Anda di halaman 1dari 13

Oleh: Richard XI-RPL

FISIKA

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Fisika Secara Umum

Sejak jaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari

benda mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material

yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya

adalah sifat dari jagad raya seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek celestial

seperti Matahari dan Bulan Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah.

Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi dan tidak pernah

dipastikan oleh eksperimen sistimatik seperti yang populer sekarang ini. Ada

pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani menurunkan

banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik Pada

awal abad 17 Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan

kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains Galileo

memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika

mekanik terutama Hukum Inert Pada 1687 Isaac Newton menerbitkan Filosofi

Natural Prinsip Matematika memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika

yang sukses: Hukum gerak Newton yang merupakan sumber dari mekanika

klasik dan Hukum Gravitasi Newton yang menjelaskan gaya dasar Kedua

teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori

dalam dinamika fluid Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh

Joseph- Louis de Lagrange William Rowan Hamilton dan lainnya, yang

menciptakan

formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika

yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika. Dari

sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert


Boyle, Thomas Young dan banyak lainnya. Pada 1733 Daniel Bernoulli

menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan

hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik Pada 1798 Benjamin

Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan

pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi dalam bentuk

panasa juga dalam energi mekanika. Sifat listrik dan magnetisme dipelajari

oleh Michael Faraday George Ohm dan lainnya. Pada 1855, James Clerk

Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme,

dijelaskan oleh persamaan Maxwell Perkiraan dari teori ini adalah cahaya

adalah gelombang elektromagnetik

Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam banyak bidang, dan masih
akan tetap begitu jauh di masa depan. Dalam fisika benda kondensi masalah
teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas suhu-
tinggi Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer
kuantum bekerja. Dalam fisika partikel potongan pertama dari bukti
eksperimen untuk fisika di luar Model Standar telah mulai menghasilkan.
Yang paling terkenal adalah penunjukan bahwa neutrino memiliki massa
bukan-nol. Hasil eksperimen ini nampaknya telah menyelesaikan masalah
solar neutrino yang telah berdiri-lama dalam fisika matahari. Fisika neutrino
besar merupakan area riset eksperimen dan teori yang aktif. Dalam beberapa
tahun ke depan, pemercepat partikel akan mulai meneliti skala energi dalam
jangkauan TeV yang di mana para eksperimentalis berharap untuk
menemukan bukti untuk Higgs boson dan partikel supersimetri Para teori
juga mencoba untuk menyatikan mekanika kuantum dan relativitas umum
menjadi satu teori gravitasi kuantum, sebuah program yang telah berjalan
selama setengah abad, dan masih belum menghasilkan buah. Kandidat atas
berikutnya adalah Teori-M teori superstring, dan gravitasi kuantum loop.
Banyak fenomena astronomikal dan kosmologikal belum dijelaskan secara
memuaskan, termasuk keberadaan sinar kosmik energi ultra-tinggi ,asimetri
baryon, pemercepatan alam semesta dan percepatan putaran anomali
galaksi. Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam energi-tinggi,
kuantum, dan fisika astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya,
menyangkut sistem kompleks, chaos, atau turbulens masih dimengerti
sedikit saja. Masalah rumit yang sepertinya dapat dipecahkan oleh aplikasi
pandai dari dinamika dan mekanika, seperti pembentukan tumpukan pasir,
"node" dalam air "trickling", teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam
koleksi heterogen yang bergetar masih tak terpecahkan. Fenomena rumit ini
telah menerima perhatian yang semakin banyak sejak 1970-an untuk
beberapa alasan, tidak lain dikarenakan kurangnya metode matematika
modern dan komputer yang dapat menghitung sistem kompleks untuk dapat
dimodelin dengan cara baru. Hubungan antar disiplin dari fisika kompleks
juga telah meningkat, seperti dalam pelajaran turbulens dalam aerodinamika
atau pengamatan pembentukan dalam sistem biologi Pada
1932, Horrace Lamb meramalkan:

Saya sudah tua sekarang, dan ketika saya meninggal dan pergi ke surga ada

dua hal yang saya harap dapat diterangkan. Satu adalah elektrodinamika

kuantum, dan satu lagi adalah gerakan turbulens dari fluida. Dan saya lebih

optimis terhadap yang pertama.

2.2. SUHU DAN KALOR


2.2.1. Suhu

Suhu adalah besaran termodinamika yang menunjukkan besarnya

energi kinetik translasi rata-rata molekul dalam sistem gas ; suhu diukur

dengan menggunakan termometer (kamus kimia : balai putaka : 2002),

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi

suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu

menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam

suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan

maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-

atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.

Suhu biasanya didefinisikan sebagai ukuran atau derajat panas

dinginnya suatu benda atau sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang

tinggi, sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Pada

hakikatnya, suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki oleh

molekul-molekul sebuah benda. Sebagai contoh, ketika kita memanaskan

sebuah besi atau alumanium maka akan terjadi proses pemuaian pada besi

tersebut. Ketika kita mendinginkan air sampai pada suhu dibawah nol derajat

maka air tersebut akan membeku. Sifat-sifat benda yang bisa berubah akibat

adanya perubahan suhu disebut sifat termometrik. Dengan demikian,


perubahan suhu sifat termometrik menunjukkan adanya perubahan suatu

benda.Dalam perubahan suhu jumlah energi panas,ΔQ, dibutuhkan untuk

mengganti suhu suatu material darisuhu awal,T0, kesuhu akhir,Tf


tergantung dari kapasitas panas bahan tersebut menurut hubungan:

Kapasitas panas tergantung dari jumlah material yang bertukar panas

dan properti bahan tersebut. Kapasitas panas dapat dipecah menjadi

beberapa cara berbeda. Pertama-tama, dia dapat dipresentasikan sebagai

perkalian dari masa dan kapasitas panas spesifik (lebih umum disebut panas

spesifik:

Cp= mcs

atau jumlah mol dan kapasitas panas molar:


Cp= ncn

Molar dan kapasitas spesifik panas bergantung dari properti fisik dari

zat yang dipanasi, tidak tergantung dari properti spesifik sampel. Definisi di

atas tentang kapasitas panas hanya bekerja untuk benda padat dan cair,

tetapi untuk gas mereka tak bekerja pada umumnya.

Kapasitas panas molar dapat "dimodifikasi" bila perubahan suhu terjadi

pada volume tetap atau tekanan tetap. Bila tidak, menggunakan hukum
pertama termodinamika dikombinasikan dengan persamaan yang

menghubungkan energi internal gas tersebut terhadap suhunya.

Berdasarkan sifat termometrik inilah sehingga sebuah termometer

dibuat. Terometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dari

sebuah benda. Ada beberapa jenis termometer yang dibuat berdasarkan

pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian

zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat,

hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya.

Pembuatan skala pada termometer memerlukan dua titik referensi.

Sebagai titik pertama dipilih titik beku, yaitu suhu campuran antara es dan

air pada tekanan normal. Ini terjadi pada saat air mulai membeku. Titik kedua

yang dipilh adalah titik didih yaitu suhu ketika air mendidih pada tekanan

normal. Kedua titik ini disebut, titik tetap atas dan titik tetap bawah .

Terdapat tiga macam skala yang biasa digunakan dalam pengukuran

suhu, yaitu skla celcius, skala fahrenheit, dan skala kelvin. Skala fahrenheit

didasarkan pada titik beku 320F dan titik didih 2120F. Skla celcius didasarkan

pada titik beku 00C dan titik didih 1000C. Skala kelvin berbeda dengan dua

skala yang lainnya, skala ini didasarkan pada suhu terendah yaitu -2730C,

skala kelvin disebut juga skala suhu mutlak (absolut) atau skala

termodinamik. Satuan kelvin inilah yang digunakan sebagai satuan SI untuk

suhu.

Disamping tiga skala suhu diatas, ada skala lain yang masih juga

digunakan, yaitu skala reamur (0R). Pada skla ini air membeku pada suhu

00R dan didih pada suhu 800R.

A. Pemuaian
Ketika sebuah benda dipanaskan, gerakan molekul-molekulnya

semakin cepat, yang menyebabkan pergeserannya semakin besar. Secara

keseluruhan, jarak antar molekul menjadi bertambah sehingga terjadilah

peristiwa yang kita sebut sebagai pemuaian.

a. Pemuaian zat padat


b. Pemuaian zat cair
c. Pemuaian gas

1)Hukum Boyle

Hukum Boyle merupakan hukum yang menghubungkan volume dengan

tekanan gas pada suhu yang konstan. Bisa dikatakan bahwa pada gas, walau

pun suhunya konstan, volumenya bisa berubah karena adanya perubahan

tekanan

p =ρg(H+h)
Dimana :ρ adalah massa jenis raksa
g adalah percepatan gravitasi
h adalah selisih ketinggian permukaan raksa
jika A adalah luas penampang tabung, volume udara yang ada pada
tabung tertutup adalah
V = lA
Dari hasil percobaan Boyle, didadap[tkan bahwa grafik (H=h) versus1/l
merupakan suatu garis lurus, sehingga
(H+h) l = konstan
Karena g,ρ, dan A memiliki nilai konstan, maka
Atau
pV = konstan................(1)
persamaan (1) inilah yang disebut hukum Boyle, yang jika kita nyatakan
dengan kata-kata ; ”Tekanan suatu massa tertentu gas pada suhu
konstan berbanding terbalik dengan volumenya.”

2)Hukum Gay-Lussac atau Hukum Charles.

Kira-kira satu abad kematian Boyle, seorang fisikawan prancis Jacques

Charles, menemukan persamaan yang menghubungkan antara volume dan

suhu gas pada tekanan konstan. Selanjutnya persamaan ini dikenal sebagai

Hukum Charles atau Hukum Gay-Lussac. secara matematis ditulis

Yang artinya pada tekanan konstan, volume gas V sebanding dengan suhu T
atau V/T = konstan.

3)Hukum Tekanan.

Sekarang, jika volume gas kita pertahankan tetap, sementara suhu dan

tekanan gas dibiarkan berubah, bagaimana perubahannya? Ternyata pada

volume konstan, diperoleh hubungan yang mirip dengan kasus pada hukum

Charles. Pada suhu konstan, tekanan suatu massa gas tertentu sebanding

dengan suhunya :

P/T = konstan

Atau
2.2.2. Kalor
kalor adalah energi yang dapat diteruskan oleh satu benda ke benda
lain secara konduksi,perolakan dan penyinaran. (kamus kimia ; 2002).

Sampai pada pertengahan abad 18, orang masih menyamakan

pengertian suhu dan kalor. Baru pada tahun 1760, joseph black membedakan

kedua pengertian ini. Suhu adalah sesuatu yang diukur pada termometer,

dan kalor adalah sesuatu yang mengalir dari benda yang panas ke benda

yang dingin untuk mencapai keadaan termal.


Pada tahun 1798, seorang ilmuwan amerika, benjamin thompson

menyasingkan definisi kalor sebagai fluida kalorik. Ia yang merupakan

seorang anggota militer mengamati bahwa ketika meriam menembakkan

peluru, ada kalor yang dihasilkan pada meriam. Berdasarkan

pengamatannya, thompson menyimpulkan bahwa kalor bukanlah fluida,

tetapi kalor dihasilkan oleh usaha yang dilakukan oleh kerja mekanis

misalkan gesekan. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang

diperlukan untuk menaikkan suhu air sebesar 1 C

Menindaklanjuti apa yang dilakukan oleh thompson, james prescot

joule melakukan percobaan untuk menghitung jumlah energi mekanik yang

ekivalen dengan kalor sebanyak 1 kalori. Peralatan yang digunakan lihat

gambar 1.

Ketika massa m bergerak turun dengan kecepatan konstan, kawat yang

ditariknya menyebabkan pengaduk berputar. Karena massa berputar dengan

kecepatan konstan, berarti tidak ada perubahan enrgi kinetik, tetapi terjadi

penurunan energi potensial. Penurunan energi potensial ini


menghasilkan energi kalor pada air, yang diukur berdasarkan kenaikkan suhu

air. Berdasarkan teori bahwa energi potensial yang hilang sama dengan

energi mekanik dengan energi kalor :

1 kalori = 4.184 joule


1. Kalor jenis dan kapasitas kalor

Josep Black merupakan orang pertama yang menyadari bahwa

kenaikkan suhu suatu benda dapat digunakan untuk menentukan banyaknya

kalor yang diserap oleh benda. Jika sejumlah kalorΔQ menghasilkan

perubahan suhu benda sebesarΔT, kapasitas kalor didefinisikan

Satuan kapasitor kalor adalah J/K.

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan

suhuΔT ternyata sebanding dengan massa benda m dan perubahan suhunya.

2. Hukum kekekalan energi kalor

Ilmuwan yang pertama kali mengemukakan bahwa kalor merupakan salah

satu bentuk energi adalah Julius Robert Mayer (1814-1878) dari jerman, yang

sekitar tahun 1840an bekerja sebagai Dokter Kapal pada angkatan laut

hindia belanda di surabaya. Mayer mengamati bahwa darah pasien orang-

orang di Jawa berwarna lebih merah terang dibandingkan dengan darah

pasiennya dari eropa. Ini berarti bahwa darah penduduk daerah tropis

mengandung lebih banyak oksigen. Mayer menyimpulkan bahwa didaerah

tropis diperlukan lebih sedikit pembakaran makanan untuk menjaga agar

suhu tubuh constant, dan panas daripada pembakaran makanan itu lebih
banyak dipakai untuk melakukan kerja dari individu. Jika ternyata panas

dapat di ubah menjadi kerja, hal ini berarti bahwa ke- duanya merupakan

bentuk energi. Mayer mempublikasikan pemikiran itu tatkala ia kembali ke

eropa tahun 1842.

Pada tahun 1850 an para ilmuwan mulai mengakui panas (kalor)

sebagai salah satu bentuk energi. Hal ini berkat beberapa eksperimen dari

James Prescott Joule (1818-1889), seorang murid John Dalton di Inggeris. Dari

berbagai eksperimennya, Joule merumuskan Asas Kekekalan Energi, yang

berbunyi: “Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, tetapi dapat

diubah dari bentuk energi yang satu menjadi bentuk energi yang lain”. Nama

Joule diabadikan dalam satuan energi menurut System International d’Unites

(S.I.), satu Joule adalah kerja yang dilakukan jika gaya 1 Newton bergerak

sepanjang 1 Meter.

Pada abad 21, oleh para ilmuwan fisika dan ilmuwan kimia teori- teori

mengenai suhu dan kalor mulai diaplikasikan pada bentuk-bentuk penemuan

baru, contohnya bisa kita lihat dibidang komunikasi seperti pembuatan

antena dengan menggunakkan Pita Frekuensi Ka. Sistem kerja dari Pita

Frekuensi Ka ini pada dasarnya rumusnya mengacu pada teori- teori suhu

dan kalor. Penerapan teori suhu dan kalor juga banyak digunakan pada

sistem keamanan (kemiliteran) contohnya dalam perumusan nuklir, pada

Depleted Uranium (DU) yang biasa digunakan dalam bentuk senjata antitank

(atau anti kendaraan lapis baja lainnya). Aktivitas jenis bagi DU cukup

rendah, hanya 14,8 Bq/mg (58 % saja dari aktivitas Uranium alam). Secara

kimiawi Uranium merupakan logam berat berwarna keperakan yang sangat

padat. Sebuah kubus Uranium bersisi 10 cm memiliki massa mendekati 20 kg

dan secara umum 70 % lebih padat dibanding timbal (timah hitam). Pada

suhu 600 -7000C dalam tekanan yang sangat tinggi logam DU akan menyala
dengan sendirinya, membentuk kabut aerosol DU yang bersifat cair dan

sangat panas.

2.2.1. Perambatan kalor

Kalor dapat merambat melalui tiga macam cara yaitu:

1. Konduksi

2. Konveksi

3. Radiasi.

A. Kesimpulan
1. Suhu

Suhu adalah besaran termodinamika yang menunjukkan besarnya

energi kinetik translasi rata-rata molekul dalam sistem gas ; suhu diukur

dengan menggunakan termometer (kamus kimia : balai putaka : 2002),

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi

suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu

menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam

suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan

maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-

atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.


Suhu biasanya didefinisikan sebagai ukuran atau derajat panas

dinginnya suatu benda atau sistem. Benda yang panas memiliki suhu yang

tinggi, sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Pada

hakikatnya, suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki oleh

molekul-molekul sebuah benda.

2. Kalor
kalor adalah energi yang dapat diteruskan oleh satu benda ke benda
lain secara konduksi,perolakan dan penyinaran. (kamus kimia ; 2002).

Sampai pada pertengahan abad 18, orang masih menyamakan

pengertian suhu dan kalor. Baru pada tahun 1760, joseph black membedakan

kedua pengertian ini. Suhu adalah sesuatu yang diukur pada termometer,

dan kalor adalah sesuatu yang mengalir dari benda yang panas ke benda

yang dingin untuk mencapai keadaan termal.

Pada tahun 1798, seorang ilmuwan amerika, benjamin thompson

menyasingkan definisi kalor sebagai fluida kalorik. Ia yang merupakan

seorang anggota militer mengamati bahwa ketika meriam menembakkan

peluru, ada kalor yang dihasilkan pada meriam. Berdasarkan

pengamatannya, thompson menyimpulkan bahwa kalor bukanlah fluida,

tetapi kalor dihasilkan oleh usaha yang dilakukan oleh kerja mekanis

misalkan gesekan. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang

diperlukan untuk menaikkan suhu air sebesar 1 C

3. Hukum kekekalan energi kalor

Ilmuwan yang pertama kali mengemukakan bahwa kalor merupakan

salah satu bentuk energi adalah Julius Robert Mayer (1814-1878) dari jerman,

yang sekitar tahun 1840an bekerja sebagai Dokter Kapal pada angkatan laut

hindia belanda di surabaya. Mayer mengamati bahwa darah pasien orang-

orang di Jawa berwarna lebih merah terang dibandingkan dengan darah


pasiennya dari eropa. Ini berarti bahwa darah penduduk daerah tropis

mengandung lebih banyak oksigen. Mayer menyimpulkan bahwa didaerah

tropis diperlukan lebih sedikit pembakaran makanan untuk menjaga agar

suhu tubuh constant, dan panas daripada pembakaran makanan itu lebih

banyak dipakai untuk melakukan kerja dari individu. Jika ternyata panas

dapat di ubah menjadi kerja, hal ini berarti bahwa ke- duanya merupakan

bentuk energi. Mayer mempublikasikan pemikiran itu tatkala ia kembali ke

eropa tahun 1842.