BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasional Tugas pokok guru adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik. Dalam pelaksanaan tugas di atas guru perlu dibimbing dan dilatih oleh supervisor/pengawas sekolah melalui kegiatan supervisi akademik dan pelatihan profesional guru. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dinyatakan ada enam dimensi kompetensi pengawas sekolah/madrasah, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan dimensi kompetensi sosial. Untuk mewujudkan keenam kompetensi tersebut telah dilakukan diklat penguatan

kompetensi pengawas sekolah khususnya kompetensi supervisi akademik melalui kegiatan pelatihan bagi pengawas sekolah. Penyelenggaraan pelatihan untuk penguatan kompetensi pengawas sekolah/madrasah dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPMP di mana struktur programnya berurutan in service learning 1 – on service learning - in service learning 2. OnService Learning, yaitu kegiatan implementasi Rencana Kepengawasan Akademik hasil inservice learning tahap 1 pada sekolah binaan. Kegiatan dilakukan melalui pembimbingan guru dalam mewujudkan pembelajaran model PAIKEM, penelitian tindakan kelas dengan menggunakan teknik-teknis supervisi akademik yang tepat. Setelah mendapatkan bekal penguatan kepengawasan saat in service learning 1, maka penulis melakukan kegiatan on service learning/on the job learning selama satu bulan yang untuk memenuhi tugas-tugas tersebut maka laporan ini dibuat, meskipun sebenarnya dalam keadaan sehari-hari kegiatan tersebut merupakan salah satu tupoksi pengawas. B. Tujuan Tujuan On The Job Learning yaitu: 1. Memberikan kesempatan bagi pengawas untuk mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan supervisi manajerial, supervisi akademik dan pembimbingan PTK yang telah dituangkan dalam action plan.

2. Memberikan kesempatan kepada pengawas untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran melalui praktik supervisi akademik dengan paradigma, pendekatan dan teknik-teknik yang telah diperolehnya.
C. Ruang Lingkup Rencana Kepengawasan Akademik (Action Plan)

Ruang lingkup Rencana Kepengawasan akademik meliputi: 1. Pembimbingan supervisi manajerial yang diwujudkan dalam pembimbingan dalam mengisi instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sebagai titik tolak bimbingan manajerial selanjutnya.
2. Pembimbingan supervisi akademis yang difokuskan pada pembimbingan penyusunan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berpendekatan kontekstual sebagai bagian dari pembelajaran PAIKEM. 3. Pembimbingan profesi guru yang ditekankan pada pembimbingan Penelitian Tindakan Kelas untuk peningkatan dan perbaikan prestasi siswa. D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan on the job learning dilaksanakan dengan waktu dan jadwal sebagai berikut : YANG DIBIMBIN G MATERI BIMBINGA N

NO

WAKTU

TEMPA T

RESPON

KET

1.

23/9/20 10 s/d 30/9/20 10

Sekol ah binaa n

Kepala Sekolah

2.

23/9/20 10 s/d 18/10/2 010

Sekol ah binaa n

Guru

EDS dan 1. Kepala Sekolah Instrum mampu mengisi en EDS; Supervis 2. Kepala Sekolah i SI, SKL, memahami isi Standar EDS, Proses, 3. Kepala Sekolah Pengelol mampu aan dan menggunakan Penilaia hasil EDS sebagai n. sarana pendukung pembuatan RPS. Supervis 1. Guru mampu i menggunakan RPP Akadem sebagai panduan ik dalam

3. Guru semakin kreatif di kelas. Tempat pembimbingan adalah: SMK IPT Karang Panas. melaksanakan PBM. Guru mampu memahami fungsi PTK dalam menyempurnakan tupoksi seorang guru. Guru mampu menciptakan PAIKEM saat melaksanakan PBM Guru mampu menciptakan inovasi pembelajaran di kelas. Guru selalu termotivasi untuk menjadi seorang guru profesional di kelas. . 3. PTK 2. 4. Guru mampu menyusun proposal PTK.NO WAKTU TEMPA T YANG DIBIMBIN G MATERI BIMBINGA N RESPON KET 2. 3. SMK N 2 dan SMK 9. 23/9/20 10 s/d 18/10/2 010 Sekol ah binaa n Guru Proposal 1.

dari penelusuran RPP yang dibuat memang tidak ada rencana guru memanfaatkan sumbersumber belajar yang beragam. Kegiatan memfasilitasi belajar seperti ini tidak terungkap dalam RPP yang dibuat guru. Temuan lain ialah hasil ulangan siswa belum diberi umpan balik selain nilai perolehan dan tindak lanjut penilaian yaitu remidiasi dan pengayaan belum direncanakan dengan matang di RPP.BAB II PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING A. siswa kurang terlatih untuk menyimpulkan konsep belajar berdasarkan data yang diperoleh selama proses pembelajaran. Keadaan ini rupanya disebabkan oleh perencanaan pembelajaran guru pada RPP pada langkah-langkah pembelajaran sangatlah kurang spesifik. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PAIKEM Dari kunjungan supervisi awal pada kunjungan kelas nampak bahwa guru belum sepenuhnya memanfaatkan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Guru juga kurang mengeksplorasi siswa untuk mengembangkan keterampilan dalam spektrum luas. Permasalahan Kepengawasan Akademik di Lapangan 1. Hasil karya siswa sudah dihargai dengan dipajang di ruangan khusus. konsep menjadi bias. . Apabila dilaksanakan penemuan konsep (inquiry) maka kelemahan utama guru ada pada pengelolaan waktu di samping anggapan guru bahwa metode eksperimen/coba-coba terlalu menyita waktu. Dari pengamatan muncul fakta bahwa guru sudah secara sadar membawakan pembelajarannya menjadi interaktif. Keterampilan guru dalam mengaitkan konsep yang akan dipelajari dengan konsep lama yang sudah dipelajari yang merupakan kemampuan prasyarat maupun kaitan dengan kehidupan sehari-hari sudah disadari guru secara umum. apalagi di SMK cenderung menerapkan kelas berjalan. redaksi operasional kontekstual kurang mendapat perhatian guru saat menyusun RPP. namun perwujudan keterampilan tersebut pada pembelajaran tidak fokus. tanya jawab multi arah sudah dikembangkan meski terkadang pengaturan tempat duduk siswa tidak dikondisikan dari awal (di sini guru merasa kekurangan waktu untuk mengatur tempat duduk.

Kemampuan Guru dalam Melaksanakan PTK. Dalam benak kebanyakan mereka adalah bahwa mereka akan menulis jika terpaksa dan pragmatisme akan dipakai yaitu dengan mengadaptasi PTK orang lain. mereka merasa bahwa ilmu menulis karya ilmiah dari Perguruan Tinggi almamaternya tidak begitu memadai. Pembinaan. Hal ini membuat penulis menarik kesimpulan bahwa mereka kesulitan menuangkan masalah mereka sendiri dalam bahasa ilmiah. B. Ini terbukti bahwa ketika ditanya apa mereka punya masalah dengan kegiatan belajar mereka sendiri? Mereka menjawab: punya! Namun mereka tidak yakin atau tidak merasa mampu bahwa masalah tersebut dapat ditindak lanjuti dengan kegiatan PTK. Dari penelusuran lebih jauh. disampinmg mereka tidak difasilitasi untuk diseminasi kepada rekan sejawat. meski mereka ingin sekali mempunyai kemampuan meneliti. Hal lain yang menjadi temuan ialah kendurnya minat PTK pada guru yang akan memasuki/menjelang masa pensiun. namun jumlah mereka sangat sedikit. mereka menganggap bahwa kegiatan PTK tidak mengubah apapun. Investigasi lapangan menunjukkan fakta bahwa sebenarnya para guru sangat tertarik dengan kegiatan PTK. Keterbatasan mereka membaca karya tulis ilmiah juga memperparah kondisi ini. Penerapan Teknik-teknik Supervisi Langkah awal penulis dalam melakukan supervisi adalah dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi terhadap kegiatan .2. namun kendala yang dihadapi ialah bahwa guru terlalu sibuk dengan masalah pembelajaran yang dihadapi hingga merasa tidak mempunyai waktu luang untuk mengendapkan. Beberapa guru yang beruntung telah mendapat kemampuan menulis PTK melalui program pengabdian masyarakat dari Perguruan Tinggi. pengalaman mengajar justru mengaburkan dan membuat mereka melupakan ilmu menulis karya ilmiah tersebut. mereka juga kesulitan mencari rujukan yang diperlukan untuk masalah yang mereka coba tulis. menghubungkan dan mengukur indicator variable atas masalah yang mereka teliti. merenung dan mengambil pelajaran dari permasalahan yang ia hadapi sendiri. Mereka juga kesulitan membedakan. Bimbingan dan Pelatihan yang Dilakukan 1. Namun hal ini cukup menjadi motivasi bagi rekan guru lain untuk meminati PTK. bolehlah diganti menurut kondisi kelas mereka.

Seberapa banyak ia menggunakan papan tulis? 4. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penilaian pengawas yaitu pengisian instrument Supervisi Akademik yang meliputi Standar Isi. Standar Pengelolaan dan Standar Penilaian. Apakah ia melibatkan kelas dalam proses? 3. instrument penilaian diri dan sebagainya. Seberapa banyak pembelajaran nyata terjadi di dalam kelas? Dari hasil pengamatan tadi pengawas melakukan analisis hasil pengamatan dengan membandingkan antara hasil pengamatan (instrument) dengan administrasi pembelajaran yang dimiliki/portofolio mulai dari silabus RPP daftar nilai. Standar Proses. Standar Kompetensi Lulusan. Dari pertemuan individual inilah umpan balik pengawas dan dukungan guru diharapkan dapat memperbaiki kinerja guru dalam pembelajaran. yaitu keliling ruang-ruang kelas sembari melakukan Tanya jawab kecil dengan guru yang dijumpai. Melakukan pertemuan klasikal guru untuk mengingatkan kembali pendekatan CTL pada pembelajaran matematika. hasil analisis dan penilaian instrumen ditunjukkan pada guru yang seterusnya ditindak lanjuti dengan pertemuan individual. Langkah langkahnya direncanakan sebagai berikut: a. disamping karena amanat yang tertulis . Apakah guru secara konsisten mendominasi kelas sepanjang waktu? 2. Pada langkah ini juga dilakukan pengamatan pra pertemuan terhadap kondisi pembelajaran umum dengan mengobservasi suasana umum pembelajaran. Apakah metodenya efektif? 5. Berdasarkan hasil EDS maka dilakukan kunjungan kelas untuk melihat kejadian-kejadian yang ada difokuskan pada proses pelaksanaann pembelajaran di kelas misalnya: 1. 2.Evaluasi Diri Sekolah dan program tindak lanjut. Apakah tayangan dalam alat bantu audio visual dan alat bantu pembelajaran lainnya relevan dengan materi ajar? 6. Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pengamatan terhadap dokumen administrasi guru dan pelaksanaan pembelajaran di kelas menunjukkan bahwa pendekatan PAIKEM sangat diperlukan agar pembelajaran lebih bermakna. Dari berbagai varian PAIKEM maka dipilih pendekatan kontekstual yang akan dikembangkan karena lebih cocok bagi kondisi SMK.

e.dalam Standar Isi. Melakukan pengamatan dan penilaian proses pembelajaran berpendekatan CTL. Membimbing guru untuk menyusun RPP yang berpendekatan kontekstual. d. Membimbing guru untuk melakukan refleksi proses pembelajaran yang dilakukan. Pembimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran Pembimbingan PTK dilakukan dengan melakukan pertemuan klasikal guru Matematika yang materinya antara lain: 1) Cara membuat/menyusun judul PTK. 2) Alasan pemilihan judul/latar belakang 3) Permasalahan 4) Cara penyelesaian masalah 5) Tujuan penelitian 6) Manfaat penelitian 7) Landasan teori. kerangka berfikir dan hipotesis 8) Metodologi penelitian 9) Daftar pustaka Setelah bimbingan klasikal guru guru diminta membuat rambu-rambu penulisan PTK. BAB III . Dari hasil dan diskusi antar mereka maka mereka diberi waktu sem inggu untuk menyelesaikan pembuatan proposal PTK yang meliputi bab 1. b. bab 3 dan daftar pustaka. juga karena hasil supervise akademis menunjukkan bahwa guru memerlukan penguatan kemampuan pembelajaran berpendekatan CTL. analisis kebutuhan media dan sumber belajar. bab 2. 3. Membimbing guru melakukan analisis konteks. c.

sebab instrument EDS memungkinkan kita untuk melihat kelemahan dan kekuatan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. B. Pelaksanaan CTL harus dimulai dengan kegiatan yang menyengajakan kontekstual pada perencanannya. Prestasi-prestasi siswa baik prestasi akademik maupun non akademik perlu ditingkatkan demikian juga prestasi guru. inti dan penutup. Ketiga rambu-rambu ini sebenarnya sudah menjadi syarat cukup bagi keberlangsungan CTL. karenanya guru-guru harus dapat menyusun RPP yang spesifikasi CTLnya nampak baik tersirat maupun tersirat. Pada beberapa guru. penulisan kegiatan tetap masih berorientasi pada kegiatan guru. hal ini menunjukkan bahwa SMK IPT Karang Panas sudah memenuhi Standar Internasional. Hasil penerapan teknik supervisi akademik yang dilakukan dengan fokus pengisian instrumen EDS memberi dampak kesadaran pada Kepala Sekolah dan tim pengembang bahwa pengisian EDS dengan fakta yang benar dapat menjadi panduan Stake Holder sekolah untuk mengembangkan rencana kerja sekolah dengan realistis. SMK IPT Karang Panas juga merasa perlu meningkatkan kualitas pemberdayaan sumber belajar dan sarana prasarana belajar. masalah kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bermula dari pengembangan rencana yang tidak spesifik. Elaborasi dan Konfirmasi. BIMBINGAN DAN PELATIHAN A. yang mestinya sudah harus berorientasi pada kegiatan . Student oriented harus dinampakkan pada redaksi kegiatan awal. Namun pada investigasi yang lebih mendalam pelaksanaan proses pembelajaran berpendekatan kontekstual masih perlu ditingkatkan. Hal lain yang dirasa perlu ditingkatkan adalah intensifikasi supervise/monitoring oleh Kepala Sekolah. Hasil-hasil Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pelatihan PAIKEM difokuskan pada pembelajaran CTL memberikan hasil – berdasarkan masalah yang mengemuka– bahwa perbaikan pembelajaran harus dimulai dari penyusunan RPP yang bernuansa CTL. modus pencapaian adalah 4. Hasil EDS di SMK IPT Karang Panas menunjukkan bahwa seluruh komponen Standar Nasional Pendidikan sudah terpenuhi. Hasil hasil Penerapan Teknik-teknik Supervisi Akademik. Penulisan RPP pada umumnya sudah memperhatikan aspek proses pembelajaran yakni Eksplorasi.HASIL HASIL PEMBINAAN. intensifikasi pengendalian presensi kehadiran guru. staf sekolah dan siswa.

ini terlihat dari aliran paragraph ke paragraf berikutnya terasa meloncat-loncat. Keterampilan ini tidak mungkin dikuasai dengan bekerja individual. Disamping penggunaan media dan sumber belajar yang beragam juga penting dituangkan dalam RPP. Guru mulai menyadari bahwa analisis konteks pada CTL adalah roh dari pembelajaran CTL. namun hasil LKPS 14 tidak selalu menghasilkan proposal PTK yang utuh. Elaborasi dan Konfirmasi (EEK) tidak mudah diurutkan. Hasil-hasil Pembimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran Hasil-hasil pembimbingan PTK pada guru matematika SMK 2 dan SMK 9 telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Hasil lain ialah adanya pemikiran bahwa lesson study dan PTK kelihatan dalam aktifitas sama tapi substansinya berbeda. hasil lain dari pembimbingan ialah keterampilan membaca tulisan ilmiah dari para guru meningkat. Kelemahan penulisan pada latar belakang masalah ialah terputusnya benang merah antara masalah/kondisi saat ini yang akan diubah dengan perlakuan/cara yang akan dicobakan. beberapa materi terjadi siklus EEK berulang tidak sempurna. Perumusan masalah kadang kala tidak konsisten dengan latar belakang yang diuraikan sebelumnya.siswa.pertanyaan pancingan akhirnya mereka menyadari kekurangan dan berusaha menyempurnakan tulisannya. Pemahaman guru bahwa siklus dalam PTK harus melalui 4 siklus menjadi hilang karena perlakuan tiap siklus berbeda bergantung refleksi yang dilakukan. Bahwa tidak semua masalah penelitian yang menarik bagi kita dapat diangkat menjadi PTK telah disadari guru dalam pembimbingan. namun dengan pertanyaan. namun kebanyakan mereka akhirnya memahami dan dapat menerima saran pembimbing. . Ketrampilan menuangkan ide sangat rendah. Pembimbing kadangkala merasa sulit memberi komentar dan mengoreksi alur pemikiran ini. Kesadaran ini muncul dengan sendirinya pada pembimbingan kelompok setelah mereka melakukan sharing atas pengalaman pembelajaran yang terevaluasi. rujukan yang mendukung sangatlah penting kita punyai. guru harus mempunyai sarana sharing antar teman sejawat. Kesulitan lain pada penulisan RPP ialah scenario Eksplorasi. Namun keduanya diperlukan untuk menunjang profesi guru. C. Peta konsep antar KD dan kaitan dengan kehidupan keseharian perlu di wujudkan dalam analisis. Motivasi penulisan meningkat.

.

Kepala Sekolah dapat mengetahui dan melihat sekolah melalui delapan standar pendidikan yang menjadi regulasi pemerintah. Kepala sekolah dan Guru. Ini hanya mungkin bila Karya ilmiah mereka mendapat pengesahan. otoritas ilmiah para pembimbing jelas. Di samping itu perlu dibentuk jaringan kerja Kepengawasan menurut tiap jenjang dan kelompok. penulis merasa mendapat tambahan pengetahuan tentang regulasi kepengawasan dan menjadi lebih menghayati apa yang harus dikerjakan. prosedur kepengurusan jelas. Ini dirasa sangat membantu Kepala Sekolah dalam perencanaan profil sekolah ke depan. bagaimana cara mengerjakan. Kesimpulan Kegiatan On The Job Learning yang merupakan praktek kerja tupoksi kepengawasan sangat efektif baik secara langsung maupun tidak langsung. Rekomendasi lain ialah perlunya juklak agar PTK guru sebagai hasil pembimbingan Pengawas berhasil guna diakui angka kreditnya. . Hal lainnya sebagai akibat tidak langsung ialah bahwa dengan pengisian dan pengolahan EDS sangat membantu Kepala Sekolah dalam menilai dan merencanakan secara realistis kondisi sekolah masing-masing. Hubungan Guru dan Pengawas terasa sangat cair meski formalitas tetap terjaga. Kinerja Kepengawasan dipetakan oleh PMPTK agar reward and punishment diterapkan. Pembimbingan ini sangatlah operasional dan tidak ada peluanbg bagi kalimat yang menggantung. Di samping itu guru merasa jalinan kerja pengawas dalam pembimbingan Pembelajaran dan PTK dirasa sangat menyentuh akar masalah. Pada gilirannya semoga dapat meningkatkan prestasi siswa. B. apa kaitan dengan tugas-tugas kependidikan satu dan lainnya. Rekomendasi Mengingat hasil-hasil diatas maka penulis sebagai peserta On the job Learning merekomendasikan agar Diklat-diklat semacam ini dipertajam. agar kendala apa yang terjadi di lapangan dapat dipecahkan bersama.BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Prinsip meritokratis diterapkan agar kesejahteraan pengawas berbanding dengan prestasinya. untuk apa dan apa saja prosedur yang harus dilakukan. Dari ketiga paragraph tadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan On the job Learning ini sangatlah meningkatkan kinerja Pengawas. mengapa penting dikerjakan. Organisasi APSI perlu diberdayakan.

Itu saja.informasi atas apa yang harus dilakukan dengan karya ilmiah mereka jelas dan tidak ribet. .

Isi RPP 10. Metode pembelajaran. Sumber belajar. Format silabus dengan urutan: Identitas mata pelajaran. Keterkaitan antara KD dan SK Keterkaitan antara materi pokok dan KD Keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara indikator pencapaian dengan KD Keterkaitan antara penilaian dengan KD Keterkaitan antara alokasi waktu dengan pencapaian KD dan beban belajar Keterkaitan antara pembelajaran sumber belajar dengan materi Format RPP 9. Indikator pencapaian kompetensi. 11. Tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran. 16.No. Alokasi waktu. 6. Standar kompetensi. Kegiatan pembelajaran. 4. 8. Kegiatan pembelajaran. Indikator pencapaian kompetensi. Penilaian hasil belajar. Keterkaitan antara KD dan SK Keterkaitan antara tujuan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara materi pencapaian kompetensi ajar dengan indikator Keterkaitan antara alokasi waktu dengan pencapaian KD dan beban belajar Keterkaitan antara metode pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dengan KD Keterkaitan antara indikator pencapaian KD dengan KD . Format RPP dengan urutan: Standar kompetensi. Materi ajar. Sumber belajar. 14. 12. Isi Silabus 2. Penilaian hasil belajar. 15. FORMAT PENILAIAN PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Uraian S KS TS Format silabus 1. Kompetensi dasar. 13. 7. Kompetensi dasar. 3. Materi ajar. Metode pembelajaran. Alokasi waktu. 5.

3.17. Keterkaitan antara instrumen penilaian dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian Keterkaitan antara sumber belajar dengan SK/KD dan indikator penncapaian kompetensi RPP dibuat dengan jabaran dari silabus. Keterangan: S KS TS : Sesuai : Kurang Sesuai : Tidak Sesuai LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. 4. 19. 1 = sangat tidak baik 2 = tidak baik 3 = kurang baik 4 = baik . 5) sesuai dengan kriteria sebagai berikut. 18. 2.

15. 5.5 = sangat baik NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR I 1. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 B. Pendekatan/strategi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 C. 4. 10. 7. 9. 14. 11. 8. 13. 2. 3. Pemanfaatan sumber belajar /media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 . PRAPEMBELAJARAN Memeriksa kesiapan siswa Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 3 45 1 2 3 45 II A. 6. 12.

24.. atau kegiatan. 18........ dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III 23. atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan Total Skor 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Dengan ini saya menyatakan bahwa penilaian yang saya lakukan sesuai dengan kondisi peserta yang sebenarnya. 19....... Penilai...NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI SKOR D. Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 E. 16.. .. PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. Penilai..... 20. 22. 21.. dan apabila di kemudian hari ternyata pernyataan saya tidak benar.. . saya bersedia mempertanggungjawabkannya.... . baik.. Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. 17......... Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 F.....

. ) NIP/NIK (......) NIP/NIK LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN ON THE JOB LEARNING DIKLAT SUPERVISI AKADEMIK / DIKLAT PENGUATAN KEMAMPUAN PENGAWAS SEKOLAH Oleh: Ahmad Abdul Syakur Pengawas SMK Kota Semarang ..................................(................................

196508011988031015 . S. Ahmad Abdul Syakur NIP.KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN ON THE JOB LEARNING DIKLAT PENGUATAN KEMAMPUAN PENGAWAS SEKOLAH TAHUN 2010 KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Mengetahui Kepala Sub Bagian Keuangan PPPPTK Matematika. Penulis Laporan. NIP. Hari Suryanto. 19660717 198602 1 001 Drs.IP.

Semarang. 18 Oktober 2010 Ahmad Abdul Syakur . Kepala SMK IPT Karang Panas sebagai model dalam Pengisian Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Supervisi Manajerial. 2. Pembuatan PTK serta Pelaksanaan Supervisi Akademis. Semua pihak yang tidak mungkin disebut satu persatu yang membantu dalam penyelesaian laporan ini.KATA PENGANTAR Puji syukur hanya pada Allah SWT yang atas rahmatNya penyusun akhirnya dapat menyelesaikan Laporan yang dalam proses penyusunannya melibatkan banyak energi dan banyak pihat terkait yang juga ikut bersusah payah melayani dan dilayani penyusun demi peningkatan profesi kependidikan. Kritik dan saran sangatlah kami harapkan dari pembaca sehubungan dengan banyaknya kekurangan pada Laporan ini. Para Guru sekolah Binaan sebagai model dalam PAIKEM. 5. 4. Pimpinan dan staf PPPPTK Matematika Yogyakarta selaku Pelaksana Kegiatan yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Penguatan Pengawas Tahun 2010. amin. Karenanya banyak terima kasih terucap kepada: 1. ada juga manfaatnya bagi kita sekalian. meski penyusun masih tetap yakin meski sedikit.. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengikuti Pelatihan Penguatan Pengawas Tahun 2010. 3.

............................ Rasional....................................................... Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PAIKEM Kemampuan Guru dalam Melaksanakan PTK............. 1......................................... C.. 2.......... A........................ BIMBINGAN DAN PELATIHAN . Ruang Lingkup Rencana Kepengawasan Akademik (Action Plan)..................................................................................... D... Peningkatan Pembelajaran BAB III HASIL – HASIL PEMBINAAN...................... Permasalahan Kepengawasan Akademik Di Lapangan................................ Pembinaan...............................ii KATA PENGANTAR.................. 1...................... Akademik 2................................................................. Bimbingan Dan Pelatihan Yang Dilakukan..........................DAFTAR ISI JUDUL ........................ BAB II PELAKSANAAN PELATIHAN......................................................................... A.......................................... . Hasil – Hasil Penerapan Teknik – Teknik Supervisi Akademik....................................................................... Waktu dan Tempat Pelaksanaan................ B....................... Penerapan Teknik – Teknik Supervisi Pelatihan Pembelajaran PAIKEM Pembimbingan PTK untuk B............................................................... 3............................................................................................. Tujuan............i LEMBAR PENGESAHAN............................... A.................. BAB I PENDAHULUAN.............................................................................iv DAFTAR LAMPIRAN.iii DAFTAR ISI............................

.. Hasil – Hasil Permbimbingan PTK untuk Peningkatan Pembelajaran...................... Rekaman Pelaksanaan Supervisi Akademik ..... 5. C... Materi / Slide Pelatihan Pembelajaran PAIKEM (CTL) 6....... BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI................................................ Rekomendasi...... Jadwal Kegiatan On the Job Learning 3................................. B..... 9................ A...................... Rencana Kepengawasan Akademik/Action Plan......................... Materi / Slide Pelatihan PTK............ Proposal PTK yang disusun oleh guru yang dibimbingnya. 8....................... DAFTAR LAMPIRAN 1....... Materi Presentasi dalam Kegiatan in The Job Learning Tahap II .... Kesimpulan............. 10................. 7.............. Hasil – Hasil Pelatihan Pembelajaran PAIKEM........B......... 4.. Biodata Peserta Pelatihan 2..... Catatan Pembimbingan PTK......... Surat Keterangan Pelaksanaan Kegiatan On The Job Learning dari Guru / Kepala Sekolah Binaan....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful