Anda di halaman 1dari 20

Karakteristik dan fungsi pers, serta

Karakteristik dan bentuk media


Karakteristik Pers
1. Periodistitas
- Terbit berkala; harian, mingguan, bulanan
- Bila tidak, kemungkinan sedang mengalami masalah
politik, hukum, atau manajemen
2. Publisitas
- Menerpa khalayak heterogen: demografi maupun
psikografi
- Karena sifat khalayak maka bahasa yang dipakai
mengikuti kaidah bahasa jurnalistik: sederhana, lugas,
jelas.
2. Aktualitas
• Informasi mengandung unsur kebaruan: benar terjadi
atau sedang terjadi
• Actuality = kini dan keadaan sebenarnya
• 3 macam aktualitas:
1. Kalender: peristiwa terjadwal di kalender; masehi, khusus
akademik, pemerintahan, ormas, sosbud, pariwisata
2. Waktu: peristiwa yang baru, sedang, akan terjadi (news is
timely)
3. Masalah: peristiwa dilihat dari topik, sifat, dan dampak;
korupsi, HAM.
3. Universalitas
• Cakupan informasi yang diliput luas,
sumbernya dan isinya beranekaragam
• News, Views dan Advertismen
• Hanya dibatasi dengan adanya seleksi dan
fokus media yang dipakai
• Self-Censorship redaksi memilih untuk tidak
memberitakan peristiwa tertentu (Bourdieu-
Prancis)
4. Obyektifitas
• Nilai etika dan moral
• Dipercaya dan menarik perhatian pembaca
• Apa adanya
• Cover both sides
Fungsi Utama Pers
1. Informasi
• Menyampaikan informasi secepat dan selengkap
(5w+1h) mungkin
2. Edukasi
• Penyampaian informasi dalam kerangka mendidik
• Fungsi ini membedakan pers dengan lembaga sosial
lain
• Press is watcher, teacher and forum (Schramm
dalam Sumadiria:2005)
3. Koreksi dan kontrol sosial
– Fourth estate: legislatif, eksekutif, yudikatif, dan
pers
– Watchdog function
– Tapi pers bukan hukum atau polisi
4. Rekreasi
– Menjalankan fungsi menghibur
– Wahana rekreasi (escapism sphere)
5. Mediasi
– Penghubung masyarakat dari berbagai belahan
dunia, dalam waktu singkat dan bersamaan, global
village= perkampungan dunia (McLuhan)
– Pers is the extension of man (Understanding Media
oleh McLuhan)
6. Regeneratif
– Pers menyampaikan warisan sosial
– Peristiwa di masa lalu, sekarang dan prediksi yang
akan datang

7. Pengawal Hak-Hak Warganegara


– Pers dengan tanggungjawab sosialnya wajib
menjamin suara berbagai golongan untuk
diekspresikan
– Pemberitaan yang bottom-up ketimbang top-down
8. Swadaya
– Pers diharapkan memupuk kemampuannya sendiri
dalam bidang keuangan
– Untuk membebaskan diri dari tekanan dan
pengaruh siapa yang memberikan modal sebagai
balas jasa
– Ketundukan Ekonomi  Tunduk Politik
11. Ekonomi
– Melayani sistem ekonomi melalui iklan
– Salah satu kunci perkembangan ekonomi
Tipologi Pers
1. Pers berkualitas
• Pers yang memilih cara penyajian etis, moralis, dan
intelek
• Dikelola secara konseptual dan progesional
• Pola penyajian berita menghindari emosional
frontal dan bombastis.
2. Pers Populer
– Penyajian mengikuti selera jaman, cepat berubah,
sederhana, tegas, lugas, kayak warna, dan
kompromistis dengan tuntutan pasr.
– Pers ini senang memakai idiom yang populer di
masyarakat
– Sangat menekankan pada nilai komersial
– Materi berita umumnya ringan
– Dimaksudkan hanya memberikan hiburan
3. Pers Kuning
– Mengeksploitasi warna, biasanya front-page-nya
– Penataan atau layout tumpang tindih
– Bahasa jurnalistik tidak diperlukan
– Berita kadang kala tidak faktual: ilusi, bahkan
imajinasi
– Rumus: sex, conflict, crime (SCC)
– Sensasional dan meledak-ledak
Karakteristik dan Bentuk Media
• Karakteristik jurnalistik dipengaruhi oleh bentuk
media dimana jurnalistik tersebut dilakukan, antara
lain:
– Media Cetak
- Surat Kabar
- Majalah
– Media Elektronik
- Radio
- Televisi
- Internet
1. Jurnalistik Media Cetak
• Memberikan kerangka wacana
• Menyajikan informasi dalam bentuk tulisan
• Sangat tergantung dengan deadline dan headline
harian
• Memiliki banyak ruang untuk memberikan
interpretasi dan ulasan
• Materi dapat didokumentasi secara mudah
• Akses mudah, karena format yang handy
Beberapa sifat pemberitaan Radio:
• Auditif: memperhatikan karakter auditif suara penyiar
– Pemberitaan: tepat, langsung, dipahami (akurasi)
– Kapasitas suara: jernih, jelas, tidak bias
• Selintas
– Sekali dengar lalu menyimpulkan
– Penyampaian atau ralat pada kesalahan harus diulang-ulang
– Pendengar tidak konsisten
• Imajinatif
– Theater of mind = imajinasi virtual dalam pikiran
3. Jurnalistik Televisi
• Penyampaian berita dengan bahasa gambar (live shot)
• Kamera wartawan mewakili mata pemirsa
• Jurnalis TV berlomba mendapat siaran live suatu
peristiwa
• Menulis berita berdasarkan gambar yang diperoleh di
lapangan (write to video)
• Media kilas pandang-dengar
• Bahasa lugas, dan penyusunan gambar runut
• Karena imaji visual yang dramatik, rancu antara berita
dengan televisi on the show
• Mengaburkan orientasi informasi khalayak
2. Jurnalistik Radio
• Berita : adlib, dan spotnews
• Newsbite: sisipan rekaman dialog dari narasumber
• Newsbulletin: gabungan dari berbagai peristiwa
disiarkan dalam satu blok waktu
• Writing for ears: penyampaian singkat, bahasa lugas,
tegas, tidak ambigu
• Newsfeatures
• Pencarian informasi dapat melibatkan khalayak, contoh:
Suara Surabaya
4. Jurnalistik Online
• Dimulai dari adanya world wide web
• CERN, intitu riset di Jenewa, tahun 1991
• “All the news that’s bits we print” (semua berita
sekecil apapun dapat kami cetak) The Nando
Times, surat kabar online menandai motto baru
jurnalistik
• Contextualized journalism (Pavlik 2001):
mengintegrasikan penyajian multimedia,
komunikasi interaktif online, dan hyperlink
informasi lain.
• Menggabungkan fungsi internet dengan kegiatan
jurnalistik
• Mengkonversikan jurnalistik media cetakinternet,
substansi sama
• 6 perbedaan jurnalisme online dengan media
tradisional:
1. Kombinasi sejumlah media: audio, visual dan verbal
2. Kurangnya tirani penulis atas khalayak
3. Tidak seorangpun mengendalikan perhatian khalayak
4. Proses komunikasi berkesinambungan
5. Interaktifitas web: link situs berita yang terkait
6. Kecepatan yang sifatnya hampir bersamaan/menyeluruh
7. Informasi dapat bertahan lama di dalam situs