Anda di halaman 1dari 5

Ilmu Hadits ialah : Satu ilmu yang dengannya dapat diketahui betul tidaknya ucapan,

perbuatan, keadaan atau lainnya, yang orang katakan bahwa itu berasal dari Nabi shallallahu
µalayhi wasallam.

NAMA-NAMA ILMU HADITS

Ilmu, adalah salah satu dari Ilmu-Ilmu agama kita. Didalamnya ada beberapa bagian dan
cabang sebagaimana yang akan terlihat dari pasal-pasal yang akan kami terangkan. Maka
sebagian daripada bagian-bagian dan cabang-cabang itu, teranggap sebagai satu pokok yang
tersendiri.

Karena itu, timbullah beberapa nama bagi Ilmu Hadits, diantaranya :

Ilmu Musthalah Hadits


Musthalah artinya : Kebiasaan yang terpakai dalam satu ilmu. Maksud nama tersebut : Ilmu
yang menerangkan kebiasaan-kebiasaan yang terpakai bagi hadits-hadits.

Ilmu Isnad
Isnad artinya menyandarkan. Maksudnya : Ilmu yang membicarakan hadits-hadits yang
disandarkan kepada Nabi shallallahu µalayhi wasallam

Ilmu Riwayatil Hadits


Maksudnya : Ilmu meriwayatkan atau menceritakan hadits-hadits.

Ilmu Dirayatil Hadits


Dirayah artinya : mengetahui. Maksudnya adalah : Ilmu untuk mengetahui bagaimana
kedudukan hadits-hadits.

Ilmu Atsar
Karena perkataan atsar itu artinya : Hadits, maka ilmu atsar maksudnya Ilmu Hadits

Ilmu Musthalah Ahlil Atsar


Maksudnya : Ilmu yang membicarakan kebiasaan-kebiasaan yang dipakai oleh ahli hadits

PENGATUR ILMU HADITS

Yang pertama kali menyusun atau mengatur Ilmu Hadits adalah : Al-Qadli Abu Muhammad
ar-Rama-Hurmuzy, seorang alim negeri Khuzustan (Persi), wafat tahun 260H (lihat kitab
µMa¶rifat µUlumil Hadits). Nama lengkap beliau adalah : Abu Muhammad Hasan bin
Abdirrahman bin Khalad ar-Rama-Hurmuzy.
BAGIAN ILMU HADITS

Ilmu hadits terbagi dua, yakni :

Pertama : Ilmu Hadits Dirayatan

Kedua : Ilmu Hadits Riwayatan

Ilmu Hadits Dirayatan

Dirayatan artinya : Mengetahui. Maksudnya : Ilmu Hadits tentang mengetahui, yakni, satu
ilmu yang mempunyai beberapa qa¶idah (patokan), yang dengan qa¶idah2 tersebut dapat kita
ketahui :

Hal sanad (jalan hadits dari pencatatnya sampai kepada Nabi shallallahu µalayhi wasallam),
yakni sah atau tidaknya, tinggi martabatnya atau tidaknya (Lihat kitab µMinhatul Mughiets).
Hal Matan (lafazh-lafazh Hadits), yakni sah atau tidaknya, dari Nabi shallallahu µalayhi
wasallam atau bukan.
Cara pencerita menerima kabar dari seseorang
Cara pencerita menyampaikan apa yang dia dengar
Sifat-sifat orang yang menceritakan
Dan lainnya yang berhubungan dengan itu, yang mana akan tersebut kemudian dalam bab
µMacam-Macam¶ di kitab ini.
Ilmu untuk mengetahui apa yang tersebut itulah yang biasa dinamakan Ilmu Musthalah
Hadits.

Ilmu Hadits Riwayatan

Artinya Ilmu Hadits tentang meriwayatkan, yaitu, satu Ilmu yang mengandung pembicaraan
tentang mengabarkan sabda-sabda Nabi shallallahu µalayhi wasallam, perbuatan-perbuatan
beliau, hal-hal yang beliau benarkan, atau sifat-sifat beliau sendiri (lihat kitab µMinhatul
Mughiets¶)

Ringkasnya : Ilmu Hadits Dirayatan itu untuk enetapkan sah atau tidaknya sesuatu yang
orang katakana berasal dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam, sedangkan Ilmu Hadits
Riwayatan adalah menceritakan apa yang sudah kita tetapkan dari jalan dirayatan tadi.

AL-HADITS
Hadits artinya : Yang Baru, Kabar/Berita.

Hadits dalam istilah ahli hadits ditujukan kepada : ³Kabar/Berita yang berisi ucapan,
perbuatan, kelakuan, sifat, atau kebenaran, yang orang katakana dari Nabi shallallahu µalayhi
wasallam, maupun kabar/berita itu sah dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam atau tidak´.

Hadits disebut juga sunnah, kabar atau atsar. Namun kerapkali, yang mengandung sabda
Rasulullah shallallahu µalayhi wasallam saja yang dikatakan Hadits.

Hadits yang menurut pemeriksaan, benar datangnya dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam
dinamakan oleh µulama sebagai ³Shahih´ atau ³Sah´. Hadits yang menurut pemeriksaan,
tidak benar atau belum tentu datangnya dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam dinamakan
oleh µulama sebagai ³Dha¶if´ atau ³Lemah´.

Contoh Hadits shahih :

Telah bersabda Rasulullah shallallahu µalayhi wasallam : µEngkau akan dapati sejahat-jahat
manusia pada hari kiamat disisi Allah, yakni orang yang bermuka dua, yaitu orang yang
dating kepada satu golongan dengan satu muka, dan kepada golongan yang lain dengan satu
muka (yang lain)¶

(HR. Bukhari)

Hadits ini kita katakana µshahih¶ atau benar ucapan Rasulullah shallallhu µalayhi wasallam
karena orang-orang yang menceritakannya semua kepercayaan, tidak ada yang tercela.

Contoh hadits dha¶if :

Dari Jabir, dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam, beliau bersabda : µTidak boleh perempuan
haid dan tidak boleh perempuan nifas membaca satu ayatpun dari Al-Quran¶

(HR. Daruquthni)

Kabar ini kita katakana hadits, karena ada ucapan yang disandarkan kepada Nabi shallallahu
µalayhi wasallam. Setelah diperiksa, ternyata hadits ini terdapat kelemahannya karena
diantara orang-orang yang meriwayatkannya ada seorang yang oleh µulama hadits dianggap
suka memalsu hadits, namanya : µMuhammad bin Al-Fadh¶ (lihat Tahdzibuttahdzib).

Dalam ilmu hadits, kabar tersebut tetap bisa dikatakan hadits, walaupun lemah. Jadi, yang
sebenarnya lemah itu, bukan sabda Nabi shallallahu µalayhi wasallam melainkan kabar/berita
yang orang katakan dari Nabi shallallahu µalayhi wasallam, padahal bukan dari beliau atau
belum tentu itu merupakan sabda beliau.
ULUMUL HADIS

Yang dimaksud dengan Ulumul Hadis, menurut ulama mutaqaddimin adalah:


ιϝ ˶ ˸Ϯγ ˵ ή˴˷ ϟΎ˶Α Κ
˶ ˸ϳΩ˶ Ύ˴ΣϷ ˴΍ϝ ˶ Ύ˴ μ˷Η˴ ΍ Δ˶ ϴ˴ ϔ˶ ˸ϴϛ˴ ˸Ϧϋ
˴ Ϫ˶ ˸ϴϓ˶ Κ
˵ Τ
˴ ˸Βϳ˵ ˲Ϣ˸Ϡϋ
˶ .ϡ. Δ˶ ϴ˴ ϔ˶ ˸ϴϛ˴ Κ
˵ ˸ϴΣ
˴ ˸Ϧϣ˶ ϭ˴ Δ˱ ϟ΍˱Ϊϋ
˴ ϭ˴ Ύ˴τ
˱ ˸Βο
˴ Ύ˴ Ϭ˶Η΍˷ϭ˴ έ˴ ϝ
˶ ΍˴Ϯ˸Σ΍˵ Δ˶ ϓ˴ ή˶ ˸όϣ˴ Κ
˵ ˸ϴΣ
˴ ˸ Ϧ˶ϣ
Ύ˱ ϋ˴Ύτ˶Ϙ˸ϧ΍˴ϭ ϻ ˱ Ύ˴ μ˷Η˴ ΍ Ϊ˶ Ϩ˷δ
˴ ϟ΍ .
³Ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang cara-cara persambungan hadis sampai
kepada Rasul SAW. Dari segi hal ihwal para perawinya, kedabitan, keadilan, dan dari
bersambung tidaknya sanad, dan sebagainya.

Secara garis besar ilmu-ilmu hadits dapat dibagi menjadi dua, yaitu ilmu hadits riwayat
(riwayah) dan ilmu hadits diroyat (diroyah). Secara garis besar ilmu-ilmu hadis dapat dikaji
menjadi dua, yaitu Ilmu hadis riwayat (riwayah) dan ilmu hadis diroyat (diroyah).
Ilmu hadis riwayah ialah ilmu yang membahas perkembangan hadis kepada Sahiburillah,
Nabi Muhammad SAW. dari segi kelakuan para perawinya, mengenai kekuatan hapalan dan
keadilan mereka dan dari segi keadaan sanad.
Ilmu hadisriwayah ini berkisar pada bagaimana cara-cara penukilan hadis yang dilakukan
oleh para ahli hadis, bagaimana cara menyampaikan kepada orang lain dan membukukan
hadis dalam suatu kitab.

PEMBAGIAN HADIS

Perspektif Matan Dan Sanad


a) Perspektif Matan Hadits
Membicarakan matan hadits harus bertolak dari sejarah. Hadits Nabi yang diriwayatkan
secara lafal oleh sahabat sebagai saksi pertama hanyalah hadist yang dalam bentuk sabda.
Hadits yang tidak dalam bentuk sabda, hanya dapat diriwayatkan secara makna.
Sedangkan hadits Nabi yang tidak berupa sabda ditempuh oleh sahabat sebagai saksi mata
berlangsung secara makna. Hadits yang bukan sabda ini dirumuskan kalimatnya oleh sahabat
sendiri. Pada hakekatnya kalimat hadits Nabi yang dinyatakan oleh sahabat merupakan matan
hadits, yang juga berawal dari hadits bentuk bukan sabda.
Terdapat banyak hadits yang dari segi sanad termasuk kategori sahih, tetapi dari segi matan
bertentangan dengan Al-Qur¶an. Sehingga para ulama menyatakan bahwa betapapun
sahihnya sanad suatu hadits, sepanjang matannya bertentangan dengan Al-Qur¶an, maka ia
tidak ada artinya.
Kesahihan suatu hadits tidak dapat ditentukan hanya oleh kesahihan sanadnya saja. Tetapi
matannya pun mesti diteliti, guna memastikan apakah ia tidak syaz dan tidak mengandung
µillah. Pertama-tama matannya harus dibandingkan dengan matan yang senada yang terdapat
dalam sanad-sanad lainnya. Bila ternyata ia merupakan satu-satunya hadits yang
menggunakan matan yang berbeda, jelas ia merupakan hadits syaz. Bila kandungan isinya
bertentangan dengan Al-Qur¶an atau hadits-hadits lain yang senada, maka ia dinyatakan
ber¶illah. Kritik matan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari studi kontekstual atas
hadits.
b) Perspektif Sanad Hadits
Untuk memahami tentang sanad hadits, perlu memahami riwayah al-hadits. Dalam istilah
ilmu hadits, riwayah al-hadits atau al-riwayah ialah kegiatan penerimaan dan penyampaian
hadits, serta penyandaran hadits kepada mata rantai para rawinya dengan bentuk-bentuk
tertentu. Tiga unsur yang harus dipenuhi dalam periwayatan hadits :
- Kegiatan menerima hadits dari periwayat hadits
- Kegiatan menyampaikan hadits kepada orang lain
- Ketika hadits itu disampaikan maka susunan mata rantai periwayatan disebutkan
àrang yang melakukan periwayatan hadits disebut al-Rawi, yang diriwayatkan disebut al-
Riwayah ; susunan mata rantai periwayatan disebut sanad atau isnad dan kalimat yang
disebutkan setelah sanad disebut matan. Kegiatan yang berhubungan dengan seluk beluk
penerimaan dan penyampaian hadits dinamakan tahamul wa ada¶ al-hadits.
Sejarah periwayatan hadits Nabi berbeda dengan sejarah periwayatan al-Qur¶an. Periwayatan
al-Qur¶an dari Nabi kepada para sahabat berlangsung secara umum. Kemudian setelah Nabi
wafat, periwayatan al-qur¶an berlangsung secara mutawatir. Sebagian besar periwayatan
hadits berlangsung secara ahad. Keduanya sangat ditentukan oleh sanad atau susunan mata
rantai para periwayat yang ikut serta dengan hadits ketika disampaikan