BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasional Tugas pokok guru adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik. Dalam pelaksanaan tugas di atas guru perlu dibimbing dan dilatih oleh supervisor/pengawas sekolah melalui kegiatan supervisi akademik dan pelatihan profesional guru. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dinyatakan ada enam dimensi kompetensi pengawas sekolah/madrasah, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan dimensi kompetensi sosial. Untuk mewujudkan keenam kompetensi tersebut telah dilakukan diklat penguatan

kompetensi pengawas sekolah khususnya kompetensi supervisi akademik melalui kegiatan pelatihan bagi pengawas sekolah. Penyelenggaraan pelatihan untuk penguatan kompetensi pengawas sekolah/madrasah dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPMP di mana struktur programnya berurutan in service learning 1 – on service learning - in service learning 2. OnService Learning, yaitu kegiatan implementasi Rencana Kepengawasan Akademik hasil inservice learning tahap 1 pada sekolah binaan. Kegiatan dilakukan melalui pembimbingan guru dalam mewujudkan pembelajaran model PAIKEM, penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teknik-teknis supervisi akademik yang tepat. Setelah mendapatkan bekal penguatan kepengawasan saat in service learning 1, maka penulis melakukan kegiatan on service learning/on the job learning selama satu bulan yang untuk memenuhi tugas-tugas tersebut maka laporan ini dibuat, meskipun sebenarnya dalam keadaan sehari-hari kegiatan tersebut merupakan salah satu tupoksi pengawas. B. Tujuan Tujuan On The Job Learning yaitu: 1. Memberikan kesempatan bagi pengawas untuk mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan supervisi manajerial, supervisi akademik dan pembimbingan PTK yang telah dituangkan dalam action plan.

2. Memberikan kesempatan kepada pengawas untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran melalui praktik supervisi akademik dengan paradigma, pendekatan dan teknik-teknik yang telah diperolehnya.
C. Ruang Lingkup Rencana Kepengawasan Akademik (Action Plan)

Ruang lingkup Rencana Kepengawasan akademik meliputi: 1. Pembimbingan supervisi manajerial yang diwujudkan dalam pembimbingan dalam mengisi instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sebagai titik tolak bimbingan manajerial selanjutnya.
2. Pembimbingan supervisi akademis yang difokuskan pada pembimbingan penyusunan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berpendekatan kontekstual sebagai bagian dari pembelajaran PAIKEM. 3. Pembimbingan profesi guru yang ditekankan pada pembimbingan Penelitian Tindakan Kelas untuk peningkatan dan perbaikan prestasi siswa. D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan on the job learning dilaksanakan dengan waktu dan jadwal sebagai berikut : YANG DIBIMBIN G MATERI BIMBINGA N

NO

WAKTU

TEMPA T

RESPON

KET

1.

23/9/20 10 s/d 30/9/20 10

Sekol ah binaa n

Kepala Sekolah

2.

23/9/20 10 s/d 18/10/2 010

Sekol ah binaa n

Guru

EDS dan 1. Kepala Sekolah Instrum mampu mengisi en EDS; Supervis 2. Kepala Sekolah i SI, SKL, memahami isi Standar EDS, Proses, 3. Kepala Sekolah Pengelol mampu aan dan menggunakan Penilaia hasil EDS sebagai n. sarana pendukung pembuatan RPS. Supervis 1. Guru mampu i menggunakan RPP Akadem sebagai panduan ik dalam

. PTK 2. melaksanakan PBM. Guru mampu menyusun proposal PTK. 3. 3. Guru mampu memahami fungsi PTK dalam menyempurnakan tupoksi seorang guru. Guru selalu termotivasi untuk menjadi seorang guru profesional di kelas. Guru semakin kreatif di kelas. 23/9/20 10 s/d 18/10/2 010 Sekol ah binaa n Guru Proposal 1. 3. Tempat pembimbingan adalah: SMK IPT Karang Panas.NO WAKTU TEMPA T YANG DIBIMBIN G MATERI BIMBINGA N RESPON KET 2. SMK N 2 dan SMK 9. 4. Guru mampu menciptakan PAIKEM saat melaksanakan PBM Guru mampu menciptakan inovasi pembelajaran di kelas.

redaksi operasional kontekstual kurang mendapat perhatian guru saat menyusun RPP. dari penelusuran RPP yang dibuat memang tidak ada rencana guru memanfaatkan sumbersumber belajar yang beragam. Apabila dilaksanakan penemuan konsep (inquiry) maka kelemahan utama guru ada pada pengelolaan waktu di samping anggapan guru bahwa metode eksperimen/coba-coba terlalu menyita waktu.BAB II PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING A. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PAIKEM Dari kunjungan supervisi awal pada kunjungan kelas nampak bahwa guru belum sepenuhnya memanfaatkan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. tanya jawab multi arah sudah dikembangkan meski terkadang pengaturan tempat duduk siswa tidak dikondisikan dari awal (di sini guru merasa kekurangan waktu untuk mengatur tempat duduk. Keterampilan guru dalam mengaitkan konsep yang akan dipelajari dengan konsep lama yang sudah dipelajari yang merupakan kemampuan prasyarat maupun kaitan dengan kehidupan sehari-hari sudah disadari guru secara umum. Dari pengamatan muncul fakta bahwa guru sudah secara sadar membawakan pembelajarannya menjadi interaktif. Temuan lain ialah hasil ulangan siswa belum diberi umpan balik selain nilai perolehan dan tindak lanjut penilaian yaitu remidiasi dan pengayaan belum direncanakan dengan matang di RPP. Keadaan ini rupanya disebabkan oleh perencanaan pembelajaran guru pada RPP pada langkah-langkah pembelajaran sangatlah kurang spesifik. konsep menjadi bias. siswa kurang terlatih untuk menyimpulkan konsep belajar berdasarkan data yang diperoleh selama proses pembelajaran. namun perwujudan keterampilan tersebut pada pembelajaran tidak fokus. Guru juga kurang mengeksplorasi siswa untuk mengembangkan keterampilan dalam spektrum luas. Hasil karya siswa sudah dihargai dengan dipajang di ruangan khusus. apalagi di SMK cenderung menerapkan kelas berjalan. Kegiatan memfasilitasi belajar seperti ini tidak terungkap dalam RPP yang dibuat guru. Permasalahan Kepengawasan Akademik di Lapangan 1. .

disampinmg mereka tidak difasilitasi untuk diseminasi kepada rekan sejawat. mereka merasa bahwa ilmu menulis karya ilmiah dari Perguruan Tinggi almamaternya tidak begitu memadai. Namun hal ini cukup menjadi motivasi bagi rekan guru lain untuk meminati PTK. Penerapan Teknik-teknik Supervisi Langkah awal penulis dalam melakukan supervisi adalah dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi terhadap kegiatan . merenung dan mengambil pelajaran dari permasalahan yang ia hadapi sendiri. B. Bimbingan dan Pelatihan yang Dilakukan 1. Pembinaan. Mereka juga kesulitan membedakan. mereka menganggap bahwa kegiatan PTK tidak mengubah apapun. Dari penelusuran lebih jauh. menghubungkan dan mengukur indicator variable atas masalah yang mereka teliti. meski mereka ingin sekali mempunyai kemampuan meneliti. Keterbatasan mereka membaca karya tulis ilmiah juga memperparah kondisi ini. Kemampuan Guru dalam Melaksanakan PTK. Hal lain yang menjadi temuan ialah kendurnya minat PTK pada guru yang akan memasuki/menjelang masa pensiun. namun kendala yang dihadapi ialah bahwa guru terlalu sibuk dengan masalah pembelajaran yang dihadapi hingga merasa tidak mempunyai waktu luang untuk mengendapkan. bolehlah diganti menurut kondisi kelas mereka. Ini terbukti bahwa ketika ditanya apa mereka punya masalah dengan kegiatan belajar mereka sendiri? Mereka menjawab: punya! Namun mereka tidak yakin atau tidak merasa mampu bahwa masalah tersebut dapat ditindak lanjuti dengan kegiatan PTK. pengalaman mengajar justru mengaburkan dan membuat mereka melupakan ilmu menulis karya ilmiah tersebut. Investigasi lapangan menunjukkan fakta bahwa sebenarnya para guru sangat tertarik dengan kegiatan PTK. Beberapa guru yang beruntung telah mendapat kemampuan menulis PTK melalui program pengabdian masyarakat dari Perguruan Tinggi. Dalam benak kebanyakan mereka adalah bahwa mereka akan menulis jika terpaksa dan pragmatisme akan dipakai yaitu dengan mengadaptasi PTK orang lain. mereka juga kesulitan mencari rujukan yang diperlukan untuk masalah yang mereka coba tulis.2. namun jumlah mereka sangat sedikit. Hal ini membuat penulis menarik kesimpulan bahwa mereka kesulitan menuangkan masalah mereka sendiri dalam bahasa ilmiah.

Berdasarkan hasil EDS maka dilakukan kunjungan kelas untuk melihat kejadian-kejadian yang ada difokuskan pada proses pelaksanaann pembelajaran di kelas misalnya: 1. Standar Proses. Pada langkah ini juga dilakukan pengamatan pra pertemuan terhadap kondisi pembelajaran umum dengan mengobservasi suasana umum pembelajaran. Dari pertemuan individual inilah umpan balik pengawas dan dukungan guru diharapkan dapat memperbaiki kinerja guru dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penilaian pengawas yaitu pengisian instrument Supervisi Akademik yang meliputi Standar Isi.Evaluasi Diri Sekolah dan program tindak lanjut. Apakah metodenya efektif? 5. 2. hasil analisis dan penilaian instrumen ditunjukkan pada guru yang seterusnya ditindak lanjuti dengan pertemuan individual. disamping karena amanat yang tertulis . Standar Pengelolaan dan Standar Penilaian. Apakah ia melibatkan kelas dalam proses? 3. Seberapa banyak ia menggunakan papan tulis? 4. Apakah guru secara konsisten mendominasi kelas sepanjang waktu? 2. Standar Kompetensi Lulusan. Seberapa banyak pembelajaran nyata terjadi di dalam kelas? Dari hasil pengamatan tadi pengawas melakukan analisis hasil pengamatan dengan membandingkan antara hasil pengamatan (instrument) dengan administrasi pembelajaran yang dimiliki/portofolio mulai dari silabus RPP daftar nilai. Dari berbagai varian PAIKEM maka dipilih pendekatan kontekstual yang akan dikembangkan karena lebih cocok bagi kondisi SMK. Apakah tayangan dalam alat bantu audio visual dan alat bantu pembelajaran lainnya relevan dengan materi ajar? 6. instrument penilaian diri dan sebagainya. Langkah langkahnya direncanakan sebagai berikut: a. Melakukan pertemuan klasikal guru untuk mengingatkan kembali pendekatan CTL pada pembelajaran matematika. yaitu keliling ruang-ruang kelas sembari melakukan Tanya jawab kecil dengan guru yang dijumpai. Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pengamatan terhadap dokumen administrasi guru dan pelaksanaan pembelajaran di kelas menunjukkan bahwa pendekatan PAIKEM sangat diperlukan agar pembelajaran lebih bermakna.

juga karena hasil supervise akademis menunjukkan bahwa guru memerlukan penguatan kemampuan pembelajaran berpendekatan CTL. 3. Membimbing guru untuk melakukan refleksi proses pembelajaran yang dilakukan. c. Pembimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran Pembimbingan PTK dilakukan dengan melakukan pertemuan klasikal guru Matematika yang materinya antara lain: 1) Cara membuat/menyusun judul PTK. BAB III . 2) Alasan pemilihan judul/latar belakang 3) Permasalahan 4) Cara penyelesaian masalah 5) Tujuan penelitian 6) Manfaat penelitian 7) Landasan teori. e. d. bab 2. b. bab 3 dan daftar pustaka. Membimbing guru melakukan analisis konteks.dalam Standar Isi. analisis kebutuhan media dan sumber belajar. Membimbing guru untuk menyusun RPP yang berpendekatan kontekstual. Dari hasil dan diskusi antar mereka maka mereka diberi waktu sem inggu untuk menyelesaikan pembuatan proposal PTK yang meliputi bab 1. Melakukan pengamatan dan penilaian proses pembelajaran berpendekatan CTL. kerangka berfikir dan hipotesis 8) Metodologi penelitian 9) Daftar pustaka Setelah bimbingan klasikal guru guru diminta membuat rambu-rambu penulisan PTK.

yang mestinya sudah harus berorientasi pada kegiatan .HASIL HASIL PEMBINAAN. intensifikasi pengendalian presensi kehadiran guru. staf sekolah dan siswa. Prestasi-prestasi siswa baik prestasi akademik maupun non akademik perlu ditingkatkan demikian juga prestasi guru. Hasil EDS di SMK IPT Karang Panas menunjukkan bahwa seluruh komponen Standar Nasional Pendidikan sudah terpenuhi. Penulisan RPP pada umumnya sudah memperhatikan aspek proses pembelajaran yakni Eksplorasi. modus pencapaian adalah 4. Ketiga rambu-rambu ini sebenarnya sudah menjadi syarat cukup bagi keberlangsungan CTL. penulisan kegiatan tetap masih berorientasi pada kegiatan guru. Namun pada investigasi yang lebih mendalam pelaksanaan proses pembelajaran berpendekatan kontekstual masih perlu ditingkatkan. BIMBINGAN DAN PELATIHAN A. B. sebab instrument EDS memungkinkan kita untuk melihat kelemahan dan kekuatan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. hal ini menunjukkan bahwa SMK IPT Karang Panas sudah memenuhi Standar Internasional. Elaborasi dan Konfirmasi. inti dan penutup. Hasil hasil Penerapan Teknik-teknik Supervisi Akademik. Pada beberapa guru. Pelaksanaan CTL harus dimulai dengan kegiatan yang menyengajakan kontekstual pada perencanannya. Hasil-hasil Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pelatihan PAIKEM difokuskan pada pembelajaran CTL memberikan hasil – berdasarkan masalah yang mengemuka– bahwa perbaikan pembelajaran harus dimulai dari penyusunan RPP yang bernuansa CTL. Hal lain yang dirasa perlu ditingkatkan adalah intensifikasi supervise/monitoring oleh Kepala Sekolah. Student oriented harus dinampakkan pada redaksi kegiatan awal. Hasil penerapan teknik supervisi akademik yang dilakukan dengan fokus pengisian instrumen EDS memberi dampak kesadaran pada Kepala Sekolah dan tim pengembang bahwa pengisian EDS dengan fakta yang benar dapat menjadi panduan Stake Holder sekolah untuk mengembangkan rencana kerja sekolah dengan realistis. karenanya guru-guru harus dapat menyusun RPP yang spesifikasi CTLnya nampak baik tersirat maupun tersirat. SMK IPT Karang Panas juga merasa perlu meningkatkan kualitas pemberdayaan sumber belajar dan sarana prasarana belajar. masalah kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bermula dari pengembangan rencana yang tidak spesifik.

. beberapa materi terjadi siklus EEK berulang tidak sempurna. rujukan yang mendukung sangatlah penting kita punyai.siswa. Kelemahan penulisan pada latar belakang masalah ialah terputusnya benang merah antara masalah/kondisi saat ini yang akan diubah dengan perlakuan/cara yang akan dicobakan. Ketrampilan menuangkan ide sangat rendah. Keterampilan ini tidak mungkin dikuasai dengan bekerja individual. namun hasil LKPS 14 tidak selalu menghasilkan proposal PTK yang utuh. namun dengan pertanyaan. guru harus mempunyai sarana sharing antar teman sejawat. C. Bahwa tidak semua masalah penelitian yang menarik bagi kita dapat diangkat menjadi PTK telah disadari guru dalam pembimbingan. Pembimbing kadangkala merasa sulit memberi komentar dan mengoreksi alur pemikiran ini. Perumusan masalah kadang kala tidak konsisten dengan latar belakang yang diuraikan sebelumnya. Peta konsep antar KD dan kaitan dengan kehidupan keseharian perlu di wujudkan dalam analisis. Pemahaman guru bahwa siklus dalam PTK harus melalui 4 siklus menjadi hilang karena perlakuan tiap siklus berbeda bergantung refleksi yang dilakukan. Hasil lain ialah adanya pemikiran bahwa lesson study dan PTK kelihatan dalam aktifitas sama tapi substansinya berbeda. Hasil-hasil Pembimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran Hasil-hasil pembimbingan PTK pada guru matematika SMK 2 dan SMK 9 telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Disamping penggunaan media dan sumber belajar yang beragam juga penting dituangkan dalam RPP. Elaborasi dan Konfirmasi (EEK) tidak mudah diurutkan. Namun keduanya diperlukan untuk menunjang profesi guru. Kesulitan lain pada penulisan RPP ialah scenario Eksplorasi. Kesadaran ini muncul dengan sendirinya pada pembimbingan kelompok setelah mereka melakukan sharing atas pengalaman pembelajaran yang terevaluasi. Motivasi penulisan meningkat. Guru mulai menyadari bahwa analisis konteks pada CTL adalah roh dari pembelajaran CTL. hasil lain dari pembimbingan ialah keterampilan membaca tulisan ilmiah dari para guru meningkat.pertanyaan pancingan akhirnya mereka menyadari kekurangan dan berusaha menyempurnakan tulisannya. ini terlihat dari aliran paragraph ke paragraf berikutnya terasa meloncat-loncat. namun kebanyakan mereka akhirnya memahami dan dapat menerima saran pembimbing.

.

B. untuk apa dan apa saja prosedur yang harus dilakukan.BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kepala sekolah dan Guru. Kinerja Kepengawasan dipetakan oleh PMPTK agar reward and punishment diterapkan. Kepala Sekolah dapat mengetahui dan melihat sekolah melalui delapan standar pendidikan yang menjadi regulasi pemerintah. Organisasi APSI perlu diberdayakan. mengapa penting dikerjakan. agar kendala apa yang terjadi di lapangan dapat dipecahkan bersama. Ini dirasa sangat membantu Kepala Sekolah dalam perencanaan profil sekolah ke depan. Rekomendasi Mengingat hasil-hasil diatas maka penulis sebagai peserta On the job Learning merekomendasikan agar Diklat-diklat semacam ini dipertajam. prosedur kepengurusan jelas. Ini hanya mungkin bila Karya ilmiah mereka mendapat pengesahan. Prinsip meritokratis diterapkan agar kesejahteraan pengawas berbanding dengan prestasinya. Rekomendasi lain ialah perlunya juklak agar PTK guru sebagai hasil pembimbingan Pengawas berhasil guna diakui angka kreditnya. apa kaitan dengan tugas-tugas kependidikan satu dan lainnya. Pada gilirannya semoga dapat meningkatkan prestasi siswa. Hubungan Guru dan Pengawas terasa sangat cair meski formalitas tetap terjaga. Di samping itu perlu dibentuk jaringan kerja Kepengawasan menurut tiap jenjang dan kelompok. Pembimbingan ini sangatlah operasional dan tidak ada peluanbg bagi kalimat yang menggantung. bagaimana cara mengerjakan. Hal lainnya sebagai akibat tidak langsung ialah bahwa dengan pengisian dan pengolahan EDS sangat membantu Kepala Sekolah dalam menilai dan merencanakan secara realistis kondisi sekolah masing-masing. . Di samping itu guru merasa jalinan kerja pengawas dalam pembimbingan Pembelajaran dan PTK dirasa sangat menyentuh akar masalah. penulis merasa mendapat tambahan pengetahuan tentang regulasi kepengawasan dan menjadi lebih menghayati apa yang harus dikerjakan. Dari ketiga paragraph tadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan On the job Learning ini sangatlah meningkatkan kinerja Pengawas. otoritas ilmiah para pembimbing jelas. Kesimpulan Kegiatan On The Job Learning yang merupakan praktek kerja tupoksi kepengawasan sangat efektif baik secara langsung maupun tidak langsung.

informasi atas apa yang harus dilakukan dengan karya ilmiah mereka jelas dan tidak ribet. Itu saja. .

7. 8. 11. Kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran. 15. 4. Alokasi waktu. Isi RPP 10. Sumber belajar. Standar kompetensi. 5. Format silabus dengan urutan: Identitas mata pelajaran. Materi ajar. Kompetensi dasar. FORMAT PENILAIAN PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Uraian S KS TS Format silabus 1. Indikator pencapaian kompetensi. Penilaian hasil belajar. 14. Indikator pencapaian kompetensi. Alokasi waktu. 6. Isi Silabus 2. Penilaian hasil belajar. 12. Metode pembelajaran. Keterkaitan antara KD dan SK Keterkaitan antara tujuan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara materi pencapaian kompetensi ajar dengan indikator Keterkaitan antara alokasi waktu dengan pencapaian KD dan beban belajar Keterkaitan antara metode pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara indikator pencapaian KD dengan KD . 16. Kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran. Materi ajar. 3. Keterkaitan antara KD dan SK Keterkaitan antara materi pokok dan KD Keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara indikator pencapaian dengan KD Keterkaitan antara penilaian dengan KD Keterkaitan antara alokasi waktu dengan pencapaian KD dan beban belajar Keterkaitan antara pembelajaran sumber belajar dengan materi Format RPP 9. 13. Format RPP dengan urutan: Standar kompetensi. Metode pembelajaran. Tujuan pembelajaran. Sumber belajar.No.

Keterkaitan antara instrumen penilaian dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian Keterkaitan antara sumber belajar dengan SK/KD dan indikator penncapaian kompetensi RPP dibuat dengan jabaran dari silabus. Keterangan: S KS TS : Sesuai : Kurang Sesuai : Tidak Sesuai LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. 18.17. 4. 5) sesuai dengan kriteria sebagai berikut. 3. 19. 2. 1 = sangat tidak baik 2 = tidak baik 3 = kurang baik 4 = baik .

15. 5. 4. 11. 10. Pendekatan/strategi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 C. 12. 6. 9. Pemanfaatan sumber belajar /media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . 2. 7. 3. 8. 14. 13.5 = sangat baik NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR I 1. PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 3 45 1 2 3 45 II A. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 B.

. 19.... atau kegiatan....... 20.. 22... Penilai. 17...... Penilai..... 16... 18. atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Dengan ini saya menyatakan bahwa penilaian yang saya lakukan sesuai dengan kondisi peserta yang sebenarnya.. ... PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. saya bersedia mempertanggungjawabkannya.. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 E. 24. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas.. dan apabila di kemudian hari ternyata pernyataan saya tidak benar. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. 21...... baik..... Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 F..NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR D.. . .

................................(............. ) NIP/NIK (............) NIP/NIK LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN ON THE JOB LEARNING DIKLAT SUPERVISI AKADEMIK / DIKLAT PENGUATAN KEMAMPUAN PENGAWAS SEKOLAH Oleh: Ahmad Abdul Syakur Pengawas SMK Kota Semarang ................

NIP.KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN ON THE JOB LEARNING DIKLAT PENGUATAN KEMAMPUAN PENGAWAS SEKOLAH TAHUN 2010 KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Mengetahui Kepala Sub Bagian Keuangan PPPPTK Matematika. S. 19660717 198602 1 001 Drs. Ahmad Abdul Syakur NIP.IP. Hari Suryanto. 196508011988031015 . Penulis Laporan.

Para Guru sekolah Binaan sebagai model dalam PAIKEM.. Kepala SMK IPT Karang Panas sebagai model dalam Pengisian Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Supervisi Manajerial. amin. Semarang.KATA PENGANTAR Puji syukur hanya pada Allah SWT yang atas rahmatNya penyusun akhirnya dapat menyelesaikan Laporan yang dalam proses penyusunannya melibatkan banyak energi dan banyak pihat terkait yang juga ikut bersusah payah melayani dan dilayani penyusun demi peningkatan profesi kependidikan. 4. 5. 2. Karenanya banyak terima kasih terucap kepada: 1. Kritik dan saran sangatlah kami harapkan dari pembaca sehubungan dengan banyaknya kekurangan pada Laporan ini. Pembuatan PTK serta Pelaksanaan Supervisi Akademis. meski penyusun masih tetap yakin meski sedikit. 3. 18 Oktober 2010 Ahmad Abdul Syakur . Semua pihak yang tidak mungkin disebut satu persatu yang membantu dalam penyelesaian laporan ini. Pimpinan dan staf PPPPTK Matematika Yogyakarta selaku Pelaksana Kegiatan yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Penguatan Pengawas Tahun 2010. ada juga manfaatnya bagi kita sekalian. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengikuti Pelatihan Penguatan Pengawas Tahun 2010.

...... Waktu dan Tempat Pelaksanaan...................................... Hasil – Hasil Penerapan Teknik – Teknik Supervisi Akademik............................ B................ Penerapan Teknik – Teknik Supervisi Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pembimbingan PTK untuk B.............................................. Ruang Lingkup Rencana Kepengawasan Akademik (Action Plan)............... Permasalahan Kepengawasan Akademik Di Lapangan..................................................... Peningkatan Pembelajaran BAB III HASIL – HASIL PEMBINAAN............................iv DAFTAR LAMPIRAN...............................DAFTAR ISI JUDUL ........................... A.............. A............ Akademik 2.......................... BIMBINGAN DAN PELATIHAN .....i LEMBAR PENGESAHAN...................................ii KATA PENGANTAR.............................................iii DAFTAR ISI.............. BAB I PENDAHULUAN....................................... Pembinaan......... 1..................................................................................................................................................... Rasional...... 3............................ Bimbingan Dan Pelatihan Yang Dilakukan....................................................... 1....................................... BAB II PELAKSANAAN PELATIHAN........... C...................................... D............. A........................................................................ Tujuan................................................... Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PAIKEM Kemampuan Guru dalam Melaksanakan PTK................................................................... 2.............................. .....

................................................ 10........... 5.............................. BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI..... Materi / Slide Pelatihan PTK...... DAFTAR LAMPIRAN 1................ 4............. Rekomendasi............B............. Proposal PTK yang disusun oleh guru yang dibimbingnya...... Materi Presentasi dalam Kegiatan in The Job Learning Tahap II ... 8............. A... Rekaman Pelaksanaan Supervisi Akademik ................................... C..... Kesimpulan.... Biodata Peserta Pelatihan 2.. 7.............. Materi / Slide Pelatihan Pembelajaran PAIKEM (CTL) 6.... B....... Rencana Kepengawasan Akademik/Action Plan............... Hasil – Hasil Pelatihan Pembelajaran PAIKEM.. Catatan Pembimbingan PTK............... Hasil – Hasil Permbimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran................. Jadwal Kegiatan On the Job Learning 3. Surat Keterangan Pelaksanaan Kegiatan On The Job Learning dari Guru / Kepala Sekolah Binaan............. 9..........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful