Anda di halaman 1dari 3

SOP Industrial Relation HRD

1. TUJUAN
Industrial Relations bertujuan untuk menyelesaikan setiap permasalahan
karyawan PT. ABCDE dengan pendekatan bipartit sehingga bisa tercapai
titik temu penyelesaiannya, tanpa harus melibatkan pihak ketiga (Instansi
Pemerintah).

2. CAKUPAN
Diterapkan untuk seluruh karyawan.

3. ISTILAH
Bipartit : Pendekatan secara internal antara karyawan dengan manajemen
sesuai dengan prioritas yang disarankan oleh pemerintah, dengan mengacu
kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

4. KEBIJAKAN
4.1 Dilakukan apabila terjadi masalah dengan karyawan PT. ABCDE.
4.2 Setiap penyelesaian masalah harus melalui bipartit forum.
4.3 Dalam rangka memberikan solusi yang saling menguntungkan.

5. REFERENSI
5.1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang
KetenagakerjaanUndang
5.2 Undang Nomor 02 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Hubungan
Industrial
5.3 Peraturan Perusahaan PT. ABCDE
6. TANGGUNG JAWAB:
6.1 Departemen Government and Industrial Relations

6.1.1 Melakukan evaluasi terhadap kronologis permasalahan terhadap


karyawan yang mempunyai masalah .
6.1.2 Melakukan konseling dan koordinasi internal dengan departemen
terkait lainnya.
6.1.3 Membuat rekomendasi penyelesaian permasalahan melalui bipartit
forum.

6.2 Departemen Terkait

6.2.1 Memberikan peringatan kepada karyawan yang melanggar ketentuan


perusahaan, baik lisan maupun tertulis.
6.2.2 Memberikan data dan kronologis permasalahan yang terjadi pada
karyawan yang bermasalah kepada HCM c.q. Departemen Government and
Industrial Relations.

6.3 Internal Audit


6.3.1 Menjadi pihak ketiga yang netral dalam hal adanya perselisihan antara
karyawan.
6.3.2 Memberikan pandangan atau pendapat terhadap permasalahan.
7. PROSEDUR:
7.1 Divisi Government dan Industrial Relations melakukan koordinasi
dengan departemen terkait untuk memberikan konseling terhadap karyawan
yang bermasalah.
7.2 Departemen terkait dari karyawan yang bermasalah tersebut dianjurkan
untuk memberikan surat peringatan baik teguran maupun tertulis kepada
karyawan yang melakukan kesalahan, sesuai dengan tingkat kesalahannya
maksimal 20 (dua puluh) hari setelah adanya koordinasi dengan Govt. & IR..
7.3 Setelah 6 (enam) bulan terhitung dari dikeluarkannya teguran maupun
peringatan tertulis, karyawan tetap melakukan kesalahan, maka Departemen
terkait memberikan rekomendasi penyelesaian lanjutan kepada Departemen
Government and Industrial Relations
7.4 Setelah ada rekomendasi dari departemen terkait maka Departemen
Government and Industrial Relations akan memanggil karyawan tersebut
untuk didengar kembali alasan-alasan dan sebab-sebab terjadinya
pelanggaran.
7.5 Govt. & IR juga akan meminta pendapat yang netral dari internal audit
mengenai permasalahan dari karyawan tersebut.
7.6 Tahap selanjutnya setelah di dengar penjelasan dari karyawan yang
bermasalah tersebut dengan mempertimbangkan pendapat dari internal audit,
divisi HCM akan memutuskan status karyawan tersebut untuk diberikan
kesempatan melakukan perbaikan atau diproses ke arah pengakhiran masa
kerja.
http://talenta-media.blogspot.com