Anda di halaman 1dari 39

Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas

Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran pencernaan yang

paling sering terjadi. Sekitar 10% orang yang datang ke unit gawat darurat pada

pemeriksaan fisik ditemukan adanya nyeri tekan di daerah epigastrium. Hal ini

mengarahkan para dokter kepada suatu diagnosa gastritis, dimana untuk

memastikannya dibutuhkan suatu pemeriksaan penunjang lainnya seperti endoscopy. 1

Di dunia, insiden gastritis sekitar 1,8-2,1 juta dari jumlah penduduk setiap

tahun dan umumnya terjadi pada penduduk yang berusia lebih dari 60 tahun.

Sedangkan di Asia Tenggara, insiden terjadinya gastritis sekitar 583.635 dari jumlah

penduduk setiap tahunnya. Prevalensi gastritis yang dikonfirmasi melalui endoskopi

pada populasi di Shanghai sekitar 17,2 % yang secara substantial lebih tingggi

daripada populasi di Barat yang berkisar 4,1% dan bersifat asimptomatik.2

Sebagian besar onset penyakit gastritis yang terjadi di negara maju mengenai

usia tua. Hal ini berbeda dengan di negara berkembang yang onset penyakitnya

mengenai usia dini. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup

tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa penduduk. Menurut

Maulidiyah dan Unun pada tahun 2006, di Kota Surabaya angka kejadian Gastritis

sebesar 31,2%, Denpasar 46%, sedangkan di Medan angka kejadian infeksi cukup

tinggi sebesar 91,6%.1,3,4

Faktor- faktor risiko yang dapat menyebabkan gastritis antara lain adalah

adanya infeksi Helicobacter pylori, kebiasaan merokok, makan makanan yang pedas,

obat-obatan NSAID, pola makan yang salah, alkohol dan stres. Namun menurut
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 1
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

pengamatan seorang dokter ahli bedah, Hiromi Sinya, MD, dilihat dari data riwayat

makan 300.000 pasiennya menunjukkan bahwa pasien-pasien yang sering

mengkonsumsi banyak teh sebagai bagian dari konsumsi harian mereka lebih sering

menderita penyakit gastritis dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi

teh. 5

Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1 berdasarkan hasil wawancara

dengan kepala Puskesmas Kelurahan Joglo 1, banyak warga yang memiliki kebiasaan

minum teh sebagai bagian dari konsumsi harian mereka. Berdasarkan data kunjungan

pasien pada tahun 2009 terdapat sebanyak 1058 pasien menderita gastritis. Gastritis

menempati urutan kedua setelah ISPA dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas

Kelurahan Joglo 1 pada tahun 2009. Dari data yang diperoleh dari kepala Puskesmas

Kelurahan Joglo 1, usia tersering penderita gastritis ialah antara 20- 50 tahun.

Kemudian dari data laporan kunjungan pengobatan bulan April – Agustus 2010,

tercatat insiden gastritis 386 pasien wanita berusia minimal 20 tahun. Masih sedikitnya

penelitian yang melakukan penelitian untuk mengetahui korelasi antara gastritis dan

teh. Oleh karena itu hal ini mendasari penulis untuk mengetahui adanya hubungan

antara kebiasaan mengkonsumsi teh pekat dua gelas per hari sebagai salah satu faktor

resiko terjadinya gastritis di wilayah Puskesmas Kelurahan Joglo 1, Jakarta Barat.

I. 2. Perumusan masalah

I.2.1. Pernyataan masalah

Tingginya angka kejadian gastritis pada pasien wanita usia minimal 20 tahun

di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Joglo 1, Jakarta Barat.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 2


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

I.2.2. Pertanyaan masalah

1. Berapa banyak pasien wanita usia minimal 20 tahun yang datang ke Balai

Pengobatan Puskesmas Kelurahan Joglo 1 yang mengkonsumsi teh lebih dari dua

gelas per hari ?

2. Berapa banyak pasien wanita usia minimal 20 tahun yang datang ke Balai

Pengobatan Puskesmas Kelurahan Joglo 1 yang mengkonsumsi teh lebih dari dua

gelas beli per hari dan menderita gastritis ?

3. Adakah hubungan antara orang yang mengkonsumsi teh lebih dari dua gelas

per hari dengan gastritis di Puskesmas Kelurahan Joglo 1?

4. Adakah hubungan antara berapa lama konsumsi teh lebih dari dua gelas per

hari hingga dapat menimbulkan gastritis pada pasien di Puskesamas Kelurahan

Joglo 1 ?

I.3. Tujuan

I.3.1. Tujuan umum

Diturunkannya angka kejadian gastritis pada pasien wanita usia minimal 20

tahun di wilayah kerja Puskemas Kelurahan Joglo 1.

I.3.2. Tujuan khusus

1. Diketahui banyaknya pasien wanita usia minimal 20 tahun yang datang ke

balai pengobatan di Puskesmas Kelurahan Joglo 1 yang mengkonsumsi teh lebih

dari dua gelas per hari.

2. Diketahui jumlah pasien wanita berusia minimal 20 tahun yang datang ke balai

pengobatan di Puskesmas Kelurahan Joglo 1 yang mengkonsumsi teh lebih dari

dua gelas belimbing per hari dan menderita gastritis.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 3


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

3. Diketahui hubungan antara orang yang mengkonsumsi teh lebih dari dua

gelas belimbing per hari dan menderita gastritis di Puskesmas Kelurahan Joglo 1.

4. Diketahui hubungan antara berapa lamanya konsumsi teh lebih dari dua

gelas per hari hingga timbulnya gastritis.

1.4. Manfaat penelitian

Manfaat penelitian bagi responden :

- Responden dapat mengetahui resiko terjadinya gastritis pada orang yang

mengkonsumsi teh lebih dari dua gelas belimbing per hari.

Manfaat bagi puskesmas :

- Sebagai data atau bahan bagi Puskesmas untuk menentukan program

pembinaan atau penyuluhan tentang gastritis.

Manfaat penelitian bagi peneliti :

- Mendapat pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan penelitian.

- Memperkaya wawasan dalam bidang kesehatan masyarakat pada umumnya

terutama yang berkaitan dengan bidang yang diteliti.

- Hasil penelitian dapat dijadikan bahan atau acuan dalam penelitian selanjutnya.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 4


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II. 1. Gastritis

II. 1. 1. Definisi gastritis

Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung.

Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro,

yang berarti perut / lambung dan itis yang berarti inflamasi / peradangan. Gastritis

bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi medis yang

dapat mengakibatkan peradangan pada lambung.1

II. 1. 2. Gejala klinis

Walaupun banyak kondisi yang dapat menyebabkan gastritis, gejala dan tanda

– tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya. Gejala tersebut diantaranya

adalah perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi

lebih baik atau lebih buruk ketika makan, mual, muntah, kembung dan terasa penuh

pada perut bagian atas setelah makan.1

II. 1. 3. Patofisiologi gastritis

Gaster memiliki lapisan epitel mukosa yang secara konstan terpapar oleh

berbagai faktor endogen yang dapat mempengaruhi integritas mukosanya, seperti

asam lambung, pepsinogen/pepsin dan garam empedu. Sedangkan faktor eksogennya

adalah obat-obatan, alkohol dan bakteri yang dapat merusak integritas epitel mukosa

lambung, misalnya Helicobacter pylori. Oleh karena itu, gaster memiliki dua faktor

yang sangat melindungi integritas mukosanya,yaitu faktor defensif dan faktor agresif.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 5


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Faktor defensif meliputi produksi mukus yang didalamnya terdapat prostaglandin

yang memiliki peran penting baik dalam mempertahankan maupun menjaga integritas

mukosa lambung, kemudian sel-sel epitel yang bekerja mentransport ion untuk

memelihara PH intraseluler dan produksi asam bikarbonat serta sistem mikrovaskuler

yang ada dilapisan subepitelial sebagai komponen utama yang menyediakan ion

HCO³- sebagai penetral asam lambung dan memberikan suplai mikronutrien dan

oksigenasi yang adekuat saat menghilangkan efek toksik metabolik yang merusak

mukosa lambung. Gastritis terjadi sebagai akibat dari ketika mekanisme pelindung ini

hilang atau rusak sehingga dinding lambung tidak memiliki pelindung terhadap asam

lambung.6

Respons mukosa gaster terhadap berbagai penyebab iritasi mukosa baik yang

endogen maupun eksogen seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, yaitu dengan

meregenerasi mukosanya sehingga gangguan – gangguan tersebut seringkali

menghilang dengan sendirinya. Iritasi yang terus menerus terhadap mukosa gaster,

lapisan epitel yang meliputinya oleh karena zat- zat seperti asam dan basa yang

bersifat korosif dapat mengakibatkan peradangan dan nekrosis pada dinding lambung (

gastritis korosif). Nekrosis dapat mengakibatkan perforasi dinding lambung yang

nantinya akan menyebabkan peritonitis yang merupakan salah satu kegawatdaruratan

medis yang memerlukan tindakan secepatnya untuk menyelamatkan nyawa

penderitanya.6

II.1.4. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik sangat penting dilakukan dalam rangka pembuktian bahwa

benar adanya pada penderita 20 % penderita gastritis mengeluhkan nyeri tekan

disekitar epigastrium. Gejala lain seperti takikardia dan hipotensi ortostatik yang

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 6


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

diduga sebagai akibat dari muntah yang terus-menerus dan perdarahan saluran

pencernaan yang berlangsung kronis. Nyeri menyeluruh di daerah abdomen atau

dikenal dengan istilah defance musculare menunjukkan adanya perforasi gaster yang

berawal dari gastritis kronis.6

II. 2. Faktor – faktor resiko gastritis

II.2.1. Teh

Penelitian terbaru oleh seorang dokter di Tokyo menemukan bahwa orang-

orang Jepang yang meminum teh kaya antioksidan lebih dari dua gelas secara teratur,

sering menderita penyakit yang disebut gastritis. Sebagai contoh Teh Hijau, yang

mengandung banyak antioksidan dapat membunuh bakteri dan memiliki efek

antioksidan berjenis polifenol yang mencegah atau menetralisasi efek radikal bebas

yang merusak. Namun, jika beberapa antioksidan bersatu akan membentuk suatu zat

yang disebut tannin. Tanin inilah yang menyebabkan beberapa buah dan tumbuh-

tumbuhan memiliki rasa sepat dan mudah teroksidasi.5

Tannin merupakan suatu senyawa kimia yang memiliki afinitas tinggi terhadap

protein pada mukosa dan sel epitel mukosa (selaput lendir yang melapisi lambung).

Akibatnya terjadi proses dimana membran mukosa akan mengikat lebih kuat dan

menjadi kurang permeabel. Proses tersebut menyebabkan peningkatan proteksi

mukosa terhadap mikroorganisme dan zat kimia iritan. Namun dosis tinggi tannin

menyebabkan efek tersebut berlebih sehingga dapat mengakibatkan iritasi pada

membran mukosa usus.5

Selain itu apabila Tannin terkena air panas atau udara dapat dengan mudah

berubah menjadi asam tanat. Asam tanat ini juga berfungsi membekukan protein

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 7


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

mukosa lambung. Asam tanat akan mengiritasi mukosa lambung perlahan-lahan

sehingga sel-sel mukosa lambung menjadi atrofi. Hal inilah yang menyebabkan orang

tersebut menderita berbagai masalah lambung, seperti gastritis atrofi, ulcus peptic,

hingga mengarah pada keganasan lambung.5

Ketika dilakukan gastroskopi untuk memeriksa lambung mereka yang secara

teratur meminum teh (teh hijau, teh cina, teh hitam inggris) lebih dari 2 gelas per hari

yang banyak mengandung asam tanat, ternyata ditemukan mukosa lambung yang

menipis akibat perubahan atrofi. Lapisan lambung yang begitu penting mengalami

atrofi dan perubahan atrofi yang kronis akan berkembang menjadi kanker lambung.5

II. 2. 2. Rokok

Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang

baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap,

terdapat kurang lebih 3000 macam bahan kimia, diantaranya acrolein, tar, nikotin,

asap rokok, gas CO. Nikotin itulah yang menghalangi terjadinya rasa lapar. Itu

sebabnya seseorang menjadi tidak lapar karena merokok, sehingga akan meningkatkan

asam lambung dan dapat menyebabkan gastritis. Nikotin juga merangsang

pengeluaran hormon adrenalin, yang menyebabkan jantung berdebar – debar,

meningkatnya tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam darah.7,8

II. 2.3. Kopi

Zat yang terkandung dalam kopi adalah kafein. Kafein ternyata dapat

menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan,

sistem serta sistem pembuluh darah dan jantung. Oleh sebab itu tidak heran setiap

minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 8


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Kafein dapat menyebabkan

stimulasi sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan aktivitas lambung dan

sekresi hormon gastrin pada lambung dan pepsin. Hormon gastrin yang dikeluarkan

oleh lambung mempunyai efek sekresi getah lambung yang sangat asam dari bagian

fundus lambung. Sekresi asam yang meningkat dapat menyebabkan iritasi dan

inflamasi pada mukosa lambung sehingga menjadi gastritis. Orang yang minum kopi

3x/ hari selama 6 bulan dapat menyebabkan gastritis.9,10

II. 2.4. Helicobacter pylori

Helicobacter pylori adalah kuman Gram negatif, basil yang berbentuk kurva

dan batang. Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu bakteri yang menyebabkan

peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia. Sebagian besar

populasi di dunia terinfeksi oleh bakteri H. Pylori yang hidup di bagian dalam lapisan

mukosa yang melapisi dinding lambung. Walaupun tidak sepenuhnya dimengerti

bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan, namun diperkirakan penularan tersebut

terjadi melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau minuman yang

terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi H. pylori sering terjadi pada masa kanak -

kanak dan dapat bertahan seumur hidup jika tidak dilakukan perawatan. Infeksi H.

pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya ulkus peptikum dan

penyebab tersering terjadinya gastritis. 11

II. 2.5. AINS ( Anti Inflamasi Non Steroid)

Obat AINS adalah salah satu golongan obat besar yang secara kimia heterogen

menghambat aktivitas siklooksigenase, menyebabkan penurunan sintesis

prostaglandin dan prekursor tromboksan dari asam arakhidonat. Misalnya aspirin,

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 9


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

ibuprofen dan naproxen yang dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan

cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung. Jika

pemakaian obat - obat tersebut hanya sesekali maka kemungkinan terjadinya masalah

lambung akan kecil. Tapi jika pemakaiannya dilakukan secara terus menerus atau

berlebihan dapat mengakibatkan gastritis dan ulkus peptikum. Pemakaian setiap hari

selama minimal 3 bulan dapat menyebabkan gastritis.12

II. 2.6. Alkohol

Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis mukosa pada dinding lambung dan

membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun pada

kondisi normal. Berdasarkan penelitian, orang minum alkohol 75 gr ( 4 gelas /minggu)

selama 6 bulan dapat menyebabkan gastritis.13,14

II. 2.7. Terlambat makan

Secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu

dalam jumlah yang kecil, setelah 4-6 jam sesudah makan biasanya kadar glukosa

dalam darah telah banyak terserap dan terpakai sehingga tubuh akan merasakan lapar

dan pada saat itu jumlah asam lambung terstimulasi. Bila seseorang telat makan

sampai 2-3 jam, maka asam lambung yang diproduksi semakin banyak dan berlebih

sehingga dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di seitar

epigastrium.15

II. 2.8. Makanan pedas

Mengkonsumsi makanan pedas secara berlebihan akan merangsang sistem

pencernaan, terutama lambung dan usus kontraksi. Hal ini akan mengakibatkan rasa

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 10


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

panas dan nyeri di ulu hati yang disertai dengan mual dan muntah. Gejala tersebut

membuat penderita makin berkurang nafsu makannya. Bila kebiasaan mengkonsumsi

makanan pedas ≥ 1 x dalam 1 minggu selama minimal 6 bulan dibiarkan terus-

menerus dapat menyebabkan iritasi pada lambung yang disebut dengan gastritis.16,17

II. 2.9. Usia

Usia tua memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gastritis

dibandingkan dengan usia muda. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan

bertambahnya usia mukosa gaster cenderung menjadi tipis sehingga lebih cenderung

memiliki infeksi H. pylori atau gangguan autoimun daripada orang yang lebih muda.

Sebaliknya,jika mengenai usia muda biasanya lebih berhubungan dengan pola hidup

yang tidak sehat.18

II. 2.10. Stress psikis

Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stress, misalnya pada

beban kerja berat, panik dan tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang meningkat dapat

mengiritasi mukosa lambung dan jikla hal ini dibiarkan lama - kelamaan dapat

menyebabkan terjadinya gastritis. Bagi sebagian orang, keadaan stres umumnya tidak

dapat dihindari. Oleh karena itu, maka kuncinya adalah mengendalikannya secara

efektif dengan cara dietsesuai dengan kebutuhan nutrisi, istirahat cukup, olah raga

teratur dan relaksasi yang cukup.19,20

II. 2.11. Stress fisik

Stress fisik akibat pembedahan besar, luka trauma, luka bakar, refluks empedu

atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis dan juga ulkus serta pendarahan pada

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 11


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

lambung. Perawatan terhadap kanker seperti kemoterapi dan radiasi dapat

mengakibatkan peradangan pada dinding lambung yang selanjutnya dapat berkembang

menjadi gastritis dan ulkus peptik. Ketika tubuh terkena sejumlah kecil radiasi,

kerusakan yang terjadi biasanya sementara, tapi dalam dosis besar akan

mengakibatkan kerusakan tersebut menjadi permanen dan dapat mengikis dinding

lambung serta merusak kelenjar-kelenjar penghasil asam lambung.21

Refluks dari empedu juga dapat menyebabkan gastritis. Bile (empedu) adalah

cairan yang membantu mencerna lemak-lemak dalam tubuh. Cairan ini diproduksi

oleh hati. Ketika dilepaskan, empedu akan melewati serangkaian saluran kecil dan

menuju ke usus kecil. Dalam kondisi normal, sebuah otot sphincter yang berbentuk

seperti cincin (pyloric valve) akan mencegah empedu mengalir balik ke dalam

lambung. Tapi jika katup ini tidak bekerja dengan benar, maka empedu akan masuk ke

dalam lambung dan mengakibatkan peradangan dan gastritis.21

II. 4. Kerangka teori

Teh
Stress
Rokok
fisik

Stress
Psikis Kopi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 12


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Usia GASTRITI AINS


S

Makanan Alkohol
pedas

Infeksi bakteri
Terlambat
( Helicobacter pylori )
makan
Makanan
asam

BAB III

KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS & DEFINISI OPERASIONAL

III.1. Kerangka konsep

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 13


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Dari beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan gastritis, penulis memilih

untuk meneliti hubungan berapa lama konsumsi teh 2 gelas/hari atau lebih dengan

gastritis. Peneliti memilih teh karena masyarakat memiliki kebiasaan minum teh setiap

harinya dan beranggapan bahwa teh baik bagi kesehatan.

Skema hubungan antara teh dengan gastritis :

Faktor Independen Faktor Dependen

TEH GASTRITIS

III.2. Hipotesis alternatif

Adakah hubungan bermakna antara berapa lama konsumsi teh 2 gelas/hari atau

lebih dengan gastritis.

III.3. Definisi operasional

III.3.1 Gastritis

Definisi variable : Wanita usia minimal 20 tahun yang mengeluh minimal satu

dari keluhan berupa nyeri ulu hati, perasaan panas/terbakar di

perut bagian atas, kembung, cegukan dan atau pemeriksaan

fisik didapatkan nyeri tekan di ulu hati.

Cara ukur : Wawancara, pemeriksaan fisik

Alat ukur : Kuesioner

Hasil ukur : 0 responden yang didiagnosa tidak gastritis

1 responden yang didiagnosa gastritis

Skala : Data Kategorik Skala Nominal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 14


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

III.3.2 Teh

Definisi variable : Batasan yang dipakai untuk menentukan minum teh atau tidak

yaitu kebiasaan minum teh ≥ 2 gelas per hari atau < 2 gelas per

hari, dengan kepekatan 1 kantong teh celup atau 1 sendok

makan teh daun untuk 1 gelas ( ukuran ± 300 cc ), untuk semua

jenis teh.

Cara ukur : Wawancara

Alat ukur : Kuesioner

Hasil ukur :

A. Minum teh

0 responden tidak minum teh yaitu kurang dari 2 gelas/hari

1 responden minum teh yaitu lebih dari 2 gelas /hari

B. Lama minum

0 : tidak minum

1 : 0-5 bulan

2 : 6-11 bulan

3 : 12-17 bulan

4 : 18-23 bulan

5 : 24-29 bulan

6 : 30-35 bulan

7 : 36 bulan atau lebih

Skala ukur :

A. Minum teh

Data kategorik skala nominal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 15


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

B. Lama minum

Data numeric skala rasio

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

IV. 1. Desain penelitian dan variabel

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 16


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Jenis penelitian yang dilakukan bersifat analitik cross- sectional dimana

sebagai variabel terikat (dependent) adalah kejadian gastritis dan sebagai variabel

bebas (independent) adalah minum teh ( ≥ 2 gelas per hari) .

IV. 2. Populasi Terjangkau

Populasi terjangkau adalah wanita yang berusia 20 tahun keatas yang datang

berobat ke balai pengobatan umum Puskesmas Kelurahan Joglo I.

IV. 3. Sampel

Sampel adalah semua pasien wanita yang berusia minimal 20 tahun yang tidak

sedang menjalani puasa, tidak mengkonsumsi kopi atau alkohol selama penelitian,

yang berobat ke Balai Pengobatan Umum Puskesmas Kelurahan Joglo I pada tanggal

1 September 2010 – 20 September 2010, dan bersedia ikut serta dalam penelitian.

IV. 3. 1. Perhitungan jumlah sampel

Untuk uji hipotesis terhadap 2 proporsi diperlukan 4 informasi :

 Proporsi efek standar P1 (tidak mengkonsumsi teh dan menderita gastritis =

0,254)7

 Proporsi efek yang diteliti P2 (clinical judgement = 20% dari P1 = 0,304)7

 Deviat baku normal untuk α (zα) = 1,96 untuk 95 % Confidence interval.

 Deviat baku normal untuk β (zβ) = 0,842

Rumus yang digunakan22 :

( zα√ 2PQ + zβ √ P1Q1 + P2Q2)2


n1 = n2 =
(P1 – P2 )2

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 17


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

P1+P2
P =
2

Q = 1–P

Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara minum teh dengan

gastritis. Proporsi efek standar P1 (tidak mengkonsumsi teh dan menderita gastritis =

0,021) serta proporsi efek yang diteliti P2 (clinical judgement = 0,304)

P1 + P2
P =
2

0,254+ 0,304
P =
2

P = 0,279

Q=1–P Q1 = 1 – P1 Q2 = 1 – P2

= 1 – 0,022 = 1 – 0,254 = 1 – 0,304

= 0,721 = 0,746 = 0,696

Bila tingkat kemaknaan α-error = 5% maka Zα = 1,96 dan bila tingkat

kemaknaan β-error = 20% maka Zβ = 0,842, maka jumlah sampel yang dibutuhkan :

( zα√ 2PQ + zβ √ P1Q1 + P2Q2)2


n1 = n2 =
(P1 – P2 )2

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 18


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

( 1,96√ 2(0,279)(0,721) + 0,842 √ (0,254)(0,746) + (0,304)(0,696))2


n1 = n2 =
(0,254 – 0,304)2

( 1,96√ 0,402 + 0,842 √(0,4))2


n1 = n2 =
(0,05)2

( 1,242 + 0,532)2
n1 = n2 =
0,0025

3,148
n1 = n2 =
0,0025

n1 = n2 = 1.259

Jumlah sampel yang dibutuhkan = n1 + n2 = 1.259 + 1.259 = 2.518 responden.

IV.3.2. Teknik pengambilan sampel

Seluruh pasien wanita usia 20 tahun ke atas yang datang berobat ke Puskesmas

pada tanggal 1 September 2010 – 20 September 2010 diambil dengan consecutive

sampling.

IV. 4. Tata cara pengumpulan data

Penelitian dilakukan setelah mendapat ijin dari responden dan Kepala

Puskesmas Kelurahan Joglo I.

Semua pasien wanita yang datang ke balai pengobatan Puskesmas Kelurahan

Joglo 1 selama masa penelitian ditanyakan berapa usianya. Jika pasien berusia minimal
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 19
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

20 tahun yang tidak sedang menjalani puasa, tidak mengkonsumsi kopi atau alkohol

selama penelitian, ditanyakan kesediaanya dalam mengikuti penelitian yang diadakan.

Semua ini dilakukan oleh peneliti A.

Jika pasien bersedia, peneliti B akan menanyakan keluhan nyeri ulu hati serta

dilakukan pemeriksaan fisik adakah nyeri tekan epigastrium.

Kemudian pada saat yang sama, setiap pasien tersebut ditanyakan tentang

kebiasaan minum teh seperti berapa banyak jumlah teh yang dikonsumsi dan sudah

berapa lama pasien minum teh. Selanjutnya ditanyakan faktor- faktor resiko lain seperti

makanan pedas, makanan asam, stress. Semua ini dilakukan oleh peneliti C.

Pasien datang ke balai pengobatan Usia < 20 tahun


Tidak
umum.
dimasukkan
sebagai
sampel
Wanita usia minimal 20 tahun, tidak
minum kopi, tidak puasa, tidak
minum alkohol

Ditanyakan kesediaannya
mengikuti penelitian oleh Tidak bersedia
peneliti A

Bersedia

Minum Teh
Gastritis

Ya Tidak Ya Tidak

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 20


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Gambar IV.6. Alur pengumpulan data

IV. 6. Instrumen pengumpulan data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Kuesioner

2. Rekam medis

IV.7. Tehnik dan analisis data

Data yang diperoleh diolah kemudian disajikan secara tekstular dan tabular.

IV.7.1. Analisis Asosiasi Statistik

Analisis asosiasi statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan

cara logistic regression model dengan menggunakan software SPSS versi 18. Logistic

regression model ini merupakan salah satu analisis multivariat yang digunakan bila

variabel bebasnya berskala numeric/kategorik, variabel terikatnya kategorik dan

koovariatnya numerik/kategorik. Analisis asosiasi statistik ini merupakan teknik yang

kuat untuk menyingkirkan pelbagai variabel perancu. Langkah-langkah dalam teknik

ini adalah dengan memasukkan satu variabel bebas yaitu minum teh dan variabel

terikatnya gastritis, lalu dilihat adakah hubungan yang bermakna antara minum teh

dengan gastritis. Setelah itu, masukkan semua variabel perancu dan dilihat masih

adakah hubungan yang bermakna antara minum teh dengan gastritis setelah semua

variabel perancu dimasukkan. Kemaknaan hubungan antara kedua variabel dinilai dari

p-value.

• p < 0,05 : Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang bermakna antara 2

variabel yang diuji

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 21


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

• p ≥ 0,05: Ho gagal ditolak artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna

antara 2 variabel yang diuji.

IV.7.2. Analisis Asosiasi Epidemiologi

Analisis asosiasi epidemiologi diperoleh dengan menghitung asosiasi relatif

PRR (Prevalence Rate Ratio).

PRR (Prevalence Rate Ratio) dapat dihitung dengan cara sederhana yakni

dengan menggunakan tabel 2 x 2. Dari skema tersebut maka rasio prevalens dapat

dihitung dengan rumus dibawah ini22 :

a/(a+b)
PRR =
c/(c+d)

Gastritis Tidak gastritis Jumlah


Minum Teh a B a+b
Tidak minum teh c D c+d
Jumlah a+c b+d a+b+c+d

 a = subyek dengan faktor resiko yang mengalami efek

 b = subyek dengan faktor resiko yang tidak mengalami efek

 c = subyek tanpa faktor resiko yang mengalami efek

 d = subyek tanpa faktor resiko yang tidak mengalami efek

 a/(a+b) = prevalens penyakit diantara yang terpapar ( minum teh)

 c/(c+d) = prevalens penyakit diantara yang tidak terpapar ( tidak minum teh)

 Jika PRR = 1, maka resiko yang terpapar = tidak terpapar

 Jika PRR < 1, maka resiko yang terpapar < tidak terpapar (kemungkinan faktor

protektif)

 Jika PRR > 1, maka resiko yang terpapar > tidak terpapar (kemungkinan faktor

resiko)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 22


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

BAB V

HASIL

Dari analisis yang dilakukan dengan software SPSS versi 17 berdasarkan hasil

pengumpulan data yang didapat dari pasien yang berobat ke Balai Pengobatan Umum

Puskesmas Kelurahan Joglo 1 periode 1 September-20 September 2010 diperoleh:

V.1. Univariat

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 151 responden didapatkan

25 responden (16,6%) tidak mengalami gastritis dan 126 orang (83,4%) mengalami

gastritis. Dari 151 responden didapatkan 40 responden (26,5%) yang tidak minum teh

≥ 2 gelas perhari dan 111 orang ( 73,5%) yang minum teh ≥ 2 gelas per hari. Dari

151 responden didapatkan 71 responden (47,1%) yang tidak makan makanan pedas

dan 80 responden (52,9%) yang makan makanan pedas. Dari 151 responden

didapatkan 97 responden (64,2%) yang makan teratur dan 54 responden (35,8%) yang

makan tidak teratur. Dari 151 responden didapatkan 108 responden (71,5%) yang

tidak mengalami stres dan 43 responden (28,5%) yang mengalami stres. Dari 151

responden didapatkan 85 responden (56,3%) yang berumur 20 – 44 tahun dan 66

responden (43,7%) yang berumur > 44 tahun.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 23


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Tabel V.1. Distribusi karakteristik 151 pasien wanita berusia minmal 20 tahun di

Puskesmas Kelurahan Joglo 1 periode 1 September – 20 September 2010

Variabel Jumlah (n = 151) Persentase (%)


Penyakit gastritis
Tidak gastritis 25 16,6
Gastritis 126 83,4

Minum Teh
Tidak minum 40 26,5
Minum Teh 111 73,5

Makanan Pedas
Tidak makan pedas 71 47,1
Makan makanan pedas 80 52,9

Makan tidak teratur


Makan teratur 97 64,2
Makan tidak teratur 54 35,8

Stres
Tidak stress 108 71,5
Stress 43 28,5

Usia
20- 44 tahun 85 56,30
> 44 tahun 66 43,70

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 24


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

V.2. Bivariat

Jumlah responden yang minum teh dan gastritis sebanyak 99 responden

(89,2%), responden yang minum teh namun gastritis sebanyak 27 responden (67,5%).

Secara statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara minum teh dan gastritis

(p-value= 0,038) dan secara epidemiologik juga didapatkan hubungan antara minum

teh pekat dan gastritis dimana responden yang minum teh pekat memiliki resiko 1,321

kali lebih besar untuk menderita gastritis dibandingkan responden yang tidak minum

teh pekat (PRR=1,321).

Jumlah responden yang makan makanan pedas dan gastritis sebanyak 64 responden

(80%), responden yang tidak makan pedas namun gastritis sebanyak 62 responden

(87,3%). Secara statistik tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara makan

makanan pedas dan gastritis (p-value=0,694) dan secara epidemiolodik juga tidak

didapatkan hubungan antara makan makanan pedas dan gastritis (PRR=0,888).

Jumlah responden yang makan teratur dan gastritis sebanyak 87 responden

(85,6%), responden yang makan tidak teratur namun gastritis sebanyak 93 responden

(79,6%). Secara statistik tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara makan

tidak teratur dan gastritis (p-value=0,672), dan secara epidemiologik juga tidak

didapatkan hubungan antara makan tidak teratur dan gastritis (PRR=0,925).

Jumlah responden yang stress dan gastritis sebanyak 36 responden (83,7%),

responden yang tidak stress namun gastritis sebanyak 90 responden (83,3%). Secara

statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara stress dan gastritis (p-

value=0,649), dan secara epidemiologik juga tidak didapatkan hubungan antara stress

dan gastritis (PRR = 1,004).

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 25


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Jumlah responden yang berusia lebih dari 44 tahun dan gastritis sebanyak 61

responden (82,4%), responden yang berusia 20- 44 tahun dan gastritis sebanyak 65

responden (76,4%). Secara statistik tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara

usia diatas 44 tahun dan gastritis (p-value=0,134) dan secara epidemiologik juga tidak

didapatkan hubungan antara usia diatas 44 tahun dan gastritis (PRR=1,208).

Tabel V.2. Hasil analisis penelitian berbagai variabel terhadap gastritis pada pasien

pria berusia minimal 20 tahun ke atas di Puskesmas Kelurahan Srengseng pada

tanggal 18 Mei- 25 Mei 2010

Variabel Gastritis Tidak Prevalance p-value


(n=126) gastritis Rate Ratio
(n= 25) PRR
Teh
Tidak minum teh 27(67,5%) 13 (32,5%) 1,32 0.038
Minum teh 99(89,2%) 12(10,8%)

Makan Pedas
Tidak makan pedas 62(87,3%) 9(12,7%) 0,888 0,694
Makan makanan pedas 64 (80%) 16(20%)

Makan tidak teratur


Makan teratur 83 (85,6%) 14 (14,4%) 0,925 0,672
Makan tidak teratur 43(79,6%) 11 (20,4%)

Stres
Tidak stres 90(83,3%) 18(16,7%) 1,004 0,649
Stres 36 (83,7%) 7 (16,3%)

Usia

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 26


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

20 – 44 tahun 65 (76,4%) 20 (23,6%) 1,208 0,134


>44 tahun 61 (82,4%) 5(7,6%)

V.3. Multivariat

Analisis multivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah logistic

regression model.

Tabel V.3. Hubungan antara gastritis dengan faktor resiko atau

counfounding pada pasien wanita berusia minimal 20 tahun yang berobat di

Balai Pengobatan Umum Puskesmas Kelurahan Joglo 1 periode 1-10 September

2010

Faktor resiko Prevalence Rate p – value

Ratio (PRR)
Crude model 0,000

( Minum Teh pekat ) 1,321 0,038


Full model 0,000

- Minum Teh pekat 1,321 0,038

- Makanan pedas 0,888 0,684

- Makan tak teratur 0,925 0,672

- Stres 1,004 0,649

- Usia 1,208 0,134

Dari analisis yang dilakukan dengan software SPSS versi 17 didapatkan

hubungan yang bermakna (p- value =0,038) antara minum teh pekat dengan gastritis.

Dari hasil perhitungan PRR didapatkan hasil sebesar 1,321. Kemudian dengan

memasukkan variabel makanan pedas, makan tak teratur, stress,dan usia sebagai

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 27


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

faktor resiko lain tetap didapatkan hubungan yang bermakna (p- value=0,038) antara

minum teh pekat dan gastritis. Hal itu berarti makanan pedas, makan tak teratur,

stress,dan usia tidak mempengaruhi hubungan antara minum teh pekat dan gastritis.

BAB VI
PEMBAHASAN
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 28
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

VI.1. Keterbatasan penelitian

VI.I.1. Bias seleksi

Bias seleksi tidak bisa disingkirkan karena pengambilan sampel dengan cara

consecutive sampling, dimana tiap subyek dalam populasi terjangkau tidak

mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel

penelitian.

VI.I.2. Bias observasi

Bias akibat pengukuran yang kurang sensitif, disebabkan karena pemeriksaan

hanya berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Seharusnya untuk mendiagnosa

pasti pasien gastritis adalah berdasarkan hasil endoskopi.

VI.I.3. Bias confounding

Terdapat bias confounding dari faktor infeksi H.Pylori yang tidak diteliti pada

penelitian ini karena untuk membuktikan adanya infeksi H. Pylori diperlukan

pemeriksaan laboratorium, sedangkan di Puskesmas Kelurahan Joglo 1 tidak terdapat

fasilitas pemeriksaan laboratorium.

VI.I.4. Chance

Kemungkinan ditemukan hasil penelitian secara kebetulan dapat disingkirkan

karena berdasarkan perhitungan didapatkan zα = 3,95 α = 2 % dan zβ = 2,95, β = 1

%.

VI.2. Temuan utama

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 29


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

Berdasarkan penelitian, minum teh pekat lebih dari 2 gelas perhari selama 2

tahun atau lebih dapat mengganggu fungsi lapisan pelindung lambung dan membuat

lambung lebih mudah terjadi gastritis.

Dari analisa statistik yang dilakukan ditemukan adanya hubungan yang

bermakna (p-value = 0,038) antara minum teh pekat ( ≥ 2 gelas per hari atau < 2 gelas

per hari, dengan kepekatan 1 kantong teh celup atau 1 sendok makan teh daun untuk 1

gelas ( ukuran ± 300 cc ), untuk semua jenis teh.) selama lebih dari 3 tahun dengan

terjadinya gastritis dan hubungan tersebut tetap bermakna (p-value = 0,038) setelah

faktor – faktor resiko lain seperti makan makanan pedas, makan tidak teratur, stres dan

usia dikendalikan.

BAB VII

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 30


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

KESIMPULAN DAN SARAN

VII.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 1 September – 20

September 2010 terhadap 151 responden, dapat disimpulkan :

1. Responden yang minum teh sebanyak 40 responden (26,5%).

2. Jumlah responden yang minum teh dan menderita gastritis di Puskesmas

Kelurahan Joglo 1 sebanyak 99 responden (89,2%).

3. Berdasarkan analisa statistik didapatkan hubungan yang bermakna (p- value =

0,038) antara minum teh dengan gastritis. Berdasarkan analisa epidemiologi,

mereka yang minum teh > 2 tahun mempunyai resiko 1,321 kali lebih besar untuk

menderita gastritis dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

VII.2. Saran

Setelah mengetahui hasil penelitian ini, terdapat beberapa hal yang perlu

dipertimbangkan untuk dilaksanakan, yaitu :

a. Kepada responden :

o Untuk mengurangi jumlah konsumsi teh harian.

b. Kepada puskesmas :

o Mengadakan penyuluhan mengenai efek minum teh terhadap gastritis.

c. Kepada peneliti berikutnya :

o Dalam melakukan penelitian sebaiknya mempertimbangkan hal-hal sebagai

berikut :

 Sampel yang diambil dapat mewakili populasi.

 Kuesioner yang dipakai hendaknya divalidasi relebih dahulu.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 31


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. Gastristis. Diakses pada : 5 September 2010 pukul 16.55. Dalam :

http://www.emedicinehealth.com/gastritis/article_em.htm

2. Am J. Gastroenterology advance online publication. Diakses pada : 24 August

2010 pukul 19.17 doi:10.1038/ajg.2010.324.

3. Indo....warning detail 14 juli010

4. Anonim. Statistics by country for gastritis. Diakses pada : 28 Agustus 2010

pukul 17.12. Dalam : http://www.cureresearch.com/g/gastritis/stats-country.htm

5. Shinya, Hiromi MD. The Miracle of Enzym. Oklahoma : Council Oak Books.

2007 : 42 – 44.

6. Fauci, Anthony S, MD, Longo, Dan L., MD. Chapter 287. Peptic Ulcer

Disease and Related Disorders. Dalam : Part 13. Disorders of

Gastrointestinal.Harrison’s Internal Medicine. Seventh Edition. USA : The

McGraw-Hill Companies, Inc.2008.

7. Namiot, Kemona A, Namiot Z. Smoking habit and gastritis histology. Diakses

pada : 28 Agustus 2010 pukul 21.13. Dalam : http://www.advms.pl/?

q=system/files/33_52Namiot.pdf

8. Budiyanto C. Merokok memang ternyata nikmat. Diakses pada : 24 Agustus

2010 pukul 19.34. Dalam :

http://nina9yuli.student.umm.ac.id/2010/02/11/merokok-memang-ternyata-nikmat/

9. Anonim. Manfaat dan bahaya kopi. Diakses pada : 24 Agustus 2010 pukul 19.40

http://gugling.com/manfaat-dan-bahaya-kopi.html

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 32


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

10. Anonim. Kenapa setelah minum kopi perut terasa sakit? Diakses pada : 24

Agustus 2010 pukul 20.43. Dalam : http://cupu.web.id/kenapa-setelah-minum-

kopi-perut-terasa-sakit/

11. Anonim. Gastritis. Diakses pada: 24 Agustus 2010 pukul 21.20. Dalam :

http://www.indofarma.co.id/index.php?

option=com_content&task=view&id=27&Itemid=125

12. Anonim. AINS. Diakses pada: 24 Agustus 2010 pukul 21.58. Dalam:

http://doctorology.net/?cat=169.

13.Clark J. Pengantar alcohol. Diakses pada : 25 Agustus 2010 pukul 17.05. Dalam :

http://www.chem-is-try.org

14.Thompson W. Alcoholism. Diakses pada : 25 Agustus 2010 pukul 18.05. Dalam :

http://emedicine.medscape.com/article/285913-overview

15. Anonim. Gastritis. Diakses pada : Tangal 25 Agustus 2010 pukul. 21.19.

Dalam : http://ictjogja.net/kesehatan/A1_13.htm

16. Anonim. Tergoda pedas, ingat lambung. Diakses pada : 25 Agustus 2010

pukul 21.35. Dalam :

http://lifestyle.okezone.com/index.php/readstory/2008/04/07/27/98195/tergoda-

pedas-ingat-lambung

17. Freeman. Does spicy food really cause ulcers. Diakses pada : 25 Agustus 2010

pukul 22.01. Dalam : http://health.howstuffworks.com/human-nature/health-

myths/spicy-food-ulcer.htm/printable

18. Anonim. Gastritis. Diakses pada : 25 Agustus 2010 pukul 22.20. Dalam :

http://www.mayoclinic.com/health/gastritis/DS00488/DSECTION=risk-factors

19. Friscaan. Semua tentang maag. Diakses pada : tanggal 28 Agustus 2010 pukul

22.01. Dalam : http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 33


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

20. Anonim. Jangan sepelekan sakit maag. Diakses pada : 28 Agustus 2010 pukul

20.33. Dalam : http://www.hilman.web.id/posting/blog/701/seputar-penyakit-

maag-jangan-sepelekan-sakit-maag.html?idv=164

21. Anonim. Gastritis. Diakses pada : 25 Agustus 2010 pukul 20.54. Dalam :

http://www.indofarma.co.id/index.php?

option=com_content&task=view&id=27&Itemid=125

22. Sastroasmoro S, Sofyan I. Perkiraan besar sampel. Dalam : Sastroasmoro S,

Sofyan I (eds). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis, Edisi 3. Jakarta : Sagung

Seto, 2008 : hal.115, 118, 318

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 34


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

LAMPIRAN

I. Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

Nama :

Umur :

Diagnosa Gastritis

GASTRITIS

1. Apakah anda memiliki nyeri uluh hati?

a.Ya

b.Tidak

2. Jika ya,sudah berapa lama anda merasakan keluhan ini?

..... bulan/tahun

3. Apakah anda merasa sepaerti terbakar/panas pada perut bagian atas?

a. Ya

b.Tidak

4. Apakah anda sering merasa kembung?

a. Ya

b. Tidak

5. Apakah anda juga sering merasa cegukan saat kambuh?

a. Ya

b. Tidak

6. Apakah keluhan ini sering kambuh?

a. Ya

b. Tidak
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 35
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

7. Jika ya,berapakah sering kambuh (nyeri uluh hati)?

a. Lebih dari 1x dalam seminggu

b. 1x dalam 1 minggu

c. 1x dalam 2 minggu

d. > dari 1 bln

8. Disaat kapan maag anda kambuh?

a. Makan asam

b. Makan asam

c. Minum kopi

d. Minum Teh

e. Minum obat

f. Lain-lain..

TEH

1. Apakah anda memliki kebiasaan minum teh?

a. Ya

b. Tidak

2. Jika ya,sudah berapa lama?

.... bulan/tahun.

3. Berapa banyak teh yang anda minum dalam 1 hari?

..... gelas/hari

4. Teh seperti apa yang biasa yang anda gunakan ?

a. Teh celup

b. Teh seduh

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 36


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

5. Jika teh celup,satu kemasan untuk berapa kali pemakaian?

a. 1-2x

b. >2x

6. Jika teh seduh berapa sendok daun teh yang anda gunakan sekali seduh?

.... sendok/kali

7. Jenis teh apa yang biasa anda gunakan?

a.Teh hijau

b.Teh hitam

8. Apakah anda rutin minum obat penghilang rasa sakit? (piroxicam)

a. Ya

b.Tidak

9. Apakah anda juga memiliki kebiasaan makan masakan pedas?

a. Ya

b. tidak

10. Apakah anda sering mengkomsumsi makanan asam?

a.Ya

b.Tidak

11.Selain, itu apakah anda juga memiliki kebiasaan minum kopi?

a.Ya

b.Tidak

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 37


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

II.Lampiran 2 Analisis Asosiasi Epidemiologi

1. Hubungan minum teh dan gastritis


a/(a+b)

PRR = -------------- = (99/111) : (27/40) = 1,321

c/(c+d)

2. Hubungan makan makanan pedas dan gastritis

a/(a+b)

PRR = -------------- = (64/80) : (62/71) = 0,888

c/(c+d)

3. Hubungan makan tidak teratur dan gastritis

a/(a+b)

PRR = -------------- = (43/54) : (83/97) = 0,925

c/(c+d)

4. Hubungan stres dan gastritis

a/(a+b)

PRR = -------------- = (36/43) : (90/108) = 1,004

c/(c+d)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 38


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010
Hubungan antara Minum Teh dengan Gastritis pada Pasien Wanita Usia Minimal 20 Tahun di Puskesmas
Kelurahan Joglo 1 Kecamatan Kembangan Jakarta Barat periode 1 September – 20 September 2010

5. Hubungan usia dan gastritis

a/(a+b)

PRR = -------------- = (61/66) : (65/85) = 1,208

c/(c+d)

III. Lampiran 3 Perhitungan α error dan β error

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat 39


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 16 Agustus – 30 Oktober 2010