3.

Peserta wajib menyertakan pindaian (scan) kartu pelajar (untuk SMA), kartu tanda mahasiswa (untuk Mahasiswa), kartu tanda penduduk (untuk Umum) yang masih berlaku, dimuat di Lembar Pernyataan Originalitas naskah yang dikirimkan. C. Penulisan Esai 1. Judul bebas, sesuai tema kompetisi. 2. Format tulisan adalah esai, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 3. Naskah ditulis menggunakan MS Word 97±2004, disimpan menjadi file *.doc (bukan file *.docx). 4. Cara Penamaan file: ³Nama depan penulis-Judul Esai³, 5. Contoh: Rhesya-Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965.doc 6. Format dokumen naskah: a. Ukuran kertas: A4 b. Margin atas: 2 cm c. Margin bawah: 2,5 cm d. Margin kiri: 3 cm e. Margin kanan: 2 cm f. Huruf: Times New Roman; ukuran 12 poin; rata kiri-kanan (justify); spasi 1,5

7. Urutan halaman naskah (Lembar Judul, Naskah Esai, dan Lembar Biodata) adalah sebagai berikut: a. Lembar Judul, 1 (satu) halaman, memuat: i. Tema Posisi tulisan: Di bagian paling atas halaman Huruf (Font): Times New Roman, 12 poin, Bold Italic, Align Center Judul Esai Posisi tulisan: Beberapa spasi di bawah Subtema Huruf (Font): Times New Roman, 16 poin, Bold, Align Center Ringkasan Esai Satu paragraf rangkuman tulisan, memaparkan persoalan yang dibahas penulis dan gagasan yang ditawarkannya. Posisi tulisan : Beberapa spasi di bawah Judul Esai Huruf (Font) : Times New Roman; 12 poin; Regular; Spasi 1,5; Justify Lihat contoh (Lampiran 1: Contoh Lampiran).

ii.

iii.

b. Naskah Esai, 5000-7000 karakter. Jika ada: gambar penjelas dan catatan kaki, catatan akhir (end note), atau daftar pustaka. c. Lembar Pernyataan Orisinalitas Karya, 1 (satu) halaman, memuat: i. ii. iii. iv. v. vi. Judul Naskah Esai Nama Penulis/Peserta Tempat & Tanggal Lahir Pekerjaan Domisili (Alamat Surat) Alamat Email

Aspek yang dinilai (bobot penjurian): No.docx) dan. D. Aktual baru penulis atas persoalan yang dibahas Aktual: gagasan sesuai kekinian (ada fakta dan data) Esai selaras dengan dan tidak menyalahi Kesesuaian dengan tema atau subtema kompetisi yang 2. Argumentasi (mudah dirunut). Kreatif. Tuturan/Penulisan bertuturnya menunjukkan pemahaman penulis yang mendalam terhadap pokok bahasan.com Pada kolom subject email. Ponsel Pindaian (scan) kartu pelajar (untuk SMA). b. Portable document format (file *. relatif mudah dipahami.blogspot.doc. MS Word 97±2004 (file *.pdf). 30 November 2010. Tema/Subtema ditentukan. BOBOT 35% 10% 20% 35% Dongeng G 30 S . bukan *.esai@gmail. Kreatif: gagasan menunjukkan pemahaman 1. Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggat.pdf) dikirim sebagai lampiran (attachment) ke redaksi. ASPEK PENILAIAN URAIAN Orisinal: gagasan baru. Cara 3. Penjurian oleh Dewan Juri. Pengiriman Karya (Naskah) 1. 2. Batas akhir pengiriman naskah: Selasa. tidak dapat diganggu-gugat. Esai ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif. E. Naskah (format *. Seleksi Naskah dan Penjurian 1. tulis: ³Nama depan penulis-Judul Esai´. Daftar naskah dipampang di: http://kompetisiesai. Tahap penilaian terdiri dari: a. viii. 3.00 WIB. belum pernah dipublikasikan sebelumnya Gagasan: Orisinal. pukul 24. kartu tanda mahasiswa (untuk Mahasiswa). Naskah disimpan dalam dua format:a.b. 2. 30 November 2010. Alur berpikir penulisnya tertib dan jelas 4.com 4. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak.doc dan *. kartu tanda penduduk (untuk Umum) yang masih berlaku Lihat contoh (Lampiran 2: Contoh Lampiran).vii. Seleksi naskah oleh Panitia. contoh: "Rhesya-Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965" 3. Telepon.

ya hampir bersamaan. antek asing. kompleks. Sangat kompleks. Benang kusut pun kalah ruwet-nya. Adi dan Rudi dipersilakan masuk. Siapa takut. Indonesia nggak bisa maju.´ ³Ah. Kau Adi. Sukarno yang benar. ³Iya. Setelah memberitahu perihal kedatangan mereka. ³apa yang kalian perdebatkan itu (baca: G 30 S) tidak sesederhana yang kalian pikirkan. Hist.´ ³Soeharto. ³Begini. Pemaparan pun dimulai. ³Oke kalau begitu teruskan. Adi dan Rudi hampir bersamaan datang. Dan kesemuanya itu. jangan menyela saja. Histo lalu menemui mereka dan mengajak ke kamarnya. Makanya dia gulingkan Sukarno karena kalau ada Sukarno investasi asing nggak bisa masuk. Buktinya dia yang jadi presiden.´ pinta Rudi. Soeharto yang benar. orang yang terlibat. dia licik. melainkan akumulasi dari banyak peristiwa dan lain sebagainya yang jadi faktor pemicunya.´ jawab Histo. . Dia yang susah payah menyelamatkan Presiden Sukarno. ³Kok Soeharto? Untung ada Untung yang benar!´ bantah Rudi. Mereka berdua lalu mencari cara. Sukarno diktator. ³Nggak.30 sore di rumah Histo. Banyak kepentingan. ³Oke.´ balas Rudi. motif dan lain sebagainya yang ikut berperan di dalamnya. ³Sip.´ ³Soeharto. Soeharto licik. Kalau nggak dibunuh.´ ujar Adi.´ ³Kompleks bagaimana. Hist maksudnya?´ tanya Adi. titik!´ ³Sukarno!´ Adi dan Rudi yang sama-sama ngotot pun tak menemui kata sepakat. Untung yang benar. Mendatangi Histo ±teman sekelas yang jago sejarah± menjadi pilihan mereka untuk memecah kebuntuan.´ ³Sukarno. Jam 04.´ kata Histo perlahan. kalau tidak terjadi secara simultan. ntar sore jam lima kita ketemu di rumah Histo. Peristiwa G 30 S ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Kita lihat siapa yang benar di antara dua tokoh itu.³Untung ada Soeharto!´ ucap Adi suatu siang di lapangan sekolah. akhirnya. Peristiwanya sangat kompleks. sembari duduk di kursi sandarnya. Mereka berdua disambut pembantu rumah dengan ramah.

Dari luar. Para perwira menengah progresif ini umumnya bersahaja dari sisi ekonomi. Inggris takut kedua negara persemakmurannya itu "ketularan" komunis. Dua pilar selain Sukarno sejak lama saling bermusuhan. Salah satu ciri paling mencolok dari Demokrasi Terpimpin adalah adanya tiga pilar yang menopangnya. Biar kalian tidak makin bingung dibuatnya.´ Jeda sesaat. Poin-poin pentingnya yang saya tekankan. Penelusuran lebih jauh. tentu saja jawaban kian tidak komprehensif. belum pernah saya lakukan. kedua. Baik blok Barat maupun blok Timur. Tapi perlu kalian ingat sebelumnya. Sukarno. ³Baik. . saya akan teruskan. siapa yang bakal menggantikan Sukarno. Orang mereka ataupun orang lokal yang berafiliasi kepada mereka. Di pihak Barat. Barat dan Timur. Waktu itu dunia sedang terpolar pada dua kutub. cukup dingin. banyak pihak yang berkepentingan terhadap negeri kita. Spekulasi pun banyak bermunculan. Konsekuensinya. Sedangkan Inggris menaruh perhatian lebih kepada faktor regional di mana dua negara persemakmurannya. Soeharto masuk ke dalam golongan ini. Pertama. Selain perbedaan politik dua pilar di samping Sukarno tadi. Uni Soviet dan China menganggap penting mempertahankan Indonesia. semisal wawancara kepada orang yang paham atau para saksi hidup. Jangankan saya. para politisi dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Indonesia saat itu jadi kian gelisah. Sedangkan Histo mesti sempat kaget. Mereka bertanya-tanya. dan ketiga. Malaya dan Singapura. Perang Dingin. masing-masing pilar itupun tak bebas dari perpecahan di dalam. Maka itu ketika kabar sakitnya Sukarno kian banter. Histo melanjutkan lagi: Waktu itu Demokrasi Terpimpin sudah hampir lima tahun berjalan. Jadi jangan berharap saya bisa memberi jawaban komprehensif dan absolut kebenarannya. Di tubuh AD sendiri ada perpecahan antara mereka yang bergaya hidup glamor dengan mereka yang tidak ±umumnya mereka perwira menengah progresif. penjelasan yang saya sampaikan hanya berdasarkan fakta-fakta yang saya dapat dari bahan bacaan dan film-film yang pernah saya tonton. sebab Indonesia waktu itu sudah cenderung ke kiri. Kedua negara itu merasa sejalan dengan paham politik Presiden Sukarno. Meski termasuk perwira tinggi senior. Dari blok Timur. Hal itu makin menambah kekisruhan keadaan.Wajah Adi merah akibat omongan Rudi. keduanya rebutan pengaruh untuk mendapatkan simpati presiden. PKI. Di dalam negeri sendiri perpecahan tetap tak terelakkan. para ahli pun tidak ada yang bisa menemukan jawabannya secara komprehensif. berada tak jauh dari Indonesia. keduanya terus aktif menjaga kontak dengan orangorangnya yang ada di Indonesia. Dan karena G 30 S ini begitu rumit. Angkatan Darat (AD). penjelasan akan saya persingkat saja. Mereka berupaya keras menjaga Indonesia dari pengaruh kapitalisme Barat.´ ³Sejak kabar sakitnya Presiden Sukarno makin santer terdengar. Masing-masing mengklaim sebagai ³penjaga´ sah presiden. Dia lalu melanjutkan penjelasannya sembari menawarkan suguhan minuman dingin kepada kedua kawannya itu. Amerika (AS) sangat menaruh perhatian karena kekayaan sumber daya alam dan letak strategis negeri kita sangat penting bagi kepentingan politik luar negeri dan ekonominya. Apalagi saya yang hanya pelajar SMU.

.seru juga ya ternyata. tiga jenderal ± yakni Menteri/Panglima Angkatan Darat A. "our local army. Nama itu mereka ambil berdasarkan tanggal gerakan yang akan mereka lakukan. Yani.´ balas Histo sambil agak bercanda. Lubang Buaya yang ada di Lanud Halim adalah nama dropping zone. Dewan Jenderal yang mereka maksud adalah sebuah dewan yang terdiri dari jenderal-jenderal kontra revolusioner. Paling tidak bisa dilihat dari hierarki kepemimpinannya. Oke. dan Brigjen DI Pandjaitan± tewas di rumahnya masing-masing. Inggris dan lain sebagainya akan menggulingkan kekuasaan Sukarno. Di kemudian hari. ³Hmmm. berpangkat Letnan Kolonel. AURI dianggap mendukung gerakan itu. Gerakan yang dimaksud adalah gerakan menghadapkan para jenderal yang mereka duga kontra-revolusioner. Soeharto tidak termasuk ke dalam nama-nama jenderal yang bakal mereka culik. hal ini jadi tanda tanya besar salah satunya karena Soeharto termasuk dalam perwira senior AD. Satu jenderal paling senior. Soeharto cuma diam. hal itu sangat tak masuk akal. tempat untuk latihan terjun payung. berhasil luput dari penangkapan itu meski anak bungsunya tewas terkena peluru ." Para perwira progresif tadi pun mereka terus mematangkan rencana. dalam hubungan sama sakitnya Sukarno yang makin parah dan makin santernya isu Dewan Jenderal. yang dengan bantuan nekolim (neo kolonialisme) seperti AS. lanjutkan lagi. Lubang Buaya dikatakan merupakan zona milik AURI. Beberapa jam sebelum operasi berjalan (30/9/65). Mereka membentuk kelompok yang mereka namakan Gerakan 30 September (G 30 S). Hist!´ ujar Adi.Nah. Dua hal berbeda yang kebetulan sama nama. Mereka dibagi dalam tiga kelompok dan bergerak ke sasaran masing-masing. Kolonel Latief sempat memberitahu Soeharto di rumah sakit bahwa akan diadakan gerakan penculikan beberapa saat lagi. Jakarta Timur yang tak jauh dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. G 30 S bergerak dari markasnya di Desa Lubang Buaya. Untung. berpangkat Kolonel dan Soepardjo berpangkat Brigadir Jenderal.. Sedangkan wakilnya. staf di Kedubes Inggris di Jakarta. Dalam dokumen itu dikatakan mengenai rencana sebuah gerakan penggulingan Sukarno dengan bantuan. Dalam tubuh militer. Lubang Buaya yang dijadikan markas G 30 S sebenarnya berada di luar Lanud Halim Perdanakusuma. Mayjen MT Haryono. Angkatan Udara. Sewaktu Hari H. Untung dan Latief ini merupakan orang yang sangat dekat dengan Soeharto sejak masa revolusi fisik di Jogja. nama Desa Lubang Buaya ini mencoreng nama baik Angkatan Udara (AURI). ³Baik. untuk menyelamatkan presiden dari kudeta para jenderal di Dewan Jenderal.´ Histo melanjutkan lagi: Gerakan itu akhirnya mencapai mufakat: menghadapkan para jenderal kontra revolusioner ke presiden Sukarno pada 1 Oktober. dan sedikit Angkatan Laut serta Angkatan Kepolisian. ke hadapan Bung Karno. Dalam aksi G 30 S itu. Tapi itu minuman dan jajanannya sambil disantap lho. G 30 S terdiri dari perwira-perwira Angkatan Darat. AH Nasution. Pemimpin gerakan. Sebab. Empat target yang masih hidup lalu dibawa ke markas mereka dan dihabisi di sana. Alasan mereka. Padahal. Latief. Di kemudian hari. para perwira progresif tadi lalu berinisiatif mengambil tindakan. terlihat jelas kejanggalannya. A. ³Gerakan 30 September ini sendiri sangat "lucu". Isu Dewan Jenderal berawal dari ditemukannya Dokumen Gilchrist (Andrew Gilchrist).

Tak lama setelah itu Soeharto lalu ditetapkan sebagai Pejabat Presiden dan setahun kemudian dia menjadi presiden. Puncaknya terjadi ketika Soeharto ±yang sebelumnya mendudukkan Nasution ke kursi ketua MPRS sebagai upaya untuk menghilangkan saingan dalam menuju kursi RI 1± berhasil meng-impeach Sukarno. sebetulnya Supersemar hanya surat perintah . Jusuf. Perintah bunuh itu datang secara spontan. dan Bali. Soeharto beberapa kali melakukan insubordinasi ±sebuah tindakan pembangkangan dalam dunia militer. Terutama menyangkut legalitas pemerintahan Orde Baru pimpinan Soeharto. tindakan itu tidak bisa dibenarkan.pada 12 Maret. Soeharto menyusun gerakan untuk menghancurkan G 30 S. memberitahu bahwa komplotannya telah melakukan gerakan penyelamatan presiden. Pukul 07. yakni Presiden Sukarno selaku panglima tertinggi Angkatan Bersenjata). Dia menyeru agar di daerah-daerah segera dibentuk badan yang mendukung gerakan. Soeharto membubarkan PKI ±saingan terkuat AD. Dia mengumumkan beberapa nama -yang asal catutpenting yang mendukung gerakan itu selain juga mereformasi militer dengan menjadikan Letnan Kolonel sebagai pangkat tertinggi. dia tetap tak peduli. Meski Sukarno murka dan lalu mengeluarkan surat perintah 13 Maret untuk mengoreksi tindakan Soeharto. Supersemar menjadi masalah besar. Dia lalu membasmi PKI sampai ke akar-akarnya. Dari segi aturan. Pasukan itu merupakan batalyon-batalyon dari Kodam Diponegoro dan Brawijaya yang sebetulnya akan menghadiri upacara HUT TNI 5 Oktober. Di Merdeka Timur. Hingga siang hari.00 Letkol Untung melakukan siaran radio di RRI. manuver-manuver politiknya pun turut membuatnya kian kuat dan diperhitungkan dalam pentas perpolitikan nasional. terutama di Jawa Timur. Baik kedua pasukan itu maupun orang awam. Di kemudian hari. Pembunuhan terhadap para anggota dan mereka yang diduga PKI terjadi di berbagai daerah. DPRS dan MPRS dia isi dengan orang-orangnya. Dengan Supersemar yang berhasil dia dapatkan melalui perantara tiga jenderalnya (Mayjen Basuki Rachmat. Peran Soeharto kian tampak dibandingkan masa-masa sebelumnya yang hanya sebagai panglima Kostrad. Jawa Tengah. Mulai saat itu secara de facto Soeharto menjadi panglima Angkatan Darat.pasukan penculik. artinya tak direncanakan sejak semula. Orang-orang yang pro Sukarno dia singkirkan. Brigjen M. Dia tak patuh perintah atasan. Dia bukan saja berhasil menjinakkan pasukan-pasukan yang menjadi musuhnya. Pasukan G 30 S lalu menduduki Medan Merdeka Selatan dan Barat serta RRI. Soeharto juga terus menggerogoti kekuasaan presiden Sukarno. Soeharto lalu melakukan banyak tindakan politik. Pasukan yang mengepung lapangan Monas itu akhirnya berhasil dia jinakkan sore harinya tanpa satu peluru pun yang keluar. pasukan di sekitar lapangan Monas itu tetap tinggal diam menunggu perintah. Sebab. Mereka tidak tahu mana kawan mana lawan. semua dibuat bingung oleh keadaan. Soeharto lalu memerintahkan pasukan elit RPKAD menggempur markas G 30 S di Lubang Buaya. Sehari setelah keluarnya surat perintah itu. Melalui MPRS Soeharto meningkatkan status hukum Supersemar. Militer juga dia konsolidasikan dengan menaruh orang-orang yang pro kepadanya pada posisiposisi penting. di markas Kostrad. dan Brigjen Amir Machmud) itu. Momen menentukan kemudian dia dapatkan ketika dirinya berhasil memaksa Presiden Sukarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).

Yang ada hanya kopiannya saja. banyak orang yang selama 30 tahun dibungkam pun angkat bicara. Soeharto tetap penjahat kemanusiaan. Versi sejarah buatan Soeharto inilah yang hingga kini masih paling banyak diterima. Soeharto berhasil mencuci otak rakyat Indonesia. bukan surat penyerahan kekuasaan politik.´ sahut Rudi. Dia menjadi tahanan rumah yang mengenaskan hingga wafatnya pada 1970. Presiden Sukarno pun tak terkecuali. Penulisan sejarah dimonoversikan. Supersemar dinyatakan hilang. Propaganda bahwa PKI jahat terus disiarkan melalui film.begitu tho ceritanya. Selama tiga dasawarsa lebih berkuasa. Mereka yang menerima umumnya karena tidak tahu. ³Lepas dari terlibat atau tidaknya dia dalam G 30 S.pengamanan keadaan.´ ucap Adi. Tapi itu tidak Soeharto lakukan dan bahkan menyalahgunakan surat perintah itu jauh melampaui batas kewenangan. nasib orang-orang yang tak sejalan dengan dengan Soeharto menjadi nahas. peraturan perundangundangan dan lain sebagainya. Soeharto jahat. Banyak manipulasi di dalamnya dan itu dipaksakan jadi konsumsi masyarakat dari tingkat sekolah dasar hingga para pejabat.. Ketika Soeharto terguling oleh reformasi pada 1998. Soeharto wajib melaporkan tiap tindakan pengamanan yang diambilnya kepada Presiden Sukarno. Suatu keanehan yang hampir tak mungkin terjadi secara kebetulan tentunya. kudeta merangkak dan lain sebagainya. Lucunya. waktu Soeharto berkuasa. . ³Tuh kan.´ tutup Histo. Itu pun ada beragam versi. Pertanyaan demi pertanyaan mengenai keabsahan kekuasaan Soeharto pun terus mengalir deras. apa ku bilang. ³Ooo. Mereka dihukum tanpa melalui proses pengadilan terlebih dulu. Setelah menjadi presiden. Orang-orang PKI dan orang-orang yang dituduh PKI serta orang kiri lainnya dibuang ke Pulau Buru di samping banyak yang dibunuh.

perbandingan kalangan santri seperti Akhyar dengan orang komunis adalah 1:25. kepolisian. tapi tragedi itu tetap saja tak bisa sirna dari ingatan masa lalu yang kelam itu. Belakangan dia menyesalkan. Bahkan ada diantaranya tewas dalam peristiwa berdarah yang terjadi 42 tahun silam itu. salah seorang saksi mata Tragedi Kanigoro saat ditemui di MTs Negeri Kanigoro. PKI telah menguasai seluruh pelosok Kediri. 29 September 2007 10:36 WIB | Peristiwa | | Dibaca 4368 kali Kediri (ANTARA News) . "Saya dan beberapa teman langsung digelandang ke kantor kecamatan dan kantor polisi yang ada di Kras. saat peristiwa itu terjadi. Kecamatan Kras. "Saat itu ada sekitar 100 orang PII (Pelajar Islam Indonesia) dari seluruh daerah di Jawa Timur yang sedang mengikuti rapat bersama di Masjid At Taqwa usai salat subuh. tragedi yang terjadi pada 19 Januari 1965 masih terekam jelas dalam ingatannya. Ia menyebutkan." kata Akhyar yang saat itu bertugas mengamankan kegiatan tersebut. Jawa Timur. "Kami sudah berusaha mencoba melupakannya.Para pelaku sejarah tak bisa melupakan tragedi berdarah di Desa Kanigoro. yang terjadi pada tahun 1965." kata pria delapan anak dan tujuh cucu itu mengenang.Pelaku Sejarah Tak Bisa Lupakan Tragedi 1965 Sabtu. "Sedangkan saat Tragedi Kanigoro itu terjadi. pimpinan Suryadi yang langsung menyeruak ke dalam masjid membubarkan acara PII itu. Pria berusia 59 tahun yang sehari-sehari bekerja sebagai tenaga pesuruh di Madrasah Tsanawiyah Negeri tertua di Kediri itu menuturkan. Sabtu." katanya menuturkan. Akhyar mengaku lebih beruntung dibandingkan dengan rekan-rekannya yang mengalami penyiksaan hebat. bahkan pejabat pemerintahan." kata Akhyar. sudah barang tentu banyak jatuh korban jiwa di pihak kami. Ia dan beberapa panitia keamanan acara tersebut tak berdaya menghadapi aktivis dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) berpakaian hitam-hitam dengan jumlah mencapai 10. Kabupaten Kediri. Karena masih tetangga dekat dengan Suryadi. Di Desa Kanigoro sendiri.000 orang. Kalau saat itu kami melawan. memang PKI sedang giat-giatnya memberangus orangorang Masyumi. Tiba-tiba datang segerombolan orang berpakaian hitam-hitam menyerang mereka. Mereka ini melihat PII sebagai underbouw dari Masyumi. hasil penelitian yang dilakukan para mahasiswa dan ahli sejarah yang . dan tentara dikuasai oleh orang-orang dari partai pimpinan DN Aidit itu.

mengaburkan fakta terjadinya tragedi berdarah di Kanigoro itu. namun haknya sebagai warga negara diberangus." katanya kepada ANTARA News di tengah-tengah wawancara. Ia mengaku. sehingga sehari-hari kerjanya hanya membantu Sukani mencetak gorong-gorong di rumahnya di Desa Kanigoro. setelah meletus Gerakan 30 September 1965 atau G-30S/PKI. dan mayat mereka dimasukkan ke dalam sebuah tanah galian besar yang saat ini dikenal oleh warga masyarakat sekitar dengan sebutan Makam Parik. "Kami ini sebenarnya orang kecil yang tidak tahu apa-apa dengan peristiwa itu. Tidak hanya kerabat dan anggota keluarganya yang menjadi korban. "Tentu saya masih ingat peristiwa berdarah itu. termasuk Akhyar. Oleh sebab itu.com http://www. sebelumnya sempat menolak ketika diwawancarai mengenai tragedi itu. Sampai-sampai. Ia mengakui.(*) COPYRIGHT © 2007 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m." kata perempuan dengan pandangan menerawang mengingat peristiwa yang terjadi saat dia masih berusia 18 tahun itu.com/view/?i=1191036971&c=NAS&s= . Demikian dengan Moningah (60) yang juga masih teringat dengan peristiwa pembantaian 1965 di Desa Kanigoro. salah satu pengurus PKI di Desa Kanigoro itu. Desa Kanigoro dijadikan ajang pembantaian orang-orang PKI. "Mohon maaf kalau tadi saya sempat menolak. anak semata wayangnya tak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. para saksi hidup.antaranews.antaranews. lantaran di tengah kami berusaha melupakan peristiwa itu ada penelitian yang seakan-akan kami bersalah. telah kehilangan sejumlah kerabatnya dalam peristiwa berdarah yang terjadi dalam rentang September hingga Oktober 1965." kata istri Sukani (63). warga masyarakat Kediri berhasil melakukan serangan balik dengan melucuti para pengikut PKI.

mantan anggota GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia) Sumatra Barat yang gigih memperjuangkan emansipasi kaum wanita dan Anti Poligami. saat ini banyak bukti sejarah dan kajiannya mengerucut pada keterlibatan AD pimpinan Mayor Jenderal Soeharto yang didukung Amerika. Jawa Barat. Terbukanya kotak pandora itu menjadi refleksi yang dapat mengarah pada bola salju gerakan revolusioner rakyat untuk perubahan" Rapat di hari pertama dengan mengambil tempat di Aula Wisma Kinasih. Pembunuhan yang ditimpakan kepada PKI itu pula menjadi dalih pembunuhan jutaan simpatisan dan anggota PKI.00 WIB tanggal 8 Desember 2009. 10 Desember 2009 yang lalu. Juga Ibu Manismar. Inggris. Depok. Atas dasar itu. Cimanggis. dengan tema "Penggungkapan Kebenaran Peristiwa 1965 untuk Keadilan Bagi Korban" Ruth Indiah Rahayu. Pada Diskusi Publik Sesi Pertama. tampil sebagai nara sumber: Heru Atmodjo. penuntasan peristiwa pembunuhan massal 1965 merupakan kunci kotak pandora dari berbagai persoalan yang sedang kita hadapi. CIA. rangkaian acara Temu Nasional Korban 65 YPKP 65 dilanjutkan dengan Diskusi Publik bertempat di Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia Depok. dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Temu Nasional saudara Heru Suprapto pada pukul 20. Produk sejarah Orde Baru menyalahkan Partai Komunis Indonesia (PKI) atas peristiwa itu. peristiwa 1965 merupakan batas jaman dari arus maju kebangkitan nasional di bawah panji revolusi menuju kondisi negara bangsa yang terpuruk dalam berbagai dimensi dan level. yang bertindak selaku moderator. Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) telah menyelenggarakan diskusi publik sehari di Jakarta. dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembukaan. mantan perwira AURI tahun 1965. dan sekutunya. yang menjadi saksi mata dan telinga yang mengetahui detik-detik Tragedi Kemanusiaan 1965/1966. Beliau pernah ditahan pada masa PRRI/Permesta dan juga ketika tragedi 1965. Samsul Hilal seorang anggota DPRD dari Sumatera Utara yang ketika pada tahun 1965 mengetahui perjuangan rakyat Indonesia dalam semangat anti imperialisme dan kolonialisme. . memberikan pandangannya dengan mengatakan bahwa "Peristiwa 1965 diawali dengan pembunuhan para perwira Angkatan Darat (AD) pada 1 Oktober 1965.ICTJ in the News January 10. 2010 Negara Jangan Cuci Tangan atas Tragedi 1965 (Indonesian only) Kabar Indonesia By Yoseph Tugio Taher Dalam rangka Memperingati 61 tahun Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. seorang aktivis perempuan. Namun. Sedang di hari kedua 9 Desember 2009. Pembunuhan para perwira AD mengantarkan Soeharto berkuasa di puncak pemerintahan secara fasis. Lebih dari itu.

diusung oleh massa aksi Korban 65 YPKP 65 di depan Istana Merdeka RI. Mahasiswa dan Pemuda. Untuk menghindari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dimungkinkan sengaja akan menyusup dan mengacaukan jalannya aksi. rangkaian Temu Nasional Korban 65 yang diselenggarakan oleh YPKP 65 diisi dengan Aksi Solidaritas memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional. . dari Bukittinggi Sumatra Barat. Aksi ini dikawal oleh aparat polisi yang bekerja secara professional dan bersahabat sampai berakhirnya Aksi. karena Genosida (Pembunuhan massal) itu bersifat meluas. Petani Batang. seorang aktivis perjuangan kaum perempuan dan kini aktif di PRP (Perhimpunan Rakyat Pekerja). Wardaya dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Sesi berikutnya mendengarkan paparan dari Komnas Perempuan dan dosen ilmu politik dari Universitas Indonesia Depok Bapak Iwan Gandono. Jawa Tengah Ibu Nadiani S. untuk mengingatkan pemerintah bahwa selama ini Pemerintah cenderung kepada "cuci tangan" dan tidak ambil peduli dengan pembantaian massal 1965 dan derita para korban dan sanak keluarganya. UPC. Tragedi Kemanusiaan 1965/1966 adalah nyata-nyata Kejahatan Kemanusiaan. Jawa Tengah dan Rakyat Miskin. karenanya Pemerintah Indonesia tidak bisa begitu saja melupakan atau pun cuci tangan.Diskusi publik juga menghadirkan ibu Galuh Wandita dari ICTJ yang mengupas peluang perjuangan dalam konteks masa transisi dari kekuasaan otoritarian Suharto ke demokrasi. "Kami orang-orang yang sudah tua renta ingin kedamaian. 26/Tahun 2000. Kaum Buruh. Di hari ketiga 10 Desember 2009 pukul 10. Barang siapa yang bersalah harus dihukum. Diperkirakan 2000 massa aksi berkumpul dan menyuarakan tuntutan-tuntutannya. Jutaan manusia telah menjadi korban sia-sia. Sesi pertama ini ditutup dengan paparan sejarawan Baskara T. kemudian massa aksi Korban 65 YPKP 65 menuju ke istana RI di jalan Medan Merdeka Utara untuk bergabung dengan massa aksi yang dikoordinasikan oleh Aliansi NGO: Kontras. Setelah mengadakan Aksi di Bundaran Hotel Indonesia. harus segera digelar untuk mengadili para pelaku penjahat HAM. menurut amanat UU No.00. politik dan budaya para korban yang dirampas secara tidak sah. dipasanglah tali pembatas diluar aksi demontrasi. diantaranya lebih kurang 150 peserta Temu Nasional yang umumnya adalah mantan tahanan politik semasa rejim Suharto yang usianya di antara 60 tahun .. massal dan sistematis. Tidak ada impunitas. Ibu Veronica Sumini Martono dan Ibu Manismar. kami cinta damai tetapi lebih cinta keadilan dan kebenaran" demikian Bedjo Untung. Hukum harus ditegakkan. Diskusi Publik ini dipandu oleh mbak Iyut. Pengadilan HAM ad hoc. Pak Siswoyo dari Pati. Pulihkan kembali hak-hak ekonomi. Semuanya berjalan lancar. Pengabaian atas tindak pelanggaran HAM dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan Bedjo Untung Ketua YPKP 65 dalam orasinya mengatakan: "Pemerintah /Negara RI harus bertanggung jawab atas pembunuhan massal 1965/1966. Keluarga yang ditinggalkan harus menanggung stigmatisasi dan diskriminasi. pemusnahan secara sistematis terhadap kelompok orang. IKOHI.76 tahun dengan bersemangat berjalan berdemonstrasi di bawah spanduk berukuran 3 X 1 meter bertuliskan "Negara Jangan Cuci Tangan atas Tragedi 65".

Bapak Rahman dari Bandung. karena umumnya masih takut. Bapak Slamet dari perwakilan YPKP 65 Lampung Bapak Sanuar dari Sumatera Barat. Kompas dan Cameraman Lexy dari Off Stream (yang membuat film Shadow Play. hati ini merasa pilu dan trenyuh. berorasi dan demonstrasi menuntut keadilan kemanusiaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengakui HAM seperti yang tercakup dalam Tap MPR No. dibuang ke Nusakambangan. Melihat gambar-gambar yang dikirim kepadaku tersebut. Supardi dari Pati. Namun kemudian ditahan oleh rejim Suharto selama puluhan tahun di Samarinda tanpa alasan yang jelas dan tanpa melalui proses hukum. mengundang simpati para pengguna jalan.yang mengapit Ir. merasa keinginannya terkabul untuk meneriakkan kebenaran. Bung Amir Suripno dari Wonogiri Bapak Datuk Putih dari Sumatera Barat. keadaan ekonomi yang serba sulit menjadikan para mantan tapol lebih baik mencari makan untuk bertahan hidup. Kulihat dalam gambar wajah-wajah Bedjo Untung dan Kumpul Ginting dari Medan. Lagi pula. tidak berontak. berjalan dengan semangat membawa spanduk untuk menggugah hati dan pikiran pemerintah. Ibu Veronica Sumini Martono dari Tangerang serta Ibu Manismar dari Sumatera Barat serta Victor da Costa dari Kontras. Demikian berita yang kuterima dari Bedjo Untung. Aksi diliput oleh media elektronik/pers antara lain Indosiar. Metro TV dan TV One.XVII/MPR/1998. meski jarak jauh harus ditempuh untuk ke Jakarta. 3 hari 2 malam dengan menggunakan bus. Kulihat betapa tubuh-tubuh tua renta dengan jiwa yang masih penuh semangat berbicara. Muaz Korban 65 dari Pesisir Selatan Sumatra Barat. Bapak Haji Satar Baskara dari Gresik Jawa Timur. Bapak Samin dari Kepulaua Riau dan banyak lainnya lagi. Berhasil membangun jalan lintas Kalimantan di jaman pemerintahan Presiden Sukarno. dan trauma berat. Bung Yoyo dari Banyuwangi. Pesan yang disampaikan cukup mengena sasaran. yaitu fokus pada Tragedi Kemanusiaan 1965/1966 yang oleh pemerintah sengaja dilupakan. "Kita ini salah apa. Aparat militer masih menakut-nakuti dan tidak jarang sering memanggil mantan tapol mirip dengan interogasi.Aksi berlangsung tertib. konsekwen mempertahankan NKRI. Kitalah yang harus berjuang". kita ini yang paling konsekwen membela UUD 1945 dan Pancasila. Jawa Tengah). Pemerintah tidak pernah memikirkan kita. Ibu Nadiani dari Bukittinggi. Pak Kris yang berjenggot panjang dari Sumatera Barat. yang menceritakan sekitar "diskusi publik dan demonstrasi menyambut Hari Peringatan HAM Se dunia" pada 10 Desember 09 yang lalu dengan disertai gambar-gambar (foto) yang memperlihatkan bagaimana bapak/ibu yang telah lansia dan jompo dan tubuh yang rapuh disebabkan derita paksaan yang ditimpakan oleh rezim Orba/Suharo atas mereka. penggalian kuburan massal di Wonosobo. kenapa harus ditahan. dan tanpa disadari sesuatu menggenang di pelupuk mata. Sasmaya. Pulau Buru tanpa melalui proses hukum? Di mana keadilan?" . menyatakan bahwa "Sangat sulit untuk mencari kader penerus di jajaran Korban 65. Bapak Susiswo Ketua YPKP 65 Cabang Tegal dalam menyampaikan laporan kerjanya. Bapak A. dalam kapasitasnya sebagai seorang insinyur yang menamatkan sekolahnya di ITB kemudian melanjutkan ke Australia. Ketua YPKP 1965 di Jakarta.

ibarat belum kering airmata kini datang malapetaka tragedi 1965. seperti ayam-ayam yang sudah dikandangkan untuk disembelih? Kenanganku jauh mengelana kemasa lalu. Namun. sedikit berbeda dengan Suharto. yang menggunakan taktik "bedil dan bayonet. Kembali mataku menatap gambar foto wajah-wajah tua itu. Kami diburu. hatiku berkata dan bertanya: Semua bapak/ibu dalam gambar itu masih bisa melihat dan menikmati hari akhir diktator Suharto dan bisa menilai bagaimana dengan rezim sekarang yang nampaknya hampit tak berbeda. yang selama 32 tahun mendapat didikannya. ke akhir tahun 1965. korban tragedi kemanusiaan 1965 dari Bukittinggi. dikejar. yang berjuang demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. "Negara Jangan Cuci Tangan atas Tragedi 1965" originally appeared in Kabar Indonesia. Ingat. perjuangan kita masih panjang.html Tentang Tragedi 1965 y y Lihat What links here Tahun 2005 merupakan tahun peringatan 40 tahun salah satu lembaran paling hitam dalam sejarah Indonesia.ictj. Untuk inilah. Dalam .Sedang Ibu Nadiani. membacakan puisinya. menyatakan. Sumatera Barat. Tidak mungkin perjuangan akan mencapai hasil maksimal apabila di antara kita terjadi saling perpecahan. Karena itu YPKP 65 harus proaktif memfasilitasi adanya persatuan di antara Korban dan menggalang front persatuan rakyat Indonesia ". ditahan bertahun-tahun hingga banyak yang meninggal karena sakit dan kurang makan bahkan diambil malam hari dari tempat tahanan hanya untuk dibunuh. Inikah Pancasila? Di manakah peradaban?" A Rahman sebagai anggota Dewan Pembina YPKP 65 dalam kesempatan bicaranya. yakni Tragedi 1965.. tangkap dan tahan dulu. mantan seorang guru. menggunakan cara-cara halus dan licik dan lemah lembut dengan ucapan-ucapan manis namun penuh racun yang mematikan. "Kami putra putri Sumatera Barat. "Saya sungguh merasa prihatin kalau sesama Korban 65 terjadi fragmentasi. masih banyak duduk dalam Pemerintahan.org/en/news/coverage/article/3376. http://www. para Korban 65 dan semua organisasinya mesti waspada dan bersatu agar bisa mencapai hasil yang maksimal. saling gontok-gontokan. di tempat di mana aku lahir dan dibesarkan. disiksa.. alasan cari belakangan". bagaimana dengan mereka yang bahkan tak sempat melihat dunia ini karena kekejaman dan kebiadaban fasis Suharto? Bagaimana dengan mereka yang dibantai tanpa proses hukum. namun orang-orang yang berjiwa Orba dan pengikut fasis Suharto. dibunuh. Karena kendatipun Suharto dan Orba sudah tumbang. maka pihak elit politik dan pemerintahan yang masih berpikiran dan berkiblatkan Orba/Suharto. ditahan. yang menjadi Korban keganasan PRRI/PERMESTA. Hal ini memang ada benarnya. Namun. Pikiranku menerawang.

Misalnya saja. Tanpa kepemimpinannya (dan orangorang dekatnya) negeri ini akan terus-menerus berada di bawah rong-rongan kaum komunis yang licik. 277282). 1. Ketiganya adalah: (a) operasi militer Letkol Untung dkk.tragedi itu ada tujuh orang perwira tinggi Angkatan Darat ditangkap dan dibunuh sebagai akibat operasi militer yang diadakan oleh Letkol Untung dan kawan-kawan. Begitu kejamnya orang-orang PKI itu sehingga enam orang Jendral plus seorang Kapten telah menjadi korban. Sekelompok perempuan yang tergabung dalam organisasi Gerwani bahkan memotong alat-alat vital para Jendral itu sambil menari-nari di tengah orgi yang disebut ³pesta harum bunga´. Selanjutnya ada ratusan ribu rakyat Indonesia yang kemudian dalam tempo beberapa bulan tewas dibantai oleh sesama warga negara. dengan jalan menyayat-nyayat tubuh para Jendral. kalau diteliti lebih lanjut akan muncul sejumlah ³misteri´ yang belum terjawab. Dalam pledoinya. 157-158. seorang Jenderal berhasil lolos dari upaya itu. atau ke Presiden Sukarno sebagai Panglima Tertinggi? Padahal ia tahu bahwa operasi militer itu adalah operasi . selama beberapa dekade berikut. (c) produksi ingatan atas tragedi tersebut. Angkatan Darat sendiri sejak Pemilu 1955 telah sengit berlawawan dengan PKI antara lain karena kemenangan PKI dan kekalahan IPKI dalam pemilu tersebut. [Dalam salah satu operasi penangkapan. [IPKI /Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia adalah partai politik yang dipelopori oleh Angkatan Darat]. Mata dari sebagian korban juga dicungkil dengan alat khusus. Lebih lanjut. Pertanyaanya. siapapun yang telah berhasil ³menyelamatkan´ negara dan bangsa ini dari kaum komunis dengan jalan memimpin operasi pembantaian dan pemenjaraan massal atas mereka ³berhak´ menjadi pemimpin tertinggi Republik Indonesia. yakni Letkol Untung. Oleh karena itu dalam berbicara mengenai Tragedi µ65 kita perlu memerinci dan menyoroti tiga unsur penting yang tampaknya tak terpisahkan namun sebenarnya berbeda. Kolonel Abdul Latief mengatakan bahwa sebelum dilaksana-kannya operasi militer itu ia telah melapor ke Pangkostrad Mayor Jendral Soeharto (Latief: 2000. PKI adalah organisasi sipil. khususnya TNI-Angkatan Darat? Perlu diingat. Lepas dari apakah setuju atau tidak dengan narasi tersebut. Juga. mengapa Mayjen Soeharto tidak melaporkan rencana operasi militer itu ke atasannya. maka sudah selayaknya bahwa ratusan ribu anggota PKI di manapun mereka berada dibunuh secara beramairamai. tetapi mengapa tokoh-tokoh kunci dalam Gerakan Tigapuluh September (G30S) itu. pantas kalau istilah yang dipakai adalah istilah ³Gestapu´ (Gerakan September Tigapuluh). yakni Jendral Ahmad Yani sebagai Panglima Angkatan Darat. ingatan akan Tragedi µ65 terus diproduksi dan dikemas sedemikian rupa hingga menjadi alat efektif untuk melayani berbagai macam kepentingan kelompok. Pantas pula peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 itu disebut ³G30S/PKI´ dengan tekanan pada ³PKI´-nya karena PKI merupakan pelaku utama.] Kekeja-man PKI berlanjut di Lubang Buaya. Selanjutnya. Operasi militer Letkol Untung dkk Ketika orang berbicara mengenai peristiwa G30S tahun 1965 biasanya narasi yang berlaku adalah sebagai berikut. PKI telah melancarkan kudeta dengan jalan membunuh tokoh-tokoh tertinggi militer Indonesia di Jakarta. PKI juga layak ditumpas karena sebelumnya mereka telah dua kali memberontak (tahun 1926/27 dan 1948). dan ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis yang ateis. namun putrinya tewas secara mengenaskan di tangan PKI. Pada tanggal 30 September 1965 melalui Pasukan Cakrabirawa. Karena PKI dipandang sebagai satu-satunya ³dalang´ dari peristiwa keji tersebut. justru adalah para personil militer. Kolonel Abdul Latief dan Brigjen Soepardjo. (b) pembunu-han massal.

Kelompok kepentingan itu bisa datang dari dalam maupun dari luar negeri. serta dinamika militer (khususnya Angkatan Darat). Sejauh mana sebenarnya keterlibatan pihak-pihak asing dalam peristiwa itu? Dalam konteks Perang Dingin tentu ada banyak negara yang senang atau khawatir dengan perkembangan politik di Indonesia waktu itu. Tetapi mengapa istilah yang dipakai selalu saja istilah ³pemberontakan´ dan bukan putsch? Itupun selalu dikaitkan dengan "pemberontakan-pemberontakan PKI" yang terjadi pada tahun 1926/27 dan 1948. yakni tanggal 2 Oktober. Pembunuhan Massal Apapun jawab atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Dengan kata lain. Akan tetapi bagaimana dengan dugaan bahwa sebenarnya ia adalah sekaligus bertindak sebagai agen ganda yang juga bertugas memata-matai gerak PKI demi kepentingan militer? Kalau dugaan itu benar. Satu-satunya link yang menghubungkan Gerakan 30 September dengan PKI adalah Ketua Biro Khusus PKI. Pergolakan sosial baru terjadi sekitar tanggal 20-21 Oktober ditandai dengan pembunuhan massal yang berlangsung di Jawa Tengah. dan dengan istilah putsch yang pengertiannya adalah perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh sekelompok tentara (Asvi: 2005). yang berarti ³open defiance of or resistance to an established government´ atau suatu tindakan menentang/resistensi secara terbuka terhadap pemerintah yang ada. khususnya di daerah Klaten dan Boyolali. tetapi siapa sebenarnya yang membuat pernyataan itu kini banyak diragukan. yang berarti perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh tentara bersama sipil. ikut berkepentingan atas terjadinya perubahan drastis dalam perpolitikan di Indonesia. terutama berkaitan dengan kecenderungan politik Presiden Sukarno. Letkol Untungpun melarikan diri ke luar Jakarta. telah diketahui bahwa dalam beberapa hari operasi militer yang diprakarsai oleh Letkol Untung dan kawan-kawan itu menjadi publik dan dalam waktu singkat. karena secara etimologis istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Dari definisi-definisi itu kelihatan bahwa operasi militer yang dilakukan oleh Letkol Untung dan kawan-kawan itu lebih dekat dengan pengertian putsch daripada pemberontakan. Sangat mungkin bahwa sejumlah negara. perkembangan PKI.besar dan akan segera berlangsung di Ibukota negara. 2. benarkah dalang dari operasi militer itu tunggal? Tidakkah mungkin bahwa dalang dari peristiwa itu bukan satu melainkan beberapa? Bisa jadi. karena tidak dimaksudkan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan hanya dilakukan oleh sekelompok tentara. dalam arti tak terjadi pergolakan sosial yang berarti di masayarakat. pembunuhan massal itu baru terjadi sekitar tiga minggu setelah berlangsungnya operasi . Koran PKI Harian Rakjat menyatakan dukungan kepada operasi militer Untung. Oleh PKI ia ditugasi untuk "membina" sejumlah anggota TNI-AD agar mendukung PKI. operasi militer yang dilakukan oleh kelompok G30S itu merupakan muara dari berbagai kelompok kepentingan yang mengharapkan ada perubahan fundamental dalam perpolitikan Indonesia saat itu. dengan istilah pronounciamento yang berarti perebutan kekuasaan yang semua pelakunya adalah tentara. Sejak itu berlangsung masa tenang. Benarkah apa yang terjadi pada malam 30 September -1 Oktober 1965 itu merupakan ³pemberontakan´ sebagaimana selama ini dipahami? Penggunaan istilah ini perlu dicermati. yakni Sjam Kamaruzzaman alias Sjamsul Qamar Mubaidah. entah itu dari blok kapitalis pimpinan AS atau dari blok komunis pimpinan Uni Soviet dan Cina. bagaimana mungkin posisi Sjam yang masih meragukan itu bisa dijadikan bukti bahwa PKI merupakan satu-satunya "dalang" dari operasi militer G30S? Selanjutnya. Istilah itu perlu dibedakan dengan istilah coup d¶etat (kudeta). meskipun suasana tegang muncul akibat pembunuhan para Jendral di Jakarta. dinyatakan abortive atau gagal. Istilah pemberontakan dalam bahasa Inggris adalah rebellion.

serta kisah pencungkilan mata yang sampai sekarang belum terbukti itu. Hak-hak asasi mereka sebagai manusia terus dilanggar. Antara lain adalah. Jawa Timur. mengapa pembunuhan massal itu tidak berlangsung secara serempak. Melalui koran-koran ini. kisah pemotongan alat-alat vital. Di sinilah terletak aspek tragedi dari apa yang terjadi pada tahun 1965 itu. Dan pembunuhan massal itupun terjadi secara bergelombang. Misalnya saja penggunaan istilah "G30S/PKI". khususnya harian Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha. seperti kisah "pesta harum bunga". melainkan bergelombang atau bergiliran? Adakah faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu bagi mulainya pembunuhan massal itu di masing-masing daerah? Bahwa sejak diberlakukannya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) dan UUBH (Undang-undang Bagi Hasil) pada tahun 1964 terjadi ketegangan antara PKI dan para tuan tanah memang betul. tetapi umumnya berkisar antara setengah juta sampai satu juta jiwa (Crib 1990:8. Produksi dan Reproduksi Ingatan Guna menjawab pertanyaan di atas. Dalam keadaan kaotik. Bahkan penggunaan istilah "Gestapu" tampak sekali disengaja untuk mengasosiasikan operasi militer yang konon didalangi oleh PKI itu dengan tentara rahasia Jerman Gestapo yang terkenal kejamnya. Berkaitan dengan pembunuhan massal itu tentu ada banyak hal yang bisa dipertanyakan. dan melalui berbagai cerita yang beredar di masyarakat. Pada bulan Oktober pembunuhan terjadi di Jawa Tengah. Produksi ingatan akan apa yang terjadi pada tahun 1965 itu sudah dimulai ketika pada dua pekan pertama bulan Oktober hampir semua koran disensor. misalnya. 8). banyak warga keturunan Cina di Semarang. dan baru pada bulan Desem-ber terjadi di Pulau Bali. Bali dan sejumlah lokasi di luar Jawa. Fein 1993:8). dan hanya koran-koran tertentu yang boleh terbit. dan pembunuhan atas para perwira itu disusul oleh pembantaian ratusan ribu (kalau tak mau dikatakan jutaan) warga bangsa ini. Pada dinihari tanggal 23 Oktober 1965. termasuk seorang guru SD dan istrinya yang dilempar ke sumur dalam keadaan hidup-hidup (Dommen: 1966. selanjutnya pada bulan November di Jawa Timur. Tindakan kejam serupa terjadi di berbagai tempat lain di Jawa Tengah. tak dapat dipungkiri bahwa tampaknya memang terdapat kesengajaan untuk mengarahkan atau bahkan memproduksi ingatan (memory) akan apa yang terjadi pada tahun 1965 itu menurut versi tertentu. untuk tujuan-tujuan tertentu pula. Pembunuhan itu sendiri berlangsung secara sungguh keji dan sungguh massal. pembantaian massal 1965 di Indonesia merupakan salah satu kekejian kemanusiaan di luar perang yang paling mengerikan. di Boyolali ada sekitar 250 orang yang dibunuh secara beramai-ramai. Yakni bahwa tujuh perwira tinggi telah tewas dan dikorbankan oleh sesama warga negaranya. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa dari segi skala kekejaman dan jumlahnya. Yogyakarta dan Surakarta juga menjadi korban amuk massa.militer yang dilakukan oleh Letkol Untung beserta G30S-nya. Meskipun sebenarnya dalang yang sebenarnya dari pembunuhan para Jendral itu belum jelas ² bahkan ketika diketahui bahwa tokoh-tokoh kunci dari operasi militer itu adalah anggota militer ² tetap saja digunakan istilah tersebut dengan maksud untuk memojokkan PKI. Hak-hak mereka sebagai warga negara dicabut oleh rekan-rekan sebangsa mereka. juga oleh sesama wara bangsanya. dikisahkan mengenai berbagai kekejaman PKI di Halim Perdana Kusuma. Tak hanya berhenti di situ. pembantaian warga sipil dan militer itu dilanjutkan dengan pemenjaraan massal tanpa proses pengadilan. Jumlah pasti tentang berapa korban yang tewas sulit ditentukan. [Brigjen TNI dr . tetapi mengapa pembantaian di masing-masing daerah itu baru mulai terjadi pada tahun 1965 dan itupun pada bulan-bulan terakhir tahun tersebut? 3.

Tidak lengkapnya ingatan masyarakat akan apa yang terjadi pada tahun 1965 itu juga membuat tidak adanya upaya hukum untuk secara serius mengadili para pemberi komando maupun para pelaku lapangan pembantaian massal itu. Pembubuhan kode ³ET´ (Eks Tapol) pada KTP milik orang-orang yang melawan kebijakan penguasa. Oleh kelompok kepentingan tertentu produksi dan reproduksi ingatan menurut versi tertentu atas tragedi ¶65 itu penting. bangsa Indonesia mandi darah saudara sendiri. Pembuatan. pemutaran dan pemaksaan untuk menonton film yang berjudul Pengkhianatan G30S/PKI pada tahun 1980an hingga 1990-an hanyalah salah satu contoh. karena hal itu dapat digunakan untuk menakut-nakuti masyarakat sehingga mudah dikontrol. dan pada bulan Oktober pula mulai terjadi pembantaian massal di Jawa Tengah. dan bagaikan Perang Baratayudha. yang kemudian terus berlangsung pada bulan November. faktanya adalah bahwa hanya kisah-kisah versi militer yang memojokkannya yang boleh beredar pada waktu itu. Akibatnya. yang isinya juga tetap secara berat sebelah mengingatkan orang akan kekejaman PKI di masa lalu. Lepas dari apakah orang setuju dengan PKI atau tidak. Dalam film yang berat sebelah dan bernada propaganda itu ditunjukkan kekejaman yang terjadi pada dinihari 1 Oktober 1965 yang menurut film itu dilakukan oleh PKI. penggantinya adalah film Bukan Sekedar Kenangan. baik dari kalangan militer maupun sipil. ingatan akan apa yang terjadi pada tahun 1965 menurut versi tertentu itu tidak hanya diproduksi melainkan juga terus direproduksi. Mahmilub yang diadakan pada waktu itu terkesan lebih dimaksudkan untuk memposisikan tokoh-tokoh PKI dan para pelaku G30S sedemikian rupa agar mudah dijatuhi hukuman (mati). supaya kita bisa belajar untuk tidak saling membunuh]. Salah satunya ialah bahwa ingatan masyarakat akan apa yang terjadi pada tahun 1965 itu menjadi kabur dan campur aduk. serta (c) berbagai upaya produksi dan reproduksi ingatan akan tahun 1965 yang dimanipulasi. Masyarakat bahkan sulit membedakan antara (a) operasi militer yang dilakukan oleh Letkol Untung dan kawan-kawan dengan (b) pembunuhan massal terhadap rakyat Indonesia oleh rakyat Indonesia. Selain itu juga dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan . membuat orang-orang itu ketakutan dan berpikir dua kali kalau tak mau tunduk pada pemerintah. Selanjutnya. 4. dst. karena produksi dan reproduksi macam itu menguntungkan sejumlah pihak. Kebiasaan memusatkan peringatan Tragedi ¶65 pada bulan September adalah contoh bagaimana masyarakat mengira bahwa ³puncak´ tragedi itu ada pada bulan September. Desember. rakyat menjadi mudah disulut dalam tindakan massal untuk menghabisi para anggota PKI. Slogan yang beredar di masyarakat adalah ³membunuh atau dibunuh´² persis slogan militer dalam perang. Pembunuhan massalpun terjadi. Padahal pembunuhan para Jendral itu terjadi pada bulan Oktober. [Sudah saatnya peringatan Tragedi ¶65 digeser ke bulan Oktober atau setelahnya.Rubiono Kertapati yang mengetuai tim dokter yang melakukan autopsi atas para korban menyatakan dalam laporan visum et repertum-nya bahwa tak ada penyiksaan atas tubuh para korban]. misalnya. Ia menjadi semacam menara panoptik-nya Foucault yang berfungsi sebagai sistem pengawasan yang dominan tapi tak mudah diduga. Konsekuensi lebih jauh Lebih daripada sekedar membuat takutnya orang-orang yang KTP-nya dicap ³ET´. produksi dan reproduksi ingatan oleh penguasa yang bersifat sepihak juga memiliki konsekuensi lebih jauh bagi kehidupan bersama sebagai bangsa. Kemudian pembunuhan itu diikuti dengan pemenjaraan massal di Jawa maupun di luar Jawa. Bahkan ketika pada tahun 1998 pemutaran film itu dihentikan. dan akan hadirnya "bahaya laten" PKI dalam kehidupan sehari-hari (Schreiner: 2002). Seakan-akan pada bulan tersebutlah tragedi itu terjadi. dan hampir semua tanpa didahului oleh proses pengadilan yang memadai.

syarikat. Misalnya tindakan melakukan penculikan dan pembunuhan atas beberapa mahasiswa. keadaan akan terus memburuk dan masa depan Indonesia sebagai sebuah negara-bangsa yang adil dan demokratis akan semakin dipertanyakan. menjual sumber-sumber daya alam ke negara lain. Yogyakarta. Trackback URL for this post: http://www. Baskara T. Timor Leste. kita diundang untuk belajar dari tragedi yang terjadi pada tahun 1965 itu. 5. entah itu berkaitan dengan masalah Maluku. dosen Sejarah di USD.org/article/tentang-tragedi-1965 . Tanjung Priok. Peringatan ini bisa menjadi kesempatan bagi semua pihak. Jika tidak. Lebih dari itu. Situasi demikian tentu tak dapat dibiarkan terus berlang-sung. baik para sejarawan maupun masyarakat pada umumnya.syarikat. Poso. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak takut untuk belajar dari sejarahnya sendiri. Untuk itu perlu segera dicarikan jalan keluarnya. kalau membunuh ratusan ribu orang saja dibiarkan. Akibat selanjutnya adalah begitu banyaknya kasus pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM) berat yang tak pernah diselesaikan secara tuntas di pengadilan. Aceh. Konsekuensi praktisnya ialah. orang akan merasa tidak apa-apa ketika melakukan tindakan-tindakan lain yang sebenarnya jahat. Belajar dari Sejarah Peringatan 40 tahun Tragedi µ65 adalah momentum yang amat berharga. untuk secara kritis meninjau kembali apa yang terjadi pada pertengahan 1960-an dengan segala kompleksitasnya. yang kekejamannya nyaris tak tertandingi dalam sejarah Indonesia dan yang dampaknya masih tetap mengganggu kehidupan bersama kita sebagai bangsa sampai sekarang. atau yang lain. mencuri beberapa milyar rupiah uang negara. dsb. Wardaya SJ.terhadap mereka yang punya afiliasi dengan komunisme atau terhadap setiap gerakan kiri di negeri ini. atau memprovokasi konflik-konflik horisontal yang korbannya ³hanya´ beberapa ribu orang.org/trackback/303 http://www. tetapi ia pandang ³lebih ringan´ daripada apa yang terjadi pada tahun 1965 itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful