksi elastin dan yat alamiah obstruksi aliran
diperhatikan karena mem- kolagen. Pengukuran fungsi udara kroniks. Instrument
pengaruhi hubungan mero- paru seperti FEV1 yang tradisional yang dapat
kok dengan banyak kasus. mengalami decline sangat digunakan untuk mengukur
Incidence COPD pada sensitive pada kasus COPD.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
22

efek kesehatan yang melemah. P e r u ba h a n dengan lanjutnya umur.


merugikan pada studi jangka panjang pada Pertumbuhan paru-paru
epidemiologi pencemaran penderita sangat terbukti lambat pada anak
udara antara lain dipengaruhi oleh tingkat usia 6-12 tahun, dihu-
pengumpulan data rutin kerentanan mereka bungkan dengan bebera-
kesakitan dan kematian, terhadap infeksi saluran pa polutan tertentu di
quisioner dan spirometri. pernapasan dan pne- dalam ruang. Perubahan
Biologic marker yang umonia. Polusi udara ini jadi lebih parah di dalam
digunakan antara lain mempunyai peran dalam rumah yang dihuni
sampel darah, urine dan berbagai cara. Beberapa perokok. Ukuran paru yang
sputum, kaitannya dengan bukti menguatkan terja- lebih kecil pada orang
perubahan biokimia akibat di nya infeksi saluran dewasa berarti kurang siap
perubahan pada fungsi pernapasan selama masa menghadapi penyusutan
paru. kanak-kanak dapat paru di usia lanjut yang
mendorong terjadinya tidak terelakan, yang biasa
Bronchitis kronik, em-
penyakit paru pada usia terjadi pada usia lanjut.
physema dan penyakit
tua. Polusi udara dapat
saluran pernapsan hal ini
meningkatkan i n f e k s i F. Upaya Pengendalian Pen-
akan menimbulkan gejala cemaran
dimasa kanak-kanak.
berkepanjangan berupa Upaya pengendalian
Penelitian terhadap hewan
batuk berdahak. Penyakit pencemaran lingkungan
percobaan menunjukkan
saluran pernapasan perlu dilakukan secara
bahwa pemaparan yang
meliputi radang serta terpadu dan tuntas .
berlangsung lama
penyempitan saluran Sebagai contoh pengen-
terhadap nitrogen dioksida
pernapasan yang terkecil dalian pencemaran udara
dan ozon dapat merusak
(bronchioles ) dan ini akibat asap kendaraan
dinding alveoli pada
merupakan tanda yang bermotor. Pengendalian
emphysema. Perkemba-
paling awal penyakit COPD dapat dilakukan dari
ngan paru-paru juga
yang disebabkan merokok. berbagai aspek, dari segi
dipengaruhi oleh polusi
Penyakit-penyakit ini dapat desain mesin, penam-
udara. Paru-paru umumnya
muncul sendiri-sendiri atau bahan peralatan anti
berkembang sampai umur
bersama-sama. polusi, mengurangi jumlah
dua puluh tahun. Secara
Penderita COPD bia- kendaraan ataupun
perlahan menurun
sanya paru-parunya kualitas kendaraan yang
kemampuannya sejalan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
23

berlalu lalang di jalan raya, kota, angka kesakitan serta merokok, lebih sering terjadi
mengurangi arus lalu lintas kematian yang diakibat- dibanding dengan polusi
dengan mengubah adat kannya. udara ambien. Interaksi po-
dan kebiasaan hidup, lusi udara dengan pelbagai
Atas dasar uraian di
misalnya dengan meman- faktor termasuk merokok
atas dapat difahami hanya
faatkan kendaraan umum memberikan konstribusi
permasalahan lingkungan
daripada kendaraan terhadap variasi komponen
perlu dirumuskan secara lu-
pribadi, membuat area COPD atau laju abnormal
as sehingga tercapai pe-
khusus bagi pejalan kaki, perubahan fungsi paru
nyelesaian yang lebih per-
memperbanyak sam- belum dapat ditentukan.
manen disamping bahwa
bungan telepon kota Kesenjangan pemahaman
bisa dicari alternatif yang
apabila orang dapat antara riwayat perjalanan
lebih banyak untuk me-
menerima percakapan penyakit paru, khususnya
nentukan solusi terbaik.
lewat telepon sebagai ganti COPD, memaksa studi
percakapan tatap muka G. Kesimpulan pencemaran udara, untuk
dan tidak lagi meman- Beberapa faktor yang mengetahui perubahan
dangnya sebagai kurang membuat kesulitan dalam fungsi paru. Kehadiran
sopan. Solusi untuk menga- melakukan studi hubungan symptom seperti batuk dan
tasi polusi udara kota polusi udara dan penyakit wheezing pada hyperacti-
terutama ditujukan pada respiratory kronik. Wa- vity airway. Infeksi respirat-
pembenahan sektor trans- laupun komponen COPD ory pada anak dan pertum
portasi, tanpa menga- telah dibedakan sejak -buhan paru yang lambat.
baikan sektor-sektor lain. Hal tahun 1950-an. Dokter se- Pada beberapa perokok
ini kita perlu belajar dari ring tidak dapat mem- kemunduran fungsi paru
kota-kota besar lain di bedakan kehadiran kom- memiliki pola yang sama
dunia, yang telah berhasil ponen ini. Beberapa dengan beberapa akibat
menurunkan polusi udara penyebab COPD seperti pencemaran udara.

Daftar Pustaka :

1. Comitee On The Epidemiology Of Air Pollutants, Boards On Toxicology And Environmental


Heatlth Hazards, Comission On Life Sciences National Research Council, (1985) Epidemiology
And Air Pollution, National Academic Press, Washngton DC.
2. HJ Mukuno, (1999). Prinsip Dasar Kesehatan Lingkugan, Airlangga University Press.
3. Indang, (1997). Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Juli Soemirat Slamet, (2002). Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada University Press

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
24
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

RUANG UKLW
Selintas tentang :

PELAKSANAAN UPAYA KESEHATAN DAN LINTAS


WILAYAH TAHUN 2009

Lanjutan dari Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 1 Triwulan I ( Januari - Maret ) Tahun 2010

Kesehatan matra Lebaran, Natal dan hasil kegiatanya dapat


Pelayanan kesehatan Tahun Baru serta jika ada dilihat pada grafik dan
matra dilakukan pada kejadian – kejadian tidak tabel berikut.
saat kedatangan TKI, terduga lainnya. Untuk

Grafik 1.7

Berdasarkan grafik perempuan tertinggi dari kunjungan TKI yang


tersebut diatas dapat pada Bulan Januari datang ke poliklinik
disimpulkan bahwa sebesar 15 orang, yang Kantor Kesehatan
kunjungan pasien laki – terendah pada Bulan Pelabuhan Kelas I
laki tertinggi pada Bulan Desember sebanyak 10 Tanjung Priok penyakit
Mei yaitu sebesar 404 orang. terbanyak yang
orang, terendah pada ditemukan adalah
Dari Grafik 1.8, dapat
Bulan Februari sebesar Nasofaringitis akut.
digambarkan bahwa
120 orang. Untuk Pasien

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
25

Grafik 1.8

Grafik1.9

Berdasarkan grafik 1.9 sebanyak 19 orang, ada kunjungan dari


diatas disimpulkan bahwa untuk pasien perempuan pasien yang berjenis
kunjungan pasien laki – kunjungan terbanyak kelami n peremp uan
laki umum terbanyak pada Bulan September (semuanya pasien laki—
pada Bulan September dan selebihnya tidak laki, RED).

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
26
Grafik 1.10

Dari grafik tersebut dari kunjungan pasien Kelas I Tanjung Priok


diatas dapat dilihat umum poliklinik Kantor adalah Migrain dan
bahwa kasus terbanyak Kesehatan Pelabuhan Nasofaringitis.

Grafik1.11

Berdasarkan grafik sebanyak 20 orang dan pasien perempuan


1.11 tersebut, disimpulkan yang terendah pada berada pada Bulan
bahwa kunjungan pasien Bulan Juni sebanyak 1 Januari dan Oktober,
tertinggi berada pada orang dengan jenis masing—masing
Bulan September yaitu kelamin laki – laki, untuk sebanyak 1 orang.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
27
Grafik 1.12

Dari grafik tersebut Pelayanan kesehatan Kelas I Tanjung Priok


diatas dapat di terbatas dengan prioritas utama
gambarkan bahwa kasus Pelayanan adalah masyarakat
tertinggi yang terjadi di kesehatan terbatas di pelabuhan. Hasil
poliklinik Kantor berikan kepada siapa rekapitulasi data
Kesehatan Pelabuhan saja yang datang ke penyakitnya dapat
Kelas I Tanjung Priok, poliklinik Kantor dilihat dalam grafik di
adalah Diare. kesehatan pelabuhan bawah ini :

Grafik 1.13

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
28
Berdasarkan grafik September sebanyak 15 kunjungan.
1.13, dapat disimpulkan orang. Sedang untuk
Dari grafik dibawah
bahwa kunjungan kunjungan pasien
ini, disimpulkan bahwa
tertinggi untuk pasien laki perempuan tertinggi
kejadian kesakitan
– laki terbanyak pada pada Bulan Februari
tertinggi adalah
Bulan Februari yaitu yaitu 99 orang dan
penyakit nasofaringitis
sebesar 136 orang dan terendah pada Bulan
akut sebesar 212 kasus.
terendah Bulan Desember tidak ada

Grafik 1.14

2. Laboratorium Pemeriksaan Urine Rutin tertinggi adalah pada


Pelayanan Pemeriksaan Gula darah Bulan November yaitu
Laboratorium Kantor Pemeriksaan Kimia sebesar 201 sampel, Urine
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Darah rutin tertinggi pada Bulan
Tanjung Priok diprioritaskan Hasil pemeriksaan yang November sebanyak 201
untuk masyarakat sekitar telah dilakukan selama sampel, pemeriksaan SGPT,
Pelabuhan atas dasar Tahun 2008 terdapat pada SGOT, Creatinin dan
permintaan pasien. Adapun grafik 1.16. Glukosa Sewaktu pada
jenis pemeriksaan yang Dari grafik 1.16 dapat Bulan agustus , Oktober,
disediakan adalah : di kutahui bahwa November, Desember rata

Pemeriksaan Darah Rutin pemeriksaan darah rutin – rata sebanyak 9 sampel.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
29

Grafik 1.16

Pemeriksaan Laboratorium Klinik


Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Tahun 2009

3. Instalasi Farmasi terbatas, dan pelayanan Adapun hasil kegiatanya


Instalasi farmasi kesehatan matra yang selama Tahun 2009 adalah
difungsikan untuk dilaksanakan oleh Kantor sebagai berikut :
mendukung pelaksanaan Kesehatan Pelabuhan
pel a yan an ke s eha ta n Kelas I Tanjung Priok.

Grafik 1.17

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
30
Grafik1.18

Distribusi kunjungan pasien IMS


Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas Tanjung Priok Tahun 2009

Berdasarkan grafik Kelas I Tanjung Priok Nahkoda/ABK


1.17, dapat dilihat bahwa merupakan hasil
Masyarakat umum
pemakaian obat kerjasama dengan Dinas
t er ban y ak adal a h Kesehatan DKI Jakarta G a m b a r a n
Amoxilin 500 dan (Suku Dinas Kesehatan kegiatannya selama
pemakaian obat masyarakat Jakarta Tahun 2009 dapat dilihat
terendah adalah Utara, RED) dalam pada grafik di 1.18. Dari
cefadroxil. Hal ini rangka pencagahan grafik 1.18, tersebut
dipengaruhi oleh kasus dan penanggulangan d i a t a s d a p a t
kesakitan yang terjadi penyakit seksual atau d i si m pul k a n b a hw a
dan ditangani oleh lebih jauh lagi HIV/AIDS. jumlah kunjungan pasien
poliklinik Kantor Para pasien klinik IMS I MS di pol i kl ini k
Kesehatan Pelabuhan terdiri dari : cempaka yang tertinggi
Kelas I Tanjung Priok. pada Bulan September
Waria
yaitu sebesar 202 orang
4. Klinik IMS
PSK/Tuna susila dan yang terendah
Klinik I MS Kantor pada Bulan Mei yaitu
Tukang Ojek
Kesehatan Pelabuhan sebesar 51 orang.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
31
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

TEKNOLOGI

Jumlah Sel Mikroba Dalam Air Sebagai Ukuran Kekuatan dan


Beban Organik Terhadap Pencemaran
INFORMASI
Oleh : Diah Lestari

Kelompok mikroba yang Alge Hijau, mikroalge terdiri dari satu jenis asam
didapatkan hidup di dalam air bentuk unisellular, berfilamen nukleat (RNA) untuk virus ta-
terdiri dari bakteri, fungsi, dan sebagian sudah berben- naman, sedang virus yang

mikroalge, virus dan protozoa. tuk tubuh lengkap terdiri dari menyerang hewan mengan-
Kelompok-kelompok tersebut akar, batang dan alat per- dung DNA dengan susunan
kehadirannya di dalam air ada kembangbiakan, hidup bebas yang lebih komplek.
yang mendatangkan keuntu- dan ada yang bersimbiosis.
Beberapa Contoh Kelompok
ngan, tetapi juga banyak yang Alge Kersik / Diatomae, Mikroba Yang Bermanfaat
mendatangkan kerugian. uniselluler, kadang-kadang sel atau Merugikan
Bakteri, umumnya unisel berbentuk seperti kolon, dalam
1. Bakteri
-luler/sel tunggal, tidak ber- sel terkandung senyawa silikat Menguntungkan :
khlorofil, hidup bebas secara (SiO2). Nitrosomonas europaea:

kosmopolitan di udara, di Proses nitrifikasi


Protozoa, mikroskopik
tanah, di dalam air, pada berbentuk unisellular, dapat Rhizobium japanicum:

bahan makanan, pada tubuh hidup pada kondisi yang rumit, Penambat N2 – udara

manusia, hewan ataupun dapat menggunakan bakteri Lactobacillus Bulgari-


tanaman. sebagai sumber makanan, cus :Proses pembuatan

Alge Biru Hijau, berben- dapat membentuk kista pada yoghurt

tuk uniselluler, berfilamen (po- kondisi yang tidak sesuai, tidak Merugikan :
lisakarida), jasad fotosintetik mempunyai bentuk tetap Pseudomonas cocove-
karena mengandung khlorofil, karena mempunyai kaki semu nenan: penghasil asam
hidup dalam air secara bebas (pseudopodia), mempunyai bongkrek
pada tanah yang lembab. membran sitoplasma dan ber-
Corynebacterium dipthe-
Fungi atau jamur, sifat pagositosis. riae: penyebab penyakit
umumnya berbentuk filamen Virus, ukuran lebih kecil diptheri
yang disebut hifa atau miselia, dari bakteri garis tengah 10-20
Pasteurella pestis:
tidak berkhlorofil. mµ dan panjang 20-400 mµ,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
32

Penyebab penyakit pes Trichopnyton rubrum: Pe- dasarkan kebutuhannya untuk

Treponema pallidum: nyakit kulit mengetahui ada tidaknya jenis

Penyebab penyakit sipilis Candida albicans: Penyakit yang berbahaya sebagai

mulut penyebab penyakit, penghasil


2. Alge Biru Hijau
toksin dan penyebab
4. Alge Hijau
Menguntungkan : Menguntungkan : pencemaran air.

Anabaena azollae: Penam- Chlorella pyrenoidosa: sum- Jumlah sel mikroba per-

bat N2 – udara sim-biosis ber protein (PST) liter dalam air dapat dijadikan

Spirulina maxima :Penghasil Scenedesmus obligue: Ma- ukuran kekuatan beban

kanan ikan organi k terha da p p en -


protein (PST)

Calothrix parietima: pe- Caulerpa sp: sumber kapur cemaran. Pemeriksaan yang
sirih biasa dilakukan untuk me-
nambat N2 – udara bebas
ngukur beban organik adalah
Merugikan : M e r u g i k a n :
analisa BOD selama 5 hari
penyebab bau
Microcystis aerugynosa: Pe- pada temperatur 20 0 C.
nyebab blooming pada air Penyumbat saluran pipa
Berhubungan dengan jumlah
Anabaena flos-aquae: Pe- Menurut keten tu an
O2 secara kualitatif di dalam
nyebab blooming pada air WHO dan APHA, kualitas air
penentuan nilai BOD faktor
ditentukan oleh kehadiran dan
3. Jamur / Fungi yang terpenting ialah jumlah
Menguntungkan : jumlah coli di dalamnya, yaitu
mikroba di dalam air buangan.
Candida utilis:Penghasil sebagai indikator pencemaran Sebagai contoh, pertumbuhan
protein (PST) dan secara umum berdasar-
bakteri di dalam air buangan
kan karakteristik kimia, fisik dan
Rhizopus stoloniferus: jamur rumah tangga awalnya
mikrobiologis. Penelitian kuali-
tempe berjumlah 1x10 /ml di dalam
tas air secara umum, seperti air
Aspergillus wentii: Jamur ke- setiap 240 ml/l. Bakteri akan
sungai, air danau ataupun air
cap tumbuh dan berkembang
badan air lainnya dapat pula
selama sumber nutrin
Penicillium notatum: Peng-
diukur berdasarkan indeks pen-
mencukupi. Mendekati waktu
hasil antibiotik
cemaran biologis (IPB), tabel 1
24 jam, pertumbuhan bakteri
Merugikan :
merupakan kualitas air berda-
menjadi lambat karena
Mucor parasiticus: Penye- sarkan IPB.
sumber nutrisi berkurang. Di
bab penyakit kulit
Penentuan kehadiran dalam kondisi ini protozoa
Aspergillus fumigatus: Pe-
mikroba di dalam air ber- akan tumbuh dengan jumlah
nyebab penyakit TBC semu 1x105 / ml dan jumlah bakteri

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
33

1x107 /ml dengan nilai DO 1,8 k a n bakteri s e m a k i n jumlah oksigen semakin


mg / l. Dengan bertambahnya berkurang, sehingga jumlah bertambah menjadi DO 6,8
jumlah bakteri maka protozoa bakteri menjadi 6x10/ml, mg/l, dan protozoa turun men-
akan berkembang biak protozoa 100/liter dan nilai DO jadi 50/liter (tabel2).
sehingga jumlahnya bertam- 5,5 mg/l. Di dalam 100 sel
Konversi senyawa kimia
bah karena bakteri menjadi protozoa / ml yang berada
di dalam air buangan yang
sumber makanan. pada fase endogenous, akan
diassimilasikan oleh mikroba
membutuhkan 1x106/ml
Pada 48 jam kemudian untuk kepentingan hidup
bakteri, jadi pada meta-
bakteri menghambat per- dapat berjalan dalam
bolisme endogenous populasi
tumbuhan protozoa sehingga keadaan aerobik sesuai
bakteri 1x106/ml. Setelah 96
juml ah bakteri menjadi dengan lingkungannya, dan
jam diperoleh jumlah bakteri
1,3x107 /ml, protozoa 30 / liter jelas perbedaannya antara
yang konstan 6x106/ml dengan
dan nilai DO 4,8 mg/l. Setelah metabolisme aerobik dan
jumlah protozoa 100/ml dan
72 jam jumlah protozoa anaerobik yang terjadi.
nilai DO 5,8 mg/l, sehingga
semakin meningkat, sedang-
Tabel 1

Nilai Air Berdasarkan Nilai IPB

Nilai IPB Keadaan Air


0–8 Bersih, jernih

9 – 20 Tercemar ringan

21 - 60 Tercemar

61 - 100 Tercemar berat

Tabel 2

Hubungan Jumlah Mikroba Dengan Nilai DO

Waktu (jam) Protozoa (ml) Bakteri (ml) DO (mg/l)


24 1 x 105 1 x 107 1,8

48 3 x 103 1,3 x 107 4,8

72 1 x 106 6 x 10 5,5

96 100 x 106 6 x 106 5,8

Kepustakaan : Suriawiria, U., 1996, Mikrobiologi Air Dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan Secara
Biologis, Bandung.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
34
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

SERBA-SERBI
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN
SEHAT DAN BUGAR DI USIA LEBIH DARI 40 TAHUN ???
Oleh :
dr. Hj.Endriana Svieta Lubis, MKK
Dokter fungsional Pelabuhan, Bidang UKLW KKP Kelas I Tanjung Priok

“LIFE BEGIN AT FOUR- saat itu… Bagaimana Life Style makanan dan minuman.
TY”…Kita baru mulai menikmati kita, makanan dan minuman Masih ingat bukan
hidup setelah usia 40 tahun… apa saja yang dikonsumsi?. dengan ungkapan ―WE ARE
Bagaimana pola tidur kita? WHAT WE EAT” ?... Kita menjadi
Tetapi bagaimana hal
ini bisa terwujud jika stamina seperti apa yang kita
tubuh mulai menurun?. makan…Setiap makanan
Bagaimana jika justru dan minuman yang
setelah usia 40 tahun masuk kedalam tubuh
kita didiagnosa kita pasti memiliki efek
mempunyai penyakit bagi organ tubuh kita
berat? termasuk otak, sehingga
m e m p e n g a r u h i
Beberapa rekan
bagaimana cara otak itu
kerja dan juga pasien sering
bekerja..Contohnya.. sehabis
me-ngeluh, ―Kenapa ya
Dan bagaimana kebiasaan makan kangkung kita me-
setelah memasuki usia 40
berolahraga kita? Juga ngantuk, sehabis minum kopi
tahun badan terasa lebih
bagaimana sikap k i t a kita justru sulit tidur, sehabis
cepat lelah?‖
menghadapi stressdalam makan jeroan badan kita akan
Kesehatan tubuh yang kehidupan pekerjaan dan terasa pegal, dan sebaga-
kita rasakan saat ini setelah kehidupan sehari-hari ini?..
inya.
usia 40 tahun adalah investasi
T e r d a p a t
kita 10-20 tahun yang lalu. Jadi
berbagai faktor yang
kalau kita bugar di usia 40
dapat mem-
tahun ini, adalah suatu hasil
pengaruhi kesehatan
kerja keras di usia 20-30 tahun
tubuh. Dalam tulisan
yang lalu bagaimana kita
ini akan dibahas
memperlakukan tubuh kita
khusus dari segi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
35

sekarang ini. Semua hanya sebatas sarden dan


makanan dibuat serba c o rn e t , y an g b i a s a n ya
instant. Banyak merupakan makanan
makanan yang sudah alternatif lain jika sulit dida-
dikemas dalam kaleng, patkan bahan makanan.
m a ka na n o l a han .
Sekarang dimana tek-
Demikian juga jika
nologi sudah maju, aktivitas
makanan segar, dalam
yang semakin banyak dan
m e m a s a k n y a
harus cepat, serba tergesa-
ditambahkan zat kimia
gesa, waktu 24 jam terasa
dengan tujuan menam
semakin sempit, sehingga
-bah enak rasa
untuk mengatasi keadaan ini
Satu dasawarsa terda-hulu, makanan. Bisa dibandingkan
dalam hal makanan timbullah
penyakit degeneratif (penyakit dengan ma-kanan kakek dan
ide makanan yang serba
yang diakibatkan o l e h nenek kita dahulu. Semua
praktis dan instan, yang pasti
kemunduran fungsi organ makanan sangat alami, sayur
mengandung penyedap,
tubuh) seperti p enyakit mayur yang ditanam dengan
pengawet dan pewarna
jantung, hipertensi, rematik, pupuk organik/kandang, beras
seperti mie instan, sosis,
osteoporosis, stroke, diabetes yang ditumbuk sehingga kulit
nugget, bubur instan, daging
mellitus, impotensi sekunder ari beras yang sangat tinggi
asap, berbagai fast food dan
dan sebagainya, umumnya kan-dungan vitamin B masih
lain-lain. Atau makanan yang
diderita oleh usia lanjut setelah utuh. Ikan, ayam, sapi yang
pengolahannya memerlukan
60 tahun. Namun hasil survey dipelihara dengan diberi
waktu lama seperti rendang,
kesehatan terbaru menytakan makan daun-daun dan sisa
pepes duri lunak, bandeng
penyakit degenerative seka- n a s i . Dalam mengolah
presto, ayam tulang lunak,
rang ini sudah mulai muncul di makanan agar terasa lebih
ikan asin dll. Semua makanan
usia 30 tahun. Mengapa dan e n a k (penyedap
bagaimana hal ini bisa terjadi? makanan) selalu diberi
Salah satu faktor penyebab- sedikit gula atau ebi/
nya adalah faktor makanan, udang kering alami,
minuman, rokok dan obat- tidak ada Mono
obatan. Sodi um Gl utamat
(MSG). Makanan
Coba kita perhatikan
kalengan yang ada
jenis dan pola makanan kita

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
36

ini kandungan gizi atau kulkas, lebih dari setengah jam reumatik. Bahkan radikal
nutrisinya sudah sangat saja rasanya sudah berubah. bebas dapat memicu tumor
berkurang karena protein dan dan kanker.
Bagaimana efek maka-
vitamin akan rusak bila
nan tersebut terhadap tubuh? Oleh sebab itu… mari
dipanaskan terlalu lama. Begitu
Bila makanan di atas kita mulai sekarang kita
pula dengan beras yang
makan, p e r u t berinvestasi kesehatan untuk
sudah diolah oleh
memang t e r a s a nanti di usia 50-60 tahun atau
mesin sehingga
kenyang, tetapi sel- bahkan lebih ..
warnanya jadi putih
sel tubuh kita tetap
Mulai sekarang belum
bersih karena kulit
lapar karena tidak
terlambat!!. Kita ubah gaya
arinya sudah tidak
mendapatkan
hidup kita menuju gaya hidup
ada sehingga nilai
makanan yang
yang sehat, dengan cara :
gizinya sudah
dibutuhkan tubuh,
berkurang. Gula MAKAN MAKANAN YANG
akibatnya organ-
pasir yang diberi SEHAT, ALAMI DAN SEGAR
organ tubuh kita
pemutih sehingga BERPIKIR POSITIF
cepat ―aus‖,
warnanya sangat
sehingga cepat OLAHRAGA YANG BAIK,
putih, tetapi
rusak. Pengawet, BENAR DAN TERATUR
mengancam
penyedap dan
kesehatan karena TIDUR CUKUP
pewarna serta zat
mengan-dung zat MENANGGULANGI STRESS
-zat lain yang
kimia. Demikian DENGAN BAIK, BUKAN
tidak dibutuhkan
juga dengan MENGHINDARI STRESS!!
tubuh akan menjadi radikal
minuman kaleng dan botol.
bebas yang merupakan HINDARI ROKOK DAN
Minuman tersebut
―racun‖ bagi tubuh kita. ALKOHOL…
mengandung kadar gula
Radikal bebas akan merusak Sumber : dr.Fetti AMM, Pengantar
buatan yang tinggi, kadar
organ tubuh, pembuluh Gizi Klinik, FKUI,2006
soda yang tinggi. Juga jus
darah, sehingga
buah dalam kemasan botol
kemampuan organ akan
atau kaleng tetap saja tidak
menurun dan kita jadi sakit.
sehat buat tubuh ki ta
Sebagai contoh, jika banyak
walaupun tertera tanpa
radikal bebas yang menumpuk
pengawet. Secara logika coba
di sendi-sendi tulang kita
kita diamkan jus buah dalam
s ehi ngga menjadi saki t

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
37
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

EXECUTIVE REPORT
JEJARING
PERTEMUAN JEJARING KERJA DAN KEMITRAAN KEKARANTINAAN
KEMITRAAN
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK
BOGOR – JAWA BARAT, 24 – 26 MARET 2010

I. PENDAHULUAN nallis, Ebola, Hanta Fever. baik ABK (Anak Buah


Dunia sekarang sedang Disamping itu juga ada- Kapal) maupun penum-
dihadapkan pada era glo- nya Emerging disease an- pang yang berasal dari
balisasi. Keadaan ini ditan- tara lain HIV/AIDS, De- dalam maupun luar ne-
dai dengan semakin maju- ngue Haemoragig Fever, geri dan juga sekaligus
nya dunia teknologi dalam Japanese B, Encephalitis, sebagai pintu keluar
bidang informasi dan Chikungunya, Cholera, maupun masuknya
transportasi. Kemajuan Salmonellosis, malaria dan penyakit beserta faktor
teknologi informasi dan TBC. Sedangkan Re emer- risikonya, baik yang ter-
transportasi telah mampu ging desease antara lain : bawa melalui kapal,
membuka sekat-sekat yang Pes, Filariasis, Scrub thypus, barang, barang bawa-
membatasi penduduk untuk Anthrax, dan Rabies juga an lainnya, dan pelaku
melakukan mobilisasi. menunjukan peningkatan perjalanan (ABK dan
Pemanfaatan teknologi oleh lagi. penumpang) mempu-
manusia kian meningkat nyai kewajiban untuk
IHR 2005 yang telah
tetapi ironisnya justru meningkatkan kapasitas
diberlakukan sejak 15 Juni
manusia dihadapkan pada inti khususnya pengawa-
2007 menekankan pen-
berbagai masalah, san kekarantinaan.
tingnya peningkatan pe-
terutama masalah yang
ngawasan yang ketat di Berdasarkan Permen-
berkaitan dengan keseha- kes RI No. 356 Tahun
pintu masuk negara. Pela-
tan manusia.
buhan Tanjung Priok seba- 2008 Tentang Organisasi
Ancaman global kian gai pelabuhan terbesar dan Tata Kerja Kantor
mengancam, adanya New dan tersibuk di Indonesia Kesehatan Pelabuhan,
Emerging Desease : Influen- yang merupakan pintu bahwa KKP sebagai Unit
za A (H1N1), SARS, Nipah gerbang keluar masuknya Pelaksana Teknis di
Virus, Paragoniasis Pulmo- barang maupun orang, Lingkungan Departe-

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
38

men Kesehatan yang sektor serta stake holder jejaring kerja dan
berada di bawah dan dalam pelaksanaan kemitraan kekarantinaan
bertanggung jawab pengawasan kekarantina- adalah lintas program,
kepada Dirjen PP & PL, an kapal. lintas sektor serta stake
mempunyai tugas melak- III . POKOK BAHASAN holder terkait, dengan
sanakan pencegahan a. Tugas Pokok dan Fungsi jumlah peserta sebanyak
masuk dan keluarnya KKP 35 peserta.
penyakit, penyakit poten- b. Peran Adpel
dalam VI. MEKANISME
sial wabah. Dan salah satu mendukung Kekaranti- Mekanisme dalam penye-
fungsi yang dilaksanakan naan Kesehatan di lenggaraan jejaring kerja
yaitu kekarantinaan. Pelabuhan ini dilaksanakan dengan
Pelaksanaan kekaranti- c. Peran PT. (Persero) cara :
naan di pelabuhan akan PELINDO II Cabang Tan- 1. Pembukaan perte-
berjalan maksimal dengan jung Pri ok dal am muan
adanya dukungan dan Mendukung Kekaranti- 2. Penyajian pokok
kerjasama dengan lintas naan Kesehatan di Pe- bahasan oleh nara
program / sektor dan stake labuhan sumber
holder terkait di wilayah d. Peran INSA JAYA dalam 3. Tanya jawab
Pelabuhan Tanjung Priok. Mendukung Kekaranti- 4. Diskusi (Roundtable

Untuk itu perlu dibangun naan Kesehatan di Pe- Discussion)

kerjasama antara KKP de- labuhan 5. Kesepakatan - kee-

ngan lintas program, lintas e. Aspek Legal Kekaranti- pakatan

sektor dan stake holder naan 6. Penutupan pertemuan

terkait di wilayah pelabu-


IV .NARASUMBER/FASILITATOR VII. WAKTU DAN TEMPAT
han melalui pertemuan je-
1. ADPEL Utama Tanjung Jejaring kerja dan Kemitra-
jaring kerja dan kemitraan
Priok an Kekarantinaan ini dilak-
kekarantinaan yang dilak-
2. KKP Kelas I Tanjung sanakan pada tanggal 24
sanakan pada tanggal 24
Priok s/d 26 Maret 2010 di Hotel
s/d 26 Maret 2010 di Hotel
3. PT. (Persero) PELINDO II Ria Diani Puncak, Bogor –
Ria Diani, Bogor - JABAR.
Cabang Tanjung Priok Jawa Barat.
II . TUJUAN 4. DPC INSA JAYA
Meningkatnya kerjasa-
V. PESERTA
ma dan dukungan lintas Peserta pertemuan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
39

VIII. SUMBER DANA (notulen terlampir) Tanjung Priok dengan


Biaya penyelenggaraan 2. Hari II instansi dan stake
jejaring kerja dan kemi- Penyajian materi dan holder terkait di wilayah
traan kekarantinaan bera- Tanya jawab / diskusi : Pelabu-han Tanjung
sal dari DIPA KKP Kelas I Peran Adpel dalam P r i o k d a l a m
T anj ung Priok Ta hun Mendukung Kekaranti- p e l a k s a n a a n
Anggaran 2010. naan Kesehatan di kekarantinaan se-
IX.JALANNYA PENYELENGGA- pelabuhan (notulen bagai berikut :
RAAN terlampir) 1. A D P E L Utama
Hasil dari penyelengga-
Peran PT. (Persero) Tanjung Priok :
raan jejaring kerja dan
PELINDO II Ca-bang Fasilitasi fungsi
kemitraan kekarantinaan
Tanjung Priok dalam koordinasi ins-tansi
ini sebagai berikut :
Mendukung Keka- teknis dalam pelak-
A. Peserta yang hadir
rantinaan Kese-hatan sanaan Tupoksi di
sebanyak 35 (tiga puluh
di pela-buhan wilayah Pela-buhan
lima) orang
(notulen terlampir) Tanjung Priok
B. Narasumber memberi-
Peran INSA JAYA In – out clea-rance
kan materi sesuai de-
dalam Mendu-kung kapal di Kali Japat
ngan jadwal yang telah
Kekaran-tinaan me-nunggu in – out
direncanakan
Kesehatan di clearance dari KKP.
C. Penyelenggaraan kegi-
pelabuhan (notulen Dalam waktu dekat
atan ini berjalan de-
terlampir) akan disusun sistem
ngan baik dan sebaga-
As p e k L e g a l dan prosedur
imana mestinya :
Kekarantinaan pelayanan kapal
1. Hari I
(notulen terlampir) dan pelayanan
Registrasi
3. Hari III barang antara
Pembukaan perte-
a. Round table discussion instansi terkait di
muan jejaring kerja
b. Kesepakatan bersama wila-yah Pelabuhan
dan kemitraan
c. Penyusunan lapo-ran Tanjung Priok
keka-rantinaan
jejaring kerja dan termasuk dida-
Penyajian materi
kemitraan ke- lamnya ten-tang in-
an Tanya jawab /
karantinaan out cle-arance
diskusi Tugas Pokok
d.Adanya kesepa-katan k a r a n t i n a
dan Fungsi KKP
antara KKP Kelas I kesehatan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
40

Fasilitasi fungsi ngan duku-ngan 5. DPC INSA JAYA dan


koordinasi ten-tang ADPEL Utama anggota :
penga-wasan kapal Tanjung Priok. a. Menyampaikan laporan
dalam karan-tina di 3. KPU Type A Bea Cukai keda-tangan dan
wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. keberangkatan kapal,
Tan-jung Priok oleh Operasional Tupoksi di baik dari dalam negeri
KKP bersama – sama lapangan berkoordinasi maupun dari luar negeri
dengan Divisi dengan KKP terhadap b. M e n i n g k a k a n dan
Kepandu-an PT. pengawasan kapal memper-cepat pelapo-
(Persero) PELINDO II dalam karantina dan ran secara on line
Ca-bang Tanj ung pengawasan komoditi d a l a m p e -
Priok . OMKABA nyelenggaraan INA
2. A D P E L Kepulauan 4. PT. (Persero) PE-LINDO II PORT – NET
Seribu : Cabang Tanjung Priok : c. M e n d u k u n g
a. F a s i l i t a s i fungsi a. D u kung an fa - si l i tas pelaksanaan cegah
koordinasi ins-tansi sesuai kebutuhan ke- tangkal masuk kelu-
teknis da-lam pelak- karantinaan kesehatan arnya penyakit
sanaan Tupoksi di te-rutama dalam d. M e n i n g k a t k a n
wilayah Ke-pulauan pengawasan kapal koordinasi dal-am
Seribu khususnya di dalam ka-antina, fasilitasi an-tara
pelabuhan khusus dilaksanakan bersama – regulator dan Agent Pe-
lepas pantai Cinta sama dengan Devisi layaran
Terminal/CNOOC Kepan-duan. e. Berperan serta dalam
114, Widuri Terminal b. D u k u n g a n fasilitas penye-barluasan infor-
dan Arjuna Ter-minal peme-riksaan kese - m a s i te n ta n g
b. F a s i l i t a s i fungsi hatan di termi nal kekarantinaan,
koordinasi ten-tang penum-pang serta khusunya ke-pada
penga-wasan kapal penanganan kasus kesa seluruh anggota DPC
dalam karanti-na -kitan, kecela-kaan, INSA JAYA
oleh KKP di kematian di atas kapal. f. D P C INSA JAYA
pelabuhan khusus c. Berperan serta dalam diharapkan dapat
pulau Pabelokan a- pengawasan keluar mensosialisasikan pera-
kan ditindakl-anjuti masuknya orang dan turan perundang-unda-
secara bersama, de- barang ngan khusus-nya IHR

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
41

2005 dan UU No. 1 Tahun 9. KKP : buhan


1962 tentang Karan-tina a. Free pratique diberikan d. Bersama-sama dengan
Laut kepa-da anggota- lewat INAPort – Net, divisi kepanduan un-tuk
nya. n a m u n b e d a mendukung tugas KKP
6. PT. DOK : p er l a k ua n a n t a - ra da-lam hal penga-
Memberikan infor-masi kapal dalam karantina wasan kapal dalam
kepada KKP tentang yang datang dari karantina
kapal yang melakukan pelabuhan luar negeri Himbauan bersama :
doking terjangkit dengan U n tu k pe ni n gk ata n
7. PT. JICT : kapal dalam karan-tina produktivitas dan zero waiting
a. Berkoordinasi dalam yang da-tang dari pela time, dihimbau kiranya PT.
pena-nganan penya-kit -buhan luar ne-geri (Persero) PELINDO II Cabang
di terminal/kade JICT sehat Tanjung Priok dapat
b. Fasilitasi pe-ngendalian b. Berkoordinasi dg lintas membantu dalam
fak-tor risiko penya-kit di sektor dan stake holder penyediaan Boat untuk
terminal/kade JICT dalam pelaksanaan pemeriksaan kedatangan
8. BUS FUMIGASI : kekarantinaan kapal. kapal dalam karantina.
Fasilitasi duku -ngan c. Pemberian infor-masi Penutupan pertemuan
penyeleng-garaan yang terkini kepada jejaring kerja dan kemitraan
tindakan kekarantinaan stake holder di Pela- kekerantinaan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
42
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

FLORA
DAUN SI PENYAMBUNG NYAWA
Dan
Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, SSos. FAUNA

Hidup dan m a t i (flora) di bumi ini bagi terdapat tunas kecil berwarna
seseorang manusia, berada kebutuhan hidup manusia. hijau kekuningan. Daunnya
dalam kekuasaan Tuhan yang Salah satu tumbuhan mempunyai banyak sel
menciptakan alam semesta ini. yang memiliki khasiat obat kelenjar minyak (berlendir).
Upaya manusia untuk yakni tanaman p e r d u Manfaat
penanganan kasus kesakitan ―sambung Nyawa‖ yang sering Batang tanaman
sebaiknya dibawah penga- kita temui di hutan, bahkan Sambung nyawa dapat
wasan dokter, n a m u n saat ini sudah banyak digunakan untuk menurunkan
kepintaran otak manusia ada dijadikan sebagai tanaman demam, dengan cara meng-
batasnya sehingga ada hias di halaman rumah yang haluskan batangnya dan
beberapa kasus kesakitan sekaligus tanaman obat diperas untuk diambil airnya.
yang tidak bisa ditangani oleh keluarga. Air perasan batang sambung
dokter. Apakah upaya kita Tanaman Sambung nyawa diminum sebanyak 3
selanjutnya? Pengobatan al- Nyawa berbentuk perdu, sendok makan untuk pagi,
ternatif yang b erkaitan batangnya berbentuk segi siang dan malam.
dengan flora dan fauna empat dan berruas – ruas, Umbi tanaman Sam-
ciptaan Tuhan. Tuhan menye- daunnya berwarna hijau dan bung nyawa untuk menghi-
diakan tumbuh – tumbuhan pada tiap pangkal ruas langkan pembekuan darah
(haematom), pembengkakan,
gigitan serangga dan patah
tulang, dengan cara meng-
haluskan umbi tanaman terse-
but sampai halus, kemudian di-
tempelkan pada bagian tubuh
yang mengalami pembekuan
darah (haematom), pem-
bengkakan, gigitan serangga
dan patah tulang.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
43

daun sambung nyawa


yang masih segar, dicuci
dan dibilas dengan air
matang. Selanjutnya,
makanlah daun tersebut
sebagai lalap mentah.
Daun tanaman Lakukan 3 (tiga) kali dalam 5. Gigitan serangga
Sambung nyawa dapat sehari sampai selama Menghaluskan 1 (satu)
dipakai untuk pengobatan seminggu. lembar daun sambung
berbagai macam penyakit Selanjutnya, pada nyawa segar, dicampur
sehingga nyawa bisa minggu kedua dilakukan 2 dengan tanah, selanjutnya
bersambung, antara lain : (dua) kali dalam sehari; oleskan pada bagian
1. Maag dan pada minggu ketiga tubuh yang terkena gigitan
Siapkan 3 (tiga) lembar dilakukan 1 (satu) kali serangga. Niscaya racun
daun sambung nyawa dalam sehari. Semoga atau ―bisa‖ serangga
yang masih segar, dicuci dapat sembuh. tersebut tidak akan
dan dibilas dengan air 4. Kholesterol tinggi menimbulkan rasa gatal
matang. Selanjutnya, Siapkan 5 (lima) lembar dan tidak akan
makanlah daun tersebut daun sambung nyawa menimbulkan bengkak.
sebagai lalap mentah. segar untuk dibuat jus atau Semoga dapat sembuh.
Lakukan 3 (tiga) kali dalam dimakan sebagai lalapan. Selamat mencoba
sehari sampai selama Lakukan setiap hari secara tanaman obat tradisional ini
seminggu. Semoga dapat teratur selama sebulan. sebagai obat alternatif yang
sembuh. Semoga dapat sembuh. tidak kalah ampuhnya.
2. Bisul
Tumbuklah 7 (tujuh)
lembar daun sambung
nyawa hingga halus,
selanjutnya oleskan atau
balurkan pada bisul
tersebut. Semoga dapat
sembuh.
3. Diabetes
Siapkan 7 (tujuh) lembar

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
44
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

KAJIAN
EXECUTIVE REPORT Dan
PELATIHAN KEKARANTINAAN KAPAL
KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DIKLAT
BOGOR, 27 APRIL S/D 01 MEI 2010

PENDAHULUAN katnya teknologi transportasi p o t e n s i a l wabah,


Sebagaimana di m e n g a k i b a t k a n m a k i n pengamanan terhadap
ketahui bersama bahwa pos- cepatnya arus perjalanan penyakit baru dan penyakit
pos pelabuhan, Bandar udara orang, barang, dan alat y a n g muncul kembali,
dan lintas batas darat angkut lebih cepat daripada epidemiologi, kekarantinaan,
merupakan batas-batas antar masa inkubasi penyakit, p e n g a w a s a n OMKABA,
negara ya ng b er fungs i sehingga penjalaran dan p e l a y a n a n kesehatan,
sebagai pintu gerb ang penularan penyakit antar p e n g e n d a l i a n dampak
perdagangan dan laju per- negara semakin cepat, k e s e h a t a n lingkungan,
tumbuhan ekonomi antar terutama masalah yang bioterorism, unsur biologi, kimia
daerah maupun antar negara, berkaitan dengan kesehatan dan pengamanan radiasi di
maka diperlukan kondisi status manusia. wil ayah kerja Bandara,
pelabuhan yang sehat dan Pengawasan keseha Pelabuhan dan Lintas Batas
tetap kondusif b a g i -tan kapal/kekarantinaan Negara.
perkembangan dan per- kapal di wilayah pelabuhan
Guna meningkatkan
tumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab
kepercayaan pelayaran inter-
maupun global. Perkem- Kantor Kesehatan Pelabuhan
nasional terhadap kemam-
bangan teknologi informasi sesuai Peraturan Menteri
puan pelabuhan – pelabuhan
dan tranportasi belakangan Kesehatan Republik Indonesia
di Indonesia dan sehubungan
ini, ibarat pisau bermata dua, No. 356 Tahun 2008 tentang
dengan di berlakukannya IHR
satu sisi teknologi memang Organisasi dan Tata Kerja
tahun 2005, pada tanggal 15
dapat mempermudah dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Juni 2007 lalu, yang mana
mensejahterakan u m a t Tugas pokok dan fungsi Kantor
Kantor Kesehatan Pelabuhan
manusia, namun disisi lain Kesehatan Pelabuhan tersebut
dituntut bukan hanya mampu
teknologi mempunyai dampak a d a l a h melakukan
mencegah masuk dan ke-
yang negati f ter hadap pencegahan masuk dan
luarnya penyakit potensial
kehidupan manusia. Mening- keluarnya penyakit, penyakit

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
45

wa-bah, namun juga harus siap maka sudah menjadi kewaji- tangkal penyakit menular
menyelesaikan m a s a l a h ban kita untuk selalu mening- potensial wabah.
kesehatan masyarakat yang katkan pengetahuan dan ket-
dianggap darurat secara erampilan, terutama keteram- TUJUAN
internasional ( P H E I C ) . pilan khusus dalam menunjang Tujuan dari pelatihan ini
Permasalahan ini perlu di kesiapan kita dalam men- adalah untuk meningkatkan
respon dan ditindaklanjuti jawab tantangan permasala- p e n g e t a h u a n dan
secara serius g u n a han dunia, termasuk dalam keterampilan petugas KKP
meningkatkan kemampuan melakukan pengawasan kapal agar profesional dalam
dan keterampilan petugas dalam karantina di pelabuhan, m e l a k s a n a k a n kegiatan
dalam menangani PHEIC, diperlukan tenaga yang han- kekarantinaan kapal.
jangan sampai d u n i a dal dan profesional.
menganggap kita tidak serius Menyadari akan tantan- MATERI PELATIHAN
dalam m e n a n g a n i gan ke depan dan kelemahan Seluruh materi yang
permasalahan perkembangan yang dimiliki saat ini, melalui diberikan pada pelatihan
penyakit menular potensial Surat Keputusan Kuasa Peng- kekarantinaan kapal tertuang
wabah, yang dapat berimbas guna Anggaran Kepala Kantor pada Garis - garis Besar
pada p e r k e m b a n g a n Kesehatan Pelabuhan Kelas I Program Pembelajaran (GBPP)
perekonomian Indonesia. Tanjung Priok No : PM.04.18/ dengan struktur program

Dalam melaksanakan VIII.2/497/2010 tanggal 22 Ma- pelatihan yang terdiri dari :


fungsi cegah tangkal, KKP ha- ret 2010 tentang Pembentukan Teori sebesar 11 JPL (27,5%),
rus aktif dan responsif terhadap Panitia Pelatihan Kekaranti- Penugasan sebesar 11 JPL

kejadian yang menjurus naan Kapal, telah diselengga- (27,5%) dan praktek di kelas /
kepada keadaan PHEIC. KKP rakan Pelatihan Kekarantinaan lapangan sebesar 18 JPL (45%).
sebagai UPT Kementerian Kese- Kapal pada tanggal 27 April s/ Adapun rincian dari

hatan yang berada di pintu d 01 Mei 2010 di Hotel Ria materi pelatihan ini adalah
masuk negara, harus mampu Diani, Bogor, Jawa Barat. sebagai berikut :

mengembangkan, mem- P e l a t i h a n t e r s e b u t 1. Materi Dasar

perkuat dan memelihara ka- d i m a k s u d k a n untuk Tugas pokok dan fungsi

pasitas untuk merespon secara mendapatkan persamaan Kantor Kesehatan

cepat dan efektif terhadap persepsi dan tindakan dalam Pelabuhan

risiko PHEIC, seperti yang ter- melaksanakan kekarantinaan Kebijakan dan Strategis

cantum pada lampiran 1 IHR kapal dengan profesional, Kementerian Kesehatan

2005. Berdasarkan hal tersebut, sebagai pelaksana cegah dalam Penerapan IHR 2005

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
46

Peraturan Perundang- Tanjung Priok Panjang, KKP Kelas II


undangan yang berkai- 3. D i r e k t u r Imunisasi & Jayapura, KKP Kelas III
tan dengan kekaranti- Karantina, Ditjen PP & PL, Bitung, KKP Kelas III
naan kapal Kementerian Kesehatan RI Tembilahan, KKP Kelas III
2. Materi Inti 4. Bagian HOH, Ditjen PP & PL Palu, KKP Kelas III Kupang,
Kapasitas inti IHR 2005 Kementerian Kesehatan RI KKP Kelas III Biak, KKP Kelas
dalam kekarantinaan 5. Sub Direktorat Karantina & III Sorong, KKP Kelas III
kapal Kesehatan Pelabuhan, Manokwari, KKP Kelas III
Penggunaan Alat Pelin- Ditjen PP & PL Kementerian Sampit, KKP Kelas III Banda
dung Diri dalam karan- Kesehatan RI Ac eh, KK P Kel as III
tina kapal 6. K a n t o r Kesehatan Lokseumawe, KKP Kelas III
Instrumen pengawasan Pelabuhan Kelas I Tanjung Bengkulu KKP Kelas III
kapal dalam karantina Priok Merauke, KKP Kelas III Poso,
Pemeriksaan dokumen KKP Kelas III Pulang Pisau,
kesehatan kapal dalam PESERTA KKP Kelas III Gorontalo, KKP
karantina Kriteria peserta pelatihan Kelas III Ternate dan KKP
3. Materi Penunjang yaitu : Kelas III Sabang
a. Building Learning Comit- 1. Pendidikan minimal Diplo-
ment (BLC) ma III Kesehatan MEKANISME PELATIHAN
b. Peran Administrator Pe- 2. Petugas lapangan yang Metode pelatihan
labuhan dalam biasa m e l a k u k a n yang di te ra pk an p ad a
kekarantinaan kapal pengawasan kedatangan p e l a t i h a n ini adalah
c. Rencana Tindak Lanjut kapal dalam karantina pembelajaran orang dewasa
dalam kekarantinaan 3. Usia peserta maksimal 40 ( A n d r a g o g i ) , dengan
kapal tahun mekanisme yang digunakan
Masing-masing materi 4. Jumlah peserta pelatihan dalam penyelenggaraan
pelatihan sesuai dengan Garis sebanyak 30 peserta, yakni pelatihan ini dilaksanakan
– Garis Besar Program Pelatihan berasal dari : KKP Kelas I Tg dengan cara :
kekarantinaan kapal. Priok, KKP Kelas II Kendari, 1. Ceramah
KKP Kelas II Tarakan, KKP 2. Curah pendapat
NARA SUMBER / FASILITATOR Kelas II Padang, KKP Kelas II 3. P e r m a i n a n - p e r m a i n a n
1. Pusdiklat Badan PPSDM Ambon, KKP Kelas II (Games)
Kementerian Kesehatan RI Manado, KKP Kelas II 4. Diskusi
2. Adpel Utama Pelabuhan Pontianak, KKP Kelas II 5. Demonstrasi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
47

6. Praktek dikelas semaksimal mungkin, para peserta


7. Praktek lapangan s ehi ngga pel aksanaan pelatihan
pelatihan dapat berjalan 4. Surat undangan nara
WAKTU DAN TEMPAT dengan optimal. sumber
Pelatihan kekarantinaan 1. Rapat Persiapan I (12 b. Mempersiapkan jadwal
kapal dilaksanakan di Hotel Maret 2010) pelatihan
Ria Diani Cibogo, Bogor, Jawa Rapat persiapan I di c. Mempersiapkan tempat
Barat dan Pelabuhan Tanjung lakukan dengan tujuan pelatihan
Priok, di mulai pada tanggal 27 untuk menyiapkan : d. M e m p e r s i a p k a n
April s/d 01 Mei 2010. a. SK Panitia Pelatihan sambutan dan laporan :
Kekarantinaan Kapal 1. S a m b u t a n
PEMBIAYAAN
b. Peserta Pelatihan pembukaan acara
Biaya pelaksanaan kegi-
c. Garis - Garis Besar pelatihan oleh Dirjen
atan pelatihan Kekarantinaan
Program Pembelajaran PP & PL
Kapal bagi petugas Kantor
d. N a r a Sumber / 2. Laporan ketua Panitia
Kesehatan Pelabuhan dibe-
fasilitator p a d a a c a r a
bankan kepada DIPA KKP Kelas
e. S y a r a t – syarat P e m b u k a a n
I Tanjung Priok Tahun Anggaran
pengakreditasian dan Pelatihan
2010.
sertifikasi pelatihan 3. D o a p a d a
Setelah rapat persiapan p e m b u k a a n
JALANNYA PENYELENGGARAAN
pertama, mulai dilakukan pelatihan
PELATIHAN
serangkaian kegiatan 4. S a m b u t a n pada
Di dalam melakukan pe-
yang menunjang acara Penutupan
nyelenggaraan pelatihan ke-
pelaksanaan pelatihan oleh Dirjen PP & PL
karantinaan kapal, terdiri dari
seperti : 5. Laporan Panitia pada
beberapa tahap kegiatan,
a. Mempersiapkan dan Penutupan Pelatihan
yaitu :
mengirimkan surat – 6. Doa pada penu-
A. Persiapan
surat : tupan pelatihan
Sebelum melaksanakan
1. Surat permoho-nan e. M e m p e r s i a p k a n
pelatihan, dilakukan rapat –
MOT susunan acara pada
rapat yang bertujuan agar
2. Surat permohonan pembukaan pelatihan
semua yang dibutuhkan
akreditasi dan dan penutupan
dalam pelaksanaan
sertifikasi Pelatihan pelatihan.
pelatihan dapat di siapkan
3. Surat Undangan bagi

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
48
f. Syarat – syarat pengakre- 2. Rapat Persiapan II (19 - 4 -10) 3). Doa pada pembukaan
ditasian dan sertifikasi Rapat persiapan II di lakukan pelatihan
pelatihan : bertujuan untuk menyiapkan 4). Sambutan Penutupan
1). Surat keterangan bah- dan mengevaluasi : Dirjen PP & PL
wa pelatihan terakre- a. Kehadiran peserta pelatih- 5). Laporan Panitia pada
ditasi an Penutupan Pelatihan
2). Kerangka Acuan b. Kehadiran dan materi na- 6). Doa pada penutupan
3). SK Panitia ra sumber pelatihan
4). Komponen Kurikulum : c. Pengakreditasian dan ser-
a) Kompetensi tifikasi pelatihan
b). Tujuan Pelatihan d. Surat permohonan sambu- B. Pelaksanaan
c). Struktur Program tan / arahan Dirjen PP & PL Rincian dari hasil penyele-

Pelatihan e. Surat undangan mengha- nggaraan pelatihan keka-

d) GBPP diri pelatihan rantinaan kapal sebagai

e). Evaluasi : f. Berkas pertanggungjawab- berikut :

Evaluasi peserta : pre an : 1. Jumlah peserta latih seba-

test dan post test 1). Kwitansi peserta, pani- nyak 30 (tiga puluh)

Evaluasi fasilitator / tia dan nara sumber peserta

nara sumber / fasilita- 2). Daftar Nominatif peser- 2. Nara sumber / fasilitator

tor ta, panitia dan nara telah memberikan materi

Evaluasi penye- sumber sesuai yang telah

lenggara pelatihan 3). Tanda terima peserta, direncanakan baik

g).Jadwal panitia dan nara menurut Garis-garis Besar

5). Komponen Peserta : sumber Proses Pembelajaran

a). Kriteria Peserta 4). Daftar hadir peserta, (GBPP) maupun sesuai

b). Jumlah peserta panitia dan nara jadwal pelatihan yang

6). Komponen fasilitator / sumber telah disusun.

nara sumber/fasilitator g. Alat tulis kantor dan Kit


Bersambung ke
7). Komponen penyele- pelatihan
Volume V Edisi 3
nggaraan pelatihan : h. Sambutan dan laporan :
g. Mempersiapkan alat tulis 1). Sambutan pembukaan
kantor dan Kit pelatihan Dirjen PP & PL
h. Mempersiapan kendaraan 2). Laporan Panitia pada
i. Mempersiapkan spanduk Pembukaan Pelatihan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
49
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

CUACA EKSTRIM ANEKA

By: Nyompu PERISTIWA

Terminologi ekstrim se- Nah, cuaca ekstrim ini apa akan sangat mudah terserang
ring dihubungkan dengan idio- h u b u n g a n n y a d e n g a n berbagai macam penyakit,
logi, seperti ekstrim kanan kesehatan ? karena penyakit terutama
maupun ekstrim kiri. Namun Semua mahluk hidup yang dapat ditularkan timbul-
akhir-akhir ini kita sering secara alami sudah memiliki nya sangat tergantung pada
mendengar maupun memba- k e m a m - p u a n u n t u k kesegaran jasmani seseorang.
ca istilah cuaca ekstrim, hal ini m e l a k u k a n a d a p - t a s i Virus, bakteri atau apapun na-
dihubungkan dengan peruba- terhadap lingkungannya yang manya akan sangat mudah
han cuaca yang terjadi secara setiap saat dapat berubah- berkembang di dalam tubuh
mendadak, semula cuaca uba. Bagaimana dengan orang yang staminanya se-
sangat cerah dan bahkan manusia (orang) ? dang lemah karena orang
cenderung sangat panas di Bagi orang yang sehat yang stamina sedang ter-
musim kemarau dalam waktu dan bugar badannya, pasti ganggu maka system keke-
yang sangat cepat tiba-tiba akan mampu beradaptasi balan tubuh akan berkurang
cuaca berubah menjadi dengan perubahan cuaca sehingga orang akan menjadi
mendung kemudian hujan yang ekstrim tersebut. Metabo- sangat rentan terhadap ber-
yang sangat lebat disertai petir lisme tubuh akan menyesuai- bagai macam penyakit. Be-
dan hembusan angin ken- kan diri dengan perubahan berapa penyakit yang perlu
cang. Sehingga wilayah yang cuaca tersebut, tentu saja un- diwaspadai yang biasanya
tadinya panas dan berdebu tuk dapat menyesuaikan diri muncul pada keadaan cuaca
dalam waktu singkat menjadi dengan perubahan cuaca ekstrim sepert influenza,
daerah yang becek dan seperti itu dibutuhkan stamina radang tenggorokan, diare,
bahkan banjir. Terlebih bebe- baik fisik maupun psikis yang tifus abdominalis dan lain-lain.
rapa tahun terakhir ini cuaca prima. Justru inilah persoa- Umumnya penyakit – penyakit
sudah tidak lagi manut sama lannya bagaimana menjaga tersebut mudah menyerang
yang namanya musim, pada tubuh tetap bugar untuk orang-orang yang rentan
musim kemarau bisa turun m en gha dapi perub aha n seperti orang yang pekerja
hujan yang lebat dan juga cuaca ini. Bagi orang yang keras yang kurang istirahat, ibu
sebaliknya. staminanya lemah maka dia -ibu hamil, orang yang usianya

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
50

8 jam sehari. Sering saking kalau waktu untuk istirahat saja


terlalu semangat sudah kurang alih-alih mau
menyelesaikan tugas- menyediakan waktu untuk
tugasnya orang sampai rekreasi dan olah raga. Ada
lupa istirahat, sehingga juga yang berpendapat kalau
daya tahan tubuhnya tidak menghisap rokok maka
menurun. ide-ide cemerlang tidak bisa
3. Sempatkan berolahraga keluar, sungguh pendapat
secara rutin minimal 3 kali yang sesat dan kabur.
sudah tua dan anak-anak teru- seminggu selama 30 menit. Siapapun yang memba-
tama yang kurang gizi. 4. Sedapat mungkin menghin- ca artikel ini mudah-mudahan
Bagaimana mencegah dari rokok dan alkohol menjadi bagian dari orang-

atau menghindari penyakit 5. Mengelola stress dengan orang yang menyayangi

akibat cuaca yang ekstrim? baik. Usahakan menyedia- dirinya sendiri, punya cukup

Pada prinsipnya, de- kan waktu rekreasi untuk waktu untuk istirahat, rekreasi,

ngan melakukan Perilaku mengendurkan pikiran-pi- olah raga dan lain-lain dalam

Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kiran dan bebas dari upaya untuk menjaga dan
kegiatan rutin sehari-hari. meningkatkan kesegaran fisik
sudah dapat menangkal
maupun psikisnya sehingga
berbagai macam penyakit 6. Menjaga kebersihan diri pri-
badi dan lingkungan. dapat berguna bagi keluarga,
apapun penyebabnya. Berikut
Negara dan bangsanya.
ini ada beberapa cara agar 7. Ikhlas menjalani hidup
Bangsa yang tangguh
badan tetap sehat dan segar sehari-hari.
dan prima hanya dapat
bugar menghadapi cuaca Beberapa cara menjaga
dibangun oleh masyarakatnya
yang tidak bersahabat terse- kebugaran tersebut di atas
yang sehat, segar dan selalu
but : hanyalah gampang
optimis menatap kehidupan,
1. Konsumsi makanan bergizi, diucapkan pada kenyataan-
OKE BRAVO.
empat sehat lima nya banyak yang tidak dapat
sempurna. Memelihara melaksanakanhal tersebut de-
badan tetap sehat dan ngan beragai macam alasan
bugar dibutuhkan seperti pekerjaan sudah batas
makanan yang cukup baik waktu sehingga harus disele-
jumlah maupun gizinya. saikan walaupun harus mengu-

2. Istirahat yang cukup,tidur 6- rangi waktu tidur bahkan ada


yang tidak tidur sama sekali,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
51
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2 ( April - Juni ) Tahun 2010

Dul naik becak RELAKSASI

Oleh : Hendra Kusumawardhana

Si Dul sudah lama mobil dari depan‖


merantau ke daerah Indonesia Si Tukang becak
T i m ur yang ti dak ada menyahut dengan
kendaraan angkutan ―becak‖ santainya : ―ah, . . tidak
sehingga pada saat mudik ke apa – apa mas, tidak
Surabaya, dia bernostalgia naik mungkin mereka berani
becak. Langsung dia nyetop nabrak becak, mereka
becak dan naik diatasnya kan tahu bahwa sopir
tanpa tawar menawar lagi becak itu tidak punya SIM‖
karena dia membawa uang Si Tukang becak
Si Dul hanya bisa
hasil siluman yang banyak menya hu t l agi dengan
tercengang, seraya minta
sekali. Pada saat Tukang becak tenang : ―iya sih mas, . .
turun dari becak. Saat sudah
mengayuh, dia tahu bahwa rembulan itu juga kelihatan
turun dari atas becak, dia
perjalannya salah jalur yakni dari sini tapi kalau mau
tanya ke Tukang becak :
lawan arus lalu lintas. kesana, orang tidak mau
―bayar berapa, pak‖?
Setengah berteriak si Dul dibayar 1 milyard‖
Si Tukang becak
bilang : ―pak, . . pak, ini salah Kembali si Dul termangu
menjawab : ―wah murah mas,
jalur, ini bisa bahaya ditabrak – mangu, terpaksa membayar
Cuma 50 ribu rupiah saja‖
uang 50 ribu, seraya pergi
Kembali si Dul
sambil tersenyum kecut.
tercengang :
―lho pak, jarak
dekat kok 50 ribu
rupiah, tempat
mulai saya naik
naik becak ini
tadi kan masih
kelihatan dari
sini‖

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010
52

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume V Edisi 2 Triwulan 2( April - Juni) Tahun 2010