Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PKN

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

IX.2 (KELOMPOK I)

AYU INDAH RAHAYU

ADINDA FAUZIAH RAMADHANI

YASMINE SAFIRAH NL

TABAYYUN PASSINRINGI

NURUL PUTRI AHSANI

MAYA REZKI ANNISYAH


TUJUAN DAN MANFAAT OTONOMI DAERAH

PEMBAHASAN

 A.         Pengertian Otonomi Daerah Dan Desentralisasi

Otonomi dalam makna sempit dapat diartikan mandiri, sedangkan daslam makna
yang lebih luas diartikan sebagai berdaya. Dengan demikian otonomi daerah berarti
kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai
kepentingan daerahnya sendiri. Jika daerah sudah mampu mencapai kondisi tersebut maka
daerah dapat dikatakan sudah berdaya untuk melakukan apa saja secara mandiri tanpa
intervensi dari luar.

Sedangkan desentralisasi merupakan pelimahan kewenangan dan tanggung jawab


dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Rondineli mendedfinisikan desentralisasi sebagai transfer tanggung jawwab dalam


perencanaan, manajemen, dan alokasi sumber-sumber dari pemerintah pusat dan agen-
agennya kepada unit kementrian pemerintah pusat, atau unit yang ada dibawah pemerintah.

M. Tuner dan d. Hulme berpandangan bahwa yan dimaksud dengan desentralisasi


adalah transfer kewenagan untuk menyelenggarakan beberapa pelayanan public dari
pemerintah pusat kepada agen yang lebih dekat kepada publik yang dilayani. Dalam hal ini
pemerintah pusat menempatkan kerenangan kepada level pemerintah yang lebih
rendahdalam wilayah hirarkis yang secara geogradfis lebih dekat dengan yang dilayani.

B.         Landasan Penyelenggaraan Otonomi Daerah

Terdapat beberapa alasan mengapa kebutuhan terhadap dilaksanakannya


desentralisasi diindonesia dirasa sangat mendesak, diantaranya :

1.      Kehidupan ekonomi yang terpusat di jakarta, sementara itu pembangunan di beberapa


wilayah lain dilalaikan.

2.      Pembagian kekayaan yang tidak adil dan merata. Daerah yang memiliki sumberdaya
alam yang melimpah tidak menerima perolehan dana yang patut dari pemerintah.

3.      Kesenjangan sosial antara suatu daerah dengan daerah yang lain sangat terasa.
Pembangunan fisik disuatu daerah sangat pesat sekali, namun disisi lain pembangunan
di daerah lain masih lamban bahkan terbengkalai.
C.         Tujuan Otonomi Daerah

Desentralisasi merupakan simbol adanya kepercayaan dari pemerintah pusat kepada


pemerintah daerah. Dalam konsep desentralisasi, peran pemerintah pusat adalah mengawasi,
memantau, dan mengevaluasi pelaksannaan otonomi daerah.

Tujuan yang hendak dicapai dengan diterapkannya otonomi daerah yaitu untuk
memperlancar pembangunan diseluruh pelosok tanah air secara merata tanpa ada
pertentangan, sehingga pembangunan daerah merupakan pembangunan nasional secara
menyeluruh.

Melalui otonomi diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan setiap
kegiatannya tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah diharapkan
mampu membuka peluang memajukan daerahnya dengan melakukan identifikasi sumber-
sumber pendspatan dan mampu menetapkan belanja daerah secara efisien, efektif, dan
wajar.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka konsep otonomi yang diterapkan adalah :

1.      Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintah pusat dalam hubungan


domestik kepada pemerintan daerah. Kecuali untuk bidang politik luar negeri,
pertahanan, keagamaan, serta bidang keuangan dan moneter. Dalam konteks ini,
pemerintah daerah terbagi atas dua ruang lingkup, yaitu daerah kabupaten dan kota, dan
propinsi.

2.      Penguatan peran dprd sebagai representasi  rakyat.

3.      Peningkatan efektifitas fungsi pelayanan melalui pembenahan organisasi dan institusi


yang dimiliki, serta lebih responsif terrhadap kebutuhan daerah.

4.      Peningkatan efisiensi administrasi keuangan daerah serta pengatuan yang lebih jelas
atas sumber-sumber pendapatan daerah. Pembagian pendapatan dari sumber penerimaan
yang berkaitan dengan kekayaan alam, pajak dan retribusi.

5.      Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah serta pemberian keleluasaan


kepada pemerintah daerah untuk menetapkan prioritas pembangunan serta optimalisasi
upaya  pemberdayaan masyarakat.

6.      Perimbangan keuangan antara pusat dengan daerah yang merupakan suatu system
pembiayayaan penyelenggaraan pemerintah yang mencakup  pembagian keuangan
antara pemerintah pusat dengan daerah serta pemerataan antar daerah secara
proposional.
Manfaat Otonomi Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

 Pengertian Umum Otonomi Daerah

Otonomi Daerah  adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Daerah Otonom  selanjutnya disebut Daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang
mempunyai batas daerah tertentu, yang berwenang mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembentukan Daerah adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai Daerah
Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.
Pemekaran Daerah adalah pemecahan Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten, dan
Daerah Kota menjadi lebih dari satu Daerah.
Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah adalah forum konsultasi Otonomi Daerah di
tingkat Pusat yang bertanggung jawab kepada Presiden.
Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara
sebagai suatu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan
melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya.
Tata Ruang  adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang, baik direncanakan
maupun tidak.
Prasarana dan Sarana Wilayah adalah kelengkapan dasar fisik wilayah yang
memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) adalah suatu wilayah dengan dengan
semua kota di dalamnya mempunyai hubungan hirarki yang terikat oleh sistem jaringan
jalan sebagai prasarana perhubungan darat, dan atau yang terkait oleh sistem jaringan
sungai atau perairan sebagai prasarana perhubungan air.
Geografis adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk permukaan, iklim,
penduduk, fauna, flora, dan potensi kegiatan ekonomi.
Aksesibilitas adalah keadaan atau ketersediaan hubungan dari satu tempat ke tempat
lainnya atau kemudahan seseorang atau kendaraan untuk bergerak dari suatu tempat
ke tempat lain dengan aman, nyaman, serta kecepatan yang wajar.
Sumber Daya Alam  adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya
alam hayati (nabati dan hewani) dan sumber daya alam non hayati.
Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat
maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan
keragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi
kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya
buatan.
Prasarana Transportasi adalah bangunan-bangunan yang diperlukan untuk
memberikan pelayanan atau jasanya bagi kebutuhan dasar penduduk yang terdiri atas
jalan, jembatan, pelabuhan, bandara.
Transportasi  adalah hal-hal yang berkaitan dengan pemindahan orang dan atau
barang dari suatu tempat ke tempat lain.
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal
atau lingkungan huhnian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.
Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung yang
berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/lingkungan hunian dan tempat kegiatan
yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.
-(Manfaat Otonomi Daerah)-

1. Pelaksanaan dapat dilakukan sesuai dengan kepentingan Masyarakat di Daerah


yang bersifat heterogen.
2. Memotong jalur birokrasi yang rumit serta prosedur yang sangat terstruktur dari
pemerintah pusat.
3. Perumusan kebijaksanaan dari pemerintah akan lebih realistik.
4. Desentralisasi akan mengakibatkan terjadinya "penetrasi" yang lebih baik dari
Pemerintah Pusat bagi Daerah-Daerah yang terpencil atau sangat jauh dari
pusat, di mana seringkali rencana pemerintah tidak dipahami oleh masyarakat
setempat atau dihambat oleh elite lokal, dan di mana dukungan terhadap
program pemerintah sangat terbatas.
5. Representasi yang lebih luas dari berbagai kelompok politik, etnis, keagamaan di
dalam perencanaan pembangunan yang kemudian dapat memperluas kesamaan
dalam mengalokasikan sumber daya dan investasi pemerintah.
6. Peluang bagi pemerintahan serta lembaga privat dan masyarakat di Daerah
untuk meningkatkan kapasitas teknis dan managerial.
7. Dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan di Pusat dengan tidak lagi pejabat
puncak di Pusat menjalankan tugas rutin karena hal itu dapat diserahkan kepada
pejabat Daerah.
8. Dapat menyediakan struktur di mana berbagai departemen di pusat dapat
dikoordinasi secara efektif bersama dengan pejabat Daerah dan sejumlah NGOs
di berbagai Daerah. Propinsi, Kabupaten, dan Kota dapat menyediakan basis
wilayah koordinasi bagi program pemerintah.
9. Struktur pemerintahan yang didesentralisasikan diperlukan guna melembagakan
partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi program.
10.Dapat meningkatkan pengawasan atas berbagai aktivitas yang dilakukan oleh
elite lokal, yang seringkali tidak simpatik dengan program pembangunan
nasional dan tidak sensitif terhadap kebutuhan kalangan miskin di pedesaan.
11.Administrasi pemerintahan menjadi mudah disesuaikan, inovatif, dan kreatif.
Kalau mereka berhasil maka dapat dicontoh oleh Daerah yang lainnya.
12.Memungkinkan pemimpin di Daerah menetapkan pelayanan dan fasilitas secara
efektif, mengintegrasikan daerah-daerah yang terisolasi, memonitor dan
melakukan evaluasi implementasi proyek pembangunan dengan lebih baik dari
pada yang dilakukan oleh pejabat di Pusat.
13.Memantapkan stabilitas politik dan kesatuan nasional dengan memberikan
peluang kepada berbagai kelompok masyarakat di Daerah untuk berpartisipasi
secara langsung dalam pembuatan kebijaksanaan, sehingga dengan demikian
akan meningkatkan kepentingan mereka di dalam memelihara system politik.
14.Meningkatkan penyediaan barang dan jasa di tingkat lokal dengan biaya yang
lebih rendah, karena hal itu tidak lagi menjadi beban pemerintah Pusat karena
sudah diserahkan kepada Daerah.